Beranda blog Halaman 701

IMM Aceh Barat Tolak Wacana Konsesi Tambang Dikelola Kampus: Ancaman bagi Masyarakat dan Lingkungan

0
Nur Ainun Nasution, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh Barat. (Foto : Dok. Nur Ainun Nasution)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Aceh Barat menyatakan penolakan tegas terhadap wacana perguruan tinggi yang mendukung izin konsesi tambang di wilayah Aceh Barat. Langkah tersebut dinilai tidak hanya mencederai tanggung jawab moral akademik, tetapi juga memperburuk dampak sosial dan ekologis akibat eksploitasi tambang yang selama ini sudah menjadi masalah serius bagi masyarakat setempat.

Ketua PC IMM Aceh Barat, Nur Ainun Nasution, mengungkapkan kritiknya saat ditemui di Sekretariat IMM pada Selasa (28/1/2025). Menurutnya, perguruan tinggi sebagai institusi intelektual seharusnya fokus pada pembangunan peradaban dan pengembangan riset, bukan terjebak dalam logika kapitalistik yang mengutamakan keuntungan semata.

“Langkah ini jelas mencederai amanat konstitusi yang mewajibkan kita menjaga kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, ini merupakan pengkhianatan terhadap tanggung jawab moral akademik yang seharusnya mengutamakan kepentingan masyarakat luas, bukan segelintir pemodal,” tegas Ainun.

Tragedi Tambang Jadi Bukti Nyata

PC IMM Aceh Barat juga menyoroti insiden kecelakaan baru-baru ini yang melibatkan truk pengangkut material tambang di Aceh Barat. Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga tewas, menunjukkan bahwa aktivitas tambang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

“Insiden ini menjadi tragedi yang mencerminkan kurangnya penegasan terhadap regulasi dan pengawasan pada aktivitas tambang. Jika perguruan tinggi ikut serta dalam bisnis ini, maka akan menambah masalah, bukan solusi. Perguruan tinggi harus tetap pada Tri Dharma perguruan tinggi,” lanjutnya.

Ainun juga menekankan bahwa dukungan terhadap izin konsesi tambang bertentangan dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur kewajiban menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem.

Tidak Sesuai dengan Amanat Konstitusi

Selain itu, Ainun mengingatkan bahwa keputusan ini bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan korporasi atau segelintir pihak.

“RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seharusnya menjadi landasan bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi nyata melalui riset dan inovasi yang mendorong pengelolaan sumber daya yang ramah lingkungan,” tutupnya.

Pernyataan tegas ini menunjukkan bahwa mahasiswa Aceh Barat tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dan menolak segala bentuk kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat, baik secara sosial maupun ekologis.

Editor: AKil

Harga Cabai Merah di Aceh Meroket sejak Nataru, Ibu Rumah Tangga dan Penjual Makanan Resah

0
Cabai Merah. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Sigli – Harga cabai merah di Provinsi Aceh terus mengalami kenaikan sejak momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Hingga kini, harga bumbu dapur utama tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, bahkan terus melambung dalam sepekan terakhir.

Pantauan di Pasar Sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, menunjukkan harga cabai merah kualitas super kini mencapai Rp50.500 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi yang kedua kalinya dalam satu bulan terakhir.

“Harga terus naik sudah dua kali sejak sebulan terakhir, tapi persediaan barang di tingkat pengecer masih ada,” ujar Fadli, seorang pedagang cabai eceran di pusat pasar tersebut.

Sebelumnya, menjelang Nataru, harga cabai merah kualitas super berada di angka Rp35.000 per kilogram dan naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Kini, setelah sebulan berlalu, kenaikan harga yang berkelanjutan membuat ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kuliner mulai resah.

Kondisi serupa juga terjadi pada cabai merah kualitas standar. Dari Rp30.000 per kilogram sekitar satu bulan lalu, harganya melonjak menjadi Rp35.000 saat Nataru. Kini, cabai kualitas tersebut dihargai Rp48.000 per kilogram, naik dari Rp40.000 per kilogram pekan lalu.

Kenaikan harga cabai merah ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pidie, tetapi juga melanda wilayah lain di Aceh. Di Pasar Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, serta pasar-pasar tradisional di Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang, harga cabai merah mengalami pola kenaikan serupa.

Di Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, hingga Kota Banda Aceh, serta pasar-pasar di Calang dan Meulaboh, harga cabai merah juga terus merangkak naik. Meski demikian, persediaan cabai merah di tingkat pengecer masih stabil dan tidak terjadi kelangkaan barang.

Para pedagang memperkirakan harga cabai merah yang terus naik ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca hingga peningkatan kebutuhan pasokan selama musim perayaan. Namun, alasan pastinya masih belum dapat dipastikan.

Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga dan pemilik usaha makanan, seperti warung nasi dan jajanan berbumbu cabai merah, harus memutar otak untuk mengelola pengeluaran yang kian membengkak.

Dampak kenaikan harga cabai ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar segera mencari solusi guna menstabilkan harga bahan pangan pokok tersebut.

Editor: Akil

Harga Batubara Terjun Bebas, Perusahaan Tambang di Aceh Kian Terhimpit

0
ILUSTRASI truk membongkar muat batubara. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

NUKILAN.id | Meulaboh – Harga batubara terus merosot dalam dua pekan terakhir, menambah tekanan bagi industri tambang batubara di Aceh. Berdasarkan data Indonesia Coal Index per 25 Januari 2025, harga batubara dengan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR turun hingga USD 29,82 per ton. Penurunan ini dipicu melimpahnya pasokan dari dua konsumen utama dunia, India dan China.

Dampak anjloknya harga ini dirasakan langsung oleh perusahaan tambang di Aceh, salah satunya PT Mifa Bersaudara. Biaya produksi yang mendekati atau bahkan melampaui harga jual membuat perusahaan sulit menjaga kelangsungan operasional. Situasi ini semakin pelik dengan margin keuntungan yang semakin tipis akibat gejolak pasar global.

Selain tertekan harga rendah, perusahaan tambang juga dibebani kebijakan regulasi baru. Salah satunya adalah kenaikan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi 3 persen dari total penjualan. Sementara itu, tantangan lain muncul dari tingginya stripping ratio yang turut meningkatkan biaya produksi.

Sebagai informasi, stripping ratio menggambarkan volume tanah penutup (overburden) yang harus dikupas untuk mendapatkan satu ton batubara.

“Jika rasio meningkat menjadi 5:1, maka tanah yang harus dikupas menjadi 5 m³, sehingga biaya produksi semakin melonjak.” Untuk menekan rasio tersebut, investasi teknologi diperlukan, tetapi langkah itu sulit dilakukan di tengah terus melemahnya harga batubara.

Kondisi ini semakin memperburuk prospek industri batubara kalori rendah yang memiliki tantangan lebih besar dibandingkan batubara kalori tinggi, terutama dalam hal efisiensi produksi. Beberapa perusahaan bahkan mulai mempertimbangkan opsi untuk menutup tambang, mengingat biaya operasional yang tidak lagi sebanding dengan pendapatan.

Industri tambang batubara di Aceh telah menghadapi tekanan berat sejak 2024 dan terus berlanjut hingga 2025. Masa depan sektor ini kini bergantung pada upaya perusahaan untuk beradaptasi melalui inovasi teknologi, efisiensi operasional, serta dukungan kebijakan pemerintah agar tetap bertahan di tengah terpaan badai pasar global.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Sambut Hangat Kunjungan Mantan Relawan Norwegian Red Cross

0
Pj Gubernur Aceh Dr H Safrizal ZA M Si, menerima kunjungan sejumlah mantan relawan Norwegia Red Cross, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh. (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., menerima kunjungan sejumlah mantan relawan Norwegian Red Cross di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (28/1/2026). Kunjungan ini menjadi momen spesial untuk mengenang kembali peran besar mereka dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca-tsunami 2004.

Dalam sambutannya, Safrizal mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para relawan yang telah berkontribusi membangun kembali Aceh dari keterpurukan akibat bencana besar tersebut.

“Welcome home, welcome back in Aceh. Semua perubahan di Aceh saat ini adalah berkat partisipasi anda semua, dukungan anda membuat Aceh terus membangun dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujar Safrizal dengan penuh kehangatan.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi Aceh saat ini jauh lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan sebelum tsunami. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari solidaritas global yang begitu masif.

“Desember lalu, kami baru saja menggelar peringatan 20 tahun tsunami bertajuk Aceh Thank’s to the World. Selain sebagai sarana pengingat dan edukasi, melalui peringatan kami ingin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu Aceh. Bencana ini benar-benar menggambarkan sebuah gerakan solidaritas dan keprihatinan yang begitu masif di seluruh dunia,” ucap Safrizal.

Ia pun mengajak para relawan untuk menikmati suasana Aceh yang kini telah berubah signifikan.

“Aceh is your home too. So, please enjoying Aceh. Aceh dengan suasana yang berbeda dari saat awal anda berada di sini di masa rekonstruksi dan rehabilitasi. Terimakasih atas kunjungannya, suatu saat nanti saya berharap bisa mengunjungi Norwegia,” tutupnya.

Sementara itu, Olaf Rosset, yang menjadi pimpinan rombongan, mengenang masa-masa sulit saat ia pertama kali tiba di Aceh pada 2005. Ia mengaku takjub melihat perkembangan Aceh saat ini.

“Banyak memori saya di Aceh. Melihat suasana Aceh saat ini membuat saya takjub. Proses rekonstruksi dan rehabilitasi benar-benar berhasil. Jika dulu kita susah berjalan atau berkendara karena banyaknya material imbas tsunami yang menutupi jalanan. Kini kita sedikit susah berkendara karena sudah agak macet karena padatnya lalu lintas,” kata Olaf sambil tersenyum.

Ia pun menyampaikan rasa bangganya karena pernah menjadi bagian dari proses pemulihan Aceh.

“Selamat kami sampaikan kepada masyarakat Aceh. Kami turut bangga bisa menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Olaf didampingi oleh empat mantan relawan lainnya, yaitu Lars Dahlen, Syver Hvamen, Finn Johansen, dan Margrethe Valen Guillund. Selain itu, hadir pula dua alumni penerima beasiswa Norwegian Red Cross, Aiyub Ilyas dan Gloria Silvana, yang kini telah menyelesaikan pendidikan di Inland University, Norwegia.

Pj Gubernur Safrizal turut didampingi oleh sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, termasuk Plh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Aceh Syakir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh T. Nara Setia, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat.

Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa solidaritas kemanusiaan yang terjalin pasca-tsunami bukan hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga ikatan emosional yang erat antara Aceh dan dunia.

Editor: Akil

Kisah Penjual Tas Sekolah di Kota Fajar, Harapkan Peningkatan Penjualan Pasca Libur Semester

0
Penjual Tas Sekolah di Kota Fajar. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Miftahul, seorang penjual tas sekolah di Kota Fajar, Aceh Selatan, mengaku penjualan tasnya saat ini cenderung menurun. Dalam sehari, ia hanya mampu menjual tiga hingga empat tas. Kondisi ini, menurutnya, biasa terjadi pada masa aktif sekolah.

“Kalau hari-hari sekolah seperti ini memang agak sepi. Biasanya penjualan meningkat setelah libur semester,” ujar Miftahul saat diwawancarai Nukilan.id, Selasa (28/1/2025).

Harga tas yang dijualnya beragam, mulai dari Rp130.000 hingga Rp170.000, tergantung jenis dan ukuran. Tas untuk anak TK atau siswa kelas 1 SD menjadi salah satu produk yang cukup diminati. Selain tas, Miftahul juga menjual sepatu dan sandal sekolah untuk melengkapi kebutuhan para siswa.

Miftahul memulai usahanya empat tahun lalu dengan bermodalkan tekad. Ia memberanikan diri menyewa sebuah toko kecil di kawasan Pasar Tingkat Kota Fajar untuk menjajakan barang dagangannya.

“Awalnya cukup berat, tetapi dengan usaha dan doa, alhamdulillah sekarang saya sudah punya pelanggan tetap,” jelasnya.

Ia berharap penjualan kembali meningkat saat musim libur semester tiba, di mana permintaan kebutuhan sekolah biasanya melonjak.

“Semoga nanti pasca lebaran biasanya juag banyak yang belanja,” harapnya.

Pasar Tingkat Kota Fajar memang menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai di Aceh Selatan, terutama untuk kebutuhan sekolah. Miftahul menjadi salah satu dari banyak pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut. (XRQ)

Reporter: AKIL

BPMA Bentuk Tim Percepatan untuk Dukung Regulasi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon di Aceh

0
Kantor BPMA (Foto: https://www.bpma.go.id/)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) telah mengambil langkah strategis dengan membentuk tim percepatan guna mendukung penyusunan regulasi terkait penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan nasional di sektor energi, khususnya di Aceh.

“Tim percepatan yang dibentuk BPMA akan menjadi jembatan dalam persiapan implementasi mendukung regulasi mengenai penyelenggaraan penyimpanan karbon,” ujar Kepala BPMA, Nasri Jalal, di Banda Aceh, Senin (27/1/2025).

Nasri menjelaskan, pembentukan tim ini merupakan bagian dari dukungan BPMA terhadap agenda strategis pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Potensi penyelenggaraan penyimpanan karbon di Aceh dianggap sangat besar, mengingat wilayah ini memiliki sejumlah lapangan yang dinilai strategis untuk pengembangan CCS.

Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut dari kehadiran perwakilan BPMA dalam pembahasan internalisasi regulasi di lingkungan Kementerian ESDM. Salah satu regulasi yang dibahas adalah Permen ESDM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Wilayah Izin Penyimpanan Karbon (WIPK). Selain itu, Permen ESDM Nomor 9 Tahun 2024 yang mengatur fungsi WIPK pada Ditjen Migas juga menjadi landasan penting dalam pengembangan kebijakan ini.

BPMA menyatakan siap berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait di lingkungan Kementerian ESDM untuk menyusun regulasi yang komprehensif.

“Kita berharap setiap regulasi juga dapat mendukung iklim investasi di wilayah Aceh,” tambah Nasri.

Regulasi terkait CCS menjadi sorotan utama dalam rangka mendukung transisi energi yang berkelanjutan dan mempercepat implementasi teknologi rendah emisi di Indonesia. Dengan adanya tim percepatan ini, diharapkan potensi besar Aceh dalam penyimpanan karbon dapat dioptimalkan, sekaligus menarik minat investor untuk turut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim di sektor energi.

Editor: Akil

USAID SEGAR Dihentikan Sementara, Bappeda Aceh Pastikan Roadmap Kakao Tetap Berjalan

0
USAID SEGAR Dihentikan Sementara, Bappeda Aceh Pastikan Roadmap Kakao Tetap Berjalan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penghentian operasional sementara program USAID Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) di Aceh akibat kebijakan Executive Order dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak akan menghalangi upaya pembangunan di provinsi ini. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Dr. H. Teuku Ahmad Dadek, Senin (27/1/2025).

“Kami memahami bahwa kebijakan ini adalah bagian dari evaluasi global yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun, kami ingin memastikan bahwa penghentian sementara ini tidak menjadi penghalang bagi penyusunan roadmap kakao Aceh,” ujar Ahmad Dadek dalam keterangan yang diterima ANTARA.

Program USAID SEGAR resmi dihentikan sementara sejak 25 Januari 2025 dan direncanakan berlangsung selama 90 hari. Kebijakan tersebut sedang dievaluasi lebih lanjut oleh Gedung Putih dan USAID.

Meski demikian, Ahmad Dadek menegaskan bahwa upaya penyusunan Roadmap Kakao Aceh 2025-2045 tetap dilanjutkan. Roadmap ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Aceh serta menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat produksi kakao unggulan di Indonesia.

“Roadmap Kakao Aceh 2025-2045 ini akan menjadi panduan strategis untuk meningkatkan tata kelola, produktivitas, dan akses pasar bagi petani kakao di Aceh. Kami tidak akan kehilangan momentum ini, bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan,” tambah Ahmad Dadek.

Fokus pada Pembangunan Berkelanjutan

Menurutnya, penghentian sementara ini tidak akan mempengaruhi komitmen Aceh untuk melanjutkan pembangunan berkelanjutan. Bappeda Aceh akan terus bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional, termasuk USAID SEGAR, untuk menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan. Bahkan, pihaknya membuka peluang kerja sama baru dengan pihak lain, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kami juga akan menjajaki peluang kolaborasi dengan pihak lain, baik dari dalam negeri maupun internasional, untuk memastikan keberlanjutan program-program penting seperti ini,” katanya.

Komitmen untuk Petani Kakao

Penyusunan roadmap kakao dianggap sebagai salah satu prioritas utama untuk memperbaiki tata kelola sektor kakao, meningkatkan produktivitas petani, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Aceh, khususnya bagi petani kakao yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

“Kami berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan dan akan terus mencari solusi terbaik untuk mendukung keberlanjutan program pembangunan di Aceh,” tutup Ahmad Dadek.

Langkah strategis ini menunjukkan komitmen Aceh untuk terus bergerak maju, meskipun dihadapkan pada tantangan kebijakan global.

Editor: Akil

Pria di Aceh Utara Buat Laporan Palsu Dibegal demi Tutupi Judi Online

0
Ilustrasi Judi Online. (Foto: Berita Satu)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Seorang pria berinisial MN (36) di Aceh Utara harus berurusan dengan hukum setelah diketahui membuat laporan palsu telah dibegal. MN mengaku dibegal oleh lima pria bertopeng di Jalan Line Pipa Gampong Matang Ben, Kecamatan Tanah Luas. Namun, setelah diselidiki, laporan itu ternyata hanya akal-akalan untuk menutupi perbuatannya menghabiskan uang ibunya demi bermain judi online.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, melalui Kasi Humas AKP Bambang, menyebutkan bahwa tindakan MN yang membuat laporan palsu telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Sebagai efek jera, polisi meminta MN membuat video klarifikasi yang kemudian diunggah di media sosial Polres Aceh Utara.

“Kita berikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk membuat video klarifikasi, karena perbuatannya sudah membuat kegaduhan,” ujar AKP Bambang, Senin (27/1/2025).

Kronologi Laporan Palsu

Kasus ini bermula ketika MN melapor ke Polsek Tanah Luas pada Minggu sore (26/1/2025). Ia mengklaim telah menjadi korban begal di Jalan Line Pipa. Menurut pengakuannya, para pelaku mengambil uang dari sakunya dan melukai lehernya dengan seutas tali yang dibentangkan di jalan.

Namun, saat polisi menyelidiki tempat kejadian perkara (TKP), mereka tidak menemukan bukti yang mendukung cerita MN. Tidak ada jejak atau saksi yang memperkuat pengakuannya.

“Ceritanya janggal dan dalam kasus seperti itu memang korban dihadirkan ke lokasi. Tidak ada jejak terjadinya pembegalan,” jelas AKP Bambang.

Setelah didesak oleh polisi, MN akhirnya mengaku bahwa ia mengarang cerita begal tersebut. Ia menghabiskan uang milik ibunya untuk menyewa toko yang sebenarnya digunakan sebagai modal bermain judi online. Kekalahan dalam judi membuatnya takut dimarahi ibunya, sehingga ia membuat laporan palsu untuk menutupi perbuatannya.

“Uangnya dipakai untuk deposit judi online, terus kalah, sehingga karena takut, kemudian dia membuat cerita fiktif itu,” tambah AKP Bambang.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Atas perbuatannya, MN diwajibkan membuat video klarifikasi yang menyatakan bahwa laporan pembegalan tersebut tidak benar. Dalam video yang diunggah di media sosial Polres Aceh Utara itu, MN juga meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian resor Aceh Utara dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” ujar MN dalam video klarifikasi.

Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarangan membuat laporan palsu, yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga menciptakan keresahan publik.

Editor: Akil

Qari Aceh Meninggal Saat Melantunkan Al-Qur’an di Peringatan Isra Miraj

0
Teungku Hasbi, almarhum yang meninggal saat membaca surat Al Quran surat Isra ayat 1 pada upacara memperingati Isra Miraj 1446 H/2025 M. (Foto: MetroTv)

NUKILAN.id | Bireuen – Suasana haru menyelimuti Masjid Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, saat seorang qari, Tengku Hasbi bin Abdullah, meninggal dunia ketika melantunkan ayat suci Al-Qur’an pada pembukaan peringatan Isra Miraj 1446 H, Minggu malam (26/1/2025).

Tengku Hasbi, yang dikenal sebagai imam salat rawatib di masjid tersebut, tengah membaca ayat pertama surah Al-Isra dengan suara merdu dan tartil di hadapan para jemaah. Namun, di tengah lantunan kalimat terakhir ayat yang berbunyi, “agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami”, tubuhnya tiba-tiba gemetar sebelum jatuh ke lantai keramik masjid.

Tragedi itu terjadi begitu cepat. Tengku Hasbi yang masih memegang mikrofon dengan erat terjatuh tepat di depan mimbar. Jemaah yang berada di lokasi segera bergegas memberikan pertolongan. Ia kemudian dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen, ibu kota Kabupaten Bireuen, tetapi tim medis menyatakan bahwa nyawanya tidak tertolong.

Jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah duka di Desa Geudong-Geudong untuk proses fardhu kifayah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat Aceh yang mengenalnya sebagai sosok yang taat dan berdedikasi terhadap agama.

Kabar wafatnya Tengku Hasbi saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil cepat menyebar ke berbagai pelosok Aceh. Banyak masyarakat yang memberikan doa dan penghormatan terakhir.

“Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memenuhi adabnya akan mendatangkan kebaikan. Ya Allah, jadikanlah alam kubur Teungku Hasbi kebun surga,” ungkap Ibtisam Lutfia, seorang hafizah yang juga santri di Madrasah Ulumul Qur’an Kabupaten Pidie, Aceh, kepada Media Indonesia, Senin (27/1/2025).

Kepergian Tengku Hasbi di tengah peringatan Isra Miraj ini menjadi pengingat bagi banyak orang akan kemuliaan menghadap Sang Khalik dalam keadaan membaca ayat suci-Nya. Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik-Nya.

Editor: Akil

2 Warga Aceh Jadi Korban Penembakan Aparat Malaysia, Pemerintah Didesak Ambil Sikap Tegas

0
ilustrasi penembakan. (iStockphoto/sqback)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua warga Aceh menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh aparat Malaysia di Tanjung Rhu, Selangor, pada Jumat (24/1). Insiden ini menyebabkan satu WNI tewas, sementara lima lainnya mengalami luka, termasuk dua warga Aceh yang kini dalam perawatan.

Korban luka diketahui bernama Andry Ramadhana (29) asal Kabupaten Pidie Jaya dan Muhammad Hanafiah (60) asal Aceh Timur. Mereka menjadi bagian dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga tidak memiliki dokumen resmi (unprocedural).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Ia mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik dan meminta Malaysia mengusut tuntas kasus ini.

“Kita mengecam keras penembakan WNI oleh otoritas keamanan laut Malaysia dan meminta Pemerintah Indonesia segera menyampaikan sikap resmi atas kasus ini,” ujar Sudirman, yang akrab disapa Haji Uma, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/1/2025).

Desakan untuk Investigasi

Haji Uma juga menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh atas tindakan APMM. Menurutnya, pengusutan ini diperlukan untuk membuktikan apakah tindakan tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) atau terdapat pelanggaran oleh aparat keamanan.

“Sejauh ini, Kemenlu telah menempuh langkah diplomatik, dan kita meminta agar upaya tersebut dapat mendorong investigasi resmi oleh otoritas Malaysia. Fakta di lapangan harus diungkap agar kebenaran dapat diketahui,” tambahnya.

Langkah Pemerintah Indonesia

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim advokasi untuk mendampingi para korban. “Kami akan berusaha mendampingi korban, baik dalam proses hukum maupun pemulihan mereka,” ungkap Karding di Kuala Lumpur, Senin (27/1).

P2MI juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan atase kepolisian di Malaysia untuk memperjelas kronologi insiden tersebut. Selain itu, koordinasi dilakukan untuk membantu proses penanganan jenazah dan menjenguk korban luka yang saat ini dirawat di rumah sakit setempat.

Seruan Perlindungan bagi PMI

Kasus ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan pekerja migran Indonesia di luar negeri, terutama yang tidak memiliki dokumen resmi. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja migran sekaligus memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Malaysia terkait permintaan investigasi ini. Namun, pemerintah Indonesia diharapkan terus mengawal kasus ini agar keadilan bagi para korban dapat terwujud.

Editor: Akil