Beranda blog Halaman 697

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Aceh Selatan, Getaran Terasa hingga Medan

0
Info gempa bumi dari BMKG. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Aceh Selatan pada Jumat (31/1/2025) pukul 18.03 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 36 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Selatan, dengan kedalaman 29 kilometer.

Meski cukup kuat, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, getarannya dirasakan di berbagai daerah di Aceh dan Sumatra Utara.

Dikutip Nukilan.id dari situs resmi BMKG, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), getaran dirasakan pada skala IV di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Simeulue, yang berarti cukup kuat hingga menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.

Sementara itu, guncangan skala III dirasakan di Banda Aceh, Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Kutacane, Sigli, Aceh Besar, Aceh Jaya, Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Subulussalam. Wilayah lain seperti Medan, Gunung Sitoli, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Samosir merasakan gempa dalam skala II hingga III MMI, yang artinya getaran terasa tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (XRQ)

Reporter: Akil

Komisi 1 DPRA Desak Pemerintah Malaysia Usut Tuntas Kasus Penembakan Warga Aceh

0
Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKIALAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin, mendesak Pemerintah Malaysia untuk mengusut tuntas kasus penembakan terhadap lima pekerja migran Indonesia di perairan Malaysia. Dua dari korban penembakan tersebut diketahui merupakan warga Aceh.

“Saya juga berharap perhatian khusus dari Presiden RI Bapak Prabowo untuk membangun hubungan diplomasi dengan Kerajaan Malaysia agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara bermartabat, serta memberikan efek jera bagi pelaku dan memberikan keadilan bagi korban,” kata Tgk Muharuddin pada Jumat (31/1/2025), menanggapi kasus penembakan pekerja migran Indonesia asal Aceh di perairan Malaysia.

Tgk Muharuddin juga menekankan pentingnya pembentukan tim investigasi oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan pendampingan kepada korban selaku Warga Negara Indonesia (WNI).

“Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi. Untuk itu, aparat yang menembak migran Indonesia itu harus dihukum sesuai hukum yang berlaku di Kerajaan Malaysia,” tegas politisi Partai Aceh ini.

Kejadian penembakan tersebut terjadi pada Jumat (24/1/2025) di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia. Lima pekerja migran Indonesia menjadi korban, dengan dua di antaranya, MH dan AR, merupakan warga Aceh yang mengalami luka tembak. Satu korban asal Riau berinisial B dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya, HA dan MZ, juga berasal dari Riau dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit Malaysia.

Editor: Akil

Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh. Peringatan ini berlaku mulai Jumat (31/1/2025) untuk beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data BMKG, gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2,50 meter atau lebih di beberapa wilayah, termasuk Perairan Aceh Besar – Meulaboh, Perairan Selatan Simeulue, dan Perairan Aceh Singkil – Pulau Banyak.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pemilik kapal kecil, untuk berhati-hati saat beraktivitas di wilayah tersebut. Wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di laut juga diminta waspada terhadap kondisi gelombang yang berpotensi membahayakan.

“BMKG meminta masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan peringatan yang diberikan melalui media sosial dan kanal resmi. Keamanan dan keselamatan di laut harus menjadi prioritas utama, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan oleh gelombang tinggi,” demikian pernyataan BMKG.

Gelombang tinggi merupakan fenomena alam yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti angin kencang, badai laut, atau perubahan tiba-tiba dalam arus laut. Fenomena ini dapat berdampak pada kapal, perahu, dan aktivitas di sekitar pantai.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan informasi dari BMKG untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Editor: Akil

Warga Australia Masuk Islam saat Berkunjung ke Aceh

0
WN Australia mengucap kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang warga negara Australia, William Robert Mackay (29), memeluk Islam saat berkunjung ke Aceh. Setelah mengucapkan syahadat, William mengganti namanya menjadi Muhammad Wildan.

Proses pensyahadatan William berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (31/1/2025). Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA dan sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Prosesi tersebut dipandu oleh imam besar Masjid Raya Baiturrahman.

William tampak mengenakan sarung, baju koko, dan peci saat bersyahadat. Setelah resmi menjadi muslim, ia menerima sertifikat keislaman dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.

“Beberapa hari yang lalu (William) datang ke Aceh dan memang sudah berniat untuk masuk Islam di Aceh,” kata Safrizal kepada wartawan.

Safrizal menjelaskan bahwa William merupakan sahabat anaknya. William disebut sudah mendengar tentang Tanah Rencong (Aceh) yang menerapkan aturan syariat Islam.

“Oleh karenanya kita fasilitasi, kita bantu, kita ajarkan supaya kalau punya niat untuk segera sambil beliau terus belajar memperdalam Islam. Tentu kita yang sudah Islam wajib membantu orang-orang yang berniat untuk masuk ke dalam Islam,” jelas Safrizal.

“Mudah-mudahan hidayah yang diterima ini menjadi berkah kepada yang bersangkutan dan menikmati berkah Allah, terutama berkah Islam,” lanjut mantan Pj Gubernur Bangka Belitung itu.

William menjadi salah satu contoh warga asing yang tertarik mempelajari dan memeluk Islam di Aceh, provinsi yang dikenal dengan penerapan syariat Islam.

Editor: Akil

Mayat Wanita Ditemukan dalam Drum di Kebun Kopi Aceh

0
Ilustrasi Jenazah. (Foto: iStock)

NUKILAN.id | Redelong – Jenazah seorang wanita bernama Ayuni (35) ditemukan tewas di dalam drum yang terkubur di kebun kopi Desa Uning Teritit, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang petani setempat, Hasbullah (51), pada Kamis (30/1).

Hasbullah mengaku sempat mendengar suara jeritan wanita pada Rabu (29/1), namun awalnya tidak menanggapi suara tersebut. Keesokan harinya, karena merasa curiga, dia memutuskan mencari sumber suara itu bersama beberapa warga. Saat tiba di kebun kopi, Hasbullah melihat bekas tanah yang baru saja ditimbun. Dia kemudian melaporkan temuannya kepada aparat desa untuk dilakukan penggalian.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Tuschad Cipta Herdani, mengatakan bahwa polisi segera melakukan penggalian setelah menerima laporan tersebut. Dalam penggalian itu, ditemukan mayat Ayuni di dalam sebuah drum. Kebun kopi tempat jenazah ditemukan merupakan milik Edi Andani, suami korban.

“Korban diketahui bernama Ayuni (35), seorang petani asal Kampung Tanoh Abu, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah,” kata AKBP Tuschad Cipta Herdani saat dikonfirmasi.

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RS Muyang Kute. Herdani menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini.

“Kami tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini, diduga kuat ini merupakan kasus pembunuhan,” katanya.

Editor: Akil

Kemenag Aceh Berpartisipasi dalam MTQ Internasional ke-4 di Jakarta

0
Di Auditorium HM Rasjidi, Kakanwi Kemenag Aceh Azhari dan Kabid Penaiszawa Zulfikar hadiri peringatan Isra` Mi'raj secara kenegaraan, dan rangkaian MTQ Internasional ke 4 di Jakarta. (Foto: Humas Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh turut berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-4 yang diselenggarakan di Jakarta. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Sahid, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak Rabu (29/1) hingga 1 Februari 2025.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari, beserta jajarannya hadir dalam acara tersebut. Turut mendampingi Azhari adalah Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penaiszawa), Zulfikar, yang juga menghadiri sesi pembukaan bersama Menteri Agama (Menag), Prof. Nasaruddin Umar.

MTQ Internasional ke-4 ini diikuti oleh 60 delegasi dari 38 negara. Azhari berharap ajang ini dapat meningkatkan semangat pengembangan tilawatil quran, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai qurani. Ia juga menekankan bahwa MTQ menjadi wadah untuk berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) melalui dinamika musabaqah.

Tema yang diusung pada MTQ Internasional kali ini adalah “Al-Qur’an, Environment, and Humanity for Global Harmony”. Tema ini menekankan peran Al-Qur’an dalam menjaga lingkungan, membangun nilai kemanusiaan, serta menciptakan harmoni global.

Menag Nasaruddin Umar menyatakan, “Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kita harus membuktikan bahwa Al-Qur’an memberi perhatian terhadap pelestarian lingkungan sebagai suatu keharusan.”

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof. Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa MTQ Internasional pertama kali digelar di Indonesia pada 2003, kemudian dilanjutkan pada 2013 dan 2015. Dua cabang lomba utama yang dipertandingkan adalah Tilawah dan Tahfiz Al-Qur’an.

Sebanyak 187 negara mengikuti tahap pra-kualifikasi pada 2023, dan 60 peserta dari empat benua berhasil lolos ke babak grand final. Delegasi tersebut terdiri atas 17 peserta Tilawah Putra, 7 peserta Tilawah Putri, 19 peserta Tahfiz Putra, dan 17 peserta Tahfiz Putri. Ajang ini dinilai oleh 22 dewan hakim yang berkompeten dan berstandar internasional, dengan 15 hakim berasal dari Indonesia dan 7 lainnya dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara.

Partisipasi Kemenag Aceh dalam MTQ Internasional ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai Al-Qur’an di tingkat global.

Editor: Akil

1 Sya’ban 1446 H Jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025

0
Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh telah menetapkan bahwa awal bulan Sya’ban 1446 Hijriyah akan jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh telah menetapkan bahwa awal bulan Sya’ban 1446 Hijriyah akan jatuh pada Jumat, 31 Januari 2025. Penetapan ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal yang dilakukan di Pusat Observatorium Hilal Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada 29 Rajab 1446 H atau 29 Januari 2025.

Menurut Ketua Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, pada saat pemantauan, posisi hilal berada pada 0,9 derajat di bawah ufuk, sehingga hilal tidak mungkin terlihat. Oleh karena itu, bulan Rajab disempurnakan menjadi 30 hari.

“Ini untuk menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat bahwa berdasarkan hasil tersebut, 1 Sya’ban jatuh pada hari Jumat, 31 Januari 2025,” ujar Alfirdaus pada Kamis, (30/1/2025).

Alfirdaus juga menjelaskan bahwa Nisfu Sya’ban atau 15 Sya’ban 1446 H akan jatuh pada Jumat, 14 Februari 2025.

“Malam Nisfu Sya’ban adalah Kamis malam atau malam Jumat, dimulai dari ba’da Maghrib,” tambahnya.

Ia berharap informasi ini dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat dan menghilangkan keraguan terkait Nisfu Sya’ban.

“Penanggalan ini merujuk pada taqwim standar hijriah Kementerian Agama, yang kemungkinan memiliki perbedaan dengan beberapa kalender yang beredar di masyarakat. Semoga dengan adanya informasi ini, tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penetapan awal Ramadhan 1446 H, Alfirdaus meminta masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui sidang itsbat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama di Jakarta.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi sidang itsbat yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, Kemenag Aceh akan melakukan pemantauan hilal di beberapa titik untuk wilayah Aceh pada 28 Februari 2025 M atau 29 Sya’ban 1446 H. Hasil pemantauan tersebut akan kami laporkan ke Kemenag sebagai bahan pertimbangan dalam sidang itsbat,” jelas Alfirdaus.

Editor: Akil

Pendaftaran S1 Universitas Pertahanan Dibuka 1 Februari 2025, Kuliah Gratis dan Lulus Berpangkat Letda

0
Kampus Utama Universitas Pertahanan (Unhan) di Komplek Indonesia Peace and Security Center. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – Universitas Pertahanan (Unhan) RI membuka pendaftaran calon mahasiswa baru program Sarjana (S1) untuk tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 28 Februari 2025. Bagi siswa kelas 12 yang bercita-cita berkarier di militer, Unhan menawarkan kesempatan kuliah gratis dengan keuntungan lulus langsung berpangkat Letnan Dua (Letda).

Persyaratan Umum Pendaftaran S1 Unhan 2025

  1. Kewarganegaraan: Terbuka untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), baik laki-laki maupun perempuan.
  2. Ketaatan: Calon mahasiswa harus sanggup mematuhi semua peraturan yang ditetapkan Unhan.
  3. Kesehatan: Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna.
  4. Ijazah: Berijazah SMA/sederajat jurusan IPA atau SMK/sederajat sesuai jurusan program studi (Prodi) yang dipilih. Lulusan tahun 2024 atau 2025. Khusus Prodi Sejarah Militer, terbuka untuk lulusan SMA jurusan IPA atau IPS.
  5. Prestasi Akademik: Tidak pernah tinggal kelas selama SMA/SMK/sederajat.
  6. Nilai Rapor:
    • Jurusan IPA: Rata-rata nilai rapor semester I-V minimal 80, dengan nilai Matematika, Fisika, Kimia, atau Biologi minimal 90 (sesuai Prodi).
    • Jurusan IPS (khusus Sejarah Militer): Rata-rata nilai rapor semester I-V minimal 80, dengan nilai Sejarah, Geografi, dan Sosiologi minimal 90.
    • SMK: Rata-rata nilai rapor semester I-V untuk mata pelajaran sesuai Prodi minimal 80.
  7. Prestasi Tambahan: Diprioritaskan bagi siswa yang masuk 10 besar di semester V atau memiliki prestasi akademik, olahraga, dan seni budaya tingkat nasional/internasional.
  8. IQ: Memiliki Intelligence Quotient (IQ) minimal 120.
  9. Usia: Maksimal 20 tahun per 1 September 2025.
  10. Tinggi dan Berat Badan:
    • Laki-laki: Minimal 163 cm.
    • Perempuan: Minimal 157 cm.
    • Berat badan proporsional, dengan surat keterangan dari RS Pemerintah atau RS TNI/POLRI.
  11. Kemampuan Komputer: Mampu mengoperasikan aplikasi internet dan MS. Office.
  12. Surat Pernyataan:
    • Bersedia menandatangani surat perjanjian sebagai Kadet Mahasiswa Unhan.
    • Belum pernah menikah, tidak sedang hamil, dan belum memiliki anak.
    • Tidak sedang atau akan menerima beasiswa lain.
    • Bersedia dididik sebagai kader intelektual bela negara dan komponen cadangan.
  13. Asrama: Bersedia tinggal di asrama selama masa pendidikan.
  14. Persetujuan Orang Tua: Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali.
  15. Ijazah Luar Negeri: Bagi lulusan SMA/sederajat dari luar negeri atau International School di dalam negeri, wajib melakukan penyetaraan ijazah dan nilai melalui Kemendikbud RI.

Persyaratan Khusus Berdasarkan Prodi

  • Kedokteran: Nilai rapor semester V untuk Biologi dan Matematika minimal 90.
  • Farmasi: Nilai rapor semester V untuk Kimia dan Matematika minimal 90.
  • Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Rekayasa Sumber Daya Air: Nilai rapor semester V untuk mata pelajaran terkait minimal 90.
  • Sejarah Militer: Nilai rapor semester V untuk Sejarah, Geografi, dan Sosiologi minimal 90.

Proses Pendaftaran
Calon mahasiswa dapat mengakses informasi lengkap dan melakukan pendaftaran melalui laman resmi Unhan di https://penerimaan.idu.ac.id/.

Keuntungan Kuliah di Unhan
Selain mendapatkan pendidikan gratis, lulusan Unhan akan langsung menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) dan siap berkontribusi dalam bidang pertahanan negara.

Segera persiapkan diri dan dokumen yang diperlukan untuk mengikuti seleksi pendaftaran S1 Unhan 2025. Jangan lewatkan kesempatan emas ini!

Editor: Akil

Empat Pejudi Online di Banda Aceh Jalani Hukuman Cambuk Perdana Tahun Ini

0
Pelaksanaan hukuman cambuk. (Foto: WH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Empat warga Banda Aceh yang terbukti terlibat dalam praktik judi online menjalani eksekusi hukuman cambuk di hadapan publik. Hukuman tersebut dijatuhkan berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dan menjadi eksekusi cambuk pertama yang dilakukan di kota itu pada tahun ini.

Pelaksanaan hukuman berlangsung di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Kamis (30/1/2025). Keempat terpidana, yang mengenakan baju putih, satu per satu menerima hukuman cambuk dari algojo setelah sebelumnya mengikuti tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz Zul Arafah.

Salah seorang terpidana tampak menitikkan air mata saat mendengarkan ceramah. Seusai tausyiah, mereka dipanggil satu per satu untuk menjalani eksekusi dalam posisi berdiri.

Vonis Berbeda Sesuai Besaran Taruhan

Keempat terpidana yang dihukum cambuk adalah Abdullah, Agus Saputra, T. Firdaus, dan Suhardi. Hukuman yang dijatuhkan bervariasi tergantung pada besaran taruhan yang mereka gunakan saat berjudi.

Abdullah menjadi terpidana pertama yang dieksekusi. Berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, ia divonis 12 kali cambukan. Namun, setelah masa tahanan diperhitungkan, hukuman yang dijalankan hanya sembilan kali cambuk.

Sementara itu, Agus Saputra, yang terbukti melakukan judi online dengan taruhan lebih besar, dijatuhi hukuman 25 kali cambukan, namun setelah dikurangi masa tahanan, ia menerima 22 kali cambukan.

Dua terpidana lainnya, T. Firdaus dan Suhardi, masing-masing divonis 10 kali cambukan. Namun, keduanya hanya menjalani delapan kali cambukan setelah mendapat pengurangan hukuman.

Kabid Penegakan Syariat Islam Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Roslina, menjelaskan bahwa hukuman yang lebih berat dijatuhkan kepada salah satu terpidana karena nilai taruhan dan keuntungan yang didapat melebihi dua gram emas. “Sesuai ketentuan Qanun Jinayat, ada perbedaan hukuman bagi pelaku maisir (judi) berdasarkan besaran taruhan,” ujarnya.

Ditangkap di Warnet

Keempat pelaku ditangkap beberapa waktu lalu saat sedang berjudi online di dua warung internet (warnet) di Kecamatan Kutaraja. Penangkapan ini dilakukan dalam upaya penegakan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Ini merupakan eksekusi cambuk pertama yang kami lakukan pada tahun ini,” tambah Roslina.

Hukuman cambuk bagi pelaku judi online menjadi bentuk sanksi tegas yang diterapkan di Aceh sebagai upaya memberantas praktik perjudian yang semakin marak, terutama di kalangan anak muda.

Editor: Akil

Sederet Masalah 100 Hari Kabinet Prabowo-Gibran

0
Prabowo-Gibran (Foto: Google)

NUKILAN.id | IndepthPemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka baru memasuki 100 hari pertama, tetapi dinamika politik sudah dipenuhi kegaduhan. Dari aksi demonstrasi aparatur sipil negara (ASN) hingga kontroversi pernyataan para menteri, berbagai peristiwa ini memicu pertanyaan serius mengenai arah kebijakan pemerintahan baru.


Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengenakan pakaian serba hitam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Demonstrasi ini dipicu oleh dugaan arogansi Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dianggap semena-mena dalam kebijakan mutasi pegawai. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Kami ASN, dibayar negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga”, massa menyuarakan kekecewaan mereka.

Aksi ini menambah catatan kelam dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kritik terhadap kepemimpinan Menteri Satryo semakin tajam, terlebih muncul desas-desus bahwa kebijakan mutasi ASN dipengaruhi oleh faktor non-administratif, termasuk kepentingan keluarga. Jika benar demikian, maka wajar jika publik bertanya: bagaimana kebijakan pendidikan tinggi ke depan akan dijalankan?

Sejak diumumkan pada 20 Oktober 2024, susunan Kabinet Merah Putih memang memunculkan banyak perdebatan. Kekhawatiran muncul bahwa kabinet ini lebih banyak diisi oleh loyalis dan pendukung politik daripada individu dengan rekam jejak profesional yang kuat.

Selain Satryo, sejumlah menteri lain juga menjadi sorotan. Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, misalnya, menuai kontroversi setelah menyatakan bahwa tragedi 1998 tidak termasuk pelanggaran HAM berat karena tidak melibatkan genosida atau pembersihan etnis. Pernyataan ini langsung mendapat kritik dari berbagai kalangan, terutama aktivis HAM dan korban tragedi 1998.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat sorotan terkait gelar doktor yang diperolehnya dalam waktu singkat. Publik mempertanyakan standar akademik yang diterapkan dalam pendidikan doktoral di Indonesia, terutama bagi pejabat negara.

Namun, yang paling menonjol adalah persoalan anggaran kementerian. Dengan bertambahnya jumlah kementerian, beban fiskal negara pun ikut meningkat. Ini terlihat dari fenomena para menteri yang berlomba-lomba meminta tambahan anggaran dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI.

Kementerian HAM, misalnya, mengalami lonjakan permintaan anggaran yang signifikan. Natalius Pigai, sebagai Menteri HAM, mengajukan kenaikan anggaran dari Rp64 miliar menjadi Rp20 triliun. Kenaikan yang sangat besar ini menimbulkan pertanyaan, apakah perencanaan anggaran kementerian telah melalui proses yang matang dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)? Apakah anggaran ini benar-benar untuk kepentingan rakyat atau sekadar memenuhi kebutuhan operasional kementerian yang semakin membengkak?

Tak hanya di level kementerian, polemik juga muncul dari jajaran pejabat khusus presiden. Miftah Maulana Habiburrohman, yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, menuai kecaman setelah dalam sebuah pernyataan di depan publik ia mengolok-olok seorang penjual es teh dengan kata-kata “goblok”. Insiden ini memicu gelombang kritik yang akhirnya memaksa Miftah untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Beberapa anggota kabinet pemerintahan Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Mulai dari Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, yang terlambat mengunjungi sekolah hingga menyebabkan siswa harus menahan lapar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga sejumlah menteri yang dinilai bertindak di luar batas. Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik tentang arah kepemimpinan Prabowo dan bagaimana ia mengelola timnya.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai situasi ini mencerminkan ketidakseimbangan dalam menerjemahkan visi dan misi Prabowo. “Kalau melihat apa yang telah dilakukan oleh mereka (para menteri bermasalah) dengan citra dari Prabowo ya sangat anomali,” ujarnya dikutip dari Inilah.com.

Sejumlah pejabat disebut seakan terjebak dalam euforia jabatan, bertindak semaunya sendiri hingga berujung pada kesan arogansi. Sebagai contoh, Menteri Satryo yang menjadi kontroversi akibat kebijakan reposisi di Kemendikti Saintek, serta Menteri HAM Natalius Pigai yang meminta tambahan anggaran dengan alasan yang dinilai kurang relevan. Tak hanya itu, tindakan Gus Miftah yang dinilai tidak sejalan dengan upaya Prabowo untuk menghapus stigma arogansi yang melekat sejak Pilpres lalu juga menuai kritik.

Sikap Menteri Satryo yang mengaitkan kebijakan Prabowo dalam memecah kementerian dengan alasan reposisi di Kemendikti Saintek dianggap sebagai bentuk ketidaksepahaman terhadap tujuan awal restrukturisasi kabinet. Menurut Efriza, langkah Prabowo dalam menyederhanakan beban kerja kementerian bertujuan untuk mencegah tumpang tindih kebijakan. Namun, respons Satryo justru memperlihatkan kelemahan dalam memahami peran yang dipercayakan kepadanya.

“Yang jadi pertanyaan publik ini adalah wajah kabinet mau ditaruh di mana dulu oleh Pak Prabowo, kalau wajahnya adalah citra sesuai keinginan publik artinya menteri yang arogan, menteri yang menempatkan sentimen negatif saat ini ya harus digeser ataupun direshuffle,” lanjut Efriza.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berjalan lebih dari tiga bulan, namun sejumlah program unggulan yang dijanjikan masih menghadapi tantangan besar dalam pelaksanaannya. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), hingga kebijakan ekonomi yang belum sepenuhnya matang, menjadi sorotan publik dan pakar ekonomi.

Pada pekan perdana pelaksanaan MBG, misalnya, banyak persoalan yang muncul di lapangan. Sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program mengeluhkan distribusi makanan yang tidak merata dan kesiapan penyelenggara yang belum optimal. Karut-marut ini menimbulkan pertanyaan, sejauh mana kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi program tersebut setelah anggaran disiapkan?

Lebih lanjut, janji membangun tiga juta rumah gratis untuk MBR juga memunculkan skeptisisme. Program ini menargetkan masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp8 juta per bulan, namun melihat rekam jejak pemerintahan sebelumnya yang gagal mencapai target satu juta rumah, muncul pertanyaan apakah Menteri yang bertanggung jawab atas proyek ini benar-benar mampu memenuhi target tersebut.

Ekspektasi tinggi dari masyarakat juga berisiko menimbulkan kekecewaan. Istilah ‘gratis’ dalam berbagai program pemerintah sering kali menanamkan harapan besar di benak publik, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta, yang pernah mengalami euforia serupa dengan janji rumah DP 0 persen. Jika implementasi tidak berjalan sesuai harapan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa terkikis.

Dari sisi ekonomi, kebijakan berbasis subsidi semacam ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, dapat meningkatkan daya beli dan menekan angka kemiskinan dalam jangka pendek. Namun, tanpa manajemen fiskal yang baik, program ini berpotensi menambah beban utang negara dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen juga memicu perdebatan di tingkat pemerintahan. Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan bahkan terlibat perbedaan pandangan terkait kebijakan ini.

Kondisi ekonomi yang kurang stabil semakin memperkuat kekhawatiran ini. Menurut Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, dalam tiga bulan pertama pemerintahan Prabowo, terlihat ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi, salah satunya terkait nilai tukar rupiah yang terus melemah.

“Jika kita lihat nilai tukar USD terhadap rupiah di 20 Oktober 2024, berada di angka Rp15.465 per 1 USD. Pada 23 Januari 2025, nilai tukar USD terhadap rupiah adalah Rp16.326 per 1 USD. Ada kenaikan yang cukup tajam dari pelantikan hingga saat ini,” ujarnya.

Ketidakpastian juga melingkupi janji pembentukan Danantara, lembaga investasi yang dijanjikan Prabowo sebagai salah satu pilar ekonomi. Hingga kini, realisasinya belum terlihat jelas. Jika terlalu lama tertunda, kepercayaan investor terhadap lembaga baru ini bisa melemah, yang pada akhirnya berdampak pada iklim investasi nasional.

Tak hanya itu, tarik ulur kebijakan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga menjadi salah satu sorotan dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Polemik ini memunculkan perdebatan tidak hanya di level kabinet, tetapi juga di kalangan publik dan pengamat kebijakan.

Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan pembatalan kenaikan tarif PPN. Namun, di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap berpegang teguh pada rencana tersebut. Ketidaksepahaman ini berujung pada langkah Prabowo Subianto yang secara langsung mengumumkan “pembatalan” kenaikan tarif PPN, sebuah keputusan yang tampaknya diambil demi meredam polemik di tengah masyarakat.

Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, Nailul Huda, menilai ketidaksinkronan dalam kabinet ini bisa berdampak buruk bagi jalannya pemerintahan.

“Ini yang tidak baik bagi pemerintahan ke depan. Maka sudah sewajarnya Menteri dengan kinerja buruk patut direshuffle,” kata Nailul.

Secara teoretis, berbagai permasalahan pemerintahan tidak bisa diselesaikan dalam hitungan hari atau bahkan bulan. Sejarah mencatat bahwa para pemimpin dunia seperti Barack Obama, Kevin Rudd, dan Margaret Thatcher pun tidak berani mengklaim bahwa permasalahan besar dapat terselesaikan hanya dalam 100 hari.

Namun, program 100 hari pertama tetap memiliki makna simbolik yang penting. Ini adalah periode krusial untuk membangun kepercayaan publik bahwa pemerintahan baru mampu menghadapi tantangan selama lima tahun ke depan. Dalam konteks Prabowo-Gibran, berbagai indikator seperti kepuasan publik terhadap kebijakan ekonomi, politik, dan pemberantasan korupsi menjadi tolok ukur keberhasilan awal pemerintahan.

Survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) yang dilakukan menjelang 100 hari Prabowo-Gibran menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan ini mencapai 51,81 persen. Survei ini melibatkan 1.189 responden di 38 provinsi dengan margin of error sebesar 2,9 persen melalui metode simple random sampling. Jika dibandingkan dengan skala penilaian 1-10, angka ini bukanlah prestasi yang membanggakan. Justru, hasil ini menegaskan bahwa masih banyak aspek yang perlu dibenahi.

Seratus hari pertama mungkin terasa singkat dalam periode pemerintahan lima tahun. Meski demikian, ini adalah waktu yang cukup untuk mengevaluasi apakah kebijakan dan kepemimpinan instansi sudah berada di jalur yang benar. Jika ditemukan ketidakefektifan dalam kebijakan atau kinerja menteri, koreksi seharusnya segera dilakukan.

Dalam konteks realisasi program Asta Cita yang menjadi visi besar Prabowo-Gibran, tantangan ke depan tidak hanya memastikan keberlanjutan kebijakan, tetapi juga menjamin keselarasan dalam kabinet. Menteri-menteri yang tidak mampu mengikuti ritme kerja presiden harus dievaluasi. Jika perlu, reshuffle kabinet menjadi langkah strategis untuk memastikan pemerintahan tetap solid dan efektif.

Apakah Prabowo akan mengambil langkah tersebut? Ataukah ia sudah merasa cukup puas dengan kinerja para pembantunya? Jawabannya akan sangat menentukan bagaimana perjalanan pemerintahan ini dalam tahun-tahun mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil