Beranda blog Halaman 708

Ruas Jalan Nasional di Aceh Tamiang Amblas, Pengendara Khawatirkan Keselamatan

0
Ruas Jalan Nasional di Aceh Tamiang Amblas. (Foto: KabarTamiang.com)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Ruas Jalan Nasional di depan Islamic Center, Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan amblas. Kondisi jalan yang berbentuk lingkaran dengan lubang besar ini memicu kekhawatiran para pengguna jalan.

Dikutip dari KabarTamiang.com, Siti, seorang pengendara yang sering melintasi ruas jalan tersebut, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang membahayakan keselamatan.

“Ruas jalan yang amblas ini sangat membahayakan pengguna jalan. Ini harus menjadi atensi pihak balai agar jalan yang amblas bisa diperbaiki segera,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang, Mix Donald, mengonfirmasi bahwa jalan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Terkait jalan yang amblas itu sudah dilaporkan ke pihak BPJN dan BPJN berjanji akan segera memperbaiki jalan tersebut,” kata Mix Donald pada Rabu (22/1/2025).

Namun, hingga berita ini diturunkan, PPK Jalan Nasional wilayah Peureulak-Aceh Tamiang, Zulfian, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. Sambungan telepon ke nomor yang bersangkutan tidak direspons, sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan juga belum dibalas.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Warga berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan guna mencegah kecelakaan dan kerugian lebih lanjut.

Editor: Akil

Pimpinan LPQ di Aceh Tamiang Ikuti Pelatihan SIPDAR LPQ untuk Tingkatkan Administrasi

0
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

NUKILAN.id | Kualasimpang – Sebanyak 120 pimpinan Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) se-Aceh Tamiang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pengajuan tanda daftar LPQ melalui aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Tanda Daftar Lembaga Pendidikan Alquran (SIPDAR LPQ). Kegiatan ini berlangsung di Aula Al-Ikhwan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Tamiang, pada Kamis (23/1/2025).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Tamiang, H. Anwar Padli, S.Ag., yang memberikan arahan dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pihak Kemenag masih memiliki tugas untuk menangani dan mengayomi LPQ, sesuai amanah undang-undang.

Ia juga menyoroti keunikan Aceh Tamiang yang menjadi satu-satunya daerah di Indonesia dengan qanun atau perda terkait pengelolaan Lembaga Pendidikan Alquran. “Orang-orang yang mengajarkan Alquran pasti mulia di mata Allah SWT dan merupakan ahli surga. Karena itu, saya meminta agar guru-guru di LPQ ikhlas dalam mengajar,” ujar Anwar Padli.

Lebih lanjut, ia mengajak Kelompok Kerja (Pokja) terpilih untuk bersinergi dengan pihak Kemenag melakukan audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK). Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan perhatian DPRK terhadap kesejahteraan lembaga dan para guru di LPQ.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Zakaria, M.H., menekankan pentingnya keteraturan administrasi bagi semua LPQ. “LPQ harus tertib administrasi, memiliki izin operasional, melakukan pembaruan data di aplikasi EMIS, serta membuat laporan baik tahunan maupun bulanan,” tegas Zakaria.

Proses pelatihan pengisian aplikasi SIPDAR LPQ dipandu langsung oleh Samsir, S.Ag., staf PAKIS yang menangani LPQ. Ia didampingi Alharis, S.E.I., dan Latifah, M.H., yang turut membantu kelancaran kegiatan tersebut.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para pimpinan LPQ di Aceh Tamiang dapat semakin profesional dalam pengelolaan administrasi, sehingga mendukung keberlangsungan pendidikan Alquran di daerah tersebut.

Editor: Akil

PJ Bupati Aceh Tenggara Serahkan Dua Anak Mualaf ke Forum Dakwah Perbatasan

0
PJ Bupati Aceh Tenggara Serahkan Dua Anak Mualaf ke Forum Dakwah Perbatasan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kutacane – Penjabat (PJ) Bupati Aceh Tenggara, Taufik, ST, MSI, bersama Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd, M.AP, secara resmi menyerahkan dua anak mualaf, Siti Zahra dan Siti Rahmah, kepada Forum Dakwah Perbatasan (FDP) untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik.

Kedua anak tersebut awalnya berasal dari keluarga muslim. Namun, setelah orang tua mereka meninggal dunia dan ibu mereka merantau ke Malaysia, Zahra dan Rahmah dititipkan kepada keluarga non-muslim. Belakangan, mereka tinggal di sebuah panti asuhan non-muslim di Sumatera Utara.

Dinas Sosial Aceh Tenggara kemudian menerima laporan mengenai kondisi Zahra dan Rahmah yang dinilai tidak sesuai dengan akidah agama mereka. Melalui penelusuran dan kerja sama dengan lembaga pemerintah di Sumatera Utara, kedua anak itu berhasil ditemukan dan dipulangkan ke Aceh Tenggara.

Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang lebih baik kepada kedua anak tersebut.

“Kami berharap melalui Forum Dakwah Perbatasan, mereka dapat kembali melanjutkan pendidikan sesuai akidah dan keyakinan asal mereka,” ujarnya.

Dalam acara serah terima yang berlangsung di Ruang Serbaguna Dewan Dakwah Aceh pada 21 Januari 2025, Taufik menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara serius dalam menangani masa depan pendidikan anak-anak mualaf, terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan.

“Bupati terpilih nanti juga diharapkan akan terus mendukung program-program dakwah di Aceh Tenggara, termasuk kegiatan keagamaan lainnya,” kata Taufik.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, ST, MIFA, yang menyatakan dukungannya terhadap program pendidikan anak-anak mualaf yang digagas oleh FDP. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Baitul Mal Aceh dan FDP.

“Program pembinaan muallaf level satu dan level dua ini menjadi salah satu fokus kami bersama untuk memberdayakan mereka di sepanjang wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Ketua Forum Dakwah Perbatasan, dr. Nurkhalis, Sp.JP(FIHA).FassCC, menyambut langsung Siti Zahra dan Siti Rahmah. Dalam sambutannya, Nurkhalis mengungkapkan bahwa FDP telah mendidik lebih dari 200 anak dari wilayah perbatasan dan pedalaman.

“Kehadiran kedua anak ini menambah jumlah anak yang kami bina. Mereka punya peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa anak didik kami bahkan telah melanjutkan pendidikan ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, serta ada yang berpeluang belajar ke Mesir, Turki, Pakistan, dan negara lainnya,” jelasnya.

Ketua Dewan Dakwah Aceh, Prof. Dr. Muhammad AR, M.Ed, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap program dakwah perbatasan ini.

“Fokus dakwah di wilayah perbatasan adalah cita-cita lama yang kini terwujud. Namun, ini bukan tugas yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, tenaga, dana, dan pemikiran yang maksimal untuk menjalankan program dakwah di wilayah perbatasan dan luar Aceh,” katanya.

Dengan serah terima ini, Pemerintah Aceh Tenggara menunjukkan komitmennya untuk mendukung pendidikan dan keberlangsungan akidah anak-anak mualaf, khususnya di wilayah perbatasan yang kerap menghadapi tantangan dakwah.

Editor: Akil

Banda Aceh Darurat Pengemis Berkostum, Warga Minta Solusi Cepat

0
Ilustrasi pengemis. (Businesstoday)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena pengemis berkostum di Banda Aceh semakin menjadi perhatian. Baru-baru ini, seorang pria berkostum Spiderman diamankan oleh Petugas Satpol PP-WH Banda Aceh. Pria tersebut diketahui kerap mengemis di persimpangan jalan, bahkan sampai membuat anak-anak ketakutan.

Keberadaan pengemis berkostum ini ternyata bukan hanya satu kasus. Beberapa di antaranya mengenakan kostum karakter populer seperti Doraemon dan Upin-Ipin, yang tak jarang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pada Kamis (23/1/2025), tim Nukilan.id melakukan wawancara dengan beberapa warga Banda Aceh untuk mengetahui langsung pandangan mereka terhadap fenomena ini.

“Sangat mengkhawatirkan, bukan kita tidak mau memberi uang, tapi mereka sering berada di tengah jalan. Itu kan berbahaya, baik untuk mereka maupun pengendara,” ujar Maryati, seorang warga Ulee Kareng.

Ia mengakui bahwa anaknya juga pernah merasa ketakutan dengan kostum yang dipakai pengemis.

“Anak saya pernah ketakutan melihat mereka, apalagi kostumnya kadang terlihat seram. Hal seperti ini harus segera ditangani,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pengemis ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menciptakan risiko kecelakaan di jalan raya.

“Kami berharap ada solusi cepat dari pemerintah. Kalau dibiarkan, jumlahnya semakin banyak dan semakin meresahkan,” tutupnya.

Fenomena pengemis berkostum ini menunjukkan perlunya solusi yang lebih komprehensif, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Selain penertiban, program pemberdayaan ekonomi dan edukasi kepada para pengemis diharapkan bisa menjadi langkah jangka panjang untuk mengatasi masalah ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Tengku Raja Aulia Habibie Terpilih Sebagai Presma UIN Ar-Raniry 2025 melalui MUBES DEMA

0
Tengku Raja Aulia Habibie Terpilih Sebagai Presma UIN Ar-Raniry 2025 melalui MUBES DEMA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Musyawarah Besar (MUBES) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry yang berlangsung pada Selasa, 14 Januari 2025, resmi menetapkan Tengku Raja Aulia Habibie sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Ar-Raniry untuk periode 2025. Acara yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry ini berjalan dengan dinamis dan mencerminkan semangat demokrasi mahasiswa.

Ketua SEMA UIN Ar-Raniry, Rajulul Azka, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan MUBES meski sempat diwarnai perbedaan pendapat.

“Kami bersyukur proses ini dapat diselesaikan dengan musyawarah. Rekonsiliasi yang dilakukan menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Ar-Raniry mampu mengedepankan solidaritas dan semangat demokrasi,” ungkapnya.

Namun demikian, hasil dari MUBES tersebut masih menunggu pengesahan resmi dari pihak Rektorat. Hingga berita ini diturunkan, Surat Keputusan (SK) pengesahan hasil MUBES belum diterbitkan. Rajulul Azka memberikan batas waktu hingga Jumat kepada Rektorat untuk segera menandatangani SK. Ia menegaskan, “Jika hingga batas waktu tersebut SK belum diterbitkan, kami akan mengambil langkah tegas sesuai hasil MUBES yang sah dan demokratis.”

Tidak hanya fokus pada pengesahan hasil MUBES DEMA, SEMA UIN Ar-Raniry juga berkomitmen untuk segera menyelesaikan Musyawarah Besar SEMA Universitas yang sempat tertunda. Agenda ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan roda organisasi mahasiswa sesuai aspirasi seluruh pihak.

Di akhir keterangannya, Rajulul Azka mengajak seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru.

“Semangat persatuan dan kerja sama adalah kunci untuk membawa perubahan positif bagi kampus tercinta, UIN Ar-Raniry,” pungkasnya.

Pelaksanaan MUBES DEMA tahun ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk mewujudkan program-program nyata demi kemajuan mahasiswa dan kampus.

Editor: Akil

Menghadirkan Keluarga Bintang Bermain Bersama, MNCTV Tayangkan Program Terbaru ‘Keluarga Seleb Indonesia’

0
Menghadirkan Keluarga Bintang Bermain Bersama, MNCTV Tayangkan Program Terbaru ‘Keluarga Seleb Indonesia’. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Iklan – MNCTV menghadirkan program terbaru yang menghadirkan keseruan yang melibatkan antar keluarga bintang akan bertanding di ‘Keluarga Seleb Indonesia’ yang ditayangkan perdana pada Rabu, 29 Januari 2025, pukul 21.00 WIB.

Akan banyak kejutan yang dihadirkan seperti kolaborasi duo generasi yang siap beraksi bernyanyi menampilkan aksi panggung seru dan banyak momen kekompakan pasangan keluarga.

Acara dipandu oleh duo host Vega Darwanti dan Irfan Hakim, bersama Family Juri, yakni Hetty Koes Endang dan Afifah Yusuf, Iis Dahlia dan Salshadilla, serta Ikang Fawzi dan Bella Fawzi.

Pada episode perdana ‘Keluarga Seleb Indonesia’ menghadirkan para bintang tamu, seperti Dhawiya dan Zella, Gary Iskak dan Nando, Fajar Sad Boy dan Ibu, serta Mami Ipel dan Asyraf Jamal.

Saksikan program terbaru ‘Keluarga Seleb Indonesia’ tayang perdana pada Rabu, 29 Januari 2025, pukul 21.00 WIB hanya di MNCTV selalu di Hati.

Editor: Akil

Muhammad dan Cut Jadi Nama Favorit Bayi di Banda Aceh Sepanjang 2024

0
Muhammad dan Cut Jadi Nama Favorit Bayi di Banda Aceh Sepanjang 2024. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Nama Muhammad dan Cut masih mendominasi sebagai pilihan utama bagi orang tua di Banda Aceh untuk memberikan nama kepada bayi mereka. Hal ini tercatat dalam data akta kelahiran yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh sepanjang tahun 2024.

Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana, menyampaikan bahwa nama Muhammad paling sering dipilih untuk bayi laki-laki.

“Data ini kita dapatkan berdasarkan akta kelahiran anak yang diterbitkan pada tahun 2024,” katanya, Rabu (22/1/2025).

Tercatat, sebanyak 561 bayi laki-laki diberikan nama Muhammad dari sekitar 3.000 bayi yang lahir sepanjang 2024. Nama Ahmad menjadi pilihan kedua dengan 56 bayi, diikuti nama Teuku dengan 42 bayi.

“Kalau bayi laki-laki, Muhammad masih terus menjadi nama yang paling sering diberikan karena dianggap membawa keberkahan,” ujar Emila.

Sementara itu, untuk bayi perempuan, nama Cut menjadi yang paling banyak digunakan, yaitu sebanyak 56 bayi. Posisi selanjutnya ditempati nama Aisyah dengan 34 bayi dan Alesha sebanyak 30 bayi.

“Nama seperti Fatimah dan Siti juga masih menjadi nama favorit untuk diberikan kepada bayi perempuan, tetapi tidak terlalu banyak lagi jumlahnya seperti Cut,” tambahnya.

Aturan Penamaan

Disdukcapil Banda Aceh sejak 2020 telah menerapkan aturan bahwa nama anak harus terdiri dari minimal dua kata dan maksimal 62 huruf. Aturan ini disesuaikan dengan ketentuan internasional terkait dokumen kependudukan.

“Kalau satu nama saja tidak bisa dikeluarkan akta kelahiran. Ini kaitannya dengan kemudahan pembuatan paspor nanti atau keperluan di negara lain,” jelas Emila.

Selain itu, nama-nama yang mengandung arti kasar, negatif, atau menggunakan tanda baca seperti apostrof juga dilarang. Nama yang disingkat, seperti hanya menggunakan satu huruf, juga tidak diterima.

“Nama yang disingkat, seperti ‘M’ hanya akan dibaca sebagai huruf ‘M’ saja. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat memberi nama yang sesuai aturan,” tegasnya.

Akta Kelahiran Hampir Merata

Sepanjang 2024, Disdukcapil Kota Banda Aceh telah menerbitkan 5.000 akta kelahiran. Hingga akhir tahun tersebut, dari total 87.061 anak usia 0-18 tahun di Banda Aceh, sebanyak 86.098 anak telah memiliki akta kelahiran.

“Secara persentase sudah mencapai 98,89 persen. Hampir semua anak di Kota Banda Aceh memiliki akta kelahiran,” ungkap Emila.

Untuk memastikan semua anak memiliki dokumen administrasi tersebut, Disdukcapil bekerja sama dengan 16 rumah sakit di Banda Aceh dan menyediakan layanan pembuatan akta kelahiran melalui aplikasi Sihati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mengurus akta kelahiran bagi anak-anak mereka agar dapat mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan beasiswa ke depannya,” tutup Emila.

Editor: Akil

Safriati Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Pencegahan Bullying di Aceh

0
Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Safriati. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Safriati, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan pendidikan di Aceh melalui kegiatan sosialisasi bertema “Mencegah Bullying dan Kesehatan Reproduksi” yang berlangsung di SMP Negeri 4 Banda Aceh pada Senin (20/1/2025).

Kegiatan ini melibatkan ratusan siswa serta ditandai dengan sejumlah aksi nyata, seperti pembagian tablet tambah darah, pemberian alat drumband, dan penyerahan Al-Qur’an untuk musala sekolah. Dalam sambutannya, Safriati yang juga merupakan alumnus sekolah tersebut (1984–1987) menyampaikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam belajar dan terus mengembangkan diri.

“Prestasi akademik bukan satu-satunya kunci sukses. Kembangkan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, dan kuasai bahasa Inggris tanpa melupakan bahasa ibu,” ujar Safriati di hadapan para siswa.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun lingkungan sosial yang positif di sekolah.

“Laporkan jika terjadi bullying. Semua anak berhak mendapatkan perlindungan. Tidak boleh ada kekerasan di mana pun. Jadilah generasi yang tangguh dan percaya diri,” lanjutnya.

Safriati juga menyoroti berbagai permasalahan sosial yang masih menjadi tantangan di Aceh, seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan meningkatnya kasus HIV/AIDS. Menurutnya, pendidikan yang baik, pemenuhan gizi, serta pemahaman tentang kesehatan reproduksi sangat penting untuk menciptakan generasi berkualitas.

“Kalian adalah penerus bangsa. Jaga nama baik sekolah, hormati guru, dan patuhi orang tua. Tanpa pendidikan, kita tidak akan menjadi apa-apa,” pesan Safriati.

Kepala SMP Negeri 4 Banda Aceh, Fitriani, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Safriati terhadap sekolah yang saat ini memiliki 483 siswa tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh sekolah, termasuk keterbatasan lahan yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.

Sulaiman juga menyebutkan bahwa SMP Negeri 4 Banda Aceh tengah menargetkan predikat Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional pada 2025. “Kami mengajak semua pihak untuk mendukung pencapaian ini agar sekolah ini dapat bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Usai kegiatan di SMP Negeri 4 Banda Aceh, Safriati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Darul Hikmah di Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Kehadiran rombongan disambut oleh dewan guru serta sekitar seratus santri.

Pimpinan Pesantren Darul Hikmah, Soufyan M. Saleh, menjelaskan bahwa lembaga tersebut menampung sekitar 600 pelajar, termasuk anak-anak korban tsunami dan dari keluarga kurang mampu.

“Sebagian besar anak di sini berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sehingga sulit membebankan biaya pendidikan. Namun, kami bersyukur atas dukungan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, yang terus membantu pengembangan pesantren ini,” ungkap Soufyan.

Dalam kunjungan tersebut, Safriati menyerahkan sejumlah bantuan, seperti Al-Qur’an, tanaman buah, buku perpustakaan, serta kebutuhan pokok berupa beras, telur, dan minyak goreng.

Turut hadir dalam kegiatan ini Pj Ketua PKK Aceh Besar, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kepala Rumah Sakit Ibu dan Anak, serta istri pimpinan Bank Aceh.

Editor: Akil

Harga Ubi di Pasar Almahira Banda Aceh Stabil, Mulai Rp 7 Ribu per Kilogram

0
Ubi manis. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga ubi di Pasar Almahira Banda Aceh masih terpantau stabil hingga Kamis (23/1/2025). Beragam jenis ubi, mulai dari ubi biasa, ubi ungu, hingga ubi manis, dijual dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram.

Misran, salah satu pedagang ubi di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa harga ini tidak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

“Ubi biasa saya jual Rp 7 ribu per kilogram. Kalau ubi ungu dan ubi manis, sedikit lebih mahal, Rp 8 ribu per kilogram,” ujar Misran kepada Nukilan.id.

Ia menambahkan bahwa minat masyarakat terhadap ubi tetap tinggi, terutama menjelang akhir pekan, karena ubi sering dijadikan bahan makanan ringan seperti gorengan, kolak, atau camilan khas lainnya.

“Pembeli biasanya datang cari ubi ungu untuk dibuat bolu atau makanan sehat. Ubi biasa dan ubi manis juga sering dibeli untuk gorengan,” jelasnya.

Stabilnya harga ubi ini disebabkan pasokan yang lancar dari para petani sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar. Para petani mengaku panen ubi kali ini cukup melimpah sehingga memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Seorang pembeli, Fitri, mengatakan bahwa harga ubi di Pasar Almahira masih terjangkau dibandingkan di tempat lain.

“Kalau di sini harganya murah, dan kualitasnya juga bagus. Ubi ungunya cocok untuk bikin kue,” katanya.

Selain Pasar Almahira, beberapa pasar tradisional di Banda Aceh juga menawarkan harga ubi yang serupa. Dengan harga yang stabil dan kualitas yang baik, ubi tetap menjadi pilihan pangan favorit masyarakat Banda Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

RPH Lambaro Dibenahi, Petugas Dibekali Tata Cara Pemotongan Halal

0
Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar memberikan pembekalan dan refresher terkait tata cara penyembelihan dan membersihkan daging secara syariah kepada petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Untuk memastikan pelayanan dan produk yang sesuai dengan syariat Islam, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar memberikan pembekalan dan penyegaran terkait tata cara penyembelihan serta pengolahan daging kepada petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Lambaro.

Kegiatan yang berlangsung di Dekranasda, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya ini bertujuan untuk menjadikan RPH Lambaro sebagai fasilitas yang memenuhi standar Halalan Tayyiban, sekaligus memperoleh sertifikasi halal.

“Pembekalan ini menyangkut dengan Halalan Tayyiban dan bagaimana cara menyembelih dan membersihkan daging sehingga hasil produk dari rumah potong hewan Aceh Besar bisa halal secara Islam dan syariah,” ujar Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, Rabu (22/1).

Jakfar menambahkan, keberadaan sertifikat halal menjadi syarat penting bagi RPH untuk mendukung usaha kuliner berskala nasional yang menerapkan konsep restoran halal. Ia mengingatkan peserta untuk mengikuti pembekalan ini dengan sungguh-sungguh, mengingat pentingnya penerapan standar ini.

“Jika tidak ada sertifikat halal, pengusaha rumah makan bertaraf nasional dan sudah menerapkan konsep restoran halal, tidak akan menggunakan jasa RPH,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa materi pembekalan diberikan oleh Fakhurrazi, seorang ahli di bidang tata cara penyembelihan sesuai syariah.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Uzir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto serta Kadis Pertanian untuk meningkatkan kualitas layanan RPH Lambaro.

“Kita targetkan tahun 2025-2026 RPH Aceh Besar yang terbaik di Provinsi Aceh, bahkan bisa terbaik se Sumatera,” katanya.

Uzir menegaskan bahwa RPH Lambaro merupakan fasilitas publik yang melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie, Sabang, hingga Aceh Jaya. Peningkatan pelayanan dan sarana di RPH, menurutnya, menjadi langkah penting untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.

Pada tahun 2024, RPH Lambaro ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp300 juta, namun realisasinya hanya mencapai 50 persen karena masih dalam tahap renovasi. Uzir optimistis, setelah perbaikan sarana dan prasarana selesai, target PAD dapat tercapai pada tahun mendatang.

“Penyembelihan secara syariah ini menjadi sebuah jaminan kepada setiap pihak yang menggunakan jasa RPH Lambaro,” tutup Jakfar.

Editor: AKIL