Beranda blog Halaman 791

Deklarasi Bersama Warnai Festival Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Banda Aceh

0
Deklarasi Bersama Warnai Festival Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komitmen untuk melindungi hak perempuan dan anak ditegaskan melalui Deklarasi Bersama yang menjadi puncak acara Festival Pemenuhan Hak dan Perlindungan Perempuan dan Anak di Car Free Day Banda Aceh, Minggu (1/12/2024).

Deklarasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Lembaga Wali Nanggroe, unsur pemerintahan, Aparat Penegak Hukum, LSM, Lembaga layanan, media, perguruan tinggi, swasta, hingga komunitas lokal, sebagai langkah konkret menuju Aceh yang lebih adil dan inklusif. Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Aceh Mulia,” acara ini sekaligus memperingati Hari Ibu dan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP).

Deklarasi mencakup empat poin utama: menjamin kesetaraan gender di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, pembangunan dan politik; melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran ekonomi, perkawinan di bawah usia 19 tahun, dan pelakuan salah; memastikan akses pendidikan, kesehatan dan gizi berkualitas, pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan inklusif ; serta memberikan ruang partisipasi bermakna bagi perempuan dan anak dalam pengambilan keputusan dan perencanaan Pembangunan di Aceh.

National Program Coordinator Islamic Relief Indonesia (IRI), Rizky Mohamad menegaskan komitmen IRI untuk pemenuhan hak perempuan dan anak di Aceh. Aceh salah satu wilayah kerja IRI sejak tahun 2004 melalui program respon cepat bencana gempa dan tsunami di Aceh. Merespon kerentanan situasi perempuan dan anak, Islamic Relief Indonesia menetapkan Keadilan Gender Islam sebagai sektor lintas sektoral di antara 8 sektor yang menjadi fokus kerja dalam rangka implementasi strategi Negara 2022 – 2026. Festival ini menjadi bagian strategi penguatan kapasitas dan penyadaran publik dari rangkaian Project Empower Islamic Relief Indonesia yang melibatkan multipihak strategis di Aceh.

“Tiga strategi EMPOWER melalui penguatan koordinasi pemangku kepentingan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta, serta implementasi dan pengembangan kapasistas para pemangku kepentingan yang terlibat, terutama tokoh agama dan tokoh budaya”, jelasnya.

Direktur Flower Aceh, Riswati mengatakan Festival yang melibatkan 500 lebih peserta menjadi aksi nyata kolaboratif multipihak di Aceh merespon berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan anak, termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan perkawinan di bawah usia 19 tahun. Selama tiga tahun terakhir, tercatat 924 kasus pada 2021, naik menjadi 1.029 kasus pada 2022, dan kembali meningkat menjadi 1.036 kasus pada 2023.

“Angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kekerasan masih menghadapi tantangan, karena dipengaruhi berbagai faktor seperti sosial, ekonomi, budaya, dan hukum. Penanganan membutuhkan kebijakan menyeluruh yang mencakup langkah pencegahan dari awal hingga akhir,” kata Riswati.

Melalui Kampanye dengan pendekatan budaya dan adat lokal, diharapkan dapat menggugah kepedulian dan kesadaran kritis masyarakat untuk memenuhi hak dan perlindungan perempuan dan anak. Serta upaya pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan seksual, termasuk perkawinan anak dan usia dibawah 19 tahun di tingkat provinsi.

“Melibatkan kearifan lokal adalah cara efektif untuk menyuarakan pentingnya melindungi perempuan dan anak,” tambahnya.

Festival ini diselenggarakan oleh Islamic Relief Indonesia, Pemerintah Aceh melalui DPPPA Aceh, Flower Aceh, Nonviolent Peaceforce – Kedutaan Besar Belanda, Polda Aceh, Dispora-CFD Banda Aceh, UNICEF, Konsorsium Permampu-INKLUSI, Forum Anak Tanah Rencong, Baitul Mal, Bank Aceh Calang, BSUIA, Komisi Kesetaraan KSBSI Aceh, FJPI, Global Ehsan Relief, P2TP2A, FPRB, PSGA UIN, PRG USK, AJI Banda Aceh, FJPI, AJI Banda Aceh, Bisnisia, Koalisi NGO HAM, LBH Banda Aceh, FKPAR, FPM Aceh YADUA, BEM USK dan berbagai mitra lainnya dari unsur LSM, Perguruan Tinggi, lembaga layanan, media, Perguruan Tinggi, serta komunitas.

Festival ini juga menjadi ruang dialogis antara pengambil kebijakan dengan kelompok perempuan, kelompok muda dan anak setelah pembacaan suara anak oleh Cintia dan Rameyza Alya dari Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) dan penbacaan rekomendasi kelompok perempuan oleh Zahruna dari Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan Junaida Aulia mewakili Forum Perempuan Muda (FPM) Aceh. Proses dialog difasilitasi oleh Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA, Amrina Habibi. Festival menjadi ruang ekpresi dan kreativitas anak bagi peserta mengkampanyekan isu pemenuhan hak perempuan dan perlindungan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh, Meutia Juliana berkomitmen menindaklanjuti suara anak dan rekomendasi kelompok perempuan bersama berbagai pihak strategis di Aceh.

“Upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di Aceh membutuhkan komitmen semua pihak tidak hanya pemerintah, maka kerja-kerja bersama, berkolaborasi, dan sinergis menjadi keharusan”, jelasnya.

Hal yang sama disampaikan pula oleh Sekretaris Tuha 8 Lembaga Wali Nanggroe, Ainul Mardiyah, “Lembaga Wali Nanggoe menjadi simbol pemersatu rakyat Aceh dalam melestarikan adat istiadat dan nilai-nilai budaya Aceh. Kami menilai pentingnya sinergis dan kerja sama dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh”, jelasnya.

Peserta festival yang hadir di CFD Banda Aceh terlihat bersuka ria menikmati berbagai aktivitas yang disediakan selama festival berlangsung, mulai dari hiburan musik oleh Rafly Kande, seniman legendaris Aceh, ekspresi anak dan pentas seni budaya, tari Ranub Lampuan oleh perwakilan sekolah, permainan tradisional oleh FATAR, konsultan kesehatan, hukum, dan layanan pengaduan, serta berbagai layanan yang disediakan oleh beragam instansi dan lembaga yang terlibat melalui booth informasi dan layanan integrasi hak perempuan dan anak.

Rafly Kande dalam karyanya menegaskan betapa budaya Aceh dan agama sesungguhnya menempatkan perempuan dan anak ke dalam posisi yang terhormat dan mulia. Tidak seharusnya menerima kekerasan dan harus dipenuhi hak-haknya.

Pada saat yang sama, Deklarasi yang bacakan dan ditanda tagani di festival ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh, menciptakan keadilan sosial, dan mendorong terciptanya Aceh yang aman, sejahterah serta inklusif.

Editor: Akil

Flower Aceh dan Nonviolent Peaceforce Gelar Konsultasi Publik untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Aceh

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam rangka mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, Flower Aceh dan Nonviolent Peaceforce mengadakan konsultasi publik selama dua hari, pada 1 dan 2 Desember 2024. Kegiatan ini didukung oleh Kedutaan Besar Belanda.

Acara yang berlangsung di Banda Aceh ini dipandu oleh dua tokoh berbeda. Pada hari pertama, Amrina Habibi, SH., M.Hum, selaku Kepala Bidang PHA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh, memimpin diskusi. Hari kedua dipandu oleh Khairani Arifin, SH., M.Hum, Ketua Pusat Studi HAM Universitas Syiah Kuala. Sesi ini juga menghadirkan Fajran Zain, tenaga ahli DPRA, sebagai narasumber.

Direktur Flower Aceh, Riswati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merefleksikan kondisi hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh. Refleksi dilakukan melalui analisis data mengenai kekerasan, korban konflik, serta kondisi sosial-ekonomi di wilayah tersebut.

“Kami merumuskan kebijakan untuk mempercepat pemberdayaan, pemajuan, dan perlindungan perempuan serta anak di Aceh. Kebijakan tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada perwakilan pemerintah,” ujar Riswati, Senin (2/12/2024).

Selain itu, konsultasi publik ini membuka ruang kolaborasi bagi tokoh perempuan akar rumput, perwakilan kelompok anak, dan tokoh agama.

Dalam diskusi, terungkap bahwa partisipasi perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) masih minim. Namun, Kota Banda Aceh disebut sebagai pelopor dengan inisiatif Musrena, sebuah mekanisme khusus yang memberi ruang bagi perempuan dan kelompok marjinal untuk berpartisipasi aktif.

Acara ini menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan, termasuk langkah strategis untuk memajukan hak perempuan penyintas konflik. Riswati menyatakan bahwa dokumen kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di Aceh, serta melindungi mereka dari risiko kekerasan.

Selain itu, pemerintah dan parlemen Aceh diharapkan berkomitmen penuh terhadap pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjembatani tokoh perempuan akar rumput, penyintas konflik, perempuan muda, dan kelompok anak agar memperoleh akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat yang bermakna dalam perdamaian dan pembangunan di Aceh,” tambah Riswati.

Ia menutup acara dengan harapan besar terhadap hasil konsultasi ini. “Dengan hadirnya rekomendasi kebijakan dan komitmen para pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan di Aceh ke depan semakin memperhatikan aspek partisipasi, inklusi, dan keadilan gender.”

Editor: Akil

Transaksi QRIS di Aceh Capai 14,47 Juta hingga Oktober 2024

0
Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Foto: BCA

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh mencatat sebanyak 14,47 juta transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah itu hingga Oktober 2024. Nilai nominal transaksi mencapai Rp1,75 triliun.

“Penggunaan QRIS hingga Oktober 2024 mencapai 14,47 juta transaksi, dengan nominal Rp1,75 triliun,” ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh Hertha Bastiawan di Banda Aceh, Senin (2/12/2024).

Hertha menjelaskan, QRIS sebagai instrumen pembayaran digital memberikan layanan cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Hal ini diharapkan terus meningkatkan kenyamanan dan manfaat bagi masyarakat pengguna.

Ia menyebutkan, angka transaksi QRIS tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 2023 yang mencatatkan 9,24 juta transaksi dengan nominal Rp1,26 triliun.

“Data ini menunjukkan digitalisasi di Aceh semakin diterima masyarakat. Ini harus terus didorong untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di masa depan,” kata Hertha.

BI bersama pemerintah daerah dan unsur Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) berkomitmen mempercepat digitalisasi di Aceh. Upaya itu meliputi sosialisasi, edukasi, serta peningkatan kapasitas dan pengalaman pengguna dalam transaksi digital.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan infrastruktur serta mengampanyekan pembayaran digital demi mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh,” ujar Hertha.

Editor: Akil

Partisipasi Pemilih Pilkada Banda Aceh 2024 Capai 64,5 Persen

0
Yusri Razali Ketua KIP Banda Aceh. (Foto: Humas KIP Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Banda Aceh untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tercatat sebesar 64,5 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan Pilkada 2017 yang hanya mencapai 63 persen.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh, Yusri Razali, mengungkapkan persentase tersebut dihitung berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai lebih dari 172 ribu orang, dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 111 ribu lebih.

“Partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 meningkat dibandingkan pilkada sebelumnya. Namun, angka ini masih lebih rendah dibandingkan partisipasi pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden Februari 2024 yang mencapai 81 persen,” ujar Yusri di Banda Aceh, Minggu.

Menurut Yusri, rendahnya partisipasi dalam pilkada dibandingkan pemilu disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah jenis pemilihan yang lebih sedikit serta terbatasnya jumlah calon. Selain itu, banyak pemilih yang tidak berada di tempat karena tugas belajar atau bekerja.

“Pada pemilu legislatif dan presiden, pemilih dihadapkan pada lima jenis pemilihan dengan peserta yang lebih banyak, baik partai politik maupun calon legislatif,” katanya.

Dengan hasil ini, KIP Banda Aceh berharap kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilih terus meningkat pada gelaran demokrasi mendatang.

Editor: Akil

BMKG: Aceh Diguncang 79 Gempa dalam Sebulan Terakhir

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Selama November 2024, wilayah Aceh diguncang 79 kali gempa bumi. Dari total tersebut, hanya satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat, berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Aceh Besar, Abdi Jihad, menjelaskan bahwa mayoritas gempa yang terjadi memiliki kekuatan kecil dengan magnitudo di bawah 3 (M<3), yakni sebanyak 48 kejadian.

“Dari segi kedalaman, seluruh gempa tergolong dangkal, yakni kurang dari 60 kilometer, dengan jumlah 69 kejadian,” ujar Abdi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2024).

Sebaran aktivitas gempa di Aceh sebagian besar disebabkan oleh pergerakan Patahan Aceh, khususnya segmen bagian tengah di wilayah Tangse-Geumpang. Selain itu, zona subduksi di pantai barat Aceh juga menjadi sumber aktif gempa di kawasan lautan.

Satu-satunya gempa yang dirasakan terjadi di Kota Langsa dengan intensitas mencapai skala III MMI. Menurut Abdi, aktivitas tersebut dipicu oleh pergerakan patahan lokal di wilayah tersebut. Meski begitu, patahan lokal di Langsa belum tercatat secara resmi pada peta patahan gempa bumi nasional.

BMKG mencatat beberapa kejadian gempa di Langsa berdasarkan katalog gempa bumi, namun masyarakat diimbau tetap tenang.

“Pastikan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang terverifikasi,” tutup Abdi.

Editor: Akil

Mualem Unggul di Pilgub Aceh 2024, Warga Sampaikan Harapan untuk Masa Depan Provinsi

0
Pasangan Mualem dan Dekfadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hasil rekapitulasi suara sementara Pilkada Aceh 2024 menunjukkan pasangan Muzakir Manaf-Fadhlullah unggul di 15 kabupaten/kota. Di tengah dominasi pasangan Mualem-Fadhlullah, warga Aceh menyampaikan harapan besar terhadap pemimpin terpilih. Fauzan, seorang pedagang di Banda Aceh, berharap pemerintah baru dapat meningkatkan lapangan kerja.

“Pengangguran di Aceh masih tinggi. Kami ingin pemimpin baru fokus pada sektor industri kecil dan menengah agar rakyat lebih sejahtera,” ujarnya kepada Nukilan.id, Minggu (1/12/2024).

Sementara itu, Nurhayati, perantau dari Aceh Selatan menyoroti kebutuhan perbaikan fasilitas kesehatan.

“Di daerah kami, akses layanan kesehatan masih terbatas. Rumah sakit perlu ditingkatkan, terutama di wilayah terpencil,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Rizki, mahasiswa asal Lhokseumawe, yang berharap pendidikan menjadi prioritas.

“Pemerintah harus memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk meningkatkan bantuan untuk siswa kurang mampu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dikumpulkan dari laman jagasuara2024.org, pasangan ini meraih 53,00 persen suara dari 96,77 persen tempat pemungutan suara (TPS) yang telah selesai dihitung.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1, Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi, memperoleh 47,00 persen suara, mendominasi di delapan kabupaten/kota. Meski demikian, hasil ini belum resmi dan masih menunggu pengumuman final dari Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Pasangan Muzakir Manaf-Fadhlullah, yang akrab disebut “Mualem-Fadhlullah,” meraih suara mayoritas di wilayah seperti Aceh Utara (82,94 persen), Aceh Barat Daya (68,39 persen), dan Simeulue (62,94 persen). Sebaliknya, pasangan Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi unggul di daerah strategis seperti Banda Aceh (72,65 persen) dan Bireuen (65,87 persen).

Proses rekapitulasi suara Pilkada Aceh 2024 terus dipantau berbagai pihak untuk memastikan transparansi. Hingga kini, data yang masuk berasal dari 9.391 TPS dari total 9.704 TPS di seluruh Aceh. Meski hasil sementara memberikan keunggulan bagi pasangan Mualem-Fadhlullah, KIP akan menjadi penentu resmi hasil pemilu.

Kemenangan sementara pasangan Mualem-Fadhlullah membawa optimisme sekaligus tanggung jawab besar. Warga Aceh berharap pemimpin yang terpilih nanti mampu membawa perubahan nyata, menjadikan Aceh lebih maju dan sejahtera. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mengurai Fenomena Golput di Pilkada 2024: Bagaimana Strategi Meningkatkan Partisipasi Publik?

0
Koordinator Lab Demokrasi, Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena golongan putih (golput) kembali menjadi perhatian pada Pilkada 2024. Tingginya angka golput di beberapa wilayah mencerminkan tantangan besar bagi pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam mendorong partisipasi masyarakat.

Berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas, angka golput di DKI Jakarta mencapai 42,07 persen. Suara sah hanya sebesar 53,33 persen, sementara suara tidak sah tercatat 4,6 persen. Di Jawa Barat, golput berada di angka 33,66 persen, dengan suara sah mencapai 63,59 persen dan suara tidak sah sebesar 2,75 persen. Sementara itu, data real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan angka golput di Aceh sebesar 23,41 persen.

Angka-angka tersebut mengindikasikan perlunya langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pemilu. Menurut Koordinator Lab Demokrasi, Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon, terdapat empat aspek utama yang harus diperkuat, yakni pendidikan politik, peran partai politik, akses bagi pemilih, dan pemanfaatan teknologi informasi.

Bryan menjelaskan, pendidikan politik menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi.

“Pendidikan politik harus dilakukan secara kreatif dan inklusif, melibatkan berbagai kalangan, terutama anak muda sebagai pemilih pemula,” katanya kepada Nukilan.id, Senin (2/12/2024).

Bryan menilai pendekatan yang terlalu formal sering kali tidak efektif. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu mencari cara baru yang lebih menarik untuk menyampaikan edukasi politik.

Di sisi lain, Bryan menyoroti peran penting partai politik dalam kaderisasi. Ia menilai, partai politik harus tampil sebagai entitas yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Partai politik tidak boleh hanya pragmatis, seperti mengusung tokoh yang populer atau menggunakan uang dan sembako untuk meraup suara. Fungsi utamanya sebagai wadah pencerdasan politik harus dikembalikan,” ungkapnya.

Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki pilihan calon yang berkualitas dan mampu menjawab aspirasi mereka.

Aspek aksesibilitas juga tak kalah penting. Hilarius mencatat, salah satu penyebab utama golput adalah sulitnya pemilih menjangkau tempat pemungutan suara (TPS).

“Lokasi TPS yang jauh atau kurang inklusif sering kali menjadi kendala, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Bryan menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan TPS mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk dengan menambah jumlah TPS jika diperlukan.

Kemajuan teknologi informasi juga disebutkan Hilarius sebagai alat potensial untuk menekan angka golput. Media digital, menurutnya, dapat digunakan untuk membangun edukasi publik yang lebih luas.

“Konten digital yang mencerdaskan, kampanye kreatif di media sosial, hingga informasi pemilu yang mudah diakses dapat mendorong masyarakat untuk lebih terlibat dalam proses demokrasi,” paparnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bryan optimistis angka golput dapat ditekan pada pemilu mendatang. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya ini memerlukan komitmen bersama dari pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat.

“Hanya dengan kolaborasi yang baik, demokrasi Indonesia dapat berjalan lebih inklusif dan partisipatif,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

AHY Dorong Konektivitas Transportasi Aceh hingga Papua untuk Pemerataan Pembangunan

0
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2024. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas transportasi dari Aceh hingga Papua. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita ingin agar Aceh hingga Papua benar-benar terkoneksi dengan baik, baik darat, laut, maupun udara,” kata AHY dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2024 di Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Menurut AHY, konektivitas transportasi yang lancar akan mendukung pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik. “Perhubungan tentu berkaitan erat dengan bagaimana kita memudahkan dan sekaligus mengurangi cost of transportation, cost of logistics,” ujar AHY.

AHY menyebutkan bahwa biaya transportasi dan logistik yang masih tinggi menjadi hambatan utama dalam mobilitas manusia, barang, dan jasa. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mengurangi biaya tersebut agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dia juga menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang menurunkan harga tiket transportasi, terutama tiket pesawat.

“Kami bekerja selama dua minggu terakhir ini untuk merumuskan kebijakan yang dapat menurunkan harga tiket pesawat, terutama pada masa liburan seperti Natal dan Tahun Baru. Kami harap harga tiket bisa turun hingga 10 persen,” ungkapnya.

AHY berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan ini dengan menyebarkan informasi terkait penurunan harga tiket pesawat agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Jika kebijakan ini didukung banyak pihak, kita berharap harga tiket transportasi, khususnya di musim liburan, bisa lebih terjangkau,” tutup AHY.

Editor: Akil

Hasil Pleno KIP Banda Aceh: Pasangan Illiza-Afdhal Unggul Tipis di Pilkada

0
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. (Foto: MC ILLIZA-AFDHAL)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah, berhasil unggul dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Banda Aceh 2024. Pasangan nomor urut 01 ini mencatat perolehan suara terbanyak dengan total 44.982 suara.

Rekapitulasi hasil suara ditetapkan dalam pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh yang berlangsung di Hotel Amel & Convention Hall pada Minggu (1/12/2024). Acara pleno dipimpin oleh Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, dan dihadiri komisioner KIP, Panwaslih Kota Banda Aceh, serta saksi dari masing-masing pasangan calon.

Proses rekapitulasi yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga pleno tingkat kota berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Dalam pleno, setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) membacakan hasil rekapitulasi suara dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Meski unggul di delapan dari sembilan kecamatan, pasangan Illiza-Afdhal harus mengakui keunggulan pasangan Irwan Djohan-Khairul Amal di Kecamatan Banda Raya. Perolehan suara pasangan Illiza-Afdhal hanya terpaut satu suara dari pesaingnya, yaitu 4.343 berbanding 4.344 suara.

Berikut perolehan suara masing-masing pasangan calon di tingkat kota:

  1. Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah: 44.982 suara
  2. Zainal Arifin-Mulia Rahman: 8.956 suara
  3. Aminullah-Isnaini Husda: 25.191 suara
  4. Irwan Djohan-Khairul Amal: 29.946 suara

Jumlah suara sah mencapai 109.075, sementara suara tidak sah sebanyak 2.395 suara.

Pasangan Illiza-Afdhal meraih kemenangan signifikan di delapan kecamatan, termasuk Kuta Alam yang menyumbang suara terbanyak, yakni 6.814 suara. Di Kecamatan Baiturrahman, pasangan ini memperoleh 5.704 suara, sementara di Meuraxa meraih 5.252 suara.

Editor: Akil

Paslon Independen Syech Muharram-Syukri Unggul di Aceh Besar, Kuasai 15 Kecamatan

0
Hasil rekapitulasi sementara Pilkada Aceh Besar 2024. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Jantho — Pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Syech Muharram dan Drs. Syukri A. Jalil, terus memimpin perolehan suara pada Pemilihan Bupati Aceh Besar 2024. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis 28 November 2024 pukul 18.55 WIB oleh JagaSuara 2024, pasangan ini memperoleh 33,79 persen suara. Capaian tersebut mengungguli tiga paslon lainnya.

Hasil pantauan Nukilan.id, pasangan yang maju melalui jalur independen ini berhasil mendominasi di 15 dari total 23 kecamatan di Aceh Besar. Kecamatan yang menjadi basis kemenangan mereka meliputi Blang Bintang, Darul Imarah, Darul Kamal, hingga Seulimeum. Hasil ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap program dan visi yang diusung oleh Syech Muharram-Syukri.

Keunggulan pasangan nomor urut 1 tampak signifikan di sejumlah wilayah strategis seperti Kota Jantho, Peukan Bada, Montasik dan Krueng Barona Jaya. Kecamatan-kecamatan ini memiliki jumlah pemilih yang cukup besar, menjadi kunci dalam perolehan suara.

Hingga saat ini, data dari 812 dari 815 TPS (99,63 persen) telah masuk. Dengan sisa TPS yang minim, hasil sementara ini diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan.

Rekapitulasi resmi dijadwalkan selesai dalam beberapa hari mendatang, menunggu data dari sisa TPS yang belum dilaporkan. Penetapan hasil akhir akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan Aceh Besar selama lima tahun ke depan.

Syech Muharram dan Syukri A. Jalil dikenal sebagai pasangan yang aktif menggandeng masyarakat sejak awal pencalonan mereka. Melalui jalur independen, mereka menggalang dukungan dengan mengedepankan pendekatan langsung kepada rakyat, tanpa bergantung pada partai politik. Langkah ini dianggap sebagai bentuk keberanian dalam memperjuangkan aspirasi warga. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah