Beranda blog Halaman 696

Gubernur Aceh Imbau Kepala Desa Sosialisasikan Prosedur Kerja di Luar Negeri

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, meminta seluruh kepala desa di Aceh untuk aktif menyosialisasikan prosedur resmi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri. Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan yang menimpa pekerja migran asal Aceh oleh aparat keamanan Malaysia.

“Jangan ada lagi jatuh korban-korban lain, apakah itu trafiking atau kekerasan. Ini adalah kewajiban kita semua untuk mengimbau masyarakat,” ujar Safrizal di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (31/1/2025).

Ia menekankan pentingnya menempuh jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri untuk menghindari risiko yang membahayakan keselamatan para pekerja migran. Oleh karena itu, Safrizal menginstruksikan bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk membantu menyebarkan informasi terkait prosedur yang aman.

“Sampaikan bahwa jika ingin bekerja di luar negeri, tempuhlah prosedur formal yang tersedia. Cek dan ricek badan jasa atau pemberi jasa yang menawarkan bantuan perjalanan ke luar negeri,” tambahnya.

Peringatan Bahaya Perjalanan Ilegal

Safrizal menegaskan bahwa berangkat ke luar negeri melalui jalur ilegal berisiko tinggi dan dapat merugikan calon pekerja. Oleh karena itu, ia meminta agar informasi ini disampaikan hingga ke tingkat desa agar masyarakat memahami dampaknya.

Terkait insiden penembakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Safrizal mengaku terus berkoordinasi dengan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia/Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Kementerian Luar Negeri, Yudha Nugraha. Hingga informasi terakhir, dua warga Aceh yang menjadi korban masih menjalani perawatan di rumah sakit Malaysia.

“Kita sedang menunggu kabar mengenai proses selanjutnya. Kita akan membantu proses pemulangan, atau jika perlu, akan ada proses hukum. Kita mengikuti perkembangan yang terjadi,” ujar Safrizal.

Pemerintah Aceh juga meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk biaya perawatan mereka hingga sembuh.

“Kita meminta KBRI dan Kemenlu untuk memastikan terpenuhinya hak-hak mereka, serta membiayai perawatan mereka di rumah sakit hingga sembuh,” katanya.

Selain itu, Safrizal mendesak Kemenlu agar menekan otoritas Malaysia untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat setempat.

“Dalam hal ini, kita minta KBRI Kuala Lumpur untuk terus mengumpulkan informasi lebih lengkap guna mendapatkan konstruksi kejadian yang lebih jelas, dan meminta retainer lawyer KBRI untuk mengkaji serta menyiapkan langkah hukum,” pungkasnya.

Insiden Penembakan di Perairan Malaysia

Sebelumnya, insiden penembakan terjadi pada Jumat (24/1/2025) pukul 03.00 waktu setempat, ketika lima pekerja migran Indonesia ditembak oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Peristiwa itu menyebabkan satu orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, mengungkapkan bahwa insiden itu bermula saat patroli APMM menemukan sebuah kapal yang mengangkut lima PMI melintas di wilayah perairan tersebut.

Editor: Akil

Gampong Durian Kawan Gelar Santunan Anak Yatim

0
Masyarakat Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, menggelar acara santunan anak yatim di Masjid Nurul Huda Durian Kawan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Masyarakat Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, menggelar acara santunan anak yatim pada Sabtu (1/2/2025) di Masjid Nurul Huda Durian Kawan. Acara ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, yang turut serta dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim di gampong tersebut.

Zardan Salihin, seorang pemuda yang turut aktif dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa santunan anak yatim merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan di Gampong Durian Kawan.

“Ini adalah bagian dari tradisi yang telah lama dilakukan di gampong kami, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim,” ungkapnya kepada Nukilan.id pada Sabtu (1/2/2025).

Zardan menjelaskan bahwa tahun ini, sebanyak 10 anak yatim akan menerima perhatian khusus dari masyarakat. Perangkat gampong akan menyerahkan amplop kepada masing-masing anak yatim.

“Tahun ini ada 10 anak yatim, dan semuanya akan menerima amplop dari perangkat gampong,” kata Zardan.

Selain itu, para anak yatim juga akan dihidangkan makanan dalam nampan besar, hasil kontribusi masyarakat setempat. Menurut Zardan, keunikan acara ini terletak pada kebersamaan yang tercipta. Seluruh hadirin juga akan makan bersama, menikmati nasi bungkus yang dibawa oleh masyarakat dan diletakkan di masjid.

“Saat makan, seluruh hadirin juga akan menikmati nasi bungkus yang dibawa oleh masyarakat ke masjid,” tambah Zardan.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar memberi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga gampong. Masyarakat Gampong Durian Kawan menunjukkan bahwa kegiatan santunan ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian yang terus terjaga di gampong mereka. (XRQ)

Reporter: Akil

YARA Desak Polres Aceh Besar Usut Dugaan Kelalaian RSUD Aceh Besar

0
Ketua Yara Aceh Besar, M Nur dan bukti kondisi mata pasien. (Foto: beritamerdeka.net)

NUKILAN.id | Jantho – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Polres Aceh Besar untuk mengusut dugaan kelalaian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar yang diduga berujung pada penggunaan obat kedaluwarsa. Ketua YARA Aceh Besar, M. Nur, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum jika terbukti ada kelalaian yang merugikan pasien.

“Ini perlu diusut,” ujar M. Nur, Selasa (28/1/2025). Ia juga menyatakan bahwa jika ditemukan bukti kuat mengenai pelanggaran, pihaknya siap membantu korban melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Aceh Besar.

Kasus ini mencuat setelah seorang pasien, Yusra Yunita, mengaku mengalami gangguan penglihatan setelah mendapatkan obat tetes mata dari RSUD Aceh Besar. M. Nur menilai bahwa kejadian ini mengarah pada pelanggaran hukum, khususnya terkait dengan Pasal 98 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi untuk digugat secara perdata di pengadilan.

Namun, pihak RSUD Aceh Besar membantah tuduhan tersebut. Plt Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Susi Mahdalena, MKM, dalam keterangannya pada Selasa (28/1/2025) malam, menegaskan bahwa obat yang diberikan masih dalam masa layak pakai.

“Obat tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa 31 Desember 2024. Pasien berobat pada 27 Desember, sehingga obat itu masih aman digunakan sesuai aturan medis,” ujar dr. Susi.

Ia menjelaskan bahwa pasien pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 27 Desember 2024 dengan keluhan nyeri mata akibat terkena percikan tanah. Pasien kemudian diarahkan ke poli spesialis mata, di mana dokter spesialis memberikan resep obat Natacen yang diambil dari depo IGD.

Pasien kembali ke IGD pada 28 Desember 2024 dengan keluhan kondisi mata memburuk setelah menggunakan obat tersebut.

“Saat itu, kami sudah menyarankan pasien untuk dirawat atau dirujuk ke rumah sakit lain, tetapi pasien menolak. Akhirnya, pasien secara mandiri pergi ke RS Meuraxa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tambah dr. Susi.

Setelah menjalani perawatan di RS Meuraxa hingga 1 Januari 2025, pasien kemudian melanjutkan pengobatan ke RS Harapan Bunda melalui rujukan dari Puskesmas Indrapuri. Namun, pada 10 Januari 2025, pasien mengajukan komplain ke RSUD Aceh Besar dengan tuduhan bahwa obat yang diberikan telah kedaluwarsa.

Menanggapi hal tersebut, tim farmasi RSUD Aceh Besar langsung melakukan investigasi.

“Kami memastikan bahwa obat Natacen tersebut diberikan sesuai prosedur dan masa pakai. Edukasi penggunaan obat juga telah disampaikan kepada pasien, yakni bahwa obat harus digunakan dalam bulan Desember dan tidak boleh digunakan setelah masa kedaluwarsa,” ujar dr. Susi.

Ia juga menjelaskan bahwa efek samping seperti mata merah, gatal, atau perih merupakan reaksi umum yang wajar terjadi akibat penggunaan obat Natacen.

“Kondisi pasien yang memburuk lebih disebabkan oleh infeksi dan jamur yang sudah parah pada mata saat pertama kali datang, bukan karena obat yang diberikan,” lanjutnya.

Pihak RSUD Aceh Besar menegaskan bahwa mereka telah memberikan pelayanan sesuai prosedur dan tidak menelantarkan pasien.

“Kami bertindak sesuai prosedur medis. Tuduhan penggunaan obat kedaluwarsa tidak berdasar karena obat yang diberikan masih dalam masa layak pakai,” kata dr. Susi.

Ia juga menekankan bahwa rumah sakit selalu membuka ruang bagi pasien yang ingin menyampaikan keluhan. “Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan keluhan langsung ke unit komplain rumah sakit agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tutupnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan prosedur medis dan pentingnya edukasi dalam penggunaan obat. Sementara itu, Polres Aceh Besar diharapkan segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran dari tuduhan yang dilontarkan.

Editor: AKil

Korem 011/Lilawangsa Gelar Latihan Dasar Perorangan untuk Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

0
Korem 011/Lilawangsa Gelar Latihan Dasar Perorangan untuk Tingkatkan Profesionalisme Prajurit. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Korem 011/Lilawangsa menggelar Latihan Dasar Perorangan (Latorsar) di Lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, pada Jumat (31/1/2025). Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugasnya.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyampaikan bahwa Latorsar merupakan salah satu tahapan latihan standar TNI AD yang mencakup teknik dan taktik dasar tempur.

“Teknik dan taktik dasar inilah yang harus dikuasai setiap prajurit, dilatihkan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut, maka para prajurit memiliki kemampuan lebih dan profesionalisme,” ujar Danrem.

Selain menguasai delapan materi utama dalam Latorsar, Kolonel Ali Imran menekankan pentingnya memiliki fisik yang prima, keterampilan menembak yang baik, serta keahlian dalam beladiri bagi setiap prajurit.

“Adapun berbagai materi yang dilatihkan di antaranya, Limed, Niksarpur, Pam Intel, Longmalap, Pengjatri, Ham humaniter, Teknik dasar dan Materi praktek lapangan yang harus dikuasai prajurit,” jelasnya.

Latihan yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan prajurit Bintara dan Tamtama dari Korem 011/LW serta satuan dinas jawatan jajaran Korem. Setelah apel pagi, para peserta langsung menjalani latihan praktik di lapangan guna mengasah keterampilan mereka sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Editor: Akil

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Suro, Aceh Singkil

0
Ilustrasi curanmor. (Foto: Jawapos)

NUKILAN.id | Singkil – Dalam waktu kurang dari tiga hari, polisi berhasil meringkus S (45), terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil. Penangkapan ini dilakukan oleh personel Polsek Suro dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Singkil setelah menerima laporan dari korban.

Kapolsek Suro, IPDA Syahruddin, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 04.20 WIB. Saat itu, korban bernama Sarmanto terbangun dan mendapati sepeda motor Honda Revo miliknya yang biasa terparkir di depan rumah sudah hilang.

“Kronologisnya, pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB, ia sedang bermain ponsel dan menonton televisi di ruang tengah. Sementara itu, istri dan anaknya berada di dalam kamar. Sekitar pukul 24.00 WIB, korban tertidur di depan televisi. Keesokan paginya, sekitar pukul 05.02 WIB, korban terbangun dan hendak ke kamar mandi di belakang rumah. Saat keluar, ia melihat sepeda motor merek Honda Revo warna hitam yang biasanya terparkir di tempatnya sudah tidak ada,” papar IPDA Syahruddin.

Mengetahui kendaraannya raib, Sarmanto segera meminta bantuan penjaga masjid terdekat untuk memeriksa rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan tengah mencuri motornya. Pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, korban melapor ke Polsek Suro.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Unit Reskrim Polsek Suro kemudian meminta bantuan kepada Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Singkil untuk melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 18.20 WIB tanggal 30 Januari 2025, tim mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di sebuah rumah di Kampung Longkip, Kota Subulussalam. Tim gabungan dari unit opsnal dan unit reskrim Polsek Suro kemudian bergerak ke Kota Subulussalam untuk mencari keberadaan tersangka,” terang IPDA Syahruddin.

Berkat informasi dari masyarakat, polisi akhirnya berhasil menemukan keberadaan tersangka pada pukul 20.45 WIB. Tanpa perlawanan, S yang diketahui berdomisili di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, langsung diamankan oleh tim gabungan.

Usai ditangkap, S langsung dibawa ke Polsek Simpang Kiri, Kota Subulussalam, untuk menjalani pemeriksaan awal. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp5.500.000,” ujar IPDA Syahruddin.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Suprihatiyanto, S.I.K., melalui Kasie Humas IPTU Eska Agustinus Simangunsong, S.H., mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak kejahatan serupa.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memarkirkan sepeda motor, pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dengan baik dan gunakan kunci ganda atau alat pengaman tambahan,” ujar Kasie Humas Polres Aceh Singkil.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi dalam kegiatan siskamling. Jika terjadi kehilangan atau ada hal mencurigakan, warga diminta segera melapor ke pihak kepolisian.

“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengalami atau mengetahui adanya tindak kriminal,” tutupnya.

Editor: Akil

MNCTV Tayangkan “Piknik Pesona”: Menyelami Keberagaman Budaya Indonesia melalui Karya Sutradara Muda

0
MNCTV Tayangkan "Piknik Pesona": Menyelami Keberagaman Budaya Indonesia melalui Karya Sutradara Muda. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Iklan – MNCTV menayangkan sebuah film pendek antologi yang mengangkat tema keberagaman budaya Indonesia, berjudul “Piknik Pesona”.

Dalam rangka merayakan kekayaan budaya Indonesia, film ini menyuguhkan cerita-cerita dari seluruh nusantara yang menggugah emosi dan memberikan wawasan mendalam tentang tradisi, kehidupan sehari-hari, serta dinamika sosial yang ada di berbagai daerah Indonesia.

Digarap oleh sepuluh sutradara muda Indonesia yang berbakat, setiap episode menawarkan sudut pandang yang unik dengan genre yang beragam, baik dari segi visual, narasi, maupun karakter yang ditampilkan.

“Piknik Pesona” mengajak penonton untuk menjelajahi Indonesia, dari kota besar hingga pedesaan, dengan cerita-cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerahkan. Berikut adalah sekilas cerita dari beberapa episode yang akan tayang

– Eps Umma De Raffa – Sabtu 1 Februari
Bercerita Tengan Karyawan resor Uma De Raffa di kampung nelayan berjuang mengatasi kebangkrutan setelah investor yang datang mendadak meninggal akibat serangan jantung.
– Eps S Aya – Minggu 2 Februari
Kisah Aya (Lutesha), seorang influencer yang kehilangan popularitas, berlibur ke resor pesisir, namun mulai merasa ada sosok misterius yang mengikutinya.
– Percakapan Kecil – Senin 3 Februari
Kisah Diego (Daus Ulya), pria mini yang bekerja sebagai figuran dalam pemotretan pre-wedding, terlibat percakapan mendalam dengan calon pengantin wanita yang meragukan keputusan hidupnya.
– Evakuasi Mama Emola – Selasa 4 Februari
Kisah Julius (Ricky Malau), seorang tahanan, bergegas pulang untuk menyelamatkan ibunya yang tinggal sendirian, sementara ia menyaksikan aksi penipuan oleh petugas evakuasi.

“Piknik Pesona” akan membawa penonton menjelajahi beragam cerita dan budaya Indonesia melalui visual yang kuat dan narasi yang penuh makna.Tonton Piknik Pesona

Saksikan kisah lengkapnya mulai Sabtu, 1 Februari hingga Selasa, 4 Februari 2025, pukul 22.30 WIB hanya di MNCTV dan RCTI+.

Editor: Akil

Pariwisata Aceh Meningkat, Pelaku Usaha Optimistis

0
Kilometer 0 Indonesia, Kota Sabang. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sektor pariwisata di Aceh terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di provinsi ini. Tren tersebut dinilai sebagai hasil dari upaya berbagai pihak dalam membangun citra baik Aceh sebagai destinasi wisata yang menarik.

Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh, Azwani Awi, menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan dapat terlihat dari ramainya destinasi wisata, khususnya saat libur panjang.

“Kami menilai tren pariwisata di Aceh semakin positif. Ini bisa dilihat tingkat kunjungan ke berbagai destinasi pariwisata di provinsi yang berjuluk Bumi Serambi Mekah ini,” ujar Azwani Awi di Banda Aceh, Jumat (31/1/2025).

Ia mencontohkan Pulau Weh, Kota Sabang, sebagai salah satu destinasi yang mengalami lonjakan wisatawan. Kepadatan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, yang menjadi pintu gerbang menuju pulau tersebut, menjadi indikator tingginya animo masyarakat untuk berwisata.

Menurutnya, peningkatan ini merupakan sinyal positif bagi industri pariwisata di Aceh. Dengan semakin berkembangnya sektor ini, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat serta mendorong investasi di bidang pariwisata.

Editor: Akil

Ihsanul Gadget Store, Pusat Penjualan HP Terlengkap di Banda Aceh

0
Ihsanul Gadget Store, pusat penjualan HP terlengkap. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bagi masyarakat yang mencari ponsel baru maupun bekas dengan kualitas terjamin, Ihsanul Gadget Store bisa menjadi pilihan utama. Toko yang berlokasi di Jalan Dr. Mr. Mohd Hasan, Batoh, tepat di seberang PT Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh ini dikenal sebagai pusat penjualan HP terlengkap di kota ini.

Uqra, salah satu karyawan toko, mengatakan bahwa kelengkapan produk menjadi daya tarik utama toko ini.

“Di sini tersedia semua jenis HP, mulai dari yang termurah itu ada ZTE dan yang termahal seperti iPhone, ada semua,” kata Uqra kepada Nukilan.id, Jumat (31/1/2025).

Selain koleksi HP yang beragam, toko ini juga menerima layanan tukar tambah bagi pelanggan yang ingin mengganti perangkat lama mereka dengan yang lebih baru. Soal pelayanan, Uqra menambahkan bahwa setiap pelanggan yang datang akan langsung disambut dengan ramah oleh karyawan di sana.

“Pelayanan dari karyawan yang ramah langsung menyambut pembeli ketika masuk ke sini,” ujarnya.

Bagi yang tidak sempat datang langsung ke toko, Ihsanul Gadget Store juga menyediakan layanan konsultasi online melalui akun Instagram resmi mereka.

“Selain itu, bagi pembeli yang tidak bisa keluar rumah namun ingin tanya-tanya seputar HP, bisa juga melihat di Instagram resmi @ihsanul_gadget yang akan dipandu oleh admin yang fast respon,” kata Uqra.

Dengan layanan yang lengkap dan kemudahan akses informasi secara online, Ihsanul Gadget Store terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya. (xrq)

Reporter: Akil

Siomay Kacang Alex di Lamdingin, Kuliner Malam yang Bikin Ketagihan

0
Siomay Kacang Alex di Lamdingin. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di kawasan Lamdingin, ada satu kuliner kaki lima yang mulai ramai menjelang senja. Seorang penjual siomay bernama Alex setiap hari berkeliling dengan sepeda motornya yang dimodifikasi untuk membawa dagangannya.

Dari pukul 17.00 hingga 22.00 WIB, ia menawarkan dua varian siomay yang menggugah selera yaitu siomay dengan kuah kacang dan siomay dengan kuah bakso.

Uniknya, siomay yang dijual Alex dibuat dari ikan pedang, memberikan cita rasa gurih khas laut yang berbeda dari siomay pada umumnya.

“Saya pakai ikan pedang supaya lebih enak dan punya tekstur yang lebih lembut,” ujar Alex kepada Nukilan.id, Jumat (31/1/2025)

Setiap harinya, Alex menghabiskan bahan baku yang cukup banyak. Ia bisa mengolah hingga tiga kantong bakso kecil, dua kantong bakso sedang, satu kantong bakso besar, serta satu kantong tahu.

“Belanja bahan baku bisa sampai satu juta rupiah per hari,” ungkapnya.

Harga siomay yang dijualnya cukup terjangkau, mulai dari Rp 3.000, Rp 5.000, hingga Rp 10.000 per porsi, tergantung pilihan pembeli. Tak hanya itu, pelanggan juga bisa menentukan sendiri tingkat kepedasan sesuai selera.

Salah satu pelanggan setia Alex, Jumadil, mengaku sudah sering membeli siomay ini sejak setahun terakhir.

“Saya suka karena kuah kacangnya kental dan rasanya pas, nggak terlalu manis atau asin. Baksonya juga kenyal dan terasa ikannya,” katanya.

Ia menambahkan, siomay ini menjadi camilan favoritnya setiap malam sepulang kerja.

“Pokoknya kalau pulang kerja pasti beli ke sini,” tutupnya.

Dengan cita rasa khas dan harga yang ramah di kantong, siomay kacang Alex kini menjadi salah satu pilihan kuliner malam yang patut dicoba di Banda Aceh. Jika Anda sedang mencari jajanan lezat di Lamdingin, siomay Alex bisa jadi pilihan tepat. (XRQ)

Reporter: Akil

Kisruh Pemberhentian Sekda Aceh Besar, Naisabur Minta Semua Pihak Menahan Diri

0

NUKILAN.ID | JANTHO – Polemik pemberhentian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar yang terjadi sejak 20 Desember 2024 terus berlanjut. Hingga akhir Januari 2025, ketidakpastian hukum mengenai pejabat yang berwenang menandatangani Rencana Kerja Anggaran (RAK) dan Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) masih menjadi perbincangan hangat. Kondisi ini berimbas langsung pada kelumpuhan birokrasi, di mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak dapat mencairkan anggaran maupun menjalankan program-program pemerintah yang telah dirancang.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur, meminta semua pihak agar menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan dengan narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus diutamakan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

“Kepentingan masyarakat Aceh Besar harus diutamakan dari kepentingan individual siapapun, dan ini hanya dapat dilakukan dengan kepala dingin dan hati nurani yang berjiwa besar bagi siapapun yang menyayangi Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (31/1/2025).

Dampak Ketidakpastian Hukum

Ketiadaan kepastian hukum terkait kewenangan Sekda pasca pemberhentiannya membawa dampak luas bagi roda pemerintahan di Aceh Besar. Menurut Naisabur, hingga 31 Januari 2025 belum ada kejelasan mengenai siapa yang memiliki wewenang dalam menandatangani dokumen anggaran daerah. Hal ini membuat berbagai kebijakan strategis yang berhubungan dengan pelayanan publik tidak dapat berjalan dengan baik.

“Kondisi ini membuat OPD tidak bisa mencairkan anggaran dan melakukan pelaksanaan program-program pemerintah yang bersifat holistik untuk atas nama masyarakat Aceh Besar pada umumnya dan pada aparatur pegawai Aceh Besar khususnya,” tambahnya.

Menjaga Prinsip Good Governance

Dalam pernyataannya, Naisabur juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip good governance dan clean government dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pemerintahan yang baik harus berlandaskan kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar pihak eksekutif, khususnya Pj Bupati Aceh Besar, segera mengambil langkah-langkah yang konstruktif guna menyelesaikan polemik yang tengah berlangsung.

“Good governance merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan warga negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta Pj Bupati Aceh Besar untuk segera menjalin komunikasi dengan legislatif guna menemukan solusi yang tepat. Ia menegaskan bahwa DPRK Aceh Besar perlu mendapatkan kepastian agar dapat memberikan jawaban kepada masyarakat yang mempertanyakan kondisi pemerintahan daerah saat ini.

“Agar kami (legislatif-red) bisa memberikan jawaban kepada masyarakat Aceh Besar yang mempertanyakan kepada kami sebagai Wakil Rakyat yang telah dimandatkan dalam pemilu 2024,” imbuhnya.

Mencari Solusi Bersama

Selain itu, Naisabur mendorong agar Pj Bupati Aceh Besar segera meminta arahan dari Gubernur Aceh, mengingat pemberhentian Sekda merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi. Ia menekankan bahwa penyelesaian polemik ini harus segera dilakukan agar tidak berkepanjangan dan semakin merugikan masyarakat.

“Semoga dengan imbauan dari kami ini dapat menghentikan narasi-narasi di media massa antara berbagai pihak yang justru merugikan Aceh Besar secara kolektif dan holistik,” tutupnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun Pemerintah Provinsi Aceh mengenai langkah selanjutnya terkait kekosongan jabatan Sekda. Namun, desakan berbagai pihak agar segera ada kepastian hukum dan solusi konkret semakin menguat demi kelancaran roda pemerintahan di Aceh Besar.

Editor: Akil