Beranda blog Halaman 751

Implementasi Permendikbudristek No 44 Tahun 2024 Ditunda, Ini Alasan Mendiktisaintek

0

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantro Brodjonegoro menyatakan implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 44 Tahun 2024 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen ditunda. Keputusan ini disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Mendiktisaintek No 14 Tahun 2024 tertanggal 17 Desember 2024.

Dalam surat tersebut, Satryo meminta perguruan tinggi menunda penerapan peraturan internal terkait profesi, karier, dan penghasilan dosen hingga proses evaluasi dan reviu oleh Kemdiktisaintek selesai.

“Penetapan dan penyesuaian peraturan internal mengenai profesi, karier, dan penghasilan dosen di perguruan tinggi saudara dilaksanakan setelah reviu dan evaluasi oleh Kemdiktisaintek selesai,” tulis Satryo.

Permendikbudristek No 44 Tahun 2024, yang diteken oleh Menteri Nadiem Makarim pada 10 September 2024 dan diundangkan pada 18 September 2024, mengatur sejumlah hal penting, seperti:

1. Status Dosen: Dosen dibagi menjadi dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap harus memenuhi beban kerja minimal 12 SKS dan memiliki jabatan akademik.

2. Gaji dan Tunjangan: Gaji dosen tetap mengacu pada peraturan gaji ASN, sedangkan dosen tidak tetap mengacu pada aturan ketenagakerjaan. Ada empat jenis tunjangan yang diatur, yakni tunjangan profesi, fungsional, khusus, dan kehormatan.

3. Promosi dan Sertifikasi: Perguruan tinggi bisa mempromosikan dosen menjadi profesor jika memenuhi persyaratan tertentu, termasuk ketersediaan profesor di rumpun ilmu yang relevan. Sementara itu, dosen yang sudah berpengalaman minimal dua tahun dapat mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat pendidik.

4. Jabatan Fungsional: Kenaikan jabatan fungsional didasarkan pada uji kompetensi, bukan penilaian angka kredit.

Satryo menyebutkan bahwa penundaan ini dilakukan karena banyaknya masukan dari berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi.

“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendapatkan banyak saran dan masukan dari para pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi,” jelasnya.

Sambil menunggu hasil evaluasi, pengembangan karier dan profesi dosen sementara ini akan mengacu pada Keputusan Mendikbudristek Nomor 384/P/2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.

Permendikbudristek No 44 Tahun 2024 semula dijadwalkan berlaku mulai 18 September 2024, namun kini statusnya bergantung pada hasil evaluasi Kemdiktisaintek.

Editor: Akil

Nikmati Sensasi Rujak Blang Bintang, Kuliner Khas di Dekat Bandara SIM

0
Rujak cutbit. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bagi pencinta kuliner, rujak khas Blang Bintang menjadi salah satu sajian yang wajib dicoba. Terletak di depan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Kabupaten Aceh Besar, rujak ini tidak hanya menawarkan rasa unik, tetapi juga pengalaman menikmati hidangan dengan panorama alam yang memukau.

Rujak khas Blang Bintang memiliki cita rasa asam manis yang berpadu dengan gurihnya kacang dan potongan buah-buahan segar seperti mangga, pepaya, jambu, timun, dan bengkoang. Yang membuatnya istimewa adalah campuran buah rumbia dan batok kelapa dalam bumbunya, menciptakan aroma khas yang sulit dilupakan.

Pada Jumat (27/12/2024) Nukilan.id berkesempatan mengunjungi salah satu tempat rujak yang terkenal di kawasan ini adalah “Cut Bit.” Dengan lokasinya yang strategis, Cut Bit menjadi destinasi favorit para wisatawan maupun warga lokal.

“Selain menikmati rujak, kita juga bisa melihat pesawat yang sedang landing atau take off. Anak-anak sangat suka,” ujar Sumardi seorang pengunjung dari Aceh Selatan yang datang bersama keluarganya.

Menurut Sumardi, rujak ini menjadi alasan istimewa bagi keluarganya untuk berkumpul.

“Anak-anak senang melihat pesawat dari dekat, sementara kami menikmati rujak dengan pemandangan sawah yang menenangkan,” katanya.

Suasana di sekitar warung rujak memang menambah daya tarik tersendiri. Dikelilingi hamparan sawah hijau, tempat ini menjadi lokasi yang cocok untuk melepas penat. Tak heran, banyak pengunjung yang rela menghabiskan waktu berlama-lama di sini.

Bagi Anda yang berkunjung ke Aceh Besar, mencicipi rujak Blang Bintang bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Sensasi rasa, suasana, dan pemandangan yang ditawarkan akan membuat siapa pun ingin kembali lagi.

Editor: Akil

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Perlindungan Kesehatan Perangkat Gampong melalui JKN

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, MPd, mendorong agar perangkat gampong di Kota Banda Aceh mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dinilai sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi perangkat gampong.

Menurut Musriadi, langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 Tahun 2019, yang mewajibkan keuchik dan perangkat gampong menjadi peserta JKN.

“Karena itu, kami meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar dapat memfasilitasi gampong dengan langkah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melakukan sosialisasi JKN kepada pemerintah gampong,” ujar Musriadi di Banda Aceh, Kamis (26/12/2024).

Politisi Partai Amanat Nasional ini menegaskan bahwa perangkat gampong memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa. Oleh sebab itu, menurutnya, mereka berhak mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai melalui program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebelumnya perangkat gampong telah terdaftar dalam JKN melalui bantuan pemerintah pada program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Namun, untuk memberikan kepastian perlindungan kesehatan yang lebih baik sesuai regulasi, ia menyarankan agar keuchik dan perangkat gampong didaftarkan sebagai peserta JKN pada BPJS Kesehatan dengan hak pelayanan kesehatan kelas II.

Musriadi juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Banda Aceh, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), serta BPJS Kesehatan dalam mewujudkan perlindungan kesehatan bagi perangkat gampong. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk program ini perlu dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) mendatang agar dapat terlaksana pada tahun 2025.

Editor: Akil

Museum Tsunami Aceh Perpanjang Jam Operasional Selama Liburan Akhir Tahun

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menyambut liburan akhir tahun, Museum Tsunami Aceh memperpanjang jam operasionalnya hingga 2 Januari 2025. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan menikmati kunjungan ke museum yang menjadi simbol edukasi dan refleksi atas peristiwa tsunami Aceh 2004.

Selama periode liburan, museum akan buka setiap hari dalam dua sesi, yakni pukul 09.00-12.30 WIB dan 13.30-17.00 WIB. Khusus pada Jumat (27/12), operasional museum dimulai pukul 14.00-17.00 WIB.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, mengatakan perpanjangan jam operasional ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme pengunjung.

“Kami melihat liburan akhir tahun sebagai momen penting untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat yang ingin mengenang sejarah sekaligus mengambil pembelajaran dari museum ini,” ujarnya, Kamis (26/12/2024).

Museum Tsunami Aceh dikenal sebagai salah satu destinasi utama di Banda Aceh, baik karena desain arsitekturnya karya Ridwan Kamil yang ikonik maupun cerita sejarah yang disajikannya. Museum ini menyimpan berbagai fakta emosional yang menggugah kesadaran tentang pentingnya mitigasi bencana.

Peningkatan jumlah pengunjung sering terjadi saat musim liburan. Oleh karena itu, kebijakan perpanjangan jam operasional diharapkan dapat mencegah penumpukan di dalam museum.

Selain menjadi tempat wisata, museum ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pengingat global tentang dahsyatnya tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Di dalam museum, pengunjung dapat menyaksikan pameran audio-visual, melihat nama-nama korban yang diabadikan, hingga merasakan pengalaman mendalam di ruang kontemplasi.

Pengunjung diimbau untuk memanfaatkan jadwal operasional dengan baik dan tetap mematuhi tata tertib di area museum. Tiket masuk dapat dibeli langsung di lokasi, dan informasi lebih lanjut tersedia di akun media sosial museum.

“Semoga dengan perpanjangan jam operasional ini, semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal sejarah lebih dalam dan mengambil inspirasi dari semangat bangkitnya masyarakat Aceh pasca-tsunami. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata Aceh secara keseluruhan,” tutup Syahputra.

Editor: Akil

Pemko Banda Aceh Larang Perayaan Malam Tahun Baru

0
Ilustrasi kembang api tahun baru. (Foto: AP Photo/Sakchai Lalit).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melarang warga merayakan malam pergantian tahun baru dalam bentuk apa pun. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Larangan tersebut tertuang dalam seruan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banda Aceh. Seruan tersebut berisi tujuh poin yang mencakup larangan dan anjuran pada malam pergantian tahun baru.

“Kepada warga Kota Banda Aceh agar pada malam pergantian tahun baru Masehi 1 Januari 2025, tidak melakukan perayaan apa pun baik di tempat terbuka maupun tempat tertutup seperti pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan dan permainan kegiatan hura-hura lainnya yang tidak bermanfaat serta bertentangan dengan Syariat Islam dan adat istiadat Aceh,” demikian bunyi poin pertama dalam seruan itu, Jumat (27/12/2024).

Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, menegaskan warga juga dilarang memperjualbelikan, membakar petasan atau mercon, kembang api, terompet, maupun sejenisnya. Selain itu, pemerintah melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa untuk menjaga ketenangan dan ketertiban.

“Mari kita bersama memperkokoh persatuan dan kesatuan serta kerukunan umat beragama guna memelihara perdamaian, keamanan, dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat,” ujar Almuniza.

Almuniza juga mengajak semua pihak meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan kegiatan yang melanggar peraturan perundang-undangan maupun qanun syariat Islam. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga jati diri Kota Banda Aceh sebagai daerah bersyariat serta menghormati adat istiadat yang berlaku.

“Agar seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian, saling menghormati, dan membantu demi tercapainya ketertiban serta keamanan di masyarakat,” katanya.

Diketahui, Pemerintah Kota Banda Aceh secara rutin melarang perayaan malam pergantian tahun. Tim gabungan biasanya dikerahkan untuk berpatroli di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian maupun perayaan.

Editor: Akil

Pesawat Azerbaijan Jatuh di Kazakhstan, Diduga Ditembak Sistem Pertahanan Udara Rusia

0
Petugas bekerja di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan Airlines di Aktau, Kazahstan, pada 25 Desember 2024. (Foto: EPA via BBC INDONESIA)

NUKILAN.id | Astana – Sebuah pesawat milik Azerbaijan Airlines dengan nomor penerbangan J2-8243 jatuh di dekat Kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12/2024). Tragedi ini menewaskan 38 dari 67 penumpang yang berada di dalamnya, sementara 29 lainnya berhasil selamat. Dugaan kuat menyebut insiden ini terkait dengan sistem pertahanan udara Rusia, Pantsir-S.

Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Baku menuju Grozny, Rusia. Namun, rute penerbangan dialihkan ke Kazakhstan setelah memasuki wilayah udara Rusia yang dipenuhi aktivitas militer intensif. Empat sumber yang dekat dengan investigasi awal di Azerbaijan mengungkapkan bahwa pesawat tersebut terkena tembakan sistem anti-pesawat Rusia setelah mengalami gangguan komunikasi akibat sistem peperangan elektronik.

“Pesawat mengalami gangguan navigasi yang diduga disebabkan oleh pengacauan elektronik, sebelum akhirnya terkena tembakan yang fatal,” ujar salah satu sumber.

Reruntuhan pesawat yang ditemukan menunjukkan kerusakan signifikan, terutama di bagian ekor, yang diduga akibat pecahan peluru. Data pelacakan penerbangan mengungkapkan adanya gangguan GPS sepanjang perjalanan, memperkuat dugaan bahwa insiden ini melibatkan pengacauan elektronik Rusia.

Rekaman dari dalam pesawat sesaat sebelum jatuh menunjukkan masker oksigen yang sudah diturunkan dan beberapa penumpang mengenakan rompi pelampung. Salah satu saksi selamat menggambarkan situasi yang mencekam.

“Saya melihat penumpang berdarah dan memar memanjat keluar dari reruntuhan,” ujar saksi tersebut, yang kini dirawat di rumah sakit setempat.

Hingga kini, Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Kremlin meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan.

Wakil Perdana Menteri Kazakhstan, Qanat Bozymbaev, juga menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

“Belum ada kesimpulan pasti apakah sistem pertahanan udara Rusia terlibat dalam insiden ini,” katanya.

Namun, Osprey Flight Solutions, perusahaan keamanan penerbangan, menyoroti kemungkinan kuat bahwa pesawat Azerbaijan terkena tembakan anti-pesawat. Konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung disebut menjadi latar belakang tegangnya wilayah udara Rusia bagian selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah ini kerap menjadi target serangan drone Ukraina, yang memicu respons pertahanan udara Rusia.

Tragedi ini menarik perhatian internasional. Pemerintah Kanada menyerukan investigasi transparan dan meminta Rusia menerima hasil penyelidikan secara terbuka.

“Kami meminta Rusia menghormati temuan investigasi dan menjunjung tinggi transparansi dalam kasus ini,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kanada.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden paling serius yang melibatkan pesawat sipil di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks. Kini, dunia menanti jawaban dari penyelidikan resmi atas misteri yang menyelimuti jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines tersebut.

Editor: Akil

Kisah Napoleon Aceh dan Jebakan Maut di Krueng Sampoiniet

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam sejarah perlawanan rakyat Aceh melawan kolonial Belanda, strategi Pang Nanggroe, yang dikenal sebagai “Napoleon Aceh,” menjadi salah satu kisah heroik. Pang Nanggroe, suami ketiga pahlawan nasional Cut Meutia, berhasil menenggelamkan puluhan pasukan marsose Belanda yang dipimpin Letnan PRD de Kok di Krueng Sampoiniet, Aceh Utara.

Dilansir Nukilan.id daricberbagai sumber, peristiwa ini bermula pada 20 November 1902, ketika Letnan de Kok bersama pasukannya singgah di pasar Sampoiniet. Mereka sedang merencanakan patroli dan jalur penyergapan terhadap pasukan Pang Nanggroe. Namun, tanpa mereka sadari, seorang mata-mata Pang Nanggroe menyelinap dan mendengarkan semua rencana tersebut. Informasi itu segera dilaporkan kepada Pang Nanggroe pada malam yang sama.

Pagi harinya, tersiar kabar bahwa pasukan Pang Nanggroe terlihat di seberang sungai Sampoiniet. Setelah memastikan kebenaran informasi itu melalui mata-matanya, Letnan de Kok memimpin 45 marsose untuk melakukan pengejaran. Mereka tiba di tepi sungai pada malam hari dan menemukan kelompok pejuang Aceh telah bergerak menjauh, sebagaimana informasi yang mereka terima dari penduduk setempat.

Tidak ingin kehilangan jejak “ikan besar,” Letnan de Kok memaksa empat penduduk mendayung dua perahu untuk menyeberangi sungai. Di tengah perjalanan, sebuah tembakan terdengar dari arah seberang. Sesuai isyarat itu, para pendayung, yang ternyata anggota pasukan Pang Nanggroe, menendang lantai perahu hingga bocor dan segera terjun ke sungai.

Ketika kedua perahu terbalik, pasukan Belanda panik. Dalam keadaan kacau, mereka ditembaki dari seberang sungai oleh pasukan Pang Nanggroe yang ternyata tidak pernah meninggalkan area tersebut. Akibatnya, 28 dari 45 marsose tewas tenggelam, sementara sisanya berhasil selamat dengan kerugian besar, termasuk hilangnya 42 senapan.

Menurut catatan HC Zentgraaff dalam bukunya Atjeh (1938), aksi ini menunjukkan kecerdikan Pang Nanggroe dalam memanfaatkan perang mata-mata dan penyebaran berita palsu sebagai strategi untuk memancing musuh masuk ke perangkap. Taktik ini menjadi salah satu bukti kekuatan perlawanan rakyat Aceh melawan kolonialisme Belanda. (xrq)

Reporter: Akil Rahmatillah

Organisasi Pers Aceh Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Korban Tsunami

0
Organisasi Pers Aceh Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis Korban Tsunami. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah organisasi pers di Aceh menggelar doa bersama untuk mengenang jurnalis yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam (26/12/2024) di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh ini dihadiri berbagai organisasi pers, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, serta relawan MER-C.

“Doa bersama ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengenang para sahabat seprofesi yang meninggal dunia akibat tsunami Aceh dulu,” kata Ketua AJI Banda Aceh, Reza Munawir.

Kegiatan bertajuk “Mengenang Sahabat” tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan ukhuwah antarjurnalis di Aceh. Dalam acara ini, santunan diberikan kepada puluhan anak yatim di sekitar kantor AJI Banda Aceh dan anak-anak jurnalis yang telah meninggal dunia.

Reza menyebutkan, bencana tsunami 20 tahun silam telah merenggut nyawa sekitar 28 jurnalis di Aceh, termasuk anggota keluarga mereka. Oleh karena itu, kegiatan doa bersama ini menjadi tradisi rutin setiap peringatan tsunami.

“Selain untuk mengenang, momen ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua agar terus berikhtiar kepada Allah SWT dan tidak melupakan sejarah kelam tersebut,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Zamakhsyari, yang turut memberikan tausiyah, mengingatkan pentingnya peran jurnalis dalam edukasi mitigasi bencana. Ia menyampaikan bahwa sebagai wilayah pesisir, Aceh rawan dilanda tsunami, sehingga masyarakat harus terus diingatkan akan potensi bencana tersebut.

“Teruslah memberikan informasi terkait mitigasi bencana dan peringatan tsunami. Jangan pernah berhenti hingga akhirnya peran ini diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Ustadz Zamakhsyari.

Doa bersama ini menjadi refleksi mendalam bagi para jurnalis di Aceh, sekaligus mengingatkan mereka akan tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan menyelamatkan jiwa.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Jaya Peringati 20 Tahun Tsunami dengan Zikir dan Doa Bersama

0
Pemkab Aceh Jaya Peringati 20 Tahun Tsunami dengan Zikir dan Doa Bersama. (Foto: Pemkab Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menggelar Zikir dan Doa Bersama di Taman Memorial Tsunami, Calang, Kamis (26/12/2024), untuk memperingati 20 tahun tragedi gempa bumi dan tsunami Aceh. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si., bersama pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati A. Murtala mengingatkan pentingnya mengenang peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga untuk membangun masyarakat yang tangguh.

“Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh adalah salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah bangsa. Kita harus terus belajar dari tragedi ini untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan bersyukur atas nikmat kehidupan,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, Asya’ri, S.E., M.Si., menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah mengenang para korban, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesiapsiagaan bencana. Ia juga menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa tersebut untuk mempererat kebersamaan dan keimanan.

Selain zikir dan doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan tausiah keagamaan serta penyerahan santunan kepada anak yatim senilai Rp1.009.800.000 melalui Baitul Mal Aceh Jaya.

“Santunan ini merupakan wujud perhatian kita terhadap anak-anak yatim yang menjadi bagian penting dari masyarakat Aceh Jaya,” ujar Asya’ri.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan panitia, sambutan Pj. Bupati, tausiah, zikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MPU Aceh Jaya. Sebagai simbol kebersamaan, acara ditutup dengan khanduri atau jamuan makan bersama.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

“Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan memohon maaf atas hal tersebut. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Asya’ri.

Acara ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Jaya sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengenang sejarah besar Aceh sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Terpilih Bentuk Tim Kerja untuk Terjemahkan Visi-Misi 2025-2030

0
Pasangan Mualem-Dek Fadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf dan Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh), mulai mempersiapkan langkah strategis untuk mewujudkan janji kampanye mereka. Salah satu langkah awal adalah membentuk tim kerja guna menerjemahkan visi-misi periode 2025-2030.

“Tim kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh akan segera dibentuk setelah penetapan resmi. Tim ini bertugas untuk mengelaborasi visi-misi agar dapat diwujudkan secara konkret dalam periode kepemimpinan 2025-2030,” ujar Juru Bicara Mualem-Dek Fadh, Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, di Banda Aceh, Selasa (10/12/2024).

Ampon Man menjelaskan, tim kerja tersebut akan melibatkan berbagai elemen, termasuk partai pengusung, relawan, akademisi, tokoh masyarakat, civil society, serta instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2025-2030 dapat terwujud secara efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin RPJM menjadi program kerja yang tidak hanya relevan tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh,” tambahnya.

Dalam masa kepemimpinannya nanti, Mualem-Dek Fadh berkomitmen untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Penyelarasan program pembangunan daerah dengan program nasional akan menjadi prioritas.

“Presiden Prabowo Subianto menginginkan hubungan Jakarta dan Aceh menjadi role model bagi daerah lain. Hal ini harus diterjemahkan dengan baik melalui regulasi yang mendukung keberlanjutan pembangunan,” kata Ampon Man.

Selain fokus pada pembangunan, Mualem-Dek Fadh menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan. Mereka juga berkomitmen untuk menggelar diskusi dan pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pihak yang selama ini berseberangan.

“Khususnya dengan para mantan kombatan GAM, kami akan merumuskan langkah-langkah penyelesaian masalah yang dihadapi saat ini dan di masa mendatang,” jelas Ampon Man.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang permasalahan di tingkat daerah, Mualem-Dek Fadh juga berencana melakukan kunjungan kerja dan tatap muka langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah.

“Langkah ini penting untuk mendengarkan langsung permasalahan yang ada dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah ini, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih berharap dapat membawa Aceh menuju kemakmuran dan keadilan yang lebih baik dalam lima tahun mendatang.

Editor: Akil