Beranda blog Halaman 712

Pemko Banda Aceh Raih Predikat Tertinggi Ombudsman RI

0
Banda Aceh Raih Predikat Tertinggi Ombudsman RI. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemko Banda Aceh yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Pernyataan itu disampaikan Almuniza usai Pemko Banda Aceh memperoleh penghargaan Anugerah Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024 dari Ombudsman RI. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pj Gubernur Aceh, Safrizal, kepada Pj Sekda Banda Aceh, Bachtiar di Anjong Mon Mata Banda Aceh pada Selasa (21/1/2025).

Pemko Banda Aceh meraih penghargaan dengan nilai tertinggi, yaitu 91,78, dan menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota di Aceh yang memperoleh pencapaian tersebut. Dua daerah lainnya yang meraih prestasi serupa adalah Aceh Timur (91,63) dan Pidie Jaya (92,44). Penghargaan ini mengukuhkan kualitas pelayanan publik di Banda Aceh sebagai yang terbaik di Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, di awal tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Banda Aceh kembali meraih penghargaan yang membanggakan, kali ini dari Ombudsman Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.”

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemko Banda Aceh yang telah bekerja keras dan penuh dedikasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima. Penghargaan ini juga kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Banda Aceh, yang selalu mendukung dan memberikan masukan konstruktif demi perbaikan pelayanan,” ujar Almuniza.

Ke depan, Almuniza berharap para OPD berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga kualitas pelayanan, dan memastikan setiap warga Banda Aceh merasakan manfaat dari pelayanan publik yang lebih baik dan berkeadilan.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus maju dan terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga insyaallah meraih pencapaian yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubiyanti, menjelaskan bahwa proses penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2024, dan dilanjutkan dengan supervisi pada September 2024. Di tingkat provinsi, penilaian dilakukan pada beberapa instansi, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan RSUD dr. Zainoel Abidin.

Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, penilaian melibatkan lima SKPD utama, yaitu Dinas PTSP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta dua puskesmas di wilayah administratif masing-masing kabupaten/kota.

“Tujuan utama dari penilaian ini adalah untuk mendorong pemerintah daerah dan pusat meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan pemenuhan standar pelayanan, sarana prasarana, kompetensi penyelenggara layanan, dan pengelolaan pengaduan,” ujar Dian.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh berharap kualitas pelayanan publik di kabupaten/kota terus ditingkatkan melalui penerapan manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penguatan pengawasan, dan akuntabilitas kinerja.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Safrizal memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditunjukkan pemerintah daerah di Aceh. Ia menyatakan bahwa predikat kepatuhan yang diberikan oleh Ombudsman RI tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

“Pelayanan publik adalah manifestasi paling nyata dari kehadiran pemerintah dalam kehidupan masyarakat. Predikat ini bukan sekadar penghargaan, melainkan juga pengingat bahwa masih banyak ruang untuk berbenah demi kesejahteraan rakyat,” ujar Safrizal.

“Pertahankan prestasi ini. Ambil langkah, buat strategi agar kita bisa terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat.”

Safrizal mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi demi menciptakan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Mari jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi, memberikan pelayanan terbaik, dan memastikan bahwa masyarakat merasakan manfaat nyata dari keberadaan pemerintah,” pungkasnya. []

DPRK Aceh Tamiang Tetapkan Armia Pahmi-Ismail sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

0
DPRK Aceh Tamiang Tetapkan Armia Pahmi-Ismail sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih. (Foto: KabarTamiang.com)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang secara resmi menetapkan pasangan Drs. Armia Pahmi, MH, dan Ismail, SE.I, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang untuk periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (20/1/2025), bertujuan mengumumkan pasangan kepala daerah terpilih sesuai hasil pemilihan kepala daerah serentak 2024.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, menjelaskan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang Nomor 2 Tahun 2025. “Pengumuman penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam rapat paripurna dewan perwakilan rakyat kabupaten, merupakan salah satu tahapan atau amanah dari surat edaran menteri dalam negeri Nomor: 100.2.4.3/4378/sj tentang Penegasan dan Penjelasan terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional Tahun 2024 yang harus dilaksanakan,” kata Fadlon.

Ia menambahkan bahwa hasil rapat paripurna ini akan segera dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Aceh untuk mendapatkan pengesahan resmi. “Kami akan mengirimkan surat permohonan pengesahan ini beserta kelengkapannya kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati terpilih Armia Pahmi menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Aceh Tamiang yang telah mempercayakan amanah kepemimpinan kepada dirinya dan Ismail. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi kemajuan daerah.

“Visi misi kami tidak akan terwujud tanpa ada dukungan dari seluruh elemen. Mari kita bersama-sama bersinergi untuk arah pembangunan Aceh Tamiang yang lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Armia.

Penetapan pasangan Armia Pahmi-Ismail ini menandai langkah berikutnya dalam proses pemerintahan daerah, selagi menunggu pengesahan dan pelantikan resmi sesuai peraturan yang berlaku.

Bus Damri Rute Beutong Ateuh–Ujong Fatihah Segera Beroperasi Lagi

0
Bus Perintis Damri Rute Beutong Ateuh–Ujong Fatihah Segera Beroperasi Lagi. (Foto: Birga.id)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Warga Nagan Raya kembali dapat menikmati layanan transportasi bus perintis Damri pada rute Beutong Ateuh–Ujong Fatihah. Setelah sempat dihentikan sementara, bus ini dipastikan kembali beroperasi mulai 21 Januari 2025. Penjabat (Pj.) Bupati Nagan Raya, Iskandar, mengungkapkan bahwa penghentian sementara tersebut merupakan bagian dari kebijakan evaluasi dan pelelangan subsidi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Penghentian sementara oleh Kemenhub ini berlaku untuk semua rute bus perintis di Provinsi Aceh, termasuk rute Beutong Ateuh–Ujong Fatihah di Nagan Raya, karena adanya proses evaluasi dan pelelangan subsidi operasional,” ujar Pj. Bupati Iskandar di Suka Makmue, Senin (20/1/2025).

Pemkab Nagan Raya menyatakan komitmennya untuk memastikan kelancaran akses transportasi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Pj. Bupati Iskandar juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh warga.

“Kami menyadari pentingnya keberadaan bus perintis ini bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses dan mobilitas. Terima kasih atas masukan, dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada Pemkab Nagan Raya,” tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan Nagan Raya, Efliyanto, mengonfirmasi bahwa upaya intensif untuk memperpanjang subsidi operasional sudah dilakukan sejak akhir 2024. Menurutnya, koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh sudah berjalan sejak November.

“Kami bersyukur operasional bus perintis dapat berlanjut pada tahun 2025. Saat ini, proses pelelangan subsidi oleh Kementerian Perhubungan melalui BPTD Aceh sedang berlangsung dan diperkirakan selesai pada akhir Januari,” jelas Efliyanto.

Ia menambahkan bahwa bus akan mulai melayani penumpang kembali dalam waktu dekat.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPTD Kelas II Aceh, bus perintis Damri trayek Beutong Ateuh–Ujong Fatihah, Insya Allah, akan beroperasi kembali pada 21 Januari 2025,” pungkasnya.

Keberadaan bus perintis ini dinilai sangat membantu mobilitas warga di daerah terpencil, yang selama ini bergantung pada moda transportasi tersebut untuk kegiatan ekonomi dan keperluan lainnya. Dengan kembali beroperasinya bus Damri, diharapkan aksesibilitas wilayah Beutong Ateuh akan lebih lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Sambut Baik Audiensi BPJS Kesehatan Banda Aceh

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal, ZA. M. Si, didampingi Inspektur Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak, CA, dan Kadinkes Aceh dr. Munawar, Sp.OG, saat menerima Kunjungan Silaturahmi dan Audiensi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., menerima kunjungan audiensi dari BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh yang dipimpin oleh Kepala Cabang Neni Fajar. Pertemuan tersebut berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh pada Senin (20/1).

Dalam audiensi tersebut, pihak BPJS Kesehatan memaparkan rencana peluncuran buku Bunga Rampai Layanan Syariah Program JKN di Provinsi Aceh. Acara peluncuran yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 5 Februari 2025, di The Pade Hotel, Kabupaten Aceh Besar, akan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pj Gubernur Safrizal yang turut diundang untuk hadir.

Menanggapi kunjungan tersebut, Safrizal menyatakan apresiasinya atas inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperkenalkan layanan berbasis syariah dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aceh.

“Saya mendoakan kegiatan yang akan digelar berlangsung lancar dan memberikan hasil positif bagi masyarakat,” ujar Safrizal, yang didampingi Kepala Inspektorat Aceh Jamaluddin, SE, M.Si., Ak., dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, Sp.OG(K).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Neni Fajar, menjelaskan bahwa buku berjudul Asa dari Bumi Serambi Makkah disusun untuk memberikan wawasan komprehensif tentang penerapan layanan syariah dalam program JKN. Buku ini menyajikan pandangan dari masyarakat serta pengalaman internal BPJS Kesehatan terkait pelaksanaan layanan kesehatan yang berbasis nilai-nilai syariah di Aceh.

“Buku ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan syariah dalam JKN, yang menjadi salah satu keunikan Aceh sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam,” ujar Neni.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi terkait penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan guna meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Meski Tumbang, Ribuan Suporter Tetap Setia Beri Semangat Persiraja di Dimurthala

0
Hasil Laga Persiraja Vs PSPS. (Foto: IG Persiraja)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ribuan suporter Persiraja Banda Aceh memadati Stadion H Dimurthala, Senin (20/1/2025) malam, saat tim kesayangannya menjamu PSPS Pekanbaru dalam laga perdana Babak 8 Besar Liga 2. Meski dukungan bergelora membahana dari tribun, hasil akhir pertandingan justru membawa kekecewaan bagi publik tuan rumah.

Persiraja, yang dikenal tangguh saat berlaga di kandangnya sendiri, harus mengakui keunggulan tim tamu. PSPS Pekanbaru, dengan julukan Asykar Bertuah, menaklukkan Laskar Lantak Laju dengan skor 2-0. Gol-gol dari tim tamu membuat atmosfer stadion yang semula penuh semangat berubah menjadi hening, meski hanya sekejap.

Kekalahan tersebut tak memudarkan semangat para pendukung setia yang tergabung dalam kelompok Squad Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). Di bawah komando mereka, nyanyian dan yel-yel terus bergema bahkan hingga peluit akhir dibunyikan. Bendera dan spanduk bertuliskan dukungan untuk Persiraja tetap berkibar di tengah malam yang penuh kekecewaan.

“Kami kecewa, tentu saja. Tapi inilah sepak bola. Kami akan tetap mendukung Persiraja, apa pun hasilnya,” ujar Zulkifli kepada Nukilan.id, Senin (20/1/2025)

Ia menambahkan bahwa dukungan tanpa syarat dari suporter adalah bagian penting dari perjalanan tim.

“Menang atau kalah, kami tetap di sini bersama mereka. Dimurthala adalah rumah kami, dan kami akan membuatnya kembali angker di pertandingan berikutnya,” katanya penuh keyakinan.

Dengan kekalahan ini, Persiraja harus berjuang keras di laga-laga berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Namun, satu hal yang tetap menjadi kebanggaan adalah kesetiaan ribuan suporter yang terus menyatu dalam suka dan duka tim kesayangan mereka. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Banda Aceh Takluk dari PSPS Riau, Tren Positif di Kandang Terhenti

0
Logo Persiraja Banda Aceh. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Harapan Persiraja Banda Aceh untuk melanjutkan tren tak terkalahkan di kandang harus pupus setelah ditekuk PSPS Riau dengan skor 0-2 dalam laga babak delapan besar Liga 2 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin malam, 20 Januari 2025.

Gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Jhon Mena dan Lerby, keduanya di babak kedua. Pertandingan berjalan sengit sejak awal dengan kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Persiraja yang diperkuat pemain asing anyar, Matheus, bermain agresif dan sempat mengancam gawang lawan.

Amatan Nukilan.id, pada menit ke-9, Matheus melesatkan tendangan yang membentur mistar gawang PSPS. Kendati bermain di bawah tekanan, anak-anak PSPS memilih strategi semi bertahan dan menunjukkan disiplin yang ketat. Emosi sempat memanas di awal laga, membuat wasit mengeluarkan dua kartu kuning, salah satunya untuk Aul Lubis.

Sepanjang babak pertama, Laskar Rencong terus mengendalikan permainan. Peluang demi peluang didapat oleh Andik, sang kapten, dan rekan-rekannya. Namun, mereka gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas untuk mencetak gol.

Di bawah komando pelatih Aji Santoso, PSPS mulai bangkit dari tekanan dan mengubah strategi dengan memanfaatkan serangan dari sisi lapangan. Pergeseran taktik itu membuahkan hasil dengan meredam dominasi Persiraja hingga jeda babak pertama yang ditutup tanpa gol.

Memasuki babak kedua, PSPS memecah kebuntuan pada menit ke-54. “Jhon Mena yang mendapat spring dari sisi kanan lapangan dapat mengecoh penjagaan Indra Rianto. Tendangan melesat, gol pun tercipta oleh Jhon Mena, skor 0-1 PSPS,” tulis laporan pertandingan.

Peluang emas kembali diperoleh Persiraja pada menit ke-62. Hamdi bermain umpan satu-dua dengan Deri Corfe dan berhasil menembus pertahanan PSPS, tetapi tendangan akhirnya hanya mengenai tiang sisi kanan gawang. Keberuntungan belum berpihak kepada Laskar Rencong.

PSPS menggandakan keunggulan pada menit ke-65 melalui Lerby. Serangan cepat di depan gawang Persiraja membuahkan gol kedua bagi tim tamu, membuat skor menjadi 0-2. Meski tertinggal, Persiraja tidak menyerah dan terus menekan hingga menit akhir.

Deri Corfe beberapa kali mencoba menciptakan peluang, tetapi pertahanan kokoh PSPS yang dikawal kiper Rudi tak mampu ditembus. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-2 bertahan untuk kemenangan PSPS.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persiraja yang sebelumnya tak pernah kalah di kandang sepanjang musim. Namun, perjuangan belum usai, dan Laskar Rencong harus bangkit untuk laga berikutnya demi menjaga peluang mereka di kompetisi Liga 2. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dilanda Banjir, Ratusan Warga di Aceh Tamiang Mengungsi

0
Ilustrasi Banjir melanda Aceh Tamiang. (Foto: MetroTV)

NUKILAN.id | Kualasimpang — Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang selama sepekan terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah dan menyebabkan abrasi di tebing sungai. Bencana tersebut memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ketinggian air di beberapa titik mencapai hingga 120 sentimeter.

Menurut Haslinda Juwita, staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir melanda beberapa gampong di Kecamatan Karang Baru, Kota Kuala Simpang, dan Rantau. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Gampong Sukajadi di Kecamatan Karang Baru.

“Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, dengan 353 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi,” ujar Haslinda pada Senin, 20 Januari 2025.

Di samping banjir, ancaman abrasi di tebing sungai Gampong Seruway menambah keresahan warga. Haslinda memperingatkan bahwa abrasi yang terus berlanjut dapat menyebabkan kerusakan lebih luas dan mengancam pemukiman di sekitarnya.

“Di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, sebanyak 35 KK harus mengungsi karena rumah mereka terendam air. Sementara itu, di Gampong Kota Kuala Simpang, meski 50 KK terdampar, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing, meskipun air masih merendam sebagian wilayah,” katanya.

Sementara itu, Bambang Supriyanto, Kepala Bidang Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan bersama aparat desa. Upaya tersebut termasuk pendataan dampak banjir serta penanggulangan abrasi dengan menimbun tebing sungai menggunakan karung yang diisi tanah.

“Sementara itu, beberapa wilayah di Kecamatan Bandar Pusaka, Gampong Menanggini, dan Simpang IV Karang Baru sudah mulai surut. Namun, di Gampong Sukajadi, kondisi banjir masih mengharuskan sebagian warga untuk tetap mengungsi, sementara di Kota Kuala Simpang, sebagian warga memilih bertahan meskipun kondisi air masih menggenang,” jelas Bambang.

Pemerintah daerah bersama relawan terus mengupayakan distribusi bantuan bagi warga yang terdampak, sembari memantau kondisi cuaca dan kemungkinan banjir susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas guna meminimalisasi risiko lebih lanjut.

Editor: Akil

Dien Jauhari Boxing Club Wakili Aceh di Kejuaraan Tinju Internasional Penang

0
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Aceh Muksalmina, S.Pd, foto bersama petinju mewakili tanah Rencong pada Kejuaraan Penang International Boxing Tournament. (FOTO: Humas Pertina Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dien Jauhari (DJ) Boxing Club akan mewakili Aceh dalam ajang Penang International Boxing Tournament yang akan berlangsung dari 17 hingga 26 Januari 2025. Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Aceh, Muksalmina, S.Pd, dalam pernyataannya pada Ahad (19/1/2025), mengungkapkan bahwa tiga petinju Aceh yang akan bertanding di turnamen internasional ini adalah Anas Rsky Syahputra, Dafa Farel Azmi, dan M Rizki.

Anas Rsky Syahputra akan turun di kelas 51 kg putra, Dafa Farel Azmi di kelas 57 kg putra, dan M Rizki akan bertanding di kelas 60 kg. Mereka akan didampingi oleh pelatih sekaligus manajer DJ Boxing Club, Dien Jauhari. Ketiga petinju ini merupakan bagian dari program pembinaan yang dipersiapkan untuk menuju PON XXII yang akan digelar di NTT dan NTB pada tahun 2028.

Muksalmina memberikan apresiasi tinggi terhadap persiapan yang dilakukan oleh DJ Boxing Club. Menurutnya, persiapan matang sejak awal sangat penting untuk meraih hasil maksimal.

“Saya berharap anak-anak dapat memperoleh hasil maksimal pada kejuaraan Internasional kali. Para petinju ini merupakan cikal bakal atlet Tinju Aceh yang dipersiapkan dapat mendukung prestasi di masa akan datang,” ujar Bang Mex, sapaan akrab Muksalmina.

Selain itu, Muksalmina juga menyampaikan apresiasi atas usaha mandiri yang dilakukan oleh DJ Boxing Club dalam mendanai keberangkatan para atlet ini.

“Untuk keberangkatan kali ini ke Penang, semua pembiayaan ditanggung secara mandiri oleh DJ Boxing Club dan dibantu oleh beberapa donatur,” katanya.

“Ini sebuah hal yang luar biasa yang dilakukan oleh manajemen DJ Boxing. Saya juga berharap akan banyak klub-klub Tinju Aceh yang bisa menjalankan aktivitasnya secara mandiri supaya apa yang menjadi target atlet dan pelatih dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan,” tambahnya.

Muksalmina mengakhiri dengan ucapan terima kasih dan doa untuk para atlet, pelatih, dan ofisial yang sudah berangkat.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan selamat bertanding kepada atlet, pelatih dan ofisial yang sudah berangkat semoga mendapatkan hasil yang maksimal,” pungkasnya.

Editor: AKil

Medco E&P Malaka Fasilitasi Talenta Muda Aceh Timur untuk Berlatih di PSS Sleman

0
Peserta seleksi saat coaching clinic sepak bola di lapangan Gampong Seuneubok Teungoh PP, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur. (Foto: SERAMBI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk — Komitmen PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak perusahaannya, Medco E&P Malaka, dalam mengembangkan potensi generasi muda di Aceh Timur kembali diwujudkan lewat kolaborasi dengan klub Liga 1, PSS Sleman. Program pembinaan yang berlangsung pada 18-19 Januari 2025 ini menjadi momen berharga bagi pemain dan pelatih sepak bola lokal.

Dikutip dari SerambiNews, kegiatan dimulai dengan workshop dan sesi coaching clinic yang dihadiri oleh pelatih dan pemain dari PSS Sleman. Sebanyak 19 pelatih serta 25 pemain di bawah usia 16 tahun dari berbagai sekolah sepak bola di Aceh Timur berpartisipasi dalam seleksi tersebut. Setelah melalui proses ketat, dua pelatih dan 13 pemain terpilih berkesempatan untuk mengikuti pelatihan intensif di markas PSS Sleman, Yogyakarta.

Radhi Darmansyah, Kepala Divisi Formalitas, Hubungan Eksternal, dan Sekuriti Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini.

“Program pembinaan pemuda seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Di tengah isu kurangnya prestasi generasi muda, inisiatif ini bisa menjadi solusi yang tepat,” ujarnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Timur, Zulfadli Ayyub, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada pengembangan bakat muda di daerah tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang telah memberikan kesempatan luar biasa ini. Semoga para peserta bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan mereka,” katanya.

Syahril, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Aceh Timur, turut menyatakan pentingnya keberlanjutan program serupa.

“Aceh Timur membutuhkan lebih banyak program pembinaan seperti ini. Kehadiran PSS Sleman kembali di sini menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet sepak bola terbaik dari Aceh Timur,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat

Leony Lervyn, Senior Manager Communication Medco E&P, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi pemberdayaan masyarakat yang diusung perusahaan.

“Ini merupakan implementasi dari pilar pengembangan masyarakat Medco E&P, yaitu pembangunan kapasitas sumber daya manusia melalui olahraga sejak usia dini,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa program serupa pernah dilaksanakan sebelumnya pada Juli 2023.

Antusiasme Pelatih dan Pemain Muda

Jamaluddin, pelatih dari Desa Keude Birem yang lolos seleksi, mengungkapkan rasa bangganya dapat mendampingi peserta menuju pelatihan di PSS Development.

“Pengalaman ini sangat berarti, terutama untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Aceh Timur. Ilmu dari pelatih profesional Liga 1 akan kami terapkan di sekolah sepak bola lokal,” ujarnya penuh semangat.

M. Akbar, pemain muda asal Desa Idi Raya yang turut terpilih, berbagi antusiasmenya.

“Saya sangat senang dan berharap bisa belajar banyak, mendapatkan pengalaman baru, dan kelak menjadi pemain profesional,” katanya.

Dengan mengusung semangat pemberdayaan berkelanjutan, Medco E&P Malaka bersama PSS Sleman memberikan pijakan penting bagi anak muda Aceh Timur untuk bersinar di kancah sepak bola nasional. Program ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi para talenta lokal.

Editor: AKil

Dermaga PPI Lampulo, Surga Mancing Mania di Banda Aceh

0
Sekelompok pemancing di dermaga PPI Lampulo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dermaga Pelabuhan Perikanan (PPI) Lampulo di Banda Aceh telah lama menjadi salah satu destinasi favorit para pencinta memancing. Keindahan panorama laut yang berpadu dengan kesibukan pelabuhan menambah daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang ke sana, baik untuk mengisi waktu luang maupun melepas penat dari rutinitas harian.

Setiap pagi dan sore, dermaga ini dipenuhi oleh beragam kalangan yang mencoba peruntungan dengan kail dan umpan mereka. Mulai dari warga setempat, pekerja kantoran, hingga mahasiswa. Mereka datang membawa alat pancing sederhana, menikmati semilir angin laut sembari menunggu ikan menyambar.

Ialah Andi, seorang pekerja swasta di Banda Aceh, mengaku sering memanfaatkan waktu sore di dermaga ini bersama teman-temannya.

“Biasanya kalau sudah jenuh dengan pekerjaan, kami ke sini buat refreshing. Seru saja rasanya, apalagi kalau berhasil dapat ikan,” ujarnya saat ditemui Nukilan.id di lokasi pada Minggu (19/1/2025) sore.

Menariknya, kegiatan memancing di PPI Lampulo tidak hanya digemari oleh kaum pria. Diana, seorang mahasiswi, juga mengaku menjadikan dermaga ini sebagai tempat pelarian sejenak dari tekanan tugas-tugas kuliah.

“Saya lagi sibuk skripsi, jadi sore-sore sering ke sini buat hiburan. Soal dapat ikan atau enggak, itu bonus. Yang penting bisa seru-seruan,” ungkapnya dengan nada riang.

Momen kebersamaan di dermaga ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Suasana akrab dan canda tawa antarpemancing menambah keseruan. Meski terkadang hasil tangkapan tidak sesuai harapan, mereka tetap menikmati waktu berkualitas yang dihabiskan di tempat tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil