Beranda blog Halaman 694

BMKG Aceh Peringatkan Potensi Banjir Bandang di Kawasan Gunung Leuser

0
Ilustrasi Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. (Foto: MetroTvNews.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir bandang di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) akibat hujan lebat yang diperkirakan terjadi hingga 5 Februari 2025.

Prakirawan BMKG Aceh, Amat Komi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor meteorologi, termasuk belokan angin, konvergensi, serta anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat, utara, dan timur Aceh.

“Beberapa kondisi tersebut dapat berpotensi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh yang berpotensi banjir bandang, terutama di wilayah TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) dan sekitar,” ujar Amat Komi, Senin (3/2/2025).

BMKG memprediksi bahwa pada periode 3-5 Februari, wilayah barat Aceh akan mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Pada Senin (3/2), hujan lebat diperkirakan melanda Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Subulussalam. Sementara itu, pada Selasa (4/2), wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Nagan Raya, dan Subulussalam.

Kemudian, pada Rabu (5/2), hujan deras diprediksi melanda lebih banyak daerah, termasuk Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Subulussalam.

Amat Komi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar lereng dan daerah aliran sungai.

“Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik-rintik di daerah pegunungan, maka masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai,” ucapnya.

BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang guna menghindari risiko akibat cuaca ekstrem.

Editor: Akil

3 Februari: Hari Membaca Nyaring Sedunia

0
Ilustrasi membaca buku (Foto: TimeImage via Canva Pro)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setiap tanggal 3 Februari, dunia memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia atau World Read Aloud Day (WRAD). Peringatan ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca nyaring dan berbagi cerita, serta mengadvokasi literasi sebagai hak asasi manusia.

Metode paling efektif dalam mengembangkan literasi anak adalah dengan membacakan cerita kepada mereka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa membaca nyaring memiliki banyak manfaat bagi anak dan keluarga. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, membaca nyaring juga memberikan pelarian emosional dalam cerita, terutama ketika seseorang dibacakan buku.

Dengan membacakan buku kepada anak setiap hari selama beberapa menit, mereka lebih mampu mengatur emosi dan mengekspresikan diri dengan lebih baik. Orang tua yang membacakan cerita untuk anak-anak mereka juga diketahui memiliki ikatan yang lebih kuat dengan buah hati mereka.

Sejarah dan Manfaat Membaca Nyaring

Dikutip Nukilan.id dari Merdeka.com, Hari Membaca Nyaring Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2010 oleh LitWorld, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada penguatan literasi global. Organisasi ini menegaskan bahwa membaca merupakan hak asasi manusia yang fundamental.

“Hari Baca Sedunia tahunan LitWorld telah menjadi gerakan yang melibatkan ratusan juta orang di seluruh dunia dalam memperjuangkan literasi sebagai hak asasi manusia yang mendasar,” kata Dorothy Lee, Direktur Eksekutif LitWorld. “Ketika komunitas memiliki akses ke alat literasi yang kuat, setiap aspek kehidupan meningkat.”

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa membaca nyaring dapat meningkatkan harga diri anak-anak, membantu mereka mengelola kecemasan, meningkatkan daya ingat, serta memperluas wawasan. Membaca nyaring juga berkontribusi terhadap pengembangan otak yang sehat, yang penting untuk keberhasilan akademik dan kehidupan di masa depan.

Selain itu, anak-anak yang terbiasa mendengar cerita nyaring lebih mampu memahami perbedaan budaya, memiliki tingkat empati yang lebih tinggi, serta mengembangkan daya imajinasi yang lebih kuat. Dalam dunia pendidikan, siswa yang sering membaca dengan lantang di kelas cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes pemahaman.

Dalam survei yang dilakukan oleh Skolastik, sebanyak 98 persen guru menyatakan bahwa membaca nyaring di kelas membantu siswa lebih terlibat dalam diskusi yang bermakna.

Cara Merayakan Hari Membaca Nyaring Sedunia

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia. Salah satu yang paling sederhana adalah membaca buku dengan lantang, baik secara individu maupun bersama teman dan keluarga.

Anda juga bisa membentuk klub baca dan berbagi puisi atau kutipan favorit secara bergantian. Bagi para guru, perayaan ini dapat dilakukan di kelas dengan meminta siswa membaca teks secara bergiliran atau membahas isi bacaan dalam diskusi kelompok.

Membaca nyaring juga dapat membantu seseorang membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta memperkaya pemahaman terhadap isi bacaan. Selain itu, kebiasaan ini tidak hanya perlu dilakukan pada momen peringatan semata. Setiap hari bisa menjadi kesempatan untuk membuka buku dan mulai membaca nyaring.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi, peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk membiasakan diri membaca dan berbagi cerita dengan suara lantang. Hal ini bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam membangun generasi yang lebih literat dan kritis. (XRQ)

Reporter: Akil

PT Sri Kuala Salurkan Bantuan CSR untuk Dua Kampung di Kecamatan Sekerak

0
PT Sri Kuala Salurkan Bantuan CSR untuk Dua Kampung di Kecamatan Sekerak. (Foto: Haba Teras)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – PT Sri Kuala menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada dua kampung di Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang. Bantuan tersebut berupa sarana olahraga serta alat dan lampu penerangan jalan untuk masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Estate Manager PT Sri Kuala, Pardomuan Manurung, yang didampingi oleh Supporting Legal, Regulatory and Land Management, Budi H, serta Asisten Divisi, Jamaludin. Bantuan sarana olahraga senilai Rp 25 juta diberikan kepada Kampung Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, dan diterima langsung oleh Datok Penghulu Kampung Pantai Tinjau, Evi Ananda, serta Kepala Dusun, Sugianto.

Sementara itu, untuk Kampung Sekerak Kanan, PT Sri Kuala menyerahkan bantuan berupa alat dan lampu penerangan jalan dengan nilai Rp 6,1 juta. Bantuan ini diserahkan oleh Supporting Legal, Regulatory and Land Management PT Sri Kuala kepada Datok Penghulu Kampung Sekerak Kanan, Adenan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang harus merasakan keuntungan hidup berdampingan dengan PT Sri Kuala,” ujar Budi H.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa pemberian bantuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara PT Sri Kuala dengan masyarakat sekitar.

“Kami berharap hubungan ini dapat terus ditingkatkan sehingga silaturahmi antara PT Sri Kuala dan masyarakat Aceh Tamiang bisa terjalin secara berkelanjutan,” tambahnya.

Datok Penghulu Kampung Pantai Tinjau, Evi Ananda, menyampaikan apresiasinya kepada PT Sri Kuala atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada bapak pimpinan perusahaan PT Sri Kuala yang telah menyalurkan program CSR-nya ke Kampung Pantai Tinjau dan kampung lainnya di Kecamatan Sekerak,” ujarnya.

Bantuan CSR ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan sarana olahraga dan penerangan jalan, guna meningkatkan kesejahteraan serta kenyamanan warga di dua kampung tersebut.

Editor: Akil

BSI Aceh Hadirkan 41 Cabang Weekend Banking Sepanjang Februari 2025

0
Gedung Landmark BSI Aceh. (Foto: Humas BSI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menghadirkan layanan weekend banking di 41 kantor cabang di Aceh sepanjang Februari 2025. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan bagi nasabah yang membutuhkan layanan perbankan di akhir pekan.

Regional CEO BSI Aceh, Wachjono, menyatakan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen BSI dalam mengoptimalkan pelayanan kepada nasabah. Dengan adanya weekend banking, nasabah tetap dapat melakukan transaksi di teller maupun customer service, sehingga kebutuhan perbankan tetap bisa terpenuhi meskipun di luar hari kerja.

“BSI memahami bahwa kebutuhan nasabah untuk bertransaksi tidak terbatas pada hari kerja saja. Oleh karena itu, layanan weekend banking kami hadir agar nasabah tetap dapat mengakses layanan perbankan kapan pun mereka butuhkan,” ujar Wachjono, Sabtu (1/2/2025).

Selain layanan di kantor cabang, BSI terus memperluas jangkauan pelayanan dengan menghadirkan lebih dari 17 ribu BSI Agen. Melalui layanan ini, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi seperti setor dan tarik tunai, pembayaran listrik dan air, hingga pembelian pulsa.

Kemudahan lain juga ditawarkan melalui lebih dari 900 ATM BSI yang tersebar di seluruh Aceh. Nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, pembayaran tagihan bulanan, hingga transfer antarbank. Selain itu, transaksi juga dapat dilakukan di berbagai outlet ritel seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi.

Untuk mendukung optimalisasi layanan, BSI Aceh mengimbau nasabah agar memanfaatkan berbagai kanal digital yang tersedia, termasuk mobile banking BYOND, ATM, BSI Agen, QRIS BSI, BSI Net, dan call center BSI Call 14040.

Dalam kesempatan yang sama, Wachjono juga mengingatkan nasabah untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan bank, terutama terkait informasi palsu mengenai perubahan tarif antarbank yang kerap disebarkan melalui pesan WhatsApp.

“Kami mengimbau nasabah untuk rutin mengecek saldo, mencetak rekening koran, serta mengganti kata sandi secara berkala demi keamanan transaksi perbankan nasabah,” tutup Wachjono.

Editor: Akil

Lima Dosen ASN Aceh Berangkat ke Jakarta, Tuntut Kejelasan Pembayaran Tukin

0
Ilustrasi demo, demonstrasi.(Foto: SHUTTERSTOCK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lima dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perguruan tinggi negeri di Aceh bertolak ke Jakarta pada Minggu (2/2/2025). Mereka akan bergabung dengan Aliansi Dosen ASN Kemendikti Sainteks (Adaksi) dalam aksi demonstrasi di depan Istana Negara pada 5 Februari 2025.

Koordinator Adaksi Provinsi Aceh, Hamdani, menyebut keberangkatan mereka mendapat dukungan penuh dari seluruh dosen ASN di Aceh. Mereka menuntut kejelasan pembayaran tunjangan kinerja (Tukin) yang belum diterima sejak 2020.

“Sampai saat ini, penjelasan Kemendikti Sainteks sendiri dalam sosialisasi disebutkan, uang tukin Rp 2,5 triliun yang disebut-sebut di media itu tidak ada. Tidak jelas bentuknya. Itu pernyataan kementerian sendiri,” ujar Hamdani.

Hamdani menegaskan bahwa seluruh dosen ASN di perguruan tinggi Indonesia seharusnya menerima tunjangan tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kalau kementerian lain bisa, kenapa kami tidak bisa? Kenapa kami diskriminatif? Ini harus diperjelas,” katanya.

Ia juga menyoroti kurangnya langkah konkret dari kementerian untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kami harap Presiden bisa menerima perwakilan dosen dan mendengar langsung kondisi riil dari para dosen,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa tunjangan kinerja dosen ASN di bawah Kemendikti Sainteks belum dibayarkan sejak 2020. Sementara itu, dosen ASN di kementerian lain telah menerima tunjangan tersebut selama 12 tahun terakhir.

Para dosen yang berangkat ke Jakarta menyatakan bahwa mereka mewakili diri mereka sendiri dan mengumpulkan dana secara mandiri untuk perjalanan tersebut.

Editor: Akil

Dua Sekolah Kedinasan di Aceh dan Pilihan Jurusannya

0
Ilustrasi sekolah kedinasan di Aceh. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sekolah kedinasan di Aceh bisa menjadi pilihan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan dengan prospek kerja yang lebih jelas. Sekolah-sekolah ini umumnya berada di bawah naungan institusi pemerintahan dan memiliki sistem seleksi yang ketat.

Mengutip Panduan Lengkap Masuk Sekolah Kedinasan (2013: 2), sekolah kedinasan merupakan “pendidikan profesi yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai negeri dan calon pegawai negeri.”

Di Aceh, terdapat beberapa sekolah kedinasan yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa. Berikut dua di antaranya beserta program studinya:

1. Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh

Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh (Poltekpel Malahayati) berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Mengutip situs resminya, poltekpelaceh.ac.id, kampus ini berlokasi di Jl. Laksamana Malahayati, Kabupaten Aceh Besar.

Poltekpel Malahayati didirikan pada 2010 dan menawarkan beberapa program studi bagi calon taruna dan taruni, yaitu D3 Nautika, D3 Permesinan Kapal, dan D3 Sistem Kelistrikan Kapal.

Untuk bisa diterima di kampus ini, calon mahasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti berstatus WNI, berusia maksimal 23 tahun, memiliki tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita, belum menikah, serta memiliki fisik yang sehat.

2. Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Aceh merupakan lembaga pendidikan formal di bawah Kementerian Kesehatan RI. Kampus ini berdiri sejak 12 November 2001 dan memiliki tujuh jurusan, yakni Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Gigi, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, serta Teknologi Laboratorium Medis.

Seperti sekolah kedinasan lainnya, Poltekkes Aceh juga menerapkan persyaratan ketat dalam seleksi mahasiswa baru. Beberapa ketentuannya meliputi berstatus WNI, berbadan sehat, tidak buta warna, serta berusia maksimal 25 tahun.

Dengan keunggulan masing-masing, kedua sekolah kedinasan ini dapat menjadi pilihan bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan di lembaga yang menjamin prospek karier yang lebih baik.

Editor: Akil

Ribuan Tamu Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Gubernur Aceh Terpilih Muzakir Manaf

0
Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem) menikahkan putri sulungnya Zaslyana Muzakir Manaf yang akrab disapa Yana di Kuala Lumpur pada Sabtu 1 Februari 2025. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Kuala Lumpur – Ribuan tamu menghadiri resepsi pernikahan putri sulung Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (1/2/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi besar bagi tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, baik dari Indonesia maupun Malaysia.

Putri sulung Mualem, Zaslyana Muzakir Manaf (Yana), resmi menikah dengan Khairy Al-Fiqry Bakhtiar dalam prosesi yang digelar di dua lokasi berbeda. Akad nikah berlangsung di Hotel Grand Hyatt pada pukul 11.00-13.00 waktu Kuala Lumpur, sementara resepsi diselenggarakan di Hotel Tamu pada pukul 18.30-23.30 waktu setempat.

Lebih dari 3.000 tamu hadir dalam perhelatan ini, termasuk Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Wakil Kepala Badan Haji RI Daniel Simanjuntak, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Dari kalangan pejabat daerah, tampak Pj Gubernur Aceh Syafrizal serta Wakil Gubernur Aceh terpilih, Fadhlullah, yang merupakan pasangan Mualem dalam pemilihan gubernur. Tokoh Sumatera Utara, Musa Rajheksyah (Ijek), juga turut hadir.

Di antara para tamu, hadir pula sejumlah tokoh nasional, seperti Indra Bakrie—adik kandung Aburizal Bakrie—dan pengusaha senior Oesman Sapta Odang. Mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Abdurrahman Al Khayyath, juga turut serta dalam acara ini.

Keberadaan pimpinan partai koalisi dan anggota DPR Aceh dari partai pendukung Mualem-Dek Fadh menambah semarak acara tersebut. Kehadiran mereka mencerminkan solidaritas politik dan dukungan terhadap kepemimpinan Mualem ke depan.

Sebagai bentuk penghormatan, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirimkan buket bunga yang tiba tepat saat prosesi pernikahan dan resepsi berlangsung. Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Jaya, serta Kepala Sekretariat Presiden RI Mayjen Ariyo Windutomo.

Mualem menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua tamu yang hadir, baik dari Aceh, Medan, maupun Jakarta, serta kepada masyarakat Aceh yang kini bermukim di Malaysia.

“Tentu saya mengapresiasi para panitia yang telah berbulan-bulan bekerja untuk berlangsungnya acara resepsi pernikahan putri saya. Melihat putri saya bahagia, saya turut bahagia,” ungkapnya.

Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras panitia yang dipimpin oleh Abdul Jalil (Abdoeh), yang telah ditunjuk Mualem sejak tahun lalu. Dalam pelaksanaan tugasnya, Abdoeh dibantu oleh staf khusus Mualem, Dr. Nurlis Effendi.

“Kami melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan arahan Mualem, kami berterima kasih diberi kepercayaan seperti ini,” ujar Abdoeh, yang juga merupakan Ketua Yayasan As-Sumatrani.

Di bagian lain, Saiful Bahri atau yang dikenal sebagai Pon Yaya bertanggung jawab mengkoordinasikan resepsi di Hotel Tamu. Ia bekerja bersama 48 personel panitia, termasuk tokoh-tokoh dari Aceh Utara seperti Ayah Wa (Bupati Aceh Utara terpilih), M Jhony (Ketua DPW PA Aceh Utara), serta panitia asal Kuala Lumpur seperti Sayed Razali, Keuchik Lan, dan Saanuddin.

Pon Yaya menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan tim dalam menggelar acara ini.

“Di sini kami berada dan bekerja untuk kesuksesan dan kebahagiaan Panglima Mualem, pemimpin kami dari sejak dahulu,” ujarnya, yang saat ini juga menjabat sebagai anggota DPR Aceh.

Resepsi pernikahan ini tidak hanya menjadi momen bahagia bagi keluarga besar Mualem, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi tokoh-tokoh dari berbagai kalangan yang hadir. Dengan kehadiran ribuan tamu, acara ini mencerminkan eratnya hubungan sosial dan politik yang telah terjalin selama ini.

Editor: Akil

Fenomena Brain Rot Semakin Masif, Psikolog Berikan Tips Pencegahan

0
Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena brain rot semakin banyak dibicarakan di era digital saat ini. Istilah ini merujuk pada dampak buruk yang ditimbulkan akibat terlalu banyak mengonsumsi konten berkualitas rendah, terutama di media sosial.

Penggunaannya meningkat pesat hingga 230% dari tahun 2023 ke 2024. Brain rot menggambarkan penurunan kemampuan berpikir kritis dan kreatif akibat kebiasaan mengonsumsi informasi yang tidak menantang atau bernilai rendah.

Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza, membagikan beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko brain rot di tengah pesatnya perkembangan media sosial saat ini. Sheila menjelaskan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dari fenomena ini.

“Pertama, batasi penggunaan media sosial, kita bisa mengisi hari dengan kegiatan yang produktif positif,” ungkapnya kepada Nukilan.id, Minggu (2/2/2025).

Dengan mengurangi ketergantungan pada media sosial, seseorang dapat lebih fokus pada kegiatan yang lebih bermanfaat dan menantang bagi pikiran, seperti membaca buku, belajar keterampilan baru, atau berolahraga. Selain itu, lebih banyak meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan orang lain di dunia nyata juga sangat disarankan.

“Selain itu kita juga bisa melebihkan waktu untuk interaksi sosial dengan orang didunia nyata,” tambahnya.

Koneksi langsung dengan sesama dapat merangsang pertumbuhan intelektual, memberikan perspektif baru, dan mendorong diskusi yang lebih bermakna dibandingkan hanya berinteraksi melalui layar.

Tak hanya itu, Tengku Sheila juga menekankan pentingnya edukasi terkait dampak yang dapat timbul dari terlalu banyak mengonsumsi konten berkualitas rendah.

“Edukasi terkait dampak atau resiko jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten receh,” tutupnya.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko tersebut, diharapkan individu akan lebih sadar akan pentingnya memilih konten yang lebih bermutu. Dengan adanya batasan yang sehat dan edukasi yang tepat, seseorang akan lebih produktif, mengurangi kecenderungan untuk terjebak dalam brain rot, dan pada akhirnya, memiliki citra diri yang lebih positif dan sehat. (XRQ)

Reporter: Akil

Psikolog: Orang dengan Banyak Waktu Luang Lebih Rentan Alami Brain Rot

0
Ilustrasi Seseorang yang Mengalami Brain Rot (Foto: Retizen)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena brain rot atau penurunan kualitas berpikir akibat konsumsi konten digital secara berlebihan semakin mendapat perhatian di era media sosial. Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza, menjelaskan bahwa beberapa faktor dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami kondisi ini. Salah satunya adalah waktu luang yang banyak, yang dapat meningkatkan kerentanannya terhadap brain rot.

“Orang-orang yang banyak waktu luang dan tidak ada kegiatan rutin memungkinkan seseorang untuk lebih banyak menghabiskan waktu melihat-lihat konten di media sosial,” kata Sheila kepada Nukilan.id, Minggu (2/2/2025).

Menurutnya, kebiasaan menghabiskan waktu tanpa tujuan di media sosial bisa berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mulai mengalami efek brain rot, di antaranya adalah kesulitan untuk melepaskan diri dari gadget.

“Mereka kesulitan untuk berhenti menggunakan gadget dan mudah kehilangan fokus. Lalu hidup mereka terasa tanpa tujuan atau skala prioritas. Kemudian, mereka cenderung menarik diri dan menjadi lebih pasif,” jelas Sheila.

Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang tidak terkendali bisa mengganggu produktivitas dan keseimbangan hidup. Oleh karena itu, Sheila menyarankan agar masyarakat lebih sadar dalam mengatur waktu serta membangun kebiasaan yang lebih sehat dalam mengonsumsi media digital. (XRQ)

Reporter: Akil

Fenomena “Brain Rot” dan Dampaknya pada Kemampuan Berpikir Kritis

0
Ilustrasi Brain Rot. (Foto: Jelajahjawa)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah brain rot semakin sering digunakan untuk menggambarkan dampak negatif dari konsumsi berlebihan terhadap konten berkualitas rendah, terutama di media sosial.

Data menunjukkan bahwa penggunaan istilah ini meningkat hingga 230% dari tahun 2023 ke 2024, menandakan tingginya kekhawatiran terhadap fenomena tersebut.

Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza juga menyoroti dampak jangka panjang dari kebiasaan mengonsumsi konten berkualitas rendah secara berlebihan. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan seseorang kehilangan banyak waktu untuk aktivitas yang lebih produktif.

“Kebiasaan mengonsumsi konten berkualitas rendah secara berlebihan akan menghabiskan waktu untuk kegiatan yang kurang produktif, sehingga pada akhirnya akan bingung menentukan skala prioritas dalam hidup,” ungkapnya kepada Nukilan.id pada Minggu (2/2/2025)

Selain itu, ia menjelaskan bahwa brain rot dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari.

“Otak terbiasa akan menerima informasi dalam durasi singkat sehingga fokus kita akan menjadi pendek, sehingga kita akan sulit fokus dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan juga berpotensi mengurangi interaksi sosial secara langsung, yang berakibat pada kecenderungan menerima informasi secara pasif.

“Penggunaan media sosial yang lama akan membatasi kita berinteraksi dengan orang lain sehingga kita akan cenderung menerima informasi secara pasif dan tidak mengasah kita dalam menimbulkan ide-ide dan berpikir kritis,” tambahnya.

Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi, serta menyeimbangkan aktivitas digital dengan interaksi dan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. (XRQ)

Reporter: Akil