Beranda blog Halaman 758

Kemlu Klarifikasi Momen Erdogan Walk Out saat Pidato Prabowo di KTT D-8

0
Pertemuan KTT D-8 di Mesir. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang digelar di Kairo, Mesir, pada Kamis (19/12), menuai apresiasi dari berbagai pihak. Dalam pidato tersebut, Prabowo menyoroti isu pelanggaran hukum internasional, khususnya yang berkaitan dengan Palestina, serta mendorong kerja sama ekonomi biru antarnegara anggota D-8.

Namun, momen saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat meninggalkan ruangan di tengah pidato Prabowo menjadi sorotan warganet. Kementerian Luar Negeri RI pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

Klarifikasi Kemlu RI

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Sumirat, menegaskan bahwa situasi keluar-masuk ruangan dalam pertemuan internasional merupakan hal yang lumrah. Hal ini sering kali terjadi karena para pemimpin memiliki agenda bilateral atau pertemuan paralel lainnya di sela-sela sidang.

“Sesuatu hal yang lumrah bahwa para ketua delegasi melakukan banyak pertemuan paralel pada saat pertemuan internasional, antara lain untuk melakukan pertemuan bilateral dengan ketua delegasi lain di ruangan lain,” jelas Roy dalam keterangannya, Minggu (22/12).

Roy juga menambahkan bahwa delegasi Indonesia tidak memiliki informasi detail mengenai jadwal ketua delegasi negara lain yang mungkin meninggalkan ruangan untuk urusan tertentu.

“Khusus dengan Presiden Turki, bisa disampaikan bahwa kedua pemimpin melakukan pertemuan dalam situasi yang sangat bersahabat, termasuk pada acara makan siang bersama usai KTT,” ungkapnya.

Indonesia Tegas dan Bersahabat

Meski sempat ada spekulasi mengenai sikap Erdogan, klarifikasi dari Kemlu RI menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Turki tetap harmonis. Pertemuan singkat antara kedua pemimpin sebelum dan sesudah KTT membuktikan bahwa interaksi mereka berlangsung dalam suasana bersahabat.

Pidato Prabowo di KTT D-8 tidak hanya menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keadilan internasional, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pemimpin Indonesia mampu mengusulkan solusi konkret untuk kemajuan bersama.

Editor: Akil

BPOM Aceh Edukasi Warga Banda Aceh soal Kosmetik Berbahaya di Hari Ibu

0
Memperingati Hari Ibu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menggelar acara edukasi di Car Free Day Banda Aceh (Foto: humas/bpom_aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menggelar acara edukasi di area Car Free Day (CFD) Banda Aceh pada Minggu (22/12/2024). Dengan tema “IBU, Konsumen Pintar Jaga Keluarga dari Kosmetika Berbahaya”, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk lebih cermat dalam memilih produk kosmetik.

Kepala BPOM Aceh, Yudi Noviandi, menyampaikan pentingnya memahami risiko kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran.

“Selama periode November 2023 hingga Oktober 2024, kami menemukan 55 produk kosmetik mengandung bahan berbahaya. Produk tersebut telah ditindak dengan pencabutan izin edar, penghentian distribusi, hingga penertiban,” ujar Yudi.

Produk yang ditemukan mengandung bahan berbahaya antara lain:

  1. Krim pemutih dengan merkuri, yang dapat merusak ginjal, sistem saraf, dan mengganggu perkembangan janin.
  2. Produk perawatan kulit dengan hidrokuinon, yang memicu iritasi kulit, ochronosis (kulit menjadi gelap dan kebiruan), serta meningkatkan risiko kanker kulit.
  3. Krim anti-aging dengan asam retinoat, yang dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, hingga sensitif terhadap sinar matahari jika digunakan tanpa pengawasan dokter.

Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti senam bersama, talkshow bertajuk “Kenali Kosmetik Berbahaya”, serta pojok konsultasi dan registrasi produk. Selain kosmetik, BPOM Aceh juga memberikan edukasi tentang keamanan obat dan makanan.

Ketua Tim Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Aceh, Endang Yuliawati, mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan informasi melalui kanal resmi BPOM.

“Jangan percaya kata orang. Pastikan kebenarannya di #KataBPOM,” ujarnya.

Turut hadir Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, yang memberikan apresiasi atas inisiatif BPOM Aceh.

“Semoga masyarakat semakin memahami risiko penggunaan kosmetik berbahaya dan lebih bijak dalam memilih produk,” ucapnya.

Dengan pendekatan edukasi ini, BPOM Aceh berharap masyarakat, terutama kaum ibu, dapat menjadi konsumen cerdas dalam menjaga kesehatan keluarga.

Editor: Akil

PDIP Soroti Kisruh Pameran Yos Suprapto: Ada yang Tersinggung, Tapi Bukan Prabowo

0
Lukisan Karya Yos Suprapto. (Foto: cnn indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevry Sitorus menyoroti kisruh pembatalan pameran lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Ia menduga ada pihak yang merasa tersinggung oleh karya Yos, namun menegaskan bahwa bukan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi pemicu persoalan ini.

“Saya enggak percaya kalau ini permintaan Pak Prabowo. Ini pasti ada pihak dari pemerintahan mereka yang tersinggung,” ujar Deddy saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (22/12).

Deddy menilai Prabowo merupakan sosok yang mencintai seni dan tidak memiliki alasan untuk melarang kegiatan seni.

“Pak Prabowo enggak dirugikan dengan pameran ini. Apalagi, beliau sedang melakukan lawatan ke luar negeri. Kalau sampai isu seperti ini muncul, itu justru merugikan citra demokratis beliau,” tambahnya.

Isu Pemberedelan

Dalam kesempatan yang sama, Deddy turut menanggapi pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang sebelumnya membantah adanya pemberedelan pameran Yos. Deddy meminta Fadli memahami kembali makna pemberedelan.

Ia bahkan menyinggung Fadli dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha sebagai seniman yang seharusnya lebih menghargai seni.

“Fadli suka nulis puisi, Giring suka nyanyi. Ya, masa otaknya begini, seperti Orde Baru,” ujar Deddy.

Kurator Buka Suara

Di sisi lain, kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, memberikan klarifikasi terkait pembatalan pameran tersebut. Menurut Suwarno, ada lima karya Yos yang diminta untuk dicopot karena tidak sesuai dengan tema kuratorial, yakni Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan.

Dua di antaranya, lanjut Suwarno, dinilai terlalu vulgar dan kehilangan makna metafora yang seharusnya menjadi kekuatan seni.

“Dua karya itu lebih terdengar seperti makian semata. Saya khawatir ini justru merusak fokus dari pesan yang sangat kuat dalam tema pameran,” katanya melalui keterangan tertulis.

Latar Belakang Kisruh

Pameran Yos Suprapto yang rencananya digelar Kamis (19/12/2024) di Galeri Nasional dibatalkan karena Yos keberatan memenuhi permintaan kurator untuk mencopot beberapa karyanya. Situasi ini memicu spekulasi publik tentang adanya tekanan politik di balik keputusan tersebut.

Kisruh ini bahkan menarik perhatian Komnas HAM yang menyurati Menteri Kebudayaan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pemberedelan seni. Hingga kini, berbagai pihak masih memberikan pandangan yang beragam terkait kontroversi tersebut.

Seni, Demokrasi, dan Kritik

Deddy menyebut publik bebas menafsirkan sendiri siapa pihak yang merasa tersinggung oleh karya Yos Suprapto. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Kita ini harus belajar bahwa seni adalah salah satu bentuk kritik yang sangat berharga. Jangan sampai seni dibungkam seperti zaman dulu,” pungkasnya.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Apresiasi Personel Lanud SIM dan Sastrawan Aceh

0
Wali Nanggroe Apresiasi Personel Lanud SIM dan Sastrawan Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, menyampaikan apresiasi kepada personel Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) dan sastrawan Aceh, Ir. Zulfikar W. Eda, M.Sn., atas kontribusi mereka dalam acara pemberian gelar kehormatan kepada Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Veronica Novoseltseva. Acara tersebut berlangsung pada Rabu (18/12/2024) di kediaman Wali Nanggroe, Jl. Soekarno Hatta, Gampong Lamblang Manyang, Darul Imarah, Aceh Besar.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe didampingi oleh Staf Khusus Dr. Rafiq, anggota Majelis Tuha Peut Saifuddin Harun, dan Tuha Lapan Ros. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang penghargaan atas peran penting berbagai pihak dalam menjunjung nilai diplomasi budaya Aceh di kancah internasional.

Malik Mahmud menyampaikan penghargaan kepada personel Lanud SIM yang bertugas membawa bendera kebangsaan Indonesia dan Rusia dengan penuh kehormatan. Ir. Zulfikar W. Eda, yang juga dikenal sebagai sastrawan, diapresiasi atas kontribusinya dalam memperkaya acara dengan seni dan puisi yang sarat nilai budaya.

Sebagai bentuk penghormatan, Wali Nanggroe menyerahkan piagam kepada seluruh pihak yang terlibat. Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama di Rumah Makan Aceh Resto, Jl. T. Moh Hasan, Gampong Lampeunerut, yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata apresiasi Wali Nanggroe terhadap upaya berbagai elemen masyarakat dalam mengangkat citra Aceh melalui budaya dan kehormatan di tingkat internasional.

Editor: Akil

TNI-Polri dan Masyarakat Bersih-Bersih Kuburan Massal Tsunami Aceh

0
TNI-Polri dan Masyarakat Bersih-Bersih Kuburan Massal Tsunami Aceh, Sambut 20 Tahun Peringatan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Menjelang peringatan 20 tahun bencana tsunami Aceh, Polres Aceh Barat bersama TNI dan masyarakat bergotong-royong membersihkan area Gedung Peninggalan Tsunami dan Kuburan Massal di Gampong Ujung Karang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Sabtu (21/12/2024).

Aksi sosial ini dilakukan untuk menghormati para korban tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004, sekaligus mempersiapkan lokasi ziarah bagi keluarga korban. Lokasi tersebut menyimpan sejarah mendalam, termasuk keberadaan Gedung Makorem 012/TU yang dulunya menjadi markas TNI dan Polri pasca-bencana.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan empati terhadap para korban.

“Area kuburan massal di Ujung Karang ini menjadi salah satu lokasi penting bagi keluarga korban untuk berdoa dan mengenang. Pembersihan ini kami lakukan agar tempat ini lebih nyaman dan layak dikunjungi, terutama menjelang puncak peringatan tsunami,” ujar AKBP Andi Kirana.

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut juga memiliki nilai historis yang tinggi. Selain menjadi tempat pengungsian dan kantor TNI-Polri setelah tsunami, lokasi ini kini menjadi salah satu simbol ketangguhan masyarakat Aceh Barat.

“Kegiatan ini adalah pengabdian kami untuk memastikan lokasi ini siap menyambut para peziarah. Semoga amal ini membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, kawasan Ujung Karang juga dikenal sebagai destinasi wisata pantai. Dengan pembersihan ini, diharapkan tempat tersebut tidak hanya nyaman bagi keluarga korban, tetapi juga menarik perhatian wisatawan.

Faridah, seorang warga setempat yang ikut kegiatan tersebut, mengaku senang bisa berkontribusi dalam persiapan peringatan tsunami.

“Ini bentuk rasa hormat kami kepada mereka yang telah tiada. Dengan tempat yang bersih dan rapi, para peziarah bisa lebih khusyuk berdoa,” ungkapnya.

Puncak peringatan tsunami Aceh ke-20 diperkirakan akan menarik ribuan orang dari berbagai daerah untuk berziarah ke lokasi kuburan massal. Kegiatan bersih-bersih ini menjadi langkah awal untuk memastikan semua pengunjung merasa nyaman.

“Kami ingin menyambut mereka dengan tempat yang layak dan penuh penghormatan,” tutup AKBP Andi Kirana.

Editor: Akil

Warga Apresiasi Pemasangan Internet Gratis di Lapangan Blang Padang

0
Petugas sedang melakukan pemasangan Internet Gratis di Lapangan Blang Padang. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Masyarakat Banda Aceh menyambut positif pemasangan jaringan internet gratis di Lapangan Blang Padang, yang dimulai oleh Kodam Iskandar Muda pada Kamis (19/12/2024) lalu. Kehadiran akses internet ini diharapkan menjadi terobosan dalam mendukung kemudahan akses teknologi informasi bagi masyarakat.

Pekerjaan pemasangan yang dilakukan di Tribun Lapangan Blang Padang melibatkan sejumlah pihak yang bekerja bersama memastikan kelancaran instalasi. Pada hari pertama, kabel fiber optik sepanjang 293 meter berhasil dipasang, menghubungkan Optical Distribution Point (ODP) ke pintu masuk 4 hingga ke area tribun.

“Ini kabar baik untuk warga Banda Aceh. Dengan adanya internet gratis, anak-anak bisa belajar di sini, dan kami yang sering berolahraga atau sekadar bersantai juga bisa memanfaatkannya,” ujar Safwan, seorang warga yang sering menghabiskan waktu di Lapangan Blang Padang saat ditemui Nukilan.id, Minggu (22/12/2024).

Pekerjaan ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat infrastruktur teknologi informasi di kawasan pusat kota tersebut. Rencananya, pemasangan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan penempatan satu unit modem utama dan dua unit access point di sekitar tribun. Setelah semua selesai, pengujian jaringan seperti speed test dan uji jangkauan access point akan dilakukan guna memastikan layanan optimal.

Keberadaan akses internet ini tidak hanya disambut warga lokal, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh.

“Saya sering datang ke Blang Padang untuk jogging. Kalau ada internet gratis, tentu ini menambah daya tarik bagi pengunjung,” kata Rahmi, warga lainnya.

Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa pemasangan internet gratis ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat agar semakin terhubung dengan dunia digital.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Kodam Iskandar Muda dalam mendukung upaya pemerintah memperluas akses teknologi informasi di ruang publik. Warga berharap program serupa dapat diperluas ke lokasi lain di Banda Aceh, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Editor: Akil

Pengaturan Lalu Lintas Polres Aceh Jaya Antisipasi Pelanggaran dan Kecelakaan

0
Sat Lantas Polres Aceh Jaya saat melakukan Pengaturan Lalu Lintas Untuk Cegah Pelanggaran dan Laka Lantas. (Foto: Polres Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Untuk menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Aceh Jaya menggelar pengaturan lalu lintas di sepanjang Jalan Lintas Banda Aceh – Meulaboh, khususnya di Desa Sentosa, Kecamatan Krueng Sabee, pada Kamis (19/12). Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi pelanggaran serta mencegah kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Aceh Jaya.

Kasat Lantas Polres Aceh Jaya, IPTU Muhammad Hisam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamtibcarlantas). Fokus utama kegiatan adalah area yang rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin meminimalkan potensi pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan. Selain itu, kami juga ingin memastikan para pengguna jalan merasa aman dan nyaman,” kata IPTU Muhammad Hisam.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan personel Sat Lantas yang tidak hanya mengatur arus lalu lintas, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut menekankan pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, seperti menggunakan helm, tidak melawan arus, dan menjaga kecepatan yang aman.

Sat Lantas Polres Aceh Jaya memastikan kegiatan ini akan dilakukan secara konsisten sebagai langkah preventif untuk mewujudkan kamtibcarlantas di Kabupaten Aceh Jaya. Diharapkan, melalui program ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan tertib.

Editor: Akil

Mantan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Tengku Insyafuddin, Meninggal Dunia

0
Almarhum H. Tengku Insyafuddin, ST. (Foto: KATA)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Kabar duka datang dari Aceh Tamiang. Mantan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2017-2022, H. Tengku Insyafuddin, ST, meninggal dunia pada Minggu (22/12/2024) sekitar pukul 00.05 WIB di RSUP H. Adam Malik, Medan.

Berita kepergian politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini cepat tersebar melalui media sosial dan berbagai grup WhatsApp, mengejutkan banyak pihak yang mengenalnya. Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa jenazah almarhum akan dibawa ke Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, untuk dimakamkan.

“Telah berpulang ke Rahmatullah mantan Wakil Bupati Aceh Tamiang, H. Tengku Insyafuddin, ST pada Minggu dini hari di RSUP Adam Malik Medan. Mohon dimaafkan atas semua kesalahan dan dosa beliau,” demikian bunyi pesan duka yang tersebar di sejumlah grup WhatsApp.

Tengku Insyafuddin, yang lahir pada 6 Mei 1967, dikenal sebagai sosok politisi yang berkiprah dalam berbagai posisi penting. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati, ia pernah menjadi anggota DPRK Aceh Tamiang dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014. Selain itu, Tengku Insyafuddin juga pernah memimpin Baitul Mal Aceh Tamiang dan menjabat sebagai Direktur Utama PT Rebong Permai Jaya.

Editor: Akil

Persoalan Banjir Trumon Raya Disampaikan ke Pj Gubernur Aceh, Bupati Terpilih H Mirwan Minta Dukungan

0
Anggota DPRA Dapil IX, Hadi Surya, STP, MT, bersama Bupati Aceh Selatan terpilih H. Mirwan MS, SE, M.Sos, menghadap Penjabat Pj Gubernur Aceh di Meuligo Gubernur. (Foto: LarasNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Trumon Raya, Aceh Selatan, mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah provinsi. Anggota DPRA Dapil IX, Hadi Surya, STP, MT, bersama Bupati Aceh Selatan terpilih H. Mirwan MS, SE, M.Sos, menghadap Penjabat (Pj) Gubernur Aceh di Meuligo Gubernur pada Kamis malam (19/20/2024). Pertemuan tersebut berlangsung hingga Jumat dinihari dan membahas beberapa isu penting, salah satunya terkait penanganan banjir yang sudah menjadi langganan di Trumon Raya.

“Alhamdulillah, kami telah melaporkan dan menyampaikan surat usulan terkait penanganan banjir Trumon kepada Bapak Pj Gubernur,” ungkap Hadi Surya, Sabtu (21/12/2024).

Hadi menjelaskan bahwa kondisi banjir di Trumon Raya semakin memprihatinkan. Hujan deras dalam waktu singkat dapat menggenangi area tersebut, bahkan sampai melumpuhkan jalur lintas Aceh Selatan-Medan. Untuk itu, mereka mengusulkan langkah darurat berupa normalisasi sungai di kawasan Ladang Rimba, yang telah tertimbun akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Kami yakin, dengan normalisasi tersebut, aliran air di kawasan ini akan lebih lancar,” ujar Hadi. Pj Gubernur Aceh, menurutnya, merespons positif dan segera menghubungi instansi terkait untuk menghitung anggaran yang dapat dialokasikan melalui dana tanggap darurat pemerintah Aceh.

Selain itu, Hadi juga menyarankan agar penanganan banjir Trumon Raya dijadikan agenda provinsi melalui pembuatan Detail Engineering Design (DED), yang dapat didanai melalui APBA. Pj Gubernur juga telah menghubungi Kepala Dinas Pengairan Aceh untuk memeriksa anggaran yang tersedia di tahun anggaran 2025 untuk kajian dan pembuatan DED tersebut.

“Jika diperlukan, Pj Gubernur juga akan mempertimbangkan pembangunan kanal atau waduk untuk mengatasi arus air yang datang dari hulu sungai,” tambah Hadi.

Bupati Aceh Selatan terpilih, H. Mirwan MS, mengusulkan agar pembangunan kanal atau waduk tersebut menggunakan anggaran dari APBN, mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan.

“Alhamdulillah, Pj Gubernur merespons dengan positif. Beliau sepakat untuk bersama-sama melakukan pertemuan di Jakarta dengan kementerian terkait,” ujar Mirwan.

Selain persoalan banjir, Mirwan juga meminta dukungan penuh Pj Gubernur dalam mewujudkan perubahan di Aceh Selatan. Menurutnya, kemenangan pasangan MANIS (H Mirwan-H Baital Mukadis) dalam Pilkada Aceh Selatan merupakan bentuk harapan masyarakat akan perubahan. Ia berharap agar Pj Gubernur dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih untuk pembangunan di daerah tersebut.

“Kami mengapresiasi respon cepat dan tindakan positif dari Pj Gubernur. Kami berharap perhatian ini terus berlanjut demi kemajuan Aceh Selatan ke depan,” ujar Mirwan.

Pj Gubernur Aceh diharapkan dapat terus memberikan dukungan untuk pembangunan Aceh Selatan, termasuk dalam penanganan banjir yang sudah lama menjadi masalah di Trumon Raya.

Editor: Akil

Dua Dekade Tsunami Aceh: Kemana Perginya Triliunan Dana?

0
Tsunami Aceh 2004. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Opini – Tidak terasa, hampir 20 tahun telah berlalu sejak tsunami dahsyat mengguncang Aceh pada 26 Desember 2004. Dunia menangis bersama Aceh, dan bantuan kemanusiaan pun mengalir dari berbagai penjuru. Tidak hanya itu, momentum bencana ini juga menjadi jalan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah RI, yang selama puluhan tahun saling bertikai. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantui: mengapa Aceh masih terbelenggu kemiskinan meski telah menerima triliunan rupiah dana internasional dan dana otonomi khusus (Otsus)?

Pasca-tsunami, Aceh menjadi pusat perhatian dunia. Dana internasional lebih dari Rp 60 triliun digelontorkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Belum lagi dana Otsus yang terus mengalir sejak 2008, yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 triliun hingga kini. Jumlah yang sangat fantastis untuk provinsi yang dihuni sekitar lima juta jiwa.

Namun, fakta di lapangan jauh dari ekspektasi. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Aceh masih menjadi yang tertinggi di Sumatera dan bahkan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Infrastruktur memang telah banyak dibangun, tetapi kesenjangan sosial, pengangguran, dan kemiskinan struktural tetap mengakar kuat.

Salah satu isu yang sering disorot adalah pengelolaan dana yang tidak transparan dan penuh praktik korupsi. Sejumlah pejabat Aceh terjerat kasus hukum terkait penyalahgunaan dana Otsus dan rekonstruksi pasca-tsunami. Dana yang seharusnya digunakan untuk memberdayakan masyarakat malah habis untuk proyek-proyek mercusuar tanpa manfaat signifikan bagi rakyat.

Selain itu, banyak program bantuan pasca-tsunami yang hanya bersifat jangka pendek. Bantuan rumah, misalnya, sering kali diberikan tanpa pendampingan ekonomi yang memadai sehingga banyak penerima akhirnya kembali terjerat kemiskinan.

Pemimpin Aceh pasca-damai sering kali gagal memanfaatkan momentum untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Alih-alih mengutamakan pemberdayaan rakyat, fokus lebih banyak diberikan pada kepentingan politik dan kelompok tertentu. Kebijakan yang dikeluarkan pun kerap kurang tepat sasaran, dengan minimnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan.

Untuk keluar dari belenggu kemiskinan, Aceh membutuhkan pendekatan baru yang lebih strategis dan berkelanjutan. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk digunakan untuk program-program yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi lokal harus menjadi fokus utama. Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi kunci penting agar masyarakat mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Menjelang dua dekade tsunami Aceh, sudah saatnya semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, melakukan refleksi mendalam. Tragedi ini seharusnya menjadi titik balik untuk memperbaiki nasib Aceh, bukan sekadar momentum mengenang duka. Jika pengelolaan dana tidak segera diperbaiki, maka bantuan triliunan rupiah yang sudah mengalir hanya akan menjadi catatan kelam dalam sejarah Aceh.

Kini, pertanyaan itu tetap relevan: kemana perginya dana triliunan rupiah itu? Dan apakah kita akan terus membiarkan kemiskinan menjadi wajah Aceh yang baru? Jawabannya ada pada tindakan kita semua, sebelum sejarah kembali menghakimi.  (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah