Beranda blog Halaman 787

Ketua DPW Pujakesuma Aceh Sampaikan Selamat atas Kemenangan Mualem-Dek Fadh di Pilkada 2024

0
Ketua DPW Pujakesuma Aceh, Suprianto, ST. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pujakesuma Aceh, Suprianto, ST, mengucapkan selamat kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah TM Daud (Dek Fadh), atas kemenangan dalam Pilkada Aceh 2024. Berdasarkan data hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang masuk hingga 97,12 persen, pasangan Mualem-Dek Fadh meraih 1.440.904 suara atau 53,01 persen, unggul atas pasangan Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi yang memperoleh 1.277.249 suara atau 46,99 persen.

Hal tersebut disampaikan Suprianto bersama Sekretaris DPW Pujakesuma Aceh, Muhammad Jailani, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/12/2024).

“Kami ucapkan selamat kepada pasangan Mualem-Dek Fadh atas kemenangan ini. Untuk pihak yang belum berhasil, mari kita terima hasil ini dengan lapang dada. Mari bersama-sama kita membangun Aceh yang lebih baik. Insya Allah, dengan bersatu Aceh akan semakin maju,” ujar Suprianto, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Tamiang.

Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi

Suprianto juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Aceh yang telah menggunakan hak pilih mereka. Ia turut berterima kasih kepada aparat keamanan dan penyelenggara Pilkada atas kelancaran proses pemilihan yang berlangsung damai dan sukses.

“Kami sangat menghargai peran semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Pilkada ini dengan aman dan tertib,” tambahnya.

Keunggulan di Aceh Tamiang

Lebih lanjut, Suprianto mengungkapkan bahwa pasangan Mualem-Dek Fadh berhasil unggul di Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan KIP Aceh Tamiang pada Selasa (3/12/2024), pasangan ini memperoleh 59.147 suara atau 51 persen, mengungguli Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi yang meraih 56.362 suara atau 48,8 persen.

Sementara itu, untuk pemilihan Bupati Aceh Tamiang, pasangan Armia Pahmi-Ismail yang diusung Gerindra mendominasi dengan perolehan 90.669 suara atau 72,5 persen.

“Terima kasih kepada masyarakat Aceh Tamiang yang telah memberikan kepercayaan kepada Mualem, Dek Fadh, serta pasangan Armia Pahmi dan Ismail. Semoga mereka dapat membawa perubahan positif bagi daerah kita,” ujar Suprianto, yang pernah menjabat Ketua DPRK Aceh Tamiang.

Editor: Akil

Kondisi Korsel Pasca Darurat Militer, KBRI Seoul Pastikan Aktivitas Normal

0
Kondisi di Korsel kondusif pasca penetapan darurat militer. (Foto: REUTERS/Soo-hyeon Kim)

NUKILAN.id | Jakarta — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul memastikan kondisi di Korea Selatan (Korsel) tetap kondusif setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan status darurat militer pada Selasa (3/12/2024) malam.

Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika, mengungkapkan bahwa situasi di ibu kota, Seoul, kembali normal dan masyarakat melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa. Tidak ada pembatasan yang diberlakukan meski darurat militer sempat diumumkan.

“Sejak dini hari tadi, Presiden Yoon telah menerima keputusan dari sidang National Assembly yang meminta pencabutan status darurat militer. Presiden Yoon kemudian menyampaikan bahwa status tersebut akan dicabut melalui sidang kabinet, yang mengembalikan kondisi ke stabilitas dan ketenangan. Masyarakat kembali beraktivitas normal,” jelas Zelda dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (3/12/2024).

Layanan KBRI Seoul juga berjalan seperti biasa setelah pengumuman pencabutan status darurat militer tersebut.

Pemerintah Korsel sempat menetapkan status darurat militer pada malam hari, dengan alasan ancaman dari Korea Utara serta kelompok “anti-negara”. Namun, beberapa jam kemudian, parlemen Korsel melakukan pemungutan suara yang berujung pada pembatalan keputusan tersebut.

Meski situasi telah aman, Zelda tetap mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Korsel untuk tetap waspada, terutama terkait dengan potensi kerusuhan. Ia menyarankan WNI untuk menghindari area unjuk rasa dan kerumunan demi keselamatan pribadi.

“Saya melihat ada beberapa unjuk rasa, meskipun skalanya tidak terlalu besar. Tapi, kami tetap mengingatkan WNI untuk tidak terlibat dan menghindari kerumunan untuk menjaga keselamatan,” tambah Zelda.

Sebelumnya, Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer dengan alasan ancaman dari Korea Utara dan kelompok anti-pemerintah. Dalam pidatonya, Yoon juga menyoroti peran partai oposisi yang dianggapnya telah menghalangi pemerintahannya, dan mengkritik penyelidikan yang dilakukan terhadap istrinya, Kim Keon Hee.

Editor: Akil

Beragam Sayembara Pencarian Harun Masiku, Hadiah iPhone hingga Uang Rp 8 Miliar

0
Beragam Sayembara Pencarian Harun Masiku. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – Pencarian buronan kasus suap, Harun Masiku, kembali mencuri perhatian setelah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengumumkan sayembara dengan hadiah uang sebesar Rp 8 miliar untuk siapa saja yang berhasil menangkap eks politikus PDI-P tersebut.

Maruarar bukanlah satu-satunya yang menawarkan hadiah besar untuk penangkapan Harun Masiku. Sejak buron pada 2020, berbagai individu dan organisasi telah mengadakan sayembara dengan janji hadiah untuk penangkapan Harun Masiku.

Pada akhir Oktober 2023, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengumumkan sayembara serupa melalui akun media sosial Twitter-nya, menawarkan imbalan Rp 100 ribu bagi siapa saja yang berhasil menangkap Harun. Fahri menegaskan bahwa penangkapan Harun sangat penting untuk mengungkap dugaan kecurangan dalam pemilu, khususnya terkait suap yang melibatkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

“Penangkapan Harun Masiku penting karena dia adalah saksi kunci dalam kasus dugaan kecurangan pemilu,” ungkap Fahri.

Sebelumnya, pada 2020, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, juga mengadakan sayembara serupa dengan menjanjikan hadiah berupa iPhone 11 bagi pihak yang berhasil menangkap Harun Masiku. Boyamin, yang juga memberikan hadiah serupa untuk penangkapan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, menyatakan bahwa hadiah tersebut akan diserahkan kepada KPK untuk diberikan kepada pihak yang berhak.

Editor: Akil

Sabang dan Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Desa Wisata

0
Sabang dan Aceh Jaya Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Desa Wisata. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Sabang – Dinas Pariwisata Kota Sabang baru-baru ini menerima kunjungan dari Pengelola Desa Wisata Kabupaten Aceh Jaya sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan memperkuat pengelolaan destinasi wisata di daerah tersebut. Kegiatan pendampingan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 29 November 2024, dengan fokus pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh 13 peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata Aceh Jaya. Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang yang diwakili oleh Kabid Ekonomi Kreatif, Sofa Yohanna, bersama Kabid Pemasaran Pariwisata, Murdiana, menyambut para peserta di Putri Ijo Gampong Aneuk Laot.

Sofa Yohanna menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru bagi pengelola desa wisata Aceh Jaya.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkaya pengalaman mereka dalam mengelola desa wisata dan memaksimalkan potensi wisata yang ada,” kata Sofa.

Selama kunjungan, para peserta diajak untuk mengunjungi tiga desa wisata unggulan di Kota Sabang, yaitu Desa Aneuk Laot, Desa Iboih, dan Desa Jaboi. Desa Wisata Iboih berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Kelembagaan dan CHSE, sementara Desa Wisata Aneuk Laot memperoleh Juara Harapan 1 dalam kategori Souvenir pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Desa Wisata Jaboi juga mencatatkan prestasi dengan masuk dalam 50 besar ADWI 2024, yang menggarisbawahi potensi besar desa ini sebagai destinasi berbasis ekowisata dan geowisata.

Sofa menambahkan bahwa kolaborasi antara Sabang dan Aceh Jaya ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antardaerah serta mendorong pengelola wisata Aceh Jaya untuk mengadopsi praktik terbaik yang telah terbukti di Sabang.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk memperkaya pengelolaan desa wisata di Aceh Jaya,” tutupnya.

Editor: Akil

Kopi Khop Aceh Barat Resmi Mendapatkan Sertifikat HAKI

0
Kopi Khop Aceh Barat Resmi Mendapatkan Sertifikat HAKI. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kabupaten Aceh Barat kini memiliki kopi khas yang telah resmi diakui sebagai milik intelektual daerah. Kopi Khop, minuman unik yang telah menjadi simbol identitas lokal, baru saja mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia.

Penjabat Bupati Aceh Barat, Azwardi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat bangga Aceh Barat berhasil mendapatkan HAKI untuk Kopi Khop, ini adalah langkah besar bagi daerah kami,” ujar Azwardi di Meulaboh, Senin (2/12/2024), seperti dilansir Antara.

Sertifikat HAKI yang diterbitkan pada 28 November 2024 diserahkan secara simbolis oleh Azwardi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Marhaban, dalam sebuah acara di Meulaboh. Azwardi juga mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut mempromosikan Kopi Khop dalam berbagai kegiatan agar semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.

“Kopi Khop adalah warisan kebanggaan Aceh Barat. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan potensi daerah melalui minuman khas ini,” ajaknya.

Kopi Khop dikenal dengan cara penyajiannya yang khas, di mana gelas kopi diletakkan terbalik di atas piring kecil. Uniknya, kopi ini diminum menggunakan sedotan yang diletakkan di bagian bawah gelas. Selain menjadi ikon Aceh Barat, Kopi Khop kini mulai tersedia di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara dan Jakarta.

Editor: Akil

Sukses Berdayaan Masyarakat secara Berkelanjutan, SBA Raih Tamasya Award dan ICA Award 2024

0
Quarry Manager SBA, Bapak Adi Handarbeni dan GA & Comrel Manager SBA, Tafaul Rijal menerima penghargaan Tamasya Award 2024 (Tambang Menyejahterakan Masyarakat) kategori Implementasi Bidang Lingkungan Komoditas Mineral dari Kementerian ESDM RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komitmen dan aksi nyata PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dalam penerapan praktik pertambangan yang baik kembali menorehkan prestasi gemilang. SBA berhasil meraih Tamasya Award (Tambang Menyejahterakan Masyarakat) kategori Implementasi Bidang Lingkungan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada Selasa, 26 November 2024. Hanya beberapa hari kemudian, SBA juga sukses meraih Indonesia CSR Award (ICA Award) 2024 peringkat Gold untuk kategori Pelibatan dan Pengembangan Komunitas dari Corporate Forum for CSR Development (CFCD) pada 28 November 2024.

Tamasya Award merupakan inisiatif Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba). Penghargaan ini diberikan kepada badan usaha di sektor pertambangan yang telah menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) secara optimal, mencakup aspek pendidikan, sosial, budaya, lingkungan hidup, dan ekonomi.

Sementara itu, ICA Award adalah penghargaan yang diberikan kepada korporasi/dunia usaha maupun perseorangan atas kontribusi mereka dalam mengaplikasikan CSR sebagai bagian dari kebijakan strategis perusahaan. Penilaian dilakukan berdasarkan arahan ISO 26000 tentang Social Responsibility.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program PPM. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, badan usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan keberlanjutan sektor energi dan mineral dalam peta jalan menuju Net Zero Emission.

“Kami berharap, melalui Tamasya Award ini, semangat dan komitmen badan usaha pertambangan semakin kuat dalam menerapkan program PPM yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga kesejahteraan sosial dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” ujar Tri Winarno.

General Manager SBA, R. Adi Santosa, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen SBA dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari usaha, inovasi, dan kolaborasi lintas fungsi yang terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis perusahaan.

“Kami sangat bangga, dari 2.550 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas mineral non-logam dan batuan yang mengikuti penilaian di tahun 2024 ini, SBA berhasil menjadi salah satu dari 27 perusahaan yang meraih Tamasya Award ini,” tambah Adi.

Dalam penghargaan Tamasya dan ICA Award 2024, SBA mengedepankan kinerja tanggung jawab sosial perusahaan melalui program seperti Puyuh Andalas (PULAS). Program ini mendukung pengembangan infrastruktur fisik hingga kelembagaan usaha kelompok Lampoh Kutam. Program PULAS bertujuan menciptakan lapangan kerja baru untuk menanggulangi kemiskinan, memberdayakan UMKM, dan melibatkan pengusaha lokal.

Pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai pihak berhasil meningkatkan taraf hidup kelompok usaha, mencakup:

  • Pengembangan aspek kelembagaan.
  • Peningkatan pendapatan kelompok.
  • Peningkatan kapasitas kelompok.
  • Penerapan teknologi tepat guna.

“Semoga seluruh upaya yang kami lakukan dalam program PPM ini dapat terus didukung oleh seluruh pihak secara berkelanjutan, sehingga program yang telah ada dapat terus berkembang serta melahirkan program-program unggulan lainnya yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup R. Adi Santosa.

PT Solusi Bangun Andalas (SBA) adalah anak perusahaan dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, yang merupakan bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). SBA memiliki kapasitas produksi sebesar 1,8 juta ton semen per tahun. Perusahaan mengoperasikan pabrik terintegrasi di Lhoknga serta fasilitas pengemasan di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam, dan Dumai.

Editor: Akil

WALHI Aceh Tunggu Janji Prabowo Soal 20 Ribu Hektar Lahan untuk Konservasi Gajah

0
Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh menilai langkah Presiden Prabowo yang akan mengalokasikan lahan seluas 20 ribu hekar untuk konservasi gajah di Aceh, dapat memperkuat upaya pelestarian 4 satwa kunci yang semakin terancam akibat degradasi hutan di Serambi Mekkah.

“Kami menunggu janji tersebut, ini bisa menjadi momentum dan contoh bagi pemegang izin lainnya yang area konsesinya berada di koridor satwa,” kata Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin yang akrap disapa Om Sol, Rabu (4/12/2024).

Kendati demikian perlu diklarifikasi lahan yang dimaksud Presiden Prabowo pada pertemuan dengan Raja Inggris, Raja Charles III pada November lalu, apakah lahan pribadi atau lahan konsesi yang berada di PT. Tusam Hutani Lestari (PT THL) yang memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK).

Sepengetahuan WALHI Aceh, Prabowo Subianto memiliki IUPHHK berdasarkan SK.556/KptsII/1997 dengan luas areal kerja 97.300 hektare dan izin tersebut akan berakhir pada tanggal 14 Mei 2035. Lahan itu tersebar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen dan Aceh Utara.  Sebagian besar lahan itu banyak terbengkalai dan ada juga yang sudah digarap oleh warga setempat.

Provinsi Aceh dalam 10 tahun terakhir merupakan salah satu provinsi dengan populasi gajah Sumatra terbesar di Indonesia dengan tingkat konfliknya masih tinggi. Terutama di Kabupaten Aceh Tengah, Bener dan Bireuen kerap terjadi konflik satwa gajah dengan manusia. 

Terutama di Kecamatan Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah, gajah hingga sekarang masih berkeliaran di perkebunan dan perkampungan warga. Bahkan ada 1 orang meninggal dunia dan 2 individu satwa gajah mati.

Kata Om Sol, intensitas konflik satwa dengan manusia yang berkibat adanya korban jiwa dan satwa gajah mati akibat hilangnya habitat alami, baik itu akibat perambahan hutan maupun adanya perluasan penguasaan lahan oleh korperasi seperti invasi investasi ekstraktif, sepert perkebunan sawit.

“Menurut kami itu lahan Negara yang dipinjamkan ke Probowo melalui IUPHHK, jadi hal wajar bila hendak dilepaskan,” kata Om Sol.

Meskipun demikian, kata Om Sol, patut diberikan apresiasi tinggi bila rencana tersebut terwujud untuk konservasi satwa kunci di Aceh, khususnya gajah yang populasinya semakin terancam di Tanah Rencong. Karena konflik satwa gajah dengan menusia tidak hanya terjadi di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen, tetapi kejadiannya hampir merata di seluruh Aceh akibat hibat alaminya terus terdegradasi.

Berdasarkan data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, total konflik satwa dengan manusia dengan gajah sejak 2019 – 2023 sebanyak 583 kali. Dalam lima tahun terakhir itu intensitasnya terus meningkat. 

Pada 2019 lalu jumlah kejadian konflik satwa dengan manusia sebanyak 106 kali, meningkat menjadi 111 kejadian dan terus meningkat pada 2021 menjadi 145 kali dan sedikit menurun, namun masih ditinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya pada 2022 sebanyak 126 kejadian dan pada 2023 terjadi 85 kejadian data hingga Oktober.

“Wilayah konservasi ini sangat dibutuhkan mengingat habitat gajah Sumatra terus menyusut akibat deforestasi dan alih fungsi lahan,” katanya.

Menurut Om Sol, wacana membebaskan lahan tersebut untuk konservasi gajah tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatra yang semakin kritis.

“Ini angin segar untuk untuk dunia konservasi bila benar-benar terealiasikan, kita berharap ini benar-benar diberikan untuk kepentingan konservasi hutan maupun 4 satwa kunci tersebut,” ungkapnya.

WALHI Aceh menunggu langkah konkrit dari Prabowo atau pihak terkait untuk mewujudkan rencana pelepasan 20 ribu hektar untuk keperluan konservasi gajah di Aceh. Karena pemerintah kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen selama ini bersama WALHI Aceh sedang dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) tentang Pengelolaan Kawasan Perlindungan Satwa Liar di Lanskap Peusangan.

“Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan lahan konservasi ini bisa terwujud dan dikelola secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurutnya, langkah ini diharapkan menjadi awal dari upaya yang lebih luas untuk melindungi keanekaragaman hayati di Aceh, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan ekosistem hutan tropis terkaya di Indonesia. 

Harga Emas di Banda Aceh Turun, Antam Naik

0
Perhiasan di Toko Emas Italy di sekitaran Pasar Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga emas hari ini di Banda Aceh mencapai Rp4.350.000 per mayam, harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan. Menurut Daffa, pedagang emas di toko Italy kawasan Pasar Aceh, harga emas mengalami penurunan sekitar Rp30.000 dari Rp4.380.000 menjadi Rp4.350.000 dalam empat hari terakhir.

“Untuk emas batangan Antam, harga sudah naik dari Rp1.550.000 per gram pada tanggal 2 Desember menjadi Rp1.565.000 pada tanggal 3, dengan kenaikan Rp15.000,” ujar Daffa kepada Nukilan, Rabu (4/12/2024).

Ia menjelaskan bahwa ketidakstabilan harga emas disebabkan oleh kebijakan bank sentral Amerika yang akan menaikkan suku bunga. Meski demikian, Daffa optimistis harga emas akan segera mencapai kisaran Rp4,5 juta hingga Rp5 juta.

“Kami yakin harga Rp4,5 juta per mayam akan segera tercapai. Sementara untuk harga Rp5 juta, kami memperkirakan akan terjadi pada awal atau pertengahan tahun 2025,” tambahnya.

Terkait ongkos pembuatan, Daffa menjelaskan bahwa biaya tambahan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp180.000 tergantung model perhiasan.

Kepada masyarakat, Daffa memberikan saran, “Jika memiliki dana, saya sarankan untuk membeli emas karena merupakan investasi jangka panjang yang bagus, mudah dibeli, dan mudah dijual.”

Reporter: Rezi

Golkar Aceh Resmi Pecat Adi Maros Akibat Dukungan ke Mualem-Dek Fad

0
Golkar Aceh Resmi Pecat Adi Maros Akibat Dukungan ke Mualem-Dek Fad. (Foto: InfoAceh.Net)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh resmi memecat Abdul Hadi Abidin, atau yang lebih dikenal dengan Adi Maros, dari jajaran pengurus partai. Pemecatan ini disebabkan oleh dukungan Adi Maros kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 02, Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Mualem-Dek Fad), yang tidak diusung oleh Partai Golkar.

Sesuai keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, partai berlambang pohon beringin tersebut mendukung pasangan calon nomor urut 01, Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Nomor SKEP-657/DPP/Golkar/IX/2024 tertanggal 12 September 2024.

Adi Maros sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup DPD I Partai Golkar Aceh dengan Nomor Pokok Anggota Partai Golkar (NPAPG) 1174031404740003.

Keputusan untuk memberhentikan Adi Maros diambil dalam rapat pleno DPD I Partai Golkar Aceh yang digelar pada 31 Oktober 2024. Dalam rapat tersebut, Adi Maros dinyatakan tidak disiplin dan tidak mematuhi keputusan DPP Partai Golkar.

“Bahwa saudara Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros dinyatakan dengan tegas telah bersikap tidak disiplin dan tidak taat azas terhadap keputusan DPP Partai Golkar yang ditindaklanjuti oleh Ketua DPD I Partai Golkar Aceh. Berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh DPP Partai Golkar, maka DPD I Partai Golkar Aceh mengambil tindakan memberhentikan saudara Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros dari pengurus DPD I Partai Golkar Aceh dan diberhentikan sementara dari anggota kader Partai Golkar,” demikian isi keputusan rapat pleno tersebut.

Pada 16 November 2024, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif, bersama Sekretaris Ali Basrah mengirimkan surat kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar di Jakarta. Surat bernomor B-260/DPD-I/GK/XI/2024 itu berisi permohonan pemberhentian Adi Maros sebagai anggota kader dan pengurus.

“Meminta DPP Partai Golkar untuk memberhentikan dan memecat saudara Abdul Hadi Abidin alias Adi Maros sebagai pengurus dan sebagai anggota kader Partai Golkar karena yang bersangkutan telah melecehkan dan menolak keputusan DPP Partai Golkar,” tulis DPD I Partai Golkar Aceh dalam surat tersebut.

Teuku Muhammad Nurlif menegaskan bahwa pemecatan ini merupakan langkah penting untuk menjaga soliditas dan semangat kader Partai Golkar di Aceh, khususnya dalam memenangkan calon kepala daerah yang diusung partai dalam Pilkada 2024.

Editor: Akil

DWP Aceh Rayakan HUT Ke-25 dengan Bangun Rumah untuk Samsidar

0
DWP Aceh Rayakan HUT Ke-25 dengan Bangun Rumah untuk Samsidar. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Calang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sangat Sederhana (RSS) untuk Samsidar (73), seorang warga Gampong Panton Makmue, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Jaya, pada Selasa (3/12/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Pj. Pembina DWP Aceh, Safriati, S.Si., M.Si., bersama Plt. Ketua DWP Aceh, Sukmawati, Pj. Bupati Aceh Jaya, Murthala, dan sejumlah pengurus DWP lainnya. Safriati memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para anggota DWP yang menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu Samsidar.

“Luar biasa, sangat kami apresiasi inisiasi seluruh anggota DWP Aceh. Mensyukuri hari jadinya, seluruh anggota mengumpulkan dana untuk membangun Rumah Sangat Sederhana untuk Ibu Samsidar di Aceh Jaya, Alhamdulillah,” ungkap Safriati.

Plt. Ketua DWP Aceh, Sukmawati, menjelaskan bahwa program pembangunan RSS ini bukanlah yang pertama dilakukan. Tahun sebelumnya, DWP Aceh telah membangun rumah untuk Nek Salamah di Gampong Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar.

“Ini pembangunan RSS kedua Bu, pada 2023 lalu kita juga sudah membangun rumah untuk Nek Salamah di Lamteuba lengkap dengan isinya. Alhamdulillah, tahun ini Bu Samsidar terpilih dari sejumlah calon penerima yang sudah kami seleksi. Insya Allah, rumah Bu Samsidar juga akan kita bangun lengkap dengan isinya,” kata Sukmawati.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para anggota DWP yang terus mendukung program ini.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah dengan ikhlas menyisihkan rejekinya, sehingga program pembangunan RSS DWP Aceh terus berlanjut,” tambahnya.

Samsidar, penerima bantuan RSS, saat ini tinggal bersama suami dan dua anaknya di sebuah rumah bekas tsunami yang kondisinya sudah tidak layak huni. Suaminya, Taufik (58), tidak lagi bekerja akibat masalah kesehatan yang menimpa setelah bertahun-tahun menjadi penyelam tradisional pencari tripang.

Masyarakat setempat menyambut baik kabar ini. “Memang sangat layak dapat bantuan, selama ini Bu Samsidar tinggal di rumah bekas tsunami yang sangat tidak layak huni,” ujar salah seorang warga.

Samsidar sendiri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dari DWP Aceh.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bu Gubernur, Bu Sekda, dan DWP Aceh karena sudah membuatkan rumah untuk saya dan keluarga. Semoga ibu-ibu semua diberi kemurahan rezeki oleh Allah,” ungkap Samsidar.

Selain jajaran DWP Aceh, prosesi ini juga dihadiri oleh Pj. Bupati Aceh Jaya, A. Murtala, Ketua DWP Aceh Jaya, serta sejumlah pejabat terkait di tingkat provinsi dan kabupaten.

Editor: Akil