Beranda blog Halaman 801

JSI Gelar Pembekalan Relawan Pemantau Pilkada 2024 secara Virtual

0
JSI Gelar Pembekalan Relawan Pemantau Pilkada 2024 secara Virtual. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jaringan Survey Inisiatif (JSI) menggelar pembekalan bagi para relawan pemantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada Selasa (26/11/2024). Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 15.00 WIB dan diikuti oleh relawan dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Amatan Nukilan.id, Ketua Pelaksana JSI, Ratnalia Indriasari, dalam pembekalan tersebut menegaskan pentingnya peran relawan dalam memastikan jalannya Pilkada yang bersih dan adil. Relawan, kata Ratnalia, diberi kewenangan untuk melakukan pencatatan, perekaman, hingga pelaporan terhadap setiap indikasi pelanggaran Pilkada.

“Laporan yang diberikan relawan akan dijamin kerahasiaannya. Namun, relawan harus memastikan laporan tersebut akurat, lengkap dengan lokasi, waktu kejadian, serta bukti berupa rekaman atau foto,” ujar Ratnalia.

Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran yang bisa dilaporkan meliputi praktik pemberian uang atau barang pada hari pencoblosan hingga kecurangan dalam proses penghitungan suara.

Selain itu, Direktur Eksekutif JSI, Aryos Nivada, turut memberikan arahan penting kepada relawan. Ia menekankan pentingnya validitas dalam setiap laporan pelanggaran yang dibuat.

“Jika menemukan pelanggaran, pastikan bahwa hal tersebut benar-benar valid. Jangan asal lapor. Relawan harus melakukan cek dan verifikasi terlebih dahulu agar tidak terjadi salah lapor,” jelas Aryos.

Kegiatan pembekalan ini merupakan salah satu langkah strategis JSI untuk mendukung transparansi dan integritas Pilkada 2024. Dengan keterlibatan relawan di seluruh Aceh, diharapkan potensi pelanggaran dapat ditekan sehingga proses demokrasi berjalan lebih baik.

Ratnalia juga menyampaikan harapannya agar relawan mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

“Peran relawan sangat strategis, bukan hanya untuk melaporkan pelanggaran tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” pungkasnya.

JSI sendiri telah terverifikasi dan terakreditasi sebagai lembaga pemantau Pilgub Aceh 2024 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dengan Nomor 05/PP.03.2-Kt/11/2024. Hal ini memberikan legitimasi bagi JSI untuk menjalankan peran penting dalam mengawal proses demokrasi di Aceh.

Dengan pembekalan ini, para relawan diharapkan siap menjalankan tugasnya di lapangan demi memastikan Pilkada 2024 berlangsung sesuai aturan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dominasi Jepang Runtuh: Babak Baru Kebangkitan Tiongkok di Industri Otomotif

0
Dominasi Jepang Runtuh: Babak Baru Kebangkitan Tiongkok di Industri Otomotif. (Foto: @Teknologi Populer)

NUKILAN.id | Opini – Selama beberapa dekade, Jepang berdiri sebagai raksasa otomotif dunia. Nama-nama besar seperti Nissan, Honda, dan Toyota menjadi simbol keunggulan teknologi dan kualitas tak tertandingi. Mobil-mobil Jepang merajai jalanan dari Asia hingga Amerika, mendominasi pasar global dengan daya tahan, efisiensi bahan bakar, dan inovasi teknologi. Namun, seperti segala hal di dunia ini, kejayaan tersebut tak kekal. Dominasi Jepang yang dahulu terlihat mustahil untuk dihancurkan kini terguncang hebat oleh kebangkitan Tiongkok, yang dengan strategi brilian merebut takhta sebagai penguasa baru industri otomotif global.

Membangun Kejayaan dari Puing-Puing Perang
Untuk memahami keruntuhan Jepang, kita perlu menelusuri bagaimana negara ini membangun kejayaannya. Setelah kekalahan telak di Perang Dunia II, Jepang berada dalam kondisi yang tragis. Dalam bayang-bayang kehancuran, semangat inovasi bangsa ini menjadi senjata utama untuk membangkitkan ekonomi yang runtuh. Di bawah Perdana Menteri Shigeru Yoshida, pemerintah mengadopsi doktrin Yoshida, sebuah kebijakan yang menekankan pembangunan ekonomi dengan fokus pada industri dan perdagangan, sementara urusan militer diserahkan kepada Amerika Serikat.

Investasi besar-besaran dalam pendidikan, terutama di bidang sains dan teknologi, menghasilkan tenaga kerja yang terampil. Hasilnya, pada 1960-an hingga 1970-an, Jepang memperkenalkan kendaraan hemat bahan bakar yang memenuhi kebutuhan konsumen global. Toyota, dengan Toyota Production System-nya, memimpin revolusi efisiensi produksi, dan krisis minyak 1973 menjadi momen emas yang mendorong mobil-mobil Jepang menjadi primadona di pasar internasional.

Puncak kejayaan itu terlihat pada 1980-an, ketika Jepang menjadi produsen mobil terbesar di dunia, melampaui Amerika Serikat. Teknologi canggih seperti mesin hybrid pada Toyota Prius memperkokoh dominasi mereka di pasar global. Mobil-mobil Jepang terkenal dengan daya tahan, biaya perawatan rendah, dan nilai jual kembali tinggi, menciptakan ekosistem yang sulit disaingi.

Namun, kebangkitan Tiongkok mengubah segalanya.

Tiongkok: Dari Ketertinggalan ke Dominasi Baru
Berbeda dengan Jepang yang memulai kebangkitan industrinya pasca-Perang Dunia II, Tiongkok baru mulai membangun fondasi industrinya pada 1980-an. Kala itu, Jepang telah menjadi penguasa otomotif dunia. Namun, Tiongkok dengan cepat membuka diri terhadap investasi asing, mengadopsi teknologi, dan meningkatkan kapasitas produksi.

Momentum besar terjadi pada 2009, ketika Tiongkok melampaui Amerika Serikat sebagai pasar mobil terbesar di dunia. Pemerintah Tiongkok mengambil langkah strategis dengan mengalihkan fokus pada kendaraan energi baru, terutama mobil listrik. Subsidi, insentif, dan investasi besar-besaran dalam riset serta pengembangan membuat Tiongkok menjadi pemain utama dalam teknologi baterai, termasuk baterai lithium-ion yang efisien dan tahan lama.

Biaya produksi rendah, ditambah strategi penetapan harga yang agresif, menjadikan mobil-mobil Tiongkok lebih terjangkau dibandingkan mobil Jepang. Desain dan kualitas yang dahulu sering dipandang sebelah mata kini telah berubah total. Kolaborasi dengan desainer internasional serta peningkatan standar produksi menghasilkan kendaraan dengan estetika dan teknologi canggih, seringkali melampaui produk Jepang.

Sebagai gambaran, SUV Chery Omoda 5 buatan Tiongkok dijual dengan harga mulai dari Rp344 juta, jauh lebih murah dibandingkan Toyota Yaris Cross yang dibanderol mulai Rp351 juta. Di segmen mobil listrik, Tiongkok bahkan lebih unggul. Dengan teknologi baterai yang lebih efisien dan fitur-fitur canggih, mereka mampu menawarkan mobil listrik dengan jarak tempuh lebih jauh dan harga lebih kompetitif dibandingkan mobil Jepang.

Jepang: Ketertinggalan yang Fatal
Kesuksesan Tiongkok adalah tamparan keras bagi Jepang. Produsen mobil Jepang yang terlalu nyaman dengan teknologi hybrid mereka terlambat menyadari potensi besar kendaraan listrik murni (EV). Pada 2021, CEO Toyota masih beranggapan bahwa transisi penuh ke kendaraan listrik terlalu tergesa-gesa. Pandangan ini kini menjadi bumerang.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada 2022, ekspor mobil Tiongkok mencapai 4,91 juta unit, melampaui Jepang yang hanya mengekspor 4,42 juta unit. Bahkan, produsen seperti BYD berhasil menjual lebih dari 3 juta kendaraan dalam satu tahun. Kehadiran mereka di pasar global semakin agresif, termasuk di Jepang sendiri.

Tiongkok juga mendapat momentum besar dari komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon. Target Uni Eropa untuk menghentikan penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2035 menjadi peluang emas bagi Tiongkok. Sementara itu, Jepang yang terlambat berinvestasi dalam kendaraan listrik menghadapi tantangan berat untuk merebut kembali posisi dominannya.

Balas Dendam Historis
Kebangkitan Tiongkok di industri otomotif bukan sekadar cerita bisnis. Ini adalah babak baru dalam rivalitas historis antara dua negara yang pernah saling mendominasi. Jepang yang dahulu menundukkan Tiongkok selama Perang Dunia II kini berada di bawah bayang-bayang kebangkitan tetangganya.

Meskipun Jepang masih memiliki teknologi baterai solid-state yang menjanjikan, momentum telah berpindah tangan. Dunia kini menyaksikan Tiongkok sebagai pemain utama dalam persaingan ekonomi global. Di balik kesuksesan ini, tersirat pesan yang jelas: dalam dunia yang terus berubah, kejayaan tak pernah abadi, kecuali bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah

Pramuka MAN 3 Kota Banda Aceh Sabet Juara Umum di USK Scout Competition II

0
Pramuka MAN 3 Kota Banda Aceh Sabet Juara Umum di USK Scout Competition II. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gugus Depan (Gudep) Pramuka MAN 3 Kota Banda Aceh sukses menyabet predikat Juara Umum Putri dalam ajang USK Scout Competition II yang digelar oleh UKM Pramuka Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Kompetisi ini berlangsung pada 22-24 November 2024 di Bumi Perkemahan Stadion Mini Universitas Syiah Kuala.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 11 gudep tingkat SMA/MA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, seperti SMA Modal Bangsa, SMA 1 Suka Makmur, SMA 6 Banda Aceh, dan SMA PMP Gontor 8. Selain mempererat silaturahmi antarsesama anggota Pramuka, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas siswa melalui berbagai lomba.

Keberhasilan MAN 3 Kota Banda Aceh diraih berkat kerja keras dan persiapan matang. Gudep ini berhasil membawa pulang 6 piala dari 7 cabang lomba yang dipertandingkan. Prestasi tersebut mencakup:

  • Juara I Pop-Up Book Putri
  • Juara I Pentas Seni
  • Juara II LKBB Variasi Putri
  • Juara II Logo dan Maskot
  • Juara III MSQ Putri (Menulis Jurnal)
  • Juara III Pionering Putra

Dengan hasil ini, MAN 3 Kota Banda Aceh berhak membawa pulang piala Juara Umum Putri.

Kepala MAN 3 Kota Banda Aceh, Junaidi IB, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

“Ini adalah buah dari kebersamaan dan kerja keras siswa-siswi serta para pembina. Pramuka merupakan kegiatan wajib di madrasah kami dan terbukti mampu melahirkan prestasi gemilang,” ujar Junaidi saat ditemui di kawasan Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Selasa (26/11/2024).

Didampingi Abdul Razak, Pembina Pramuka MAN 3 Banda Aceh, Junaidi juga menyampaikan bahwa madrasahnya akan terus berupaya menjadi lembaga unggulan.

“Ke depan, MAN 3 Banda Aceh akan menjadi madrasah binaan UIN Ar-Raniry. Selain pramuka dan olahraga, kami juga akan mengembangkan berbagai bidang lain untuk mengasah potensi siswa,” tambahnya.

Abdul Razak turut memuji semangat para siswa. “Alhamdulillah, kontingen Pramuka kami berhasil membawa pulang 6 piala dan meraih predikat Juara Umum Putri. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berprestasi,” pungkasnya.

Dengan kemenangan ini, Gudep MAN 3 Kota Banda Aceh semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu madrasah berprestasi di Aceh, khususnya dalam bidang kepramukaan. Kompetisi semacam ini menjadi ajang penting untuk membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing.

Editor: Akil

Aktivis Muda Imbau Warga Aceh Selatan Jaga Persatuan Jelang Pilkada 2024

0
Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Aktivis Muda Peduli Aceh Selatan, Syahrul Amin, mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan di tengah perbedaan sikap politik. Ajakan tersebut disampaikan untuk meredam potensi konflik yang sering muncul menjelang pesta demokrasi.

“Perbedaan pilihan dalam Pilkada adalah hal yang wajar, enggak perlu diributkan. Kita harus menciptakan suasana yang tenang dan damai, saling menghargai perbedaan sambil terus menjaga persatuan. Itu yang penting,” kata Syahrul kepada Nukilan.id pada Selasa (26/11/2024).

Syahrul menegaskan, Pilkada hanyalah kontestasi lima tahunan yang pasti menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah. Ia meminta masyarakat untuk tidak membiarkan perbedaan pilihan memicu perpecahan atau dendam antarkelompok.

“Jadilah orang yang bijak. Ayo kita hindari fitnah dan ujaran kebencian. Jangan biarkan pihak-pihak yang berniat mengadu domba merusak persatuan masyarakat Aceh Selatan,” tegasnya.

Selain itu, Syahrul mengingatkan pentingnya menghormati hak individu dalam menentukan pilihan secara rahasia dan bebas. Ia berharap warga dapat menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati dalam perbedaan.

“Mari saling menghormati. Masing-masing punya pilihan. Beda itu biasa, tapi jangan memaksakan kehendak,” katanya.

Menurut Syahrul, politik yang santun adalah kunci utama dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan sikap politik.

“Jika semua pihak bisa menjaga suasana tetap kondusif, Pilkada akan menjadi ajang demokrasi yang menggembirakan bagi semua,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

UINSU Medan dan STISNU Aceh Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Pendidikan Islam

0

NUKILAN.id | Medan – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan resmi menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Aceh. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi ini digelar di Kampus 1 UINSU, Jalan IAIN No. 1, Medan, Senin (25/11/2024).

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UINSU, Prof. Dr. Muzakkir, M.A., Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, Dr. Syafruddin Syam, M.Ag., serta Ketua STISNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, S.HI., MA.

Dalam sambutannya, Prof. Muzakkir menyatakan bahwa MoU ini mencerminkan komitmen UINSU untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

“Kerja sama ini adalah langkah strategis untuk mendukung pengembangan institusi pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera dan Aceh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut konkret melalui perjanjian kerja sama yang lebih spesifik.

Ketua STISNU Aceh, Dr. Tgk. Muhammad Yasir, menjelaskan bahwa kampus yang berdiri sejak 2015 itu kini telah memiliki tiga program studi, termasuk Program Magister Hukum Keluarga Islam (HKI).

“Kami bangga karena tahun ini Program S1 HKI kami mendapat akreditasi ‘Baik Sekali’,” ungkapnya.

Ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapi kampus swasta dalam pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, STISNU memiliki satu lektor kepala dan enam doktor.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap mendapatkan bimbingan strategis dari UINSU, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum, untuk meningkatkan akreditasi dan daya saing kami,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, Dr. Syafruddin Syam, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung pengembangan STISNU Aceh.

“Kami memiliki delapan program studi yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman ini akan kami bagikan untuk membantu STISNU meningkatkan akreditasi dan membangun program unggulan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti hubungan erat UINSU dengan Nahdlatul Ulama sebagai peluang besar untuk memperkuat kolaborasi, baik dalam aspek akademik maupun kelembagaan.

MoU ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif, seperti pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga program pengabdian masyarakat. UINSU juga menyatakan dukungannya terhadap upaya STISNU Aceh untuk berkembang menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di masa depan.

“Semoga kerja sama ini memberikan manfaat besar tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia,” kata Prof. Muzakkir saat menutup acara.

Dengan kerja sama ini, UINSU Medan dan STISNU Aceh optimistis dapat berkontribusi menciptakan pendidikan Islam yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Editor: Akil

223 Nakes Aceh Bersatu Hadapi Ancaman Resistensi Antimikroba

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 223 tenaga kesehatan dari berbagai profesi di Aceh mengikuti webinar bertema “AMR Tantangan Global: Solusi Lokal – Peran Kritis Tenaga Kesehatan di Aceh” pada Kamis (21/11/2024). Acara yang diadakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh ini menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan resistensi antimikroba (AMR) yang semakin mengkhawatirkan.

Kepala BPOM Banda Aceh, Yudi Noviandi, menegaskan bahwa sinergi lintas profesi merupakan kunci dalam mengendalikan AMR.

“Kolaborasi antarprofesi sangat penting untuk menghadapi ancaman resistensi antimikroba yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Webinar ini melibatkan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), apoteker, bidan, perawat, dan profesi kesehatan lainnya melalui platform Zoom.

Pada sesi pertama, Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih, memaparkan kebijakan nasional terkait pengendalian AMR. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat infeksi AMR dengan memperlambat penyebarannya.

“Antibiotik memiliki karakteristik unik dibandingkan obat lainnya, sehingga pengelolaannya memerlukan pendekatan khusus. Fokusnya adalah pada optimalisasi penggunaan yang tepat, bukan sekadar pengurangan pemakaian,” jelas Agusdini.

Ika Puspitasari, dosen sekaligus peneliti Farmakologi dan Farmasi Klinis dari Universitas Gadjah Mada, mengingatkan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya pembatasan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.

“Kolaborasi lintas profesi harus mengedepankan kepercayaan, rasa hormat, dan komitmen tinggi untuk mengelola antibiotik secara bijak,” tegas Ika.

Iman Murahman, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, membagikan pengalaman Aceh dalam pengendalian AMR. Salah satu langkah penting, menurutnya, adalah meningkatkan literasi masyarakat melalui konten edukatif.

“BPOM Aceh telah memulai langkah ini dengan berbagai pendekatan yang menarik perhatian publik,” kata Iman.

Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba RSU dr. Zainoel Abidin, Syamsul Rizal, mengungkapkan bahwa penggunaan antimikroba yang berlebihan di sektor manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan menjadi penyebab utama resistensi.

“AMR tidak bisa dihentikan sepenuhnya, tetapi dapat dihambat melalui kerja sama lintas sektoral tenaga kesehatan,” ujar Syamsul.

Diskusi yang berlangsung interaktif sepanjang webinar ini menunjukkan antusiasme peserta untuk meningkatkan pemahaman dan mencari solusi lokal atas tantangan global AMR.

BPOM Aceh berharap kolaborasi lintas profesi yang dibangun melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam pengendalian AMR di Aceh. Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, para tenaga kesehatan diharapkan dapat menerapkan langkah-langkah preventif di fasilitas kesehatan masing-masing.

“Semangat ini menjadi fondasi untuk menciptakan masyarakat Aceh yang lebih sehat dan aman dari ancaman resistensi antimikroba,” tutup Yudi.

Editor: Akil

Unimal Apresiasi Dukungan Teuku Riefky Harsya dalam Pembangunan Kampus

0

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ir. H. Herman Fithra, ST, MT, IPM, ASEAN.Eng., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, atas dukungannya dalam pembangunan kampus. Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah video berdurasi lebih dari satu menit yang dirilis usai peringatan Hari Guru Nasional di kampus tersebut, Senin (25/11/2024).

“Atas nama seluruh civitas akademika Universitas Malikussaleh, kami ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Teuku Riefky Harsya,” ujar Herman, dikutip Nukilan.id pada Selasa (26/11/2024).

Menurut Herman, dukungan yang diberikan Teuku Riefky menjadi kunci dalam proses pembangunan 15 gedung baru, mendukung 15 lulusan doktor, serta berbagai program pembangunan lainnya di Unimal. Dana pembangunan ini bersumber dari pinjaman Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank).

“Bapak Teuku Riefky telah merekomendasikan dan membantu agar proses pembangunan Universitas Malikussaleh melalui pembiayaan loan ini dapat berjalan. Setelah perjuangan panjang, akhirnya hari ini semuanya selesai,” tambah Herman.

Ucapan tersebut disampaikan Herman usai Unimal menggelar upacara memperingati Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November.

Dukungan ini disebut Herman sebagai langkah penting untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Aceh.

“Semoga apa yang telah dilakukan memberikan dampak positif bagi Unimal dan dunia pendidikan,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

DPRK Aceh Tengah Mulai Bahas Rancangan Qanun APBK 2025

0

NUKILAN.id | Takengon – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah memulai pembahasan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2025. Rapat penting ini digelar di Ruang Sidang DPRK Aceh Tengah, Senin (25/11/2024), dan menjadi langkah awal dalam proses legislasi anggaran daerah.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, didampingi Wakil Ketua I Hamdan, dan Wakil Ketua II Susilawati. Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, juga hadir dan menyampaikan pandangan awal terhadap rancangan qanun tersebut.

Dalam pidato pembukaannya, Ketua DPRK Fitriana Mugie menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat.

“Kami mengharapkan pembahasan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh Tengah,” kata Fitriana, Senin (25/11/2024).

Ia menjelaskan, rancangan qanun APBK 2025 dirancang untuk mendukung visi pembangunan daerah dengan fokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting untuk memastikan APBK ini benar-benar pro-rakyat,” tambahnya.

Penjabat Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, dalam sambutannya, menyoroti sejumlah program prioritas yang menjadi dasar penyusunan anggaran. Ia berharap, pembahasan ini menghasilkan keputusan yang dapat mendukung percepatan pembangunan di Aceh Tengah.

Rancangan qanun ini selanjutnya akan dibahas lebih mendalam oleh komisi-komisi DPRK sebelum disahkan menjadi qanun yang mengikat. Proses ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami optimistis, pembahasan ini akan menghasilkan kebijakan yang efektif dan berpihak pada masyarakat,” ujar Subhandhy.

Rapat ini merupakan langkah awal dalam menyusun kebijakan anggaran untuk tahun depan. Dalam prosesnya, DPRK dan Pemkab Aceh Tengah dituntut memastikan alokasi anggaran mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan layanan publik.

“Dukungan semua pihak sangat kami butuhkan agar hasil dari pembahasan ini benar-benar membawa manfaat besar bagi Aceh Tengah,” tutup Fitriana.

Dengan pembahasan yang berjalan intensif, DPRK Aceh Tengah optimistis dapat merumuskan APBK 2025 yang progresif dan responsif terhadap tantangan pembangunan.

Editor: Akil

BSI Aceh Raih Penghargaan Pengelolaan Uang Tunai Terbaik dari Bank Indonesia

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan. Bank Indonesia Perwakilan Aceh memberikan penghargaan kepada BSI Aceh atas keberhasilannya dalam mengelola uang tunai dengan baik, sejalan dengan prinsip syariah dan kebijakan sistem keuangan yang efisien dan aman.

Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah acara resmi yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan perbankan dan instansi terkait lainnya yang turut mengapresiasi pencapaian BSI Aceh.

Regional CEO BSI Aceh, Wachjono, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan penghargaan dari Bank Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim BSI Aceh dalam memastikan pengelolaan uang tunai yang aman, efisien, dan memberikan kenyamanan bagi para nasabah,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen BSI Aceh dalam mematuhi standar operasional yang ketat dan prinsip kehati-hatian. Selama ini, BSI Aceh terus memastikan kualitas dan keamanan uang tunai yang beredar di masyarakat melalui jaringan ATM dan layanan perbankan lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, BSI Aceh juga secara aktif berkoordinasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kelancaran operasional serta memastikan pengelolaan uang tunai tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Selain itu, BSI Aceh turut mendukung transformasi digital dalam pengelolaan uang tunai. Berbagai inovasi layanan seperti aplikasi mobile banking dan sistem pembayaran elektronik menjadi andalan untuk memberikan kemudahan dan efisiensi kepada nasabah.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata peran BSI Aceh sebagai mitra dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan prinsip syariah yang adil dan transparan, BSI Aceh berkomitmen untuk terus memberikan layanan keuangan yang aman dan mendukung pembangunan di wilayah Aceh.

BSI juga menempatkan dirinya sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat.

“Pengelolaan uang tunai yang baik bukan hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga mendukung kenyamanan transaksi sehari-hari masyarakat Aceh,” tutup Wachjono.

Penghargaan dari Bank Indonesia ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi BSI Aceh untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi sistem keuangan nasional, khususnya di Tanah Rencong.

Editor: Akil

USK Banda Aceh Kukuhkan Empat Guru Besar, Dorong Inovasi dan Integritas Akademik

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengukuhkan empat guru besar dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas, Senin (25/11/2024). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis USK untuk memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan di berbagai bidang keilmuan, baik secara nasional maupun global.

Rektor USK, Prof. Marwan, menegaskan pentingnya peran profesor dalam menumbuhkan ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi.

“Dengan bertambahnya guru besar, reputasi USK semakin meningkat. Para profesor adalah ujung tombak kolaborasi yang dapat menghasilkan inovasi yang berdampak besar,” ujar Marwan di Darussalam, Banda Aceh.

Keempat guru besar yang dikukuhkan adalah:

1. Prof. Dr. drh. Nurliana, M.Si.

Meneliti pemanfaatan probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) dan cendawan untuk menjamin keamanan pangan berbasis hewani.

2. Prof. Dr. Febriani, S.Si., M.Si.

Mengembangkan strategi biotransformasi dalam produksi biodiesel sebagai upaya mendukung ketahanan energi nasional.

3. Prof. Dr. Muliadi Ramli, S.Si., M.Si.

Menganalisis pemanfaatan material anorganik Zirkalloy sebagai komponen penting dalam reaktor nuklir untuk mendukung pengembangan PLTN.

4. Prof. Dr. Ir. Muhammad Irham, S.Si., M.Si.

Menemukan model geomorfologi berbasis indeks kerentanan pesisir yang memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (GIS) guna mitigasi bencana.

“Riset-riset ini tidak hanya penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi solusi konkret terhadap berbagai tantangan bangsa, seperti keamanan pangan, energi, hingga mitigasi risiko bencana,” tambah Marwan.

Selain mendorong inovasi, Rektor USK juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik. Ia mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk menjauhi praktik tidak etis, seperti plagiasi, fabrikasi, falsifikasi, dan bentuk kecurangan lainnya.

“Mari bersama menjaga marwah akademik. Para profesor harus menjadi teladan dalam menjaga integritas sekaligus memimpin kolaborasi riset internal maupun eksternal,” tegasnya.

Saat ini, USK telah menjadi center of excellence dalam ilmu kebencanaan dan riset atsiri Nilam Aceh. Dengan bertambahnya jumlah guru besar, diharapkan universitas ini semakin kokoh menjadi pelopor di bidang-bidang strategis untuk menjawab berbagai kebutuhan bangsa.

Rektor USK mengajak seluruh guru besar untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“Hanya dengan kolaborasi yang kuat, inovasi yang kita hasilkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutupnya.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi USK untuk melangkah lebih jauh sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Editor: Akil