Beranda blog Halaman 705

Kasus Penganiayaan Remaja di Banda Aceh Masuk Tahap Penyidikan

0
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang ayah bernama Zakaria (47) warga Deyah Baro, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anaknya, Rahmat Ramadhan (17), ke Polresta Banda Aceh pada 25 Desember 2024.

Laporan dengan nomor LP/B/812/XII/2024/SPKT/Polresta Banda Aceh Polda Aceh tersebut menyebutkan bahwa penganiayaan diduga dilakukan oleh MR alias R (21), warga Punge, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, bersama dua rekannya yang kini berstatus sebagai saksi.

Zakaria merasa prihatin dengan lambatnya proses penanganan kasus tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, terduga pelaku belum juga diperiksa oleh penyidik kepolisian.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut saat ini sudah memasuki tahap penyidikan. 

“Pelapor sudah kami panggil, namun yang bersangkutan tidak hadir. Jika terus tidak datang, kami akan mengambil langkah untuk membawa pelaku secara paksa,” ujar Kompol Fadillah kepada Dialeksis, Sabtu (25/1/2025). 

Dikatakan juga, saat ini terlapor diduga menghilang dan keberadaannya belum diketahui. Oleh karena itu, pihak kepolisian membutuhkan waktu lebih untuk menelusuri keberadaan pelaku.

“Proses penanganan perkara ini memang memerlukan waktu, termasuk pemeriksaan visum, saksi-saksi, serta gelar perkara sebelum dapat menentukan langkah selanjutnya,” jelas Kompol Fadillah. 

Pihak kepolisian meminta agar masyarakat bersabar, dan memastikan bahwa laporan ini akan terus ditindaklanjuti dengan serius. []

IAI Aceh Bahas Sistem Baru Perpajakan Coretax dalam PPL 2025

0
IAI Aceh Bahas Sistem Baru Perpajakan Coretax dalam PPL 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertema “Bedah PMK 81 Tahun 2024 dan Pengenalan Fitur Coretax” pada Sabtu (25/1/2025). Acara ini berlangsung di Kuala Village Restaurant, Lambaro Skep, Banda Aceh, dari pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Acara tersebut menghadirkan Bapak Aulia Hidayat, SE., M.Si., Ak., CA, yang saat ini menjabat sebagai Kepala KP2KP Simeulue sekaligus Ketua Kompartemen Akuntan Perpajakan IAI Wilayah Aceh, sebagai narasumber utama.

Kepada Nukilan.id, Aulia Hidaya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang sistem baru pelaporan pajak di Indonesia yang dikenal sebagai Coretax. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan dan mempermudah interaksi wajib pajak dengan administrasi perpajakan.

“Sistem perpajakan di Indonesia telah mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik, di mana tujuan sistem Coretax ini adalah agar wajib pajak dapat merasakan kemudahan dalam berinteraksi dengan perpajakan,” jelas Aulia Hidayat pada Sabtu (25/1/2025).

Coretax, yang mulai diberlakukan pada tahun 2025, menghadirkan perubahan signifikan dalam sistem pelaporan pajak. Sebelumnya, wajib pajak harus melaporkan jenis pajak tertentu melalui situs yang berbeda-beda. Kini, Coretax memusatkan semua proses pelaporan dalam satu sistem terpadu. Fitur-fitur seperti perubahan data pribadi, verifikasi pembayaran pajak, hingga pelaporan yang lebih efisien menjadi keunggulan sistem baru ini.

Namun, implementasi sistem ini tidak terlepas dari tantangan. Beberapa peserta diskusi mengungkapkan bahwa waktu adaptasi yang cukup sangat diperlukan, mengingat banyak wajib pajak masih belum sepenuhnya memahami sistem lama. Salah satu peserta memberi masukan agar penerapan sistem ini dilakukan secara bertahap untuk menghindari kebingungan di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Aulia Hidayat menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menyukseskan sistem Coretax.

“Perlu adanya masukan-masukan positif dari berbagai pihak dan penguatan literasi perpajakan hingga ke lapisan dasar masyarakat. Mahasiswa ataupun praktisi perpajakan dapat berperan aktif untuk menjadi agen penguatan literasi tersebut dan mampu menjawab kendala-kendala yang dihadapi masyarakat, hingga sistem Coretax ini dapat diterapkan secara komprehensif,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun pemahaman yang lebih luas tentang Coretax. Diharapkan, kehadiran sistem ini dapat memberikan manfaat besar bagi wajib pajak sekaligus mendukung modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia. (XRQ)

Reporter: Akil

Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Aceh Sosialisasikan Keanggotaan di Banda Aceh

0
Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Aceh Sosialisasikan Keanggotaan di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh menggelar kegiatan Sosialisasi Keanggotaan pada Sabtu, 25 Januari 2025, bertempat di Kuala Village Restaurant, Lambaro Skep, Banda Aceh. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan Wakil Ketua II IAI Wilayah Aceh, Muslim Hasan Birga, SE, M.Si., Ak., CA., RSA., Asean CPA, sebagai pemateri.

Kepada Nukilan.id, Muslim Hasan menjelaskan tiga tingkatan keanggotaan IAI yang terdiri dari Anggota Muda, Anggota Madya, dan Anggota Utama. Ia memaparkan bahwa Anggota Muda adalah mahasiswa yang berasal dari jurusan akuntansi, perbankan, dan perpajakan.

Sementara itu, Anggota Madya adalah Akuntan Beregister yang telah terdaftar pada register negara akuntan sesuai peraturan perundang-undangan, tetapi belum memiliki sertifikat Chartered Accountant (CA) Indonesia. Sedangkan Anggota Utama adalah Akuntan Beregister yang telah memiliki sertifikat CA Indonesia yang diterbitkan oleh IAI.

Selain memperkenalkan struktur keanggotaan, sosialisasi ini juga membahas persyaratan keanggotaan, kepatuhan anggota, hingga sanksi yang berlaku bagi akuntan.

“Anggota IAI Wilayah Aceh yang ada dapat menjalankan kewajibannya dan memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik dan mengarahkan para akuntan muda agar terus berkembang,” ujar Muslim Hasan dalam pemaparannya pada Sabtu (25/1/2025).

Ia juga menekankan pentingnya peran para anggota dalam mengembangkan ilmu akuntansi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait aspek keuangan.

Di akhir acara, Muslim Hasan menyampaikan harapannya agar IAI Wilayah Aceh dapat terus berkembang, baik melalui peningkatan jumlah lulusan akuntan, penambahan anggota, maupun sinergi yang kuat antar sesama akuntan.

“Kami berharap IAI mampu menjawab tantangan di masa depan,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para akuntan di Aceh mengenai pentingnya peran organisasi dalam mendukung profesionalisme dan perkembangan karier di bidang akuntansi. (XRQ)

Reporter: Akil

Ikatan Akuntan Indonesia Aceh Gelar Rapat Kerja 2025, Soroti Sinergi dan Profesionalisme

0
Ikatan Akuntan Indonesia Aceh Gelar Rapat Kerja 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh melaksanakan Rapat Kerja Tahun 2025 pada Sabtu, 25 Januari 2025. Acara yang berlangsung di Kuala Village Restaurant, Lambaro Skep, Banda Aceh, ini mengusung tema “Sinergi Profesionalisme Akuntan – Menguasai Perubahan Menyiapkan Masa Depan – Menuju IAI Wilayah Aceh yang Mandiri”.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini bertujuan mempererat hubungan antarakuntan di Aceh sekaligus membahas program kerja organisasi untuk tahun 2025.

Kepada Nukilan.id, Ketua IAI Wilayah Aceh, Dr. Fazli Syam BZ, SE., M.Si., Ak., CA., Cert. menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai awal yang baik di tahun baru.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik di tahun 2025, karena melalui momentum ini kita dapat terus menjalin silaturahim dan terus bersinergi ke arah yang lebih baik dalam meningkatkan kapasitas profesionalisme terutama bagi akuntan yang ada di wilayah Aceh,” ungkapnya pada Sabtu (25/1/2025).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh yang baru dilantik, Agus Chusaini, yang sekaligus dikukuhkan sebagai Dewan Penasihat IAI Wilayah Aceh. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan harapan untuk memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia dan IAI Wilayah Aceh.

“Saya baru saja dilantik menjadi Kepala BI Wilayah Aceh dan baru pertama kali di Aceh, maka saya berharap bisa mengenal orang-orang baru di sini dan dapat bekerjasama, terutama melalui instansi Bank Indonesia dengan berbagai pihak terkhusus IAI Wilayah Aceh, dan saya merasa sangat terhormat berada dan diundang di sini,” ujar Agus.

Acara juga dihadiri Inspektur Inspektorat Aceh, Jamaluddin, SE., M.Si., Ak., yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat IAI Wilayah Aceh. Jamaluddin menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung sinergi dengan organisasi tersebut.

Menurutnya, keberadaan IAI sangat penting dalam memberikan wawasan terkait isu-isu terkini, terutama yang berkaitan dengan keuangan dan perkembangan ilmu akuntansi.

“IAI adalah organisasi profesi yang sangat penting untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai isu-isu terkini terkait keuangan, perkembangan akuntan, dan ilmu pengetahuan,” tegas Jamaluddin.

Rapat kerja ini ditutup dengan sosialisasi keanggotaan IAI, Pendidikan Profesional Berkelanjutan terkait Coretax Perpajakan, serta makan siang bersama. Momentum ini menjadi langkah awal IAI Wilayah Aceh untuk terus mendorong profesionalisme dan sinergi di kalangan akuntan demi menyongsong masa depan yang lebih baik. (XRQ)

Reporter: AKil

Komunitas Singkil Mengabdi: Langkah Nyata Pemuda Aceh Singkil untuk Masyarakat

0
Komunitas Singkil Mengabdi: Langkah Nyata Pemuda Aceh Singkil untuk Masyarakat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Singkil Mengabdi, sebuah komunitas pemuda Aceh Singkil, resmi memulai pergerakannya untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan membantu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi warga Aceh Singkil melalui program-program di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sosial.

Pada Jumat (24/1/2025), Singkil Mengabdi menggelar kegiatan perdananya di Dayah Darul Muta’allimin, Tanah Merah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil. Acara ini diikuti lebih dari 70 santriwan dan santriwati yang antusias menyimak berbagai diskusi dan materi yang disampaikan.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ahmadi Bancin, ketua komunitas, bersama anggota lainnya, yakni Masrijal, Mulyadi Syahputra, dan Abdul Aziz. Salah satu agenda utama adalah memberikan pemahaman kepada para peserta tentang dunia perkuliahan, organisasi mahasiswa, dan jalur masuk perguruan tinggi, termasuk informasi beasiswa yang dapat diakses oleh siswa berprestasi maupun siswa kurang mampu.

Masrijal, seorang mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang turut memberikan materi, menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah dalam mendukung komunitas pemuda seperti Singkil Mengabdi.

“Kami harap dan harus diperhatikan oleh pemerintah Aceh Singkil bahwa organisasi atau pun komunitas harus didorong dan diberi ruang untuk berkembang. Pemerintah Aceh Singkil harus memberikan jalan untuk kami bergerak lebih maju demi masyarakat dan pendidikan di daerah ini,” ujar Masrijal.

Ia juga menambahkan bahwa Singkil Mengabdi hadir dengan semangat murni untuk membantu masyarakat, namun sejauh ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kami hadir demi masyarakat Aceh Singkil, demi pendidikan Aceh Singkil, dan demi anak-anak kita yang kelak akan memimpin masa depan. Namun, kami berharap ada dukungan lebih dari pihak pemerintah untuk mewujudkan cita-cita kami,” jelasnya.

Kepala Desa Tanah Merah, Muhammad Ihsan Chaniago, yang turut hadir sebagai sponsor acara, memberikan apresiasi besar terhadap inisiatif pemuda ini.

“Alhamdulillah, rasa bangga dan bahagia, anak muda/mahasiswa ‘Singkil Mengabdi’ hari ini telah memulai pengabdian dengan mensosialisasikan kepada santri Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Tanah Merah pentingnya pendidikan, cara pendaftaran lebih awal, cara mendapatkan beasiswa baik dari kampus, daerah, provinsi, pusat, dan beasiswa lainnya. Sangat kami apresiasi kegiatan sosialisasi ini, dan hal seperti ini sangat membantu kepada calon mahasiswa kita, khusus Aceh Singkil. Harapannya kegiatan sosial ini terus berlanjut dan tetap eksis,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Buk Neli Ismawati, Wakil Kepala Kurikulum MAS Darul Muta’allimin, juga menyampaikan rasa syukur atas kegiatan ini. Ia menilai bahwa kehadiran Singkil Mengabdi mampu memotivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami sangat senang dengan kedatangan komunitas ini, karena dapat memotivasi siswa-siswi kami untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Terlebih lagi, mereka diperkenalkan dengan jalur masuk kuliah yang lebih mudah dan kesempatan mendapatkan beasiswa seperti KIP Kuliah,” ujarnya.

Menurut Buk Neli, banyak siswa sebelumnya berencana tidak melanjutkan pendidikan karena kendala ekonomi. Namun, dengan kehadiran komunitas ini, harapan baru muncul.

“Kunci sukses yang sebenarnya adalah triple U (Mau, Mampu, dan Tahu). Jika ketiga hal ini ada dalam diri kita, insyaallah kesuksesan akan tercapai,” tambahnya.

Di akhir acara, Abdullah Ajiz, salah satu anggota komunitas, menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta.

“Ketika kalian sudah merantau dan menuntut ilmu di perkuliahan, maka ingat pepatah Abuya kita: Jangan surut di tengah jalan walaupun penuh dengan rintangan. Syekh H. Bahauddin Tawar telah mengingatkan kita untuk tetap teguh dalam perjuangan meskipun banyak tantangan yang menghadang,” ucapnya penuh semangat.

Ahmadi Bancin, Ketua Singkil Mengabdi, menegaskan bahwa komunitas ini hadir untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat Aceh Singkil.

“Kami tidak hanya ingin melihat, tetapi juga bergerak. Ini adalah langkah awal untuk memberikan kontribusi nyata dan membawa perubahan positif di Aceh Singkil,” ujarnya.

Mulyadi Syahputra, salah satu anggota komunitas, menambahkan bahwa kegiatan perdana ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan potensi pemuda dalam pembangunan daerah.

“Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin menginspirasi lebih banyak pemuda untuk ikut ambil bagian dalam upaya memberdayakan masyarakat dan membantu mereka meraih pendidikan tinggi,” ucapnya.

Keberadaan Singkil Mengabdi menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Dengan visi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan di Aceh Singkil, komunitas ini optimis mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi bahan bakar bagi mereka untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Tinjau Langsung Verifikasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Aceh Besar

0
Pj Gubernur Aceh Tinjau Langsung Verifikasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, meninjau langsung proses verifikasi pembangunan rumah layak huni yang direncanakan akan dibangun Pemerintah Aceh pada 2025. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kabupaten Aceh Besar.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pj Gubernur dan Dinas Perkim Aceh yang turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi calon penerima bantuan rumah tersebut.

“Pemerintah Aceh Besar sangat mengapresiasi langkah strategis Pj Gubernur dan Dinas Perkim Aceh yang turun ke lapangan memverifikasi langsung calon penerima rumah bantuan dari pemerintah,” ujar Bahrul Jamil di sela kunjungan di Kecamatan Kuta Baro dan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (24/1).

Bahrul menegaskan, kehadiran Pj Gubernur Aceh memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat kini lebih memahami bahwa bantuan rumah layak huni ini diberikan tanpa pungutan biaya apa pun, sehingga mereka dapat terhindar dari potensi penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Pemkab Aceh Besar menyampaikan terima kasih kepada Pj Gubernur Aceh yang telah memberikan bantuan rumah layak huni kepada masyarakat Aceh Besar. Tentu ini sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka kemiskinan,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Bahrul juga menjelaskan bahwa penerima bantuan di Aceh Besar masih dalam tahap verifikasi. Untuk wilayah Kecamatan Kuta Baro, sudah ada empat unit rumah yang dinyatakan lulus verifikasi. Sementara di Kecamatan Montasik, sebanyak enam unit rumah telah dinyatakan layak untuk dibangun.

Pj Gubernur Safrizal ZA menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa program pembangunan rumah layak huni ini berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Insya Allah, kalau kita turun langsung ke lapangan dan melakukan pengecekan, bantuan ini bisa tepat sasaran,” ungkap Safrizal.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses pelaksanaan bantuan, agar hak masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan tidak dirugikan oleh manipulasi atau pungutan liar.

“Kami berharap para calon penerima bantuan jangan sampai tertipu oleh para oknum yang mencari keuntungan. Kami pastikan, asal memenuhi syarat dan layak untuk mendapatkan bantuan, sudah pasti kami bantu. Sekali lagi, para penerima bantuan tidak perlu mengeluarkan biaya sepersen pun, karena sudah disediakan semua oleh dinas terkait, kecuali materai,” tegasnya.

Kunjungan ini, kata Safrizal, juga menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Dengan begitu, program pembangunan rumah layak huni dapat membawa manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Editor: Akil

Beasiswa S2 Inggris Khusus Perempuan dari British Council, Pendaftaran Dibuka!

0
Beasiswa S2 Inggris Khusus Perempuan dari British Council, Pendaftaran Dibuka!. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kesempatan istimewa kini hadir bagi perempuan di Indonesia dan negara ASEAN lainnya yang ingin melanjutkan studi S2 di Inggris. British Council kembali menawarkan program beasiswa penuh yang dirancang khusus untuk mendukung perempuan berkarier di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Dikutip Nukilan.id, beasiswa ini terbuka tanpa batasan usia, memberikan peluang bagi perempuan dari berbagai latar belakang untuk meraih mimpi melanjutkan pendidikan di salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik dunia. Tidak hanya itu, program ini juga memberikan tunjangan khusus bagi pelamar yang membawa anak, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman meski bersama keluarga.

Melalui dua skema utama, yakni British Council Scholarship for Women in STEM dan ASEAN-UK SAGE: Women in STEM Scholarships, penerima beasiswa akan mendapatkan cakupan yang sangat lengkap. Beasiswa mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan, visa, hingga tunjangan kesehatan. Pelamar juga akan mendapatkan pengembalian dana untuk tes bahasa Inggris IELTS serta tunjangan anak bagi mereka yang membawa keluarga.

Program ini menyediakan kuota yang cukup besar, dengan puluhan kursi beasiswa setiap tahun. Dengan cakupan yang sangat komprehensif, peluang ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh perempuan di kawasan ASEAN.

Bagi yang tertarik untuk mendaftar, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan di bio situs bio.beasiswapascasarjana.com.

Pendaftaran untuk program ini memiliki dua batas waktu, yakni 21 April 2025 dan 30 April 2025. Pastikan Anda mempersiapkan dokumen dan persyaratan dengan baik sebelum tenggat waktu.

Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini untuk mengejar pendidikan S2 di Inggris sambil membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah di bidang STEM! (XRQ)

Reporter: Akil

IYCTC dan GENITA Aceh Tolak Rencana Pabrik Rokok di Lhokseumawe

0
IYCTC dan GENITA Aceh Tolak Rencana Pabrik Rokok di Lhokseumawe. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Rencana Gubernur Aceh terpilih untuk mendatangkan investor dan membangun pabrik rokok di Lhokseumawe sebagai upaya menciptakan lapangan kerja menuai penolakan keras dari Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) dan Generasi Peduli Kendali Tembakau (GENITA) Aceh. Kedua organisasi ini menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua IYCTC, Manik Marganamahendera, menegaskan bahwa mengatasi pengangguran melalui industri yang berisiko terhadap kesehatan bukanlah solusi yang bijak.

“Pekerja pabrik rokok menghadapi risiko tinggi terpapar bahan berbahaya seperti debu tembakau dan nikotin yang memicu berbagai penyakit serius, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini jelas akan memperburuk kondisi pekerja,” ujar Manik dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Manik juga menyoroti bahwa rencana tersebut bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang lebih memprioritaskan ketahanan pangan. Menurutnya, pemerintah Aceh sebaiknya fokus pada sektor yang lebih mendukung visi nasional, seperti pengembangan industri pangan.

“Alih-alih mengembangkan industri tembakau yang berbahaya bagi kesehatan dan ekonomi, pemerintah Provinsi Aceh seharusnya melihat peluang industri pangan yang justru lebih produktif dan menjadi prioritas nasional,” tambahnya.

Mengutip studi yang dilakukan di salah satu pabrik rokok di Kota Semarang, Manik memaparkan bahwa 55,6 persen pekerja di pabrik rokok mengalami gangguan fungsi paru akibat paparan tembakau. Risiko ini bahkan meningkat hingga tiga kali lipat bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun.

Ia juga menyebut penelitian Human Rights Watch tahun 2016 yang mengungkap bahwa pekerja pabrik rokok, termasuk anak-anak, sering mengalami keracunan nikotin. Racun tersebut terserap melalui kulit atau terhirup saat mereka menangani daun tembakau basah.

Manik menilai klaim penciptaan lapangan kerja di industri rokok sering kali digunakan untuk menutupi kerugian yang lebih besar. Ia mengingatkan bahwa biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas akibat konsumsi rokok mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

Sementara itu, Ketua GENITA Aceh, Muhammad Hafiz Daniel, mengusulkan agar pemerintah Aceh melihat potensi di sektor lain yang lebih menjanjikan dan berkelanjutan.

“Aceh memiliki potensi besar di sektor lain yang lebih berkelanjutan seperti ekowisata, pariwisata budaya, industri kreatif, dan energi terbarukan. Aceh dapat menjadi contoh pembangunan yang sehat, kreatif, dan inklusif tanpa harus bergantung pada industri rokok,” ungkap Hafiz.

Hafiz juga mengajak pemerintah Aceh untuk belajar dari negara-negara seperti Thailand dan Uruguay, yang sukses membangun perekonomian melalui investasi di sektor berkelanjutan seperti pariwisata dan teknologi hijau tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.

Rencana pembangunan pabrik rokok ini pun memicu perdebatan di kalangan publik, terutama karena dampak negatifnya yang tidak hanya dirasakan oleh pekerja, tetapi juga masyarakat secara luas.

Editor: Akil

Korupsi di BGP Aceh, Jaksa Geledah Rumah Pejabat dan Sita Barang Bukti

0
Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan tindakan penggeledahan dan penyitaan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan pada Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh. (Foto : Penkum Humas Kejati Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi Aceh menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh untuk tahun anggaran 2022 hingga 2023. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan barang bukti sekaligus mendalami indikasi penyimpangan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali, menyatakan penggeledahan dilakukan pada Rabu (22/1/2025) di beberapa tempat, termasuk rumah kediaman TW, Kepala BGP Aceh periode 2022 hingga September 2024, serta M, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada BGP Aceh. Tidak hanya itu, sejumlah ruangan di Kantor BGP Aceh, seperti ruang Kepala Balai, ruang keuangan, ruang arsip, dan ruang Guru Penggerak juga turut diperiksa oleh tim penyidik.

“Tim jaksa berhasil menyita sejumlah barang bukti, yaitu satu box kontainer berisi dokumen, beberapa perangkat elektronik, set perhiasan, sejumlah uang tunai, serta satu unit kendaraan roda empat,” kata Ali, Jumat (24/1/2025).

Menurut Ali, penggeledahan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh dan Surat Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh serta Jantho. Ia menegaskan, langkah ini memiliki urgensi tinggi untuk mengamankan berbagai jenis bukti, baik berupa dokumen, surat, tulisan, maupun bukti digital lainnya.

“Tindakan ini dilakukan untuk mendalami dugaan penyimpangan sekaligus mengamankan barang bukti yang dikhawatirkan dapat dimusnahkan atau dipindahkan,” tambahnya.

Ali menuturkan bahwa barang bukti yang berhasil disita akan digunakan untuk proses penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di persidangan. Selain itu, upaya ini juga dimaksudkan untuk menyelamatkan aset negara yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Sementara itu, penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan ini menunjukkan keseriusan aparat hukum dalam menindak kasus korupsi, khususnya di lembaga pendidikan seperti Balai Guru Penggerak Aceh. Kejaksaan berkomitmen untuk terus mengungkap kebenaran demi memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan dengan baik.

Editor: Akil

Pengelolaan Kearsipan yang Baik Jamin Akuntabilitas Pemerintahan

0
Pengelolaan Kearsipan yang Baik Jamin Akuntabilitas Pemerintahan. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengelolaan arsip yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan. Arsip yang tertata rapi tidak hanya memudahkan pencarian data, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang transparan dan akurat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra, menegaskan pentingnya pengelolaan arsip secara maksimal dalam acara Pemindahan Arsip Inaktif Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh di Aula DLHK, Selasa (14/1/2025).

“Pada kesempatan ini, saya selaku pimpinan lembaga kearsipan Aceh, mengimbau kepada Bapak dan Ibu untuk memaksimalkan pengelolaan arsip di unit kerja masing-masing instansi, karena dengan adanya perhatian dari para pengambil kebijakan, kegiatan pengelolaan kearsipan dapat tertangani secara maksimal, sehingga kita dapat menjamin akuntabilitas pemerintahan berjalan dengan baik dan terarah,” ujar Edi.

Dalam acara tersebut, DLHK Aceh memindahkan arsip inaktif dari kurun waktu 2008–2012. Arsip yang dipindahkan terdiri dari 336 berkas dan 48 boks. Proses ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (Perka ANRI) Nomor 37 Tahun 2016, yang mengatur pemindahan arsip inaktif ke unit kearsipan agar tidak bercampur dengan arsip aktif.

Pemisahan Arsip Aktif dan Inaktif

Dalam penjelasannya, Edi Yandra menegaskan bahwa arsip aktif merupakan dokumen yang masih sering digunakan dalam aktivitas organisasi, sementara arsip inaktif adalah dokumen yang frekuensi penggunaannya menurun.

“Arsip aktif adalah arsip yang masih sering digunakan dalam aktivitas organisasi, dan digunakan secara terus menerus. Sebaliknya, arsip inaktif merupakan arsip yang telah menurun frekuensi penggunaannya. Pemisahan tempat penyimpanan kedua jenis arsip tersebut bertujuan agar arsip aktif yang masih diperlukan dalam aktivitas pekerjaan mudah ditemukan jika dibutuhkan,” ungkapnya.

Edi juga menjelaskan bahwa arsip yang sudah jarang digunakan tetap memiliki nilai sebagai bahan referensi dan dapat disimpan di unit kearsipan. Proses pemindahan arsip inaktif dilakukan secara sistematis, mulai dari penyeleksian, penataan, penyusunan daftar arsip yang akan dipindahkan, hingga pembuatan berita acara pemindahan.

Prinsip Pengelolaan Arsip

Dalam mengelola arsip inaktif, terdapat dua prinsip utama yang harus diperhatikan, yaitu prinsip asal usul (provenance) dan aturan asli (original order). Prinsip asal usul menegaskan bahwa arsip harus dikelola dalam kesatuan pencipta arsip agar tidak bercampur dengan arsip lain. Sementara itu, prinsip aturan asli bertujuan menjaga struktur arsip sesuai dengan pengaturan awalnya, sehingga keutuhan dan reliabilitasnya tetap terjaga.

Langkah berikutnya dalam pengelolaan arsip adalah penyusunan Daftar Arsip Inaktif. Dokumen ini memuat informasi penting seperti pencipta arsip, unit pengolah, nomor arsip, kode klasifikasi, uraian informasi, kurun waktu, jumlah arsip, serta keterangan lainnya. Penyusunan daftar ini bertujuan untuk menentukan mana arsip yang masih dapat disimpan, dimusnahkan, atau diserahkan kepada lembaga kearsipan sebagai arsip statis.

Meningkatkan Kompetensi Arsiparis

Di akhir sambutannya, Edi Yandra mengimbau para fungsional arsiparis di lingkungan DLHK Aceh untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.

“Dengan terpenuhinya/tersedianya sumber daya kearsipan yang sesuai dengan kebutuhan dan standar tersebut, maka tertib Arsip Pemerintah Aceh bisa segera terwujud,” pungkasnya.

Upaya pengelolaan arsip yang baik menjadi langkah penting dalam memastikan sistem administrasi pemerintahan berjalan lebih efisien dan akuntabel. Dengan sistem kearsipan yang tertata, sejarah dan kebijakan pemerintahan dapat terdokumentasi dengan baik untuk kepentingan generasi mendatang.

Editor: Akil