Beranda blog Halaman 790

Aceh Jadi Tuan Rumah Temu Karya Taman Budaya ke-23, Ajang Silaturahmi Nusantara

0
Provinsi Aceh menjadi tuan rumah temu karya se-Indonesia yang diikuti 19 Provinsi. (Foto: Humas Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh kembali mencatatkan namanya dalam kalender seni budaya nasional. Tahun ini, Aceh menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-23, yang diikuti oleh perwakilan dari 19 provinsi. Acara bergengsi ini berlangsung di Taman Seni dan Budaya Aceh pada 1-6 Desember, mengusung tema “Etalase Nusantara: Titian Masa Kini, Replika Masa Lalu”.

Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ari Heriyanto, menyampaikan bahwa agenda tahunan ini merupakan upaya merajut kebhinekaan dan memperkuat silaturahmi antar-taman budaya di Indonesia.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang temu karya, tapi juga sarana publikasi untuk memperkenalkan eksistensi taman budaya kepada masyarakat luas,” ujar Ari dalam pembukaan acara, Senin (2/12/2024).

Ari menekankan pentingnya peran taman budaya dalam menjaga warisan budaya Indonesia, terutama di tengah arus globalisasi.

“Generasi muda kita harus diarahkan agar lebih mencintai dan mengenal budaya lokal daripada terpengaruh budaya asing,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, atas dedikasi mereka dalam menyelenggarakan acara ini.

“Aceh telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memuliakan tamu, sesuai dengan tradisi pemulia jame,” ucapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, T. Hendra Faisal, menyebutkan bahwa seni dan budaya adalah cerminan peradaban bangsa.

“Budaya yang kita miliki bukan hanya warisan, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan diberdayakan,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momen kebangkitan seni di taman budaya. “Kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengupayakan keberdayaan yang relevan dengan era modern,” jelasnya.

Sebagai tuan rumah, Aceh memanfaatkan tradisi pemulia jame, yang berarti memuliakan tamu. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah disambut dengan keramahtamahan khas Aceh, mulai dari sajian kuliner lokal hingga pertunjukan seni tradisional.

“Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Aceh terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar dan berbagi tentang seni budaya,” ungkap Hendra.

Setelah sukses digelar di Jawa Barat tahun lalu, Temu Karya Taman Budaya tahun depan dijadwalkan akan berlangsung di Kalimantan Selatan.

“Semoga kegiatan ini terus menjadi platform yang mempererat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi kemajuan seni budaya Indonesia,” harap Ari.

Editor: Akil

Turis Asing ke Aceh Menurun di Awal Triwulan IV, Didominasi Wisatawan Malaysia

0
Ilustrasi wasatawan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Provinsi Aceh mencatat kunjungan 3.237 wisatawan mancanegara pada Oktober 2024, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan penurunan 17,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan mayoritas pengunjung berasal dari Malaysia.

“Wisatawan mancanegara yang masuk ke Aceh pada Oktober 2024 sebanyak 3.237 kunjungan, turun sebesar 17,25 persen bila dibanding bulan lalu,” ujar Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, di Banda Aceh, Senin (2/12/2024).

Turis asing masuk melalui dua jalur utama, yaitu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) untuk jalur udara dan pelabuhan internasional untuk jalur laut. Dari jumlah tersebut, 2.468 wisatawan berasal dari Malaysia, sementara sisanya berasal dari Jerman, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Penurunan kunjungan wisatawan juga memengaruhi tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh, yang tercatat sebesar 48,08 persen pada Oktober 2024. Angka ini turun 12,86 persen poin dibandingkan September, yang mencapai 60,94 persen karena adanya gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Secara rata-rata, TPK di Aceh berada pada kisaran 30-40 persen per bulan. Namun, tren tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Ini adalah kabar baik untuk sektor pariwisata dan ekonomi,” jelas Ahmadriswan.

Pada Agustus, TPK hotel berbintang mencapai 53,44 persen, dan melambung ke 60,94 persen pada September, sebelum turun ke 48,08 persen pada Oktober.

Selain wisatawan mancanegara, BPS mencatat penurunan arus penerbangan domestik. Jumlah penumpang domestik di Aceh mencapai 29.039 orang pada Oktober, turun 26,75 persen dibandingkan September yang mencatat 39.644 penumpang.

Sementara itu, penerbangan internasional juga mengalami penurunan tipis, dari 9.366 penumpang pada September menjadi 8.931 penumpang pada Oktober 2024.

Meski mengalami penurunan, tren positif TPK selama tiga bulan terakhir memberikan harapan bagi sektor pariwisata Aceh. Dengan daya tarik budaya, alam, dan sejarah, provinsi ini diharapkan dapat terus menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk mendorong kinerja ekonomi lokal.

“Meskipun ada penurunan, ini menjadi kesempatan untuk merancang strategi baru, seperti pengembangan paket wisata dan promosi yang lebih agresif,” pungkas Ahmadriswan.

Dengan keindahan alam yang memikat dan kekayaan budaya yang khas, Aceh tetap menjadi destinasi yang menjanjikan bagi para pelancong dari seluruh dunia.

Editor: Akil

Polda Aceh Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus Korupsi Wastafel Rp 43,7 Miliar

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan wastafel di Dinas Pendidikan Aceh terus bergulir. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menetapkan empat tersangka baru terkait pengadaan alat cuci tangan untuk SMA sederajat pada masa pandemi COVID-19.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh, Kombes Winardy, memastikan pihaknya serius mengusut tuntas kasus yang merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut.

“Benar, penyidik telah menyerahkan empat berkas tersangka baru ke Kejati Aceh. Kasus ini akan terus kami dalami untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain,” ujar Winardy, Senin (2/12/2024) malam.

Keempat tersangka baru adalah ML, MS, AH, dan HL, yang diduga sebagai penerima paket pekerjaan pengadaan wastafel. Mereka diproses dalam berkas perkara terpisah.

Kasus ini bermula dari temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, yang mengungkap kerugian negara mencapai Rp 7,2 miliar. Kerugian tersebut berasal dari kekurangan volume dan mutu dari 390 paket kegiatan pengadaan langsung dengan total nilai kontrak Rp 43,7 miliar. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020, yang merupakan hasil refocusing anggaran COVID-19.

“Penyidik akan terus bekerja dan mengejar siapa pun yang terlibat dalam kasus ini,” tegas Winardy.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka utama, yaitu mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, ZF selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan ML selaku pejabat pengadaan. Ketiganya kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh.

Jaksa Penuntut Umum menuntut Rachmat Fitri dengan hukuman tujuh tahun penjara, sedangkan ZF dan ML masing-masing dituntut enam setengah tahun penjara.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anggaran besar yang seharusnya digunakan untuk penanganan pandemi COVID-19. Pengadaan wastafel yang diharapkan mendukung protokol kesehatan di sekolah justru menjadi ladang korupsi.

Winardy memastikan, penyidikan akan terus dilakukan hingga semua pihak yang terlibat diadili.

“Setelah ini, akan ada pengiriman berkas tersangka baru ke kejaksaan. Kami tidak akan berhenti sebelum kasus ini tuntas,” tutupnya.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

0
Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Arya Sandiyudha, melakukan pertemuan silaturahmi dengan Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al Haytar, di kediaman Wali Nanggroe. Pertemuan ini berlangsung selama tiga jam dan diisi dengan pertukaran cerita pengalaman antara kedua tokoh tersebut.

Arya mengungkapkan bahwa dirinya merasa dekat dengan Aceh secara personal dan emosional, mengingat banyaknya sahabatnya yang berasal dari Aceh saat belajar di Turki.

“Saya merasa pertemuan silaturahmi ini seperti pertemuan anak dan ayah,” ujar Arya.

Dalam pertemuan tersebut, Arya juga mendengar petuah-petuah dari Tengku Malik Mahmud Al Haytar terkait keterbukaan informasi publik di Indonesia. Menurut Tengku Malik, keterbukaan informasi publik di Indonesia sudah bagus dan perlu ditingkatkan lagi.

Arya mengatakan bahwa pertemuan ini tidak ada dalam agenda, karena dirinya ke Aceh untuk menjadi panitia seleksi Komisioner Komisi Informasi Aceh (KIA) yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 4-5 Desember.

“Ada sekitar 30 peserta calon Komisioner KIA yang akan diseleksi selama dua hari,” kata Arya.

Aceh Diguncang 79 Gempa Sepanjang November 2024

0
Flayer aktivitas gempa sepanjang November 2024. (Foto: Dok. BMKG)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat sebanyak 79 gempa bumi mengguncang wilayah Aceh selama November 2024. Dari total kejadian tersebut, hanya satu gempa yang dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya sekaligus Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Geofisika Aceh Besar, Abdi Jihad, mayoritas gempa yang terjadi berkategori kecil dengan magnitudo di bawah 3 (M<3), mencapai 48 kejadian. 

“Seluruh gempa bumi tergolong dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, yakni sebanyak 69 kejadian,” kata Jihad kepada Nukilan, pada Senin (2/12/2024).

Aktivitas gempa bumi didominasi oleh sumber-sumber di daratan Provinsi Aceh, seperti Patahan Aceh, khususnya segmen bagian tengah di wilayah Tangse-Geumpang. Zona subduksi pantai barat Aceh juga tetap menjadi sumber aktif gempa bumi di wilayah lautan.

Satu-satunya gempa yang dirasakan masyarakat terjadi di wilayah Kota Langsa dengan skala mencapai III MMI. Aktivitas ini disebabkan oleh patahan lokal di wilayah tersebut, yang menariknya belum tertera secara resmi dalam peta patahan gempa bumi nasional.

“Menariknya, gempa bumi yang dirasakan terjadi di wilayah Kota Langsa dengan skala dirasakan mencapai III MMI,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Abdi Jihad mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Ia menekankan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.

Reporter: Rezi

Tarmizi-Said Fadheil Raih Kemenangan Pilkada Aceh Barat 2024 dengan 55,25 Persen Suara

0
Tarmizi-Said Fadheil Raih Kemenangan Pilkada Aceh Barat 2024 dengan 55,25 Persen Suara. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pasangan nomor urut satu, Tarmizi-Said Fadheil, resmi ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh Barat 2024. Keputusan ini diumumkan dalam rapat pleno terbuka Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat yang berlangsung di sebuah hotel di Meulaboh, Senin (2/12/2024).

Ketua KIP Aceh Barat, Cici Darmayanti, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemilu di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, pasangan Tarmizi-Said Fadheil berhasil meraih suara terbanyak dengan 55,25 persen dari total suara sah,” ujarnya.

Dari total suara sah yang dihimpun dari 12 kecamatan, pasangan Tarmizi-Said Fadheil memperoleh 66.097 suara. Sementara itu, rivalnya, pasangan nomor urut dua, H. Kamaruddin-Adi Ariyadi, mengantongi 53.536 suara atau 44,75 persen.

Partisipasi pemilih juga cukup tinggi dengan 121.668 warga menggunakan hak pilihnya. Namun, sebanyak 2.035 suara dinyatakan tidak sah.

Rapat pleno yang digelar berjalan aman dan tertib, dengan saksi dari kedua pasangan calon turut menandatangani berita acara.

“Selanjutnya, hasil pleno ini akan kami bawa ke tingkat provinsi untuk pleno di KIP Aceh,” tambah Cici.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyukseskan Pilkada, mulai dari KPPS, PPK, Linmas, Panwaslih, hingga jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, Forkompimda Aceh Barat, rekan media, dan masyarakat.

“Proses Pilkada Aceh Barat 2024 berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Masyarakat juga dapat menyalurkan hak pilih mereka dengan leluasa untuk menentukan pemimpin terbaik lima tahun ke depan,” katanya.

Kemenangan Tarmizi-Said Fadheil disambut antusias oleh para pendukungnya. Pasangan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Aceh Barat, sesuai visi-misi mereka dalam membangun daerah yang lebih maju.

Sementara itu, proses penetapan hasil Pilkada ini menunjukkan komitmen Aceh Barat dalam menjaga demokrasi yang transparan dan inklusif. Masyarakat kini menantikan langkah selanjutnya dari pasangan terpilih untuk mewujudkan janji kampanye mereka.

Editor: Akil

Flower Aceh dan Femokrat Perkuat Sinergi Advokasi untuk Perempuan dan Anak

0
Flower Aceh dan Femokrat Perkuat Sinergi Advokasi untuk Perempuan dan Anak. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Flower Aceh bersama Konsorsium PERMAMPU menggelar pertemuan perempuan pejabat publik provinsi atau femokrat di Hotel Ayani, Banda Aceh, Senin (2/12/2024). Kegiatan ini bertujuan memperkuat jaringan advokasi serta mendukung pemberdayaan, pemenuhan hak perempuan dan anak, sekaligus meningkatkan kepemimpinan dan partisipasi politik perempuan.

Amrina Habibi, Kabid Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3A Provinsi Aceh, dalam pengantarnya menyoroti pentingnya advokasi isu penghapusan perkawinan usia anak (PPA) dan kekerasan terhadap perempuan (KtP). Ia mengingatkan para peserta untuk menggunakan indikator ketimpangan gender dalam perencanaan kerja dan memperkuat posisi perempuan dalam kepemimpinan.

“Perempuan harus membangun posisi tawar yang kuat dan menunjukkan kemampuan di semua level, bukan hanya di lingkup perempuan. Pemanfaatan media juga penting untuk mengangkat peran perempuan sebagai pemimpin,” ujarnya.

Komisioner KKR Aceh, Sharli Maidelina, berbagi pengalaman tentang advokasi KtP dan anak. Ia menekankan pentingnya kekuatan jejaring, media sosial, serta edukasi bagi penegak hukum terkait regulasi, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Proses advokasi sering terhambat oleh kurangnya pemahaman hukum. Kita juga harus memiliki data konkret, baik dari kasus masa lalu maupun saat ini, agar penanganan isu perempuan dan anak lebih efektif,” jelas Sharli.

Presidium Balai Syura Ureng Inong Aceh, Asmawati, menawarkan solusi berbasis pendidikan agama. Ia mengusulkan penguatan kurikulum muatan lokal yang menekankan peran ayah dalam keluarga serta pentingnya pendidikan anak untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

Fasilitator acara, Suraiya Kamaruzzaman, mengapresiasi masukan dari peserta dan menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa.

“Semoga langkah konkret yang telah kita bahas bisa segera dilaksanakan,” tuturnya.

Di akhir acara, peserta menerima kertas kebijakan berupa rekomendasi dari komunitas perempuan akar rumput. Rekomendasi tersebut mencakup kebutuhan sistem data terpadu korban konflik, rencana induk pemulihan korban, pembangunan museum damai Aceh, prioritas anggaran, peran dayah, pendidikan pranikah, hingga isu iklim dan lingkungan.

Editor: Akil

H Mukhlis dan Ir H Razuardi Menang Pilkada Bireuen, Anggota DPR RI Ucapkan Selamat

0
Bupati Bireuen terpilih H Mukhlis ST bersama Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Senayan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Keberhasilan pasangan calon (paslon) nomor urut 03, H Mukhlis ST dan Ir H Razuardi MT, meraih suara terbanyak dalam Pilkada Bireuen 2024 terus mendapat apresiasi. Ucapan selamat mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh nasional seperti Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

Dalam sebuah video yang diterima media, Ahmad Doli, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan paslon tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil dari kepercayaan masyarakat Bireuen terhadap sosok yang diusung Partai Golkar untuk memimpin kabupaten tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bireuen yang telah memilih dan memberi amanah kepada pasangan yang kami usung. Perolehan suara mereka sangat signifikan, mencapai lebih dari 122 ribu, unggul sekitar 50 ribu suara dari pesaing terdekat,” kata Ahmad Doli, Senin (2/12).

Ahmad Doli mengingatkan seluruh tim pemenangan dan masyarakat Bireuen untuk terus mengawal proses rekapitulasi suara hingga penetapan resmi oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia berharap tidak ada kendala berarti hingga pasangan ini resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2025–2030.

“Insya Allah, kita sama-sama menanti pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih pada Februari 2025 mendatang. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pemerintahan pusat, Ahmad Doli memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang dipimpin H Mukhlis dan Ir H Razuardi. Ia menegaskan komitmen Partai Golkar untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan rakyat Bireuen.

“Bireuen memiliki potensi besar untuk berkembang. Kami di Jakarta siap membantu kebijakan pembangunan daerah, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari kepemimpinan ini,” ujarnya.

Kemenangan H Mukhlis dan Ir H Razuardi membawa harapan baru bagi masyarakat Bireuen. Dengan latar belakang mereka yang solid, baik di bidang pemerintahan maupun pembangunan, pasangan ini diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif selama masa kepemimpinannya.

Kini, semua mata tertuju pada proses selanjutnya, yakni rekapitulasi dan penetapan hasil pilkada oleh KIP hingga KPU. Warga Bireuen menanti dengan penuh optimisme, menyongsong masa depan daerah yang lebih baik di bawah kepemimpinan H Mukhlis dan Ir H Razuardi.

Editor: Akil

Koalisi NGO HAM Desak Gakkumdu Transparan Tangani Dugaan Politik Uang di Pilkada Langsa

0
Koalisi NGO HAM Desak Gakkumdu Transparan Tangani Dugaan Politik Uang di Pilkada Langsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Koalisi NGO HAM Aceh menyerukan kepada Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Langsa untuk bertindak tegas dan transparan dalam menangani dugaan politik uang yang mencoreng kualitas demokrasi di Aceh. Seruan ini disampaikan menyusul laporan resmi masyarakat dan pasangan calon (paslon) terkait pelanggaran tersebut ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslih) Kota Langsa.

Khairil Arista, perwakilan Koalisi NGO HAM Aceh, mengungkapkan bahwa praktik politik uang terjadi hampir di seluruh pelosok desa di Kota Langsa selama tahapan Pilkada berlangsung.

“Ini menjadi catatan merah yang mencoreng kualitas demokrasi di Aceh,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/12/2024).

Menurutnya, praktik ini bukan hanya merusak nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara yang bertugas menjaga integritas pemilu.

“Jika dibiarkan, harapan masyarakat terhadap pemimpin yang bersih dan proses demokrasi yang adil akan semakin sulit diwujudkan,” tambah Khairil.

Koalisi NGO HAM mendesak Gakkumdu untuk segera menindak tegas para pelaku politik uang. Penindakan tersebut, lanjut Khairil, harus dilakukan secara transparan agar dapat memberikan efek jera kepada semua pihak.

“Proses hukum yang transparan penting untuk memberikan pembelajaran, sehingga praktik money politic tidak berulang kembali,” tegasnya.

Selain itu, Koalisi NGO HAM juga mendorong Gakkumdu untuk mengambil langkah berani, termasuk memberikan sanksi diskualifikasi kepada kandidat yang terbukti terlibat dalam politik uang. Langkah ini dianggap sebagai cara efektif untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga integritas demokrasi di Aceh.

Khairil menilai, politik uang bukan sekadar pelanggaran teknis, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan demokrasi dan pembangunan di Aceh.

“Ketika pemimpin dipilih melalui cara-cara yang tidak bersih, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam kebijakan publik yang cenderung tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” jelasnya.

Ia pun berharap agar masyarakat tetap berperan aktif dalam melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, sembari meminta pihak terkait untuk tidak ragu menindak pelaku.

“Masyarakat memiliki peran penting sebagai pengawas demokrasi. Namun, tanggung jawab besar tetap berada di pundak Gakkumdu untuk memastikan keadilan ditegakkan,” tutup Khairil.

Kasus dugaan politik uang di Kota Langsa ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bersih bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama. Langkah tegas dan transparansi dari Gakkumdu diharapkan dapat memperbaiki kepercayaan publik sekaligus menciptakan pemilu yang lebih baik di masa depan.

Pilkada adalah momen penting untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif. Namun, jika proses ini tercoreng oleh praktik-praktik curang, masa depan demokrasi Aceh akan semakin suram.

Editor: Akil

Deklarasi Bersama Warnai Festival Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Banda Aceh

0
Deklarasi Bersama Warnai Festival Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komitmen untuk melindungi hak perempuan dan anak ditegaskan melalui Deklarasi Bersama yang menjadi puncak acara Festival Pemenuhan Hak dan Perlindungan Perempuan dan Anak di Car Free Day Banda Aceh, Minggu (1/12/2024).

Deklarasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Lembaga Wali Nanggroe, unsur pemerintahan, Aparat Penegak Hukum, LSM, Lembaga layanan, media, perguruan tinggi, swasta, hingga komunitas lokal, sebagai langkah konkret menuju Aceh yang lebih adil dan inklusif. Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Aceh Mulia,” acara ini sekaligus memperingati Hari Ibu dan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP).

Deklarasi mencakup empat poin utama: menjamin kesetaraan gender di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, pembangunan dan politik; melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran ekonomi, perkawinan di bawah usia 19 tahun, dan pelakuan salah; memastikan akses pendidikan, kesehatan dan gizi berkualitas, pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan inklusif ; serta memberikan ruang partisipasi bermakna bagi perempuan dan anak dalam pengambilan keputusan dan perencanaan Pembangunan di Aceh.

National Program Coordinator Islamic Relief Indonesia (IRI), Rizky Mohamad menegaskan komitmen IRI untuk pemenuhan hak perempuan dan anak di Aceh. Aceh salah satu wilayah kerja IRI sejak tahun 2004 melalui program respon cepat bencana gempa dan tsunami di Aceh. Merespon kerentanan situasi perempuan dan anak, Islamic Relief Indonesia menetapkan Keadilan Gender Islam sebagai sektor lintas sektoral di antara 8 sektor yang menjadi fokus kerja dalam rangka implementasi strategi Negara 2022 – 2026. Festival ini menjadi bagian strategi penguatan kapasitas dan penyadaran publik dari rangkaian Project Empower Islamic Relief Indonesia yang melibatkan multipihak strategis di Aceh.

“Tiga strategi EMPOWER melalui penguatan koordinasi pemangku kepentingan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta, serta implementasi dan pengembangan kapasistas para pemangku kepentingan yang terlibat, terutama tokoh agama dan tokoh budaya”, jelasnya.

Direktur Flower Aceh, Riswati mengatakan Festival yang melibatkan 500 lebih peserta menjadi aksi nyata kolaboratif multipihak di Aceh merespon berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan anak, termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan perkawinan di bawah usia 19 tahun. Selama tiga tahun terakhir, tercatat 924 kasus pada 2021, naik menjadi 1.029 kasus pada 2022, dan kembali meningkat menjadi 1.036 kasus pada 2023.

“Angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kekerasan masih menghadapi tantangan, karena dipengaruhi berbagai faktor seperti sosial, ekonomi, budaya, dan hukum. Penanganan membutuhkan kebijakan menyeluruh yang mencakup langkah pencegahan dari awal hingga akhir,” kata Riswati.

Melalui Kampanye dengan pendekatan budaya dan adat lokal, diharapkan dapat menggugah kepedulian dan kesadaran kritis masyarakat untuk memenuhi hak dan perlindungan perempuan dan anak. Serta upaya pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, kekerasan seksual, termasuk perkawinan anak dan usia dibawah 19 tahun di tingkat provinsi.

“Melibatkan kearifan lokal adalah cara efektif untuk menyuarakan pentingnya melindungi perempuan dan anak,” tambahnya.

Festival ini diselenggarakan oleh Islamic Relief Indonesia, Pemerintah Aceh melalui DPPPA Aceh, Flower Aceh, Nonviolent Peaceforce – Kedutaan Besar Belanda, Polda Aceh, Dispora-CFD Banda Aceh, UNICEF, Konsorsium Permampu-INKLUSI, Forum Anak Tanah Rencong, Baitul Mal, Bank Aceh Calang, BSUIA, Komisi Kesetaraan KSBSI Aceh, FJPI, Global Ehsan Relief, P2TP2A, FPRB, PSGA UIN, PRG USK, AJI Banda Aceh, FJPI, AJI Banda Aceh, Bisnisia, Koalisi NGO HAM, LBH Banda Aceh, FKPAR, FPM Aceh YADUA, BEM USK dan berbagai mitra lainnya dari unsur LSM, Perguruan Tinggi, lembaga layanan, media, Perguruan Tinggi, serta komunitas.

Festival ini juga menjadi ruang dialogis antara pengambil kebijakan dengan kelompok perempuan, kelompok muda dan anak setelah pembacaan suara anak oleh Cintia dan Rameyza Alya dari Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) dan penbacaan rekomendasi kelompok perempuan oleh Zahruna dari Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan Junaida Aulia mewakili Forum Perempuan Muda (FPM) Aceh. Proses dialog difasilitasi oleh Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA, Amrina Habibi. Festival menjadi ruang ekpresi dan kreativitas anak bagi peserta mengkampanyekan isu pemenuhan hak perempuan dan perlindungan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh, Meutia Juliana berkomitmen menindaklanjuti suara anak dan rekomendasi kelompok perempuan bersama berbagai pihak strategis di Aceh.

“Upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak di Aceh membutuhkan komitmen semua pihak tidak hanya pemerintah, maka kerja-kerja bersama, berkolaborasi, dan sinergis menjadi keharusan”, jelasnya.

Hal yang sama disampaikan pula oleh Sekretaris Tuha 8 Lembaga Wali Nanggroe, Ainul Mardiyah, “Lembaga Wali Nanggoe menjadi simbol pemersatu rakyat Aceh dalam melestarikan adat istiadat dan nilai-nilai budaya Aceh. Kami menilai pentingnya sinergis dan kerja sama dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh”, jelasnya.

Peserta festival yang hadir di CFD Banda Aceh terlihat bersuka ria menikmati berbagai aktivitas yang disediakan selama festival berlangsung, mulai dari hiburan musik oleh Rafly Kande, seniman legendaris Aceh, ekspresi anak dan pentas seni budaya, tari Ranub Lampuan oleh perwakilan sekolah, permainan tradisional oleh FATAR, konsultan kesehatan, hukum, dan layanan pengaduan, serta berbagai layanan yang disediakan oleh beragam instansi dan lembaga yang terlibat melalui booth informasi dan layanan integrasi hak perempuan dan anak.

Rafly Kande dalam karyanya menegaskan betapa budaya Aceh dan agama sesungguhnya menempatkan perempuan dan anak ke dalam posisi yang terhormat dan mulia. Tidak seharusnya menerima kekerasan dan harus dipenuhi hak-haknya.

Pada saat yang sama, Deklarasi yang bacakan dan ditanda tagani di festival ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak di Aceh, menciptakan keadilan sosial, dan mendorong terciptanya Aceh yang aman, sejahterah serta inklusif.

Editor: Akil