Beranda blog Halaman 799

Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar Berikan Suara di Pilkada Serentak 2024

0
Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar Berikan Suara di Pilkada Serentak 2024. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pada Pilkada Serentak 2024, Paduka Yang Mulia Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, memberikan suaranya di TPS Desa Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Ini adalah kali keempat beliau berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Aceh. Beliau menekankan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur harus menjalankan pemerintahan sesuai dengan butir-butir perdamaian MOU Helsinki. Hal ini, menurut beliau, adalah kunci untuk pembangunan dan kesejahteraan Aceh yang berkelanjutan.

Dengan pesan yang kuat ini, Wali Nanggroe berharap agar pemimpin yang terpilih dapat membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik, penuh dengan perdamaian dan kemakmuran.

2 TPS Terendam Banjir di Aceh Utara, Penghitungan Suara Dipindah ke Mushala

0
2 TPS Terendam Banjir di Aceh Utara. (Foto: KIP Aceh Utara)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir pada Rabu (27/11/2024), namun proses pemungutan suara tetap dilaksanakan. Dua TPS yang terdampak berada di Desa Pante Pirak dan Desa Alue Thoe, Kecamatan Matangkuli. Ketinggian air yang mencapai sekitar 30 cm tidak menghentikan warga untuk menggunakan hak pilih mereka, meskipun sempat mengganggu jalannya proses pemungutan suara.

Hidayatul Akbar, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan bahwa meskipun lokasi TPS terendam, pemungutan suara tetap dilaksanakan di lokasi yang sama.

“Kami tetap melakukan pemungutan suara di TPS tersebut karena banjirnya tidak begitu tinggi dan masih bisa dilalui oleh masyarakat,” ujarnya.

Namun, untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran proses penghitungan suara, KIP Aceh Utara memutuskan untuk memindahkan penghitungan suara ke sebuah mushala (meunasah) yang terletak tidak jauh dari lokasi TPS.

“Kami pindahkan penghitungan suara ke atas meunasah karena bangunannya lebih tinggi dan lebih kondusif untuk penyelenggara serta saksi yang hadir,” jelas Hidayatul.

Meskipun banjir, proses pemungutan suara di kedua TPS tetap berjalan lancar dengan partisipasi pemilih yang cukup tinggi. Hidayatul menambahkan bahwa meskipun ada kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan, mereka memastikan seluruh tahapan pemungutan suara tetap dilakukan dengan prosedur yang sesuai.

“Kami berharap seluruh tahapan, mulai dari pemungutan suara hingga penghitungan, bisa berjalan lancar,” katanya.

Desa Pante Pirak dan Desa Alue Thoe terletak di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai Krueng Keureutoe, yang dikenal sebagai daerah rawan banjir setiap tahun. Meski demikian, antusiasme warga untuk datang ke TPS tetap tinggi, meskipun banjir melanda wilayah tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, proses penghitungan suara masih berlangsung di lokasi yang telah dipindahkan ke meunasah, dengan segala persiapan dilakukan untuk memastikan kelancaran tahapan selanjutnya.

Editor: Akil

Anggota Linmas Meninggal Dunia Saat Bertugas di TPS Banda Aceh

0
Anggota Linmas Meninggal Dunia Saat Bertugas di TPS Banda Aceh. (Foto: Humas Polresta Banda Aceh via Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Agusnadi (33), seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), meninggal dunia saat melaksanakan tugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, pada Rabu (27/11/2024). Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh.

Kapolsek Banda Raya, Iptu Jumadil Firdaus, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula sekitar pukul 06.30 WIB, ketika Agusnadi mulai bertugas untuk mempersiapkan pengamanan proses pemungutan suara. Agusnadi membantu menyiapkan lokasi TPS dan memindahkan kotak suara dari tempat penyimpanan ke TPS. Setelah selesai, ia beristirahat sejenak di kursi yang ada di TPS.

Saksi mata, Zulbahri, mengira korban sedang tertidur. Namun, saat mencoba membangunkan Agusnadi, korban tidak merespons. Panik, ia segera membawa Agusnadi ke mushalla untuk diperiksa sebelum dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, Agusnadi sudah dinyatakan meninggal dunia.

Menurut keterangan warga setempat, Agusnadi tampak sehat sebelum kejadian, dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan terkait kondisinya. Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah duka di Gampong Lam Ara dan telah dimakamkan di sana.

Pihak Forkopimda Banda Aceh Sampaikan Belasungkawa

Kepergian Agusnadi menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya. Pihak Forkopimda Banda Aceh, yang dipimpin oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, serta Kapolresta Banda Aceh AKBP Fahmi Irwan Ramli, Dandim 0101/KBA Kolonel Czi Widya Wijanarko, dan sejumlah pejabat lainnya, melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Fahmi Irwan Ramli, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Semoga almarhum Agusnadi diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya Agusnadi masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Banda Aceh, yang mengenalnya sebagai sosok yang berdedikasi dalam menjalankan tugas pengamanan selama Pilkada 2024.

Editor: Akil

Plt Sekda Aceh Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara demi Masa Depan Daerah

0
Plt Sekda Aceh, Muhammad Diwarsyah dan istri menyalurkan hak suaranya di TPS.(Foto: Humas Aceh Prov)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Diwarsyah, bersama istrinya menyalurkan hak pilihnya di TPS 1, Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (27/11/2024).

Keduanya tiba di lokasi pemungutan suara sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut hangat oleh panitia, perangkat desa, serta warga setempat. Suasana TPS yang terletak di lingkungan Masjid An-Nur tampak ramai dengan antusiasme pemilih.

Setelah mencoblos, Diwarsyah terlihat menyapa sejumlah pemilih yang telah hadir di TPS. Ia mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan pemilu di Aceh berlangsung lancar, damai, dan dapat menghasilkan pemimpin yang amanah.

“Semoga partisipasi masyarakat terus meningkat. Suara kita sangat penting untuk masa depan daerah,” ujar Diwarsyah.

Ia juga menekankan bahwa hasil pemilu diharapkan dapat mencerminkan aspirasi rakyat dan membawa perubahan positif untuk pembangunan Aceh ke depan.

“Ini adalah momen penting bagi kita semua. Mari manfaatkan hak suara kita sebaik-baiknya demi menentukan arah pembangunan Aceh,” tambahnya.

Tak lupa, Diwarsyah mengajak masyarakat Aceh untuk terus menjaga kedamaian selama proses pemilu berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat adalah kunci untuk memastikan pemilu berjalan sesuai harapan.

Pemilu serentak yang digelar hari ini menjadi momen krusial bagi Aceh, di mana berbagai pihak berharap proses demokrasi dapat berjalan tanpa kendala, mencerminkan semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Editor: Akil

Bustami Hamzah Optimistis Menang Pilkada Aceh 2024, Soroti Aspirasi Warga Pelosok

0
Bustami Hamzah dan istrinya Mellani Subarni menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Aceh 2024 di TPS Kampung Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. (Foto: Metrotvnews.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Calon Gubernur Aceh nomor urut 01, Bustami Hamzah, menyatakan keyakinannya untuk memenangkan Pilkada Aceh 2024. Optimisme itu ia sampaikan usai memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kampung Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (27/11).

“Saya optimistis dan yakin akan menang. Dengan semangat dan kerja keras yang kami lakukan bersama tim, kami siap memenuhi harapan masyarakat,” kata Bustami dengan penuh percaya diri.

Menurutnya, keberhasilan dalam Pilkada Aceh tak lepas dari upaya menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di pelosok-pelosok desa. Bustami menegaskan bahwa isu prioritas pembangunan di Aceh menjadi fokus utama yang akan ia perjuangkan.

“Banyak masyarakat di pelosok yang merasa kurang mendapat perhatian. Itu yang akan menjadi komitmen saya jika terpilih,” ungkapnya.

Sorotan pada Pendidikan dan Ekonomi

Pendamping hidupnya, Mellani Subarni, turut membagikan pengalamannya mendampingi Bustami selama tahapan Pilkada. Ia menyebut, masyarakat Aceh sangat berharap adanya perubahan nyata, terutama di sektor pendidikan dan ekonomi.

“Masyarakat, terutama perempuan, ingin lebih diberdayakan. Banyak ibu rumah tangga yang berharap ekonomi keluarga mereka meningkat dan anak-anak mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik,” ujar Mellani.

Mellani menambahkan, perubahan yang diinginkan masyarakat Aceh mencakup kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan. Menurutnya, Bustami berkomitmen memperjuangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Dukungan Masyarakat Jadi Kunci

Bustami mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama masa kampanye. Ia percaya, sinergi antara dirinya dan masyarakat Aceh akan menjadi kunci untuk mewujudkan visi dan misinya.

“Insyallah, dengan kerja keras dan dukungan dari masyarakat, kemenangan itu akan kita raih bersama,” ucapnya penuh harapan.

Mellani pun tak lupa menyampaikan harapannya untuk masa depan Aceh. “Perubahan membutuhkan perjuangan. Dengan dukungan masyarakat, kami optimistis membawa Aceh menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Pilkada Aceh 2024 menjadi ajang penting untuk menentukan arah pembangunan provinsi ini ke depan. Komitmen Bustami dan timnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjadi sorotan di tengah proses demokrasi yang sedang berlangsung.

Editor: Akil

Mualem Gunakan Hak Pilih di Gampong Mane, Ajak Masyarakat Aceh Tidak Golput

0
Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menunaikan hak pilihnya dalam Pilkada Aceh 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2, Gampong Mane, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Didampingi istrinya, Hj. Salmawati SE. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon — Calon gubernur Aceh nomor urut 2, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menunaikan hak pilihnya dalam Pilkada Aceh 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2, Gampong Mane, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Didampingi istrinya, Hj. Salmawati SE, Mualem memberikan suara di kampung halamannya itu.

Setelah mencoblos, Mualem mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk tidak golput.

“Jangan golput, gunakan hak suara. Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilih dengan bijak,” kata Mualem kepada wartawan.

Faisal Rizal Hasan, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Aceh sekaligus Ketua Harian Mualem Center, menegaskan bahwa Mualem berkomitmen mendorong partisipasi politik masyarakat Aceh. Menurutnya, Mualem telah memberikan teladan bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi.

“Sebagai calon gubernur Aceh, Mualem menunjukkan komitmennya dengan hadir langsung ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Ini adalah upaya nyata untuk mendorong masyarakat Aceh tidak golput dan memilih pemimpin terbaik,” ujar Faisal.

Ia juga mengingatkan seluruh tim pemenangan untuk menjaga suasana pemilihan yang aman dan damai, sekaligus memastikan suara masyarakat terlindungi.

“Pasangan Mualem dan Dek Fadh memiliki visi membawa perubahan dan kemajuan bagi Aceh. Mari berpartisipasi aktif, pastikan suara kita dihitung, dan kawal proses ini hingga selesai,” tutup Faisal.

Editor: Akil

Harga Ikan di Pasar Kedai Runding Stabil, Tongkol Rp 30 Ribu Per Kilogram

0
Pedagang ikan di pasar kedai runding. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan — Pasar Kedai Runding, yang berlokasi di Aceh Selatan, kembali menjadi pusat aktivitas warga setiap hari Rabu. Pasar mingguan ini menjadi tempat favorit bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan harian, termasuk ikan segar yang dijual dengan harga terjangkau.

Aisyah, salah seorang pembeli yang rutin berbelanja di pasar ini, mengungkapkan bahwa harga ikan di Pasar Kedai Runding relatif stabil.

“Ikan tongkol dijual Rp 30.000 per kilogram, sementara ikan pari per ekornya Rp 50.000,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (27/11/2024).

Menurut Aisyah, meskipun harganya cukup bersaing, kualitas ikan yang dijual di pasar ini tetap terjaga.

“Ikannya segar karena banyak pedagang yang langsung mengambil dari nelayan di sekitar pantai Aceh Selatan,” tambahnya.

Pasar Kedai Runding memang terkenal dengan keberagaman produk lokalnya, mulai dari hasil laut, sayuran segar, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Pasar ini hanya buka setiap hari Rabu, sehingga menjadi momen yang dinanti oleh warga setempat untuk berbelanja.

Bagi para pedagang, pasar ini juga menjadi tempat yang strategis untuk meningkatkan pendapatan.

“Kami biasa menjual ikan di sini karena pembeli cukup banyak, apalagi kalau cuaca mendukung, stok ikan pun melimpah,” kata Mustakim, salah satu pedagang ikan.

Pasar mingguan seperti ini memainkan peran penting dalam perekonomian masyarakat pedesaan. Selain menjadi pusat transaksi, pasar juga menjadi tempat interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dulu Terpuruk Karena Tsunami, Kini Gampong Nusa Bangkit Menjadi Desa Wisata Berbasis Masyarakat

0
Gampong Nusa Bangkit Menjadi Desa Wisata Berbasis Masyarakat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Feature –  “Sejuk dan panoramanya indah”. Itulah kalimat pertama yang terungkapkan kala menapaki tempat ini. Letaknya yang geografis di antara bentangan bukit barisan serta hamparan sawah yang menghijau bagai lukisan nyata dari sang pencipta.

Demikianlah Gampong Nusa, suatu desa yang terletak pada salah satu wilayah administratif Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Desa ini sudah dikenal sebagai desa wisata berbasis masyarakat.

Memasuki gapura utama Gampong Nusa, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang mempesona. Keindahan alamnya juga ditunjang dengan kesadaran warganya yang tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan ditempat tersebut terlihat bersih.

Kesadaran warganya yang tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian prinsip yang harus disadari oleh pengunjung yang mengunjungi desa Nusa. Kepada pengunjung, warga Gampong Nusa juga berharap untuk sama-sama menjaga kebersihan di tempat tersebut.

Keindahan alam Gampong Nusa sungguh alami. Perpaduan hamparan sawah dan pegunungan yang hijau membentuk kombinasi yang begitu mempesona, bak kepingan surga yang jatuh ke bumi.

Tak heran, kawasan tersebut menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berfoto. Banyak pasangan dan calon pengantin yang menjatuhkan pilihan Gampong Nusa sebagai spot prewedding. Latar landskap nya yang indah sangat cocok untuk konsep foto bertema alam.

Semangat Gampong Nusa untuk menjadikan wilayahnya sebagai pionir desa wisata juga terlihat dari inovasi dan kreativitas warganya. Pribumi yang tinggal di tempat ini menghiasi kawasannya sedemikian rupa, misalnya membuat jembatan berbahan kayu sebagai akses untuk menyeberangi irigasi kecil.

Namun, cerita Gampong Nusa tidak hanya tentang keindahan alamnya. Desa ini mengalami ‘Revolusi’ yang mengagumkan; tentang sebuah kisah lara yang selanjutnya bangkit dari keterpurukan.

Siapa sangka, dulunya Gampong Nusa adalah salah satu desa yang luluh lantak setelah dihantam gelombang tsunami yang terjadi pada Desember 2024. Selain kehilangan orang-orang yang dicintai, warga Desa Nusa juga mengalami kerugian materil yang tidak sedikit akibat banyaknya infrastruktur rumah yang rusak.

Namun, perlahan tapi pasti, warga Gampong Nusa bangkit. Seperti halnya warga Aceh lainnya, penduduk Gampong Nusa tidak ingin berlama-lama hidup dalam bayang-bayang kelam bencana. Bagi mereka, mentari pagi yang terbit esok hari harus disambut dengan segala optimisme.

Dalam sebuah kesempatan di bulan Oktober lalu, penulis berkesempatan mewawancarai Nurhayati, Ketua Lembaga Pariwisata Nusa (LPN), sebuah organisasi yang konsen mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki Desa Nusa.

Dalam obrolan yang berlangsung melalui sambungan langsung itu, Nurhayati mengungkapkan kebangkitan warga Gampong Nusa diawali saat adanya kegiatan daur ulang sampah yang yang difasilitasi oleh lembaga internasional ISP dan USAID.

“Saat itu ada 112 orang ibu PKK yang dilatih mendaur ulang sampah organik, seperti sachet kopi yang di anyam sedemikian rupa sehingga menjadi barang yang berguna. Ada juga yang membuat tas, dompet, bunga, kotak tisu, dan sebagainya,” ungkap Nurhayati.

Kreativitas warga Nusa saat itu lambat laun menjadi buah bibir. Dari 2005 hingga 2013 Desa Nusa sering dikunjungi orang luar untuk melihat hasil buah tangan yang dikerjakan. Prospek ini dimanfaatkan para ibu-ibu dengan menjual hasil karyanya.

“Pendapatan yang diperoleh dari kedatangan orang luar hanya tergantung dari adanya pembelian. Kalau tidak ada yang beli, ya tidak ada uang,” kenang Nurhayati.

Waktu terus berjalan. Dari hari ke hari nama Desa Nusa semakin sering dibicarakan dan kian banyak orang yang mengunjungi Gampong Nusa.

Melihat keadaan tersebut, lanjut Nurhayati, pihaknya bersama warga lain mencoba inovasi baru. Dari tahun 2013 hingga 2015 pihaknya melakukan mapping potensi wisata yang ada di desa Nusa, selain daur ulang sampah.

“Disini kan ada 4 dusun. Jadi masing-masing dusun itu kita gali potensi apa yang dapat dimanfaatkan,” terang Nurhayati.

Dari hasil pemetaan itu, lahirlah gagasan untuk membuat paket-paket wisata. Pilihan paket wisata ini bersandar dari aktifitas dan rutinitas warga Gampong Nusa sehari-hari.

“Misalnya paket wisata memasak. Kan banyak tuh para wisatawan yang penasaran bagaimana cara memasak kuah pliek, kuah beulangong, sie reuboh ataupun kuliner khas Aceh lainnya. Nah, dengan mengambil paket ini para pengunjung kita libatkan langsung saat pembuatannya dan bagaimana cara memasaknya. Kita bungkus kegiatan ini dengan paket wisata Cooking Class,” tutur Nurhayati.

Sungai dan perahu yang terdapat di Gampong Nusa. (Foto: furqanstatham)

Banyak paket wisata yang dapat dipilih oleh pengunjung. Misalnya, paket Tradisional Dance, Paket Menganyam, Paket Tron u Blang, Paket Drop Udeng, dan sejumlah paket wisata lainnya. Di kawasan ini, wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati panorama alam sekitarnya dengan ber camping ria di Gampong Nusa. Bagi yang ingin praktis, jangan khawatir. Di Gampong Nusa telah ada puluhan Home Stay yang siap memberikan pelayanan terbaik untuk tamu yang berkunjung.

Oh ya, ada satu paket wisata lainnya yang cukup unik. Namanya Paket Wisata Let Tuloe, yang artinya mengejar burung Pipit.

“Burung Pipit ini biasanya akan ramai ketika musim turun ke sawah. Jadi wisatawan yang mengambil paket ini juga akan turut merasakan sensasi bagaimana mengejar burung Pipit alias let tuloe,” terang Nurhayati.

Dari waktu ke waktu, Gampong Nusa semakin dibanjiri pengunjung. Pada tahun 2015, LPN melaunching Gampong Nusa sebagai Desa Wisata Berbasis Masyarakat.

“Seluruh paket wisata yang ditawarkan bersandar dari kegiatan-kegiatan keseharian yang dilakukan oleh masyarakat Nusa. Karena itulah kenapa konsep ini disebut wisata berbasis masyarakat,” jelas Nurhayati.

Kebangkitan Gampong Nusa dan inovasi yang berhasil dikembangkan membuahkan hasil.
Pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa, 7 Desember 2021, Gampong Nusa berhasil meraih juara I kategori homestay.

Ajang ADWI sendiri bertujuan untuk mendorong desa-desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berdaya saing tinggi.

Konsep wisata berbasis masyarakat yang di usung Gampong Nusa sungguh brilian. Betapa tidak, selain ekonomi masyarakat yang terberdaya, kelestarian seni budaya dan kearifan lokal yang diwariskan para pendahulunya akan tetap terus terjaga.

“Yuk berkunjung ke Gampong Nusa. Bagi pengunjung yang ingin mendapat informasi lebih lanjut silahkan kunjungi Ig @gampongnusaku,” ucap Nurhayati.

Penulis: Boim

Terdakwa Kasus Narkoba Kabur Usai Vonis di PN Banda Aceh

0
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang terdakwa kasus narkoba, Herman, berhasil melarikan diri setelah mendobrak sel di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (26/11/2024). Insiden ini terjadi setelah Herman mendengarkan putusan vonis tujuh tahun penjara atas kasus yang menjeratnya.

Humas PN Banda Aceh, Jamaluddin, menjelaskan bahwa Herman sedang menunggu untuk dibawa kembali ke penjara setelah sidang putusan. Namun, saat itu terdakwa diduga berhasil mendobrak pintu sel, yang menyebabkan ia kabur.

“Dia dobrak, kayaknya kunci sel bermasalah. Anak-anak ini lihat dia lari, dikejar tapi nggak dapat lagi,” ujar Jamaluddin saat dihubungi detikSumut.

Tim gabungan kini tengah memburu Herman yang sebelumnya dituntut dengan hukuman delapan tahun penjara atas keterlibatannya dalam peredaran narkoba. Pada 19 Juni lalu, Herman ditangkap oleh polisi di kawasan Lamdingin, Banda Aceh, dengan barang bukti dua bungkus sabu seberat 11,91 gram dan 23 paket kecil sabu seberat 3,59 gram. Total keseluruhan sabu yang dimiliki Herman mencapai 15,5 gram.

Pihak berwenang terus berupaya mencari jejak Herman pasca pelariannya dari PN Banda Aceh.

Editor: Akil

Warga Gampong Durian Kawan Antusias ke TPS, Antrean Panjang Warnai Pilkada Serentak

0
Potret Warga Gampong Durian Kawan Antusias Menyalurkan Hak Suara di Pilkada Serentak 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Antusiasme warga Gampong Durian Kawan, Aceh Selatan, terlihat sejak pagi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Rabu (27/11/2024). TPS di desa tersebut sudah dibuka sejak pukul 07.00 WIB, dengan ratusan warga rela antre untuk menyalurkan hak pilihnya.

Amin, salah satu pemuda setempat, mengungkapkan bahwa ia tiba di TPS sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, tingginya jumlah warga yang datang membuatnya baru mendapatkan giliran mencoblos pada pukul 11.00 WIB.

“Antrean panjang karena banyak yang datang bersamaan. Saya lihat warga sangat semangat untuk memilih,” kata Amin kepada Nukilan.id, Rabu (27/11/2024).

Menurut Amin, di TPS 1 tempatnya mencoblos, terdapat sekitar 600 daftar pemilih tetap (DPT), sementara TPS 2 di Gampong Durian Kawan hanya melayani 300 DPT. Meski antre cukup lama, ia mengaku senang melihat partisipasi masyarakat yang tinggi.

Amin juga berharap Pilkada kali ini mampu melahirkan pemimpin yang amanah dan membawa perubahan positif bagi masyarakat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Semoga terpilih pemimpin yang amanah, jujur, dan menepati janji, baik gubernur maupun bupatinya,” tutup Amin.

Pilkada Serentak 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat Aceh Selatan untuk menentukan pemimpin yang diharapkan dapat membawa daerah ini menuju kemajuan. Hingga berita ini diturunkan, proses pencoblosan masih berlangsung di beberapa TPS di wilayah tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah