Beranda blog Halaman 686

Pemkab Aceh Barat Dukung Keberlanjutan Program Udara Bersih Indonesia

0
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendukung penuh keberlanjutan program Udara Bersih Indonesia (UBI) yang dijalankan Yayasan Field Indonesia. Program ini dinilai berkontribusi besar dalam mengurangi polusi dan meningkatkan praktik pertanian ramah lingkungan di daerah tersebut.

“Pemerintah daerah berharap program Udara Bersih Indonesia di Aceh Barat dapat kembali berlanjut tahun 2025 ini, karena salah satu programnya mengurangi polusi di Indonesia khususnya di Kabupaten Aceh Barat,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Safrizal, Sabtu (8/2/2025).

Sejak dimulai pada 2021, program UBI telah memberikan dampak positif bagi petani, terutama dalam hal pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah metode pengolahan tanah tanpa pembakaran, yang efektif dalam menekan polusi udara serta menjaga kesuburan tanah.

Safrizal menambahkan, program ini juga mendorong petani untuk beralih ke metode pertanian sehat tanpa penggunaan pupuk kimia.

“Harapannya kita berharap program ini dapat terus berjalan,” ujarnya.

Fasilitator Field Indonesia Wilayah Aceh, Marzuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai pelatihan guna membantu petani menerapkan teknik bertani yang lebih ramah lingkungan. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah metode mulsa tanpa olah tanah serta teknik Hugelkultur, yakni pembuatan bedengan kayu yang tidak hanya memudahkan budidaya tanaman, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah secara alami.

Selain itu, program ini juga mengajarkan pembuatan pupuk organik dari bahan-bahan alami, seperti ceker ayam untuk pupuk padat, cangkang telur untuk pupuk kalsium, serta pupuk cair organik yang dapat dibuat sendiri oleh petani dengan biaya murah.

Marzuki berharap pemerintah daerah dan pemangku kebijakan memberikan perhatian lebih terhadap keberlanjutan program ini.

“Dengan adanya pelatihan tersebut, selama ini pihaknya telah mampu membantu petani dalam mendapatkan pupuk organik tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dan harga yang murah,” katanya.

Program UBI di Aceh Barat diharapkan dapat terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan udara bersih di daerah tersebut.

Editor: Akil

Fakta Menarik Tentang Bak Me: Warisan Belanda yang Masih Bertahan di Jalanan Banda Aceh

0
Pohon Asam Jawa atau Bak Me. (Foto RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jika Anda berkunjung ke Banda Aceh, pemandangan pohon asam jawa (Tamarindus indica) atau yang dikenal dengan sebutan Bak Me di sepanjang jalan bukanlah hal asing. Pohon ini bukan sekadar penghias jalan, tetapi menyimpan sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Hingga kini, Bak Me masih bertahan dan memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dikutip Nukilan.id dari berbagai sumber dan jurnal ilmiah, Belanda menanam Bak Me bukan hanya untuk estetika, melainkan juga berdasarkan pertimbangan fungsional yang mendukung infrastruktur jalan. Berikut beberapa alasan utama mengapa pohon ini tetap lestari:

1. Peneduh Alami
Dengan kanopi yang lebat dan daun kecil yang rapat, Bak Me memberikan keteduhan yang signifikan. Di masa lalu, ketika kendaraan bermotor belum mendominasi, pohon ini menjadi tempat istirahat bagi pejalan kaki dan pengendara kereta kuda.

2. Tahan Cuaca Ekstrem
Bak Me dikenal tangguh terhadap kondisi lingkungan yang sulit. Akarnya yang dalam mampu mencari air di tanah yang kering, menjadikannya pilihan ideal untuk tumbuh di sepanjang jalan raya yang panas. Selain itu, batangnya yang kokoh membuatnya tahan terhadap angin kencang.

3. Minim Perawatan
Dibandingkan dengan beberapa jenis pohon lainnya, Bak Me tidak memerlukan banyak perawatan. Daunnya yang kecil tidak banyak berguguran sehingga tidak merepotkan dalam pembersihan jalan. Selain itu, buahnya yang jatuh juga tidak menimbulkan masalah besar.

4. Penyaring Polusi Udara
Bak Me berperan dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, yang penting bagi kualitas udara di perkotaan. Daunnya juga mampu menangkap debu dan polutan, membantu mengurangi tingkat pencemaran udara.

5. Bernilai Ekonomis
Selain manfaat ekologis, Bak Me juga memiliki nilai ekonomi. Buahnya sering dimanfaatkan sebagai bahan masakan, obat tradisional, hingga minuman. Masyarakat sekitar bisa memanfaatkan hasilnya untuk berbagai keperluan.

Keberadaan Bak Me di jalanan Banda Aceh bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga bukti bahwa perencanaan lingkungan yang baik dapat bertahan lintas generasi. Dengan berbagai manfaatnya, tidak heran jika pohon ini masih menjadi bagian penting dari lanskap kota hingga saat ini. (XRQ)

Reporter: Akil

USK Diminta Berperan dalam Meningkatkan Numerasi Siswa di Aceh

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) diminta untuk turut serta dalam upaya meningkatkan tingkat numerasi siswa di Aceh yang masih tergolong rendah. Permintaan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemdiktisaintek) Khairul Munadi saat melakukan kunjungan kerja ke kampus USK di Banda Aceh.

Khairul mengungkapkan bahwa tingkat numerasi siswa di Aceh masih berada di angka 55,97 persen berdasarkan data Rapor Pendidikan 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa banyak siswa masih kesulitan dalam memahami dan menggunakan angka serta simbol matematika dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau angka ini saja tidak diselesaikan, siswa yang masuk ke USK pun akan menjadi permasalahan baru,” kata Khairul saat berdiskusi dengan akademisi di USK, Sabtu (8/2/2025).

Kemampuan numerasi yang rendah dapat berdampak pada daya saing lulusan dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, Khairul menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, tetapi juga pada kualitas internal institusi itu sendiri.

Lebih lanjut, Khairul menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek menargetkan perguruan tinggi untuk turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang lebih otonom dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Kemdiktisaintek sedang mengkaji peraturan untuk menghadirkan kelincahan dan kebebasan dalam tata kelola perguruan tinggi, pengembangan akademik, dan variabel lain yang menunjang kontribusi pendidikan tinggi untuk pembangunan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Rektor USK Prof Marwan menyambut baik gagasan yang disampaikan Dirjen Dikti. Ia menilai bahwa perguruan tinggi memang perlu lebih berperan dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di daerah, termasuk peningkatan numerasi siswa.

“Kami sangat mengharapkan segera ada peraturan atau arahan tertulis, sehingga dapat menjadi acuan dalam proses perencanaan kelembagaan kami,” kata Marwan.

USK sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Aceh diharapkan dapat merancang program intervensi yang efektif untuk membantu meningkatkan literasi numerasi siswa di Aceh. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah yang masih tertinggal.

Editor: Akil

Kemenkum Aceh Perkuat Layanan Hukum bagi Partai Politik Lokal

0
Kemenkum Aceh Perkuat Layanan Hukum bagi Partai Politik Lokal. (Foto: HUMAS KEMENKUM ACEH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Aceh terus berupaya memperkuat layanan hukum bagi partai politik lokal di provinsi yang memiliki status kekhususan tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan partai-partai lokal dapat menjalankan fungsi demokratisnya dengan lebih baik.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kemenkum HAM Aceh, Purwandani, menegaskan bahwa Aceh memiliki perbedaan mendasar dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Di daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekah ini, keberadaan partai politik lokal diakui secara hukum.

“Aceh beda dengan daerah lainnya. Aceh punya kekhususan, di mana partai politik lokal diakui keberadaannya. Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan layanan hukum kepada partai politik lokal,” ujar Purwandani di Banda Aceh, Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, layanan hukum ini menjadi bagian penting dari peran pemerintah dalam mendampingi partai politik lokal agar mampu berkontribusi secara optimal dalam sistem demokrasi. Selain meningkatkan layanan, Kemenkum Aceh juga memperkuat koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh guna membahas langkah-langkah strategis dalam penataan partai politik lokal.

“Koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah ini diharapkan memperkuat tata kelola partai politik lokal, sehingga lebih transparan, profesional, serta mampu meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya.

Sebelumnya, tim Kemenkum Aceh bersama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkum HAM RI telah membahas peningkatan layanan hukum bagi partai politik lokal di Aceh.

Kepala Subdirektorat Layanan Dokumentasi Partai Politik Ditjen AHU, Titik Susiawati, menyampaikan bahwa pembahasan ini merupakan bagian dari persiapan pengundangan Peraturan Menteri Hukum yang akan mengatur layanan hukum bagi partai politik.

“Dari pertemuan tersebut diharapkan melahirkan rancangan regulasi yang memperkuat eksistensi dan legalitas partai politik di Provinsi Aceh, sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi di daerah,” ujar Titik Susiawati.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi partai politik lokal di Aceh serta mendukung terciptanya sistem politik yang lebih sehat dan demokratis.

Editor: Akil

Rekrutmen Calon Da’i 3T Wilayah Aceh Tahun 2025 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

0
Surat edaran sumber informasi Rekrutmen Calon Da'i 3T Wilayah Aceh Tahun 2025. (Foto: Dokumentasi dari Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh resmi membuka rekrutmen calon da’i untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memperkuat layanan keagamaan serta syiar Ramadan di daerah-daerah yang membutuhkan.

Rekrutmen ini merujuk pada surat edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam No B-84/Dt.III.III/HM.01/02/2025 tanggal 5 Februari 2025, yang menginstruksikan pengumpulan data calon da’i 3T. Proses seleksi berlangsung mulai 24 Februari hingga 25 Maret 2025.

Bagi yang berminat menjadi bagian dari program ini, berikut kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi:

  1. Berusia 25 hingga 40 tahun
  2. Berpendidikan minimal S1 atau lulusan pondok pesantren
  3. Tidak berstatus sebagai ASN (PNS dan PPPK)
  4. Memiliki sertifikat pelatihan dakwah dari Kementerian Agama maupun ormas Islam
  5. Mampu membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik
  6. Memiliki pengetahuan agama yang baik dan moderat
  7. Mengirimkan biodata lengkap

Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan data lengkap dalam format Excel paling lambat 8 Februari 2025 ke email bidang penerangan agama Islam Kanwil Kemenag Aceh: zawapenais@gmail.com.

Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdri. Hj. Sri Teti Wardani, SE, M.Si di nomor 082361601633.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Pastikan Lansia di Pidie Dapat Rumah Layak Huni

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA. M. Si, didampingi Plt. Sekda Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si, dan Pj. Bupati Pidie, Drs. Samsul Azhar, saat meninjau langsung proses verifikasi pembangunan rumah layak huni yang akan dikerjakan pada tahun 2025 oleh Pemerintah Aceh, di Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kab. Pidie. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Sigli – Harapan baru datang bagi Syarifuddin (70) dan istrinya, Naimah (60), pasangan lansia yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan di sebuah gubuk kecil berukuran 3×4 meter di Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Rumah berdinding bambu lapuk dengan atap rumbia yang bocor itu akhirnya akan digantikan dengan hunian layak, setelah kunjungan langsung Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, pada Sabtu (8/2/2025).

Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh, Muhammad Diwarsyah, serta Pj. Bupati Pidie, Samsul Azhar, Safrizal meninjau kondisi calon penerima bantuan rumah layak huni. Begitu tiba, ia langsung disambut oleh Syarifuddin dan Naimah yang berdiri di depan rumah sederhana mereka. Mata mereka berbinar, seakan tak percaya bahwa sosok nomor satu di Aceh itu datang ke kediaman mereka.

Kondisi tempat tinggal pasangan lansia itu benar-benar memprihatinkan. Dinding bambu yang sudah lapuk nyaris tak lagi mampu melindungi dari terpaan angin dan hujan, sementara di dalamnya hanya ada ranjang bambu sederhana berkelambu lusuh sebagai tempat beristirahat.

Melihat hal tersebut, Safrizal langsung memastikan status mereka dalam daftar penerima bantuan rumah layak huni.

“Bapak dan Ibu tidak perlu memberi apa pun. Kalau ada yang datang meminta uang, tolak saja. Ini bantuan pemerintah, tidak ada tips, tidak ada fee,” tegasnya, mengingatkan agar mereka tidak tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan bantuan sosial.

Tak hanya menjanjikan rumah baru, Safrizal juga menyerahkan bantuan berupa beras, telur ayam, sirup, minyak goreng, serta uang tunai.

“Ini ada sedikit bantuan, diterima ya, Bu. Semoga bisa bermanfaat,” katanya sambil menyerahkan bantuan kepada Naimah, yang hanya bisa terdiam haru dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal juga menemukan kondisi serupa di rumah seorang janda tua bernama Syakinah. Wanita lanjut usia itu hidup sebatang kara di rumah berdinding bambu yang disusun jarang-jarang, sehingga angin dan hujan dengan mudah masuk ke dalam. Tanpa ragu, ia kembali menanyakan status Syakinah kepada pihak Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh. Pihak terkait memastikan bahwa Syakinah telah masuk dalam daftar penerima bantuan dan akan segera mendapatkan rumah layak huni pada tahap berikutnya.

Tak ingin bantuan ini disalahgunakan, Safrizal menegaskan bahwa ia turun langsung untuk memastikan program berjalan sebagaimana mestinya. Ia meminta Plt. Sekda Aceh dan Pj. Bupati Pidie mengawal proses pembangunan agar tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar.

“Saya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Ini program bantuan untuk masyarakat, jadi tidak boleh ada penyimpangan sedikit pun. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada tips, tidak ada fee,” ujarnya dengan nada serius.

Geuchik Gampong Cot Kunyet, Faisal, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Pj. Gubernur Aceh.

“Kami sangat menghargai kedatangan Pak Safrizal dan rombongan. Ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah terhadap masyarakat kecil. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan bagi warga kami,” tuturnya.

Kunjungan ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat kurang mampu di Aceh, bahwa bantuan rumah layak huni benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memastikan pembangunan berjalan inklusif, agar tak ada lagi warga yang terpaksa bertahan di rumah tidak layak huni.

Editor: Akil

Guru Dayah dan Kader Poskesda Aceh Dapat Pelatihan Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia dan Stunting

0
Guru Dayah dan Kader Poskesda Aceh Dapat Pelatihan Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia dan Stunting. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah guru dan tenaga pendidik di dayah, bersama kader Poskesda di Aceh, mendapat pelatihan dalam program Aksi Bergizi. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan santri sekaligus menekan angka anemia dan stunting di kalangan remaja.

Pelatihan yang berlangsung pada 5-6 Februari 2025 di Hotel Ayani, Banda Aceh, diinisiasi oleh UNICEF, Flower Aceh, dan Pemerintah Aceh. Sebanyak 26 peserta dari berbagai dayah di Aceh mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung program gizi di lingkungan dayah.

Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, menekankan pentingnya program ini sebagai strategi dalam menekan tingginya angka anemia dan stunting di kalangan santri. Program Aksi Bergizi di dayah mencakup tiga aspek utama, yakni pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali untuk mencegah anemia, edukasi gizi dan perubahan pola makan sehat, serta pembinaan lingkungan sehat bagi santri.

Data dan Tantangan di Aceh

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 15,5 persen remaja berusia 15-24 tahun mengalami anemia. Sementara itu, hanya 45,2 persen remaja putri usia 10-19 tahun yang rutin mengonsumsi TTD. Di Aceh, salah satu faktor utama rendahnya konsumsi TTD adalah kurangnya informasi, yang mencapai 52 persen.

Kabid Pembinaan Sumber Daya Manusia Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, menyebut program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Aksi Bergizi pada 24 Januari 2025 lalu.

“Kami terus mendorong implementasi program ini di dayah. Dengan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan kesehatan santri meningkat dan prestasi belajar pun semakin baik,” ujarnya.

Peran Penting Dayah dalam Kesehatan Santri

Pimpinan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. Marbawi Yusuf, menilai program ini sangat relevan mengingat dayah di Aceh berjumlah lebih dari 1.600 dengan santri yang mencapai jutaan. Mayoritas santri tinggal di asrama, sehingga mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan.

“Santri di Aceh yang jumlahnya jutaan umumnya tinggal di asrama. Ini membuat mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan. Maka, keterlibatan teungku, ustaz, dan ustazah dalam menjaga kesehatan santri sangat penting,” ungkapnya.

HUDA juga berkomitmen mendukung keberlanjutan program ini. “Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Program ini harus kita sukseskan bersama demi kemaslahatan umat,” tambah Tgk. Marbawi Yusuf.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang gizi seimbang, pencegahan anemia, serta cara mengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di dayah. Mereka juga dilatih menggunakan metode edukasi gizi berbasis permainan interaktif agar lebih menarik bagi santri.

Direktur Flower Aceh, Riswati, berharap guru dan kader Poskesda dapat lebih aktif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai gizi seimbang. Ia juga mendorong agar edukasi gizi dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah, madrasah, dan dayah.

“Kesadaran akan gizi dan hidup sehat harus ditanamkan ke anak sejak dini agar anak bisa tumbuh menjadi remaja yang sehat dan menjadi individu yang lebih produktif serta mampu belajar dengan baik. Ketika mereka dewasa dan menjadi orang tua, mereka dapat melahirkan serta merawat anak dengan optimal. Pada akhirnya, generasi berikutnya juga akan lahir dengan kualitas yang lebih baik, terhindar dari stunting, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Editor: Akil

Cristiano Ronaldo Rayakan Ulang, Martunis Kirim Ucapan Selamat dan Harapan di Instagram

0
Unggahan pada Instagram @martunis_ronaldo (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Megabintang sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, baru saja merayakan ulang tahun ke-40 pada 5 Februari lalu. Meskipun sudah memasuki usia kepala empat, Ronaldo, yang telah meraih lima gelar Ballon d’Or dan lima Liga Champions, tetap menunjukkan performa luar biasa di lapangan. Di musim ini, ia telah mengoleksi 23 gol dari 25 penampilan bersama klub Al Nassr, termasuk enam gol yang ia cetak dalam lima pertandingan Liga Champions.

Namun, perayaan ulang tahun Ronaldo kali ini juga menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari Indonesia. Di Aceh, Martunis, sosok yang telah dikenal luas berkat kisah inspiratifnya, memberikan ucapan selamat kepada Ronaldo di akun Instagram pribadinya.

“40 th @cristiano terus menuju 1000 goal GOAT 😎 Dan bisa ketemu tahun ini 🤲,” tulis Martunis dikutip Nukilan.id pada Sabtu (8/2/2025).

Lalu, siapakah Martunis?

Perlu diketahui, Martunis merupakan salah satu korban selamat dari bencana tsunami Aceh 2004, mengenakan jersey tim nasional Portugal saat ditemukan setelah terombang-ambing di laut selama 21 hari. Kisah heroik Martunis ini langsung menarik perhatian Cristiano Ronaldo, yang saat itu masih membela Manchester United.

Ronaldo, yang terharu dengan kisah Martunis, kemudian mengunjungi Aceh dan bertemu dengan anak tersebut. Pertemuan pertama mereka pada 2005 lalu semakin mempererat hubungan mereka, yang terus berlanjut hingga beberapa kali pertemuan berikutnya, termasuk pada 2015 ketika Ronaldo masih bermain untuk Real Madrid.

Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2019 di Turin, Italia, ketika Martunis diundang oleh sebuah situs belanja online untuk bertemu dengan Ronaldo. Meskipun hanya berlangsung singkat, pertemuan tersebut sangat berarti bagi Martunis, yang menganggap Ronaldo sebagai ayah angkatnya.

Kini, meskipun jarak memisahkan mereka, Martunis tetap menyimpan harapan untuk bertemu dengan sang megabintang lagi, yang ia anggap sebagai inspirasi besar dalam hidupnya. Harapan itu pun ia tuliskan dalam ucapan selamat ulang tahun yang ia bagikan di Instagram.

Ronaldo, yang kini terus mencetak prestasi gemilang di Al Nassr, tentu menjadi sosok yang menginspirasi tidak hanya di dunia sepak bola, tetapi juga bagi banyak orang seperti Martunis yang mengenal kekuatan semangat hidup dan ketulusan hati. (XRQ)

Reporter: Akil

USK Raih 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu, dan Special Award di Thailand Inventor’s Day 2025

0
USK Raih 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu, dan Special Award di Thailand Inventor’s Day 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bnada Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencetak prestasi gemilang di awal tahun 2025 dengan berhasil meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak, 2 Medali Perunggu, dan Special Award dalam ajang Thailand Inventor’s Day 2025 yang berlangsung di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand.

Kompetisi internasional ini, yang dikenal dengan nama IPITEx (International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition), diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada tanggal 2-6 Februari 2025.

Ajang ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru dunia, termasuk 690 tim dari 22 negara, seperti Kanada, China, Hongkong, India, Malaysia, dan Indonesia. IPITEx 2025 merupakan platform bergengsi bagi penemu dan inovator global untuk memperkenalkan hasil penelitian dan inovasi mereka di berbagai kategori, mulai dari kesehatan, energi, lingkungan, hingga teknologi industri.

Universitas Syiah Kuala tampil mengesankan dengan mengirimkan empat tim inovasi yang berhasil meraih medali dalam kategori yang berbeda. Salah satunya adalah tim BIOLEATHER COFFCANE yang memanfaatkan ampas kopi dan tebu untuk menghasilkan kulit sintetis.

Tim yang terdiri dari Nabila Fardina Idrus dan Fatma Aulia ini meraih Medali Emas pada kategori Manufacturing Processes serta meraih Special Award dari Malaysian Invention and Design Society (MINDS). Tim ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Sri Aprilia, M.T., ASEAN Eng, yang juga merupakan Ketua Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USK.

Sementara itu, tim DEPIK FISH, yang beranggotakan Selvia Katiara, Wira Nahma Griantara, dan Syifa Lanita, berhasil meraih Medali Perak di kategori Foodstuffs. Mereka memperkenalkan inovasi pengolahan ikan depik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tim ini dibimbing oleh Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK.

Dua tim lainnya juga sukses meraih Medali Perunggu. Tim XEERELAM, yang mengembangkan produk minyak urut dan aromaterapi dari minyak nilam dan rempah Aceh, berhasil meraih medali di kategori Pharmacy, Health and Medicine. Tim ini beranggotakan Anggun Rizky, Fathia Maula Caisary, Helifa Nuzula Piska, Najwa Audi Windira, dan Varza Setia, di bawah bimbingan Ir. Sarika Zuhri, S.T., M.T., dosen Teknik Industri FT USK. Tim CLITORIA INK, yang menghasilkan tinta berbahan dasar bunga telang, meraih Medali Perunggu pada kategori Personal Care Products. Tim ini terdiri dari Cut Dhinie Decita, M. Abian Al Fathir, dan Shufia Asyifa, yang dibimbing oleh Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si.

Kompetisi ini telah melewati proses seleksi yang ketat sejak November 2024, dengan lebih dari 2000 peserta yang mengikuti tahap abstrak temuan. Hanya tim-tim terbaik yang berhasil lolos ke tahap final, di mana mereka mempresentasikan inovasi mereka di depan dewan juri dan para pengunjung di arena expo.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST., M.Eng, memberikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa USK dalam kompetisi internasional ini.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh para mahasiswa ini, yang berkat bimbingan dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, menyatakan, “Syukur dan bangga berkat kerja keras usaha dari tim USK yang telah mempersiapkan diri jauh hari sehingga prestasi yang membanggakan ini bisa dicapai.”

Dengan perolehan medali dan penghargaan ini, USK berharap dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia internasional.

“Semoga karya mahasiswa USK terus berkembang dan membanggakan kampus, dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tambah Prof. Mustanir.

Editor: AKil

PSSI Didenda AFC Rp20 Juta Akibat Pelanggaran Regulasi

0
Logo PSSI (Adie Prasetyo Nugraha/Suara.com).

NUKILAN.id | Jakarta – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akibat pelanggaran regulasi dalam laga uji coba internasional antara Persiraja Banda Aceh dan Penang FC.

Dilansir dari Antara, denda yang dikenakan sebesar 1.250 USD atau sekitar Rp20 juta dijatuhkan karena pertandingan yang digelar di Stadion H. Darmatula, Banda Aceh, pada 6 November 2024, tidak memenuhi ketentuan administrasi AFC terkait izin laga internasional.

Dalam peraturan AFC pasal 11 ayat 10, setiap tim yang akan menggelar pertandingan internasional harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari asosiasi anggota AFC. Selain itu, pihak penyelenggara juga diwajibkan menyerahkan surat persetujuan semua pihak yang terlibat kepada AFC paling lambat 14 hari sebelum laga berlangsung.

Namun, dalam kasus ini, PSSI baru mengajukan permohonan otorisasi pertandingan pada 26 dan 29 Oktober 2024, atau hanya 12 hari sebelum pertandingan digelar. AFC dalam pernyataannya menegaskan, “Tergugat baru mengajukan permohonan otorisasi pertandingan internasional kepada AFC pada tanggal 26 dan 29 Oktober 2024.”

Atas pelanggaran ini, PSSI diwajibkan membayar denda dalam waktu 30 hari sejak keputusan pelanggaran dikomunikasikan, sesuai dengan pasal 11 ayat 3 kode etik dan disiplin AFC.

Sanksi ini menjadi catatan bagi PSSI untuk lebih cermat dalam mengurus administrasi pertandingan internasional demi menghindari hukuman serupa di masa mendatang.

Editor: AKil