Beranda blog Halaman 811

Hamidy Arsa Serukan Paslon Gub Aceh 01 Hentikan Polarisasi Politik

0
Wakil Ketua DPD Gerindra Aceh, Hamidy Arsa, SIP, MSi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Ketua DPD Gerindra Aceh, Hamidy Arsa, SIP, MSi, meminta pasangan calon Gubernur Aceh nomor urut 01, Bustami-Fadhil, beserta tim suksesnya segera menghentikan polarisasi politik yang dinilainya semakin tajam pasca debat ketiga Pilkada Aceh yang dihentikan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Hamidy menilai narasi yang disampaikan oleh kubu pasangan Bustami-Fadhil melalui media sosial, influencer, buzzer, hingga media massa telah melampaui batas kewajaran. Ia menyebut cara-cara ini sebagai kemunduran dalam proses demokrasi di Aceh.

“Polarisasi ini sangat tidak sehat. Narasi seperti ‘awak Toet rumoh sikula, bodoh, awai bangai,’ yang diarahkan kepada pasangan kami, Muzakir Manaf dan Fadhullah, menunjukkan ketidakdewasaan dalam berdemokrasi,” ujar Hamidy dalam keterangan persnya di Banda Aceh, Kamis (21/11/2024).

Mengancam Warisan Perdamaian Aceh

Hamidy menegaskan, MoU Helsinki 2005 yang menjadi tonggak perdamaian Aceh setelah konflik berkepanjangan seharusnya dihormati oleh semua pihak. Ia mengingatkan bahwa perdamaian ini diraih dengan pengorbanan besar, termasuk puluhan ribu korban jiwa selama konflik bersenjata yang berlangsung lebih dari tiga dekade.

“MoU Helsinki adalah hasil dedikasi besar antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Muzakir Manaf, yang saat ini menjadi calon gubernur, adalah mantan Panglima Tertinggi GAM yang berjasa besar dalam merawat perdamaian Aceh selama 19 tahun terakhir,” katanya.

Hentikan Politik Kebencian

Menurut Hamidy, tuduhan-tuduhan yang menyebut pasangan Muzakir-Fadhullah sebagai simbol brutalisme dan vandalisme politik sangat tidak beralasan. Ia mengingatkan bahwa politik kebencian seperti ini dapat merusak warisan demokrasi yang telah dibangun selama era damai di Aceh.

“Tidak ada lagi korban jiwa dalam Pilkada kali ini, berbeda dengan sejarah kelam Pilkada Aceh sebelumnya. Jangan sampai narasi kebencian ini memicu konflik baru yang memecah belah masyarakat Aceh,” tegasnya.

Seruan untuk Berpolitik Elegan

Hamidy meminta kubu Bustami-Fadhil untuk menghentikan politik polarisasi dan dikotomi yang menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan. Ia mengajak semua pihak untuk berpolitik secara elegan dan dewasa.

“Dana Otsus dan keistimewaan Aceh adalah hasil perjuangan panjang. Jangan gagal paham tentang siapa yang Anda hadapi. Mari kita tunjukkan politik yang bermoral dan menghormati demokrasi,” ujarnya.

Hamidy yang merupakan alumnus Université Dauphine Paris, Prancis, juga memperingatkan bahwa narasi politik negatif ini dapat membangkitkan ketegangan yang tidak diinginkan.

“Jangan bangunkan harimau yang sedang tidur,” pungkasnya.

Hamidy berharap semua pihak dapat menjaga suasana Pilkada Aceh tetap kondusif dan demokratis, demi menjaga kehormatan Aceh dan masa depan generasi mendatang.

Editor: Akil

Ayah Meninggal, Ibu Jadi ART, Devi Pilih Bawa Pulang Makan Siang Gratis untuk Ibunya

0
Ayah Meninggal, Ibu Jadi ART, Devi Pilih Bawa Pulang Makan Siang Gratis untuk Ibunya. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Palembang – Di tengah uji coba program makan siang gratis di SDN 166 Palembang, Sumatera Selatan, sebuah kisah haru mengemuka. Devi, seorang siswi kelas VI, memilih untuk tidak makan makanan yang diberikan kepadanya. Alih-alih menyantapnya, Devi membawa pulang makanan tersebut untuk diberikan kepada ibunya yang bekerja keras sebagai asisten rumah tangga (ART).

Saat teman-temannya sudah asyik menikmati makan siang, Devi duduk terdiam di mejanya. Seorang polisi wanita yang terlibat dalam pembagian makan siang itu, Yetty, mendekatinya dan bertanya mengapa ia tidak makan. Dengan mata berkaca-kaca, Devi menjawab, “Untuk mama.”

“Kenapa enggak dimakan, sayang?” tanya Yetty. Devi dengan lembut menjawab, “Untuk mama.” Ketika ditanya apakah ia tidak lapar, Devi dengan tegas mengatakan, “Enggak.”

Devi bercerita bahwa ayahnya telah meninggal dunia beberapa bulan lalu, dan ibunya bekerja sebagai ART untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Devi pun berjalan kaki ke sekolah setiap hari, ditemani oleh kakaknya.

“Papa sudah meninggal. Mama ngepel di rumah orang,” kata Devi dengan suara lirih. Mendengar itu, Yetty dan teman-teman Devi yang berada di sekitar tidak dapat menahan haru.

Makan Siang yang Dibawa Pulang
Setelah pulang sekolah, Devi membawa empat kotak makan siang ke tempat ibunya bekerja. Suryati (50), ibu Devi, terkejut melihat anak bungsunya membawa pulang makanan tersebut.

“Waktu dia pulang ke tempat saya kerja, katanya, ‘Mamak, pulang ada nasi, sudah makan belum?’ Ada 4 kotak dia bawa dikasih ibu Polwan Polda,” kenang Suryati dengan mata berkaca-kaca.

Saat Suryati pulang kerja, ia dan Devi bersama-sama menyantap makan siang tersebut. Dua kotak sisanya dibagikan kepada kakak-kakak Devi yang sedang bekerja.

“Saya kaget waktu tahu dia rela tidak makan, dan malah membawa makanan itu untuk saya,” ujar Suryati, yang bekerja sebagai ART dengan upah Rp 700.000 per bulan.

Kisah Kehidupan yang Berat
Sejak suaminya meninggal dunia pada Juli 2023, Suryati berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Meskipun pendapatannya terbatas, ia berusaha keras agar anak-anaknya, terutama Devi, tetap bisa bersekolah dengan baik. Mereka tinggal di sebuah kontrakan yang disewa oleh anak sulungnya, dan Devi harus berjalan kaki selama 15 menit menuju sekolah setiap harinya.

Kepala Sekolah SDN 166 Palembang, Yumarsih, menyebut Devi sebagai siswa pendiam namun sangat tekun belajar. Devi bahkan pernah masuk dalam 10 besar di kelasnya. Yumarsih berharap program makan siang gratis dapat terus dilanjutkan karena sangat membantu siswa-siswa kurang mampu seperti Devi.

“Program ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak yatim dan mereka yang tidak mampu. Semoga bisa berlanjut,” kata Yumarsih.

Dengan segala keterbatasan yang ada, sikap Devi yang penuh kasih sayang kepada ibunya menjadi bukti nyata ketabahan seorang anak yang rela berkorban demi orang yang ia cintai.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal ZA Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWI Aceh:

0
Pj Gubernur Safrizal ZA Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWI Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Rabu (20/11/2024), di Kantor PWI Aceh. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers di Aceh.

Dalam sambutannya, Safrizal ZA menyampaikan pesan penting tentang makna Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya sebatas perayaan, tetapi juga sebagai momen untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita semua dapat meneladani sifat Nabi Muhammad yang penuh kasih sayang, kejujuran, dan kebijaksanaan dalam segala aspek kehidupan,” ujar Safrizal dengan penuh harapan.

Acara yang berlangsung dengan hikmat itu juga diwarnai dengan pembacaan selawat dan tausiyah agama yang disampaikan oleh Teungku Sri Dermawan. Selain Pj Gubernur, acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta pejabat dari TNI-Polri, dan wartawan, termasuk para pemimpin redaksi media lokal.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur dan berbagai pihak yang telah turut serta meramaikan acara.

“Tradisi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan media, serta membangun Aceh yang lebih baik,” ujar Nasir.

Peringatan Maulid Nabi di PWI Aceh ini bukan hanya sebagai ajang untuk mengenang perjuangan Rasulullah, tetapi juga sebagai simbol pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Ke depan, diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berjalan sebagai jembatan untuk memperkuat hubungan antara keduanya demi kemajuan Aceh.

Editor: Akil

Debat Pilkada Aceh Ricuh, Katahati Institute Soroti Manajemen Risiko Penyelenggara

0
Debat Ketiga Cagub Aceh. (Foto: WaspadaAceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Debat ketiga calon Gubernur Aceh 2024 berakhir dengan kericuhan yang memprihatinkan. Katahati Institute menyoroti lemahnya manajemen risiko yang diterapkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh sebagai penyelenggara.

Kericuhan terjadi saat salah satu pendukung pasangan calon (paslon) menuding adanya penggunaan alat elektronik oleh salah satu kandidat. Tuduhan ini memicu peringatan keras dari pendukung paslon 02, yang meminta panitia menghentikan proses pemaparan visi dan misi. Ketegangan memuncak ketika massa pendukung dari kedua paslon meluap ke panggung utama, menyebabkan aksi saling serang, baik secara fisik maupun verbal.

Upaya pengamanan yang dilakukan tidak mampu meredam kericuhan. Muhammad Fahry, Program Manager Katahati Institute, menyoroti ketiadaan Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh dalam debat tersebut. Berdasarkan informasi, seluruh komisioner Panwaslih sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dan hanya diwakili oleh staf ahli yang tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.

“Ketiadaan Panwaslih dalam debat ini menjadi celah besar dalam mitigasi risiko. Seharusnya, Panwaslih hadir untuk mengawasi, memberi teguran, atau merekomendasikan tindakan kepada KIP,” ujar Fahry.

Fahry juga menilai bahwa debat terakhir ini seharusnya menjadi momen penting bagi masyarakat Aceh untuk menilai visi dan misi kandidat secara mendalam. Sayangnya, kejadian ini justru merugikan masyarakat sebagai pemilik suara dalam pesta demokrasi.

“Kita perlu evaluasi menyeluruh dan memastikan manajemen risiko yang lebih baik hingga seluruh rangkaian Pilkada selesai,” tegas Fahry.

Kericuhan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara dan pengawas Pilkada agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Editor: Akil

Masrizal: Pilihan Childfree Bukan soal Pendidikan, Tapi Kematangan Berpikir

0
Sosiolog Beberkan Alasan
Koordinator Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana USK, Dr. Masrizal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Isu childfree, yang merujuk pada keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak, kini semakin mencuat di kalangan masyarakat Indonesia, termasuk di Aceh. Fenomena ini banyak dikaitkan dengan tingkat pendidikan tinggi, yang dianggap mempengaruhi keputusan individu dalam menentukan pilihan hidup. Namun, menurut Masrizal, seorang sosiolog asal Aceh, pendidikan tinggi bukanlah faktor utama yang memengaruhi keputusan untuk memilih gaya hidup childfree.

“Kalau persoalan pendidikan, sebenarnya itu menurut saya bukan menjadi persoalan utama. Lebih kepada faktor kematangan dalam berpikir seseorang dalam membagi ruang-ruang kehidupannya, termasuk dalam keputusan apakah childfree itu harus dipilih atau tidak,” kata Masrizal saat diwawancarai oleh Nukilan.id, Kamis (21/11/2024).

Masrizal menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak seringkali berkaitan dengan pemahaman individu mengenai ruang dan peran dalam kehidupan mereka. Namun, ia menambahkan bahwa di  masyarakat Melayu Indonesia, termasuk Aceh, fenomena childfree sering kali ditolak oleh masyarakat karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah lama dijunjung tinggi.

“Bagi sebagian besar keluarga dan masyarakat kita, konsep childfree masih dianggap sesuatu yang sangat berbeda dan keluar dari kultur kita. Hal ini membuat masyarakat lebih sulit untuk menerima keputusan tersebut, karena bertentangan dengan nilai-nilai sosial yang ada,” tambah Masrizal.

Menurut Masrizal, pemahaman yang lebih matang dan terbuka terhadap berbagai pilihan hidup merupakan langkah penting untuk menghargai keputusan masing-masing individu, meskipun fenomena childfree masih dianggap tabu di banyak kalangan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Persiraja Banda Aceh Menang Tipis 2-1 atas Bekasi City

0
Persiraja Banda Aceh Menang Tipis 2-1 atas Bekasi City. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh sukses meraih kemenangan penting 2-1 atas Bekasi City dalam laga lanjutan Grup 1 Liga 2 Indonesia 2024/2025 yang digelar di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Rabu malam (20/11/2024). Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim tuan rumah untuk melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, di mana Persiraja langsung menekan pertahanan Bekasi City. Namun, meski mendominasi penguasaan bola, serangan-serangan yang dilancarkan oleh Andik Vermansyah dkk masih bisa dipatahkan dengan baik oleh bek-bek Bekasi City, termasuk Renan Alves yang tampil solid di lini pertahanan.

Keberuntungan justru berpihak pada tim tamu yang berhasil mencetak gol pertama pada menit ke-9. Sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti oleh Jhon Cley mengejutkan penjaga gawang Persiraja, Rafly Mahreza, yang gagal menepis bola. Skor 1-0 untuk Bekasi City.

Tertinggal lebih dulu, anak-anak asuh Akhyar Ilyas tidak tinggal diam. Hanya 12 menit setelah gol pertama, Persiraja berhasil menyamakan kedudukan. Gol penyama itu datang melalui gol bunuh diri pemain Bekasi City. Pada menit ke-21, tendangan keras Eduardo dari sudut kanan gawang mengarah ke depan kiper tim tamu, namun membentur tubuh seorang pemain Bekasi dan bola pun meluncur deras ke gawang sendiri. Kedudukan menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persiraja terus menggempur pertahanan Bekasi City dengan serangan bertubi-tubi. Meski demikian, upaya mereka untuk mencetak gol tambahan masih bisa digagalkan oleh kiper Dhika B yang tampil cemerlang di bawah mistar.

Akhirnya, kerja keras Persiraja membuahkan hasil pada menit ke-80. Habil, pemain yang masuk sebagai pengganti, melepaskan tendangan keras mendatar yang tidak mampu ditepis oleh Dhika B, sehingga bola bersarang di gawang Bekasi City. Skor 2-1 untuk keunggulan Persiraja bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Pelatih Bekasi City, Widyantoro, tampak kecewa dengan keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya. Ia mengkritik beberapa momen, seperti pelanggaran terhadap pemainnya di kotak penalti yang tidak dihukum, serta beberapa kejadian handball yang terlewatkan.

“Pemain kita diganjal di kotak penalti di depan wasit, kemudian handball juga dibiarkan begitu saja. Bingung terkait kepemimpinan wasit,” keluh Widyantoro.

Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan maksimal yang ditunjukkan para pemainnya, serta mengucapkan selamat kepada Persiraja atas kemenangan tersebut.

Sementara itu, Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas, merasa puas dengan penampilan anak-anak asuhnya.

“Para pemain menjalankan instruksi dengan baik selama 90 menit. Kami bersyukur atas poin penuh malam ini,” ujar Akhyar.

Ia juga memberikan pujian khusus kepada pemain asingnya, Eduardo Brando, yang untuk pertama kalinya tampil sejak menit awal.

“Eduardo menunjukkan perkembangan yang baik, dan kami memberikan kepercayaan padanya. Dia juga berkontribusi saat melawan Penang FC lalu. Kami berharap dia bisa terus konsisten,” tambahnya.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persiraja Banda Aceh untuk melanjutkan perjuangan mereka di Liga 2, sementara Bekasi City harus segera memperbaiki performa untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Editor: Akil

Disperindag Aceh Gelar Pasar Murah, Ringankan Beban Warga di Tengah Inflasi

0
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menyelenggarakan ‘Operasi Pasar Murah Tanggap Inflasi’ di desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menggelar program Operasi Pasar Murah Tanggap Inflasi di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (20/11/2024). Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok akibat inflasi.

Dalam program tersebut, Disperindag menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Paket sembako yang dijual meliputi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 papan telur ayam, dan 2 kilogram gula pasir, yang dibanderol seharga Rp 195 ribu.

Rincian Penyaluran
Reza Syaputra, staf lapangan Disperindag Aceh, menyampaikan bahwa kegiatan ini menyalurkan sebanyak 5 ton beras, 1,5 ton gula pasir, 1.000 liter minyak goreng, dan 406 papan telur ayam untuk warga di Kecamatan Johan Pahlawan.

“Kami juga menggelar operasi pasar murah di dua kecamatan lainnya, yakni Meureubo dan Samatiga, dengan total penyaluran mencapai 3.000 paket gula, 3.000 liter minyak goreng, 1.224 papan telur, dan 15.000 kilogram beras,” kata Reza.

Program ini didukung oleh subsidi pemerintah senilai Rp 117.240.000. “Subsidi tersebut diberikan untuk memastikan harga sembako yang dijual lebih terjangkau sehingga mampu meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Disambut Antusias
Antusiasme warga terlihat sejak pagi, saat mereka berbondong-bondong datang ke lokasi operasi pasar murah. Salah seorang warga Desa Lapang, Nuraini (37), mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Harga sembako sekarang mahal sekali, jadi operasi pasar seperti ini sangat membantu kami yang penghasilannya pas-pasan,” ujar Nuraini.

Program ini menjadi bagian dari upaya Disperindag Aceh dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tekanan inflasi yang terus meningkat. Pemerintah Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah lain.

“Operasi pasar murah ini menjadi langkah konkret kami untuk memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat,” pungkas Reza.

Editor: Akil

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Barat

0
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Barat. (Foto: Kemensos)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan kepada korban banjir dan angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Peristiwa yang terjadi sejak Minggu (17/11/2024) tersebut menyebabkan pohon tumbang, merusak sejumlah rumah warga, serta fasilitas umum. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur, memastikan bahwa bantuan telah disalurkan ke beberapa lokasi terdampak.

“Dua rumah yang tertimpa pohon di Aceh Barat itu tidak memakan korban,” kata Masryani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Bantuan Logistik dan Koordinasi dengan Tim Lapangan

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, telur, air mineral, minyak goreng, hingga perlengkapan lainnya seperti kasur, selimut, dan peralatan shalat. Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial Aceh Barat, Tagana, Koramil Woyla, Polsek Woyla, Muspika, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dan masyarakat setempat.

“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ke depannya, kami akan terus melakukan asesmen di lapangan melalui Tagana untuk memastikan kebutuhan lain yang mungkin diperlukan,” tambah Masryani.

Banjir Berangsur Surut, Posko Pengungsian Tidak Didirikan

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat telah merendam setidaknya 16 desa di tiga kecamatan, yakni Woyla Barat, Woyla Induk, dan Arongan Lambalek. Namun, banjir dilaporkan mulai berangsur surut sehingga tidak diperlukan pendirian posko pengungsian.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, hingga saat ini, sebanyak 3.811 jiwa terdampak banjir. Sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing setelah air mulai surut.

Solidaritas Semua Pihak

Masryani juga mengapresiasi sinergi antar-instansi dalam menangani dampak bencana ini.

“Kami bekerja sama dengan BNPB dan berbagai pihak untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi warga di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Banjir dan angin kencang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Akil

Sosiolog Aceh Sebut Perubahan Sosial Sebagai Pemicu Pilihan Childfree

0
sisiolog aceh
Sosiolog Aceh, Dr. Masrizal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Isu childfree semakin menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Fenomena ini banyak dikaitkan dengan faktor ekonomi, serta perubahan nilai sosial yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap peran anak dalam keluarga. Untuk menggali lebih dalam, Nukilan.id mewawancarai Masrizal, seorang sosiolog asal Aceh, yang memberikan perspektif tentang bagaimana budaya lokal dan global saling berinteraksi dalam keputusan memilih untuk tidak memiliki anak.

Menurut Masrizal, fenomena childfree ini tidak lazim bagi masyarakat Indonesia, yang cenderung mengedepankan nilai tradisional tentang keluarga besar.

“Di masyarakat Melayu (Indonesia), memiliki banyak anak sering dipandang sebagai berkah, karena ada anggapan bahwa banyak anak membawa banyak rezeki,” kata Masrizal kepada Nukilan.id, Kamis (21/11/2024).

Selain itu, Akademi Universitas Syiah Kuala ini mengatakan bahwa dalam pandangan masyarakat Melayu Muslim, memiliki anak dianggap sebagai investasi sosial yang penting untuk masa depan, terutama untuk merawat orang tua di hari tua.

“Pada masyarakat Melayu, terutama yang muslim, mereka memilih untuk punya anak karena pada saat mereka tua nanti mereka ada yang mengurusnya,” ungkapnya.

Masrizal juga menyoroti faktor luar yang turut mempengaruhi pandangan ini. Ia menyebutkan bahwa sebagian perempuan, khususnya yang berpendidikan tinggi dan berkesempatan melakukan perjalanan ke luar negeri, mulai terpapar dengan budaya negara-negara Barat yang lebih cenderung memilih childfree.

“Ketika mereka belajar dan melihat kehidupan di luar negeri, kemudian mereka melihat di negara tersebut masyarakatnya memilih tidak punya anak atau ribet dengan punya anak. Ini adalah pengaruh yang menurut saya sudah mulai mengkontaminasi pola pikir mereka,” tambahnya.

Namun, Masrizal menegaskan bahwa meskipun budaya luar memiliki pengaruh, dalam konteks masyarakat Melayu terutama Aceh, keputusan untuk tidak memiliki anak masih dipandang sebagai sebuah hal yang asing. Bagi banyak orang Aceh, anak bukan hanya dilihat sebagai penerus keluarga, tetapi juga sebagai kekuatan dan kenyamanan emosional bagi orang tua.

“Bagi sebagian besar orang Aceh, memiliki anak adalah bagian dari kebahagiaan dan kekuatan dalam keluarga,” tutupnya.

Bagaimanapun, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran dalam nilai-nilai sosial yang dipengaruhi oleh faktor globalisasi yang semakin intens. Seiring berjalannya waktu, pola pikir masyarakat terhadap konsep keluarga dan anak diperkirakan akan terus berkembang, menciptakan dinamika sosial yang semakin kompleks. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Hasil China Masters 2024: Fajri dan Jonatan Melaju, Gregoria Terkendala

0
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat beraksi pada ajang China Masters 2024. (Foto: Dok. PP Humas PBSI)

NUKIILAN.id | Shenzhen – Tim bulu tangkis Indonesia melanjutkan perjuangan mereka di ajang China Masters 2024, dengan sejumlah wakil berhasil melaju ke babak kedua, meskipun ada beberapa kejutan yang kurang menguntungkan. Di hari kedua turnamen yang berlangsung di Shenzhen Arena, Rabu (20/11/2024), ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi pembuka kemenangan Indonesia setelah menundukkan pasangan tuan rumah, Zhang Han Yu/Yang Jia Yi, dalam dua gim langsung 21-17, 21-12.

Sementara itu, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menghadapi laga sengit melawan rekan senegaranya, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Fajar/Rian akhirnya berhasil meraih kemenangan lewat rubber game dengan skor 21-14, 20-22, 21-16.

Fajar mengungkapkan bahwa kondisi lapangan yang cukup menantang dengan laju kok yang lebih pelan menjadi faktor tersendiri.

“Sayang sekali kami gagal menutup gim kedua meski sudah unggul 20-18. Namun, di luar itu, Leo/Bagas bermain luar biasa dengan strategi yang sangat baik,” ujar Fajar, yang menunjukkan apresiasi terhadap permainan rekan-rekannya.

Di sisi lain, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi berhasil melangkah lebih cepat ke babak berikutnya setelah lawan mereka, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti, mundur akibat cedera lengan kanan yang dialami Lanny. Amallia menyampaikan rasa simpatinya terhadap cedera lawan.

“Semoga Lanny segera pulih dan bisa kembali bertanding. Kemenangan ini tentunya bukan cara yang kami harapkan,” ujarnya.

Namun, Gregoria Mariska Tunjung mengalami kesulitan di sektor tunggal putri setelah harus mengakui keunggulan Pornpawee Chochuwong dari Thailand dalam dua gim langsung. Gregoria mengaku bahwa kondisi lapangan yang sulit beradaptasi menjadi tantangan besar baginya, terutama karena baru tiba di China sehari sebelum turnamen, setelah menyelesaikan partisipasinya hingga final di Kumamoto Masters Japan.

Selain Gregoria, sejumlah finalis Kumamoto Masters lainnya, seperti mantan pemain nomor satu dunia Akane Yamaguchi serta tunggal putra juara dan runner-up, Li Shi Feng dan Leong Jun Hao, juga mengalami nasib serupa dengan tersingkir lebih awal dari turnamen.

Di sisi positif, harapan Indonesia tetap terjaga lewat kemenangan Jonatan Christie yang berhasil menyingkirkan juara dunia 2021, Loh Kean Yew, dalam pertandingan sengit yang berlangsung hingga tiga gim.

Dengan keberhasilan beberapa wakil Indonesia melaju ke babak kedua, tim bulu tangkis Indonesia optimis untuk menghadapi tantangan selanjutnya di China Masters 2024, meskipun tantangan kondisi lapangan menjadi perhatian utama.

Editor: Akil