Beranda blog Halaman 733

Kejagung Periksa Mantan Anak Buah Tom Lembong dalam Kasus Impor Gula

0
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

NUKILAN.id | Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan penyelewengan izin impor gula yang melibatkan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar menyatakan bahwa penyidikan dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus pada Senin (6/1).

“Saksi yang diperiksa adalah IDS (Ida Dewi Santi), yang menjabat sebagai Sekretaris Menteri Perdagangan periode 2016,” ujar Harli dalam keterangan tertulis, Selasa (7/1).

Selain Ida Dewi Santi, Kejagung juga memeriksa NAS, yang menjabat sebagai Project Manager di PT Sucofindo pada 2016, dan SS, seorang pegawai di Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, Harli tidak mengungkapkan secara rinci materi pemeriksaan ketiga saksi tersebut.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” tambahnya.

Sebelumnya, Tom Lembong telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini bersama CS, mantan Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Tom diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan menerbitkan izin Persetujuan Impor (PI) untuk gula kristal mentah (GKM) meskipun Indonesia sedang mengalami surplus gula. Dalih yang digunakan adalah untuk pemenuhan stok gula nasional dan stabilisasi harga.

Tom Lembong juga diduga melanggar hukum dengan memberikan izin impor kepada pihak yang tidak memiliki kewenangan. Kejagung menyebut bahwa akibat penyalahgunaan wewenang tersebut, negara menderita kerugian hingga Rp400 miliar.

Kasus ini masih dalam tahap penyidikan untuk memperkuat bukti-bukti yang ada.

Editor: Akil

BGN Pastikan Foto Menu Makan Bergizi Gratis Diperbolehkan

0
Ilustrasi makan bergizi gratis. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan untuk memotret atau merekam video menu makan bergizi gratis (MBG) yang disediakan bagi anak sekolah dan ibu hamil. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menepis kabar yang menyebutkan bahwa penerima manfaat dilarang mendokumentasikan makanan yang diterima.

“Semua pihak berhak dan sebaiknya turut mengawasi. Dokumentasi berupa foto dan video yang dibagikan penerima manfaat merupakan bagian dari pengawasan bersama,” kata Dadan dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (7/1/2025).

Pernyataan tersebut membantah klaim yang sebelumnya viral di media sosial X, di mana seorang siswa penerima manfaat menyebutkan adanya larangan dari pihak sekolah untuk mengambil gambar menu makan bergizi gratis.

Dadan juga menekankan bahwa BGN tidak pernah mengeluarkan larangan terkait dokumentasi menu MBG, bahkan jurnalis dan kameramen televisi pun diizinkan meliput kegiatan tersebut.

Program makan bergizi gratis mulai digulirkan secara nasional sejak Senin (6/1). Tahap awal program ini menargetkan 3 juta penerima manfaat hingga Maret 2025, dengan harapan meningkatkan gizi anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

Editor: Akil

Perkara Jinayat di Banda Aceh Meningkat Sepanjang 2024

0
Eksekusi hukuman cambuk di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Suhendri mengungkapkan adanya peningkatan perkara jinayat di Banda Aceh selama tahun 2024. 

“Dari tahun 2023 perkara jinayat sebanyak 33 yang kita lakukan eksekusi, untuk tahun 2024 ini meningkat menjadi 45 perkara jinayat yang kita eksekusi,” kata Suhendri dalam konferensi pers capaian kinerja tahun 2024 di Kantor Kejaksaan Negeri setempat, pada Selasa (7/1/2025).

Suhendri merincikan, sebnayak 45 perkara jinayat yang dieksekusi pada tahun 2024, perkara maisir (perjudian) mendominasi dengan 28 eksekusi, diikuti oleh khamar (minuman keras) sebanyak 12 eksekusi.

Kemudian, pemerkosaan 5 eksekusi, khalwat (pelanggaran syariat terkait hubungan lawan jenis) 4 eksekusi, pelecehan seksual 2 eksekusi, serta dua perkara liwath (hubungan sesama jenis) yang masih dalam tahap penuntutan.

Suhendri menambahkan bahwa untuk kasus pemerkosaan, mayoritas korban adalah anak di bawah umur dan pelakunya berasal dari lingkungan keluarga sendiri. Kasus-kasus tersebut merupakan limpahan dari Polresta Banda Aceh.

“Terkait hukuman yang dijatuhkan, untuk kasus pemerkosaan dijatuhi pidana penjara mulai dari 155 bulan hingga 200 bulan. Sementara untuk perkara jinayat lainnya dijatuhi hukuman cambuk dengan rentang 10 hingga 45 kali cambukan,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Kemenkes Pastikan Human Metapneumovirus (HMPV) Sudah Terdeteksi di Indonesia

0
Kemenkes menyatakan Human Metapneumovirus (HMPV) sudah terdeteksi di Indonesia. Kelompok anak jadi kalangan yang banyak terpapar virus tersebut. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa virus Human Metapneumovirus (HMPV) telah terdeteksi di Indonesia. Kelompok anak-anak menjadi golongan yang paling banyak terpapar virus tersebut. Meskipun demikian, publik diimbau untuk tidak panik dan tetap waspada dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan.

“Apakah HMPV ini ada di Indonesia? HMPV ini sudah ada di Indonesia sejak lama. Kalau dicek, apakah sekarang ada? Ada. Mungkin teman-teman juga yang ada di depan saya ini kalau dicek, ada yang kena kalau batuk-batuk,” ujar Budi di Jakarta, Senin (6/1/2025).

Budi menegaskan bahwa HMPV bukanlah penyakit baru atau mematikan. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dan telah menyebar di seluruh dunia sejak saat itu tanpa menimbulkan lonjakan kasus besar. Dia juga membantah pemberitaan yang menyebutkan peningkatan kasus HMPV di China pada tahun 2024.

“Apakah HMPV naik tinggi di China tahun 2024? Tidak benar. Itu sudah dibantah oleh Pemerintah China dan WHO. Jadi, berita itu adalah hoaks,” katanya.

Menurut Budi, virus yang tengah merebak di China bukanlah HMPV, melainkan virus influenza biasa, yaitu H1N1. Di China, HMPV menempati urutan ketiga dalam prevalensi kasus selama musim dingin.

“Setiap musim dingin memang terjadi peningkatan kasus flu di negara empat musim, termasuk China,” tambah Budi.

Ia mengingatkan bahwa flu adalah penyakit yang umum, namun jika imunitas tubuh baik, virus dapat ditangani dengan baik pula. Dia menganjurkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cukup istirahat, berolahraga, dan melakukan langkah pencegahan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, serta memakai masker.

“Kalau ada tetangga yang batuk pilek, hindari kontak dekat. Terapkan tiga M: menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyebut bahwa kelompok anak-anak merupakan golongan yang paling banyak terpapar HMPV. Namun, hingga kini, belum ada data rinci terkait jumlah anak yang terinfeksi.

“Kami terus melakukan penelusuran. Virus ini bukan virus baru, dan laporan kasus sudah ada sejak lama,” kata Aji, seraya meminta publik tetap tenang.

Juru bicara Kemenkes RI, Widyawati, menambahkan bahwa laporan per Senin (6/1) menunjukkan beberapa anak telah terinfeksi HMPV. “Virus ini sudah ada sejak 2001. Yang penting adalah tetap waspada dan tidak panik,” jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah belum memberlakukan pembatasan perjalanan terkait virus HMPV. Kasus-kasus yang muncul kebanyakan menunjukkan gejala ringan seperti flu biasa, di antaranya batuk, demam, hidung tersumbat, hingga sesak napas. Pada kasus parah, HMPV dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia, terutama pada bayi, lansia, dan orang dengan gangguan imunitas.

Laporan sebelumnya dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mencatat tren peningkatan kasus HMPV di kalangan anak-anak di bawah usia 14 tahun antara 16 hingga 22 Desember 2024. Gejala HMPV yang dilaporkan mirip dengan Covid-19, mencakup batuk, demam, dan sesak napas.

Editor: Akil

Sudah Seminggu Trans Koetaradja Tak Beroperasi, Warga Harapkan Solusi Cepat

0
Trans Koetaradja di Jalan Daud Beureueh, menuju Jambo Tape. (Foto: pikiranmerdeka.co)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejak seminggu terakhir, Bus Trans Koetaradja tak lagi melintas di jalan-jalan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Dikutip dari Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengatakan bahwa penghentian sementara ini disebabkan oleh berakhirnya masa kontrak kerja layanan tersebut pada 31 Desember 2024.

Teuku Faisal menyatakan, proses pengadaan kontrak kerja baru sedang dalam tahap pengerjaan. Meski belum dapat memastikan kapan layanan ini akan kembali beroperasi, ia menegaskan bahwa Dinas Perhubungan berupaya mempercepat proses tersebut.

“Insya Allah segera setelah kontrak baru ditandatangani, layanan akan beroperasi kembali pada tahun anggaran 2025,” katanya.

Trans Koetaradja, yang mulai beroperasi pada 2016 dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), telah menjadi pilihan transportasi gratis bagi masyarakat Aceh. Bus ini memainkan peran penting dalam mempermudah mobilitas masyarakat serta mengurangi kemacetan di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Selain membantu mengurangi kemacetan, layanan ini juga meringankan beban biaya transportasi harian,” tambah Teuku Faisal.

Ia berharap layanan Trans Koetaradja dapat terus memberikan manfaat yang optimal bagi warga. Selama masa penghentian operasi, sebanyak 59 armada bus Trans Koetaradja menjalani pengecekan teknis untuk memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi layak jalan saat kembali dioperasikan.

Bus Trans Koetaradja, yang selama ini menjadi solusi transportasi gratis bagi mahasiswa dan pekerja harian, kini hanya terparkir di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Angkutan Massal Trans Koetaradja dekat Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh. Layanan dihentikan sementara sambil menunggu kejelasan kontrak baru yang akan menentukan operasional selanjutnya.

Penghentian ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna setia. Rian, seorang mahasiswa di Banda Aceh, mengaku sangat bergantung pada Trans Koetaradja untuk beraktivitas sehari-hari.

“Biasanya saya naik bus ini untuk pergi ke kampus. Kalau harus pakai angkutan lain, biayanya lebih mahal,” ujarnya saat diwawancarai oleh Nukilan.id, Selasa (7/1/2025).

Rian berharap pemerintah segera mempercepat proses pengadaan kontrak agar layanan bisa kembali beroperasi. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas ke depan.

“Kalau bisa, rutenya diperluas dan jadwal keberangkatannya lebih tepat waktu,” tambahnya.

Akibat penghentian ini, banyak pengguna harus mencari alternatif transportasi yang tidak hanya lebih mahal, tetapi juga memakan waktu lebih lama.

“Layanan seperti Trans Koetaradja sangat dibutuhkan di Banda Aceh. Semoga segera ada solusi, dan bus bisa kembali beroperasi,” harap Rian.

Penghentian sementara Trans Koetaradja mengingatkan akan pentingnya transportasi publik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan. Publik kini menanti langkah cepat pemerintah Aceh untuk memastikan layanan bus tersebut segera kembali melayani kebutuhan mobilitas warga. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemkab Aceh Tenggara Bergerak Cepat Pulihkan Dampak Banjir Bandang

0
Pemkab Aceh Tenggara Bergerak Cepat Pulihkan Dampak Banjir Bandang. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Kutacane – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara mengambil langkah sigap untuk memulihkan dampak banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut sejak Minggu (29/12/2024). Bencana ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memicu luapan sungai, menggenangi permukiman, merusak lahan pertanian, dan memutus akses jalan utama.

Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah bergerak cepat dalam menangani bencana ini.

“Pemerintah daerah setempat mulai bergerak cepat menangani dampak bencana,” ujarnya pada Senin (6/1/2025).

Langkah awal pemulihan mencakup pengiriman rangka baja untuk membangun jembatan bailey di Gampong Kane Mende, Kecamatan Leuser. Jembatan ini diharapkan dapat menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus. Selain itu, ekskavator telah dikerahkan untuk membangun tapak bronjong guna memperkuat struktur jalan dan jembatan yang terdampak.

BPBD setempat juga mempercepat proses pemulihan dengan menambahkan tiga unit ekskavator. Bantuan masa panik berupa kebutuhan dasar telah disalurkan kepada warga terdampak untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Kerusakan akibat banjir teridentifikasi di beberapa titik kritis. Jembatan nasional di Desa Suka Makmur tersumbat material kayu gelondongan yang terbawa derasnya arus sungai. Di Desa Batu Bulan I, Kecamatan Babussalam, jalan utama Kutacane-Medan mengalami kerusakan sepanjang 14 meter dengan kedalaman 5 meter, memutus akses transportasi. Sementara itu, longsor di Desa Simpur, Kecamatan Ketambe, menutup sebagian badan jalan nasional Blangkejeren-Kutacane, dan sarana air bersih di Kecamatan Deleng Pokhkisen juga mengalami kerusakan.

Sebanyak 43 kepala keluarga atau 171 jiwa terdampak banjir bandang tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa, 15 desa di Kecamatan Leuser masih terisolasi karena putusnya jembatan utama. Warga menghadapi kesulitan akses dan keterbatasan fasilitas dasar.

Saat ini, kondisi air di sejumlah wilayah telah mulai surut, namun upaya perbaikan infrastruktur dan normalisasi akses jalan terus berlanjut.

“Pemulihan terus dilakukan agar akses transportasi dan fasilitas umum segera kembali normal,” kata Haslinda.

Respons cepat pemerintah dan dukungan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di Aceh Tenggara.

Editor: Akil

Ketua PCNU Lhokseumawe Dukung Wacana Libur Sebulan Selama Ramadhan

0
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, MA. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Tgk Rizwan Haji Ali, menyatakan dukungan penuh terhadap wacana libur sebulan selama Ramadhan yang saat ini sedang dibahas di tingkat nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut sudah rutin diterapkan di Aceh setiap tahunnya.

“Kami mendukung penuh wacana dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait libur sebulan selama Ramadhan. Ini akan memberikan kesempatan bagi siswa muslim untuk lebih fokus menjalankan ibadah, sementara siswa non-muslim dapat memanfaatkan waktu dengan melakukan pembelajaran sosial di tengah masyarakat,” ujar Rizwan dalam percakapan telepon, Senin (6/1/2025).

Rizwan juga mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar segera menyetujui kebijakan tersebut. Ia mencontohkan bahwa di berbagai negara, sekolah sering kali meliburkan siswa untuk jangka waktu panjang, seperti libur musim dingin, tanpa menimbulkan kekhawatiran terkait kekosongan pembelajaran.

“Anak-anak dapat belajar berinteraksi sosial, membaur dengan masyarakat, dan mengenal lingkungan mereka dengan lebih baik. Jika perlu, berikan penugasan atau inovasi tertentu yang bisa dikerjakan selama libur Ramadhan,” tambahnya.

Menurut Rizwan, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Proses belajar juga bisa diperoleh melalui interaksi langsung di lingkungan sosial.

“Saya mendukung penuh kebijakan libur sebulan selama Ramadhan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Sofyan, menyatakan bahwa belum ada pembahasan khusus mengenai libur sebulan penuh pada Ramadhan tahun ini.

“Biasanya kami akan rapat dengan dinas pendidikan provinsi. Di Aceh, umumnya dua pekan pertama Ramadhan diisi dengan pembelajaran agama di sekolah, sedangkan dua pekan berikutnya diliburkan. Ada juga beberapa sekolah yang langsung libur total selama Ramadhan,” jelas Sofyan.

Editor: Akil

BPBD Aceh Besar Catat Lonjakan 310 Bencana Sepanjang 2024

0
Kebakaran Asrama Putri Pesantren Babul Maghfirah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mencatat lonjakan signifikan jumlah bencana sepanjang 2024 dengan total 310 kejadian. Angka ini meningkat drastis dibandingkan 2022 yang hanya mencatat 224 kejadian.

“Kejadian bencana sepanjang 2024 didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total 106 kasus,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, di Lambaro, Senin (6/1/2025).

Ridwan menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan upaya edukasi dan pelatihan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana.

“Kami memperkuat pembekalan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah rawan bencana yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Besar,” tambahnya.

Selain itu, BPBD juga gencar mengadakan sosialisasi di lingkungan masyarakat untuk meminimalkan jumlah korban saat bencana terjadi. Langkah-langkah ini bertujuan membangun kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat.

Setelah karhutla, kejadian bencana terbanyak kedua adalah pohon tumbang dengan 91 kasus. Disusul oleh kebakaran rumah sebanyak 59 kejadian, penanganan ular 28 kali, cuaca ekstrem dan penanganan tawon masing-masing 11 kasus, serta tiga kasus banjir.

Ridwan Jamil mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Bencana tidak mengenal batas wilayah, waktu, maupun kondisi sosial. Oleh karena itu, kewaspadaan dan upaya mitigasi harus selalu ditingkatkan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi,” katanya.

Peningkatan kesiagaan dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Editor: Akil

Aceh Tengah Dinobatkan sebagai Kota Wakaf

0
Aceh Tengah Dinobatkan sebagai Kota Wakaf. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon — Kabupaten Aceh Tengah kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pj. Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, menerima penghargaan bergengsi dari Kementerian Agama Provinsi Aceh atas dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan serta pengelolaan wakaf di daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal, dalam acara Malam Apresiasi Kementerian Agama Aceh yang berlangsung di Gedung Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (4/1/2025) malam.

Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas langkah strategis yang diambil pemerintah daerah dalam memanfaatkan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat. Pj. Bupati Subhandhy menyampaikan bahwa penghargaan tersebut adalah pengakuan atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wakaf di Aceh Tengah.

“Penetapan Aceh Tengah sebagai kota wakaf adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat ekonomi umat,” ujar Subhandhy. Ia menegaskan bahwa pengelolaan wakaf di wilayahnya terus menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Pj. Bupati juga menekankan pentingnya transparansi dan produktivitas dalam mengelola aset wakaf.

“Kami berkomitmen menjadikan Aceh Tengah sebagai pusat pengelolaan wakaf yang modern dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan pencapaian ini, Aceh Tengah diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi wakaf untuk memperkuat kesejahteraan sosial dan mendorong kemandirian ekonomi.

Editor: Akil

Gelombang Baru Pengungsi Rohingya Tiba di Aceh, UNHCR Turun Tangan

0
Ilustrasi pengungsi Rohingya. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta — Gelombang terbaru pengungsi Rohingya kembali mendarat di Aceh. Lebih dari 200 orang tiba di wilayah Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (5/1/2025) malam. Kedatangan ini menambah panjang daftar pelarian etnis Rohingya yang mencoba mencari perlindungan di Asia Tenggara.

Miftach Tjut Adek, ketua komunitas nelayan Aceh, mengatakan bahwa para pengungsi tersebut dalam kondisi sangat lemah dan membutuhkan bantuan segera.

“Mereka tiba di wilayah kami dengan kondisi yang sangat lemah dan membutuhkan bantuan segera,” ujar Miftach, dikutip dari Reuters, Senin (6/1/2025).

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) langsung merespons kedatangan tersebut. Faisal Rahman, pejabat UNHCR, menyatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk memberikan bantuan.

“Tim kami menuju Peureulak Barat pada Senin untuk memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” katanya.

Fenomena pelarian Rohingya melalui jalur laut bukanlah hal baru. Sejak Oktober hingga April, ketika laut relatif lebih tenang, ribuan Rohingya meninggalkan kamp pengungsian di Bangladesh menggunakan perahu reyot menuju negara-negara seperti Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Para pengungsi yang mayoritas beragama Islam ini terusir dari Myanmar, di mana mereka tidak diakui sebagai warga negara dan sering menjadi sasaran diskriminasi.

Data UNHCR menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah kedatangan Rohingya di Indonesia. Sejak 2023, lebih dari 2.000 orang telah mendarat di wilayah ini, melebihi total kedatangan selama empat tahun sebelumnya.

“Kami berharap komunitas internasional dapat memberikan perhatian lebih untuk mengatasi akar permasalahan yang membuat mereka terusir dari tanah air mereka,” tegas Rahman.

Hingga kini, hampir 1 juta Rohingya masih bertahan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi, menyebut kamp tersebut sebagai “kamp pengungsi kemanusiaan terbesar di dunia.”

Situasi darurat yang dihadapi pengungsi Rohingya terus mendorong seruan agar solusi diplomatik segera dicapai demi mengakhiri krisis kemanusiaan ini.

Editor: Akil