Beranda blog Halaman 724

Almuniza Manfaatkan Safari Subuh untuk Dengar Aspirasi Warga

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, kembali menggelar kegiatan safari Subuh yang kali ini dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Gampong Punge Ujong, pada Minggu, 12 Januari 2025. Kegiatan yang dimulai dengan salat Subuh berjamaah ini, menjadi momen berharga untuk bersilaturahmi dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat setempat.

Usai melaksanakan salat Subuh, Almuniza bersama jamaah mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Hajarul Akbar. Kegiatan dilanjutkan dengan obrolan santai di salah satu warung kopi setempat. Kegiatan ngopi bareng tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, Ustaz Ridwan, serta sejumlah dai dari perkotaan Banda Aceh.

Almuniza mengungkapkan rasa syukurnya dapat memulai hari dengan memakmurkan masjid bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, ada banyak hikmah tatkala seorang muslim istiqamah melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid. Di samping amalan bekal akhirat yang utama, ada aspek kesehatan yang sangat baik untuk tubuh kita. Dan tentu saja ini momen yang sangat berharga bagi kita untuk mendengar langsung masukan dari masyarakat,” ujar Almuniza.

Pada kesempatan tersebut, Almuniza juga mengajak masyarakat Gampong Punge Ujong untuk terus mendukung kebijakan pemerintah.

“Gampong adalah ujung tombak pembangunan kota. Oleh sebab itu, masukan dari masyarakat gampong sangat penting bagi kami,” tambahnya.

Pj Wali Kota tersebut juga menegaskan komitmennya untuk memakmurkan masjid di setiap gampong.

“Bukan sekadar tempat ibadah, masjid juga menjadi wadah musyawarah, dialog, dan silaturahmi. Salah satunya melalui kegiatan safari subuh seperti ini,” tegas Almuniza.

Safari Subuh ini bukan hanya menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program-program pembangunan yang berbasis dari masukan langsung masyarakat.

Editor: Akil

DPR Minta Pemerintah Realistis soal Pemindahan ASN ke IKN

0
Ilustrasi Gedung DPR RI. (Foto: Merdeka.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Rencana pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sempat ditunda pada 2024 kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi II DPR, Ali Ahmad, meminta pemerintah untuk lebih realistis dalam melaksanakan pemindahan ASN ke IKN, mengingat tantangan besar yang harus dihadapi oleh para ASN.

Ali mengatakan, pemindahan ASN ke IKN tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru karena bisa membawa risiko yang membahayakan keselamatan mereka. Menurutnya, pemindahan tersebut sebaiknya menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

“Harus diakui tidak mudah bagi ASN yang sudah lama tinggal di Jakarta bersama keluarga besarnya, lalu harus tinggal di lingkungan baru, kehidupan sosial dan budaya baru dengan tidak membawa seluruh keluarganya,” ujar Ali dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/1/2025).

Ali menyoroti dua potensi risiko besar yang bakal dihadapi ASN jika pemindahan dilakukan terburu-buru. Pertama, para ASN sebagai penghuni baru IKN harus beradaptasi dengan berbagai kondisi baru seperti cuaca, ketersediaan air dan listrik, serta akses publik seperti jalan, pasar, dan lainnya.

Kedua, ASN akan menghadapi tantangan besar untuk meninggalkan kehidupan yang sudah mapan di Jakarta dan beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru.

Lebih lanjut, Ali menyarankan agar pemindahan ASN tidak hanya bergantung pada janji-janji pemerintah, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan mental.

“Lebih baik bila disertai motivasi perjuangan, perjuangan sebagai penghuni ibu kota baru yang kelak akan dicatat dalam sejarah bangsa sebagai warga pelopor Ibu Kota Nusantara,” tambahnya.

Sementara itu, masalah anggaran juga menjadi sorotan. Ali mencatat bahwa APBN 2025 untuk IKN masih sangat terbatas, hanya sebesar Rp6,3 triliun dari total anggaran Rp400,3 triliun. Oleh karena itu, dia menilai perlu adanya langkah-langkah yang lebih matang agar rencana besar ini bisa terlaksana dengan baik.

Namun, Ali mengapresiasi rencana Presiden Prabowo Subianto yang berencana berkantor di IKN pada tahun 2028 atau 2029, setelah infrastruktur lembaga politik berfungsi dengan baik. Ia menyebut langkah ini sebagai strategi visioner yang perlu didukung oleh semua pihak.

“Menteri itu pembantu presiden. Jangan sampai kebijakan menteri melampaui keputusan presiden,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi pemerintah agar dalam merealisasikan pemindahan ASN ke IKN, mereka tidak hanya memperhatikan aspek administratif, tetapi juga kesiapan masyarakat dan infrastruktur yang ada.

Editor: Akil

Terendam Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Aceh Terancam Gagal Panen

0
Lahan sawah yang terendam genangan banjir dan terancam gagal panen di Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Sigli — Musim hujan yang sedang melanda Provinsi Aceh menyebabkan banjir dan genangan air di banyak wilayah. Tak hanya merendam permukiman warga, puluhan hektare lahan sawah juga terancam gagal panen akibat genangan air yang terus berlangsung.

Dikutip dari Media Indonesia, sejumlah lahan sawah yang tengah musim tanam terendam banjir, baik dari luapan sungai maupun air hujan. Bahkan, beberapa tanaman padi yang telah terendam selama berhari-hari kini terancam gagal tumbuh, atau yang dikenal dengan istilah ‘puso’.

Di Kecamatan Peukan Baro, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, genangan air merendam sekitar 8 hektare sawah di Gampong Blang Raya, Kemukiman Bambi. Tanaman padi yang sebelumnya menghijau kini mulai menghitam, terbalut air keruh yang tak kunjung surut.

“Karena jalur air tersumbat dan saluran pembuang tidak bersih, genangan sulit surut. Bila terus begini, bisa berakibat gagal panen. Apalagi populasi keong emas sangat cepat dalam genangan air. Keong ini adalah hama penggerek batang paling berbahaya,” ujar Muslim, salah seorang petani di Kecamatan Peukan Baro.

Di beberapa wilayah lain, seperti Delima, Grong-Grong, Pidie, Mila, Sakti, Mutiara, Padang Tiji, dan Keumala, kondisi serupa juga terjadi. Di beberapa titik, batang padi yang seharusnya sedang tumbuh lebat kini mulai kerdil akibat terendamnya sawah dalam waktu yang cukup lama.

Para petani di daerah ini merasa pasrah dengan kondisi yang ada, karena tidak ada solusi yang efektif untuk mengatasi genangan air. Mereka juga mengeluhkan saluran pembuangan yang tidak lancar.

“Debit air saluran terus bertambah. Jadi air di persawahan tidak mengalir lagi ke pembuang,” keluh seorang petani lainnya.

Pemerintah setempat diminta segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini agar tidak menyebabkan kerugian besar bagi petani. Jika tidak ada langkah konkret, puluhan hektare sawah yang kini terendam diperkirakan akan gagal panen, dan petani akan menghadapi kerugian yang tak sedikit.

Editor: Akil

Marak Kejahatan di Banda Aceh, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

0
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama. (Foto: KBA.ONE)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tingkat kejahatan di Kota Banda Aceh kembali meningkat, mendorong kepolisian setempat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi tindakan kriminal. Terbaru, Polresta Banda Aceh menerima laporan kasus pencurian sepeda motor di wilayah Gampong Lampaseh, Kecamatan Meuraxa.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menyebutkan bahwa laporan tersebut diterima tiga hari yang lalu dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

“Sekitar tiga hari lalu, kami menerima laporan kehilangan sepeda motor milik warga di Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa yang saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Fadillah sikutip dari KBA ONE, Senin (13/1/2025).

Selain kasus pencurian tersebut, sejumlah tindak kejahatan lainnya juga menjadi perhatian pihak kepolisian di awal tahun ini. Beberapa di antaranya termasuk kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan dengan modus pengobatan alternatif.

“Misalnya yang masih hangat saat ini yaitu kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dengan modus pengobatan alternatif yang dilakukan pria asal Lhokseumawe yakni TI,” ungkap Fadillah.

Kasus lainnya yang tengah ditangani adalah penggelapan mobil rental. Modus yang digunakan pelaku adalah menyewa kendaraan lalu menggadaikannya kepada pihak lain. Selain itu, Satreskrim Polresta Banda Aceh juga membantu Polda Aceh menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Beberapa hari lalu, korban dari kasus tersebut telah berhasil dijemput dari Malaysia.

“Kasus pelecehan dalam penanganan, tersangka juga kita tahan. Lalu ada juga kasus penggelapan mobil rental. Untuk TPPO, kami bantu Polda Aceh dalam penyelidikan, sementara curanmor di Lampaseh masih kami tangani, begitu juga dengan kasus lainnya,” kata Fadillah.

Dia mengingatkan, tindak kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja jika ada kesempatan, dengan pelaku yang tidak selalu berasal dari lingkungan kriminal.

“Oleh karena itu, kita mengimbau seluruh warga untuk dapat lebih waspada terhadap potensi kejahatan yang dapat terjadi di lingkungan sekitar kita,” tuturnya.

Kasat Reskrim juga memberikan saran kepada masyarakat untuk meningkatkan pengamanan diri dan lingkungan, seperti mengunci kendaraan dengan kunci ganda dan memastikan rumah aman saat ditinggalkan.

“Seluruh warga juga diminta untuk mewaspadai tindak pencurian dengan melakukan langkah yang tepat, misalnya tidak meninggalkan rumah begitu saja, mengunci kendaraan dengan kunci pengaman ganda, dan lain-lain,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya kerja sama antarwarga dalam menjaga keamanan lingkungan melalui ronda malam dan saling peduli.

“Peran warga di desa juga sangat berpengaruh untuk saling menjaga satu sama lainnya dengan saling peduli, misalnya melakukan ronda secara bergiliran setiap malam agar wilayahnya aman,” tambahnya.

Jika ada aktivitas mencurigakan, Fadillah mendorong warga untuk segera melapor ke pihak berwajib.

“Silakan manfaatkan juga WhatsApp Curhat Polresta Banda Aceh di nomor 0823-1685-1998 untuk segala bentuk aduan, laporan, maupun kritik dan saran untuk kami,” tutupnya.

Editor: Akil

DPRK Banda Aceh Apresiasi Polresta Atas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

0
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi SPd MPd. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi, memberikan apresiasi kepada Polresta Banda Aceh atas kerja keras mereka dalam menangani kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur selama dua tahun terakhir. Sebanyak 54 perkara berhasil ditangani oleh pihak kepolisian dalam kurun waktu tersebut.

“Sudah sepatutnya kita mengapresiasi respons cepat Polresta Banda Aceh atas keberhasilan menangani dan pengungkapan kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak,” ujar Musriadi, Sabtu (11/1/2025).

Musriadi menyoroti bahwa para pelaku kekerasan seksual pada umumnya adalah orang-orang yang dekat dengan korban. Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua, khususnya terhadap anak perempuan yang masih di bawah umur.

“Kami berharap sinergisitas pemerintah harus bersinergi dengan kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, khususnya kepada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan memberikan sosialisasi, layanan aduan, pendampingan hukum, dan psikologis,” tambahnya.

Musriadi menegaskan perlunya memperluas akses layanan pengaduan dan meningkatkan frekuensi sosialisasi agar masyarakat dapat lebih mudah melaporkan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Sebagai politisi dari Partai Amanat Nasional, ia juga mendorong instansi terkait untuk gencar mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.

“Upaya preventif itu perlu dikenalkan untuk mengurangi risiko tindak kekerasan terhadap anak. Pendampingan yang diberikan kepada korban harus lebih komprehensif,” jelas Musriadi.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Untuk mencapai hal itu juga diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan aparat penegak hukum agar penanganan kasus tersebut efektif dan cepat tanggap,” pungkasnya.

Langkah Polresta Banda Aceh yang proaktif dalam mengungkap kasus-kasus ini memberikan harapan baru bagi perlindungan hak-hak anak di kota Banda Aceh, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah kekerasan terhadap anak-anak.

Editor: Akil

Situs Tamansari Gunongan Aceh Telah Direvitalisasi, Warga Berikan Tanggapan Positif

0
Situs Tamansari Gunongan Aceh Setelah Direvitalisasi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Situs Tamansari Gunongan, yang terletak di kawasan bersejarah yang menyimpan cerita masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, kini telah selesai direvitalisasi. Proses revitalisasi ini mencakup pembenahan pada salah satu bagian yang sangat penting, yakni kandang atau tempat pemakaman keluarga kerajaan Aceh. Pekerjaan ini telah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Sabtu malam (12/1/2024), disaksikan oleh sejumlah pejabat dan warga sekitar.

Situs Gunongan, yang dikenal sebagai hadiah istimewa Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya, kini tampak lebih terawat dengan peningkatan fasilitas yang ada. Revitalisasi ini tidak hanya memfokuskan pada aspek fisik, tetapi juga memberikan penghargaan lebih dalam terhadap nilai sejarah dan kebudayaan Aceh.

Fadli Zon dalam sambutannya menyatakan, “Ini merupakan satu situs yang sangat penting dalam sejarah Aceh dan Indonesia, yang tentunya membutuhkan kajian lebih lanjut. Temuan ini adalah kelanjutan dari penelitian yang telah dilakukan pada tahun 1975-1976.”

Salah satu komponen yang mendapatkan perhatian khusus dalam revitalisasi ini adalah makam Sultan Iskandar Tsani, yang diyakini sebagai menantu Sultan Iskandar Muda. Selain itu, terdapat dua makam lain yang juga terletak di kawasan tersebut, menjadikannya sebagai tempat ziarah bagi masyarakat dan wisatawan.

Revitalisasi ini disambut dengan antusias oleh warga setempat, yang merasa bangga karena situs bersejarah tersebut kini lebih terjaga dan lebih mudah diakses. Salah seorang warga, Hasan, mengungkapkan rasa syukur atas perbaikan yang telah dilakukan.

“Sebagai warga Aceh, saya sangat bangga melihat situs ini lebih terawat. Gunongan ini adalah bagian dari sejarah kita, dan saya harap semakin banyak orang yang datang untuk belajar tentang sejarah kerajaan Aceh,” ujarnya saat ditemui Nukilan.id di lokasi.

Senada dengan Hasan, Darmi, yang juga ikut hadir dalam acara peresmian, mengungkapkan harapannya agar revitalisasi ini tidak hanya terbatas pada peningkatan fisik saja, tetapi juga disertai dengan upaya edukasi mengenai sejarah Aceh kepada generasi muda.

“Saya berharap Gunongan ini menjadi lebih dikenal oleh anak-anak muda Aceh. Mereka harus tahu betapa pentingnya situs-situs sejarah seperti ini, untuk mengenal asal-usul kita,” tambahnya.

Revitalisasi situs Tamansari Gunongan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Aceh. Beberapa wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung mengungkapkan kekaguman mereka terhadap peningkatan kualitas situs tersebut.

Situs Gunongan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini, kini semakin dikenal luas berkat revitalisasi yang telah dilakukan. Diharapkan, langkah ini akan membawa Aceh pada langkah lebih maju dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah, sekaligus mendorong sektor pariwisata yang lebih berkembang. (XRQ)

Reporter: Akil

Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Situs Tamansari Gunongan Aceh

0
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat meresmikan revitalisasi situs Tamansari Gunongan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan revitalisasi situs Tamansari Gunongan, salah satu warisan sejarah penting dari masa Kesultanan Aceh, pada Minggu (12/1/2025) malam.

Amatan Nukilan.id, upacara tersebut menandai dimulainya pemugaran kawasan yang mencakup kandang, atau tempat pemakaman keluarga kerajaan Aceh, yang terletak di dalam kompleks Tamansari Gunongan, Banda Aceh.

“Ini merupakan satu situs yang bersejarah yang penting, tentu memerlukan satu kajian lebih lanjut, karena temuan ini juga kelanjutan dari penelitian sebelumnya pada tahun 1975-1976,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Fadli Zon juga mengunjungi langsung situs Gunongan, yang dikenal sebagai persembahan Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya. Tidak hanya itu, Menteri Kebudayaan tersebut turut berziarah di makam menantu Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Tsani, serta dua makam lainnya yang terletak di dalam kompleks tersebut.

“Kita baru saja melihat langsung Gunongan, dan makam menantu Sultan Iskandar Muda yaitu Iskandar Tsani dan dua makam lainnya,” tambah Fadli Zon.

Revitalisasi ini dilatarbelakangi oleh penemuan artefak dan kerangka yang diidentifikasi melalui kajian terbaru di Tamansari Gunongan. Temuan-temuan ini membuka kesempatan untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut guna memperdalam pemahaman tentang situs tersebut dan memungkinkan dilakukan pemugaran lebih lanjut.

“Komplek ini telah tertulis dalam naskah Bustanussalatin, dan situsnya masih terjaga baik. Ini bentuk bahwa kita akan terus melakukan pemugaran-pemugaran,” kata Fadli Zon menegaskan pentingnya pelestarian situs ini.

Sebagai informasi, Kementerian Kebudayaan telah melakukan kajian terhadap Tamansari Gunongan pada 2023, yang mengusulkan perubahan kondisi kandang untuk mencerminkan fungsinya sebagai pemakaman keluarga kerajaan Aceh. Acuan utama dalam pemugaran ini adalah data literatur dari kitab Bustanussalatin, dokumentasi foto penggalian tim pimpinan Prof. Hasan Muarif Ambary tahun 1975, serta dokumentasi foto pemugaran yang dilakukan dalam proyek Pelita 1975-1976.

Sebelum revitalisasi, fungsi pemakaman di kandang tersebut tidak terlihat jelas, bahkan data dokumentasi lama menunjukkan bahwa pengunjung sering berjalan di atas nisan-nisan yang tertutup lantai. Oleh karena itu, revitalisasi ini bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap kandang tersebut, memberikan nilai sakral pada situs ini, serta mengembangkan sisi wisata ziarah yang bisa dinikmati pengunjung.

Fadli Zon berharap agar situs Tamansari Gunongan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi juga diaktifkan dengan kegiatan kebudayaan yang dapat mendorong kemajuan budaya Aceh.

“Sayang sekali kalau tidak melakukan kegiatan yang produktif untuk memajukan budaya kita. Upaya ini harus melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta dan komunitas masyarakat,” tutupnya.

Dengan revitalisasi ini, Tamansari Gunongan diharapkan bisa menjadi destinasi wisata budaya yang lebih hidup dan mendalam, menawarkan pengalaman sejarah dan spiritual bagi pengunjung yang datang. (XRQ)

Reporter: Akil

Sebanyak 650 Anak di Aceh Ajukan Dispensasi Kawin Sepanjang 2024

0
Sebanyak 650 Anak di Aceh Ajukan Dispensasi Kawin Sepanjang 2024. (Foto: InfoPublik)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Fenomena pernikahan anak di Provinsi Aceh masih menjadi sorotan serius. Sepanjang 2024, Mahkamah Syar’iyah Aceh mencatat sebanyak 650 anak mengajukan permohonan dispensasi kawin. Permohonan ini terkait dengan izin menikah bagi anak di bawah usia minimum 19 tahun, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Dr. Drs. H. Rafi’Uddin, MH, melalui Panitera Muda Hukum Hermansyah, SH., mengungkapkan jumlah permohonan dispensasi kawin pada 2024 hampir sama dengan tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa praktik ini masih menjadi tantangan besar dalam upaya menekan angka pernikahan dini di provinsi tersebut.

“Dalam setiap jenis perkara, ada pertimbangan yang spesifik. Tidak ada instrumen untuk menggeneralisir keputusan hakim, karena setiap perkara memiliki karakteristik yang berbeda,” kata Hermansyah saat diwawancarai, Jumat (10/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa dispensasi kawin hanya diberikan dalam kondisi tertentu yang sangat mendesak sesuai dengan prinsip ultimum remedium, atau langkah terakhir ketika tidak ada solusi lain yang dapat diambil. Namun demikian, dari 650 permohonan yang diajukan sepanjang tahun lalu, sebanyak 555 perkara dikabulkan.

Takengon tercatat sebagai wilayah dengan jumlah permohonan tertinggi, mencapai 118 perkara. Lhoksukon menyusul dengan 113 perkara. Sebaliknya, Sabang menjadi daerah dengan permohonan paling sedikit, yakni hanya dua perkara.

Hermansyah juga menyoroti bahwa penyebab di balik pengajuan dispensasi kawin sangat beragam.

“Karena setiap perkara punya spesifik tersendiri, apakah karena keinginan orang tua atau pergaulan bebas, makanya kita tidak bisa mengambil kesimpulannya,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya analisis kasus per kasus untuk memahami motif di balik setiap permohonan, mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Mahkamah Syar’iyah terus berkomitmen menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis bagi anak yang terlibat.

Fenomena tingginya permohonan dispensasi kawin di Aceh memunculkan kembali urgensi untuk memperkuat program pencegahan pernikahan dini. Peningkatan literasi hukum dan pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan remaja menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu menekan angka permohonan serupa di masa mendatang.

Editor: Akil

Ribuan Nelayan di Aceh Setop Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Meroket

0
Ribuan Nelayan di Aceh Setop Melaut Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan Meroket. (Foto: MetroTvNews)

NUKILAN.id | Meulaboh – Ribuan nelayan tradisional di pesisir barat Aceh menghentikan aktivitas melaut akibat cuaca buruk yang melanda perairan Samudra Hindia. Kondisi ini terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya, di mana gelombang tinggi, angin kencang, serta hujan lebat mengancam keselamatan para nelayan.

Sejak sepekan terakhir, para nelayan kecil yang biasanya mencari ikan di sekitar perairan Pulau Weh, Sabang, tidak berani melaut. Mayoritas mereka menggunakan kapal kayu berbadan ramping yang sulit menahan terjangan badai.

“Ketinggian gelombang dua meter saja sudah membuat kami berhenti berlayar. Cuaca buruk seperti ini membuat kami tidak bisa beraktivitas di laut,” kata Azwar, tokoh masyarakat nelayan di Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

Harga Ikan Melambung

Penghentian aktivitas melaut ini langsung berdampak pada harga ikan segar di pasar-pasar tradisional di Aceh. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujong Baroh, Meulaboh, harga berbagai jenis ikan naik signifikan.

Ikan tongkol yang sebelumnya dihargai Rp15.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Harga ikan dencis naik dari Rp20.000-22.000 menjadi Rp25.000-27.000 per kilogram. Kenaikan yang lebih drastis dialami ikan tuna muda (anak tuna), yang kini dihargai Rp35.000-36.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000-30.000.

Lonjakan juga terjadi pada ikan bawal putih, yang kini dibanderol Rp130.000 per kilogram dari sebelumnya Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, ikan bawal hitam naik dari Rp65.000 menjadi Rp100.000 per kilogram. Harga ikan cabai merah, yang sebelumnya Rp75.000 per kilogram, kini mencapai Rp85.000 per kilogram.

“Ini karena nelayan tidak berani melaut setelah beberapa hari cuaca buruk. Begitu krisis pasokan dari nelayan, langsung berpengaruh terhadap harga,” tutur Azwar.

Beberapa Jenis Ikan Masih Stabil

Meski pasokan ikan laut terganggu, beberapa jenis ikan seperti tenggiri, kerapu, kakap merah, dan bandeng belum mengalami kenaikan harga yang signifikan. Namun, pedagang memperingatkan bahwa jika cuaca buruk terus berlanjut, harga ikan-ikan tersebut juga berpotensi naik.

“Kalau terus cuaca buruk, harga ikan ini juga berpotensi menyusul naik,” kata seorang pedagang ikan di Aceh Barat.

Cuaca ekstrem di Samudra Hindia diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Nelayan berharap situasi segera membaik agar dapat kembali melaut dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

Editor: Akil

Kadisbudpar Aceh Ajak Warga Beri Dukungan untuk Kenriz di Indonesian Idol XIII

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal (Foto: Humas Disbudpar)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, S.STP, M.Si, menyerukan dukungan penuh kepada masyarakat Aceh untuk membantu Kenriz, kontestan asal Aceh yang sedang berlaga di panggung Indonesian Idol Season XIII. Almuniza menegaskan, perjuangan Kenriz bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga membawa misi besar mengangkat nama Aceh di tingkat nasional.

“Kenriz adalah putra Aceh yang berbakat dan memiliki tekad luar biasa. Perjuangannya di panggung Indonesian Idol bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk membawa nama Aceh ke kancah nasional. Mari kita beri dukungan maksimal agar Kenriz berhasil meraih gelar juara,” ujar Almuniza, Minggu (12/1/2025).

Almuniza menekankan bahwa kesuksesan Kenriz di ajang tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Aceh dan dapat menjadi pendorong bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dalam bidang seni dan budaya. Ia juga memastikan pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya dukungan terhadap Kenriz.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan dukungan kepada Kenriz, karena ini adalah kesempatan besar untuk mengharumkan nama Aceh,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Almuniza mengajak masyarakat Aceh untuk aktif memberikan suara melalui mekanisme voting yang telah disediakan.

“Masyarakat bisa mendukung Kenriz dengan mengetik NAMA PESERTA dan mengirimkannya ke 95151,” jelasnya.

Selain itu, Almuniza mengungkapkan bahwa kemenangan Kenriz akan memberikan inspirasi besar bagi anak muda Aceh yang memiliki cita-cita di dunia musik.

“Kemenangan Kenriz di Indonesian Idol akan menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh. Mari kita bersama-sama berikan dukungan penuh agar ia bisa mencapai mimpinya dan membawa kebanggaan untuk daerah kita,” pungkasnya.

Dukungan Almuniza mencerminkan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung talenta lokal yang berjuang di tingkat nasional. Kehadiran Kenriz di ajang bergengsi tersebut menjadikannya simbol harapan bagi masyarakat Aceh di industri musik Tanah Air. panggung nasional.

Editor: Akil