Beranda blog Halaman 646

Sabu 188 Kilogram Disita di Aceh Tamiang, Disembunyikan di Kebun Sawit

0
Barang bukti narkoba jenis sabu seberat 188 kilogram diamankan dari seorang tersangka di Aceh Tamiang. Sabu disembunyikan di kebun sawit. (Foto: Humas Bea Cukai)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Tim gabungan Bea Cukai dan Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 188 kilogram di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Selasa (25/2/2025). Narkoba bernilai miliaran rupiah itu disembunyikan di sebuah kebun sawit sebelum didistribusikan lebih lanjut.

Operasi ini melibatkan berbagai satuan, termasuk Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Langsa, serta Tim Narcotic Investigation Center (NIC) Mabes Polri.

Keberhasilan ini berawal dari hasil analisis dan pertukaran informasi antara tim gabungan. Dari penyelidikan tersebut, ditemukan indikasi adanya penyelundupan narkotika melalui jalur laut menggunakan kapal cepat (speedboat).

“Informasi yang kami peroleh mengarah pada pendaratan barang haram tersebut di wilayah Aceh Tamiang. Tim kemudian melakukan pengawasan terhadap lokasi serta orang-orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan ini,” ujar Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Leni Rahmasari, dalam keterangannya, Kamis (6/3/2025).

Menurut Leni, penangkapan dilakukan pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB. Tim gabungan mengejar seorang tersangka yang diduga mengetahui lokasi penyimpanan narkotika tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan sembilan karung berisi 176 bungkus sabu yang disembunyikan di tengah kebun sawit.

Tersangka berinisial M beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada NIC Mabes Polri untuk proses hukum lebih lanjut. Modus operandi yang digunakan adalah penyelundupan melalui jalur laut menggunakan speedboat, kemudian menyembunyikan narkoba di kebun sawit sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat. Kolaborasi yang baik seperti ini sangat penting dalam menjaga keamanan negara dari ancaman narkotika,” tambah Leni.

Keberhasilan pengungkapan ini menegaskan komitmen aparat dalam memerangi peredaran narkoba yang terus mengancam masyarakat. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap jaringan penyelundupan di balik kasus ini.

Editor: Akil

Sopir Taksi Bandara Sepi Penumpang, Dampak Turunnya Jumlah Penerbangan di Aceh

0
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah sopir taksi di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, mengeluhkan sepinya penumpang dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu sopir, Wahyudi, mengaku kondisi ini terjadi akibat berkurangnya jumlah penerbangan yang tiba di bandara tersebut.

“Sekarang sepi ya. Dalam sehari cuma ada tiga pesawat yang landing,” ujar Wahyudi kepada Nukilan.id, Kamis (6/3/2025).

Ia merinci penerbangan yang mendarat pada hari itu, termasuk dari Jakarta dan Malaysia.

“Tadi ada Garuda dari Jakarta, dari Malaysia AirAsia tadi siang, terus tadi sore ada juga dari Jakarta, Batik kalau tidak salah,” katanya.

Menurut Wahyudi, berkurangnya jumlah penerbangan berdampak langsung pada pendapatannya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang datang ke Aceh jauh lebih banyak.

“Ya tentu pendapatan kita berkurang ya dari sebelum-sebelumnya, tahun lalu ramai yang ke sini kan,” ungkapnya.

Meski begitu, Wahyudi tetap optimistis kondisi ini akan membaik di masa mendatang.

“Enggak tahu kenapa, mungkin memang waktunya kali ya. Mudah-mudahan ke depan makin ramai yang ke Aceh,” harapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penumpang penerbangan di provinsi ini pada Januari 2025 tercatat mencapai 35.050 orang. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 16,17 persen dibandingkan Desember 2024. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah penumpang justru mengalami peningkatan sebesar 9,30 persen.

Analis Pengelola Keuangan APBN Ahli Madya BPS Aceh, Haifa Sari, menjelaskan bahwa penerbangan domestik yang berangkat dari bandara di Aceh pada Januari 2025 mencapai 22.115 orang.

“Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan Januari 2024, jumlah penumpang mengalami peningkatan sebesar 9,30 persen. Penerbangan domestik yang berangkat dari bandara di Provinsi Aceh pada Januari 2025 tercatat sebanyak 22.115 orang,” ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di kantornya, Senin (3/3/2025) lalu.

Meski data menunjukkan kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya keluhan dari sopir taksi bandara terkait minimnya penumpang. Para sopir berharap kondisi penerbangan di Aceh kembali ramai sehingga berdampak positif bagi pendapatan mereka. (XRQ)

Reporter: Akil

POSTIM Gelar Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Selama Ramadan

0
POSTIM Gelar Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Selama Ramadan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ada pemandangan unik di Masjid Oman Al-Makmur saat bulan Ramadan. Selepas salat tarawih dan witir, sebagian jemaah tidak langsung beranjak pulang. Beberapa terlihat khusyuk membaca Al-Qur’an, sementara yang lain berkumpul di sekitar tiang-tiang masjid, mendekati para pengajar yang siap membimbing mereka memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Inilah program Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an, yang diselenggarakan oleh Masjid Oman Al-Makmur bekerja sama dengan Pondok Studi Islam Mahasiswa (POSTIM).

Dalam amatan Nukilan.id, setiap malam setidaknya ada empat hingga lima pengajar yang siap membimbing jemaah. Program ini menarik perhatian banyak pihak karena memberikan kesempatan bagi jemaah, baik remaja maupun dewasa, untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an mereka secara gratis.

Ketua penyelenggara tahsin gratis POSTIM, Haiqal Al Fazal, S.H., menjelaskan bahwa program ini hadir karena kesadaran akan banyaknya umat Muslim yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Kami menyadari bahwa masih banyak Muslim yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, sehingga terjadi kesalahan-kesalahan dalam pengucapan dan tajwid,” kata Haiqal kepada Nukilan.id, Kamis (6/3/2023).

Haiqal menjelaskan bahwa tujuan utama dari halaqah ini adalah membantu jemaah memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka sesuai dengan kaidah tajwid. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an di bulan Ramadan, terutama bagi remaja dan orang dewasa yang ingin memperbaiki bacaan mereka.

“Tujuan utamanya adalah agar jamaah, terutama remaja dan dewasa, dapat memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid serta meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an di bulan Ramadan,” ungkapnya.

Haiqal menerangkan bahwa halaqah ini menggunakan metode bertahap yang dimulai dengan memperbaiki bacaan surat Al-Fatihah. Setelah itu, jemaah akan membaca ayat-ayat pilihan yang ditentukan oleh pengajar atau yang mereka pilih sendiri. Jika ditemukan kesalahan dalam bacaan, pengajar akan langsung memberikan koreksi.

“Bagi peserta yang masih pemula, kami mengajarkan dari dasar, termasuk cara melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar,” tambah Haiqal.

Haiqal melihat bahwa program ini mendapat sambutan baik dari jemaah. Menurutnya, meskipun pendaftaran awal menunjukkan sekitar 30 orang yang mendaftar, jumlah jemaah yang hadir mengikuti bisa bervariasi.

“Dalam satu halaqah, biasanya ada sekitar enam orang yang dibimbing oleh satu pengajar. Setiap kali pengajian, satu pengajar bisa mengajar satu hingga enam orang,” jelas Haiqal.

Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada bulan Ramadan, tetapi juga bisa menjadi pemicu bagi jemaah untuk terus belajar setelahnya.

“Kami harapkan jemaah dan para peserta tidak hanya mencukupkan diri dengan program tahsin di bulan Ramadan ini saja. Semoga ini menjadi motivasi agar mereka tetap belajar setelah Ramadan, baik di kelas tahsin yang diadakan pihak lain maupun melalui program POSTIM sendiri,” pungkasnya.

Antusiasme jemaah terhadap program ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Dengan adanya bimbingan dari pengajar yang berkompeten, jemaah memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas bacaan mereka sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. (XRQ)

Reporter: Akil

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu Jaringan Internasional di Aceh

0
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu Jaringan Internasional di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Upaya pemberantasan narkotika di perairan Indonesia kembali membuahkan hasil. Satuan Tugas (Satgas) Reaksi Cepat Armada I Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 100 kilogram di wilayah pesisir Aceh Utara. Operasi ini dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Danlantamal) I Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba.

Dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando (Mako) Lanal Lhokseumawe, Kamis (6/3/2025), Brigjen Jasiman mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AL dan informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di pesisir pantai yang diduga sebagai bagian dari jaringan penyelundupan narkoba jalur laut.

Ditemukan di Kandang Kambing

Operasi dilakukan di Desa Pantai Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (5/3/2025). Tim First One Quick Response (F1 QR) Lanal Lhokseumawe menemukan narkotika jenis sabu sebanyak 100 bungkus dengan berat total 100 kilogram yang disembunyikan di dalam tanah di sebuah kandang kambing.

“Saat penangkapan, pelaku berusaha memberikan perlawanan, namun dengan kesiapan dan profesionalisme tinggi, tim TNI AL berhasil mengamankan pelaku beserta seluruh barang bukti ke Mako Lanal Lhokseumawe,” ungkap Brigjen Jasiman Purba.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TNI AL tidak akan memberikan ruang bagi jaringan penyelundupan narkotika yang mencoba memanfaatkan jalur laut Indonesia sebagai jalur peredaran barang haram.

“Ini adalah bentuk komitmen penuh TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia. Kami akan terus memperkuat patroli dan operasi intelijen. Keberhasilan ini juga berkat kerja keras tim dan aparat penegak hukum lainnya,” tegasnya.

Jaringan Internasional

Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto menambahkan bahwa operasi ini tidak hanya berfokus pada penyitaan barang bukti, tetapi juga mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih besar.

“Kami akan melakukan pengembangan kasus ini mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam jaringan ini, karena ini bukan sekadar kasus penyelundupan biasa, tetapi bagian dari jaringan besar,” sebutnya.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Danlantamal I Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, perwakilan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Keberhasilan ini semakin menegaskan keseriusan aparat dalam memberantas peredaran narkotika yang merusak generasi bangsa. TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, terutama di wilayah perairan yang kerap dijadikan jalur penyelundupan jaringan internasional.

Editor: Akil

Seluruh Pimpinan USK Sambangi FKIP, Ini yang Dibahas

0
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) beserta seluruh jajaran pimpinan rektorat dan ketua lembaga melakukan kunjungan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Kamis, 6 Maret 2022. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) beserta seluruh jajaran pimpinan rektorat dan ketua lembaga melakukan kunjungan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Kamis, 6 Maret 2022. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi Ramadan antara pimpinan USK dengan dosen serta pegawai FKIP.

Acara berlangsung di Auditorium lantai 2 FKIP dan difasilitasi oleh Dekan FKIP bersama para wakil dekan. Dalam sambutannya, Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap bulan Ramadan.

“Hari ini, saya bukan sebagai pemberi sambutan, tapi sebagai moderator sekaligus mediator. Bapak Ibu dosen dan pegawai FKIP boleh menyampaikan segala hal apa saja kepada Pak Rektor. Boleh pertanyaan, saran, kritik, termasuk permintaan,” ujar Syamsulrizal.

Ia juga mengapresiasi kehadiran pimpinan USK yang kali ini hadir secara lengkap, mulai dari seluruh wakil rektor hingga ketua dan wakil ketua LPPM, ketua LPM, direktur insentif dan remunerasi, sekretaris USK, serta beberapa direktur dari berbagai direktorat di lingkungan universitas.

“Kita senang, karena lengkap kedatangan jajaran pimpinan USK kali ini. Silakan minta dan tanyakan apa saja,” tambahnya.

Dalam paparannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, mengapresiasi FKIP atas kontribusinya yang signifikan dalam meningkatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“FKIP menjadi fakultas yang terbanyak akreditasi unggul. MBKM mahasiswa tersebar di seluruh Aceh. Ini semua nilai bagi pencapaian IKU USK,” ujar Marwan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor USK juga memberi ruang kepada Wakil Rektor 2 untuk menjelaskan isu pajak yang belakangan ini meresahkan dosen dan pegawai USK.

Wakil Rektor 2 USK, Prof. Dr. Marwan, M.Si., mengakui bahwa persoalan pajak ini memang menimbulkan keresahan, sesuatu yang juga dialami oleh perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) lainnya di tahap awal peralihan status.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pajak pratama Banda Aceh. Kelebihan potong pajak Bapak Ibu akan dikembalikan, lalu Bapak Ibu diminta setor mandiri selisih pajak PTN BH dan APBN sesuai form A1 dan A2,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi dosen dan pegawai USK akan segera dicairkan, termasuk bagi pegawai berstatus PPPK.

Selain itu, dalam forum tersebut beberapa dosen FKIP juga menyampaikan aspirasi agar USK segera membuka program studi Pendidikan Bahasa Aceh.

Editor: Akil

7 Rekomendasi Lokasi ‘War’ Takjil Populer di Banda Aceh

0
Pasar Takjil (Foto: Acehtourism.travel)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Banda Aceh berbondong-bondong mencari takjil untuk melepas dahaga dan mengisi perut setelah hampir 14 jam berpuasa. Tradisi berburu takjil atau yang kini populer dengan istilah “war” takjil telah menjadi momen yang paling ditunggu saat Ramadan.

Setiap sore, berbagai lokasi di Banda Aceh dipadati pedagang musiman yang menawarkan beragam kuliner, mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat. Nah, jika sore ini kamu berniat untuk berburu menu berbuka puasa di kawasan Kota Banda Aceh, Nukilan.id merekomendasi kamu ke lokasi populer berikut ini:

1. Jalan Panglima Nyak Makam

Jalan Panglima Nyak Makam di kawasan Lampineung selalu ramai saat Ramadan. Ratusan pedagang berjejer di sepanjang jalan, menawarkan aneka minuman segar, gorengan, hingga makanan khas Aceh yang menggugah selera.

2. Jalan T. Nyak Arief

Sentra takjil di Kecamatan Syiah Kuala ini menjadi pilihan utama bagi mahasiswa dan warga sekitar. Di sepanjang jalan ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis penganan seperti kolak, bubur kanji rumbi, nasi, serta aneka gorengan yang dijual dengan harga terjangkau.

3. Jalan Medan Banda Aceh

Deretan pedagang takjil juga dapat ditemukan di sepanjang Jalan Medan Banda Aceh, mulai dari Simpang Punge Blang Cut hingga Ulee Lheue. Selain menjajakan takjil, lokasi ini juga menawarkan makanan berat seperti nasi goreng, bakso, dan sate bagi yang ingin langsung menyantap hidangan berbuka.

4. Jalan Tgk Pulo Dibaroh

Terletak di Kampung Baru, kawasan ini menjadi salah satu lokasi takjil terpadat selama Ramadan. Berdekatan dengan Pasar Aceh, tempat ini menawarkan beragam kuliner khas Aceh seperti sambai oen peugaga, urap, bubur kanji rumbi, rujak, lemang, dan masih banyak lagi.

5. Jalan Teuku Iskandar

Simpang 7 Ulee Kareng menjadi titik favorit para pemburu takjil. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan minuman segar serta aneka makanan ringan dan berat untuk berbuka puasa.

6. Jalan Taman Makam Pahlawan

Di kawasan Peuniti, para pedagang takjil berjejer menawarkan beragam menu berbuka, seperti aneka gorengan, kolak, lemang, dan mi. Air tebu, kelapa muda, dan cendol menjadi minuman favorit yang selalu laris manis di lokasi ini.

7. Jalan Tentara Pelajar

Bagi warga yang berada di kawasan Lampaseh Kota, Jalan Tentara Pelajar menjadi destinasi yang tepat untuk berburu takjil. Beragam hidangan tradisional hingga kuliner kekinian tersedia di sini, menjadikannya lokasi favorit bagi para pencinta kuliner Ramadan.

Bagi masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya, berbagai lokasi “war” takjil ini menawarkan banyak pilihan makanan lezat dengan harga terjangkau. Selain menikmati kuliner khas Ramadan, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi keberkahan di bulan suci. (XRQ)

Reporter: Akil

Driver Ojol Desak Pemerintah Wajibkan Aplikator Bayar THR

0
Driver Ojol Desak Pemerintah Wajibkan Aplikator Bayar THR. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Perjuangan para pengemudi ojek online (ojol) untuk mendapatkan tunjangan hari raya (THR) semakin mengemuka. Puluhan driver ojol berkumpul di halaman Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin (17/2/2025) lalu, menuntut agar aplikator seperti Gojek dan Grab mengakui mereka sebagai pekerja tetap serta memberikan hak-hak ketenagakerjaan, termasuk THR dalam bentuk uang tunai.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, turun langsung menemui massa aksi. Ia bahkan ikut berorasi di atas mobil komando dan menegaskan bahwa pemerintah siap memaksa aplikator untuk memenuhi tuntutan para pengemudi.

“Saya ingin menyampaikan bahwa negara adalah sifatnya memaksa (aplikator membayar THR kepada driver ojol). Negara tidak akan membiarkan warga negaranya dieksploitasi,” ujar Noel.

Noel juga menekankan bahwa para driver ojol hanya meminta hak mereka sebagai pekerja di jalanan, bukan keuntungan besar seperti direksi perusahaan.

“Mereka tidak minta gaji direksi, mereka tidak minta yang namanya saham, mereka hanya meminta hak mereka selama di jalanan. Bukan lagi beras dan lain-lain (sembako). Kita mau itu (THR) berbentuk duit atau uang,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada respons dari perusahaan aplikator terkait tuntutan tersebut, termasuk usulan agar nominal THR setara dengan upah minimum provinsi (UMP). Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang menerima audiensi dengan perwakilan driver, menyebutkan bahwa pemerintah masih perlu waktu untuk mengupayakan solusi.

Belum Ada Landasan Hukum yang Kuat

Di sisi lain, pengamat ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak menilai bahwa pemerintah belum memiliki dasar hukum yang kuat untuk mewajibkan aplikator membayar THR bagi mitra driver ojol.

“Pemerintah boleh mengimbau, tetapi belum boleh mewajibkan (pembayaran THR ojol),” ujarnya.

Payaman menekankan bahwa sebelum THR bisa diwajibkan, pemerintah harus lebih dulu memastikan status hubungan kerja antara aplikator dan pengemudi. Menurutnya, aksi demonstrasi seharusnya berfokus pada tuntutan pengakuan status sebagai pekerja tetap agar hak-hak ketenagakerjaan mereka dapat dijamin secara hukum.

Pendapat serupa disampaikan oleh pengamat ketenagakerjaan Universitas Airlangga, Hadi Subhan. Ia menilai bahwa hubungan kerja antara pengemudi ojol dan aplikator masih belum diakomodasi dalam regulasi ketenagakerjaan saat ini.

“Sehingga, THR belum menjadi kewajiban normatif bagi perusahaan. Hanya kewajiban moral yang diserahkan ke perusahaan,” ungkapnya.

Hadi menambahkan bahwa selama regulasi belum direvisi, tuntutan THR bagi driver ojol akan tetap menjadi perdebatan tanpa kepastian hukum.

Desakan Regulasi THR untuk Driver Ojol

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan regulasi yang jelas terkait pemberian THR bagi pekerja kemitraan, termasuk driver ojol. Ia menilai langkah ini penting tidak hanya untuk kesejahteraan para pekerja, tetapi juga untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya.

“Kehadiran THR bagi pekerja kemitraan ini sangat penting untuk mendukung kesejahteraan pekerja dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya Idulfitri. Pemberian THR ini pun akan mendukung peningkatan daya beli masyarakat sehingga perekonomian semakin meningkat,” ujar Timboel.

Untuk memastikan adanya kepastian hukum, Timboel menyarankan agar pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Aplikator kan terkait juga dengan Komdigi dan Kemenhub. Sehingga (SKB tiga menteri) lebih bisa memperkuat regulasi tersebut untuk diberikan sanksi juga. Misalnya, tidak dapat layanan publik, izinnya bisa dipertimbangkan. Ini memang penting untuk dilakukan,” desaknya.

Ia juga mengusulkan agar untuk tahap awal, besaran THR bagi driver ojol berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih perlu diformulasikan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan dan mekanisme pembagian pendapatan antara pekerja dan aplikator.

Lebih lanjut, Timboel menyoroti pentingnya jaminan sosial bagi pekerja kemitraan berbasis digital. Ia meminta agar seluruh aplikator diwajibkan mendaftarkan pengemudi mereka ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Selain jaminan sosial, penting diregulasikan tentang pembagian pendapatan antara pekerja dan aplikator, jam kerja, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) termasuk alat pelindung diri, hak berserikat dan bernegosiasi, dan sebagainya,” tutupnya.

Hingga kini, tuntutan para driver ojol masih menggantung di meja pemerintah. Keputusan mengenai apakah THR akan menjadi hak wajib bagi mereka atau tetap sebatas kebijakan sukarela aplikator, masih harus menunggu langkah konkret dari pemerintah dan pembahasan lebih lanjut dalam regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Editor: Akil

Menaker Minta Aplikator Berikan THR Ojek Online dalam Bentuk Uang Tunai

0
Menaker Minta Aplikator Berikan THR Ojek Online dalam Bentuk Uang Tunai. (Foto: Tempo)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi pengemudi ojek online (ojol) sebaiknya diberikan dalam bentuk uang tunai. Kendati demikian, ia belum dapat memastikan kapan pencairan THR tersebut akan dilakukan.

“Kami mintanya nanti dalam bentuk uang tunai,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Maret 2025.

Saat ini, aturan terkait pemberian THR bagi pengemudi ojol masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah, kata Yassierli, terus berupaya menyusun kebijakan yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk penyedia layanan aplikasi dan para mitra pengemudi.

Yassierli menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan dialog dalam menyusun regulasi ini. “Saya sendiri sudah beberapa kali bertemu dan kami ingin memastikan, sebelum kami umumkan, itu nanti adalah hasil dari proses musyawarah,” katanya. “Saya optimistis tidak lama lagi akan selesai.”

Menurutnya, kompleksitas dalam perumusan kebijakan ini cukup tinggi. Beberapa faktor yang harus diperhitungkan antara lain jenis layanan yang diberikan pengemudi, durasi kerja, serta status pengemudi sebagai mitra atau pekerja penuh waktu.

“Kami mencari formula yang kemudian bisa cover kompleksitas tadi,” ujar dia. “Ini butuh waktu.”

Sejumlah perusahaan penyedia layanan transportasi online merespons kebijakan ini dengan kesiapan. Namun, Yassierli mengungkapkan bahwa pemerintah dan aplikator masih terus mencari solusi terbaik agar hak-hak pekerja layanan berbasis daring ini dapat terpenuhi dengan adil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, Indah Anggoro Putri, menyebutkan bahwa tantangan utama dalam penyusunan aturan ini adalah penentuan formula pemberian THR. Data terkait jumlah pasti pengemudi aktif serta status kerja mereka masih terus diverifikasi.

“Berdasarkan data yang kami miliki, jumlah pengemudi ojol di Indonesia mencapai 9,1 juta. Tapi itu ada yang aktif dan tak aktif, maka sedang kami telusuri,” kata Indah.

Ia juga belum dapat memastikan apakah THR hanya akan diberikan kepada pengemudi penuh waktu atau juga mereka yang bekerja paruh waktu. “Begitu pula formula dan berapa besarannya,” tambahnya.

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mendesak pemerintah untuk segera menegakkan kepastian hukum terkait hak pengemudi ojol, taksi online, dan kurir dalam mendapatkan THR. Ketua SPAI, Lily Pujiati, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kebijakan ini agar perusahaan aplikasi memenuhi kewajibannya.

“Kebijakan populis ini terus kami kawal untuk memastikan terpenuhinya hak kami mendapatkan THR,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Februari 2025.

Lily menyoroti bahwa selama 10 tahun terakhir, perusahaan aplikasi hanya mengakui pengemudi sebagai mitra, bukan pekerja, sehingga menghindari kewajiban untuk memberikan hak-hak ketenagakerjaan sesuai undang-undang.

“Aturan ini untuk menolak Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mewajibkan platform untuk mengakui pengemudi ojol sebagai pekerja dan memenuhi hak-hak pekerja,” katanya.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, kebijakan THR bagi pengemudi ojol masih menjadi isu yang hangat. Keputusan akhir pemerintah akan sangat menentukan kesejahteraan para pekerja transportasi daring di Indonesia.

Editor: Akil

Seruan #IndonesiaGelap: Peringatan Serius bagi Prabowo

0
Seruan #IndonesiaGelap. (Foto: IG BEM UI)

NUKILAN.id | Opini – Seruan “Indonesia Gelap” yang digaungkan mahasiswa bukan sekadar slogan, melainkan peringatan serius terhadap berbagai kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam bulan-bulan awal pemerintahannya. Berbagai keputusan yang terkesan tergesa-gesa, kontradiktif, dan minim perencanaan telah menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Alih-alih membawa harapan, kebijakan-kebijakan yang diluncurkan justru memantik protes publik dan menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Salah satu contoh nyata adalah kebijakan pembatasan LPG 3 kg yang akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik luas. Langkah ini justru memperlihatkan bagaimana keputusan dibuat tanpa kajian matang. Program makan bergizi gratis, yang menjadi proyek unggulan Prabowo, pun menuai kontroversi. Pelaksanaan yang dipaksakan dengan mengorbankan anggaran kementerian dan pemerintah daerah justru berpotensi merugikan pelayanan publik. Ironisnya, program ini juga tidak membedakan antara anak dari keluarga miskin dan mampu, serta tidak memiliki indikator yang jelas untuk memastikan efektivitasnya. Dengan anggaran yang begitu besar, program ini tak hanya rawan pemborosan tetapi juga berisiko tinggi terhadap praktik penyelewengan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, demi menutupi kekurangan dana untuk program ini, Prabowo memangkas anggaran kementerian dan pemerintah daerah hingga lebih dari Rp300 triliun. Rencana pemangkasan lebih lanjut hingga Rp750 triliun akan semakin mengancam pelayanan publik dan perekonomian nasional. Sebagian dana tersebut juga dialokasikan untuk menyuntik modal ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan mengelola aset negara senilai hampir Rp15.000 triliun. Namun, transparansi dan mekanisme pengawasan badan ini masih diragukan.

Di luar kebijakan ekonomi yang kontroversial, ancaman lain yang mulai tampak adalah meningkatnya peran militer dalam berbagai aspek pemerintahan. Prabowo melibatkan militer dalam banyak urusan sipil, mulai dari ketahanan pangan hingga penertiban kawasan hutan. Komando Daerah Militer (Kodam) baru dibentuk, batalion teritorial mulai bermunculan di tiap kota, dan perwira aktif diangkat menjadi Direktur Utama Bulog. Semua ini mengindikasikan merosotnya supremasi sipil dan mengarah pada militerisasi pemerintahan.

Peringatan mahasiswa semakin relevan jika melihat reaksi pasar terhadap kebijakan-kebijakan Prabowo. Nilai tukar rupiah terus melemah dalam empat bulan terakhir, saham BUMN merosot tajam usai pengumuman pembentukan Danantara, dan modal asing terus mengalir keluar hampir setiap pekan. Semua ini menunjukkan ketidakpercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

Lebih parahnya lagi, Prabowo mulai menunjukkan sikap anti-kritik. Dalam pidatonya di HUT Partai Gerindra, ia melontarkan kalimat bernada merendahkan terhadap para pengkritiknya. Para pendukungnya, baik pejabat maupun pemengaruh di media sosial, tak kalah berang dengan mencemooh seruan “Indonesia Gelap.” Sementara itu, DPR yang seharusnya menjadi penyeimbang kekuasaan justru lebih banyak berperan sebagai juru bicara pemerintah.

Di tengah situasi ini, demonstrasi mahasiswa menjadi suara moral yang harus terus dikumandangkan. Protes yang mereka sampaikan bukanlah bentuk perlawanan tanpa dasar, melainkan upaya menjaga demokrasi agar tidak terjerumus ke dalam otoritarianisme baru. Jika pemerintah terus abai terhadap peringatan ini, bukan tidak mungkin mendung kebijakan yang suram akan berubah menjadi badai krisis yang sulit dibendung. Bagi rakyat yang peduli akan masa depan negeri, sudah saatnya bersiap turun ke jalan dan mengawal pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan publik. (XRQ)

Penulis: Akil

Wali Nanggroe Terima Audiensi Yayasan HAkA, Bahas Masa Depan Hutan Aceh

0
Wali Nanggroe Terima Audiensi Yayasan HAkA. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (6/3/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat perlindungan dan konservasi hutan Aceh, khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang kian terancam.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan HAkA memaparkan berbagai tantangan yang tengah dihadapi hutan Aceh, mulai dari perambahan liar, pembukaan lahan yang masif, hingga lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Audiensi ini menjadi sinyal positif bahwa penyelamatan hutan Aceh, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser, masih menjadi prioritas bersama. Dukungan moral dari lembaga adat tertinggi seperti Wali Nanggroe diharapkan mampu memperkuat legitimasi gerakan lingkungan hidup di Tanah Rencong.