Beranda blog Halaman 786

MPU Aceh Ajak Masyarakat Bersatu Usai Pilkada

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk Faisal Ali, menyerukan masyarakat untuk kembali bersatu dan menjaga persaudaraan setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Tgk Faisal Ali menegaskan bahwa Pilkada merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati oleh semua pihak. Ia mengajak masyarakat untuk merajut kembali ukhuwah dan bersama-sama membangun Aceh pasca-Pilkada.

“Pilkada adalah proses demokrasi yang harus kita hormati. Setelah selesai, mari kita kembali merajut ukhuwah dan membangun Aceh bersama,” ujar Tgk Faisal Ali, Kamis (5/12/2024).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, perbedaan pilihan politik selama Pilkada sudah semestinya diakhiri dengan semangat persatuan.

“Bagi calon yang unggul, jangan berlebihan dalam euforia dan tetap rendah hati. Sebaliknya, bagi yang belum terpilih, bersabarlah dan ambil hikmah dari hasil ini,” tuturnya.

Tgk Faisal Ali menegaskan, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan pemimpin terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

“Calon pemimpin terpilih tidak akan mampu bekerja dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak. Mari kita bersatu kembali untuk Aceh yang lebih baik,” pungkasnya.

Pilkada Aceh 2024 secara umum berlangsung lancar, dan seruan MPU Aceh ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal dalam menjaga harmoni dan persatuan di tengah masyarakat.

Editor: Akil

Ketua DPRK Aceh Selatan Ucapkan Selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

0
Ketua DPRK Aceh Selatan, Rema Mishul Azwa. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Rema Mishul Azwa, menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan H. Mirwan dan H. Baital Mukadis atas keberhasilan mereka meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh Selatan yang digelar pada Selasa (3/12/2024).

“Atas nama pribadi dan DPRK Aceh Selatan, kami mengucapkan selamat kepada H. Mirwan dan H. Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030,” ujar Rema Mishul Azwa.

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan telah menetapkan pasangan yang dikenal dengan akronim MANIS tersebut sebagai peraih suara terbanyak.

Ketua DPRK Aceh Selatan juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak 2024.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menentukan masa depan daerah,” katanya.

Rema Mishul Azwa menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan keberlangsungan pembangunan di Aceh Selatan. Menurutnya, DPRK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah, baik dalam fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan.

“Kami siap bermitra sesuai dengan fungsi kami di DPRK. Tujuan utama kita adalah memastikan kesejahteraan masyarakat serta pelayanan pemerintah yang optimal,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar pasangan H. Mirwan dan H. Baital Mukadis dapat merealisasikan janji-janji kampanye mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami di DPRK akan mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih demi kemajuan Aceh Selatan,” tutup Rema Mishul Azwa.

Editor: Akil

Keuchik Gampong Seungko Meulat Hibahkan Tanah untuk Pemkab Aceh Besar

0
Keuchik Gampong Seungko Meulat Hibahkan Tanah untuk Pemkab Aceh Besar. (Foto: InfoAceh.Net)

NUKILAN.id | Jantho — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar resmi menerima hibah tanah seluas 4.200 meter persegi dari Tarmizi, Keuchik Gampong Seungko Meulat, Kecamatan Lhoong. Penyerahan tanah ini ditandai dengan penandatanganan Surat Keterangan Hibah Tanah di Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (4/12/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, menerima langsung hibah tersebut dalam acara resmi yang turut disaksikan tokoh masyarakat dan sejumlah pejabat setempat. Beberapa tokoh yang hadir meliputi Mursalani sebagai saksi batas, Muktaruddin selaku Ketua Tuha Peut, Salbani sebagai Sekretaris Gampong, serta Tgk. Ahyar Za, Imuem Mukim Cot Jeumpa.

Muhammad Iswanto menyampaikan apresiasinya kepada Keuchik Tarmizi atas kontribusi penting ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Keuchik Gampong Seungko Meulat atas hibah tanah ini. Tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas sesuai dengan rencana pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

Hibah tanah ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Keuchik Tarmizi menyebutkan bahwa hibah ini dilakukan atas kesadaran penuh untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Gampong Seungko Meulat.

“Semoga tanah ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan di Aceh Besar,” kata Tarmizi.

Editor: Akil

Gelombang Tinggi di Perairan Aceh Berpotensi Bahayakan Pelayaran

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh yang dapat mengancam keselamatan pelayaran. Berdasarkan prakiraan, gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter pada 4-7 Desember 2024.

“Tinggi gelombang ini tergolong kriteria sedang dan dapat berisiko bagi pelayaran, khususnya perahu nelayan jika gelombang mencapai 1,25 meter, serta kapal tongkang jika tingginya mencapai 1,5 meter,” jelas Nasyithah Az-Zahra Lubis, Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Banda Aceh, Rabu (4/12).

Gelombang tinggi hingga 2,5 meter tersebut diperkirakan terjadi di sejumlah perairan seperti Sabang-Banda Aceh, Aceh Besar-Meulaboh, Aceh Barat Daya-Simeulue, Aceh Singkil-Pulau Banyak, hingga selatan Simeulue.

Nasyithah menambahkan, fenomena gelombang sedang ini dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) serta zona konvergensi yang meningkatkan kecepatan angin. “Angin bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan 5-20 knot,” katanya.

Masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir, diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi ini.

“Hindari aktivitas berlayar jika tidak mendesak dan selalu pantau informasi resmi dari BMKG,” imbaunya.

Sementara itu, BMKG melalui laman maritim.bmkg.go.id melaporkan kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia selatan Banten, Laut Natuna Utara, serta Laut Jawa.

Untuk wilayah lain, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter terpantau di perairan Samudera Hindia barat Lampung dan Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Tokoh Nasional dan Internasional

0
Wali Nanggroe Aceh Anugerahkan Gelar Kehormatan kepada Tokoh Nasional dan Internasional. (Foto: Humas LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud al-Haytar, memberikan gelar kehormatan kepada sejumlah tokoh yang telah berjasa dalam mendukung kemajuan Aceh. Acara berlangsung pada Rabu (4/12/2024) di Banda Aceh, dengan kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Penghargaan tahun ini diberikan kepada Pemerintah Federasi Rusia dan Pemerintah Provinsi Tatarstan. Kedua pihak menerima penghargaan Meukuta Alam sebagai pengakuan atas kontribusi mereka di bidang lingkungan, pendidikan, kebudayaan, dan olahraga untuk masyarakat Aceh.

Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva, hadir mewakili penerima penghargaan tersebut. Ia juga menerima gelar kehormatan Cut Putroe Russkaya Zemlya, yang berarti “perempuan bangsawan dari tanah Rusia.” Dalam sambutannya, Veronika mengungkapkan kebanggaan atas penghargaan tersebut.

“Ini adalah momen luar biasa. Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini. Hubungan Aceh dengan Rusia, khususnya Tatarstan, berkembang dengan baik. Kami siap melanjutkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan,” ujarnya.

Selain itu, penghargaan Perkasa Alam dianugerahkan kepada almarhum Muhammad Yahya, yang dikenal sebagai Yahya Mua’z, seorang tokoh perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Penghargaan ini diterima oleh putri almarhum sebagai bentuk penghormatan atas jasanya bagi perjuangan Aceh.

Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar, juga mendapat apresiasi atas inisiatifnya mengirimkan atlet anggar dan sambo Aceh untuk berlatih di Tatarstan menjelang PON XXI Aceh-Sumut. Latihan ini membuahkan hasil, dengan tiga atlet Aceh meraih medali emas di cabang anggar.

“Prestasi ini membuktikan bahwa hubungan internasional yang dijalin Aceh memberikan dampak nyata bagi pengembangan olahraga dan pendidikan di daerah kita,” kata Wali Nanggroe.

Malik Mahmud menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya simbol, melainkan bentuk apresiasi yang mencerminkan kontribusi nyata untuk Aceh.

“Gelar kehormatan ini menjadi pengingat bahwa kontribusi nyata akan selalu memberikan dampak besar. Kami ingin menjaga dan meningkatkan martabat Aceh sebagai negeri yang memiliki sejarah besar,” ujarnya menutup acara.

Editor: Akil

Kadisbudpar Aceh Tutup Temu Karya Taman Budaya

0
Kadisbudpar Aceh saat penutupan Kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia . (Foto: Disbudpar Aceh)

Almuniza memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diikuti 19 provinsi tersebut. Dia juga mengucapkan selamat kepada Provinsi Kalimantan Selatan untuk melanjutkan estafet selanjutnya dalam rangka Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 24 tahun 2025.

“Apa yang diterima dan dilihat oleh para tamu yang berhadir bisa menjadi sebuah perspektif yang kemudian bisa menjadikan toleransi antar daerah karena keberagamannya, baik dari sisi budaya maupun dari sisi kesenian,” kata Almuniza.

Menurut Almuniza, Aceh sangat welcome kepada siapa pun yang ingin datang. Dia juga berterimakasih kepada panitia yang telah bekerja dengan baik meski kondisi hujan.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh para hadirin dan tamu undangan doa kami semoga sehat selalu datang ke Aceh dan kembali ke daerahnya juga dalam keadaan sehat walafiat,” ungkap Almuniza.

Kasubbag TU UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Muntik Wadaf’i Massa, menyebutkan, daerah tersebut siap menjadi tuan rumah tahun depan. Dia mengajak para tamu undangan untuk hadir saat kegiatan di Kalimantan Selatan.

“Kami mengharapkan kehadiran bapak ibu sekalian untuk berhadir dan memeriahkan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia. Kami ucapkan terimakasih sampai berjumpa pula di Kalimantan Selatan,” jelas Muntik.

Wacana Polri di Bawah Kemendagri: Langkah Reformatif atau Tantangan Baru?

0
Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Isu pemindahan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menjadi perbincangan publik. Wacana ini memicu berbagai pandangan dari beragam pihak.

Menurut Direktur Asah Kebijakan Indonesia, Nicholas Siagian, gagasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi langkah reformasi yang signifikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penerapannya tidak akan mudah dan berpotensi menghadirkan tantangan besar.

“Kemendagri sudah memiliki beban kerja yang berat dalam mengelola pemerintahan daerah di seluruh Indonesia. Jika Polri juga ditambahkan, ada potensi kinerja kedua institusi ini justru menurun,” katanya kepada Nukilan.id, Rabu (4/12/2024).

Nicholas menyarankan wacana lain yang lebih relevan, yaitu pembentukan Kementerian Keamanan Dalam Negeri sebagaimana pernah diusulkan oleh Agus Widjojo. Dalam model ini, Polri akan berada di bawah kementerian khusus dalam hal kebijakan dan strategi, serupa dengan hubungan antara TNI dan Kementerian Pertahanan, tetapi tetap berada di bawah Presiden untuk pengerahan kekuatannya.

“Namun, memindahkan Polri ke bawah kementerian mana pun tidak akan efektif tanpa reformasi yang menyeluruh. Kompolnas harus lebih aktif dalam pengawasan, termasuk memberikan rekomendasi tentang profesionalitas SDM, netralitas dalam pemilu, dan penggunaan kekuatan negara secara tepat,” tambah Nicholas.

Dalam konteks reformasi institusi, Nicholas mengingatkan pentingnya peran kepemimpinan yang bersih, sebagaimana diungkapkan oleh Jenderal Hoegeng.

“Pemerintahan yang bersih harus dimulai dari atas, seperti orang mandi yang selalu dimulai dengan guyuran air di kepala,” ujarnya mengutip pernyataan tokoh kepolisian legendaris tersebut.

Nicholas menegaskan bahwa komitmen Presiden dan partai politik sangat diperlukan untuk memastikan Polri tetap berfungsi sebagai alat negara, bukan sekadar alat kepentingan politik.

“Pembenahan institusi ini merupakan kunci untuk menciptakan sistem keamanan yang profesional dan netral,” tutupnya.

Sebelumnya, beberapa kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan argumen tersebut. Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengemukakan kemungkinan agar Polri ditempatkan di bawah kendali Panglima TNI atau Kemendagri.

Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh laporan terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat kepolisian, yang disebut sebagai ‘Partai Cokelat (Parcok)’ dalam penyelenggaraan Pilkada 2024.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Ia menilai, langkah memindahkan Polri di bawah Kemendagri atau Panglima TNI merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap institusi tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

BSI Mobile Segera Ditutup, Nasabah Diajak Migrasi ke SuperApp BYOND

0
Regional CEO BSI Aceh, Wachjono. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional 1 Aceh terus berupaya memberikan kemudahan bagi nasabahnya dalam bertransaksi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mendorong migrasi nasabah dari aplikasi BSI Mobile ke SuperApp BYOND by BSI.

Regional CEO BSI Aceh, Wachjono menyampaikan BYOND merupakan sebuah inovasi terbaru dalam dunia perbankan digital yang dirancang untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih praktis, aman, dan efisien.

“BYOND didesain untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih intuitif dan relevan, khususnya yang ingin proses transaksi serba cepat, aman dan mudah,” Wachjono di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (4/12/2024).

Deputi Operasional BSI Region 1 Aceh, Willi Diana mengatakan Byond menawarkan fitur yang lebih lengkap dan tampilan yang lebih user-friendly dibandingkan BSI Mobile. 

“Dengan Byond, nasabah bisa melakukan transaksi finansial kapan saja dan di mana saja. Selain itu, ada juga fitur-fitur menarik seperti informasi terkait syariah, jadwal sholat, dan lainnya,” ujarnya.

Dalam proses migrasi, kata Willi, BSI telah mencatat perkembangan yang menggembirakan. Dari sekitar 500 ribu pengguna aktif BSI Mobile, sekitar 30% telah beralih ke BYOND dalam waktu kurang dari sebulan sejak peluncuran pada November 2024.

“Kita terus lakukan promosi, kemudian teman-teman di cabang setiap ada nasabah yang datang ke cabang langsung diajak untuk migrasi ke BYOND,” tambah Willi.

Dengan Byond, nasabah dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi seperti transfer, pembayaran, dan pembelian. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan informasi-informasi yang bermanfaat bagi nasabah, seperti jadwal sholat dan fitur keagamaan lainnya.

BSI berencana untuk menutup aplikasi BSI Mobile dalam waktu dekat. Oleh karena itu, nasabah dihimbau untuk segera bermigrasi ke Byond agar tetap dapat menikmati layanan perbankan digital dari BSI.

“Kami berharap dengan adanya Byond, nasabah BSI dapat semakin nyaman dan mudah dalam mengelola keuangannya,” pungkas Willi.

Reporter: Rezi

Selebgram Aceh Tersangka Kasus Penyebaran Konten Asusila Diserahkan ke Jaksa

0
Selebgram Aceh berinisial MD alias ML (32) saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Besar, pada Rabu 4 Desember 2024. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh menyerahkan tersangka kasus penyebaran konten asusila MD alias ML (32) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, Rabu, 4 Desember 2024. Penyerahan tersebut dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21.

Selain tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa dua unit handphone, yaitu merek Apple Iphone 14 Pro Max dan Apple Iphone 7 beserta satu akun Tiktok atas nama tersangka.

“Berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21, sehingga dilakukan tahap II, yaitu menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum atau JPU,” ujar Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Siber Kompol Ade Gita Rachmadi B, usai tahap II berlangsung.

Ade Gita menjelaskan, sebelumnya tersangka MD alias ML yang merupakan salah satu influencer itu sudah dua kali mangkir saat dipanggil penyidik. Tersangka kemudian diamankan di wilayah Kota Depok, Jawa Barat, dan kemudian ditahan di Polda Aceh sejak 8 Oktober lalu.

Tersangka ditahan karena menyebarkan konten asusila melalui media sosial miliknya. Konten tersebut pun telah viral dan telah ditonton oleh 3.4K orang.

“Tersangka diduga telah melanggar Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008, dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan Undang-undang Pornografi Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman pidana 12 tahun penjara,” pungkas Ade.

Kerjasama dengan DPM FKIP Abulyatama, Koalisi NGO HAM Gelar Diskusi Tentang Konflik Agraria

0
Koalisi NGO HAM Gelar Diskusi Tentang Konflik Agraria. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Koalisi NGO HAM Aceh, berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Abulyatama, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penyelesaian konflik agraria untuk mendukung pembangunan Aceh berkelanjutan. Diskusi berlangsung di Kantin Kampus Abulyatama, Rabu (4/12/2024).

Acara ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu M. Nur dari Forbina, Usman Lamreung sebagai pengamat kebijakan, dan Khairil Arista dari Koalisi NGO HAM. Lebih dari seratus mahasiswa Universitas Abulyatama turut hadir.

M. Nur menyoroti tingginya kasus konflik agraria di Aceh, baik antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan, tambang, galian C, maupun pemerintah. Ia menekankan bahwa masyarakat sering kali menjadi korban.

“Konflik lahan bukan hal baru. Sudah berlangsung puluhan tahun dan banyak yang belum terselesaikan dengan adil, terutama konflik antara warga dan perusahaan,” ujar M. Nur.

Ia mendukung investasi di Aceh, namun mengingatkan pentingnya mempertimbangkan hak masyarakat dan mematuhi tata ruang serta Hak Guna Usaha (HGU).

“Jangan jadikan investasi segalanya hingga mengabaikan hak masyarakat, yang akhirnya terusir dari tanah mereka sendiri,” tegasnya.

M. Nur juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengawal kebijakan pemerintah dan berpikir kritis agar kebijakan lebih berpihak kepada masyarakat.

Senada, Usman Lamreung menyoroti bahwa potensi alam Aceh yang melimpah, seperti tambang dan gas, sering kali menjadi sumber konflik.

“Hak masyarakat sering kali diserobot. Pemerintah seharusnya hadir memperjuangkan hak mereka, tetapi yang terjadi justru sebaliknya,” ungkap Usman.

Ia menekankan pentingnya kejelasan tata kelola pertanahan untuk mencegah konflik di masa depan. Usman juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Khairil Arista, Direktur Koalisi NGO HAM, menyoroti hubungan konflik agraria dengan hak asasi manusia.

“Tanah seharusnya menjadi alat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, banyak konflik yang justru merugikan mereka,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa ketidakadilan dalam penyelesaian konflik agraria dapat memicu tindak kekerasan dan meningkatkan kemiskinan.

“Ketika keadilan diabaikan, masyarakat bisa mengambil tindakan yang melawan hukum karena merasa tidak ada jalan lain,” pungkas Khairil.

Diskusi ini diharapkan mampu mendorong berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama mencari solusi atas konflik agraria yang terus terjadi di Aceh.

Editor: Akil