Beranda blog Halaman 662

Pemkab Aceh Barat Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Erosi Sungai

0
Pemkab Aceh Barat Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Erosi Sungai. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bekerja sama dengan Dinas Sosial serta Forkopimcam Panton Reu, membuka dapur umum bagi warga yang terdampak erosi Sungai Meugo di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meurebo. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan bahwa dapur umum ini didirikan mengingat banyak rumah warga yang dapurnya tak lagi bisa digunakan akibat erosi.

“Untuk saat ini, belum ada pengungsian di wilayah terdampak longsor Gampong Meutulang dan masyarakat masih tetap bertahan di rumah masing-masing, tapi mengingat 8 rumah di lokasi terdampak itu dapurnya sudah rusak semua, kami dari BPBD Aceh Barat bersama dengan Dinsos dan Forkopimcam berinisiatif untuk membuka layanan dapur umum,” ujar Teuku Ronal.

Dapur umum ini sudah mulai beroperasi sejak Senin (24/2/2025) dan akan tetap berfungsi hingga situasi kembali normal.

“Layanan dapur umum sudah dibuka sejak Senin kemarin dan akan terus dibuka sampai masa kerentanan bencana terlewati,” tambahnya.

Erosi yang terjadi di Sungai Meugo telah menggerus lahan pemukiman warga, menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan, terutama di bagian dapur. Keberadaan dapur umum ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka di tengah kondisi sulit.

BPBD Aceh Barat bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan dari erosi sungai. Selain itu, pihak berwenang juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Editor: AKil

Kakanwil Kemenag Aceh Dukung Workshop AI bagi Guru Madrasah

0
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif IndigoSpace Aceh Telkom Indonesia dalam menyelenggarakan Workshop Guru Madrasah bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Pembelajaran dan Pendidikan Khusus Guru”.

Kegiatan yang digelar di Co-Learning Space Gedung B Dinas Pendidikan Aceh pada Senin (24/2/2025) ini menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan diikuti oleh 57 guru madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Azhari berharap kegiatan ini menjadi awal terbentuknya komunitas guru penggiat AI di Aceh, yang nantinya dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.

“AI tidak mampu menggantikan posisi guru dalam pembelajaran jika guru mampu adaptif dengan perkembangan AI. Peran guru saat ini sangat strategis dalam penguatan kompetensi sosial, spiritual, dan emosional siswa di era perkembangan AI yang sangat pesat,” ujar Muhammad Putra Aprullah, salah satu pemateri dalam workshop ini.

Workshop ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Muhammad Putra Aprullah, penerima penghargaan Inspirational Educator of the Year World School Summit 2025, Jurnalis JH dari IndigoSpace Aceh Telkom Indonesia, serta Rafi Ikhwan dari Telkom Indonesia.

Dalam sesi pembuka, Muhammad Putra Aprullah memaparkan materi bertajuk Paradigma Pembelajaran Berbasis AI, yang menyoroti tantangan pendidikan abad ke-21 di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks. Ia menekankan pentingnya adaptasi guru dalam menghadapi permasalahan multidimensi yang dialami peserta didik, serta bagaimana AI dapat menjadi alat bantu dalam pembelajaran.

Sementara itu, Jurnalis JH mengajak para peserta untuk mencoba berbagai tool AI yang relevan bagi dunia pendidikan, seperti ChatGPT, Gemini, ZeroGPT, dan Questionwell AI. Sesi ini berlangsung interaktif dengan banyak diskusi antara peserta dan pemateri, terutama mengenai etika penggunaan AI oleh siswa, hak cipta, serta kekhawatiran bahwa AI dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Rafi Ikhwan dalam pemaparannya menyoroti bagaimana Generasi Z memandang AI sebagai solusi dalam memecahkan berbagai masalah. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis AI yang mampu menghubungkan interaksi siswa dengan guru, serta sesama siswa.

Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI di dunia pendidikan. Sebagai penutup, pemateri dan peserta bersepakat untuk membangun komitmen dalam mendorong pemanfaatan AI secara bijaksana. Mereka juga berharap pemerintah segera mengeluarkan regulasi yang mengatur kode etik penggunaan AI dalam pendidikan.

Workshop ini menjadi langkah awal bagi para pendidik di Aceh untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan mengoptimalkan AI dalam proses belajar-mengajar.

Editor: Akil

Pasangan Gay di Banda Aceh Divonis 80 dan 85 Kali Cambuk

0
Dua terdakwa kasus Jarimah Liwath saat menjalani sidang putusan di Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh, Senin 25 Februari 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh menjatuhkan hukuman 80 kali cambuk kepada dua terdakwa kasus Jarimah Liwath (hubungan sesama jenis) dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (24/02/2025).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dr. Sakwanah didampingi Drs. Said Safnizar dan Mujihendra sebagai Hakim Anggota memutuskan bahwa kedua terdakwa, berinisial AI dan DA, terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 63 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa DA berupa hukuman ‘uqubat ta’zir sebanyak 80 kali cambuk dan terdakwa AI sebanyak 85 kali cambuk dikurangi masa tahanan yang telah dijalankan,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Kedua terdakwa ditangkap warga dalam keadaan tidak berbusana di sebuah kamar kos di kawasan Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada 7 November 2024 lalu. 

Dalam persidangan terungkap bahwa keduanya terlebih dahulu membuat janji melalui messenger di media sosial Instagram untuk melakukan perbuatan tersebut di kos daerah Gampong Rukoh, Kecamatan Darussalam.

Menurut pertimbangan Majelis Hakim, fakta persidangan menunjukkan bahwa DA berperan sebagai perempuan dan AI sebagai laki-laki. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan saksi mahkota yaitu para terdakwa sendiri, terungkap bahwa keduanya telah melakukan perbuatan Liwat berulang kali.

Jaksa Penuntut Umum sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan Uqubat Ta’zir maksimal 100 kali cambukan. Namun, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 80 kali cambuk.

Saat pembacaan putusan, turut hadir Jaksa Penuntut Umum Alfian S.H. dan Penasihat Hukum kedua terdakwa. Kedua terdakwa kini tetap ditahan menunggu pelaksanaan eksekusi cambuk atas putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Reporter: Rezi

Iskandar Usman Alfarlaky Resmi Jadi Bupati Aceh Timur, Ajak Masyarakat Bersatu

0
Iskandar Usman Alfarlaky, Bupati Aceh Timur. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) RI menolak seluruh dalil gugatan yang diajukan oleh pasangan calon Bupati Aceh Timur, Sulaiman Tole dan Abdul Hamid, dalam sidang putusan sengketa pemilihan kepala daerah yang digelar di Jakarta, Senin (24/2/2025). Dengan putusan ini, Iskandar Usman Alfarlaky dan wakilnya, T Zainal Abidin, resmi menjadi bupati dan wakil bupati Aceh Timur untuk lima tahun mendatang.

Putusan MK dibacakan secara bergantian oleh Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Suhartoyo, bersama anggota majelis hakim lainnya. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan tidak terbukti adanya kecurangan dalam penghitungan suara seperti yang didalilkan oleh pemohon.

Menyikapi putusan tersebut, Iskandar Usman Alfarlaky mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Timur untuk bersatu dan bersama-sama membangun daerah tanpa lagi terpecah oleh perbedaan politik.

“Saya mengharapkan seluruh masyarakat, tidak lagi berpolemik siapa menang dan siapa kalah. Mari membangun Aceh Timur masa depan,” kata Iskandar melalui sambungan telepon.

Iskandar, yang berpasangan dengan Ketua Partai Gerindra Aceh Timur, T Zainal Abidin, mengapresiasi seluruh partai pendukung, mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), relawan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam pemilihan kepala daerah 2024 lalu.

“Mari membangun Aceh Timur lima tahun mendatang. Tidak ada lagi pasangan 01, 02, dan seterusnya. Sekarang sama-sama mari membangun Kabupaten Aceh Timur,” terangnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk merealisasikan visi dan misi yang telah disampaikan selama masa kampanye, demi mewujudkan Aceh Timur yang lebih maju dan sejahtera.

“Saya berterima kasih pada seluruh rakyat Aceh Timur, salam garang (hebat) Aceh Timur,” pungkasnya.

Aceh Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami sengketa hasil pemilihan kepala daerah di MK. Namun, dengan putusan final ini, Iskandar dan Zainal Abidin sah memimpin daerah tersebut hingga 2030.

Iskandar Usman Alfarlaky memiliki latar belakang sebagai jurnalis Serambi Indonesia (Kompas Group) sebelum terjun ke dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Aceh selama dua periode sebelum kembali terpilih untuk ketiga kalinya. Namun, demi mengikuti kontestasi Pilkada, ia memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Sementara itu, wakilnya, T Zainal Abidin, dikenal sebagai seorang pengusaha sekaligus kader Partai Gerindra di Kabupaten Aceh Timur.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Jalin Kemitraan dengan Singapura, Buka Peluang Pendidikan Global bagi Anak Aceh

0
Pemerintah Aceh Jalin Kemitraan dengan Singapura, Buka Peluang Pendidikan Global bagi Anak Aceh. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Singapura, negara yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang bagi putra-putri Aceh untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., mengungkapkan rencana tersebut dalam pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, di Banda Aceh, Senin (25/2/2025).

Menurut Marthunis, langkah ini merupakan bagian dari visi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang ingin memastikan anak-anak Aceh mendapatkan akses pendidikan internasional.

“Gubernur Aceh ingin anak-anak Aceh bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia, termasuk Singapura, yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul,” ujar Marthunis.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Aceh juga telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Malaysia, dan Tiongkok, untuk menjajaki peluang kerja sama serupa.

Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung program ini.

“Sebagai Wali Nanggroe, kami sangat mendukung program kerja sama pendidikan ini. Kami akan membantu memastikan kelancaran bagi anak-anak Aceh yang ingin melanjutkan studi ke Singapura,” kata Malik Mahmud.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan Aceh harus diperluas tidak hanya ke Singapura, tetapi juga ke negara-negara lain yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

“Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu daerah. Kami ingin memastikan anak-anak Aceh mendapatkan pendidikan terbaik, baik di Singapura maupun negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia,” tambahnya.

Menurut Malik Mahmud, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh. Ia berharap, lulusan yang menempuh pendidikan di luar negeri dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Penting untuk melibatkan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, dalam mewujudkan cita-cita besar ini. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi bagi masa depan anak-anak Aceh yang akan membawa daerah ini ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Aceh optimistis kerja sama ini akan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang di kancah global. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi Aceh yang siap bersaing di tingkat internasional dan membawa perubahan positif bagi daerah mereka.

Editor: Akil

Petani Nilam Aceh Jaya Minta Pemerintah Stabilkan Harga Minyak Nilam

0
Petani nilam. (Foto: Kemenag RI)

NUKILAN.id | Calang –Anjloknya harga minyak nilam membuat petani di Aceh Jaya resah. Salah satunya Asradi, seorang petani nilam yang menilai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, perlu turun tangan untuk menstabilkan harga agar tidak merugikan petani.

Harga minyak nilam yang semula mencapai Rp 1.850.000 per kilogram kini merosot tajam menjadi Rp 800.000 per kilogram. Penurunan drastis ini membuat petani mengalami kerugian besar, sehingga kehadiran pemerintah dianggap sangat diperlukan.

“Di sinilah diperlukan kehadiran pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan ke harga yang sesuai,” katanya kepada Nukilan.id pada Senin (24/2/2025).

Menurut Asradi, harga yang ideal untuk minyak nilam saat ini setidaknya berada di angka Rp 1.500.000 per kilogram. Ia menilai angka tersebut lebih sesuai dengan tuntutan ekonomi saat ini, sehingga petani dapat tetap bertahan.

“Setidaknya Rp 1.500.000 per kilo, sesuai tuntutan ekonomi sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asradi meyakini bahwa jika pemerintah mampu membuat regulasi yang mengatur harga pasar minyak nilam, maka dampaknya akan sangat positif bagi kesejahteraan petani. Bahkan, ia optimistis regulasi yang tepat dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pemerintah kita mampu membuat regulasi yang mengatur harga pasar minyak nilam, Insya Allah angka kemiskinan akan turun dalam kurun waktu lima tahun,” kata Asradi dengan penuh harap.

Selain regulasi harga, ia juga menyoroti pentingnya sistem klasifikasi kualitas minyak nilam. Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan standar kualitas yang jelas untuk minyak nilam, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan, baik petani, agen, maupun eksportir minyak atsiri.

“Demikian juga dengan petani, ketika ada ketentuan harga maka petani harus menjaga kualitas minyak. Bila perlu dibuat juga pengelompokan kualitas minyak sangat bagus, bagus, dan kurang bagus,” paparnya.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Asradi berharap keseimbangan pasar dapat terjaga. Semua pihak yang terlibat dalam industri minyak nilam, mulai dari petani hingga eksportir, dapat memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan.

“Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari kalangan petani maupun kalangan agen dan perusahaan eksportir minyak atsiri,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Aceh Jaya Merana

0
Kebun Nilam. (Foto: Trubus.id)

NUKILAN.id | Calang – Petani nilam di Aceh Jaya tengah menghadapi tantangan besar akibat anjloknya harga minyak nilam secara drastis. Pada 16 Februari lalu, harga minyak nilam masih bertahan di angka Rp 1.850.000 per kilogram. Namun, hanya dalam beberapa hari, tepatnya pada Senin, 24 Februari, harga kembali merosot tajam menjadi Rp 800.000 per kilogram. Kondisi ini membuat petani resah dan kehilangan gairah.

Asradi, seorang petani nilam di Kecamatan Lhok Kruet, Aceh Jaya, menduga penurunan harga ini bukan sekadar faktor pasar, tetapi juga akibat permainan agen yang mengendalikan harga. Kepada Nukilan.id, pada Senin (24/2/2025) ia mengungkapkan keheranannya terhadap fenomena ini, mengingat permintaan dari luar negeri justru meningkat.

“Sebab kata Rektor Unsyiah, permintaan dari Prancis justru bertambah,” kata Asradi.

Selain itu, ia juga menduga adanya penyebaran isu terkait kualitas minyak nilam yang dianggap rendah. Isu tersebut menyebutkan bahwa kadar Patchouli Alcohol (PA) dalam minyak nilam Aceh menurun akibat panen yang terlalu muda sehingga ditolak oleh pasar global.

“Padahal minyak nilam Aceh kualitas terbaik,” tegasnya.

Meski begitu, Asradi tidak menampik bahwa ada beberapa petani yang memang memanen nilam di bawah usia tanam lima bulan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh dinamika harga yang terus berfluktuasi di pasaran.

“Salah satu penyebabnya adalah petani mengejar harga, karena harga di pasaran naik-turun secara signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketidakstabilan harga sering kali membuat petani dilanda kecemasan. Ketika harga turun secara drastis seperti yang terjadi saat ini, banyak petani yang khawatir akan kerugian yang lebih besar jika menunda panen.

“Nah, ketika mengalami penurunan, kebanyakan petani was-was, karena harga nilam ini kan bisa turun di luar nalar, contohnya sekarang ini,” ungkapnya.

Asradi pun menilai bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, perlu turun tangan untuk menstabilkan harga minyak nilam agar tidak merugikan petani.

“Di sinilah diperlukan kehadiran pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan ke harga yang sesuai. Setidaknya Rp 1.500.000 per kilo, sesuai tuntutan ekonomi sekarang ini,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Bus Trans Koetaradja Kembali Beroperasi, Tambah Tiga Rute Baru

0
Bus Transkoetaradja. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar baik bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar, layanan Bus Trans Koetaradja kembali beroperasi mulai Selasa (25/2) besok. Sebanyak 14 rute akan kembali melayani mobilitas warga secara bertahap, dengan tiga di antaranya merupakan rute baru yang memperluas jangkauan layanan.

Pengoperasian kembali Trans Koetaradja ini sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang menekankan pentingnya layanan publik, termasuk transportasi umum. Dinas Perhubungan Aceh telah merampungkan proses administrasi kerja sama dengan operator bus dan melakukan berbagai persiapan teknis untuk memastikan kelancaran operasional.

“Kami telah melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) terhadap armada bus serta pengecekan halte agar fasilitas ini dalam kondisi prima dan nyaman digunakan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal.

Pada tahap awal, bus akan melayani empat rute utama, yakni Pusat Kota – Darussalam, Pusat Kota – Blang Bintang via Lambaro, Pusat Kota – Lambaro via Lueng Bata, serta rute khusus Kopelma Darussalam (Trans Campus). Jika tidak ada kendala, layanan penuh dengan 14 rute diharapkan bisa beroperasi mulai Rabu (26/2).

Yang lebih menggembirakan, layanan Trans Koetaradja tetap gratis bagi masyarakat karena masih mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Aceh (APBA).

“Pembebasan biaya terhadap pengguna jasa Trans Koetaradja ini kita harapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi,” kata Teuku Faisal.

Layanan bus ini juga akan tetap beroperasi selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat bisa menggunakannya untuk berbagai aktivitas, mulai dari perkuliahan, ibadah, wisata, hingga keperluan ekonomi lainnya.

Tahun ini, tiga rute baru ditambahkan untuk menjangkau lebih banyak pengguna, yakni rute Darussalam – Pasar Lam Ateuk, rute Pusat Kota – Lampaseh – Lambung, serta rute Keudah – Pasar Al Mahirah.

“Perluasan wilayah yang dilayani ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan Trans Koetaradja sehingga semakin mudah diakses,” pungkas Teuku Faisal.

Dengan tambahan rute dan perbaikan layanan, diharapkan Trans Koetaradja semakin menjadi pilihan utama bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar dalam bertransportasi sehari-hari.

Editor: Akil

Manfaat Pembekalan Lemhannas bagi Kepala Daerah, Ini Kata Alumni

0
Alumni Lemhanas, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Pembekalan kepemimpinan yang diberikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kepada kepala daerah dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kepemimpinan di tingkat regional. Namun, seberapa konkret manfaat yang bisa diperoleh dari program ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Nukilan.id menghubungi Nicholas Martua Siagian, Alumni Lemhannas. Ia menyampaikan bahwa tidak ada ukuran konkret yang bisa digunakan. Namun, menurutnya, pembekalan ini tetap memiliki nilai penting bagi para kepala daerah.

“Memang tidak ada yang bisa diukur secara konkret, namun retret seharusnya menjadi bekal semakin memantapkan diri sebagai pemimpin di berbagai daerah, utamanya adalah agar tetap setia pada empat konsensus berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kepala daerah memiliki peran strategis dalam menjalankan kebijakan pemerintah pusat di tingkat daerah. Oleh karena itu, pembekalan yang mereka terima di Lemhannas diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka tentang tugas tersebut.

“Bahwa pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk menyelenggarakan pelayanan publik dan pembangunan, sehingga bisa sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, meskipun tidak dapat diukur secara konkret, pembekalan dari Lemhannas tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat kepemimpinan kepala daerah serta memastikan arah kebijakan daerah selaras dengan kepentingan nasional. (xrq)

Reporter: Akil

Retret Kepala Daerah di Magelang, Seberapa Penting?

0
Retret Kepala Daerah di Magelang. (Foto: g-news.id)

NUKILAN.id | Jakarta – Sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah mengikuti retret kepemimpinan yang berlangsung selama sepekan di Akademi Militer Magelang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas dan kesiapan kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan. Selain itu, retret juga menjadi ajang pembekalan visi kepemimpinan nasional, peningkatan sinergi dengan pemerintah pusat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti jadwal ketat yang dimulai sejak pagi hari dengan olahraga bersama, apel, hingga sesi pembekalan yang diberikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan sejumlah menteri. Materi yang disampaikan mencakup efisiensi anggaran, tugas pokok kepala daerah, serta isu strategis seperti ketahanan pangan dan pendidikan.

Namun, di balik tujuan mulia tersebut, retret ini menuai kritik. Banyak pihak mempertanyakan relevansi kegiatan ini, mengingat pemerintah gencar mengimbau penghematan anggaran, tetapi justru menggelar acara yang dinilai kurang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Untuk menggali lebih dalam, Nukilan.id mewawancarai Nicholas Martua Siagian, Alumni Lemhannas, guna mendapatkan perspektif terkait urgensi retret bagi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.

“Kalau dipelajari dari sisi terminologi, retret itu kan artinya menarik diri sejenak dari rutinitas untuk mendekatkan diri dengan Tuhan,” kata Nicholas pada Senin (24/2/2025).

Menurutnya, makna retret seharusnya tidak hanya sebatas penguatan visi kepemimpinan, tetapi juga harus menjadi momen refleksi spiritual bagi kepala daerah.

“Nah, artinya retret kalau dikaitkan dengan kegiatan kepala daerah yang dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pembelajaran jasmani dan rohani, sebagai bekal memimpin daerah dengan integritas,” lanjutnya.

Dengan demikian, retret ini diharapkan dapat membentuk pemimpin yang benar-benar bekerja demi rakyat, bukan demi kepentingan kelompok tertentu. Nicholas menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan semacam ini tetap memiliki urgensi.

“Jadi, mereka benar-benar bekerja untuk rakyat bukan untuk penguasa, untuk ketua partai, maupun kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai pentingnya retret bagi kepala daerah, Nicholas memberikan analogi menarik.

“Tentu penting, jangankan kepala daerah, Aparatur Sipil Negara saja ada pendidikannya di BPSDM sebelum benar-benar disumpah menjadi aparatur negara. Apalagi, kepala daerah, sebagai top level di masing-masing daerahnya,” ungkapnya.

Meski demikian, kritik terhadap anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini tetap menjadi perdebatan. Masyarakat berharap, selain pembekalan kepemimpinan, retret ini juga dapat menghasilkan kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan publik. (XRQ)

Reporter: Akil