Beranda blog Halaman 755

Ketua UPK PNPM Aceh Besar Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana SPP

0
Konferensi pers penetapan tersangka Korupsi Dana SPP PNPM Aceh Besar di Aula Kejari setempat pada Selasa 24 Desember 2024. (Foto: Dok Kejari Aceh Besar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menetapkan seorang tersangka berinisial M dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, periode 2014-2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi menjelaskan bahwa tersangka M yang menjabat sebagai Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) periode 2013-2017 ditetapkan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup sesuai Pasal 183 dan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP.

“Hasil penyidikan telah mengumpulkan keterangan dari 68 saksi, serta menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan Dana SPP PNPM Mandiri Perdesaan tersebut. Selain itu, uang tunai sebesar Rp106 juta juga telah disita sebagai barang bukti,” kata Jemmy kepada Nukilan, Selasa (24/12/2024).

Dalam kasus ini, tersangka diduga melakukan tiga modus operandi, yakni mengambil dana SPP PNPM atas nama anggota kelompok penerima dana pinjaman, menyalurkan dana SPP kepada kelompok yang tidak layak menerima pinjaman, serta tidak menyetorkan dana yang diterima dari kelompok ke kas SPP dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

“Akibat perbuatan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sementara sebesar Rp1.723.505.000. Nilai pasti kerugian masih menunggu hasil perhitungan resmi dari Inspektorat Aceh,” jelas Jemmy.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1) huruf a, b, Ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. 

Perbuatan tersangka juga melanggar UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, serta Petunjuk Teknis Operasional (PTO) PNPM Mandiri Perdesaan.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka akan ditahan di Rutan Kelas IIB Jantho berdasarkan Pasal 21 Ayat (1) KUHAP. Kejari Aceh Besar tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus ini.

Reporter: Rezi

Terpidana Korupsi Pembebasan Lahan TPA Lhok Batee Dieksekusi ke Rutan Kajhu

0
Terpidana Dodi Anshari saat dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Sabang, pada Selasa 24 Desember 2024. (Foto: Dok. Kejari Sabang)

NUKILAN.id | Sabang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang berhasil mengeksekusi terpidana kasus korupsi proyek pembebasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lhok Batee tahun anggaran 2020. 

Terpidana, Dodi Anshari, seorang Penilai Publik (KJPP), telah dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh pada Selasa (24/12/2024).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejari Sabang, Milono Raharjo, melalui Kepala Seksi Intelijen, Filman Ramadhan. Menurut Filman, eksekusi dilakukan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Filman kepada Nukilan.

Dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 5636 K/Pid.Sus/2024, Dodi Anshari dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Selain itu, terpidana juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 63.624.000 subsidair 1 bulan penjara.

“Kejari Sabang mengapresiasi kerja keras tim jaksa penuntut umum serta dukungan masyarakat Sabang dalam upaya pemberantasan korupsi.” pungkas Filman.

Reporter: Rezi

Pameran Foto “2 Dekade Kenangan dan Harapan” di Museum Tsunami Aceh, Wisatawan Apresiasi Nilai Sejarah

0
Pengunjung sedang melihat-lihat pameran foto 20 tahun Tsunami Aceh (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar pameran foto bertajuk “2 Dekade Kenangan dan Harapan” untuk memperingati 20 tahun tragedi gempa dan tsunami Aceh. Pameran ini berlangsung di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, sejak 22 Desember 2024 hingga 27 Desember 2024.

Pameran ini mengangkat momen-momen penting perjalanan Aceh dalam dua dekade terakhir, mulai dari kehancuran akibat bencana pada 26 Desember 2004 hingga proses pemulihan yang penuh harapan. Foto-foto yang dipamerkan menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan sekaligus perjuangan masyarakat Aceh untuk bangkit.

Saat ditemui pada Senin (23/12/2024), pameran ini menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk wisatawan dari berbagai daerah. Salah satu pengunjung, Andi, yang datang dari Jakarta, mengaku terkesan dengan koleksi foto yang ditampilkan.

“Kami ingin melihat cerita yang utuh, mulai dari kesedihan akibat bencana hingga perjuangan masyarakat Aceh untuk bangkit,” ujar Andi.

Ia juga mengapresiasi langkah PFI Aceh yang berhasil menghadirkan puluhan foto dokumenter. Foto-foto tersebut merekam berbagai momen bersejarah, mulai dari proses evakuasi korban pasca-tsunami hingga pembangunan kembali Aceh yang terus berlangsung.

“Foto-foto ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga emosional karena diambil oleh pewarta foto yang menjadi saksi langsung tragedi tersebut,” tambahnya.

Pameran ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana gempa dan tsunami serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus membangun harapan dan solidaritas. Museum Tsunami Aceh, sebagai tempat penyelenggaraan, juga menjadi simbol penghormatan terhadap para korban sekaligus saksi perjalanan Aceh menuju pemulihan.

Puluhan pengunjung tampak antusias menjelajahi area pameran, mengamati setiap foto yang dipajang, dan mengenang kembali peristiwa bersejarah tersebut. PFI Aceh berharap pameran ini dapat menjadi ajang refleksi sekaligus edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya ketangguhan dan solidaritas dalam menghadapi bencana. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh, Pembelajaran bagi Dunia

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bencana gempa dan tsunami Aceh 2004 tidak hanya menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat Aceh dan Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, dalam pertemuan dengan delegasi Mercy Malaysia di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (23/12/2024).

“Gempa dan tsunami Aceh adalah bencana terdahsyat di era modern yang mengejutkan dunia. Sebelum tsunami Aceh, tidak ada pembelajaran besar yang terdokumentasi selama 100 tahun terakhir,” ujar Safrizal.

Ia menambahkan, temuan di Gua Lawah, Aceh Besar, telah mengungkap beberapa kejadian tsunami dahsyat di masa lampau.

Safrizal menegaskan pentingnya peringatan tahunan tsunami untuk menjaga ingatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagaimana hidup selaras dengan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan seperti pesisir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal juga menyampaikan apresiasi kepada Mercy Malaysia atas kontribusi mereka selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Mercy Malaysia yang terus berlanjut hingga 2030 di Aceh,” ucapnya.

Deputy Executive Director Mercy Malaysia, Mohd Hafiz bin Mohd Amrol, menjelaskan bahwa lembaganya adalah salah satu yang pertama masuk ke Aceh pascatsunami pada 28 Desember 2004.

“Kami menitikberatkan pengembangan sumber daya manusia, bukan hanya pembangunan fisik. Ini termasuk membangun 16 proyek di Aceh dan 3 di Nias, termasuk dua dayah,” ujar Hafiz.

Mercy Malaysia kini bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universitas Syiah Kuala untuk program sustainability resilience selama 2025-2030. Program ini bertujuan untuk menciptakan “living lab” sebagai pembelajaran tentang ketangguhan masyarakat Aceh, yang mengintegrasikan nilai-nilai Syariat Islam dalam menghadapi bencana.

Pada peringatan 20 tahun tsunami Aceh, Mercy Malaysia akan menggelar pameran di Museum Tsunami Aceh dan mengunjungi sejumlah proyek pembangunan yang pernah mereka lakukan di Aceh.

Editor: Akil

40 Narapidana di Aceh Diusulkan Terima Remisi Natal 2024

0
Meurah Budiman. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 40 narapidana di Aceh diusulkan untuk menerima remisi khusus Natal 2024. Remisi yang diusulkan berkisar antara 15 hari hingga dua bulan, dengan dua di antaranya diusulkan langsung bebas.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Aceh, Meurah Budiman, Senin (23/12/2024).

“Kami mengusulkan sebanyak 40 warga binaan di Aceh menerima remisi khusus Natal 2024. Dari 40 orang tersebut, dua di antaranya diusulkan bebas atau selesai menjalani masa hukuman,” ujarnya.

Remisi tersebut akan diberikan berdasarkan persetujuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jika disetujui, surat keputusan remisi akan diserahkan bertepatan dengan perayaan Natal pada 25 Desember 2024.

Dari total usulan, sebanyak 12 narapidana diusulkan menerima remisi 15 hari, 22 orang menerima remisi satu bulan, tiga orang menerima remisi satu setengah bulan, dan satu orang menerima remisi dua bulan.

Lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) yang mengusulkan remisi antara lain:

  • Lapas Kelas IIA Banda Aceh: 1 orang
  • Lapas Kelas IIA Lhokseumawe: 1 orang
  • Lapas Kelas IIB Meulaboh: 2 orang
  • Lapas Kelas IIB Kutacane: 17 orang
  • Lapas Kelas IIB Idi: 1 orang
  • Lapas Kelas IIB Kuala Simpang: 1 orang
  • Lapas Kelas IIB Blangpidie: 3 orang
  • Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli: 1 orang
  • Lapas Kelas III Lhoknga: 2 orang
  • Rutan Kelas IIB Singkil: 7 orang
  • Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Sinabang, Jantho, dan Sabang: masing-masing 1 orang.

Meurah Budiman menambahkan, syarat mendapatkan remisi Natal ini di antaranya adalah beragama Kristen, berkelakuan baik, telah memenuhi masa pidana sesuai ketentuan, dan aktif mengikuti program pembinaan.

Editor: Akil

Banda Aceh Dibanjiri Rambutan, Harga Mulai Rp 10 Ribu per Kilogram

0
Rambutan Indrapuri di kawasan simpang Kampung Jawa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Musim rambutan membawa berkah bagi warga Banda Aceh. Buah berwarna merah ini kini membanjiri pasar-pasar tradisional dengan harga yang sangat terjangkau.

Di kawasan Simpang Kampung Jawa, Salamah, salah seorang pedagang rambutan, menawarkan buah manis ini seharga Rp 10 ribu per kilogram. Tak hanya itu, pembeli yang mengambil dua kilogram hanya perlu membayar Rp 15 ribu.

“Ini rambutan dari Indrapuri, rasanya manis dan buahnya lekang,” ujar Salamah sambil melayani pembeli, Selasa (24/12/2024).

Menurut Salamah, rambutan Indrapuri memang terkenal dengan kualitasnya. Banyak pembeli rela datang dari berbagai penjuru Banda Aceh untuk mendapatkan buah musiman ini.

“Setiap hari, saya bisa menjual puluhan kilogram karena harganya murah dan rasanya enak,” katanya.

Antusiasme warga terlihat jelas. Salah satu pembeli, Dina, mengaku sengaja datang ke Simpang Kampung Jawa untuk membeli rambutan.

“Rasanya segar, cocok untuk dimakan langsung atau dibuat rujak. Apalagi harganya terjangkau,” ujarnya.

Musim rambutan diprediksi akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan. Para pedagang berharap kondisi ini terus mendongkrak penjualan mereka, sekaligus memberikan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat yang menikmati buah khas tropis ini. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh Targetkan Penanaman 3 Juta Pohon Melalui Program Tahiroe Aceh

0
Aceh Targetkan Penanaman 3 Juta Pohon Melalui Program Tahiroe Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui program Tanam Hijaukan Nanggroe Aceh (Tahiroe Aceh) menargetkan penanaman 3 juta pohon di seluruh wilayah Aceh. Program ini telah dimulai beberapa waktu lalu dan akan mencapai puncaknya pada acara yang digelar di halaman Meuligoe Wali Nanggroe pada 24 Desember 2024.

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal Z.A, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 20 tahun bencana Tsunami Aceh.

“Penanaman ini kita lakukan untuk menciptakan kelestarian serta memperkaya keanekaragaman pohon buah di seluruh Aceh,” ujar Safrizal usai menanam pohon jeumpa dan seulanga di halaman Masjid Raya Baiturrahman dan jalan penghubung Universitas Syiah Kuala (USK) dengan UIN Ar-Raniry, Minggu (22/12/2024).

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Plt Kajati Aceh Muhibuddin, Rektor USK Prof Marwan, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman, Kasubdit Binsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Aceh AKBP Hamidi SH, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Plh Kepala DLHK Muhammad Daud, serta Kepala Biro Adpim Setda Aceh Akkar Arafat.

Safrizal menjelaskan, penanaman 3 juta pohon ini juga bertujuan untuk mitigasi bencana, khususnya di kawasan pesisir dan sepanjang aliran sungai.

“Penanaman di lokasi strategis ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mengurangi risiko bencana alam,” tambahnya.

Selain itu, pada puncak acara, bibit pohon akan ditanam serentak di berbagai lokasi yang telah diidentifikasi di seluruh Aceh.

“Kegiatan ini tidak berhenti di sini, akan kita lanjutkan hingga tahun 2025,” pungkas Safrizal.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi BPK demi Perbaikan Tata Kelola Keuangan

0
Pemerintah Aceh Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi BPK demi Perbaikan Tata Kelola Keuangan. (Foto: InfoPublik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk menjadikan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai panduan dalam memperbaiki tata kelola keuangan daerah. Pernyataan ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2024 di Aula Kantor BPK Perwakilan Aceh, Senin (23/12/2024).

“Kami berupaya transparan dalam pengelolaan keuangan, memastikan setiap anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Hasil pemeriksaan ini menjadi cermin untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan,” kata Safrizal dalam sambutannya.

Safrizal menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus memenuhi ekspektasi publik, dengan setiap rupiah yang dikeluarkan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya pengukuran anggaran berdasarkan hasil atau output untuk memastikan efektivitas penggunaan dana.

Selain itu, Safrizal mengapresiasi kinerja BPK yang telah melaksanakan pemeriksaan di berbagai instansi, termasuk Pemerintah Aceh, 11 kabupaten/kota, RSUD Dr. Zainul Abidin, dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

“Kami menyadari pengelolaan keuangan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga amanah rakyat. Setiap rekomendasi dari BPK akan kami tindak lanjuti dengan penuh komitmen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Aceh, Triyantoro, memaparkan hasil pemeriksaan yang mencakup berbagai aspek, termasuk pengelolaan APBD, pelayanan kesehatan, dan program JKN di Kabupaten Aceh Barat Daya. Ia mengungkapkan sejumlah temuan penting, seperti perencanaan dan penganggaran APBD yang belum sepenuhnya mendukung prioritas nasional, pengelolaan kas yang belum optimal, dan belanja daerah yang tidak mencerminkan kondisi riil kemampuan keuangan.

Triyantoro juga menekankan perlunya peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta sarana dan prasarana di bidang pelayanan kesehatan.

Dengan hasil ini, Pemerintah Aceh berharap dapat memperbaiki kelemahan yang ada dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan untuk mendukung pembangunan yang lebih baik di masa mendatang.

Editor: Akil

Libur Akhir Tahun, Menara Masjid Raya Baiturrahman Dipadati Wisatawan

0
Pemandangan Masjid Raya Baiturrahman dari atas menara. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Momentum liburan akhir tahun 2024, Menara Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal, Senin (23/12/2024).

Wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Aceh hingga dari luar provinsi seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau terlihat memenuhi area masjid. Mereka memanfaatkan cuaca cerah untuk berfoto di sekitar menara, yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Salah seorang wisatawan asal Kabupaten Aceh Selatan, Sumardi, mengungkapkan bahwa ia datang ke Banda Aceh bersama keluarganya untuk menikmati wisata religi sekaligus berkeliling kota.

“Sudah dua hari saya berada di Banda Aceh. Saya datang ke Masjid Raya Baiturrahman bersama keluarga untuk berwisata,” ujar Sumardi.

Ia menambahkan, Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol agama, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh. Masjid ini tetap berdiri kokoh meski diterjang tsunami Aceh pada 2004 silam.

“Tarif naik ke menara sangat terjangkau, hanya Rp 10.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk orang dewasa,” kata Sumardi.

Pasca tsunami, Masjid Raya Baiturrahman direnovasi dan kini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik banyak pengunjung, terutama pada momen liburan seperti akhir tahun. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Aceh International Forum 2024: Apresiasi untuk Solidaritas Global Pasca Tsunami

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal, ZA. M. Si Menyampaikan Sambutan Sekaligus Membuka Aceh International Forum Tahun 2024 di Anjong Monmata, Pendopo Gubernur Aceh. (Foto: acehstandar.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah dan masyarakat Aceh menyampaikan penghargaan tinggi kepada negara-negara dan lembaga donor atas peran besar mereka dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca bencana gempa dan tsunami pada 2004 silam. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., dalam pembukaan Aceh International Forum 2024 yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (23/12/2024).

“Aceh than’s the world, Pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh negara dan lembaga donor atas partisipasinya pada proses rekonstruksi di Bumi Serambi Mekah pasca bencana gempa dan tsunami 2004 silam,” ujar Safrizal.

Forum internasional yang mengangkat tema “Religion, Togetherness, and Humanity” ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, duta besar, konsul jenderal negara sahabat dari Maroko, Turki, Amerika Serikat, dan Singapura, serta berbagai tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Safrizal mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih dan para pembicara.

“Kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian di forum ini merupakan wujud solidaritas global dan komitmen untuk terus membangun dialog antaragama, memperkuat kebersamaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Semoga Bapak Ibu merasa betah dan nyaman selama berada di Aceh,” katanya.

Safrizal mengingatkan bahwa dua dekade telah berlalu sejak tragedi tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang merenggut lebih dari 230 ribu jiwa, menghancurkan infrastruktur, serta mengubah kehidupan masyarakat secara drastis.

“Bencana tersebut bukan hanya meninggalkan duka yang mendalam, tetapi juga mengajarkan kita banyak hal tentang kemanusiaan, solidaritas, dan kebersamaan,” ujar lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu.

Menurut Safrizal, bantuan yang datang dari berbagai penjuru dunia tanpa memandang agama, ras, dan suku bangsa menunjukkan nilai kemanusiaan yang melampaui batas-batas perbedaan. Sejumlah organisasi internasional seperti Catholic Relief Service (CRS), The Salvation Army, Islamic Relief, Budha Tzu Chi, Turkish Red Crescent, dan GIZ Jerman turut ambil bagian dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.

“Bantuan lintas agama dan organisasi ini mengajarkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan adalah perekat yang mampu menyatukan keberagaman,” tegasnya.

Forum ini diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat dialog antaragama, kebersamaan, dan komitmen global dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Editor: Akil