Beranda blog Halaman 698

ROAD TO KILAU RAYA MENYALA 2025, PESTA KEMERIAHAN PENUH AKSI PALING MENYALA DI MNCTV!

0
FLYER ROAD TO KILAU RAYA MENYALA 2025. (FOTO: MNCTV)

NUKILAN.id | Iklan – Sebagai Rumahnya Musik Dangdut, MNCTV kembali menghadirkan Road to Kilau Raya Menyala 2025—program musik spesial yang akan mengguncang panggung dengan aksi spektakuler, tayang Jumat, 31 Januari 2025, Pukul 21.30 WIB di MNCTV & RCTI+

Panggung Musik Paling Spektakuler!
Road to Kilau Raya Menyala 2025 akan menghadirkan kejutan dan keceriaan tanpa batas! Para bintang dangdut legendaris siap memberikan penampilan terbaik mereka dalam satu panggung megah.

Kolaborasi Spesial!
Ratu Dangdut Elvy Sukaesih akan tampil bersama Ridho Rhoma & Ficky Rhoma mengguncang panggung dengan Sonet 2 Band!

Deretan Bintang Panggung:
Elvy Sukaesih, Iis Dahlia, Trio Macan, dan 3 Biduan Wina KDI, Vanny Swara Bintang dan Bella KDI siap menyuguhkan lagu-lagu dangdut hits yang pastinya akan membuat suasana semakin meriah!

Kejutan dari ‘Kajol India’!
Panggung semakin menyala dengan kedatangan ‘Kajol India’ yang membuat suasana pecah. Ridho Rhoma & Elvy Sukaesih pun langsung adu kemampuan membawakan lagu India!

Namun, siapa sangka ‘Kajol India’ yang menghebohkan panggung ini ternyata adalah Vega Darwanti dalam aksi impersonasi uniknya sebagai Kajol KW! Bersama Elvy Sukaesih & Ridho Rhoma, mereka akan menciptakan momen hiburan yang tak terlupakan!

Kejutan Tak Terduga!
Master Ferdians akan memberikan aksi sugesti kepada Ratu Dangdut, bikin penasaran! Master Limbad siap membuat penonton terpukau dengan aksinya Bambu Gilanya dan Cowongan yang luar biasa!

Komedi Paling Menghibur!
Sketsa Si Paling Komedi – Warung Biduan akan menghadirkan kehebohan dan tawa segar di tengah kemeriahan acara!

Jangan lewatkan Pesta Dangdut Paling Menyala hanya di Road To Kilau Raya Menyala 2025! Jumat, 31 Januari 2025, Pukul 21.30 WIB di MNCTV & RCTI+

Editor: Akil

BPMA dan Pemprov Aceh Bahas Pembagian Bonus Tanda Tangan Migas

0
Kantor BPMA (Foto: https://www.bpma.go.id/)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Pemerintah Provinsi Aceh menggelar pembahasan terkait mekanisme pembagian bonus tanda tangan atau signature bonus dari sektor minyak dan gas bumi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan hak bagi hasil bagi Pemerintah Aceh dapat terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Plt Deputi Keuangan dan Monetisasi BPMA, Muhammad Akbarul Syah Alam, menyebutkan bahwa diskusi ini dilakukan untuk menemukan solusi terkait penyaluran dana yang sudah disetorkan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) ke pemerintah pusat.

“Kita sudah mengundang Pemerintah Aceh melakukan pembahasan terkait bagi hasil signature bonus tersebut,” kata Akbar di Banda Aceh, Kamis (30/1/2025).

Signature bonus merupakan dana yang dibayarkan oleh KKKS kepada pemerintah setelah memenangkan lelang wilayah kerja migas. Beberapa wilayah kerja di Aceh yang sudah ditandatangani sejak 2015 di antaranya Wilayah Kerja B pada 2021, serta ONWA, OSWA, dan Bireuen-Sigli pada 2023.

Akbar menjelaskan bahwa meskipun KKKS telah menyetorkan dana signature bonus ke rekening penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, proses penyaluran ke Pemerintah Aceh terkendala regulasi.

“Hanya saja, pada saat dana diterima di rekening PNBP Direktorat Jenderal Minyak dan Gas itu belum ada peraturan yang mengatur mekanisme penyetoran 50 persen bagian Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2015 Pasal 70, bonus tanda tangan seharusnya dibagi rata, yakni 50 persen untuk pemerintah pusat dan 50 persen untuk Pemerintah Aceh. Namun, aturan teknis mengenai mekanisme penyalurannya belum tersedia saat itu.

Sejak 2021, BPMA telah mengusulkan penyusunan peraturan terkait agar dana tersebut dapat disalurkan. Pemerintah akhirnya menerbitkan PP Nomor 26 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2023 yang mengatur mekanisme pencairan bagian Pemerintah Aceh.

“BPMA terus mengawal penyaluran dana tersebut sampai diterimanya ke rekening Pemerintah Aceh, termasuk membantu dalam menyiapkan rekening penerimaan valas Pemerintah Aceh,” kata Akbar.

Ia juga menyoroti bahwa untuk dana yang telah disetorkan sebelum aturan baru diterbitkan, masih perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut.

“Dana (bonus tanda tangan) yang sudah disetor sejumlah 1,6 juta dolar AS, yang mana sebesar 800 ribu dolarnya merupakan hak Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas ESDM telah bersurat ke Kementerian Keuangan pada 9 Agustus 2023 untuk membahas pencairan dana tersebut, namun belum mendapat tanggapan.

BPMA pun berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pencairan dana bagi hasil ini.

“Kita berkomitmen akan terus berkoordinasi dengan Ditjen Migas dan Ditjen Anggaran agar proses penyaluran dana tersebut segera direalisasikan,” kata Akbar.

Editor: Akil

Warga Apresiasi Layanan Call Center Satpol PP dan WH Aceh Besar

0
Layanan call center Satpol PP dan WH Aceh Besar. (Foto: Instagram)

NUKILAN.id | Jantho – Kemarin rabu (29/1/2025) Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Besar resmi meluncurkan layanan Call Center sebagai sarana bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai gangguan ketertiban dan pelanggaran hukum di wilayah tersebut.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, menjelaskan bahwa layanan ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban umum serta penegakan syariat Islam.

“Layanan pengaduan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketertiban umum dan penegakan syariat Islam,” ujarnya.

Masyarakat kini dapat melaporkan berbagai permasalahan terkait ketertiban umum dan pelanggaran peraturan daerah melalui nomor 0811 6790 040 yang beroperasi 24 jam. Jenis laporan yang dapat diterima antara lain tawuran, keributan di tempat umum, aktivitas ilegal yang mengganggu kenyamanan warga, serta tindakan lain yang berpotensi mengancam keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga dapat mengikuti informasi terbaru melalui akun resmi Satpol PP dan WH Aceh Besar di Instagram (@satpolppabes), Facebook (satpolppabes), dan TikTok (@satpolppwh_abes).

Menyikapi hal ini, Nukilan.id melakukan wawancara lapangan dengan beberapa warga Aceh Besar untuk mengetahui tanggapan mereka terkait layanan ini. Secara umum, warga sangat mengapresiasi langkah ini.

Salah satunya adalah Rahmad, seorang pedagang di Lambaro. Ia menyatakan dukungannya terhadap peluncuran layanan Call Center ini. Selama ini, Rahmad mengaku sering bingung harus melapor ke mana ketika terjadi keributan atau masalah di sekitarnya.

“Sekarang, dengan adanya nomor Call Center, saya merasa lebih mudah dan cepat untuk melaporkan gangguan ketertiban, seperti tawuran atau suara bising dari tempat hiburan. Semoga laporan yang kami buat bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Rahmad pada Kamis, 30 Januari 2025.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Taufik, seorang mahasiswa. Menurutnya, peluncuran Call Center ini adalah langkah yang bagus. Sebagai anak muda, ia merasa lebih mudah melaporkan gangguan ketertiban tanpa harus datang langsung ke kantor Satpol PP atau WH.

“Kadang ada masalah yang harus segera ditangani, seperti keributan atau kegiatan yang melanggar aturan. Dengan Call Center, kita bisa langsung menghubungi mereka,” ungkapnya.

Namun, terkait pengaduan pelanggaran syariat, Taufik menilai hal ini bisa menjadi sensitif. Menurutnya, harus ada batasan yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman atau tuduhan tanpa dasar.

“Saya percaya masyarakat harus bisa melapor dengan rasa aman dan nyaman, tanpa khawatir akan adanya penyalahgunaan laporan,” tutupnya.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat Aceh Besar dapat lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, sekaligus mendukung penegakan syariat Islam secara lebih efektif. (XRQ)

Reporter: AKil

PSAB Aceh Besar Juara Grup B Liga 4 Aceh, Fokus Persiapan Babak Delapan Besar

0
Pelatih PSAB, Mukhlis Nakata. (Foto: POSACEH)

NUKILAN.id | Banda Aceh PSAB Aceh Besar memastikan diri sebagai juara Grup B Liga 4 Aceh meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Kuala Nanggroe FC di Stadion Sabang Merauke. Dengan koleksi empat poin yang sama, PSAB unggul dalam produktivitas gol sehingga berhak atas posisi teratas grup.

Pada laga terakhir fase grup, Senin (27/1/2025), PSAB harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir tanpa pemenang. Kendati demikian, hasil tersebut cukup untuk membawa tim asuhan Mukhlis Nakata melangkah ke babak delapan besar sebagai juara grup.

Pelatih Mukhlis Nakata menilai timnya masih memiliki beberapa aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi fase berikutnya.

“Semua lini perlu kita perbaiki, sehingga pada babak 8 besar yang dipastikan akan berlangsung sengit akan dapat meraih kemenangan,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (28/1/2025).

Ia mengungkapkan bahwa timnya masih menunggu hasil pertandingan terakhir Liga 4 Aceh untuk mengetahui calon lawan mereka di babak delapan besar. Untuk itu, latihan intensif akan terus dilakukan guna meningkatkan kesiapan tim, terutama dalam memperkuat pertahanan dan mempertajam lini serang.

PSAB akan memberi waktu istirahat dua hari bagi para pemain setelah kembali dari Sabang. Latihan dijadwalkan dimulai kembali pada Jumat (31/1/2025), meski lokasi lapangan latihan belum ditentukan. Selama ini, tim kerap berlatih di beberapa lokasi di Aceh Besar, seperti Lapangan Matador, Cot Sibati, dan beberapa tempat lainnya.

“Sebelum babak delapan besar Liga 4 Aceh dimulai, kami akan terus melaksanakan latihan secara rutin dan intensif,” kata Nakata yang didampingi asisten pelatih M Hidayat serta pelatih kiper Rahmanuddin, mantan pemain Persiraja Banda Aceh.

Babak delapan besar Liga 4 Aceh diprediksi akan berlangsung ketat, dengan setiap tim berupaya menampilkan performa terbaik demi tiket ke fase selanjutnya.

Editor: Akil

Kadinsos Aceh dan Perwakilan Dubes Kanada Bahas Kerja Sama Program Kemanusiaan

0
Kadinsos Aceh dan Perwakilan Dubes Kanada Bahas Kerja Sama Program Kemanusiaan. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Dr. Muslem, menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Kanada dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya pada Kamis, 30 Januari 2025. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama dalam program kemanusiaan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Yayasan Geutanyo.

Perwakilan Kedutaan Besar Kanada yang hadir, Asisten II Mrs. Ariele, mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tiga fokus utama dalam program pemberdayaan masyarakat, yaitu penanganan pengungsian, penguatan ekonomi, serta penanggulangan bencana. Ia berharap ketiga program ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di Aceh melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra.

“Kami mendukung rencana ini, dari apa yang disampaikan oleh Mrs. Ariele tadi juga terkait erat dengan pemberdayaan manusia. Budgeting kita juga terbatas, dengan kemitraan ini kita berharap bisa memberikan kontribusi lebih untuk masyarakat,” ujar Dr. Muslem.

Ia menegaskan bahwa agar program berjalan efektif, diperlukan data yang akurat dan valid dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, asesmen yang tepat menjadi kunci agar bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan serta memiliki dampak berkelanjutan.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan Yayasan Geutanyo, Nasruddin beserta anggota, serta sejumlah staf Kedutaan Besar Kanada. Selain itu, turut hadir para kepala bidang dan sub-koordinator di lingkungan Dinas Sosial Aceh.

Editor: Akil

Meulaboh Taekwondo Club Kirim 18 Atlet ke Student Championship Aceh 2025

0
Meulaboh Taekwondo Club Kirim 18 Atlet ke Student Championship Aceh 2025. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Sebanyak 18 atlet dari Meulaboh Taekwondo Club (MTC) bertolak ke Kota Sigli untuk mengikuti Turnamen Student Championship Aceh 2025. Keberangkatan para atlet ini dilepas secara resmi pada Kamis (30/1/2025) dengan harapan mereka mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik.

Mulyadi Saputra, pelatih MTC, menekankan pentingnya fokus dan menjaga stamina agar para atlet bisa bertanding dengan baik.

“Para atlet yang sudah menyatakan ikut seizin orang tua dan sekolah dapat fokus dalam mengikuti pertandingan dan menjaga stamina agar semua atlet dapat bertanding dengan baik serta menjadi pemacu semangat ke depan untuk terus mengasah kemampuan dan mengikuti berbagai event Taekwondo,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari orang tua atlet. Feri, salah satu wali, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam turnamen ini bertujuan untuk mengasah mental tanding para pelajar. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk menambah pengalaman.

“Harapannya para atlet mampu meraih prestasi juara di tingkat pelajar yang bergabung di Cabor Taekwondo binaan Meulaboh Taekwondo Club (MTC). Ke depannya, bisa melahirkan para atlet yang juga mampu mengharumkan nama daerah nantinya,” kata Feri.

Turnamen ini diselenggarakan oleh SMAN 3 Unggul Sigli Taekwondo Club dan akan berlangsung pada 31 Januari hingga 2 Februari 2025 di Gedung Taekwondo, Kompleks Pidie Convention Center (PCC), Kabupaten Pidie. Sejumlah kategori dipertandingkan, di antaranya Kyorugi Senior Putra & Putri serta Poomsae Prestasi Individual, Pair, dan Beregu.

Dengan persiapan matang, para atlet diharapkan dapat memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali untuk Meulaboh.

Editor: Akil

Satpol PP dan WH Aceh Besar Luncurkan Call Center Pengaduan Masyarakat

0
Satpol PP dan WH Aceh Besar Luncurkan Call Center Pengaduan Masyarakat. (Foto: Pemkab Aceh Besar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Besar resmi meluncurkan layanan Call Center sebagai sarana bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai gangguan ketertiban dan pelanggaran hukum di wilayah tersebut.

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, menyebutkan bahwa layanan ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban umum serta penegakan syariat Islam.

“Layanan pengaduan ini merupakan bagian meningkatkan ketertiban umum dan penegakan syariat Islam,” ujarnya di Lambaro, Rabu (29/1/2025).

Peluncuran layanan Call Center ini merupakan inisiatif dari Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan respons terhadap laporan masyarakat dapat lebih cepat guna menjaga ketertiban dan keamanan di seluruh wilayah Aceh Besar.

Masyarakat kini dapat melaporkan berbagai permasalahan terkait ketertiban umum dan pelanggaran peraturan daerah melalui nomor 0811 6790 040. Laporan yang dapat diterima antara lain terkait tawuran, keributan di tempat umum, aktivitas ilegal yang mengganggu kenyamanan warga, serta tindakan lain yang berpotensi mengancam keamanan lingkungan.

Selain itu, layanan ini juga mencakup pengaduan terhadap pelanggaran syariat Islam yang berlaku di Aceh, seperti pelanggaran dalam berpakaian, khalwat (berduaan tanpa ikatan sah), konsumsi minuman keras, perjudian, serta aktivitas lain yang bertentangan dengan norma-norma Islam.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat melaporkan pelanggaran terhadap Qanun dan Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Besar, termasuk pelanggaran izin usaha, jam operasional tempat hiburan, serta kebijakan lain yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Muhajir menegaskan bahwa layanan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan pelayanan publik serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

“Kami berharap masyarakat lebih proaktif dalam melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan pelanggaran syariat Islam. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan langkah cepat dan tepat,” katanya.

Untuk memastikan efektivitas layanan ini, Satpol PP dan WH Aceh Besar telah membentuk tim khusus yang siap siaga 24 jam guna menangani setiap laporan yang diterima. Tim tersebut akan melakukan investigasi di lapangan, menindaklanjuti laporan sesuai regulasi yang berlaku, serta berkoordinasi dengan instansi terkait jika diperlukan.

Selain melalui Call Center, Satpol PP dan WH Aceh Besar juga memperkuat kehadirannya di media sosial agar lebih dekat dengan masyarakat serta menyebarluaskan informasi terkait tugas dan kegiatan mereka. Warga dapat mengikuti informasi terbaru melalui akun resmi mereka di Instagram (@satpolppabes), Facebook (satpolppabes), dan TikTok (@satpolppwh_abes).

Editor: Akil

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Beroperasi, Layanan Penyeberangan ke Sabang Normal Lagi

0
Kapal Aceh Hebat 2 angkut wisatawan yang berlibur ke pulau sabang di hari lebaran. (Foto: Republika)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setelah menjalani perawatan di galangan PT Cahaya Baru Shipyard (CBS) di Nias, Sumatera Utara, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 kini kembali melayani rute Ulee Lheue–Balohan, Sabang. Dengan beroperasinya kapal ini, layanan penyeberangan dari Banda Aceh ke kota wisata Sabang kembali berjalan normal.

“Mulai hari ini, KMP Aceh Hebat 2 kembali menjadi kapal reguler seperti biasa. Tiket penyeberangan sudah dapat dicek melalui trip.ferizy,” ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Rudy B Hanafiah, Kamis (30/1/2025).

Kembalinya kapal ini tak lepas dari dukungan Dinas Perhubungan Aceh dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh, yang tetap melakukan pengujian meski di hari libur. Salah satu aspek yang diuji adalah Standar Pelayanan Pengguna Jasa (SPM) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Dengan demikian, rute Ulee Lheue–Balohan kini kembali dilayani oleh dua kapal, yaitu KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR. Adapun KMP Papuyu tetap disiagakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Posisi untuk Ulee Lheue–Balohan kini menggunakan dua kapal, KMP Papuyu tetap digunakan apabila dibutuhkan,” kata Rudy B Hanafiah.

Sebelumnya, selama masa perawatan KMP Aceh Hebat 2, layanan penyeberangan hanya bergantung pada KMP BRR. Pola operasinya terbatas, yakni empat kali trip per hari pada Senin-Kamis, serta lima kali trip pada Jumat-Sabtu.

Selain itu, ASDP Cabang Banda Aceh juga telah membuka jalur baru bagi KMP Papuyu, yang kini melayani rute dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, ke Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Sabang.

Sebagai informasi, KMP Aceh Hebat 2 merupakan kapal milik Pemerintah Aceh yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh melalui perjanjian sewa hingga tahun 2027. Total nilai sewa kapal ini mencapai lebih dari Rp9,3 miliar.

Editor: AKil

Alasan Komputasi AI di Indonesia Harus Terdistribusi

0
Ilustrasi AI. (Foto: JatimNews)

NUKILAN.id | Opini – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa kita ke ambang revolusi industri baru. Di Indonesia, AI telah diadopsi secara luas di berbagai sektor, mulai dari logistik hingga pendidikan, menandakan bahwa kita sedang menuju era di mana mesin cerdas akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, untuk memastikan bahwa revolusi ini berjalan dengan baik, kita perlu memikirkan secara matang tentang infrastruktur komputasi yang mendukungnya.

Pusat data memang menjadi jantung dari revolusi AI, terutama untuk aplikasi AI Generatif (Gen AI) yang membutuhkan pelatihan data dalam skala besar. Namun, mengandalkan pusat data saja tidaklah cukup. Ada tiga alasan utama mengapa komputasi AI harus disebarkan ke berbagai lokasi dan perangkat, termasuk PC dan perangkat edge.

Pertama, aspek ekonomi. Mengandalkan pusat data atau cloud untuk semua kebutuhan AI bisa sangat mahal. Biaya investasi, operasional, dan kompleksitasnya seringkali di luar jangkauan banyak organisasi, terutama di Indonesia di mana sumber daya mungkin terbatas. Dengan menyebarkan komputasi AI ke perangkat lokal seperti PC, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.

Kedua, jarak fisik. Mengirim data bolak-balik antara lokasi dan pusat data tidak hanya memperlambat proses, tetapi juga tidak ideal untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat, seperti kendaraan otonom. Komputasi edge, yang memproses data lebih dekat ke sumbernya, dapat mengatasi masalah ini dengan baik.

Ketiga, peraturan dan keamanan data. Di Indonesia, peraturan mengharuskan data tertentu untuk disimpan dan diproses di dalam negeri. Dengan menyebarkan komputasi AI ke perangkat lokal, organisasi dapat mematuhi peraturan ini tanpa harus mengorbankan efisiensi.

AI PC adalah salah satu solusi yang menjanjikan. Dengan kombinasi CPU, GPU, dan Neural Processing Unit (NPU), PC modern dapat menjalankan aplikasi AI secara lokal dengan efisiensi yang luar biasa. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kreativitas, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada cloud, yang pada akhirnya menurunkan biaya operasional. Bayangkan betapa efisiennya jika perusahaan dapat menjalankan aplikasi AI langsung di PC karyawan tanpa harus terus-menerus membayar biaya cloud.

Selain itu, komputasi edge juga memainkan peran penting dalam era AI. Dengan memproses data di lokasi yang lebih dekat ke sumbernya, komputasi edge memungkinkan keputusan real-time yang sangat penting dalam industri seperti kesehatan dan otomotif. Ini juga mengurangi kemacetan jaringan, menurunkan biaya transfer data, dan meningkatkan keamanan dengan meminimalkan paparan data sensitif selama transmisi.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua kebutuhan. Tool yang tepat harus digunakan untuk pekerjaan yang tepat. AI adalah bidang yang kompleks, dan setiap kasus penggunaan memiliki persyaratan komputasi yang berbeda. Pusat data, AI PC, dan komputasi edge semuanya memiliki peran penting dalam ekosistem AI. Seperti halnya pasokan air yang membutuhkan lebih dari sekadar bendungan, pasokan daya komputasi juga membutuhkan jaringan infrastruktur yang beragam.

Kesimpulannya, untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan potensi AI secara maksimal, kita perlu membangun infrastruktur komputasi yang beragam dan fleksibel. Pusat data, AI PC, dan komputasi edge harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem AI yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kita tidak hanya akan siap menghadapi revolusi industri baru, tetapi juga dapat memimpin dalam era AI yang penuh peluang ini. (xrq)

Penulis: Akil

BPBD Aceh Besar Respons Cepat Atasi Dampak Cuaca Ekstrem

0
Petugas Damkar BPBD Aceh Besar, sedang manangani pohon tumbang di gampong Suka Mulia Kecamatan Lembah Seulawah. (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar memastikan kesiapsiagaannya dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, terutama di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Hujan deras dan angin kencang yang melanda dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko pohon tumbang serta gangguan infrastruktur lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menegaskan bahwa pihaknya sigap dalam menanggapi setiap laporan masyarakat. Salah satu insiden terbaru terjadi di Gampong Suka Mulia, Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, pada Selasa (28/1), di mana sebuah pohon tumbang melintang di jalan utama dan menimpa kabel listrik.

“Angin kencang dan hujan yang terjadi baru-baru ini, kita sering menerima informasi terkait pohon tumbang di jalan protokol dan bantuan bencana lainnya. Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas dan lain sebagainya, pihaknya langsung mengerahkan pasukan penanganan perihal tersebut. Seperti kasus pohon tumbang di Gampong Suka Mulia, Saree, Kecamatan Lembah Seulawah. Jika tidak ditangani, menutupi badan jalan lintas antar dusun dan juga menimpa kabel listrik sehingga menyebabkan terputusnya aliran listrik di gampong tersebut, kita langsung kerahkan pasukan untuk penanganan cepat,” ujarnya dikutip dari RRI, Rabu (29/1/2025).

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Aceh Besar Pos Saree yang terdiri dari tiga personel segera diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan mesin pemotong kayu (chainsaw). Mereka bekerja sama dengan pihak PLN untuk membersihkan jalan serta memperbaiki jaringan listrik yang terdampak.

Proses pembersihan pohon tumbang akhirnya rampung sekitar pukul 18.01 WIB. Arus lalu lintas kembali normal, sementara petugas PLN segera melakukan perbaikan pada kabel yang sempat terputus akibat insiden tersebut.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca buruk. Selain itu, partisipasi aktif dalam melaporkan kejadian darurat serta memberikan bantuan kepada warga terdampak sangat diperlukan guna mempercepat penanganan.

Editor: Akil