Beranda blog Halaman 720

BI Aceh Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Hebitren

0
Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh terus mendorong pengembangan ekonomi dan wirausaha di lingkungan pesantren atau dayah melalui pembentukan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN). Program ini bertujuan memperkuat kemandirian finansial pesantren melalui berbagai unit usaha.

Hal tersebut disampaikan Kepala BI Aceh, Rony Widijarto dalam kegiatan silaturahmi Penggiat Digitalisasi Ekonomi Syariah bertajuk “Perkuat Muamalah untuk Kesejahteraan Ummah” yang berlangsung di Ballroom The Pade Hotel, Banda Aceh, pada Rabu 15 Januari 2024.

“Kami mendorong dan memberikan dukungan kepada pesantren untuk memulai usaha-usaha wirausaha yang awalnya bisa memenuhi kebutuhan konsumsi internal mereka sendiri,” kata Rony kepada Nukilan.

Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan di Aceh memiliki potensi besar untuk dikembangkan di lingkungan pesantren. Usaha ini tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi para santri.

“Harapannya, unit-unit usaha ini bisa menjadi sumber penerimaan yang berkelanjutan bagi pesantren,” ujar Rony.

HEBITREN sendiri merupakan wadah yang dibentuk untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan unit usaha. Dalam upaya ini, BI Aceh secara rutin mengadakan pertemuan yang menghadirkan pelaku UMKM Syariah dan pesantren dalam event tahunan bertaraf internasional.

“Melalui event ini, diharapkan dapat terjalin motivasi antar pesantren dengan melihat bagaimana mereka bisa mengelola wirausaha. Hal ini penting untuk melengkapi sumber finansial pesantren sekaligus membiasakan para santri dalam berwirausaha,” pungkas Rony.

Reporter: Rezi

Disnakermobduk Perketat Edukasi Pencegahan TPPO di Perbatasan Aceh

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen saat menjadi narasumber dalam dialog dengan topik Waspada TPPO di Aceh Semakin Meningkat, yang disiarkan Programa 1 (Foto: Youtube rri_Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Praktik penipuan peluang kerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi ancaman serius di wilayah perbatasan Aceh. Menanggapi hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi atau negara lain.

Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, menegaskan bahwa wilayah seperti Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara menjadi prioritas dalam program pencegahan TPPO. Wilayah ini rentan karena memiliki akses darat dan laut yang mudah terhubung dengan daerah luar.

“Edukasi sangat penting untuk mencegah masyarakat tergiur oleh tawaran kerja yang menjanjikan gaji besar, namun berujung pada perdagangan manusia. Tidak semua orang mampu membedakan mana lowongan kerja resmi dan mana yang palsu. Oleh karena itu, verifikasi informasi perlu menjadi kebiasaan,” ujar Akmil dalam dialog bertema Waspada TPPO di Aceh Semakin Meningkat yang disiarkan melalui Programa 1 dan YouTube RRI Banda Aceh pada Rabu (15/1/2025).

Akmil menjelaskan, cara sederhana untuk memastikan legalitas tawaran kerja adalah dengan mengonfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja setempat, UPT Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), atau langsung memeriksa daftar Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di situs resmi pemerintah.

Peran Media Sosial dan Kebutuhan Ekonomi

Menurut Akmil, salah satu pemicu meningkatnya jumlah pekerja migran ilegal adalah kemudahan akses informasi melalui media sosial yang sering disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Kelompok atau individu yang mencari keuntungan pribadi memanfaatkan kebutuhan ekonomi pencari kerja yang mendesak, sehingga mereka mudah terjebak dalam iming-iming gaji besar tanpa prosedur resmi.

“Banyak kasus TPPO terjadi karena korban kurang pengetahuan dan kurang hati-hati dalam menyaring informasi. Edukasi yang kami lakukan bertujuan memperkuat kesadaran ini. Masyarakat harus tahu bahwa proses bekerja di luar negeri mencakup seleksi ketat, persyaratan administratif, pelatihan keterampilan, serta kesiapan mental,” tambahnya.

Disnakermobduk Aceh terus mengimbau agar masyarakat lebih cermat dalam mencari informasi kerja ke luar negeri dan menjadikan saluran resmi pemerintah sebagai sumber utama. Ke depannya, kolaborasi dengan berbagai pihak akan diperluas untuk mempercepat sosialisasi dan mencegah bertambahnya korban TPPO di Aceh.

Editor: Akil

Website Resmi UIN Ar-Raniry Diretas, Tampilkan Situs Judi Online

0
Website resmi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh diduga terkena serangan siber dan berubah menjadi situs judi online.(Foto: Tangkapan layar website UIN Ar-Raniry)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Website resmi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dengan alamat ar-raniry.ac.id diretas. Laman yang seharusnya menjadi sumber informasi resmi kampus itu berubah menampilkan promosi situs judi online. Peretasan ini terpantau pada Selasa (14/1/2025) malam.

Saat diakses melalui pencarian Google, muncul ucapan selamat datang di toko situs toto slot resmi.

“Situs slot resmi ini menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan para penggemar slot online yang menjadi daya tarik tersendiri,” demikian isi deskripsi yang terpampang pada laman tersebut.

Ketua Sub Tim Humas dan Informasi UIN Ar-Raniry, Eka Saputra, membenarkan insiden ini. Ia menyebutkan bahwa masalah tersebut sedang ditangani oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) kampus.

“Sedang dicek oleh PTIPD. Kami juga menunggu kabar dari mereka selaku unit yang bertanggung jawab atas fasilitas server dan IT di UIN,” ujar Eka saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp.

Eka menjelaskan bahwa peretasan lebih terlihat saat situs diakses melalui perangkat Android. Sementara jika diakses menggunakan laptop atau komputer, website UIN Ar-Raniry tetap menampilkan halaman resminya meskipun deskripsi di mesin pencari telah berubah.

“Deskripsi situs judi memang muncul, tetapi jika diklik, laman tersebut tetap menuju website kampus. Saat ini tim IT kami sedang bekerja untuk memperbaiki situasi ini,” tambahnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan sistem keamanan digital mereka. Peretasan website perguruan tinggi tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga dapat membahayakan data mahasiswa dan sivitas akademika. Belum diketahui secara pasti siapa pelaku di balik insiden ini.

Peretasan situs pendidikan bukan hal baru. Di era teknologi informasi, serangan siber semakin canggih dan terus berkembang. Pengamanan berlapis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi menjadi langkah yang harus diperkuat oleh setiap institusi.

UIN Ar-Raniry sendiri menyatakan akan terus melakukan investigasi hingga website kembali normal.

“Kami memohon pengertian dan dukungan semua pihak untuk menunggu proses pemulihan ini,” tutup Eka.

Hingga berita ini diturunkan, laman resmi UIN Ar-Raniry masih belum sepenuhnya pulih.

Editor: Akil

Sejarah Kelam Peristiwa Malari: Ketika Suara Rakyat Berujung Tragedi 51 Tahun Lalu

0
Peristiwa Malari. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Jakarta Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat tumpah ruah memenuhi jalan-jalan utama ibu kota. Teriakan tuntutan menggema, membawa semangat perlawanan yang berakar dari keresahan terhadap kebijakan ekonomi yang dianggap memihak modal asing. Hari itu, sejarah mencatat sebuah tragedi yang kelak dikenang sebagai Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari.

Lalu, apa yang memicu terjadinya peristiwa ini? Nukilan.id menelusuri berbagai sumber untuk mengungkap sejarah di balik kejadian tersebut. Diketahui, peristiwa Malari bermula sehari sebelum puncak kerusuhan, tepatnya pada 14 Januari 1974, ketika Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kehadirannya memicu protes mahasiswa yang telah lama mengkritik dominasi Jepang dalam perekonomian Indonesia. Bagi mereka, investasi besar yang dibawa Tanaka hanyalah simbol dari semakin menguatnya cengkeraman modal asing yang memperlebar kesenjangan sosial.

Keesokan harinya, pada 15 Januari, aksi yang semula damai berubah menjadi kerusuhan besar. Ribuan massa berkumpul di Jakarta, menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan pemerintah Orde Baru yang dianggap terlalu berpihak kepada kepentingan asing. Kericuhan tak terhindarkan. Gedung-gedung dan kendaraan dibakar, toko-toko dijarah, dan fasilitas umum dirusak. Aparat keamanan yang semula berjaga-jaga akhirnya terlibat bentrok dengan para demonstran.

Penyebab dan Tuntutan Mahasiswa

Ada beberapa faktor yang memicu meletusnya Peristiwa Malari:

  1. Kunjungan Perdana Menteri Jepang: Kakuei Tanaka dilihat sebagai simbol kapitalisme asing yang menggurita di Indonesia. Kebijakan investasi besar-besaran dari Jepang dianggap merugikan rakyat kecil.
  2. Kebijakan Ekonomi Orde Baru: Pemerintahan Presiden Soeharto dituduh terlalu berpihak pada investor asing, meninggalkan kepentingan rakyat dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  3. Ketidakpuasan Mahasiswa: Suara mahasiswa yang terus-menerus menuntut perubahan kebijakan ekonomi dan penghapusan Asisten Pribadi Presiden (Aspri) tidak mendapat respons yang memuaskan dari pemerintah.

Pada aksi 15 Januari, tuntutan mahasiswa jelas: hentikan pengaruh Aspri Presiden Soeharto dalam pemerintahan dan kaji ulang kebijakan ekonomi yang pro-asing. Namun, jalan menuju perubahan itu berliku dan penuh darah.

Dampak dan Penindasan Pasca-Malari

Sebagai buntut dari kerusuhan tersebut, sebanyak 775 orang ditangkap. Di antara mereka, ada nama-nama besar seperti Hariman Siregar, Yap Thiam Hien, Mochtar Lubis, Rahman Tolleng, dan Aini Chalid. Mereka adalah simbol perlawanan intelektual terhadap kebijakan yang dianggap menindas rakyat kecil.

Penangkapan para aktivis menandai babak baru dalam politik Indonesia di bawah Orde Baru. Kebebasan berpendapat semakin ditekan, media massa diawasi ketat, dan organisasi mahasiswa dipinggirkan. Kebijakan represif ini memperuncing hubungan antara pemerintah dan kelompok kritis, menciptakan ketegangan yang terus bergulir selama bertahun-tahun.

Pelajaran dari Malapetaka 15 Januari

Malari bukan hanya sebuah tragedi kerusuhan yang merusak fasilitas umum dan menghancurkan kehidupan banyak orang. Di balik kepulan asap dan reruntuhan bangunan, ia menyisakan pesan penting tentang hubungan antara kekuasaan, rakyat, dan demokrasi.

Semangat mahasiswa yang berani menantang kebijakan pemerintah mengingatkan bahwa suara rakyat harus selalu didengar. Meskipun berakhir dengan kekerasan, peristiwa ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan keadilan sosial dan hak demokratis. Malari adalah pengingat bahwa pembangunan ekonomi tanpa memperhatikan kepentingan rakyat dapat menjadi bara yang sewaktu-waktu membakar stabilitas negara.

Setengah abad berlalu sejak Malari mengguncang Jakarta, tetapi pelajarannya tetap relevan. Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka dan responsif terhadap kritik. Tragedi 15 Januari 1974 adalah pelajaran mahal, tetapi juga warisan sejarah yang patut dikenang agar tidak terulang di masa depan. (xrq)

Reporter: Akil

Mengenal Aceh Flora dan Fauna: Komunitas Peduli Lingkungan yang Inspiratif dari Kota Langsa

0
Aceh Flora dan Fauna, Komunitas Peduli Lingkungan yang Inspiratif dari Kota Langsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Langsa – Kepedulian terhadap lingkungan hidup kian menjadi sorotan di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan alam yang terus meningkat. Di Kota Langsa, sebuah komunitas bernama Aceh Flora dan Fauna (AF2) hadir membawa semangat perubahan. Diprakarsai oleh sekelompok pemuda, komunitas ini memupuk kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah.

Iqbal Fachrul Razzy, yang akrab disapa Ayong, mahasiswa Universitas Samudra Langsa yang juga inisiator sekaligus ketua AF2, menceritakan awal mula berdirinya komunitas ini kepada Nukilan.id pada Rabu (15/1/2025). Ia mengungkapkan bahwa keresahan terhadap kondisi lingkungan hidup di Aceh menjadi alasan utama terbentuknya AF2.

“Motivasi saya dan tim membentuk Aceh Flora dan Fauna berawal dari keresahan terhadap kondisi lingkungan di Aceh. Banyak perusahaan datang setiap tahun, membawa dampak besar bagi alam. Kami ingin berkontribusi lewat generasi muda, khususnya siswa sekolah, agar mereka menjadi penggerak lingkungan hidup di masa depan,” ujar pemuda kelahiran Aceh Selatan itu penuh semangat.

Sejak berdiri, AF2 telah mencatatkan berbagai aksi nyata yang patut diapresiasi. Salah satu program unggulannya adalah mengadakan sosialisasi rutin di sekolah-sekolah di Kota Langsa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Alasan kami terjun ke sekolah-sekolah di Kota Langsa adalah agar siswa di Aceh, khususnya di sini, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan kesadaran yang tinggi terhadap alam,”  tambah Ayong.

Namun, jalan yang dilalui AF2 tidak selalu mulus. Mereka menghadapi tantangan klasik yang sering dihadapi komunitas kecil, yaitu keterbatasan dana. Meski begitu, Ayong dan timnya tidak menyerah. Mereka aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga-lembaga yang memiliki visi serupa dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami bekerja sama dengan AWF, FKL, dan KSL untuk mendapatkan bibit pohon, suvenir, dan pemateri dalam kegiatan sosialisasi kami,” ungkap Ayong. Langkah kolaboratif ini menjadi kunci keberhasilan AF2 dalam menjalankan berbagai program lingkungan secara berkelanjutan.

Ayong dan AF2 memiliki visi jangka panjang. Mereka berharap agar siswa-siswa di Aceh bisa menjadi pendorong perubahan menuju Indonesia yang lebih bersih dan sehat pada tahun 2045.

“Kami ingin para pelajar menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. Ini bagian dari cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dengan alam yang terjaga dan lestari,” tutup Ayong.

Dedikasi AF2 dan semangat juang anggotanya menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain di Aceh. Dengan misi mulia mereka, Ayong dan timnya membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—kesadaran dan aksi yang dilakukan bersama-sama untuk menjaga alam tetap lestari bagi generasi mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Imigrasi Banda Aceh Percepat Layanan Paspor Haji 2025

0
Ilustrasi paspor. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Menjelang musim haji tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh mempercepat layanan pembuatan paspor bagi calon jemaah haji di wilayah kerjanya yang meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Pidie Jaya. Berbagai langkah proaktif dilakukan untuk memastikan kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan haji.

Analis Keimigrasian Ahli Muda, Fauzan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan pelayanan kolektif ke sejumlah daerah untuk memfasilitasi pembuatan paspor haji.

“Pelayanan pengurusan paspor bagi calon jemaah haji dilakukan secara berkala. Kami telah turun langsung ke beberapa wilayah untuk melaksanakan layanan kolektif pembuatan paspor haji. Ini bertujuan memudahkan calon jemaah dari empat kabupaten/kota tersebut,” ujar Fauzan saat diwawancarai PRO 1 RRI Banda Aceh, Senin (13/1/2025).

Layanan pengurusan paspor dilaksanakan melalui tiga jalur: Kantor Imigrasi Banda Aceh, Mal Pelayanan Publik di Aceh Besar, dan layanan kolektif di daerah. Upaya ini, menurut Fauzan, dimaksudkan untuk mempercepat proses administrasi perjalanan ibadah haji.

“Kami memberikan pelayanan yang cukup baik dan memadai bagi calon jemaah haji. Saat ini, kami masih menunggu pedoman teknis terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Imigrasi,” tambahnya.

Meskipun ada percepatan layanan, Fauzan memastikan bahwa prosedur penerbitan paspor haji tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara proses pengurusan visa sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama, pihak Imigrasi berfokus pada penerbitan paspor sebagai syarat utama keberangkatan.

“Prosedur permohonan paspor haji tahun 2025 masih sama seperti sebelumnya. Kami melaksanakan layanan di kantor imigrasi, mal pelayanan publik, dan juga melalui permohonan kolektif di beberapa kabupaten. Ini adalah langkah yang kami lakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” jelas Fauzan.

Fauzan juga mengimbau para calon jemaah haji agar memanfaatkan fasilitas yang tersedia demi kelancaran pengurusan paspor.

“Kami berharap seluruh calon jemaah haji dapat menyelesaikan pengurusan dokumen perjalanan sesuai dengan waktu yang ditentukan, sehingga semua persiapan keberangkatan haji tahun 2025 dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Dengan percepatan layanan ini, Kantor Imigrasi Banda Aceh berkomitmen meminimalisasi hambatan administrasi, memastikan calon jemaah haji dapat berangkat dengan persiapan dokumen yang lengkap dan tepat waktu.

Editor: Akil

Mahasiswa Sebut Pengadaan Mobil Dinas Bupati Aceh Utara Sesuai Aturan Hukum

0
Sayed Muhammad Hali, salah seorang mahasiswa IAIN Lhokseumawe. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Polemik seputar pengadaan mobil dinas Bupati Aceh Utara yang beberapa waktu lalu mengemuka di publik mendapat tanggapan positif dari kalangan mahasiswa. Sayed Muhammad Hali, salah seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, menilai bahwa seluruh proses pengadaan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan tidak menyalahi aturan hukum.

Menurut Sayed, pengadaan mobil dinas Bupati Aceh Utara sudah melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta aturan pelaksanaannya.

“Pengadaan ini telah melalui mekanisme yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta aturan pelaksanaannya. Apalagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga telah melibatkan instansi terkait dalam setiap tahapan proses ini guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau prosedural,” ujarnya.

Sayed menambahkan bahwa pengadaan mobil dinas tersebut sangat penting dalam menunjang kinerja pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mengingat kondisi geografis daerah yang cukup luas dan medan yang berat.

“Sudah sepantasnya pengadaan mobil dinas sebagai alat operasional, kendaraan ini akan digunakan untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi kerja di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, koordinasi antarinstansi, serta penanganan isu-isu strategis di wilayah Aceh Utara,” katanya.

Lebih lanjut, Sayed mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara atas kepemimpinan yang telah menunjukkan kemajuan positif selama ini.

“Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara atas kepemimpinannya yang tegas dan visioner. Selama masa kepemimpinannya, Aceh Utara telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor, termasuk tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Langkah-langkah yang diambil oleh Pj Bupati selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tutup Sayed.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa pengadaan mobil dinas tersebut adalah langkah yang rasional dan tidak hanya sekadar untuk kepentingan personal, melainkan demi kemajuan dan efisiensi pemerintahan di Aceh Utara.

Editor: Akil

Dua Siswa Madrasah Wakili Aceh di Olimpiade Matematika Asia Tenggara

0
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar Saifuddin saat melakukan prosesi adat peusijuk kepada dua pelajar MIN yang lolos ke olimpiade matematika tingkat Asia Tenggara. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dua siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mewakili Provinsi Aceh pada ajang Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, yang akan berlangsung pada 17-20 Januari 2025.

Mereka adalah Ahmad Afkar dari kelas 6 Digital dan Ahmad Jazuli dari kelas 6 Al-Alim. Keduanya bergabung dengan empat pelajar lainnya dari SD IT Al-Azhar dan Fatih Bilingual School yang akan membawa harapan besar bagi Aceh dan Indonesia di kompetisi internasional tersebut.

“Keberhasilan ini bukan saja menjadi kebanggaan peserta didik dan orang tuanya, tetapi keluarga besar MIN 27 Aceh Besar juga merasakan kebahagiaan dan kebanggaan yang sama,” kata Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar Saifuddin, Selasa (14/1/2025).

Menurut Saifuddin, SEAMO adalah ajang bergengsi yang mempertemukan para talenta muda dari berbagai negara Asia Tenggara dalam bidang matematika. Dia menyebut keberhasilan Ahmad Afkar dan Ahmad Jazuli menembus persaingan ketat merupakan capaian yang luar biasa.

“Terpilihnya Ahmad Afkar dan Ahmad Jazuli sebagai wakil Aceh tentu menjadi sebuah prestasi yang luar biasa, mengingat tingkat persaingan yang sangat ketat,” ujarnya.

Saifuddin berharap kedua siswa tersebut dapat meraih hasil terbaik dan membawa pulang kemenangan, yang tidak hanya mengharumkan nama Aceh Besar, tetapi juga Indonesia di kancah internasional.

“Kami berharap mereka dapat membawa pulang kemenangan dan mengharumkan nama Aceh Besar dan Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, turut mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para siswanya. Dia mengapresiasi peran guru pembimbing, dewan guru, serta dukungan orang tua dalam membentuk keberhasilan Ahmad Afkar dan Ahmad Jazuli.

“Prestasi ini tidak lepas dari binaan para guru pembimbing, dukungan dari dewan guru, serta peran aktif orang tua yang senantiasa memberikan motivasi dan dorongan terhadap peserta didik,” katanya.

Naswati juga menaruh harapan besar kepada kedua siswa agar tetap percaya diri dan tampil maksimal di ajang SEAMO.

“Harapan besar kepada Ahmad Afkar dan Ahmad Jazuli agar dapat memberikan yang terbaik dalam kompetisi mendatang. Semoga keduanya dapat membawa pulang prestasi yang gemilang dan terus menjadi inspirasi peserta didik lainnya,” ujar Naswati.

Keberhasilan dua siswa madrasah ini semakin membuktikan bahwa potensi akademik anak-anak Aceh dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Prestasi mereka diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan menjunjung tinggi semangat berprestasi.

Editor: Akil

Pemko Banda Aceh Segera Benahi Simpang 4 Jalan Rama Setia

0
Pemko Banda Aceh Segera Benahi Simpang 4 Jalan Rama Setia. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait akan segera membenahi Simpang Empat di Jalan Rama Setia, Gampong Merduati, khususnya belokan ke kiri yang mengarah ke Jalan Tentara Pelajar.

Hal itu disampaikan Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal saat meninjau persimpangan yang kerap memicu lakalantas tunggal, terutama insiden mobil “nyangkut” di atas pembatas beton tengah jalan, Rabu, 15 Januari 2025 sore.

Tak sendiri, Pj Wali Kota Almuniza datang bersama Kadishub Wahyudi, Kadis PUPR Cut Ahmad Putra, Kadiskopukmdag Samsul Bahri, dan Kasatpol PP/WH Banda Aceh M Rizal, beserta jajaran staf.

Menurut Almuniza, pembenahan perempatan jalan di kawasan padat lalulintas tersebut, perlu segera dilakukan karena telah memakan banyak korban, hingga viral di media sosial. “Sebelumnya, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, Telkom, hingga Satlantas Polresta Banda Aceh.”

Dalam waktu dekat, ujarnya, ada beberapa langkah penanganan yang akan dilakulan. “Pertama, kita pastikan road barrier (pembatas jalan portabel) yang ada semua terisi dengan pasir agar tidak bisa dipindah-pindahkan oleh oknum pengendara nakal.”

Kedua, pemotongan pohon dan pemindahan kios yang mengganggu pandangan pengendara. “Kemudian ini yang perlu kita koordinasikan dengan PLN dan Telkom, yakni pemindahan tiang listrik dan tiang telepon pada satu tempat agar tidak menghalangi jalan,” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya juga akan melakulan pelebaran jalan sehingga diharapkan arus lalulintas semakin lancar. “Kalau semua sudah clear, mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan tunggal di sini,” ujarnya lagi seraya mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan saat berkendara. 

Empat Rumah di Aceh Utara Rusak Diterjang Abrasi, Warga Harapkan Bantuan Pemerintah

0
Empat Rumah di Aceh Utara Rusak Diterjang Abrasi. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Abrasi pantai kembali menelan korban di Desa Meunasah Baro, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Empat rumah warga mengalami kerusakan akibat terkikisnya garis pantai. Satu di antaranya, milik Hafsah, rusak berat hingga tidak lagi layak huni.

Kapolsek Muara Batu, AKP Ali Akbar, mengungkapkan bahwa pihaknya segera merespons kejadian ini dengan mendatangi lokasi bersama camat dan personel Koramil pada Selasa (14/1/2025). Mereka telah melaporkan situasi tersebut kepada Dinas Sosial Aceh Utara untuk memastikan bantuan darurat dapat diberikan kepada para korban.

“Kami teruskan laporannya ke dinas sosial agar bisa dibantu warga terdampak abrasi ini,” ujar Ali Akbar saat dihubungi melalui sambungan telepon. Ia juga mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan karena ancaman abrasi diperkirakan masih berlanjut.

“Jika kondisi abrasi makin parah, segera hubungi aparat keamanan agar kita bantu evakuasi,” tambahnya.

Selain rumah Hafsah yang mengalami kerusakan parah, tiga rumah lainnya milik Musliadi, Muhammad Aljabir, dan Suryadi hanya mengalami kerusakan ringan. Namun, ketiga pemilik rumah tetap cemas dengan potensi kerusakan yang lebih besar jika abrasi terus terjadi.

Hafsah, yang rumahnya hampir tak menyisakan dapur akibat terkikis gelombang, berharap ada perhatian cepat dari pemerintah daerah.

“Semoga bapak Pj Bupati Aceh Utara mengetahui kondisi kami korban abrasi dan memberikan bantuan rehab rumah,” katanya penuh harap.

Desa Meunasah Baro yang berada di pesisir pantai memang rentan terhadap abrasi. Erosi pantai di kawasan ini telah berulang kali merusak rumah warga dan infrastruktur lainnya. Masyarakat setempat meminta langkah mitigasi jangka panjang, seperti pembangunan pemecah ombak atau tanggul pantai, untuk melindungi mereka dari bencana serupa di masa depan.

Bencana abrasi pantai telah menjadi ancaman serius di berbagai wilayah pesisir Indonesia, memaksa ribuan warga hidup dalam ketidakpastian. Menurut para ahli, perubahan iklim yang memicu kenaikan permukaan laut serta eksploitasi kawasan pesisir tanpa pengelolaan berkelanjutan memperparah risiko abrasi di wilayah-wilayah rawan seperti Muara Batu.

Editor: Akil