Beranda blog Halaman 716

Seratus Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran: Harapan Baru dengan Tantangan Implementasi

0
Prabowo-Gibran (Foto: Google)

NUKILAN.id | Jakarta – Seratus hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah memberikan gambaran awal tentang arah kebijakan yang akan dijalankan. Program-program yang berlabel ‘gratis’ seperti makan bergizi gratis, rumah gratis, dan cek kesehatan gratis mendapatkan perhatian publik.

Harapan baru bagi masyarakat, terutama yang berada di garis depan kemiskinan, muncul melalui kebijakan ini. Namun, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari tantangan besar dalam implementasinya dan pengintegrasiannya dengan strategi pembangunan jangka panjang.

Nicholas Siagian, Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, dalam wawancara dengan Nukilan.id, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Implementasi program harus diawasi secara ketat untuk meminimalkan risiko korupsi dan penyalahgunaan anggaran negara,” ujarnya pada Sabtu (18/1/2025).

Siagian menambahkan bahwa keberlanjutan program-program ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengintegrasikan kebijakan dengan pemberdayaan masyarakat, agar mereka dapat mandiri dalam jangka panjang.

“Tidak kalah penting, pemerintah perlu memperkuat program pemberdayaan masyarakat agar mereka mampu mandiri dalam jangka panjang, sehingga kebijakan ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat saja, tetapi juga menciptakan dampak yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Siagian juga memberikan catatan penting terkait aspek akademik dan teknokrasi dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto harus lebih mengedepankan perencanaan berbasis bukti dalam kebijakan yang diambil.

“Harapannya, kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan perencanaan yang baik (evidence based policy), mampu secara anggaran, dan layak secara tata kelola,” tegasnya.

Terakhir, Siagian menambahkan bahwa komunikasi yang intensif antarmenteri dalam Kabinet Merah Putih sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program-program prioritas.

“Perlu juga Komunikasi yang lebih intensif dan konstruktif para Menteri Kabinet Merah Putih, sangat diperlukan untuk mewujudkan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.”

Dengan harapan besar, implementasi program-program ini akan menghadapi banyak tantangan. Namun, jika diatasi dengan strategi yang tepat dan pengawasan yang ketat, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang. (XRQ)

Reporter: Akil

Menlu Israel Dukung Gencatan Senjata dengan Hamas, Koalisi Netanyahu di Ujung Tanduk

0
Asap dan api membumbung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Gaza. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta — Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, mengonfirmasi dukungannya terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok milisi Hamas dalam rapat kabinet keamanan yang digelar pada Jumat (17/1/2025). Keputusan tersebut menandai langkah besar di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kedua pihak.

“Pada saat ini, keputusan ini harus dibuat,” tulis Sa’ar melalui unggahan di Facebook, dikutip dari CNN. Ia menyatakan bahwa ia dan Menteri Keuangan Ze’ev Elkin mendukung gencatan senjata tersebut dalam rapat kabinet pleno.

Meski mendukung langkah tersebut, Sa’ar tidak mengabaikan kritik yang muncul terkait kesepakatan itu. Ia menekankan pentingnya menghormati pandangan yang berseberangan.

“Kritik terhadap kesepakatan tersebut harus dihormati, ditangani, dan tidak diabaikan. Kita tidak dapat menyangkal bahwa ada risiko yang terlibat,” tambahnya.

Langkah mendukung gencatan senjata mendapat tantangan keras dari beberapa anggota kabinet. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menentang kebijakan itu secara tegas dan mengancam akan menarik dukungan partainya dari koalisi yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika kesepakatan tersebut tetap dijalankan.

“Tanggung jawab bersama di antara rakyat Israel mengharuskan kami untuk membuat keputusan sulit ini,” tulis Sa’ar menegaskan.

Dalam pernyataannya, Sa’ar juga menyinggung hubungan strategis Israel dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh rencana pergantian pemerintahan di Washington, mengingat pelantikan Presiden terpilih Donald Trump yang akan berlangsung dalam beberapa hari.

“Kesepakatan ini memungkinkan Israel untuk mengakhiri hubungan positif dengan pemerintahan yang akan berakhir di Washington dan memulai hubungan yang sukses dengan pemerintahan yang akan datang di bawah Presiden Trump,” ujarnya.

Sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas diumumkan oleh pemerintah Qatar pada Rabu (15/1). Kabinet keamanan Israel yang beranggotakan sebelas orang telah menyetujui perjanjian tersebut. Namun, keputusan final masih menunggu persetujuan dari kabinet penuh yang terdiri atas 33 anggota.

Meski gencatan senjata diumumkan, korban terus berjatuhan di Gaza. Sejak pengumuman perjanjian, setidaknya 116 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 264 lainnya terluka. Dari jumlah tersebut, 30 korban jiwa merupakan anak-anak, sementara 32 lainnya adalah wanita.

Keputusan politik ini tidak hanya menjadi ujian bagi stabilitas koalisi Netanyahu tetapi juga menentukan arah kebijakan keamanan Israel di tengah dinamika konflik yang terus berkembang.

Editor: Akil

Belum Optimal, Aceh Perlu Siapkan Infrastruktur Bisnis untuk Tarik Investor

0
Ilustrasi impor dan ekspor. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh menilai Aceh perlu memperbaiki dan melengkapi infrastruktur penunjang bisnis guna meningkatkan aktivitas ekonomi dan menarik lebih banyak investasi ke Tanah Rencong.

“Kami harap pemerintah daerah dan teman-teman di DPRA fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang bisnis. Insentif pemerintah bisa diarahkan ke sana,” kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh Safuadi di Aceh Besar, Jumat (17/1/2025).

Safuadi menjelaskan, fasilitas pendukung bisnis di Aceh saat ini masih belum memadai, sehingga menghambat pertumbuhan kegiatan ekonomi. Menurutnya, membangun infrastruktur vital tidak mungkin dibebankan kepada pelaku usaha.

Ia mencontohkan kondisi Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Aceh Besar, yang kedalamannya hanya 6-8 meter. Pelabuhan ini hanya mampu disinggahi kapal berbobot hingga 30 ribu ton, sedangkan kapal kargo modern rata-rata berkapasitas 50 ribu ton ke atas.

“Kapal-kapal besar yang ingin merapat tidak bisa masuk. Seharusnya, Pelabuhan Malahayati memiliki kedalaman 14 meter agar kapal kargo 50 ribu ton bisa bersandar. Kalau kapal bisnis tidak bisa datang, tentu bisnis juga tidak akan ada,” ujarnya.

Selain itu, Bandara Syekh Hamzah Fansyuri di Singkil hanya memiliki landasan sepanjang 1.400 meter. Untuk mendukung pengiriman komoditas unggulan langsung ke negara tujuan, panjang landasan perlu ditingkatkan menjadi 2.500 meter.

“Bandara Lasikin di Simeulue pun sama. Landasan yang ada sekarang sepanjang 1.710 meter tidak bisa dilandasi pesawat kargo. Idealnya diperpanjang hingga 2.500 meter, meski harus memotong bukit,” kata Safuadi. Menurutnya, dengan perpanjangan tersebut, produk perikanan seperti lobster bisa langsung diterbangkan ke Jepang atau Uni Emirat Arab.

Safuadi juga menyoroti pentingnya optimalisasi bandara untuk pergerakan barang, bukan hanya penumpang. Menurut dia, aktivitas ekonomi tumbuh karena adanya mobilitas lima elemen utama: barang, uang, dokumen, orang, dan pasar.

“Kalau lima hal ini berjalan, maka ekonomi akan bertumbuh,” ujarnya.

Pemerintah Aceh, menurut Safuadi, perlu menyiapkan infrastruktur bisnis untuk memperlancar roda perekonomian. Investor tidak boleh dibebani dengan tanggung jawab membangun fasilitas yang seharusnya menjadi tugas pemerintah.

Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mengatasi permasalahan ekonomi di Aceh.

“Para akademisi sudah menyampaikan gagasan, pengusaha memiliki harapan, sekarang tinggal bagaimana pemerintah mengambil bagian. Kolaborasi ketiganya penting. Jika salah satu terputus, konektivitas terganggu, dan Aceh sulit untuk bangkit,” pungkas Safuadi.

Editor: Akil

Prodi Kesehatan Masyarakat UTU Distribusikan 53 Mahasiswa untuk PBL I di Aceh Jaya

0
Prodi Kesehatan Masyarakat UTU Distribusikan 53 Mahasiswa untuk PBL I di Aceh Jaya. (Foto: Humas UTU)

NUKILAN.id | Calang – Sebanyak 53 mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memulai Praktek Belajar Lapangan (PBL) I di Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (15/1/2025). Pelepasan mahasiswa ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UTU, Dr. Teuku Alamsyah, M.PH., di aula Dinas Kesehatan Aceh Jaya.

Dr. Teuku Alamsyah menyampaikan bahwa PBL merupakan bagian penting dari proses pendidikan untuk memberikan pengalaman langsung di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, yang tersebar di Aceh Jaya.

”Ini adalah PBL I, mahasiswa akan ditempatkan di 10 Puskesmas se-Aceh Jaya. Ke depan mahasiswa yang sama akan melakukan PBL II dengan penempatan di gampong-gampong yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu memetakan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing Puskesmas, menganalisis data, serta merencanakan kegiatan intervensi untuk PBL II.

”Mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung, bagaimana manajemen Puskesmas, pelaksanaan program, dinamika masalah kesehatan, hingga menyusun rencana intervensi di kemudian hari,” tambah Dr. Teuku Alamsyah.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, dr. Muhammad Jhon Sanova, M.Si., menyambut baik kegiatan PBL yang dilaksanakan mahasiswa UTU. Ia menyatakan kesiapan para kepala Puskesmas dan staf untuk membimbing para mahasiswa selama proses pembelajaran.

”Insya Allah, para kepala Puskesmas yang hadir atau yang mewakili penerimaan mahasiswa ini, siap untuk membimbing dan mengarahkan mahasiswa untuk proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang diharapkan,” ujar dr. Jhon Sanova.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Teuku Umar karena memilih Aceh Jaya sebagai mitra dalam memperkuat pendidikan kesehatan masyarakat.

”Tentu banyak hal yang dapat disinergikan antara perguruan tinggi Universitas Teuku Umar dengan Dinas Kesehatan Aceh Jaya terkait pembangunan kesehatan masyarakat yang optimal,” tutupnya.

Ketua Program Studi IKM FIK UTU, Maiza Dhuana, S.KM., M.Kes., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

”Kegiatan PBL I ini juga diisi dengan penandatanganan dokumen kerja sama sebagai komitmen kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi,” jelas Maiza.

Dalam acara pelepasan tersebut, turut hadir Wakil Dekan I FIK UTU, Safrizal SA; Wakil Dekan II, Teungku Nih Farisni; Sekretaris Prodi IKM, Mardi; Ketua Panitia PBL, Yulizar Kasma; para dosen pendamping; serta kepala Puskesmas dari berbagai wilayah di Aceh Jaya, termasuk Teunom, Pasie Raya, Panga, Krueng Sabee, Calang, Lhok Kruet, Lageun, Patek, Lamno, dan Indra Jaya.

Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis dan praktik langsung untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan di tingkat komunitas. Sementara itu, kerja sama yang terjalin antara UTU dan Dinas Kesehatan Aceh Jaya diharapkan memperkuat sinergi dalam membangun kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Editor: Akil

Dugaan Korupsi Pasar Bale Atu, Mantan Kadis Perindagkop dan UMKM Aceh Tengah Segera Disidang

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Takengon Satu lagi babak penting dalam pengusutan dugaan korupsi pembangunan lanjutan Pasar Bale Atu, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, akan segera dimulai di pengadilan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah memastikan berkas perkara yang melibatkan tersangka berinisial SY, mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Aceh Tengah, telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Kasubsi II Intelijen Kejari Aceh Tengah, Afdal, menyebutkan bahwa berkas perkara SY, yang berperan sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek tersebut, telah rampung sejak Desember 2024.

“Kalau sudah P-21 semua, langsung kita limpah untuk sidang,” ujar Afdal saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerja Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Aceh Tengah, dikutip dari RRI Jumat (17/1/2025).

Menurut Afdal, rencana pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh juga mencakup empat berkas perkara lainnya yang masih berkaitan dengan proyek Pasar Bale Atu. Empat tersangka tersebut masing-masing berinisial MA, yang bertindak sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), DK selaku konsultan pengawas, serta HP dan AL yang berperan sebagai pihak rekanan.

Proyek pembangunan pasar bertingkat tersebut menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tengah tahun 2018. Total nilai kontraknya mencapai Rp1,69 miliar. Namun, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp526,32 juta.

Sebelumnya, pada Rabu (15/1/2025), Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Aceh Tengah telah kembali melimpahkan empat berkas perkara yang melibatkan para tersangka tambahan ke pihak kejaksaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus korupsi Pasar Bale Atu menarik perhatian publik lantaran proyek tersebut sempat menjadi salah satu program strategis daerah untuk meningkatkan fasilitas perdagangan di Takengon. Namun, dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek justru mencederai amanah penggunaan dana publik.

Dengan dinyatakan lengkapnya berkas perkara, masyarakat kini menanti proses persidangan yang akan digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Kejaksaan diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini, termasuk menuntut pertanggungjawaban para pihak yang terlibat, demi menegakkan keadilan dan memperkuat integritas pengelolaan anggaran publik di masa mendatang.

Editor: Akil

Nelayan di Aceh Utara Ditangkap Eksploitasi Sumur Minyak Ilegal

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon Seorang nelayan di Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, diciduk polisi atas dugaan eksploitasi sumur minyak ilegal yang telah berlangsung selama dua pekan. Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 4.000 liter minyak mentah.

Pelaku yang berinisial B (45) diketahui baru terlibat dalam aktivitas pengeboran minyak ilegal selama dua minggu terakhir. Penangkapan dilakukan oleh personel Unit IV Tipidter Polres Lhokseumawe pada Kamis (16/1/2025) siang di Gampong Kilometer 8.

“Aktivitas ini sudah berlangsung selama dua minggu,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Yudha Prastya, Jumat (17/1/2025).

B beroperasi dengan menggunakan mesin bor untuk menggali sumur minyak mentah yang kemudian disedot dan ditampung dalam kolam buatan. Minyak tersebut lantas dipindahkan ke tangki fiber untuk dijual.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk lima batang pipa besi, satu unit mesin pompa air, tiga mata bor, empat tangki fiber berisi minyak mentah, serta satu gulungan selang.

“Kita menemukan barang bukti berupa empat tangki fiber berisi 4.000 liter minyak mentah,” jelas Yudha.

Saat ini, tersangka B tengah menjalani pemeriksaan di Polres Lhokseumawe. Dia dijerat dengan Pasal 52 juncto Pasal 40 angka 7 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengatur larangan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa izin.

“Berdasarkan pasal dan Undang-Undang tersebut, terduga pelaku eksplorasi atau eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa perizinan dapat dikenakan sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp 60 miliar,” ujar Yudha.

Polisi turut mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayah mereka guna menjaga ketertiban dan keamanan.

“Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal yang merugikan negara,” tegas Yudha.

Editor: Akil

Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI: Strategi Baru atau Langkah Keliru?

0
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan arahan kepada pemain. (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.id | Indepth – Perjalanan Shin Tae-yong sebagai Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia kini resmi berakhir. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengumumkan keputusan pemutusan kontrak tersebut.

Kepergian Shin Tae-yong dari Skuad Garuda menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia yang mempertanyakan apakah langkah ini membawa keuntungan atau kerugian. Meski demikian, PSSI telah mantap mengganti posisi pelatih dengan Patrick Kluivert.

“Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja Coach (pelatih) Shin Tae-yong selama ini, hubungan saya sangat baik. Kita lakukan yang terbaik untuk program-program yang dikehendaki,” ujar Erick saat konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).

Sebelum pernyataan resmi PSSI, kabar pemecatan Shin Tae-yong sudah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya setelah pelatih asal Korea Selatan tersebut gagal membawa Timnas melewati fase grup Piala AFF 2024.

Spekulasi terkait alasan pemecatan terus menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Pendapat suporter terbelah, antara yang mendukung dan yang menentang keputusan tersebut.

Meski demikian, kinerja Shin Tae-yong tetap mendapat apresiasi dari masyarakat. Dukungan dan simpati publik mengalir untuk sang pelatih, terlepas dari pro dan kontra yang berkembang.

Amatan Nukilan.id, tagar #TerimaKasihSTY menjadi trending dan mendominasi platform X (Twitter), bersama dengan topik mengenai PSSI, Shin Tae-yong, dan Timnas yang turut menjadi perbincangan populer.

‘Serangan Balik’ Federasi

PSSI menyadari bahwa keputusan memecat Shin Tae-yong di tengah situasi yang relatif stabil akan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, terutama dari para suporter setia Timnas Indonesia.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa beberapa faktor mendasari pemecatan tersebut, salah satunya adalah dinamika internal tim yang penuh tantangan.

“Kalau saya lihat, memang dinamika ini cukup kompleks. Kalau saja waktu itu kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa, mungkin kurang baik juga,” kata Erick memberikan penjelasan.

Menurutnya, gejolak ini telah dirasakan sejak pertandingan melawan China atau bahkan sebelumnya. Namun, pengambilan keputusan saat itu dianggap kurang tepat karena waktu yang sangat terbatas.

“[Keputusan] yang terbaik ya hari ini, karena kita masih punya waktu 2,5 bulan untuk persiapan,” jelas Erick, yang juga merupakan pemilik klub Oxford United.

Ia menilai waktu yang tersisa bagi pelatih baru cukup untuk menyusun strategi dan mempersiapkan tim menghadapi pertandingan mendatang. Erick juga meyakini bahwa dengan komposisi pemain yang dimiliki saat ini, 2,5 bulan merupakan durasi yang memadai untuk mematangkan persiapan.

“Saya tidak mau ambil keputusan yang hasilnya tidak baik. Setelah evaluasi dan perhitungan, waktu 2,5 bulan ini cukup, tidak tergesa-gesa,” ujarnya.

Shin Tae-yong Buka Suara

Shin Tae-yong, yang lebih dikenal publik dengan sebutan STY, akhirnya memberikan pernyataan setelah kabar pemecatannya tersebar luas. Enam hari setelah pengumuman tersebut, ia memilih menyampaikan ucapan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya, @shintaeyong7777.

Bukan penjelasan atau klarifikasi terkait kisruh yang ramai diperbincangkan, unggahan tersebut adalah surat perpisahan singkat dalam bahasa Korea yang terdiri dari 323 karakter hangeul. Jeong Seok So (Jeje), mantan penerjemah Timnas, menerjemahkan pesan ini ke dalam bahasa Indonesia. Isi pesan tersebut jauh dari nada protes atau kemarahan—hanya penuh rasa syukur kepada semua pihak yang telah membantunya selama ini.

Shin memulai dengan berterima kasih kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. “Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Erick Thohir,” tulisnya pada Sabtu (11/1/2025).

Ia mengapresiasi dukungan luar biasa dari Erick yang menurutnya memungkinkan pencapaian Timnas saat ini.

“Selaku ketua umum PSSI yang membantu dan mendukung luar biasa sehingga timnas Indonesia kita bisa di posisi sekarang. Jika bukan dukungan Pak Ketum, tidak akan kita bisa mendapatkan prestasi yang didapati sekarang,” lanjut pelatih kelahiran 11 Oktober 1970 tersebut.

Tidak lupa, Shin memberikan penghargaan kepada tim kepelatihan dan para official yang bekerja keras mendukung Timnas dari balik layar.

“Dan terima kasih juga kepada semua yang bekerja untuk PSSI terima kasih atas dukungan yang selalu diberikan. Dan saya berterima kasih juga kepada para coach,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa masa-masa sulit kerap dihadapi oleh tim pelatihannya. “Dalam situasi sulit dan melelahkan pun, saya tahu kalian selalu berusaha menjadi satu untuk meraih prestasi bersama pemain,” tuturnya lebih lanjut.

Shin Tae-yong kemudian menyampaikan harapan khusus kepada para pemain Timnas yang telah bekerja keras di bawah arahannya. Dengan penuh semangat, ia mendoakan agar mereka bisa membawa Indonesia tampil di panggung Piala Dunia 2026.

“Terima kasih juga kepada para pemain timnas, harus lolos Piala Dunia 2026 ya. Saya berharap para pemain kita bisa berdiri di atas panggung piala dunia,” ucapnya penuh harapan.

Terakhir, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter yang selalu memberikan dukungan dari tribun. Menurut Shin, dukungan hangat dari masyarakat Indonesia akan selalu dikenangnya sebagai bagian dari perjalanan yang penuh kesan.

“Sebagai terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu mencintai dan mendukung saya. Saya akan ingat selamanya dukungan dan hati yang hangat dari para fans,” pungkasnya dalam unggahan tersebut.

Patrick Kluivert: Pelatih Baru Timnas Indonesia

Setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong, Ketua Umum Erick Thohir mengungkapkan bahwa pengganti pelatih Timnas Indonesia sudah ditentukan, meski identitasnya belum diumumkan.

Dua hari kemudian, kabar tersebut terkonfirmasi melalui akun Instagram @timnasindonesia, yang mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru. Kabar ini sekaligus memvalidasi spekulasi yang sebelumnya marak di media sosial, setelah beberapa laporan dari media asing menyebutkan nama mantan pemain legendaris Belanda tersebut.

PSSI kemudian memperkenalkan Kluivert secara resmi kepada publik Indonesia dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube PSSI, sehari setelah kedatangannya.

Dalam konferensi pers tersebut, Kluivert membahas berbagai hal, mulai dari metode pelatihan hingga pandangannya tentang para pemain. Namun, perhatian besar dari para pendukung Timnas tertuju pada target yang ia tetapkan: membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

“Rencana saya lolos kualifikasi ke Piala Dunia. Jadi kami ingin coba ketat lawan Australia, lalu kami juga ingin [bersaing] ketat lawan Bahrain,” ujar Kluivert saat konferensi pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1/2025).

Kluivert juga menargetkan kemenangan dalam dua laga pada bulan Maret mendatang, meskipun ia tetap memantau perkembangan situasi.

“Kami ingin mendapat 4 poin di kantong, kami [berencana] ingin dapat 6 poin. Tapi dengan catatan, kami juga harus menghargai lawan pertama, [karena lawan Australia main kandang],” ucap mantan bintang Barcelona tersebut.

Timnas Indonesia akan menghadapi dua pertandingan penting pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga pertama melawan Australia dijadwalkan berlangsung pada Kamis (20/3/2025) di Stadion Sydney atau Stadion Allianz, Sydney, Australia.

Setelah itu, skuad Merah Putih akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa (25/3/2025).

Saat ini, Timnas Indonesia menduduki peringkat ketiga Grup C dengan perolehan 6 poin dari 6 pertandingan. Posisi puncak ditempati oleh Jepang dengan 16 poin, sementara Australia berada di peringkat kedua dengan 7 poin.

Suporter Tetap Bersatu

Juru taktik baru Pasukan Garuda telah resmi ditunjuk. Kini, harapan besar bertumpu padanya—mampukah ia menjawab tantangan yang menanti? Menjaga mimpi besar meloloskan Garuda ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Seruan agar para suporter tetap bersatu dan memberikan dukungan penuh kepada Timnas terus menggema di media sosial. Namun, percaya pada janji-janji manis sang pelatih anyar tentu bukan perkara mudah.

Kenangan pahit pergantian pelatih yang berulang kali mengiringi perjalanan Garuda masih membekas di hati suporter. Trauma akan kegagalan yang sebelumnya menggagalkan impian besar turut membayangi optimisme bahwa Garuda mampu terbang tinggi di pentas dunia.

Keputusan federasi sudah bulat, dan sang pelatih baru pun mulai membenahi persiapan. Kini, saatnya suporter merelakan perubahan dalam nyanyian di tribun, demi menjaga asa Garuda ke Panggung Dunia. (xrq)

Reporter: Akil

Menggunakan Dana Pribadi untuk Program Makan Bergizi Gratis: Tanda Buruk Tata Kelola Pemerintahan

0
felia
Ilustrasi uang. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.id | Opini – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah telah diujicobakan di 190 sekolah di 26 provinsi di Indonesia. Namun, pernyataan pemerintah bahwa pelaksanaan program ini menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo menuai beragam tanggapan. Bagi sebagian orang, penggunaan dana pribadi oleh pemimpin mungkin terlihat heroik. Akan tetapi, jika dilihat dari perspektif tata kelola pemerintahan yang baik, praktik semacam ini justru menimbulkan pertanyaan serius mengenai akuntabilitas dan transparansi anggaran negara.

Penyimpangan Tata Kelola Keuangan

Dalam sistem demokrasi yang sehat, setiap pengeluaran untuk program pemerintah harus melalui proses penganggaran resmi. Anggaran harus disusun, dibahas, dan disahkan oleh parlemen agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Menggunakan dana pribadi seorang pejabat publik, terlebih presiden, untuk menjalankan program nasional seperti MBG adalah pelanggaran terhadap prinsip dasar tata kelola keuangan negara. Tidak masuk akal membayangkan bahwa pengesahan anggaran oleh DPR mencantumkan utang kepada presiden sebagai sumber dana. Proses seperti ini akan mengabaikan prinsip checks and balances yang menjadi pilar utama demokrasi.

Jika dibiarkan, praktik ini bisa menciptakan preseden buruk. Kepala daerah dan pejabat lain bisa saja meniru, menggunakan dana pribadi untuk program publik demi meraih popularitas. Akibatnya, pengawasan publik dan mekanisme akuntabilitas akan semakin sulit diterapkan.

Konflik Kepentingan yang Mengancam Demokrasi

Penggunaan dana pribadi oleh pejabat publik membawa risiko besar terkait konflik kepentingan. Meski niat awal mungkin tulus untuk kepentingan sosial, langkah semacam ini mengaburkan garis antara tanggung jawab negara dan kepentingan politik pribadi. Dalam konteks MBG, penggunaan dana pribadi dapat menciptakan kesan bahwa program tersebut dijalankan demi pencitraan politik. Bahkan, kelompok-kelompok yang dekat dengan kekuasaan bisa memanfaatkannya untuk membangun narasi politik yang menguntungkan.

Ketika sumber daya publik digunakan untuk meraih keuntungan politik, integritas kebijakan menjadi ternoda. Publik dapat kehilangan kepercayaan pada tujuan asli program tersebut. Selain itu, budaya patronase bisa tumbuh subur, di mana masyarakat merasa bergantung pada kemurahan hati individu alih-alih pada sistem negara yang kuat.

Preseden Buruk di Mata Internasional

Di tingkat internasional, pengelolaan anggaran yang bergantung pada dana pribadi presiden bisa mempermalukan Indonesia. Dunia bisa melihat negara ini sebagai pemerintahan yang lemah dalam tata kelola anggaran. Investor mungkin akan berpikir ulang sebelum menanamkan modal, karena sistem pengelolaan keuangan yang tidak jelas menunjukkan ketidakstabilan kebijakan.

Bahkan di lingkungan komunitas kecil, penggunaan dana pribadi untuk kegiatan bersama membutuhkan persetujuan bersama. Bagaimana mungkin program nasional bisa didanai tanpa persetujuan formal yang jelas? Pengelolaan negara bukanlah urusan personal seperti mengelola dana arisan.

Mengaburkan Peran Negara

Praktik penggunaan dana pribadi untuk program publik menciptakan persepsi yang salah bahwa kesejahteraan rakyat bergantung pada kemurahan hati pemimpin, bukan pada kebijakan yang berfungsi optimal. Ini berbahaya bagi demokrasi dan peran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Dalam jangka panjang, relasi patron-klien dapat terbentuk, di mana rakyat merasa berutang budi kepada individu, bukan kepada institusi negara.

Jika pola ini dibiarkan, pengkultusan terhadap figur pemimpin bisa muncul. Ini membuka jalan bagi kekebalan hukum dan penyalahgunaan kekuasaan. Sebaliknya, negara yang sehat membutuhkan sistem yang kuat, bukan individu yang dipuja-puja.

Solusi: Transparansi dan Pertanggungjawaban

Jika benar dana pribadi digunakan dalam program MBG, pemerintah harus segera meminta maaf kepada publik dan menghentikan praktik tersebut. Transparansi harus dijunjung tinggi, dengan memaparkan bukti pendanaan yang sah sesuai mekanisme anggaran negara. Publik berhak mengetahui sumber dana program pemerintah untuk memastikan bahwa tata kelola keuangan berjalan sesuai prinsip hukum dan demokrasi.

Tanggung jawab negara adalah menjamin kesejahteraan rakyat melalui kebijakan yang berbasis regulasi, bukan kemurahan hati pribadi. Seperti yang pernah disampaikan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, reformasi birokrasi adalah kunci membangun negara yang kuat dan berdaya saing. Maka, sudah sepatutnya praktik-praktik yang melemahkan sistem dihentikan demi kebaikan bersama. (XRQ)

Reporter: Akil

Partai Buruh Adakan Diskusi: “Mungkinkah Buruh Menjadi Presiden?”

0
Partai Buruh Adakan Diskusi: “Mungkinkah Buruh Menjadi Presiden?”. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Sayap Muda Kelas Pekerja dari Partai Buruh kembali menggelar seri diskusi IMAJINESIA dengan tema “Mungkinkah Buruh Menjadi Presiden?” pada Senin (13/1/2025) lalu. Diskusi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa pemohon penghapusan Presidential Threshold di Mahkamah Konstitusi, ahli hukum tata negara, perwakilan PERLUDEM, dan anggota Partai Buruh.

Diskusi tersebut bertujuan untuk membahas upaya revisi UU Pemilu, pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam proses tersebut, serta strategi untuk menyosialisasikan isu pemilu ke masyarakat luas. Salah satu topik utama yang dibahas adalah Presidential Threshold, kebijakan yang dianggap sebagai bentuk pengkartelan elit kekuasaan untuk mengontrol lembaga eksekutif tertinggi. Kebijakan ini dinilai telah menghambat demokrasi dengan membatasi akses rakyat dalam memilih pemimpin.

Zidan Faizi, Ketua Sayap Muda Kelas Pekerja Partai Buruh, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan penghapusan ambang batas ini.

“Partai Buruh terus memanaskan mesin perjuangannya. Kami, khususnya Suara Muda Kelas Pekerja, akan melawan dan menghancurkan rezim ambang batas, serta memperjuangkan perubahan dalam UU Paket Politik yang selama ini mengesampingkan rakyat pekerja,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, beberapa perwakilan mahasiswa juga turut mengemukakan pendapat. Tsalis Fatna, salah satu mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang merupakan penggugat Presidential Threshold, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya peran generasi muda dalam perumusan kebijakan negara.

“Kaum muda kurang dilibatkan dalam perumusan kebijakan. Singkatnya, stakeholder lebih melibatkan kami sebagai generasi muda dalam perumusan arah kebijakan negara,” ungkap Tsalis.

Faisal Nasirul Haq, rekan Tsalis yang juga terlibat dalam gugatan tersebut, menekankan pentingnya peran aktivisme mahasiswa dalam mengawal isu ini.

“Kami ingin membuktikan bahwa aktivisme yang dilakukan mahasiswa dalam hal Presidential Threshold ini bisa digabungkan antara gerakan aktivisme dan juga gerakan akademis,” katanya.

Iqbal Kholidin dari PERLUDEM menyoroti pentingnya konsolidasi demokrasi antara masyarakat sipil, organisasi buruh, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menyatakan bahwa isu pemilu harus menjadi isu kolektif di masyarakat, dan perlu ada inisiatif untuk perbaikan sistem kepemiluan.

“Kita perlu untuk ada konsolidasi demokrasi yang utuh antara teman-teman masyarakat sipil,” ujarnya.

Rivaldi Haryo Seni, perwakilan dari Partai Buruh, menambahkan bahwa partai akan fokus pada isu ambang batas parlemen pasca-putusan Mahkamah Konstitusi. Ia menegaskan bahwa Partai Buruh akan terus memperjuangkan ideologisasi, pengawalan isu-isu politik seperti revisi UU Pemilu dan UU Ketenagakerjaan, serta penggalangan aksi massa.

“Ke depannya kami akan fokus pada ambang batas parlemen, termasuk fokus pada ideologisasi, pengawalan isu-isu politik seperti revisi UU Pemilu dan UU Ketenagakerjaan, serta penggalangan aksi massa,” ujarnya.

Partai Buruh berkomitmen untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal akar demokrasi dengan memperbarui Undang-Undang 1/1985 tentang Pemilihan Umum (UU Paket Politik). Undang-undang ini, menurut mereka, harus menjadi instrumen yang mengatur ruang demokrasi secara adil demi kepemimpinan yang terbuka dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Partai Buruh juga menyerukan agar setiap suara didengar, setiap hak dihormati, dan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin di Indonesia.

Editor: Akil

Tanggapi Isu PMK, Novi Rosmita Kunjungi Langsung Kandang Ternak Masyarakat di Tapaktuan

0
Novi Rosmita, SE., M. Kes, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ketegangan terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Aceh Selatan, membuat banyak pihak khawatir. Menanggapi hal ini, Novi Rosmita, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Selatan, turun langsung untuk memastikan kondisi kesehatan ternak masyarakat di wilayah Tapaktuan.

Pada kunjungannya, Novi menyempatkan diri untuk melihat langsung ke kandang-kandang ternak milik masyarakat guna mengecek apakah ada indikasi ternak yang terinfeksi virus PMK.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat mengunjungi langsung kandang ternak masyarakat di Tapaktuan guna menyaksikan langsung ternak masyarakat dan memastikan ternak-ternak masyarakat kita tidak terinfeksi virus PMK dan penyakit pada hewan lainnya,” ujar Novi dengan penuh perhatian.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala-gejala PMK pada hewan ternak. Novi menghimbau masyarakat untuk segera melapor kepada Dinas Pertanian dan Puskeswan jika menemukan indikasi gejala penyakit tersebut pada hewan ternak mereka.

“Bila mana terdapat gejala-gejala PMK pada hewan ternak laporkan segera pada dinas terkait dan Puskeswan setempat untuk segera ditanggulangi,” tegasnya.

Anggota DPRK dari daerah pemilihan Tapaktuan-Samadua ini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang ternak.

“Jangan lupa untuk rutin membersihkan kandang agar ternak-ternak tersebut dapat terhindar dari penyakit-penyakit pada hewan yang salah satunya adalah PMK. Tentunya alangkah lebih baik bila kita dapat mencegah daripada mengobati,” tutup Novi.

Kunjungan Novi ini menjadi langkah nyata dalam upaya melindungi sektor peternakan di Aceh Selatan dari ancaman penyakit yang bisa merugikan peternak lokal. Keterlibatan aktif politisi setempat di tengah isu penting ini memberikan harapan agar PMK tidak menyebar luas, serta mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan hewan ternak mereka.

Editor: Akil