Beranda blog Halaman 645

Apdesi Minta Jabatan Keuchik Delapan Tahun, Wagub Aceh Siap Perjuangkan

0
Sejumlah Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kabupaten/kota di Aceh menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, di ruang kerjanya pada Kamis (6/3/2025). (Foto: Kontras)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kabupaten/kota di Aceh menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, di ruang kerjanya pada Kamis (6/3/2025). Pertemuan tersebut membahas aspirasi para keuchik yang meminta pemerintah daerah memperjuangkan pemberlakuan masa jabatan kepala desa selama delapan tahun di Aceh.

Permintaan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, khususnya Pasal 39 ayat (1), yang mengatur bahwa kepala desa memiliki masa jabatan delapan tahun. Namun, implementasi aturan ini di Aceh menghadapi kendala karena bertabrakan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh yang juga mengatur pemerintahan desa dengan ketentuan berbeda.

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan siap memperjuangkan aspirasi para keuchik. Ia meminta para kepala desa untuk bersabar sementara pemerintah mencari solusi terbaik agar regulasi dapat diimplementasikan dengan tetap mengacu pada hukum yang berlaku.

“Yang terpenting kita mengacu pada hukum, karena panglima tertinggi di negara ini adalah hukum,” ujar Fadhlullah.

Selain itu, Fadhlullah menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada masyarakat kecil dan melawan oligarki yang dinilainya menyulitkan kehidupan rakyat Aceh.

“Kita hadir bukan mempersulit, tapi untuk mempermudah masyarakat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut didampingi oleh Plt Sekda Aceh Alhudri, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh Azwardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Iskandar, serta Kepala Biro Hukum Setda Aceh Junaidi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam upaya mencari jalan tengah bagi regulasi yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para keuchik di Aceh.

Editor: AKil

Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Takjil di Jantho, Pedagang Harapkan Dukungan

0
Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Takjil di Jantho. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.idJantho – Menjelang waktu berbuka puasa, Pasar Jantho di Aceh Besar tampak ramai dengan aktivitas jual beli takjil. Rabu (5/3/2025) sore, Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau akrab disapa Syech Muharram, turun langsung meninjau aktivitas pasar guna memastikan kelancaran serta mendukung para pedagang kecil selama bulan suci Ramadan.

Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Syech Muharram berkeliling pasar, berinteraksi dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga serta kualitas makanan yang dijual, sekaligus memberikan apresiasi atas semangat para pedagang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan takjil yang sehat dan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kami juga mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dijual,” ujar Bupati Muharram.

Selain memastikan kelancaran pasar, pemerintah daerah juga berupaya memberikan dukungan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang musiman yang bergantung pada momentum Ramadan untuk meningkatkan penghasilan.

“Pasar Ramadan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat, terutama bagi pedagang kecil. Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” imbuhnya.

Pedagang Sambut Baik Kunjungan Bupati

Kehadiran orang nomor satu di Aceh Besar itu disambut positif oleh para pedagang. Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dalam pengelolaan pasar serta penyediaan fasilitas yang lebih memadai.

Andika, seorang pedagang air kelapa dan air tebu, mengaku senang karena usahanya tetap berjalan lancar. Namun, ia juga menghadapi persaingan yang semakin ketat karena banyak pedagang yang menjual produk serupa.

“Alhamdulillah lancar, hanya saja tahun ini banyak yang berjualan air kelapa dan air tebu, jadi persaingan semakin ketat. Tapi tetap semangat, rezeki sudah diatur,” kata Andika.

Sementara itu, Maya, pedagang aneka kue basah, juga merasakan berkah Ramadan. Meskipun dagangannya cukup diminati, ia menghadapi kendala saat hujan turun yang berdampak pada jumlah pembeli.

“Alhamdulillah penjualan masih normal, stok kue selalu habis. Tapi kalau hujan, kadang ada sisa karena pembeli lebih sedikit. Semoga cuaca mendukung agar jualan tetap lancar,” ungkapnya.

Dengan adanya pasar takjil ini, para pedagang berharap bisa mendapatkan rezeki yang berkah selama bulan Ramadan, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari hidangan berbuka puasa. Pemkab Aceh Besar pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pedagang agar kegiatan ekonomi di bulan Ramadan tetap berjalan baik.

“Semoga berkah apa yang bapak ibu jual,” ujar Bupati Aceh Besar sembari berbelanja takjil dari beberapa pedagang sebelum mengakhiri tinjauan tersebut.

Editor: Akil

Bupati Abdya Kecewa ASN Belum Kerja Maksimal, Beri Waktu Enam Bulan untuk Berbenah

0
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya yang dinilai belum maksimal sejak ia dilantik sebagai bupati bersama wakilnya, Zaman Akli.

Pernyataan itu disampaikan Safaruddin dalam acara Kick Off Meeting Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Abdya 2025-2029 di Aula Dikila, Kantor Bappeda Abdya, pada Kamis (26/3/2025). Menurutnya, hingga kini para ASN di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) belum menunjukkan semangat kerja yang seharusnya.

“Sampai hari ini kami menerima laporan bahwa bapak/ibu di segenap SKPK belum menunjukkan motivasi bekerja dan punya pemimpin baru,” ujar Safaruddin di hadapan peserta acara.

Bupati Abdya itu bahkan mempertanyakan apakah kondisi ini masih berkaitan dengan dinamika politik Pilkada 2024 yang telah berlalu. Ia menyadari bahwa dalam setiap pergantian kepemimpinan daerah, biasanya terjadi rotasi dan perombakan besar di birokrasi, yang mungkin menjadi faktor turunnya motivasi ASN.

“Karena biasanya setiap lima tahunan akan terjadi rotasi besar-besaran, perombakan besar-besaran, ini mungkin yang membuat motivasi bapak/ibu menjadi menurun,” kata Safaruddin.

ASN Diminta Tingkatkan Kinerja

Safaruddin menegaskan bahwa sebagai abdi negara, ASN harus selalu siap bekerja di mana pun ditempatkan. Ia menginginkan perangkat daerah yang solid dan memiliki semangat kerja tinggi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Saya ingin lari cepat dengan orang-orang yang tepat. Saya ingin punya motivasi yang satu; kalau kita lihat potensi daerah, mustahil mimpi kita untuk mengubah wajah demokrasi kita, tata kelola pemerintahan kita dengan semangat yang biasa-biasa saja,” tegasnya.

Menurutnya, Abdya memiliki potensi besar, tetapi keterbatasan sumber daya daerah membuat pemerintah harus bekerja lebih keras untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat. Karena itu, ia berharap seluruh ASN, terutama yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan, dapat bekerja lebih optimal.

ASN Harus Netral, Tidak Terjebak Politik

Safaruddin juga menekankan bahwa persoalan politik sudah selesai, sehingga tidak boleh ada lagi kubu pemenang atau yang kalah dalam Pilkada. ASN, katanya, harus menjunjung tinggi prinsip netralitas dan profesionalisme dalam bekerja.

“Jadi hari ini saya sampaikan, saya bukan lagi pemimpin politik tapi pemimpin pemerintahan dan seluruh masyarakat Abdya,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh ASN untuk bersinergi dalam membangun Abdya. Jika ada kepala SKPK atau camat yang merasa tidak nyaman bekerja dalam kepemimpinannya, ia mempersilakan mereka untuk mengundurkan diri.

Sebagai bentuk komitmen untuk memperbaiki kinerja aparatur pemerintahan, Safaruddin memberikan waktu enam bulan bagi ASN untuk menunjukkan peningkatan kerja mereka.

“Perlu bapak/ibu pahami, saya tidak akan semena-mena menggunakan kekuasaan politik di tangan saya, maka tolong enam bulan ini, saya masih berikan waktu kepada bapak/ibu sekalian untuk sama-sama kita bekerja,” tutupnya.

Pernyataan Safaruddin ini menjadi peringatan bagi ASN di Abdya agar lebih serius dalam menjalankan tugas dan berkontribusi nyata bagi daerah. Baginya, tidak ada alasan untuk menunda pekerjaan, sebab tantangan ke depan semakin besar dan membutuhkan kerja sama yang solid di jajaran pemerintahan.

Editor: Akil

BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Aceh, Nelayan Diminta Waspada

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi di perairan Aceh. Berdasarkan pemantauan terbaru, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perairan.

Muhammad Rafli, prakirawan BMKG Aceh, dikutip dari RRI pada Kamis (6/3/2025), mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di laut.

“Tinggi gelombang di wilayah perairan Aceh secara umum masuk dalam kategori waspada. Khusus di wilayah perairan barat Aceh, seperti perairan Meulaboh, Siemeulu-Sinabang, serta perairan utara Sabang, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Masyarakat atau nelayan yang ingin melakukan aktivitas pelayaran dihimbau lebih berhati-hati terkait tinggi gelombang ini,” ungkapnya.

Selain gelombang tinggi, Rafli juga menyebutkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi terjadi di wilayah pesisir selatan Aceh.

“Seperti wilayah Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, serta Aceh Tenggara. Untuk kondisi hujan ini akan terus hingga malam hari pada wilayah tersebut,” jelas Rafli.

BMKG juga memperingatkan kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, akibat curah hujan yang tinggi di beberapa daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun aplikasi mobile.

Peringatan dini ini diharapkan dapat membantu nelayan serta masyarakat pesisir dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: AKil

Wali Nanggroe Terima Audiensi Koperasi Arung Samudera, Bahas Konsep Pengelolaan Hutan

0
Wali Nanggroe Terima Audiensi Koperasi Arung Samudera. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari jajaran Koperasi Arung Samudera pada Jumat, 7 Maret 2025. Pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe ini membahas konsep pengelolaan hutan secara terintegrasi dan ramah lingkungan, yang dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Koperasi Arung Samudera memaparkan rancangan model bisnis pengelolaan hutan yang tidak hanya fokus pada produksi energi terbarukan, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi lokal sebagai pilar utama. Model ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dengan potensi hutan Aceh yang masih terjaga, inisiatif seperti ini diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam membangun ekonomi hijau yang berakar pada partisipasi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Antusiasme Jemaah Mengikuti Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Al-Makmur

0
Jemaah Sedang Mengikuti Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Oman Al-Makmur kembali menggelar program Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an selama bulan Ramadan 1446 H. Kegiatan yang digelar setiap malam setelah salat tarawih ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, sehingga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.

Salah satu peserta yang memanfaatkan program ini adalah Izzil Muhady, mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Izzil mengungkapkan alasan utamanya mengikuti halaqah ini adalah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.

“Saya ingin meningkatkan kualitas bacaan saya agar lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid,” kata Izzil pada Rabu (6/3/2025).

Sebelum mengikuti halaqah, Izzil mengaku sudah cukup percaya diri dengan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an.

“Saya yakin kemampuan saya sudah di atas standar,” ungkapnya.

Namun, setelah mengikuti halaqah, ia menyadari masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam makharijul huruf dan pelafalan lafaz jalalah.

“Kesulitan utama saya adalah tidak mengetahui secara jelas makharijul huruf, pelafalan lafaz jalalah yang belum pas, serta kejelasan dalam bersuara,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai pengalaman selama mengikuti halaqah, Izzil merasa beruntung bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Melalui program halaqah ini, ia merasa mendapatkan banyak manfaat dalam memperbaiki bacaan, termasuk dalam pelafalan huruf tertentu seperti ت yang kini lebih sering menempel sesuai dengan makhraj yang benar.

“Ini adalah pengalaman pertama saya dan cukup berkesan. Saya merasa beruntung bisa belajar langsung dalam halaqah ini,” katanya.

Terkait dengan bimbingan yang diberikan oleh para pengajar, Izzil mengaku mengapresiasi usaha mereka dalam membimbing peserta dengan sabar dan penuh dedikasi. Meski tidak berniat mengikuti halaqah setiap malam, Izzil tetap berencana untuk melanjutkan belajar Al-Qur’an.

“Ada rencana untuk terus belajar, tetapi mungkin tidak setiap malam,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Izzil menyampaikan harapannya setelah mengikuti halaqah ini. Ia merasa ada peningkatan yang jelas dalam kemampuan membacanya dan berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.

“Saya ingin terus meningkatkan kemampuan saya dan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dengan benar,” pungkasnya.

Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Al-Makmur ini menjadi bukti nyata bahwa masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki semangat tinggi dalam memperdalam ilmu Al-Qur’an. Program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. (XRQ)

Reporter: Akil

PN Banda Aceh Tangani 9.136 Perkara Sepanjang 2024, Didominasi Tilang

0
Pengadilan Negeri Banda Aceh. (Foto: Kumparan.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh Kelas IA mencatat menangani 9.136 perkara sepanjang tahun 2024. Mayoritas perkara yang masuk adalah kasus pelanggaran lalu lintas atau tilang, yang mencapai 8.427 perkara.

Dikutip dari ANTARA, Jamaluddin, selaku Humas PN Banda Aceh mengungkapkan bahwa perkara tilang memiliki mekanisme persidangan yang berbeda dibanding perkara lainnya.

“Penanganan perkara lalu lintas, orang yang ditilang tidak perlu hadir ke persidangan. Sidang perkara lalu lintas dengan hakim tunggal. Setelah hakim memutuskan perkara, kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum. Biasanya, putusan berupa denda dan dibayar ke bank,” ujar Jamaluddin di Banda Aceh, Kamis (6/3/2025).

Selain perkara tilang, PN Banda Aceh juga menangani 323 perkara permohonan, yang berkaitan dengan penetapan atau kepastian hukum. Sementara itu, pidana biasa mencatatkan 224 perkara, meliputi tindak pidana umum, narkotika, hingga kasus informasi transaksi elektronik dan lingkungan hidup.

Perkara pidana yang melibatkan anak berjumlah enam kasus, sedangkan pidana singkat dan cepat masing-masing tercatat dua dan satu perkara. Selain itu, terdapat 17 perkara hubungan industrial serta 59 perkara perdata berupa gugatan.

Untuk tindak pidana khusus, PN Banda Aceh menangani 77 perkara. Dari jumlah tersebut, 73 perkara terdaftar pada 2024, sedangkan empat lainnya merupakan sisa perkara dari tahun sebelumnya.

Di tengah padatnya agenda persidangan, PN Banda Aceh berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.

“Pada 2024, PN Banda Aceh mendapat penghargaan sebagai yang terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan sidang keliling. Serta penghargaan terbaik kedua dari Pengadilan Tinggi Banda Aceh untuk kategori pengelolaan anggaran,” kata Jamaluddin.

Prestasi tersebut menunjukkan komitmen PN Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat, baik dalam penyelesaian perkara maupun efisiensi pengelolaan anggaran.

Editor: Akil

Kepala DPKA: Data adalah Acuan Program, harus Valid dan Terukur

0
Rapat Penyusunan DPKA dalam Angka yang digelar di Aula Mall Baca Aceh. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Data yang valid dan terukur menjadi kunci utama dalam menyusun kebijakan dan program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA). Kepala DPKA, Edi Yandra, menegaskan pentingnya akurasi data dalam menentukan arah kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Edi saat membuka Rapat Penyusunan DPKA dalam Angka yang digelar di Aula Mall Baca Aceh, Jumat (7/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun data komprehensif guna mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di bidang perpustakaan dan kearsipan.

“Rapat ini tentu sangat penting, karena bertujuan untuk menghimpun keseluruhan data yang akan kita jadikan sebagai acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan terkait perpustakaan dan kearsipan,” ujar Edi.

Edi menekankan bahwa seluruh jajaran DPKA harus bekerja secara maksimal agar data yang dikumpulkan benar-benar akurat. Dengan demikian, data tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang efektif dan berkelanjutan.

“Dengan data yang valid dan terukur tersebut kita dapat memprediksi masa depan sehingga program dapat direncanakan dan dirancang secara baik dan tepat sasaran,” katanya.

Adapun data yang akan dihimpun meliputi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), data naskah kuno, pengelolaan arsip, serta sejumlah indikator lainnya. Data ini akan dianalisis secara berkala untuk melihat tren perkembangan sejak tahun 2020 hingga 2024.

“Untuk itu, saya mengingatkan para pengampu data di setiap bidang, baik dari perpustakaan maupun kearsipan agar selalu menganalisis data, mulai dari tahun 2020 hingga 2024 agar dapat dilihat trendnya dari grafik yang ada,” pungkasnya.

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris DPKA, para kepala bidang, kepala seksi, serta jajaran di lingkungan DPKA. Para peserta juga mendapatkan pemaparan dari Sub Koordinator Program dan Humas DPKA, Ikhsan Pratama, mengenai pentingnya validitas data dalam mendukung kebijakan yang lebih terarah.

Editor: AKil

Bupati Aceh Barat Resmikan Rumah Singgah untuk Pasien Rujukan di Banda Aceh

0
Bupati Aceh Barat Resmikan Rumah Singgah untuk Pasien Rujukan di Banda Aceh. (Foto: Catat.co)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, didampingi Wakil Bupati, Said Fadeil, meresmikan rumah singgah bagi pasien rujukan rawat jalan dari Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kamis (6/3/2025). Rumah singgah ini berlokasi di Desa Ie Masen Kaye Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi menegaskan bahwa penyediaan rumah singgah ini bertujuan untuk membantu pasien dan keluarga mereka yang menjalani rawat jalan ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh maupun Rumah Sakit Meraxa.

“Penyediaan rumah singgah ini guna membantu pasien dan keluarga pasien rujukan yang menjalani rawat jalan ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh maupun Rumah Sakit Meraxa,” ujar Tarmizi.

Program rumah singgah ini, kata Tarmizi, bukan hal baru baginya. Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai anggota DPR Aceh periode 2019-2024, ia telah menggagas program serupa. Kini, setelah menjabat sebagai bupati, ia kembali merealisasikan program tersebut demi memberikan kemudahan bagi masyarakat Aceh Barat yang membutuhkan fasilitas kesehatan di Banda Aceh.

Peresmian rumah singgah ini menandai komitmen pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warganya. Dengan adanya fasilitas ini, pasien rujukan dan keluarganya tidak perlu lagi menghadapi kendala tempat tinggal selama menjalani pengobatan di Banda Aceh.

Sebelumnya, Tarmizi juga telah meluncurkan program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS), yang memastikan seluruh warga ber-KTP Aceh Barat mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara optimal. Langkah ini semakin memperkuat komitmen kepemimpinannya dalam sektor kesehatan masyarakat.

Editor: Akil

Sabu 188 Kilogram Disita di Aceh Tamiang, Disembunyikan di Kebun Sawit

0
Barang bukti narkoba jenis sabu seberat 188 kilogram diamankan dari seorang tersangka di Aceh Tamiang. Sabu disembunyikan di kebun sawit. (Foto: Humas Bea Cukai)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Tim gabungan Bea Cukai dan Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 188 kilogram di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (25/2/2025). Narkoba bernilai miliaran rupiah itu disembunyikan di sebuah kebun sawit sebelum didistribusikan lebih lanjut.

Operasi ini melibatkan berbagai satuan, termasuk Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Langsa, serta Tim Narcotic Investigation Center (NIC) Mabes Polri.

Keberhasilan ini berawal dari hasil analisis dan pertukaran informasi antara tim gabungan. Dari penyelidikan tersebut, ditemukan indikasi adanya penyelundupan narkotika melalui jalur laut menggunakan kapal cepat (speedboat).

“Informasi yang kami peroleh mengarah pada pendaratan barang haram tersebut di wilayah Aceh Tamiang. Tim kemudian melakukan pengawasan terhadap lokasi serta orang-orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan ini,” ujar Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Leni Rahmasari, dalam keterangannya, Kamis (6/3/2025).

Menurut Leni, penangkapan dilakukan pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB. Tim gabungan mengejar seorang tersangka yang diduga mengetahui lokasi penyimpanan narkotika tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan sembilan karung berisi 176 bungkus sabu yang disembunyikan di tengah kebun sawit.

Tersangka berinisial M beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada NIC Mabes Polri untuk proses hukum lebih lanjut. Modus operandi yang digunakan adalah penyelundupan melalui jalur laut menggunakan speedboat, kemudian menyembunyikan narkoba di kebun sawit sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat. Kolaborasi yang baik seperti ini sangat penting dalam menjaga keamanan negara dari ancaman narkotika,” tambah Leni.

Keberhasilan pengungkapan ini menegaskan komitmen aparat dalam memerangi peredaran narkoba yang terus mengancam masyarakat. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap jaringan penyelundupan di balik kasus ini.

Editor: Akil