Beranda blog Halaman 713

Perusahaan Migas Kuwait Berencana Investasi Ratusan Triliun di Aceh

0
Ilustrasi Blok Migas. (Foto: Pertamina)

NUKILAN.id | Jakarta – Perusahaan migas asal Kuwait, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC), berencana menginvestasikan hingga US$ 10 miliar atau sekitar Rp 163 triliun untuk sektor migas di Provinsi Aceh. Rencana investasi besar ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Jalal, setelah pertemuannya dengan Dubes Indonesia untuk Kuwait, Lena Maryana, serta Country Manager KUFPEC, Sara Al-Baker, di Jakarta pada Sabtu (18/1/2025).

Nasri Jalal mengungkapkan bahwa KUFPEC menyatakan minat yang besar terhadap potensi sektor migas di Aceh, dengan komitmen untuk mengembangkan industri hulu migas di wilayah tersebut.

“KUFPEC akan melakukan investasi sebesar US$ 10 miliar di bidang oil & gas,” kata Nasri dalam keterangan tertulisnya pada Ahad (19/1).

Dalam kesempatan yang sama, Country Manager KUFPEC, Sara Al-Baker, mengungkapkan ketertarikannya terhadap peluang investasi di Indonesia, terutama di Aceh. Menurutnya, Aceh dan Indonesia secara umum dianggap sebagai kawasan strategis untuk pertumbuhan perusahaan.

“KUFPEC menganggap Indonesia, termasuk Aceh, sebagai kawasan inti untuk pertumbuhan dan kami tengah aktif memperluas kehadiran kami di wilayah ini. Kami dengan hati-hati mengevaluasi setiap peluang investasi dan tetap berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan sektor energi Indonesia,” ungkap Al-Baker.

Nasri juga menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam mengembangkan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi. Ia mengajak KUFPEC untuk segera mengunjungi Aceh guna melihat langsung peluang investasi yang ada.

“Saya mengajak Country Manager KUFPEC untuk berkunjung ke Aceh melihat langsung potensi wilayah kerja hulu migas yang dapat dikembangkan,” ujar Nasri.

Menurut Nasri, pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan Aceh sebagai lokasi yang menjanjikan bagi investor, khususnya di sektor migas. Ia berharap kunjungan ini akan mendorong minat investasi dari KUFPEC dan perusahaan lainnya.

“Potensi industri hulu migas di wilayah Aceh yang dapat mendorong minat investasi perusahaan KUFPEC,” tambahnya.

BPMA, lanjut Nasri, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Aceh untuk memastikan rencana investasi ini dapat terealisasi dengan baik.

“BPMA akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh atas rencana ini agar Kuwait bisa melirik potensi besar di sektor migas,” jelasnya.

Melalui koordinasi dan komunikasi yang intens dengan berbagai pemangku kepentingan, BPMA berharap investasi ini dapat mendukung program-program pemerintah daerah yang bertujuan menarik investor dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Aceh.

“BPMA mempunyai tugas melakukan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu. Sehingga pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” tutup Nasri.

Dengan rencana investasi ini, Aceh berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan sektor migas di Indonesia, yang tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Editor: Akil

Jalan Lintas Lokop-Pinding Kembali Normal, Kendaraan Bisa Melintas Lancar

0
Jalan Lintas Lokop-Pinding Kembali Normal. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Setelah sempat tertutup material longsor dua kali, akses jalan lintas Lokop-Pinding yang menghubungkan Aceh Timur dengan Gayo Lues kini kembali normal. Longsor terjadi di kawasan Desa Leles, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur. Pembersihan material longsor rampung pada Minggu pagi (19/1/2025) setelah upaya intensif selama dua jam.

“Kegiatan tersebut dibantu juga oleh personel Polres Aceh Timur dan Polsek Serbajadi serta petugas TNI di sini,” ujar Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman.

Proses pembersihan dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB menggunakan alat berat jenis beko yang dikerahkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) UPT Aceh. Berkat kerja sama lintas instansi, penanganan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Dapat kami sampaikan, terkini jalan lintas Lokop-Pinding, Desa Batu Kapur, saat ini sudah bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan dalam keadaan aman dan lancar,” terang Sudirman.

Kondisi normalnya jalan ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang mengandalkan rute tersebut untuk mobilitas harian, distribusi barang, dan akses antarwilayah. Longsor yang kerap menghantam kawasan perbukitan ini memang menjadi tantangan tersendiri, terlebih saat musim hujan.

Editor: Akil

Sampah Berserakan di Jalan PPI Samudera Lampulo, Warga Mengeluh

0
Potret sampah berserakan di sepanjang jalan ke PPI Samudera Lampulo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tumpukan sampah yang tersebar di sepanjang Jalan PPI Samudera Lampulo mulai dikeluhkan warga. Kondisi ini menciptakan bau tak sedap dan merusak pemandangan di kawasan yang seharusnya menjadi jalur strategis menuju tempat pendaratan ikan.

Pantauan Nukilan.id pada Minggu (19/1/2025) sore menunjukkan tumpukan sampah tersebar di berbagai titik sepanjang jalan tersebut. Meski tidak membentuk gunungan, keberadaannya menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan.

Abdul Basri, seorang warga yang sering beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, mengungkapkan rasa kecewanya.

“Padahal tempatnya asri, banyak pohon pinus dan bakau,” katanya saat ditemui.

Ia menduga sampah-sampah itu berasal dari perilaku warga yang tidak bertanggung jawab.

“Ini hasil perbuatan warga yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Abdul berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

“Saya berharap Wali Kota terpilih setelah pelantikan segera membereskan ini agar nampak indah,” tambahnya.

Kondisi yang terjadi di Jalan PPI Samudera Lampulo mencerminkan tantangan pengelolaan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Banda Aceh. Dengan hadirnya pemerintahan baru, warga berharap perubahan nyata dapat segera terlihat, termasuk penataan ulang sistem pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Pj Gubernur Safrizal Tinjau Lahan Lokasi Rencana Pembangunan Venue PORA 2026

0
Pj Gubernur Safrizal Tinjau Lahan Lokasi Rencana Pembangunan Venue PORA 2026. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Calang – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, melakukan peninjauan terhadap lokasi yang direncanakan menjadi pusat pembangunan venue Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026. Peninjauan tersebut berlangsung di Gampong Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, pada Minggu (19/1/2025). Lokasi ini terletak di tepi jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh.

Safrizal menyampaikan bahwa lahan seluas lebih dari 60 hektar tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Lokasi itu direncanakan menjadi pusat kegiatan olahraga dengan berbagai venue cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada PORA 2026.

“Nantinya di sini akan kita bangun pusat olahraga, seluruh venue cabor yang dipertandingkan dalam PORA 2026 akan terpusat di satu tempat,” ujar Safrizal.

Pj Gubernur juga berharap dukungan penuh dari seluruh pihak terkait agar proses persiapan pembangunan venue di Aceh Jaya dapat berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, panitia pelaksana, serta masyarakat demi kesuksesan PORA 2026.

Editor: Akil

Jokowi dalam Liga Korupsi Dunia: Sebuah Refleksi dari Survei OCRP

0
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Opini – Indonesia kembali diguncang dengan pengumuman yang memalukan menjelang pergantian tahun 2024. Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menjabat sejak 2014, menduduki urutan ketiga dalam daftar “Tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi” versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), sebuah konsorsium jurnalis investigasi global. Posisi ini menempatkannya di bawah mantan Presiden Surya Basar Alasad dan Presiden Kenya William Ruto. Ini adalah kali pertama dalam sejarah Indonesia, seorang mantan presiden masuk dalam daftar semacam ini.

Bagi sebagian kalangan, kabar ini tentu sangat memalukan. Jokowi, yang selama ini dipandang sebagai sosok yang memimpin negara dengan “bersih” dan penuh pengabdian, kini terlibat dalam pencemaran citra yang tak terelakkan. Apalagi, dalam daftar tersebut turut disorot pemimpin negara besar seperti William Ruto dan Ahmed Bola Tinubu yang juga menghadapi tuduhan serupa. Keberadaan Jokowi dalam deretan nama tersebut memperlihatkan sisi gelap kekuasaannya yang tak terhindarkan, dan menjadi sinyal bahwa korupsi di Indonesia sudah merajalela.

Namun, upaya untuk menanggapi hasil survei ini dengan menafikan dan menyerang kredibilitas OCCRP adalah langkah yang keliru. Tak sedikit pendukung Jokowi, termasuk partai politik seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikelola oleh anak Jokowi, Kaisang Pangarep, yang mencoba untuk meredam pemberitaan tersebut dengan klaim-klaim yang tidak berdasar. Mereka bahkan menyebarkan narasi bahwa nama Jokowi telah dihapus dari daftar, sebuah informasi yang terbukti salah.

Harus diakui bahwa pemilihan Jokowi dalam daftar ini bukan sekadar hal yang didasari oleh isu-isu spekulatif atau tuduhan tanpa bukti. Proses seleksi yang dilakukan oleh OCCRP melibatkan lebih dari 55.000 partisipan dari seluruh dunia. Dari jumlah itu, lebih dari 7.500 orang menominasikan Jokowi sebagai tokoh korup. Seleksi lebih lanjut dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari jurnalis investigasi berkompeten. Dalam hal ini, keputusan OCCRP bisa dianggap sahih, terutama mengingat kredibilitas lembaga tersebut dalam mengungkap kejahatan terorganisasi dan korupsi di seluruh dunia.

Sebagai pemimpin negara selama dua periode, Jokowi dinilai telah menimbulkan kerusakan besar dalam struktur kehidupan bernegara di Indonesia. Korupsi yang terjadi di bawah kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada penggelapan dana negara, tetapi juga mencakup bentuk lain yang merusak demokrasi dan prinsip-prinsip keadilan. Salah satunya adalah praktik nepotisme yang terang-terangan, terutama dengan menjadikan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon pejabat publik di pemerintahan, meski ada tudingan bahwa kemenangan Gibran tidak terlepas dari manipulasi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pemilu 2024 bahkan digambarkan sebagai “pesta demokrasi terburuk” dalam sejarah Indonesia pasca-reformasi. Lembaga penyelenggara Pemilu yang seharusnya netral, diintervensi demi menguntungkan anak Jokowi. Penyalahgunaan bantuan sosial dan pengerahan aparatur negara untuk memenangkan Gibran, seharusnya sudah cukup untuk membawa Jokowi dan pendukungnya ke ranah hukum, sebagai bentuk kejahatan terorganisasi dan korupsi yang jelas. Ironisnya, mereka yang kini berupaya membela Jokowi adalah mereka yang sebelumnya menggunakan data hasil kerja OCCRP dalam menyerang oposisi, termasuk Prabowo Subianto, yang juga terpapar dalam Panama Papers.

Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya peran dunia internasional dalam menilai kepemimpinan Jokowi. Mengabaikan penilaian tersebut hanya akan memperburuk citra Indonesia di kancah internasional. Tidak ada lagi ruang bagi pembelaan diri yang sia-sia, karena Jokowi dan pendukungnya seakan berusaha menepuk air di dulang, membantah kenyataan yang sudah sangat jelas.

Keputusan OCCRP untuk menempatkan Jokowi dalam daftar tokoh korup 2024 bukanlah tanpa dasar. Survei global yang melibatkan partisipasi publik ini adalah cerminan dari kegelisahan masyarakat dunia terhadap perkembangan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi. Bahkan, jika kita melihat sejarah kebijakan dan praktik yang diciptakannya, kita harus bertanya-tanya: apakah kita benar-benar ingin melanjutkan warisan pemerintahan yang buruk ini? Saatnya bagi rakyat Indonesia untuk belajar dari respons masyarakat Kenya terhadap hasil survei tersebut. Alih-alih menolak atau membela, mereka justru memilih untuk mencermati dan menganalisis laporan itu secara bijaksana.

Kini, bukan hanya Jokowi yang sedang menghadapi sorotan dunia, tetapi juga Indonesia yang harus siap menerima kenyataan bahwa pemerintahan yang ada telah mengorbankan banyak hal demi mempertahankan kekuasaan. Bahkan jika ini berarti menghancurkan prinsip-prinsip dasar demokrasi yang seharusnya kita junjung tinggi. Jika Jokowi ingin mengakhiri masa jabatannya dengan penuh kehormatan, ia harus bersedia menerima konsekuensi dari tindakan-tindakannya dan menghadapi kenyataan pahit yang datang dengan gelar “tokoh kejahatan terorganisasi dan korupsi.” (XRQ)

Penulis: Akil

Pj. Gubernur Aceh Takjub dengan Keindahan Air Terjun Ceuraceu Embon, Pariwisata Aceh Jaya Jadi Sorotan

0
Pj. Gubernur Aceh Takjub dengan Keindahan Air Terjun Ceuraceu Embon, Aceh Jaya. (Foto: MC Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., bersama istri, Safriati, mengunjungi salah satu destinasi wisata unggulan Aceh Jaya, Air Terjun Ceuraceu Embon, di Kecamatan Pasie Raya, Minggu (19/1/2025). Dalam kunjungan tersebut, Safrizal didampingi Pj. Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si., beserta istri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata alam Aceh Jaya kepada masyarakat luas.

Air Terjun Ceuraceu Embon terkenal dengan keindahan alaminya. Air yang mengalir deras dari ketinggian langsung bermuara ke Krueng Teunom, menciptakan panorama memukau yang dikelilingi hutan lebat dan tebing-tebing tinggi. Pj. Gubernur Aceh mengaku terpukau oleh pesona alam yang disuguhkan destinasi tersebut.

“Sungai ini mengalir dari Geumpang Pidie. Tempat ini sangat eksotis dan alami, dengan hutan lebat di kiri dan kanan serta tebing menjulang tinggi lebih dari 100 meter seakan-akan gunung ini terbelah dengan air mengalir di bawahnya,” ujar Safrizal penuh kekaguman.

Ia menilai Air Terjun Ceuraceu Embon dan Krueng Teunom memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan lokal, nasional, bahkan internasional. Menurutnya, meski perjalanan menuju lokasi cukup menantang, pengalaman yang didapat sepadan dengan keindahan yang tersaji.

“Perjalanannya memang lama dan penuh tantangan, tetapi akan terbayar dengan pemandangan yang indah. Hutan lebat, tebing tinggi, serta keberagaman flora dan fauna di sekitar sungai membuat tempat ini begitu menakjubkan,” katanya.

Safrizal pun mengajak masyarakat untuk menjelajahi destinasi ini. “Ayo kunjungi Ceuraceu Embon di Aceh Jaya. Saya sudah sampai, kalau Anda berani, ayo ikut saya!” tambahnya bersemangat.

Pj. Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pj. Gubernur Aceh terhadap sektor pariwisata di daerahnya. Menurut Murtala, kunjungan ini memberikan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan daya tarik wisata lokal.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi Pj. Gubernur Aceh terhadap potensi wisata di Aceh Jaya. Pernyataan beliau memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata ini, termasuk meningkatkan aksesibilitas dan infrastruktur pendukung,” ujar Murtala.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di Aceh Jaya. Dukungan dari pemerintah provinsi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kata Murtala, akan mempercepat pengembangan kawasan wisata seperti Air Terjun Ceuraceu Embon agar dikenal hingga tingkat internasional.

Selama kunjungan, rombongan menikmati pesona air terjun yang membelah lebatnya hutan hujan tropis. Hujan rintik yang turun justru menambah kesan alami dan menyegarkan suasana, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

Kunjungan Pj. Gubernur Aceh ke Ceuraceu Embon menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memajukan pariwisata Aceh. Destinasi ini diharapkan menjadi magnet wisata baru yang mampu memperkenalkan keindahan alam Aceh Jaya ke mata dunia.

Editor: Akil

Remaja Hilang di Gunung Seulawah Ditemukan Selamat

0
Remaja Hilang di Gunung Seulawah Ditemukan Selamat. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho — Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh berhasil menemukan seorang remaja laki-laki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Korban, M Zhafran Nadra (17), warga Gampong Blang Paseh, Sigli, Kabupaten Pidie, ditemukan dalam kondisi selamat setelah dua hari pencarian intensif.

“Korban dilaporkan hilang sejak Jumat (17/1/2025) malam. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ditemukan, korban dalam kondisi linglung dan kelelahan,” ujar Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, Minggu (19/1).

Peristiwa ini bermula ketika Zhafran bersama orang tuanya pergi ke kebun di kawasan Gunung Seulawah pada Jumat (17/1). Menjelang sore, sekitar pukul 18.30 WIB, Zhafran belum juga kembali ke kebun tempat keluarganya menunggu. Hingga pukul 19.30 WIB, keluarga mulai khawatir dan melaporkan kehilangan ke Polsek Lembah Seulawah.

Upaya pencarian segera dilakukan oleh personel polsek bersama keluarga hingga dini hari. Namun, keberadaan Zhafran masih belum terdeteksi. Sabtu pagi (18/1), laporan resmi diteruskan ke Kantor Basarnas Banda Aceh.

“Berdasarkan laporan tersebut, kami mengerahkan dan memberangkatkan tim untuk mencari korban. Pencarian dibagi dua tim, tim pertama mencari dengan menyisir jalan naik ke gunung yang diperkirakan dilalui korban. Sedangkan tim kedua menyusuri lembah di sekitar kebun tempat korban terakhir terlihat,” kata Ibnu Harris.

Basarnas juga memanfaatkan teknologi drone untuk memantau area dari udara. Setelah pencarian intensif, Zhafran akhirnya ditemukan pada Minggu sekitar 600 meter dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.

“Korban akhirnya ditemukan sekitar 600 meter dari lokasi terakhirnya terlihat. Korban langsung dievakuasi ke posko pencarian di Saree, Kabupaten Aceh Besar,” jelas Ibnu Harris.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk personel Polsek Lembah Seulawah, Koramil Lembah Seulawah, Brimob Polda Aceh, komunitas pencinta alam, serta masyarakat setempat. Dukungan dan kerja sama semua elemen menjadi kunci keberhasilan pencarian.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR ditutup dan personel yang terlibat pencarian dikembalikan ke satuan atau instansi masing-masing,” tambah Ibnu Harris.

Penemuan Zhafran disambut lega oleh keluarga dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Meski dalam kondisi lelah, remaja tersebut dikabarkan tidak mengalami luka serius dan segera mendapatkan perawatan. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di daerah pegunungan untuk menghindari insiden serupa.

Editor: Akil

Kuota Haji Aceh 2025: 4.378 Jemaah, Masa Tunggu Capai 32 Tahun

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari. (Foto: Dok. Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Aceh kembali menerima jatah kuota haji untuk tahun 2025 sebanyak 4.378 orang, namun antrean pemberangkatan semakin panjang dengan masa tunggu hingga 32 tahun. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Azhari, dalam keterangannya kepada wartawan pada Minggu (19/1/2025).

“Untuk Aceh dapat kami sampaikan kita mendapat jumlah kuota haji tahun 2025 itu 4.110 orang, kuota lansia 219 orang, KBIHU 13 orang, dan PHD (petugas haji daerah) 36 orang, maka jumlahnya 4.378 orang,” kata Azhari.

Ia menjelaskan bahwa nama-nama jemaah yang akan berangkat tahun ini akan segera diumumkan setelah menerima informasi resmi dari Kementerian Agama RI. Hingga saat ini, pengumuman resmi terkait daftar jemaah masih ditunggu.

Selain itu, Kemenag Aceh juga masih menantikan jadwal pelunasan serta besaran biaya yang harus dibayarkan oleh jemaah. Penentuan besarannya akan diputuskan melalui Keputusan Presiden (Keppres).

“Biasanya setelah keluar Keppres antara embarkasi itu ada beda-beda, jadi untuk hari ini saya belum bisa sampaikan berapa real untuk Aceh,” ujar Azhari.

Pemerintah bersama DPR sebelumnya telah menyepakati biaya haji 2025 sebesar Rp 55,4 juta per jemaah. Namun, besaran biaya tersebut dapat bervariasi antar embarkasi di seluruh Indonesia.

Azhari, yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Aceh, berharap seluruh kuota jemaah dapat diberangkatkan sesuai rencana seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mencatat bahwa pendaftar haji di Aceh terus bertambah setiap hari, meskipun masa tunggu keberangkatan tergolong sangat lama.

“Daftar tunggu masih seperti tahun lalu, sekitar 32 tahun, karena antara jumlah pendaftar dengan jumlah yang berangkat ini kan jauh sekali, setiap hari ada yang mendaftar,” jelasnya.

Dengan panjangnya masa tunggu tersebut, calon jemaah haji di Aceh diimbau untuk memahami proses pendaftaran dan perencanaan keberangkatan secara matang. Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan haji agar pengalaman spiritual ini dapat dijalani dengan sebaik-baiknya.

Editor: AKil

Disbudpar Aceh Dorong Kemajuan Ekonomi Kreatif melalui Pembentukan Komite Khusus

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal (Foto: Humas Disbudpar)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Aceh terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi terbarukan. Kepala Disbudpar Aceh, yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, menegaskan bahwa pembentukan komite ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi utama untuk memperkuat berbagai subsektor industri kreatif di wilayah tersebut.

Almuniza menjelaskan bahwa terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan, termasuk pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, hingga aplikasi.

“Sebagai contoh, pelaku usaha di Aceh kita libatkan dalam Muslim Fashion Festival di Jakarta, dan selanjutnya mereka mendapat undangan pada ajang fashion di Paris,” ujar Almuniza saat memberikan keterangan kepada RRI, Sabtu (18/1).

Dalam mendukung subsektor tersebut, Disbudpar Aceh telah menjalankan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif. Selain itu, para pelaku usaha kreatif juga diikutsertakan dalam pameran dan expo di tingkat nasional maupun internasional guna memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Disbudpar Aceh juga telah menyusun peta jalan pengembangan ekonomi kreatif sebagai panduan strategis. Buku tersebut dirancang untuk memfasilitasi seluruh proses dari penciptaan, produksi, hingga distribusi barang dan jasa yang berbasis kreativitas serta kemampuan intelektual.

“Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak kolaborasi dan inovasi di sektor ekonomi kreatif Aceh,” kata Almuniza, menutup penjelasannya.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Disbudpar Aceh optimistis bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi pilar penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akil

Asisten Kluivert Belajar Bahasa Indonesia, Netizen Beri Pujian

0
Asisten Kluivert Belajar Bahasa Indonesia, Netizen Beri Pujian. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta — Upaya serius yang ditunjukkan Alex Pastoor, asisten pelatih Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert, dalam mempelajari Bahasa Indonesia menuai banyak pujian dari netizen. Sikap antusias Pastoor dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan kehidupan di Indonesia.

Patrick Kluivert bersama dua asistennya, Denny Landzaat dan Alex Pastoor, dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal Februari. Kedatangan mereka bertujuan mempersiapkan Timnas Indonesia untuk menghadapi laga penting dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, sebelum menginjakkan kaki di Indonesia, Alex Pastoor sudah mencuri perhatian publik. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (19/1/2025), ia memamerkan tiga buku pelajaran dasar Bahasa Indonesia. Buku-buku tersebut memiliki judul dalam bahasa Belanda yang berarti Bahasa Indonesia untuk Pemula, Ucapan Bahasa Indonesia, dan Kata Dasar Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, Pastoor juga mempelajari satu buku yang membahas budaya Indonesia.

“Mempersiapkan diri menghadapi tantangan luar biasa di Indonesia,” tulis Pastoor dalam keterangan unggahannya.

Langkah ini dianggap netizen sebagai bentuk keseriusan Pastoor dalam memahami Indonesia, baik dari segi bahasa maupun budaya. Menurut mereka, kemampuan berkomunikasi dengan bahasa lokal sangat penting untuk mempererat hubungan dengan para pemain dan memberikan arahan yang jelas di lapangan.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar positif. Banyak netizen menyampaikan apresiasi mereka terhadap usaha pelatih berusia 57 tahun itu.

“Sangat menghargai kamu Profesor Alex,” tulis seorang netizen dengan penuh kekaguman.

“Gw senang ada pelatih yang antusias mau belajar tentang budaya, kehidupan di Indonesia, gw rasa jiwa analis coach Pastoor emang bagus, ga cuma menganalisa strategi sepak bola, tapi juga menganalisa hal-hal tentang Indonesia sebagai persiapannya jadi bagian sejarah Timnas Indonesia,” kata komentar lainnya.

“Sangat mengapresiasi upaya coach Alex Pastoor. Terima kasih. Selamat datang di Indonesia,” ujar seorang netizen yang lain.

Sementara itu, Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua laga krusial sudah menanti, yakni pertandingan tandang melawan Australia dan laga kandang melawan Bahrain. Dengan waktu persiapan yang singkat, strategi dan adaptasi cepat dari tim pelatih akan menjadi kunci untuk menghadapi lawan-lawan tangguh tersebut.

Editor: Akil