Beranda blog Halaman 757

Peran Gajah Sumatera dalam Evakuasi Tsunami Aceh: Sebuah Kenangan yang Terlupakan

0
Replika saat gajah membantu evakuasi tsunami Aceh di pamerah temporer Gajah di Museum Tsunami Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dua puluh tahun lalu, pada 26 Desember 2004, Aceh diterjang oleh tsunami yang meluluhlantakkan hampir seluruh wilayah pesisirnya. Setelah gempa besar berkekuatan magnitudo 9,3 mengguncang kawasan tersebut, ombak raksasa melanda, menghancurkan rumah, bangunan, dan menewaskan ribuan orang.

Dalam situasi yang penuh kepanikan dan keterbatasan, Aceh yang terisolasi dari dunia luar, menerima bantuan dunia dengan bantuan internasional yang berbondong-bondong menawarkan bantuan, namun keterbatasan akses menghambat kedatangan mereka. Namun, di tengah perjuangan penuh tantangan ini, ada pahlawan tak terduga yang berperan dalam evakuasi korban, yaitu gajah Sumatera.

Dilansir dari berbagai sumber, sebelum alat berat dan bantuan internasional tiba, gajah-gajah yang terlatih dari Conservation Response Unit (CRU) Saree di Aceh Besar turun tangan. Gajah-gajah ini, seperti Midok, Lia, dan Amoy, menjadi garda terdepan dalam membersihkan puing-puing, mengangkat pohon tumbang, dan membuka jalur untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Gajah, yang sejak zaman dahulu dikenal sebagai hewan pekerja keras, memegang peranan penting di masa bencana tersebut. Keahlian mereka dalam membawa beban, kemampuan berenang dan bertahan di medan sulit, serta kedekatannya dengan manusia membuat mereka menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam situasi darurat. Dengan menggunakan sepatu pelindung pada kaki mereka, gajah-gajah ini mampu menavigasi medan berat yang sulit dijangkau oleh manusia atau mesin.

Nukilan.id melihat di Museum Tsunami Aceh, sebuah pameran temporer yang diberi nama “Gajah, Sang Penolong” digelar untuk mengenang kontribusi besar gajah-gajah Sumatera dalam proses evakuasi tersebut. Pameran ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, akan peran gajah yang sering terlupakan di balik bantuan besar dari berbagai negara. Melalui foto-foto, video, dan replika bangunan yang hancur, pengunjung dapat merasakan kembali suasana dan situasi sulit saat tsunami melanda Aceh.

Pameran ini membuka mata masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Banyak yang tidak tahu tentang kontribusi gajah dalam evakuasi tsunami. Pameran ini memberikan informasi penting bagi kita semua, terutama generasi muda, agar lebih peduli dan siap menghadapi bencana.

Saat ini, Midok, salah satu gajah yang aktif dalam evakuasi, berusia 40 tahun. Meskipun beberapa gajah yang terlibat dalam evakuasi telah meninggal, kontribusi mereka tetap dikenang. Di konservasi, Midok hidup bersama gajah-gajah lainnya, termasuk gajah Thailand. Keberadaan mereka tetap menjadi simbol dari perjuangan tak kenal lelah di saat-saat terberat dalam sejarah Aceh.

Pameran ini menjadi pengingat penting bahwa selain bantuan internasional, keberadaan gajah-gajah Sumatera dalam proses evakuasi tsunami Aceh adalah salah satu kisah heroik yang perlu dikenang dan dihargai. Sebagai makhluk yang telah berperan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, keberadaan gajah harus tetap dijaga untuk masa depan, terutama jika mereka kembali diperlukan di masa depan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mengisi Liburan dengan Edukasi di Museum Tsunami Aceh

0
Pengunjung sedang melihat foto-foto Tsunami Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh kembali menjadi pilihan destinasi wisata edukatif bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang ingin mengisi liburan dengan kegiatan yang penuh makna. Salah satunya adalah Sumardi, seorang pengunjung asal Aceh Selatan, yang mengajak keluarganya untuk berkunjung ke museum ini pada Minggu (22/12/2024).

Sumardi mengungkapkan, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anaknya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengisi liburan sekolah anak-anak dengan hal-hal yang edukatif. Mereka bisa belajar banyak tentang sejarah tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004,” ujarnya.

Museum Tsunami Aceh menyajikan pengalaman belajar yang interaktif, dengan berbagai informasi mengenai kronologi bencana tsunami, jumlah korban jiwa, serta dampak yang ditimbulkan. Salah satu daya tarik utama adalah koleksi foto-foto yang menggambarkan kehancuran yang ditimbulkan oleh tsunami, yang menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda.

“Banyak wawasan yang dapat diambil oleh anak-anak. Terlebih bagi mereka yang lahir pasca-tsunami, mereka tidak tahu apa-apa tentang bencana ini. Di sini, mereka bisa belajar melalui foto-foto dan penjelasan yang ada,” tambah Sumardi.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, yaitu Rp 3.000 untuk anak-anak dan Rp 5.000 untuk dewasa, Museum Tsunami Aceh menjadi alternatif liburan yang edukatif sekaligus mendalam bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Museum ini tak hanya menawarkan pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengenang dan menghormati korban tsunami serta memahami dampak luar biasa yang ditinggalkan oleh bencana tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Safrizal dan Forkopimda Hijaukan Aceh dengan Penanaman Pohon Jeumpa dan Seulanga

0
Pj Gubernur Safrizal dan Forkopimda Hijaukan Aceh dengan Penanaman Pohon Jeumpa dan Seulanga. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, melaksanakan penanaman pohon jeumpa dan seulanga di dua lokasi strategis: halaman Masjid Raya Baiturrahman dan jalan penghubung antara Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry, Minggu (22/12/2024).

Penanaman ini merupakan bagian dari program Tanam Hijaukan Nanggroe Aceh (Tahiroe Aceh) yang digagas Pemerintah Aceh dalam rangka memperingati 20 tahun bencana Tsunami Aceh. Kegiatan ini turut dihadiri Plt Kajati Aceh Muhibuddin, Rektor USK Prof. Marwan, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman, perwakilan Kapolda Aceh AKBP Hamidi SH, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Plh Kepala DLHK Muhammad Daud, dan Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat.

“Kegiatan Tahiroe Aceh ini sudah kita mulai sejak beberapa waktu lalu, dan acara puncaknya akan kita laksanakan di halaman Meuligoe Wali Nanggroe pada tanggal 24 Desember mendatang,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan bahwa pada puncak acara, ragam bibit pohon akan ditanam serentak di seluruh Aceh di lokasi-lokasi yang telah diidentifikasi.

Program ini menargetkan penanaman hingga 3 juta pohon, dengan harapan menciptakan kelestarian lingkungan dan meningkatkan keanekaragaman pohon buah di Aceh.

“Alhamdulillah, jika bisa lebih dari target. Gerakan ini akan kita lanjutkan hingga 2025 untuk memastikan Aceh menjadi lebih hijau dan sejahtera,” kata Safrizal, yang juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat USK.

Lebih jauh, Safrizal menjelaskan bahwa penanaman pohon juga memiliki fungsi mitigasi bencana, terutama di kawasan pesisir dan bantaran sungai.

“Lokasi-lokasi strategis ini dipilih untuk mendukung upaya mitigasi bencana yang lebih efektif di masa mendatang,” pungkasnya.

Program Tahiroe Aceh ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam merawat lingkungan dan menguatkan komitmen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Paparkan Capaian Kinerja dalam Diskusi Santai Bersama Media

0
Kakanwil Kemenag Aceh Paparkan Capaian Kinerja dalam Diskusi Santai Bersama Media. (Foto: KEMENAG Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, memaparkan capaian kinerja lembaganya dalam acara bertajuk “Ngobrol Pencapaian Integritas” yang digelar di Cafe IMBI Pitstop, depan Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu malam (22/12/2024). Acara ini merupakan bagian dari “Meeting Lintas Sektor Program Kemenag Aceh 2024” bersama insan media.

Dalam kesempatan tersebut, Azhari mengungkapkan bahwa seluruh data capaian, baik Evaluasi Kinerja (Ekin) 2020-2024 maupun Perjanjian Kinerja (Perkin) 2025, telah dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Kemenag RI. Salah satu capaian signifikan yang disorot adalah rampungnya pembangunan fisik dengan anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2024 di 17 lokasi di Aceh hingga akhir tahun ini.

Selain itu, ia menekankan adanya program yang dilakukan tanpa menggunakan Dana Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), seperti pemanfaatan lahan wakaf produktif.

“Kami juga mendukung program penghijauan dengan penanaman ribuan pohon di lahan wakaf di seluruh Aceh,” ujarnya.

Kakanwil turut memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih Kemenag Aceh, termasuk posisi kedua secara nasional dalam Keterbukaan Informasi Publik. Dalam aspek moderasi beragama, ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi umat melalui berbagai terobosan yang terus dilakukan.

Fokus pada Isu Keluarga dan Pendidikan Pesantren

Salah satu isu penting yang dibahas adalah upaya mengurangi angka perceraian. Menurut Azhari, Kementerian Agama melalui Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) terus melakukan langkah-langkah strategis.

“Penyebab utama perceraian, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), judi online, narkoba, dan faktor ekonomi, terus diupayakan untuk diminimalkan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa BP4 akan dihidupkan lebih aktif agar angka perceraian di Aceh dapat ditekan.

Di sektor pendidikan, Azhari memaparkan kemajuan pendidikan pesantren di Aceh. Kemenag mendorong peningkatan kompetensi dayah pada berbagai jenjang sehingga lulusannya memiliki pengakuan dan legalitas yang lebih baik. Ia juga menyoroti program inovatif seperti “Lima Belas Menit (Limit),” yang mengajak siswa mengawali kegiatan belajar dengan aktivitas bernuansa keagamaan tanpa memerlukan tambahan anggaran atau sarana.

Tugas Kemenag yang Kompleks

Azhari menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami luasnya tugas Kemenag, yang mencakup kebutuhan umat mulai sebelum lahir hingga setelah meninggal.

“Kemenag menangani segala urusan umat, bahkan setelah kematian, seperti pelayanan terkait warisan,” terang Azhari.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Kemenag Aceh, seperti Kabid Urais Dr. H. Mukhlis, M.Pd., Pembimbing Masyarakat Hindu Sahnan Ginting, S.Ag., dan Pembimbing Masyarakat Buddha Suwarno, S.Ag., M.Pd. Dengan suasana santai, diskusi ini tidak hanya menjadi ajang refleksi capaian Kemenag Aceh, tetapi juga wadah untuk mendekatkan Kemenag kepada masyarakat melalui peran media.

Editor: Akil

Wali Kota Distrik Tenggara Singapura Kunjungi Banda Aceh

0
Wali Kota Distrik Tenggara Singapura Kunjungi Banda Aceh. (Foto: MC Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kota Banda Aceh kembali menerima kunjungan istimewa dari luar negeri. Pada Minggu (22/12/2024), Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal bersama Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Nana Hafidhah, menyambut kedatangan Wali Kota Distrik Tenggara Singapura, Mohd Fahmi Bin Aliman, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Kunjungan ini memiliki arti penting, mengingat Wali Kota Fahmi hadir mewakili pemerintah Singapura untuk menghadiri Aceh International Forum (AIF) 2024 yang berlangsung pada 23 hingga 25 Desember.

Setibanya di terminal kedatangan VVIP, Wali Kota Fahmi disambut dengan prosesi adat yang khidmat. Almuniza Kamal dan Nana Hafidhah mengalungkan syal sebagai simbol penghormatan, diikuti penampilan tarian tradisional Aceh, Rapup Lampuan, yang memukau para tamu. Suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya ini mencerminkan hubungan erat antara Aceh dan Singapura, khususnya dalam aspek sosial, budaya, serta bantuan kemanusiaan.

Selain Wali Kota Fahmi, rombongan tamu penting lainnya turut hadir, seperti Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah, Konselor Kedutaan Besar Turki Mr. Reşat Uğur Karacan, dan Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Muhsin Syihab.

Usai penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan ke ruang VVIP untuk transit sekitar 30 menit. Momen ini dimanfaatkan oleh Almuniza Kamal untuk berdialog dengan Wali Kota Fahmi, membahas perkembangan Aceh pasca bencana gempa dan tsunami 2004. Dalam perbincangan tersebut, Almuniza menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Singapura dalam membantu Aceh bangkit dari tragedi tersebut.

Setelah dari bandara, rombongan melanjutkan kunjungan ke Meuligo Wali Nanggroe, kediaman Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al-Haythar. Di sana, Wali Kota Fahmi disambut dengan penghormatan tinggi oleh PYM Tgk Malik Mahmud, yang turut mengapresiasi hubungan baik antara Aceh dan Singapura yang telah terjalin selama ini.

Kunjungan Wali Kota Fahmi kali ini juga bertujuan menerima penghargaan atas kontribusinya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada Aceh pasca tsunami 2004. Penghargaan ini menjadi simbol persahabatan yang erat antara kedua wilayah, khususnya dalam bidang kemanusiaan dan pembangunan.

Selain itu, Wali Kota Fahmi dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh. Seminar ini menjadi bagian dari peringatan 20 tahun gempa dan tsunami Aceh, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi internasional dalam pemulihan pasca bencana.

Kehadiran Wali Kota Fahmi dan rombongan di Aceh menandai semakin eratnya hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh, dengan Singapura. Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama bilateral yang telah terjalin, membawa manfaat positif bagi masyarakat Aceh dalam pemulihan pasca bencana, serta pencapaian pembangunan yang lebih baik di masa depan.

Editor: Akil

Peran Perempuan Berkarya, Momentum Hari Ibu ke-96 di Bireuen

0
Ketua GOW Bireuen, Hj Sadriah M.Kes SKM menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Ibu ke 96 di Hotel Bireuen Jaya. (Foto: Metroaceh.com)

NUKILAN.id | Bireuen – Peringatan Hari Ibu ke-96 yang berlangsung di Hotel Fajar Bireuen, Minggu (22/12) malam, menjadi ajang kebangkitan perempuan untuk berkarya. Acara bertema “Perempuan Kreatif Bersahaja” yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bireuen ini dihadiri puluhan undangan dari berbagai organisasi perempuan di wilayah tersebut.

Ketua GOW Kabupaten Bireuen, Hj Sadriah M.Kes, SKM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya perempuan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan. Menurutnya, banyak perempuan di Kabupaten Bireuen yang memiliki kualitas unggul, bahkan melebihi laki-laki, namun terkendala oleh kultur masyarakat.

“Langkah ini harus kita ubah perlahan untuk mencapai kesetaraan. Selaku Ketua GOW, saya berkomitmen meningkatkan peran perempuan di Bireuen agar dapat terus berkarya sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Dalam acara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, M.Si, mewakili Pj Bupati Bireuen, menyampaikan apresiasinya terhadap perempuan sebagai pilar utama pembangunan.

“Ibu-ibu memiliki peran strategis di semua sektor, termasuk dalam mendidik generasi emas yang berkarakter dan berintegritas,” kata Ibrahim Ahmad. Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pemberdayaan perempuan demi kemajuan daerah.

Puncak peringatan Hari Ibu ini juga dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya khas organisasi perempuan setempat serta penyerahan penghargaan kepada perempuan berprestasi yang berdedikasi bagi masyarakat Bireuen.

Peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap tahun pada 22 Desember ini berakar pada Kongres Perempuan pertama di Yogyakarta tahun 1928, yang menjadi tonggak pergerakan perempuan Indonesia. Tahun ini, secara nasional, Hari Ibu mengusung tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor, baik dalam keluarga maupun masyarakat, demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Editor: Akil

BMKG Prediksi Cuaca Aceh Cerah Berawan Hari Ini

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – BMKG Malikussaleh memprediksi cuaca cerah berawan akan menyelimuti wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara pada Senin (23/12/2024). Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Bener Meriah, Takengon, Aceh Timur, Bireuen, dan Kota Langsa.

Menurut Kharendra Muiz, Prakirawan Cuaca BMKG Malikussaleh, suhu udara di wilayah tersebut diprediksi berkisar antara 30-32 derajat Celsius pada siang hari. Dalam siaran Info Cuaca di Pro 1 RRI Lhokseumawe, ia juga menyampaikan bahwa kondisi angin di laut berada dalam kategori normal, sehingga aktivitas melaut cukup aman bagi para nelayan.

“Gelombang di pesisir diperkirakan setinggi 0,3-0,5 meter, sementara di jarak 20 kilometer lepas pantai mencapai 0,5-0,8 meter,” jelasnya.

Meski kondisi cuaca terpantau kondusif, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Pastikan selalu memantau informasi terkini dari BMKG,” tutup Kharendra.

Editor: Akil

Mualem Kecam Penyebar Hoax di Aceh

0
H. Muzakir Manaf. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Kuala Lumpur – Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem), mengecam penyebar hoax yang meresahkan rakyat Aceh.

“Saya sudah mendapat laporan tentang hoax itu,” kata Mualem di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (22/12/2024).

Salah satu hoax yang beredar itu berupa undangan terbuka rapat koordinasi tentara Gerakan Aceh Mereka. Pada undangan itu ditempel foto Mualem dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Fadhullah (Dek Fadh).

Undangan hoax itulah yang beredar luas di berbagai medsos, diantaranya terdapat di TikTok. Disebutkan kegiatan berlangsung di rumah Mualem, tanggal 27 Desember 2027.

Mualem memastikan bahwa itu informasi bohong. “Saya sangat menyayangkannya, kenapa masih ada orang berperilaku semacam itu. Tujuannya memperkeruh suasana. Saaat ini Aceh sedang nyaman-nyamannya dan damai, mari kita jaga bersama-sama,” kata Mualem lagi.

Mualem sudah mendata berbagai hoax yang mengatasnamakan dirinya. “Nanti kita akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib untuk menanganinya, yaitu aparat kepolisian,” kata Mualem.

“Mari kita sama-sama membersihkan ruang siber dari narasi-narasi negatif dan menyesatkan.”

Mualem perlu membersihkan ruang siber dari narasi-narasi yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Itu juga tidak sesuai dengan budaya Aceh yang sangat bermartabat dan menghormati antar sesama,” katanya.

Sejalan dengan itu, Mualem menambahkan, pemerintahannya nanti akan mengawali langkahnya dengan nuansa Islami.

“Agar menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun Aceh,” katanya.

Mualem ingin menjalankan pemerintahan yang bersih, jujur, dan akuntabel. Karena itu, Mualem butuh orang-orang profesional yang rajin, berani, jujur, amanah, dan setia.

“Tujuannya adalah membangun Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” kata Mualem.

Kapan akan dilaksanakan oleh Mualem? “Bersabar ya. Tunggu saja, saya akan sampaikan pada waktu yang tepat dan terbuka untuk publik.”

Editor: Akil

BBPA Luncurkan Kamus Bahasa Gayo dan 60 Buku Cerita Anak Berbahasa Daerah

0
Kepala Balai Bahasa Aceh, Umar Solikhan (kanan) menyerahkan secara símbolis Kamus Bahasa Gayo dan 60 buku cerita anak Bahasa daerah Aceh kepada epala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Banda Aceh-Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) meluncurkan 60 buku cerita anak berbahasa daerah serta satu kamus bergambar bahasa Gayo-Inggris-Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi generasi muda sekaligus melestarikan bahasa ibu.

“Dengan membaca buku-buku ini, kosa kata yang sebelumnya tidak dikenal dapat dipahami melalui terjemahan yang tersedia,” ujar Kepala BBPA, Umar Solikhan dikutip dari ANTARA pada Minggu (22/12/2024).

Buku-buku tersebut, kata Umar, dirancang untuk generasi muda Aceh agar memperkaya kosakata bahasa daerah yang kini semakin jarang digunakan oleh penutur muda.

“Kamus bergambar bahasa Gayo dan buku cerita ini dirancang agar mudah dipahami dan menarik bagi tunas-tunas muda,” tambahnya.

Umar menjelaskan, buku-buku itu dapat diakses secara gratis dalam bentuk digital melalui laman resmi Balai Bahasa Aceh. Versi cetak tersedia dalam jumlah terbatas di perpustakaan dan lembaga pendidikan tertentu.

“Sekolah-sekolah yang ingin mencetak buku-buku ini dipersilakan untuk melakukannya sendiri. File digitalnya siap kami bagikan,” katanya.

Program ini, menurut Umar, diharapkan dapat mendukung pelestarian bahasa dan budaya daerah di Aceh sekaligus memperluas akses literasi di kalangan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Umar juga mengungkapkan capaian BBPA sepanjang tahun 2024. Salah satunya adalah pengajuan 830 kosakata baru ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Ragam kosakata yang diajukan meliputi 431 kosakata dari bahasa Aceh, 300 dari bahasa Gayo, 76 dari bahasa Alas, dan 8 kosakata dari bahasa Sigulai (Simeulue),” jelasnya.

BBPA juga mencatat peningkatan jumlah komunitas literasi yang dibina, dari 59 komunitas pada 2023 menjadi 110 komunitas pada 2024. Jumlah generasi muda yang terlibat dalam program literasi meningkat dari 508 orang menjadi 710 orang.

“Semoga kolaborasi dan kerja sama kita terus meningkat di tahun mendatang, sehingga keberadaan kami semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Umar.

Editor: Akil

Pemko Banda Aceh Dukung Misi MES Perkuat Keuangan Syariah melalui Digitalisasi

0
Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal saat membuka kegiatan silaturahmi dan talk show MES Aceh, di Banda Aceh, Jumat malam. (Foto: ANTARA/Rahmat Fajri)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh dalam memperkuat implementasi keuangan syariah di Aceh. Hal ini disampaikan Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, saat membuka acara silaturahmi dan talk show MES Aceh di Banda Aceh, Jumat malam (21/12/2024).

“Pemko Banda Aceh terus mendukung setiap upaya MES yang bertujuan memperkuat ekonomi syariah. Kami siap bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan digitalisasi,” ujar Almunizadikutip dari ANTARA, Minggu (22/12/2024).

Ia menjelaskan, Aceh telah memiliki Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebagai landasan hukum untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis syariah. Menurutnya, keuangan syariah tidak hanya sekadar membahas halal dan haram, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, dan keseimbangan.

“Dengan teknologi digital, prinsip-prinsip tersebut bisa diterapkan lebih luas dan lebih cepat. Insya Allah, ini dapat menjadi solusi yang memudahkan masyarakat,” katanya.

Almuniza berharap, tekad MES untuk terus memperkuat ekonomi syariah di Aceh dapat membangkitkan semangat masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, dalam mengembangkan perekonomian berbasis syariah.

“Kami berharap, melalui ide-ide cemerlang dari MES, masyarakat Aceh dapat semakin terpacu untuk memajukan ekonomi syariah. Dengan kerja sama semua pihak, cita-cita ini pasti bisa terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MES Aceh, Aminullah Usman, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait implementasi ekonomi syariah berbasis Qanun LKS. Ia juga menyoroti perlunya adaptasi dengan perkembangan teknologi digital untuk memperkuat ekonomi syariah di Aceh.

“Kita harus terus menguatkan edukasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan ekonomi syariah. Dengan penguatan ini, penerapan syariat Islam melalui ekonomi syariah dapat berjalan lebih optimal,” kata Aminullah.

Editor: Akil