Beranda blog Halaman 754

Pj Gubernur Bahas Upaya Majukan Aceh dengan Tokoh Internasional dan Nasional

0
Pj Gubernur Bahas Upaya Majukan Aceh dengan Tokoh Internasional dan Nasional. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, memimpin pertemuan penting dengan sejumlah tokoh internasional dan nasional dalam Aceh Internasional Forum yang berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (23/12/2024). Forum ini membahas langkah-langkah strategis untuk memajukan pembangunan Aceh pasca 20 tahun bencana Tsunami.

Beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Duta Besar Maroko, Ouadia Benabdellah, Konselor Kedutaan Besar Turki, Resat Ugur Karacan, Konsul Jenderal Amerika Serikat, Bernard Uadan, Peneliti Universitas Sultan Idris Malaysia, Prof. Ramlee Mustapha, Mantan Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan, Mantan Plt Gubernur Aceh, Azwar Abubakar, Staf Ahli Menlu RI, Muhsin Syihab, serta Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, dan Rektor Universitas Teuku Umar, Ishak Hasan.

Para tokoh itu berbagi ide dan gagasan terkait pembangunan Bumi Serambi Mekkah. Mereka juga menawarkan kerja sama dan program beasiswa pendidikan untuk anak-anak muda Aceh.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Safrizal mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Aceh bangkit pasca bencana Tsunami. Ia mengapresiasi dukungan internasional yang datang selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Tema peringatan tsunami tahun ini adalah ‘Aceh thanks to the world’, dan ke depan kita akan menggagas tema ‘Aceh give to the world’ sebagai bentuk terima kasih dengan berbagi pengalaman bangkit dari bencana besar,” ujar Safrizal.

Safrizal menegaskan bahwa semua saran dan masukan dari forum tersebut akan dikonsolidasikan untuk merancang masa depan Aceh yang lebih baik, serta berharap dukungan dari berbagai negara untuk terus mendukung pembangunan Aceh.

Sementara itu, Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, optimis Aceh akan terus maju. Dalam kesempatan itu, ia membahas beberapa proyek besar yang akan segera dibangun di Aceh, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Geothermal Seulawah, dan Blok Migas Andaman.

“Proyek besar seperti PLTA Peusangan sudah sukses dibangun di Aceh, dan beberapa proyek besar lainnya akan segera menyusul,” kata Dahlan.

Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan sumber daya manusia Aceh untuk menghadapi industri geothermal dan migas yang akan beroperasi di daerah tersebut.

Dahlan juga berharap Pemerintah Aceh dapat mendorong agar proyek Geothermal Seulawah dan Blok Migas Andaman segera selesai dibangun dan berproduksi. Ia menegaskan, untuk memastikan keberhasilan, Pemerintah Aceh harus mempersiapkan anak-anak muda untuk magang di industri tersebut.

Editor: Akil

Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Aceh Bisa Mencapai Empat Meter

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – BMKG Malikussaleh, Lhokseumawe, merilis peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Aceh. Gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian antara 2 hingga 4 meter di kawasan perairan Sabang, wilayah barat selatan Aceh, serta Samudera Hindia dalam beberapa hari mendatang.

Khahendra Muiz, forecaster BMKG, mengingatkan nelayan untuk selalu membawa peralatan keselamatan seperti pelampung dan tidak memaksakan diri jika kondisi laut tidak aman.

“Nelayan harus waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Jika kondisi gelombang mulai membahayakan, sebaiknya segera kembali ke darat,” ungkap Khahendra dalam keterangan pers, Rabu (25/12/2024).

Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya di perairan utara Kota Sabang, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Singkil, diimbau untuk memperhatikan gelombang yang bisa mencapai 4 meter. Sementara di Selat Malaka yang meliputi Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kota Langsa, gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 0,25 meter dengan cuaca cenderung hujan ringan dan angin kecepatan 2 hingga 15 knot dari arah Timur Laut.

Editor: Akil

KMP Aceh Hebat 1 Terjebak Cuaca Buruk, Tiba Selamat di Simeulue Setelah Keterlambatan Seharian

0
KMP Aceh Hebat 1. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Sinabang – KMP Aceh Hebat 1, yang berlayar dari Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, menuju Simeulue pada Selasa (24/12/2024), terjebak cuaca buruk saat dalam perjalanan. Kapal yang biasanya tiba di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang sekitar pukul 08.00 WIB, atau paling lambat pukul 09.00 WIB, kali ini terlambat hingga siang hari.

Petugas ASDP Simeulue, Andi, mengonfirmasi keterlambatan ini dan menjelaskan bahwa gelombang tinggi yang dihadapi kapal menyebabkan penundaan.

“Iya, ada satu truk terguling. Posisi kapal KMP Aceh Hebat 1 saat ini sudah dekat Simeulue,” ujar Andi.

KMP Aceh Hebat 1 akhirnya tiba di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang sekitar pukul 14.15 WIB, setelah berhasil menavigasi cuaca buruk dengan selamat. Kapal yang mengangkut sekitar 300 penumpang tersebut melewati gelombang tinggi yang menyebabkan satu unit truk terguling di atas kapal.

“Alhamdulillah, tidak ada korban. Hanya ada satu truk yang terguling saat menghadapi cuaca buruk,” tambah Andi.

Setibanya di pelabuhan, para penumpang disambut oleh Pj Bupati Simeulue, Pj Sekda, dan beberapa pejabat lainnya. Keberhasilan kapal tiba dengan selamat meski menghadapi cuaca ekstrem memberikan rasa lega bagi semua pihak yang terlibat.

Editor: Akil

Wacana Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD: Benarkah Demi Efisiensi Anggaran?

0
Ilustrasi Kepala Daerah. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Jakarta – Wacana mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu perdebatan publik. Hal ini bermula dari pidato Prabowo beberapa waktu lalu yang mengemukakan gagasan tersebut dengan tujuan untuk menekan biaya pelaksanaan Pilkada yang dianggap sangat besar. Namun, apakah alasan ini cukup kuat untuk menggeser peran masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka?

Nicholas Siagian, Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, mengingatkan agar wacana tersebut tidak sekadar menjadi jalan pintas untuk penghematan anggaran tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap demokrasi.

“Perlu dipertimbangkan secara matang, jangan sampai posisi kepala daerah hanya dijadikan sekadar ‘boneka’ oleh DPRD, demi menggarap potensi proyek dan anggaran daerah untuk menguntungkan segelintir orang,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Nukilan.id pada Rabu (25/12/2024)

Nicholas mengakui bahwa biaya penyelenggaraan Pilkada tidaklah kecil. Data dari Kementerian Keuangan mencatat bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 37,43 triliun untuk Pilkada 2024. Angka tersebut belum termasuk anggaran untuk Pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, hingga DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak semestinya menjadi alasan utama untuk menghilangkan partisipasi masyarakat dalam proses Pilkada. Sebagai negara demokrasi, tingginya biaya penyelenggaraan adalah risiko yang harus dihadapi.

“Jika penghematan menjadi tujuan utama, seharusnya langkah-langkah lain seperti perampingan kabinet, efisiensi anggaran kementerian/lembaga, dan pengurangan perjalanan dinas yang diprioritaskan,” jelas Nicholas.

Nicholas juga menyoroti ironi di tengah wacana efisiensi anggaran. Beberapa kementerian justru mengajukan tambahan anggaran yang sangat besar. Ia mencatat, misalnya, Kementerian Hukum dan HAM mengusulkan kenaikan anggaran dari Rp 64 miliar menjadi Rp 20 triliun. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajukan tambahan sebesar Rp 60,6 triliun.

“Belum lagi, salah satu kementerian koordinator mengusulkan anggaran untuk pembangunan gedung baru dan pengadaan mobil dinas. Di sisi lain, proyek pembangunan gedung-gedung kementerian di Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menyedot anggaran yang besar,” tambahnya.

Nicholas menekankan bahwa wacana mengganti Pilkada langsung dengan Pilkada melalui DPRD tidak boleh hanya didasarkan pada alasan efisiensi anggaran. Jika kebijakan ini diambil, partisipasi masyarakat dalam demokrasi akan tergerus.

“Demokrasi bukan sekadar soal penghematan. Demokrasi adalah melibatkan masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka. Jika efisiensi benar-benar menjadi tujuan, sebaiknya dimulai dari sektor-sektor lain yang tidak langsung berdampak pada hak rakyat,” tegasnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Umat Kristiani di Aceh Beribadah Nyaman Saat Misa Malam Natal

0
Umat Kristiani di Aceh Beribadah Nyaman Saat Misa Malam Natal. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Umat Kristiani di Banda Aceh melaksanakan Misa Malam Natal pada Selasa (24/12/2024) dengan khidmat dan nyaman, meski provinsi ini menerapkan syariat Islam. Kehadiran pengamanan dari aparat gabungan TNI-Polri turut memastikan suasana ibadah berjalan aman dan tertib.

Sebanyak 400 jemaat hadir di Gereja Katolik Hati Kudus, yang terletak di samping pintu masuk Kodam Iskandar Muda. Jemaat berasal dari Banda Aceh maupun daerah lain. Suasana ibadah berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA bersama Forkopimda turut memantau pelaksanaan malam Natal di sejumlah gereja di Banda Aceh. Kehadiran rombongan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang merayakan Natal.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang melaksanakan ibadah dapat menjalankan ibadahnya dengan leluasa, aman, dan tertib. Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada saudara-saudara yang merayakan Natal,” ujar Safrizal kepada wartawan.

Safrizal menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga harmonisasi kehidupan beragama. Meskipun Aceh menjalankan syariat Islam, toleransi antarumat beragama tetap dijaga dengan baik.

“Kita menghormati pemeluk agama lain, demikian pula sebaliknya. Harmoni ini harus terus dijaga agar semua berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Pelaksanaan ibadah malam Natal di Aceh tahun ini menunjukkan kuatnya semangat toleransi yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat di provinsi paling barat Indonesia ini.

Editor: Akil

CSO Afghanistan Pelajari Penerapan Syariat Islam di Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA saat menerima silaturahmi masyarakat Afganistan dan Southeast asia women peace mediators (SEAWPM) di Meuligoe Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh. (Foto: HUMAS Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organization/CSO) dari Afghanistan bersama Southeast Asia Women Peace Mediators (SEAWPM) menemui Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, untuk mempelajari penerapan syariat Islam di Aceh. Pertemuan ini berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (24/12/2024).

“Kami berharap pengalaman Aceh dapat menjadi inspirasi bagi Afghanistan untuk menerapkan sistem syariat Islam yang sesuai dengan nilai-nilai lokal,” ujar Safrizal.

Dalam pertemuan tersebut, Safrizal menjelaskan bahwa Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki kewenangan khusus untuk menerapkan syariat Islam secara formal. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), hasil kesepakatan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia pada 2005.

Penerapan syariat Islam di Aceh mencakup berbagai aspek, mulai dari hukum pidana, perbankan syariah, hingga pendidikan berbasis agama. Salah satu lembaga penting yang mendukung pelaksanaan ini adalah Wilayatul Hisbah (polisi syariat) yang bertugas mengawasi penerapan syariat di masyarakat.

Safrizal juga menyampaikan komitmen masyarakat Aceh untuk berbagi pengalaman dengan Afghanistan.

“Kami turut mendoakan agar Afghanistan dapat mencapai stabilitas dan keharmonisan melalui pendekatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Bashir Sulimankhel, Secretariat Coordinator-VAP The Liaison Office-Voice of The Afghan People yang memimpin rombongan delegasi Afghanistan, mengungkapkan kekagumannya terhadap penerapan syariat Islam di Aceh.

“Kami melihat Aceh sebagai contoh sukses penerapan hukum Islam yang selaras dengan pembangunan masyarakat. Ini menjadi inspirasi bagi kami di Afghanistan,” kata Bashir.

Diketahui, kunjungan delegasi Afghanistan ke Aceh bukan yang pertama kali dilakukan. Pada 2017, perwakilan Afghanistan juga datang ke Aceh untuk mempelajari pengalaman penyelesaian konflik melalui perjanjian damai Helsinki.

Safrizal menegaskan, keberhasilan Aceh menerapkan syariat Islam tak lepas dari semangat masyarakat untuk menjaga nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan modern.

“Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar,” tutupnya.

Editor: Akil

Polda Aceh Pastikan Natal dan Tahun Baru Berlangsung Aman

0
Polda Aceh Pastikan Natal dan Tahun Baru Berlangsung Aman. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 akan berlangsung aman. Melalui Operasi Lilin Seulawah 2024, Polda Aceh mengerahkan berbagai upaya preventif dan preemtif untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Kasatgasopsda Lilin Seulawah 2024, Kombes M Iqbal Alqudusy, menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah pengamanan yang menyeluruh.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Berbagai upaya preventif dan preemtif telah disiapkan, termasuk kegiatan sterilisasi di tempat-tempat ibadah,” ujar Iqbal di Banda Aceh, Selasa (24/12/2024).

Salah satu langkah sterilisasi telah dilakukan di Gereja Katolik Hati Kudus, Kota Banda Aceh, oleh Subsatgas Jibom Satgas Ops Lilin Seulawah 2024. Langkah ini, menurut Iqbal, bertujuan memastikan tidak ada potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya ibadah Natal.

“Sterilisasi merupakan langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang akan merayakan Natal. Selain itu, kami juga meningkatkan patroli di tempat-tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan terminal,” jelasnya.

Iqbal berharap upaya pengamanan ini dapat membuat masyarakat menjalani perayaan Natal dan Tahun Baru dengan penuh suka cita dan tanpa rasa khawatir.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman dan aman,” tutupnya.

Editor: Akil

Prabowo Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD, Nicholas: Ada Risiko DPRD Merasa Superior

0
Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta — Wacana yang dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perayaan HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul, Bogor, Kamis (12/12/2024) lalu, kembali menghangatkan diskusi publik tentang mekanisme pemilihan kepala daerah. Dalam pidatonya, Prabowo mengusulkan agar kepala daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota, dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ketimbang melalui pemilihan langsung oleh rakyat.

Menurut Prabowo, sistem tersebut dapat menghemat anggaran negara yang selama ini terpakai besar untuk penyelenggaraan pilkada.

“Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” ujarnya.

Namun, usulan ini menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat dan para pakar. Sebagian mendukung dengan alasan efisiensi anggaran, sementara lainnya khawatir bahwa hal ini hanya akan memindahkan praktik politik uang dari rakyat ke elite partai.

Melihat hal ini, Nukilan.id menguhubungi Nicholas Siagian, Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia untuk melihat hal ini lebih dalam. Nicholas menggarisbawahi bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat diartikan sebagai bagian dari prinsip demokrasi.

“Pasal 18 ayat (3) UUD 1945 menyebutkan kepala daerah dipilih secara demokratis, tetapi frasa ‘secara demokratis’ ini tidak didefinisikan secara tegas, sehingga memungkinkan adanya beragam interpretasi,” jelasnya kepada Nukilan.id pada Rabu (25/12/2024).

Menurut Nicholas, baik pemilihan langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD sama-sama mekanisme demokratis, namun memiliki tingkat legitimasi berbeda.

“Pemilihan langsung memberikan partisipasi aktif masyarakat dalam demokrasi. Sementara itu, jika dipilih oleh DPRD, partisipasi tersebut terasa berkurang, meskipun DPRD sendiri dipilih oleh rakyat,” tambahnya.

Nicholas juga mengingatkan potensi ketidakseimbangan kekuasaan jika kepala daerah dipilih oleh DPRD. Ia mengutip pandangan Dr. Mohammad Novrizal, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, ia menyebut bahwa DPRD adalah bagian dari pemerintahan daerah dan kedudukannya sejajar dengan kepala daerah.

“Jika DPRD diberi wewenang memilih kepala daerah, ada risiko DPRD merasa superior. Ini bisa memicu penyalahgunaan kekuasaan atau politik balas budi oleh kepala daerah,” kata Nicholas.

Menurutnya, ketidakseimbangan ini berpotensi mengaburkan kelembagaan pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu, Nicholas mencatat bahwa dengan sistem saat ini saja, keterlibatan anggota DPRD dalam korupsi sudah tinggi. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa penyelenggara pemerintahan daerah, termasuk anggota DPRD, masih menjadi pelaku tindak pidana korupsi terbanyak hingga 2024.

“Kasus korupsi DPRD melibatkan berbagai skema, mulai dari korupsi ketok palu RAPBD, korupsi dana hibah, hingga pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem pilkada oleh DPRD, potensi ini bisa semakin besar,” ujar Nicholas. (xrq)

Reporter: Akil Rahmatillah

Diskusi Online Tolak PPN 12% Partai Buruh Diserang Akun Diduga Buzzer

0
Tangkapan Layar Live Youtube Channel Pijar Partai Buruh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Diskusi bertema “Buruh Paham Pajak: PPN 12% dan Pajak Bagi Kelas Pekerja” yang digelar melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 23 Desember 2024, pukul 19.30 WIB, diganggu oleh serangan siber. Acara yang diinisiasi Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa ini menghadirkan narasumber dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), komunitas Bareng Warga, dan Partai Buruh.

Serangan tersebut terjadi pada pukul 20.13 WIB, tepat di menit ke-31 diskusi. Seorang akun tidak dikenal tiba-tiba memasuki ruang Zoom, membuat kegaduhan, dan memutar video tidak senonoh melalui webcam-nya. Operator segera bertindak dengan mengeluarkan akun tersebut, namun identitas pelaku hingga kini belum diketahui.

“Kami sangat menyesalkan serangan digital ini. Kami menduga hal ini terkait topik yang tengah dibahas, yakni kebijakan pemerintah tentang kenaikan PPN 12% yang meresahkan masyarakat,” ujar Zidan Faizi, panitia acara Imajinesia#5.

Dalam diskusi tersebut, peneliti CELIOS Fiorentina Refani memaparkan bahwa kenaikan PPN menjadi 12% berpotensi menurunkan konsumsi rumah tangga, melemahkan perekonomian nasional, dan memperburuk kondisi ketenagakerjaan.

Berdasarkan kajian CELIOS bertajuk “PPN 12%: Pukulan Telak Bagi Dompet Gen Z dan Masyarakat Menengah Ke Bawah”, dampak kenaikan pajak ini dapat menggerus pendapatan buruh hingga Rp23,40 triliun dan berpotensi memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 550 ribu pekerja.

“Kenaikan PPN ini akan meningkatkan pengangguran, menyempitkan lapangan kerja formal, serta mendorong banyak orang masuk ke sektor informal seperti ojek daring, yang menambah kerentanan kelas pekerja,” jelas Fiorentina.

Risyad Azhari, inisiator komunitas Bareng Warga, mengungkapkan bahwa kelas pekerja sudah banyak menanggung beban pajak, namun alokasinya sering kali tidak jelas.

“Kita sudah dipungut pajak dari gaji bulanan, PPH, hingga BPJS, tetapi uang itu justru digunakan untuk membayar buzzer yang menyebarkan misinformasi dan memoderasi diskusi kritis,” kata Risyad.

Menanggapi serangan siber, Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh, Kahar S. Cahyono, mengecam aksi tersebut.

“Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap hak berpendapat warga dan perjuangan kelas pekerja di Indonesia,” tegasnya.

Kahar juga menyerukan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan PPN 12% agar tidak membebani hajat hidup rakyat kecil.

Editor: Akil

TNI AD Gelar Latihan Perang dengan Senjata Berat di Aceh Utara

0
TNI AD Gelar Latihan Perang dengan Senjata Berat di Aceh Utara, (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Batalyon Arhanud 5/Cigra Satria Buana Yudha (CSBY) menggelar latihan perang dengan menembakkan senjata berat pemusnah pesawat di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/12/2024). Latihan ini menjadi ajang puncak bagi para prajurit Arhanud untuk mengasah kemampuan tempur dan menembak menggunakan alutsista pertahanan udara TNI Angkatan Darat.

Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, yang hadir langsung di lokasi latihan, mengungkapkan kebanggaannya atas kemampuan prajurit Yon Arhanud 5/CSBY.

“Latihan ini menunjukkan bahwa prajurit Arhanud betul-betul terlatih dan profesional. Semua sasaran berhasil ditembak dengan tepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pangdam bersama rombongan, termasuk Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, juga mencoba langsung senjata berat yang digunakan dalam latihan.

“Saya sudah mencoba menembak tadi, dan ini membuktikan bahwa prajurit Arhanud mampu menguasai alat bidik dengan presisi. Ini adalah salah satu kekuatan pertahanan udara kita,” tambah Pangdam.

Latihan tersebut menggunakan tiga pucuk meriam kaliber 57mm/AA Gun dengan jarak tembak efektif hingga 6 kilometer. Komandan Batalyon Arhanud 5/CSBY, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit dalam menghadapi ancaman udara.

“Latihan ini juga mengadaptasi perubahan doktrin serta menerapkan prinsip zero accident,” jelasnya.

Selain latihan militer, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar lokasi latihan.

“Ini sebagai bentuk kepedulian TNI kepada warga dan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat,” kata Pangdam.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat militer dan sipil, termasuk Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, Danbrigif 25/Siwah Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, serta Dandim 0103/Aut Letkol Kav Makhyar.

Latihan tempur ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan prajurit TNI dalam menguasai alutsista canggih, tetapi juga menunjukkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara yang berasal dari pajak masyarakat.

“Apa yang kami tunjukkan ini adalah bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat Indonesia,” pungkas Pangdam.

Editor: Akil