Beranda blog Halaman 695

Kodim Aceh Timur Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD kepada Pelajar

0
Kodim Aceh Timur Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD kepada Pelajar. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Babinsa Koramil 19/Indra Makmu Kodim 0104/Aceh Timur, Sertu Sartono, memberikan sosialisasi mengenai rekrutmen Tamtama dan Bintara TNI AD kepada para siswa SMAN 1 Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, pada Sabtu (1/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih luas tentang persyaratan, tahapan seleksi, serta manfaat bergabung dengan TNI AD.

Dalam pemaparannya, Sertu Sartono menegaskan bahwa proses rekrutmen berlangsung secara transparan dan tidak dipungut biaya.

“Kami ingin memberikan motivasi kepada para siswa agar mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental, maupun akademik, jika bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI AD,” ujarnya.

Selain menjelaskan prosedur seleksi, Babinsa juga mengedukasi para siswa tentang kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan seorang prajurit. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai proses seleksi dan kehidupan militer.

Kepala SMAN 1 Indra Makmu yang turut hadir dalam kegiatan ini menyambut baik sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan wawasan berharga bagi siswa yang bercita-cita mengabdikan diri melalui jalur militer.

“Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi siswa yang berminat bergabung dengan TNI AD. Semoga semakin banyak lulusan sekolah kami yang dapat mengabdi kepada bangsa melalui jalur militer,” katanya.

Diharapkan, melalui sosialisasi ini, semakin banyak generasi muda yang siap dan bersemangat untuk menjadi bagian dari TNI AD demi menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Editor: Akil

Atlet Muda T Shahnaz Qori Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Aceh

0
Atlet Muda T Shahnaz Qori Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Prestasi gemilang ditorehkan oleh atlet muda berbakat asal SMP Negeri 1 Meulaboh, T Shahnaz Qori. Ia sukses meraih medali emas dalam ajang Taekwondo Aceh Students Championship 2025 setelah mencatatkan skor tertinggi di kelasnya, yakni 6,65.

Kompetisi yang berlangsung di Gedung Taekwondo, Komplek Pidie Convention Center (PCC), Kabupaten Pidie, itu diikuti oleh ratusan atlet pelajar dari berbagai daerah di Aceh. Persaingan ketat tampak jelas dalam laga tersebut, di mana atlet asal Aceh Besar yang menempati posisi kedua mencatatkan skor 6,5, sementara peringkat ketiga diraih peserta dari Meulaboh TC dengan skor 6,05.

Pelatih Golden Star, Muzanni, menyampaikan rasa syukur atas capaian anak didiknya.

“Alhamdulillah, kita dapat meraih emas pada kelas ini. Ini hasil kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari Shahnaz serta dukungan penuh dari tim pelatih,” ujar Muzanni usai pengumuman pemenang.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh SMAN 3 Unggul Sigli Taekwondo Club ini berlangsung sejak 31 Januari hingga 2 Februari 2025. Ajang ini menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan serta menjunjung tinggi sportivitas dalam olahraga taekwondo.

Dengan pencapaiannya, T Shahnaz Qori diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berprestasi di bidang olahraga dan mengharumkan nama daerah di ajang yang lebih tinggi.

Editor: Akil

Pustaka Keliling, Upaya DPKA Menyulut Semangat Membaca di Aceh

0
Pustaka Keliling, Upaya DPKA Menyulut Semangat Membaca di Aceh. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus menggencarkan berbagai program guna meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satu program unggulan yang rutin digelar adalah Pustaka Keliling, yang menghadirkan koleksi buku langsung ke tengah masyarakat.

“Pustaka Keliling adalah salah satu upaya kami untuk merayu masyarakat agar gemar membaca. Tidak hanya anak-anak, kami menyasar semua batasan usia, karena membaca dan belajar tentu tanpa batas. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, ‘Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat,’” ujar Kepala DPKA, Edi Yandra, Minggu (2/2/2025) pagi.

Edi menyoroti bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia masih berada di peringkat ke-31 dunia. Bahkan di tingkat nasional, Aceh belum masuk dalam lima besar provinsi dengan budaya literasi tinggi. Kondisi ini mendorong DPKA untuk lebih aktif menjangkau masyarakat melalui Pustaka Keliling.

Setiap Minggu pagi, mobil perpustakaan keliling milik DPKA hadir di berbagai lokasi strategis seperti Lapangan Blang Padang, Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala, Stadion Lhong Raya, serta di area Car Free Day. Kehadiran armada ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang semakin antusias mengakses buku-buku yang disediakan.

“Setiap Minggu pagi, petugas kami dengan menggunakan mobil yang telah dimodifikasi rutin menggelar Pustaka Keliling di Lapangan Blang Padang, Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala, dan Stadion Lhong Raya, juga di area Car Free Day. Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup baik,” ungkap Edi.

Namun, keterbatasan armada dan petugas masih menjadi tantangan bagi DPKA untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Oleh karena itu, Edi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Mall Baca Pustaka Wilayah, yang menyediakan koleksi buku lebih lengkap.

“Buku-buku di Mall Baca cukup lengkap. Kami mengajak masyarakat untuk berkunjung ke sana akan lebih bagus jika membawa serta anak-anak. Dengan demikian kita turut mengajarkan anak-anak kita agar gemar membaca, sehingga di masa mendatang, membaca akan menjadi budaya dan kebiasaan anak-anak kita,” kata Edi Yandra.

Selain hadir di titik-titik tetap, Pustaka Keliling juga menjadi bagian dari berbagai acara besar yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti pameran dan kegiatan sosial lainnya. Diharapkan, langkah ini semakin memperluas jangkauan literasi di Aceh dan menumbuhkan budaya membaca di semua kalangan.

“Armada dan petugas kita terbatas, jadi saat ini pustaka keliling juga terbatas. Selain di beberapa titik tadi, pustaka keliling juga selalu kita gelar pada setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, seperti pada pameran-pameran dan sejumlah kegiatan lainnya,” pungkas Edi Yandra.

Dengan program ini, DPKA berharap semangat membaca dapat tumbuh subur di Aceh dan membawa daerah ini lebih maju dalam bidang literasi.

Editor: AKil

Bunda Inklusi Kota Banda Aceh Kunjungi Madrasah Inklusif Pertama di Aceh

0
Bunda Inklusi Kota Banda Aceh Kunjungi Madrasah Inklusif Pertama di Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, Ny. Rosnidar Salman, melakukan kunjungan ke MIN 9 Kota Banda Aceh pada Sabtu (1/2/2025). Ini merupakan kunjungan perdananya setelah dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kota Banda Aceh pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh anggota DWP Kemenag Kota Banda Aceh serta jajaran pengurus Forum Pendidikan Madrasah Inklusif (FPMI) Kota Banda Aceh, termasuk Ketua FPMI Dr. Dahrina, M.S.Ag., M.A., dan Wakil Ketua Mardani, S.Ag., M.Pd.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat komitmen madrasah dalam menerapkan pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan belajar setara bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Selama kunjungan, Bunda Inklusi melihat langsung proses belajar-mengajar di MIN 9, berdialog dengan para guru serta siswa, dan mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan sekolah dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang ramah serta mendukung semua peserta didik.

“Kami sangat bangga dengan MIN 9 yang telah berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Ini adalah contoh nyata bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Rosnidar.

Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka. “Karena pendidikan anak itu tidak akan sukses tanpa adanya peran serta dari orang tua, tanpa keterlibatan orang tua, anak mungkin akan merasa kurang mendapatkan perhatian atau arahan yang mereka butuhkan dalam perjalanan pendidikan mereka. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan anak sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara orang tua, guru, dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kepala MIN 9 Kota Banda Aceh, Syukriani, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Bunda Inklusi. Ia menilai perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk DWP Kemenag dan FPMI, sangat berarti dalam mendorong pengembangan pendidikan inklusif di madrasah tersebut.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama antara madrasah dan berbagai pemangku kepentingan demi memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas. Diharapkan, inisiatif ini dapat menginspirasi madrasah lainnya untuk turut mengembangkan program pendidikan inklusif, sehingga semakin banyak anak yang dapat belajar dengan nyaman sesuai dengan kebutuhan mereka.

Editor: Akil

Imigrasi Banda Aceh Amankan WNA Pakistan yang Langgar Izin Tinggal

0
Imigrasi Banda Aceh Amankan WNA Pakistan yang Langgar Izin Tinggal. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan, Fahsar Abbas (45), diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh karena diduga melanggar aturan keimigrasian. Saat ini, Fahsar ditahan di ruang detensi Imigrasi Banda Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Aceh, Novianto, melalui Kasubsi Teknologi Informasi Keimigrasian, Taufik, Fahsar masuk dan tinggal di Indonesia dengan menggunakan visa online C19. Jenis visa ini diperuntukkan bagi kegiatan purna jual atau layanan terhadap barang atau jasa yang telah dijual. Namun, aktivitas yang dijalankannya tidak sesuai dengan izin yang diberikan.

“Jadi aktivitasnya tidak sesuai, dari visanya dia untuk jual hasil dari suatu perusahaan tapi kegiatannya malah jual kaligrafi. Menurut pengakuan dia, lukisan itu karya adiknya di Palestina,” ujar Taufik, Sabtu (1/2/2025).

Diketahui, Fahsar tiba di Banda Aceh pada 5 Januari 2025 setelah sebelumnya tinggal di Sumatera Utara selama satu bulan. Selama di Banda Aceh, ia menetap di sebuah kamar kos di kawasan Gampong Merduati, Kecamatan Kuta Raja.

Imigrasi menjerat Fahsar dengan Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pasal tersebut mengatur sanksi bagi WNA yang menyalahgunakan izin tinggalnya dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda hingga Rp500 juta.

“Maka dia ditahan dan selanjutnya akan dilakukan proses penegakan hukum (Pro Justicia),” tambah Taufik.

Editor: Akil

Gajah Sumatra yang Sempat Dirawat Ditemukan Mati di Aceh Timur

0

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis) yang sebelumnya mendapat perawatan akibat sakit ditemukan mati di Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan bahwa gajah betina berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat (31/1) sekitar pukul 17.40 WIB.

“Bangkai gajah tersebut sudah dikuburkan. Sebelum dikuburkan, tim medis melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengambil beberapa sampel organ dalam guna uji laboratorium,” ujar Ujang Wisnu Barata, Sabtu (1/2).

Sebelumnya, gajah itu ditemukan dalam kondisi sakit di kebun warga di Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmur, pada Rabu (22/1). Saat ditemukan, kondisi mulut dan lidahnya mengalami infeksi serta bernanah. Tim BKSDA menduga, gangguan kesehatan tersebut berpotensi disebabkan oleh kerusakan pada sistem pencernaan.

“Hasil diagnosa sementara saat itu, bagian kelamin gajah mengalami pendarahan diduga akibat mengonsumsi makanan mengandung racun atau sejenisnya yang berdampak terhadap kerusakan pencernaan bagian dalam,” jelas Ujang Wisnu Barata.

Tim medis BKSDA sempat memberikan infus, antibiotik, serta vitamin guna membantu pemulihan. Sampel darah dan feses juga diambil untuk keperluan uji laboratorium. Namun, meski telah menerima perawatan lanjutan, kondisi gajah tersebut tak menunjukkan banyak kemajuan.

“Saat penanganan awal, gajah tersebut mengeluarkan urine dan feses hitam dan berbau busuk. Dan ini mengindikasikan metabolisme pencernaan mulai bereaksi. Tim medis mengambil sampel darah kedua untuk dilakukan uji laboratorium,” tambahnya.

Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, gajah tersebut sempat menunjukkan perbaikan kondisi dan bergerak menuju kawasan hutan, diduga untuk kembali ke kelompoknya. Namun, tiga hari setelah pengobatan terakhir, kondisinya kembali menurun hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas dan tak dapat diselamatkan.

Kasus kematian gajah sumatra ini menambah daftar panjang ancaman terhadap satwa dilindungi di Aceh. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab pasti kematian satwa langka tersebut.

Editor: Akil

Mengenal Teuku Muhammad Hasan: Putra Aceh yang Menjadi Gubernur Pertama Sumatera

0
Teuku Muhammad Hasan. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Teuku Muhammad Hasan merupakan sosok penting dalam sejarah Indonesia, terutama di wilayah Sumatera. Ia diangkat sebagai Gubernur Sumatera I pada 22 Agustus 1945, tak lama setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Saat itu, Medan ditetapkan sebagai ibu kota provinsi yang ia pimpin.

Dikutip Nukilan.id dari beberapa sumber, Teuku Muhammad Hasan lahir pada 4 April 1906 di Sigli, Aceh, Teuku Muhammad Hasan memiliki nama kecil Teuku Sarong. Ayahnya, Teuku Bintara Pineung Ibrahim, merupakan seorang Ulee Balang di Pidie, sementara ibunya bernama Tjut Manyak. Sejak kecil, ia telah menunjukkan ketertarikan pada dunia pendidikan dan kebangsaan.

Peran dalam Pemerintah Darurat Republik Indonesia

Ketika Agresi Militer Belanda II terjadi, ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Situasi ini membuat Belanda berulang kali menyiarkan kabar bahwa Republik Indonesia telah bubar, terutama setelah tokoh-tokoh utama seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Syahrir ditangkap.

Menyikapi kondisi ini, pada 19 Desember 1948, Mr. Syafruddin Prawiranegara bersama Kolonel Hidayat mengunjungi Teuku Muhammad Hasan di kediamannya di Bukittinggi. Mereka segera menggelar perundingan dan memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut menuju Halaban, sebuah perkebunan teh yang berjarak 15 km dari Payakumbuh.

Di sana, sejumlah tokoh berkumpul dan pada 22 Desember 1948, mereka sepakat membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Dalam susunan pemerintahan darurat ini, Syafruddin Prawiranegara ditunjuk sebagai Ketua PDRI, sementara Teuku Muhammad Hasan menjabat sebagai Wakil Ketua sekaligus Menteri Pertahanan, Menteri Penerangan, dan Menteri Luar Negeri ad interim.

Pendidikan dan Kiprah di Bidang Akademik

Teuku Muhammad Hasan mengawali pendidikannya di Sekolah Rakyat (Volksschool) di Lampoeh Saka pada 1914–1917. Kemudian, ia melanjutkan ke Europeesch Lagere School (ELS) pada 1924 dan meneruskan ke Koningen Wilhelmina School (KWS) di Batavia.

Setelah menamatkan pendidikan hukumnya di Rechtschoogeschool, ia memutuskan melanjutkan studi ke Leiden University di Belanda. Selama di negeri kincir angin, Hasan bergabung dengan Perhimpunan Indonesia, sebuah organisasi yang dipelopori oleh Mohammad Hatta dan kawan-kawan. Ia aktif dalam berbagai kegiatan politik dan akhirnya meraih gelar Meester in de Rechten (Master of Laws) pada 1933.

Kembali ke Tanah Air dan Dedikasi di Dunia Pendidikan

Sekembalinya ke Indonesia pada 1933, ia mengalami pemeriksaan ketat di Pelabuhan Ulee Lheue, Kutaraja, karena dicurigai membawa buku-buku yang berisi paham pergerakan nasionalis. Meski demikian, ia tetap berkomitmen untuk membangun pendidikan di Aceh. Pada 11 Juli 1937, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja, yang kemudian berkembang dengan membuka empat sekolah: Taman Anak, Taman Muda, Taman Antara, dan Taman Dewasa.

Dengan pengalaman yang luas di bidang pendidikan, Hasan kemudian hijrah ke Batavia dan bekerja di Departemen Pendidikan serta kantor Voor Bestuurshervarming Buitengewesten. Pada 1938, ia kembali ke Medan untuk bekerja di kantor Gubernur Sumatera hingga 1942.

Selain sebagai seorang birokrat, Teuku Muhammad Hasan juga dikenal sebagai tokoh Aceh yang memiliki kesadaran nasionalisme tinggi. Keaktifannya dalam pergerakan nasional membawanya menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945, yang diketuai oleh Ir. Soekarno.

Penghargaan dan Warisan Sejarah

Atas jasa-jasanya, pada tahun 1990 Universitas Sumatera Utara menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada Teuku Muhammad Hasan. Kemudian, melalui Keputusan Presiden Nomor 085/TK/Tahun 2006 tertanggal 3 November 2006, ia resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya, namanya diabadikan menjadi salah satu jalan utama di Banda Aceh, yakni Jalan Mr. Teuku Muhammad Hasan. Warisannya dalam dunia pendidikan dan perjuangan kemerdekaan tetap dikenang hingga kini, menjadikannya salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Aceh dan Indonesia. (XRQ)

Reporter: Akil

Bendung Karet Krueng Aceh, Tempat Nongkrong Baru yang Asyik di Pinggiran Kota

0
Bendung Karet Krueng Aceh, Tempat Nongkrong Baru yang Asyik di Pinggiran Kota. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Warga Banda Aceh dan sekitarnya kini memiliki alternatif baru untuk bersantai di sore hari. Bendung Karet Krueng Aceh, yang terletak di Gampong Urong Peujeura, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, mulai menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menikmati waktu luang.

Bendung yang berfungsi sebagai pengendali aliran sungai ini kini menarik perhatian sebagai lokasi rekreasi. Keindahan panorama sungai yang mengalir tenang, dipadukan dengan taman yang asri, menjadikannya tempat yang cocok untuk sekadar duduk santai, menikmati angin sepoi-sepoi, atau berbincang dengan teman.

“Setiap sore saya sering ke sini untuk menikmati suasana. Tempatnya enak buat duduk-duduk, apalagi kalau sambil menikmati kopi,” kata Rahmad, salah seorang pengunjung saat ditemui Nukilan.id pada Sabtu (1/2/2025).

Menurut warga setempat, Bendung Karet mulai ramai dikunjungi sejak seminggu terakhir. Selain menawarkan pemandangan yang menenangkan, lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Banda Aceh juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Sebelumnya kan lagi direhabilitasi, dan baru beberapa hari dibuka untuk umum, jadi orang-orang mungkin beru tahu tempat ini, tapi sekarang banyak yang datang untuk nongkrong atau sekadar menikmati sore,” ujar Fadli, warga Ingin Jaya.

Meski belum memiliki fasilitas pendukung seperti kafe atau tempat duduk yang memadai, pengunjung tetap menikmati suasana yang ada. Beberapa dari mereka bahkan membawa bekal sendiri untuk berpiknik ringan di sekitar taman.

Bagi yang mencari tempat untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, Bendung Karet Krueng Aceh bisa menjadi pilihan. Namun, pengunjung diimbau untuk menjaga kebersihan agar keindahan tempat ini tetap terjaga. (XRQ)

Reporter: Akil

CEO Nvidia Bertemu Trump di Tengah Gejolak Industri AI

0
CEO Nvidia, Jensen Huang. (Foto: AP Photo)

NUKILAN.id | Jakarta – CEO Nvidia, Jensen Huang, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (31/1/2025) di tengah tekanan besar yang dialami perusahaannya. Pertemuan tersebut terjadi setelah Nvidia mengalami minggu yang sulit di pasar saham, menyusul persaingan ketat dengan China serta ancaman kebijakan tarif impor semikonduktor yang digaungkan Trump.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan rencana untuk mengenakan tarif pada chip komputer yang diimpor ke AS. Kebijakan ini menjadi pukulan bagi Nvidia, yang mengandalkan pasokan komponen dari luar negeri, terutama Taiwan.

“Tadi pertemuan yang bagus, tapi pada akhirnya kami akan tetap mengenakan tarif pada chip,” ujar Trump usai pertemuan dengan Huang.

Di sisi lain, Nvidia juga menghadapi tekanan dari pembatasan ekspor AS terhadap produk chip mereka ke China. Pemerintah Washington semakin memperketat aturan ekspor untuk membendung kemajuan teknologi pesaing dari Asia, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini mendapat sorotan setelah perusahaan China, DeepSeek, berhasil meluncurkan model AI terbarunya tanpa menggunakan chip H100 dari Nvidia yang terkena blokir ekspor. Keberhasilan DeepSeek ini mengguncang pasar dan memicu aksi jual besar-besaran pada saham Nvidia, yang menghapus nilai pasar hampir US$600 miliar dalam sehari – salah satu kejatuhan terbesar dalam sejarah Wall Street.

Merespons pertemuan tersebut, pihak Nvidia menyatakan bahwa diskusi dengan Trump membahas industri semikonduktor dan kebijakan terkait AI.

“Kami menghargai kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Trump dan membahas semikonduktor dan kebijakan AI,” ujar juru bicara Nvidia. “Jensen dan presiden membahas pentingnya memperkuat teknologi AS dan kepemimpinan AI.”

Sementara itu, kehadiran Huang dalam pertemuan ini menjadi sorotan lantaran ia tidak hadir dalam pelantikan Trump pada 20 Januari lalu. Berbeda dengan Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, dan Elon Musk—para pengusaha teknologi yang menjadi donor utama Trump—Huang tidak mendapat tempat utama dalam upacara tersebut.

Pemerintahan Trump kini tengah menjajaki kemungkinan memperluas pembatasan ekspor chip Nvidia, terutama pada produk kelas bawah, seiring dengan pesatnya perkembangan AI di China.

Gejolak ini semakin menunjukkan ketatnya persaingan antara AS dan China dalam penguasaan teknologi AI. Kebijakan tarif dan pembatasan ekspor yang diterapkan Washington bisa mengubah lanskap industri semikonduktor global, dengan Nvidia sebagai salah satu pemain yang terdampak langsung.

Editor: Akil

Pusat Riset USK Dorong Pembentukan Lembaga Ekraf di Aceh

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala (USK) mengusulkan agar Pemerintah Aceh membentuk lembaga khusus ekonomi kreatif guna memetakan dan mengembangkan potensi lokal di sektor ini.

Ketua Pusat Riset Kita Kreatif USK, Meldi Kesuma, menilai bahwa ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, hingga kini, sektor tersebut masih belum memiliki wadah kelembagaan yang kuat di Aceh karena hanya menjadi bagian dari dinas pariwisata.

“Artinya lembaga ini nanti yang akan berpikir bagaimana mengembangkan potensi daerah Aceh, terutama dari sektor ekonomi kreatif. Dan ini bisa memicu pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Meldi di Banda Aceh, Sabtu (1/2/2025).

Meldi menekankan bahwa pembentukan lembaga ekonomi kreatif akan lebih efektif dibandingkan membentuk dinas baru. Proses pembentukan dinas memerlukan revisi struktur organisasi tata kelola (SOTK) dan persetujuan DPRD, yang bisa memakan waktu cukup lama.

“Memang sebaiknya pemerintah membentuk satu lembaga ekonomi kreatif seperti di tingkat nasional. Bahkan, di pusat sudah ada kementerian khusus. Artinya, perlu ada dinas ekonomi kreatif atau minimal lembaga yang fokus dalam pengembangannya,” tambahnya.

Menurutnya, langkah paling cepat yang bisa diambil saat ini adalah membentuk lembaga khusus yang dapat langsung bekerja dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang ada di Aceh.

Meldi juga menyoroti bahwa Aceh memiliki keunikan tersendiri dalam sektor ekonomi kreatif, baik dari segi kuliner, fashion, seni, maupun kerajinan tangan.

“Misalnya di Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, hingga Sabang, semua memiliki potensi ekonomi kreatif yang berbeda dan beragam,” jelasnya.

Keberadaan lembaga ini, lanjutnya, akan membantu pemerintah menggali potensi lokal secara lebih maksimal dan terarah.

“Dengan adanya lembaga yang lebih kuat, pengembangan UMKM, inovasi produk, dan potensi ekonomi kreatif di Aceh bisa lebih terarah dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah,” tutup Meldi.

Editor: Akil