Beranda blog Halaman 644

Istri Wagub Aceh Bagikan Takjil dan Sembako di Tiga Rumah Singgah

0
Istri Wakil Gubernur Aceh, Mukarramah, membagikan takjil buka puasa dan sembako untuk pasien yang tinggal di Rumah Singgah Blood For Life Foundation di Lampriet Banda Aceh, Jumat, (7/3/2025). (FOTO: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Istri Wakil Gubernur Aceh, Mukarramah, menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat kurang mampu dengan membagikan takjil berbuka puasa dan paket sembako bagi para pasien di tiga rumah singgah di Banda Aceh, Jumat (7/3/2025). Aksi sosial ini menjadi wujud nyata dukungannya terhadap pasien yang tengah menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman.

Ketiga rumah singgah yang dikunjungi adalah Rumah Singgah Yayasan Darah untuk Aceh di Ulee Kareng, Rumah Singgah Syahila Nayla Suni di Lampineung, dan Rumah Singgah Blood For Life Foundation di Lampriet. Kehadiran Mukarramah di tempat-tempat tersebut disambut hangat oleh para pasien dan pengelola rumah singgah.

Di setiap lokasi, Mukarramah secara langsung menyapa para pasien yang terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Mereka umumnya menderita penyakit berat seperti thalasemia, kanker, gagal ginjal, dan penyakit kronis lainnya. Kebanyakan dari mereka berasal dari daerah yang jauh dari Banda Aceh dan berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan.

“Kehadiran rumah singgah seperti ini sangat membantu mereka yang tengah berjuang melawan penyakit,” ujar Mukarramah. Ia juga memberikan semangat kepada para pasien agar tetap kuat menghadapi ujian yang mereka alami.

“Tetap semangat, Allah beri kita sakit artinya Allah sayang kepada kita dan Allah memberi untuk hambanya yang mampu, semoga sakit yang dialami ini menjadi penggugur dosa-dosanya,” kata Mukarramah saat berkunjung ke Rumah Singgah Blood For Life Foundation di Lampriet.

Selain memberikan dukungan moral, Mukarramah juga berharap semakin banyak orang baik yang tergerak untuk mendirikan rumah singgah di Aceh. Dengan begitu, pasien dari daerah terpencil yang harus menjalani pengobatan rutin di Banda Aceh tidak akan kesulitan mencari tempat tinggal sementara.

“Semoga takjil dan sembako yang kami berikan hari ini bisa sedikit meringankan kebutuhan para pasien di rumah singgah ini,” tuturnya.

Aksi sosial ini mendapat apresiasi dari pengelola rumah singgah dan para pasien. Mereka merasa diperhatikan dan terbantu dengan adanya kepedulian dari berbagai pihak, termasuk istri Wakil Gubernur Aceh. Mukarramah berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam aksi kemanusiaan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Editor: Akil

Dubes UEA Akan Kunjungi Aceh, Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid UIN

0
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg melakukan silaturrahmi dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, dijadwalkan berkunjung ke Aceh dalam waktu dekat dengan sejumlah agenda penting. Salah satu kegiatan utama dalam kunjungan tersebut adalah berbuka puasa bersama di Masjid Fathun Qarib, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh.

Sebagai bagian dari persiapan, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag, melakukan silaturahmi dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (6/3/2025) malam. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai aspek kunjungan Dubes UEA serta peluang kerja sama antara Aceh dan UEA.

Mujiburrahman hadir bersama perwakilan Yayasan Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Hamood Mattar dan Syeikh Helal Obaid Mohsin Al Areefi. Turut serta dalam pertemuan ini Koordinator Program Kerja Sama UEA dan UIN Ar-Raniry, Dr. H. Muqni Affan Abdullah, Lc., M.A., serta T. Murdani, M. IntlDev., Ph.D.

“Insyaallah, Minggu ini Dubes UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri akan berkunjung ke Aceh dan UIN Ar-Raniry. Beliau juga dijadwalkan berbuka puasa di Masjid Fathun Qarib bersama ribuan jamaah,” ujar Mujiburrahman.

Selain itu, kunjungan ini juga akan dihadiri oleh perwakilan tim bantuan sosial dan keagamaan dari UEA untuk Asia, di antaranya Dr. Sultan Faisal Ali Khalifah Alremeithi dan Sheikh Zayed Sultan Almansoori, Imam Besar Masjid Joko Widodo di Abu Dhabi.

“Kedatangan kami juga untuk memberitahukan kepada Pak Gubernur mengenai rencana pertemuan tim bantuan sosial dan keagamaan Sultan Faisal serta Imam Masjid Jokowi di Abu Dhabi dengan beliau,” tambah Mujiburrahman.

Selain agenda keagamaan, pertemuan ini juga membahas rencana pembangunan masjid dan Islamic Center di UIN Ar-Raniry yang akan didanai oleh Pemerintah UEA. Rektor UIN Ar-Raniry menyampaikan harapannya agar pembangunan tersebut segera terealisasi.

“Kami berharap pembangunan Masjid UIN Ar-Raniry bisa segera dimulai. Target kami, peletakan batu pertama dapat terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyambut baik rencana kunjungan Dubes UEA serta berbagai program yang akan dijalankan. Menurutnya, kehadiran Dubes UEA ke Aceh bukan hanya membawa dampak positif dalam bidang keagamaan, tetapi juga membuka peluang investasi dari pengusaha dan investor UEA.

Kunjungan Abdulla Salem AlDhaheri ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara Aceh dan Uni Emirat Arab, sekaligus menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor, termasuk sosial, keagamaan, dan ekonomi.

Editor: Akil

Hujan Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Aceh Hingga 9 Maret

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh pada 7-9 Maret 2025. Sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Pada 7 Maret 2025, wilayah yang berpotensi terdampak adalah Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Nagan Raya, Pidie, dan Simeulue. Sementara itu, pada 8 Maret, giliran Aceh Utara, Aceh Singkil, Bener Meriah, Gayo Lues, Simeulue, dan Subulussalam yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Sedangkan pada 9 Maret, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Subulussalam.

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Amat Komi, menjelaskan bahwa sejumlah fenomena atmosfer saat ini terpantau mempengaruhi pola cuaca di Aceh selama sepekan ke depan.

“Fenomena ini berkontribusi pada peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah yang terlampir pada gambar di atas,” kataya saat dimintai keterangan oleh Nukilan.id pada Jumat (7/3/2025)

Ia menambahkan bahwa terdapat dinamika atmosfer yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan. Fenomena ini dapat memperkuat curah hujan dan meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

“Adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat,” jelasnya.

Selain itu, kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat, Utara, dan Timur Aceh juga turut berperan dalam meningkatkan intensitas hujan.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air),” tambahnya.

Dengan demikian, pertumbuhan awan hujan semakin signifikan di beberapa wilayah. Lebih lanjut, Amat Komi mengingatkan bahwa kondisi atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar, khususnya bagi daerah yang rawan bencana.

“Beberapa kondisi tersebut dapat berpotensi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh yang berpotensi banjir bandang, terutama di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser dan sekitarnya,” tegasnya.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. (XRQ)

Reporter: Akil

Sritex Runtuh di Tangan Generasi Kedua, Masa Depan Industri dan Buruh Suram

0
Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). (ANTARA)

NUKILAN.id | Indepth – Kebangkrutan PT Sri Rejeki Isman (SRIL) Tbk atau Sritex pada 1 Maret 2025 mengejutkan banyak pihak, terutama generasi yang akrab dengan produk kain dari perusahaan tekstil raksasa asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu.

Berdasarkan hasil penelusuran Nukilan.id, Sritex berawal dari usaha dagang (UD) Sri Redjeki yang didirikan oleh HM Lukminto pada 1966 di Pasar Klewer, Solo, saat era kepemimpinan Presiden Soekarno. Seiring berjalannya waktu, bisnis ini terus berkembang hingga Lukminto mendirikan perseroan terbatas (PT) pada 1978 dengan mendaftarkannya ke Kementerian Perdagangan.

Pada 1992, di era Presiden Soeharto, Sritex mulai mengintegrasikan empat lini produksi utama—pemintalan, penenunan, sentuhan akhir, dan garmen. Saat itu, Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto secara langsung meresmikan pabrik Sritex. Prasasti peresmian bahkan ditandatangani oleh Soeharto, sementara Ibu Tien meninjau proses produksi di pabrik yang mempekerjakan ribuan karyawan.

Kedekatan HM Lukminto dengan pemerintahan Soeharto membawa berkah bagi Sritex. Pada 1990-an, perusahaan ini mendapat pesanan besar seragam militer dari Markas Besar ABRI (sekarang TNI).

Tak hanya mendominasi pasar domestik, Sritex juga menembus pasar global. Pada 1997, perusahaan menandatangani kontrak dengan Angkatan Perang Jerman untuk memproduksi seragam NATO. Pada 1998, total pesanan seragam NATO mencapai satu juta pieces, sementara Inggris juga memesan 400.000 seragam. Papua Nugini memesan 50.000 seragam polisi, dan Kantor Pos Jerman membeli satu juta seragam.

Pada masa kejayaannya, Sritex menjadi pemasok seragam militer untuk lebih dari 30 negara, sekaligus mengekspor benang dan kain ke 100 negara. Dalam setahun, pabrik seluas 79 hektare itu mampu memproduksi 1,1 juta bal benang, 179,9 juta meter kain mentah, 240 juta yard kain berwarna, serta 30 juta potong pakaian dan seragam.

Namun, kejayaan itu kini tinggal sejarah. Sritex yang melantai di bursa sejak 17 Juni 2013 dengan kode emiten SRIL, kini bangkrut di tangan generasi kedua keluarga Lukminto, yakni Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto.

Perusahaan ini tak mampu mengatasi beban utang yang mencapai Rp26,2 triliun, terdiri dari Rp716,7 miliar utang kepada kreditur separatis dan Rp25,3 triliun kepada kreditur konkuren.

Padahal, pada 2019—sebelum pandemi COVID-19—Sritex masih berjaya dengan total penjualan US$1,3 miliar, meningkat 8,52 persen dari tahun sebelumnya, dan laba bersih mencapai US$85,32 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Namun, setahun kemudian, kondisinya berbalik drastis. Penjualan anjlok ke US$847,5 juta, sementara beban produksi melonjak dari US$1,05 miliar menjadi US$1,22 miliar. Akibatnya, Sritex mengalami kerugian untuk pertama kalinya sejak go public pada 2013.

Industri Terlupakan Akibat Sibuk Berpolitik

Industri manufaktur nasional, terutama sektor tekstil, sudah lama berada dalam kondisi kritis. Sebelum PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) resmi berhenti beroperasi pada 1 Maret 2025, almarhum ekonom senior Faisal Basri telah memperingatkan kemungkinan kehancuran industri ini.

Bukan hanya sektor tekstil yang menghadapi ancaman, tetapi berbagai industri manufaktur lainnya juga berada dalam situasi sulit. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dianggap gagal dalam mendorong pertumbuhan industri manufaktur. Bahkan, untuk sekadar mempertahankan industri yang sudah ada pun, tidak terlihat langkah konkret dari kementerian tersebut.

Dikutip dari Tempo, dalam sebuah diskusi publik di Jakarta pada Selasa (16/7/2024), Faisal menyoroti gelombang kebangkrutan yang melanda industri manufaktur.

“Banyak perusahaan bangkrut, bukan hanya keramik. Banyak yang bangkrut, tekstil bangkrut. Belum bisa pulih dari COVID-19, program restrukturisasinya sudah selesai, yang ndak bisa restrukturisasi ya sudah bangkrut, atau dijual murah,” ujarnya.

Ia juga mengkritik Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang dinilai lebih fokus pada aktivitas politik ketimbang memperkuat sektor industri.

“Anda pernah dengar menteri perindustrian bikin pernyataan? Jarang dia, mungkin enggak banyak yang tahu siapa nama menteri perindustrian kita, siapa,” kata Faisal.

Kekhawatiran Faisal Basri terbukti benar. Semakin banyak perusahaan manufaktur yang tidak mampu bertahan. Selain Sritex, PT Yamaha Music Indonesia dan PT Sanken Indonesia juga menghentikan operasionalnya, dengan keputusan merelokasi usaha mereka ke Jepang dan China.

Gelombang penutupan pabrik ini berdampak besar pada tingkat pengangguran. Dari Sritex saja, lebih dari 10.000 pekerja harus kehilangan pekerjaan. Sementara itu, jumlah pekerja yang terkena PHK akibat penutupan Yamaha Music dan Sanken melebihi 1.500 orang.

Tak hanya itu, dua pabrik sepatu di Tangerang, yakni PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh, juga terpaksa menghentikan produksi dan memberhentikan sekitar 4.000 karyawan. Di Garut, Jawa Barat, pabrik bulu mata PT Danbi International mengalami nasib serupa, dengan kemungkinan jumlah pekerja terdampak mencapai 2.100 orang.

Sependapat dengan Faisal Basri, ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini, menilai bahwa kebijakan Kemenperin di bawah Agus Gumiwang Kartasasmita masih belum memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan sektor industri. Menurutnya, manufaktur memegang peran kunci dalam perekonomian nasional. Jika sektor ini runtuh, maka ekonomi negara pun akan ikut terdampak.

“Selama ini kementerian perindustrian berperan sangat terbatas dengan kebijakan yang lemah dan tidak bernilai signifikan untuk memajukan sektor industri,” ujar Didik dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa (18/6/2024).

Didik menilai bahwa kebijakan yang diterapkan saat ini justru menghambat perkembangan industri nasional. Ia berpendapat bahwa regulasi yang ada tidak memberikan cukup peluang, ruang, maupun dorongan bagi industri dalam negeri untuk tumbuh.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka target Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sulit tercapai.

“Yang terjadi bahkan bisa jadi sebaliknya. Di mana, pertumbuhan ekonomi akan selalu di bawah 5 persen karena industrinya tumbuh sangat rendah,” ujar Didik.

Ia membandingkan Indonesia dengan Vietnam dan India yang mampu meningkatkan perekonomian mereka dengan menjadikan sektor industri sebagai penggerak utama pertumbuhan.

Di India, kata Didik, industri mampu tumbuh dua digit, sehingga perekonomiannya lebih mudah terdorong hingga mencapai pertumbuhan 7 persen. Sementara di Indonesia, industri dinilainya masih berjalan lambat, sehingga pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen.

“Nah, faktor kritis dalam pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Prabowo nanti terletak di kementerian ini,” tambahnya.

Pernyataan Didik mendapat tanggapan dari Ilham Permana, anggota Komisi VII DPR dari Partai Golkar. Ia menilai analisis Didik Rachbini kurang berbasis data.

Menurutnya, data menunjukkan sektor industri menyumbang 33 persen dari total investasi nasional. Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur tetap berada di zona ekspansi.

Ia juga menyoroti kinerja ekspor industri serta Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Desember 2024, yang tetap berada di level ekspansi, yakni 52,93.

Dilansir dari Kabar Golkar, pada 10 Feb 2025 lalu Ilham menegaskan bahwa posisi IKI pada Desember tahun lalu ditopang oleh ekspansi 19 subsektor yang berkontribusi terhadap PDB Industri Manufaktur Nonmigas pada Triwulan II-2024 sebesar 90,5 persen.

Berdasarkan data kuantitatif, lanjut Ilham, kinerja Menteri Perindustrian Agus Gumiwang cukup baik. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional mencapai 17,6 persen, menjadikannya yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Di bawah kepemimpinan Menperin Agus Gumiwang, kami sebagai mitra kerja sektor industri manufaktur, tetap menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional,” tutupnya.

Utang Berlebihan dan Kejatuhan Sritex

Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat menilai bahwa kebangkrutan PT Sri Rejeki Isman (SRIL) Tbk, atau Sritex, lebih disebabkan oleh kesalahan dalam strategi pengelolaan keuangan, bukan semata-mata akibat persaingan dengan produk impor yang membanjiri pasar Indonesia.

Dalam hal ini, dua bersaudara generasi kedua Lukminto, yakni Iwan Setiawan Lukminto dan Iwan Kurniawan Lukminto, dinilai telah membuat kesalahan besar dengan mengembangkan bisnis menggunakan utang sebagai tumpuan utama.

“Dalam situasi seperti ini, manajemen Sritex, yang dikendalikan oleh keluarga Lukminto, harusnya lebih berhati-hati dalam pengelolaan keuangan,” ujar Achmad Nur dikutip dari Inilah.com, Jakarta, Sabtu (8/3/2025).

Menurutnya, peran keluarga Lukminto dalam kejatuhan Sritex tidak bisa dikesampingkan. “Sebagai pemegang kendali utama dalam manajemen Sritex, keputusan-keputusan bisnis yang mereka ambil sangat menentukan arah perusahaan,” lanjutnya.

Achmad Nur menjelaskan bahwa Sritex mengajukan pinjaman dalam jumlah besar untuk memperluas kapasitas produksi. Namun, perusahaan gagal mengantisipasi perubahan permintaan di pasar global serta dampak pandemi COVID-19 yang menghantam industri tekstil.

“Ketika permintaan menurun drastis, perusahaan justru terjebak dalam beban utang yang kian menggunung,” katanya.

Alih-alih melakukan efisiensi dan restrukturisasi keuangan secara bertahap, Sritex justru tetap menjalankan operasionalnya secara agresif dengan harapan pasar segera pulih.

Kepercayaan diri yang berlebihan tanpa perhitungan matang ini justru memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Akibatnya, Sritex menghadapi gagal bayar utang yang mencapai hampir Rp30 triliun (Rp29,8 triliun) dan akhirnya dinyatakan pailit.

“Ketika akhirnya utang jatuh tempo dan perusahaan gagal memenuhi kewajiban keuangan kepada kreditur, Sritex tidak lagi memiliki daya tahan untuk bertahan,” tambahnya.

Selain kesalahan dalam strategi manajemen, Achmad Nur juga menyoroti faktor eksternal yang mempercepat kejatuhan perusahaan.

“Persaingan ketat dengan produk tekstil impor, terutama dari China dan negara lain yang memiliki keunggulan biaya produksi lebih rendah, semakin menekan industri tekstil dalam negeri,” jelasnya.

Akibat kepailitan ini, ribuan pekerja Sritex dan anak perusahaannya ikut terdampak. Sebanyak 10.000 karyawan resmi kehilangan pekerjaan sejak 26 Februari 2025.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari tim kurator kepailitan Sritex.

Surat tersebut memuat informasi mengenai proses kepailitan Sritex serta tiga anak perusahaannya, yakni PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

“Opsi pemutusan hubungan kerja diputuskan setelah tim kurator bertemu dengan debitur, yakni manajemen Sritex. Jadi, kebijakan PHK karyawan resmi diberlakukan per 26 Februari. Namun, aktivitas operasional pabrik tetap berjalan hingga 28 Februari. Pekerja masih bekerja hingga Jumat,” kata Sumarno, dikutip dari Inilahjateng, Kamis (27/2/2025). (XRQ)

Reporter: Akil

Pemerintah Rencanakan 70 Ribu Koperasi Desa, Ketum SMKP Beri Catatan Kritis

0
Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pedesaan. Rencana ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, usai menghadiri acara penyampaian taklimat Presiden Prabowo Subianto dan buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

“Beliau juga menyampaikan rencana untuk mendirikan 70 ribu koperasi desa sebagai outlet untuk sembako, outlet untuk obat-obatan, outlet juga untuk klinik,” ujar Bima Arya.

Gagasan ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi. Ia menilai bahwa koperasi dengan fungsi sebagai outlet sembako, obat-obatan, dan klinik memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.

“Koperasi sebagai outlet sembako, obat-obatan, dan klinik memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat desa,” ungkap Zidan kepada Nukilan.id pada Jumat (7/3/2025).

Namun, Zidan menekankan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai saluran distribusi barang semata. Menurutnya, dari perspektif sosialisme ilmiah, koperasi seharusnya lebih dari sekadar alat pendistribusian kebutuhan pokok.

“Koperasi harus menjadi wadah bagi rakyat untuk mengontrol proses produksi dan distribusi secara kolektif,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jika koperasi hanya berperan sebagai penyalur tanpa melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan dan proses produksi, maka keberadaannya berisiko tidak efektif. Bahkan, menurutnya, ada kemungkinan koperasi justru memperkuat ketergantungan terhadap mekanisme pasar kapitalis.

“Jika demikian sangat berisiko menjadi proyek yang tidak efektif. Bahkan hanya akan memperkuat ketergantungan pada pasar kapitalis,” tambahnya.

Oleh karena itu, Zidan menegaskan bahwa koperasi harus dikembangkan sebagai lembaga yang mandiri dan demokratis, dengan orientasi yang benar-benar berpihak pada rakyat. Menurutnya, koperasi seharusnya bukan sekadar instrumen kebijakan yang bersifat top-down dari pemerintah, melainkan lembaga yang tumbuh dari inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat.

“Koperasi harus dibangun sebagai lembaga yang mandiri, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar menjadi alat kebijakan top-down,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Banda Aceh

0
20 Gempa Terbesar
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (m) 5,4 mengguncang Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Jum’at Maret 2025 malam.

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi pukul 19.42 WIB.

Lebih lanjut, BMKG melaporkan pusat gempa berada di lokasi 5.40 LU dan 94.28 Bujur Timur, tepatnya berada di laut 117 kilometer barat daya Banda Aceh.

BMKG juga menyampaikan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Reporter: Rezi

Ketua PKK Aceh dan DPMG Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Masyarakat

0
Ketua PKK Aceh dan DPMG Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Masyarakat. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na, menerima kunjungan audiensi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (6/3). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategis dalam memperkuat sinergi program kerja kedua pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DPMG Aceh, Iskandar AP, yang didampingi sejumlah pejabat internal dinas. Dalam pertemuan ini, Marlina menekankan pentingnya kerja sama erat antara PKK dan DPMG untuk memastikan program-program pemberdayaan masyarakat berjalan optimal.

“Semua perangkat kerja harus berkolaborasi dengan baik sesuai tugas dan fungsi masing-masing demi kemajuan Aceh,” ujar Marlina. Ia juga berharap agar DPMG terus memberikan dukungan yang selaras dengan program PKK sehingga tujuan bersama dapat tercapai secara efektif.

Menanggapi hal tersebut, Iskandar AP menegaskan komitmen DPMG dalam mendukung PKK, termasuk dalam hal alokasi anggaran yang mendukung berbagai inisiatif organisasi tersebut. “Kami akan mensupport PKK dan menyukseskan program-program kerja PKK sebagaimana selama ini kami lakukan untuk kemajuan masyarakat Aceh,” kata Iskandar.

Selain membahas sinergi program, pertemuan ini juga mengulas berbagai strategi pemberdayaan masyarakat yang dapat dijalankan bersama. Fokus utama pembahasan meliputi peningkatan kesejahteraan di tingkat gampong melalui inisiatif yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kolaborasi antara PKK dan DPMG Aceh semakin solid, sehingga berbagai program pemberdayaan dapat diimplementasikan secara lebih efektif. Keberlanjutan kerja sama ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Aceh untuk memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan pemerintah dan organisasi terkait.

Editor: Akil

Produksi Minyak Atsiri di Aceh Barat Capai 22,82 Ton per Tahun

0
Nilam dan produk olahannya. (Foto: Halodoc)

NUKILAN.id | Meulaboh – Minyak atsiri atau minyak esensial menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Aceh Barat. Hingga Maret 2025, produksi minyak atsiri di daerah ini tercatat mencapai 22,82 ton per tahun. Angka tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, dengan produksi minyak atsiri mencapai 22,82 ton per tahun, telah mampu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pendapatan keluarga, dan mampu mendukung ekonomi masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Darmawan, Jumat (7/3/2025).

Minyak atsiri merupakan senyawa yang diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan melalui proses penyulingan, seperti kelopak bunga, daun, kulit kayu, biji, hingga akar. Di Aceh Barat, minyak atsiri dihasilkan dari tanaman nilam yang telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani.

Saat ini, luas lahan tanaman nilam di Kabupaten Aceh Barat tercatat 279 hektare. Dari jumlah tersebut, 117 hektare sudah menghasilkan minyak atsiri, sedangkan 162 hektare lainnya masih dalam tahap pertumbuhan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mencatat bahwa produktivitas minyak atsiri yang dihasilkan petani mencapai 195 kilogram per hektare. Beberapa daerah penghasil utama nilam di Aceh Barat antara lain Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan (1 hektare), Desa Pungki, Kecamatan Kaway XVI (3 hektare), Desa Pulo Tengoh, Kecamatan Meureubo (2 hektare), serta Desa Tegal Sari, Kecamatan Pante Ceureumen (2 hektare). Selain itu, tanaman nilam juga dibudidayakan di Desa Kubu dan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek (3 hektare) serta Desa Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur (2 hektare).

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minyak atsiri melalui berbagai program pembinaan kepada petani. Komoditas ini memiliki potensi pasar yang besar karena sebagian besar hasilnya dijual ke luar daerah dan diekspor ke berbagai negara sebagai bahan baku parfum dan kosmetik.

Dengan meningkatnya produksi dan kualitas minyak atsiri, diharapkan para petani nilam di Aceh Barat dapat semakin sejahtera dan memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas lokal.

Editor: Akil

BI Aceh Perkirakan Penukaran Uang Pecahan Baru Capai Rp 50 Miliar

0
Warga yang sedang menukar uang pecahan baru di halaman Majid Oman Al-Makmur, Banda Aceh, pada Jum'at 7 Maret 2025. (Foto: Nukila/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkirakan jumlah penukaran uang pecahan baru untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2025 mencapai Rp40 sampai 50 miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala BI Aceh, Agus Chusaini di lokasi penukaran uang dalam rangka Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 di halaman Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh, pada Jum’at (7//3/2025).

“Kalau perkiraan kami penukaran di masyarakat sampai akhir Ramadan sampai hari raya mungkin sekitar Rp40 sampai 50 miliar. Dan ini kita sediakan dalam bentuk uang baru. Nanti masyarakat bisa datang untuk melakukan penukaran,” kata Agus kepada Nukilan.

Agus menyebutkan BI Aceh telah menyiapkan dana sebesar Rp3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode tersebut.

“Dana ini tidak hanya untuk penukaran uang pecahan baru, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat, termasuk pengisian ATM,” ujarnya.

BI Aceh menyediakan beberapa skema penukaran uang baru bagi masyarakat. Salah satunya adalah penukaran melalui aplikasi PINTAR, yang berlangsung pada 5 hingga 14 Maret 2025. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi dan waktu penukaran, sehingga dapat menghindari antrean panjang.

Selain itu, layanan penukaran juga tersedia melalui loket bank pada 19 dan 20 Maret 2025 di 23 kantor cabang dari 13 bank yang berpartisipasi. Masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR sebelum mendatangi bank yang dipilih.

BI Aceh juga membuka layanan penukaran tanpa aplikasi di beberapa lokasi tertentu. Salah satunya adalah Aceh Ramadan Festival yang berlangsung pada 12 hingga 17 Maret 2025 dengan kuota 200 paket per hari.

 Selain itu, penukaran juga dapat dilakukan melalui layanan kas keliling terpadu di Taman Sari (Bustanus Salatin), Banda Aceh, pada 18 hingga 20 Maret 2025 dengan kuota 1.000 paket per hari. 

Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak mudik, penukaran uang juga bisa dilakukan di Terminal Bus Batu Kota, Banda Aceh, pada 22 Maret 2025.

Untuk setiap individu, BI membatasi jumlah penukaran maksimal Rp4,3 juta. Agus Chusaini menyebutkan bahwa tren antusiasme masyarakat terhadap penukaran uang pecahan baru relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tidak ada peningkatan signifikan, tetapi kami berupaya memastikan ketersediaan uang dengan jumlah dan pecahan yang cukup sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Ketum Suara Muda Kelas Pekerja Kritik Ide Koperasi Desa Ala Prabowo

0
Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan setelah menghadiri acara penyampaian taklimat Presiden Prabowo Subianto dan buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

“Beliau juga menyampaikan rencana untuk mendirikan 70 ribu koperasi desa sebagai outlet untuk sembako, outlet untuk obat-obatan, outlet juga untuk klinik,” ujar Bima Arya.

Dikutip dari Kompas.id, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak terlepas dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya koperasi itu akan terdiri atas gerai-gerai yang menyediakan bahan baku MBG. Keberadaan koperasi itu juga diharapkan bisa menekan harga komoditas karena rantai distribusi bisa diperpendek.

Namun, rencana ini mendapat tanggapan kritis dari berbagai pihak. Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi, menilai bahwa kebijakan ini perlu dikaji lebih dalam agar benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat desa.

“Kebijakan tentang koperasi merah putih ini bisa dilihat sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui redistribusi sumber daya,” katanya kepada Nukilan.id pada Jumat (7/3/2025).

Meski demikian, Zidan menyoroti sumber anggaran yang digunakan untuk program ini, yang menurutnya sebagian besar dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Namun, kita harus kritis terhadap muara anggaran yang sebagian besar dialokasikan untuk program MBG,” tambahnya.

Menurutnya, meskipun program MBG penting, kebijakan tersebut masih bersifat karitatif dan belum mengubah struktur ekonomi yang timpang.

“Program ini, meski penting, bersifat karitatif dan tidak secara struktural mengubah relasi produksi yang timpang,” tegasnya.

Zidan juga menekankan bahwa koperasi seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi, tetapi juga sebagai alat produksi yang memungkinkan masyarakat desa memiliki kendali atas alat-alat produksi mereka sendiri.

“Koperasi seharusnya tidak hanya menjadi alat distribusi, tetapi juga alat produksi yang memungkinkan rakyat desa menguasai alat-alat produksi mereka sendiri,” ujarnya.

Jika anggaran hanya difokuskan pada program MBG, Zidan khawatir bahwa program koperasi desa ini hanya akan menjadi bantuan jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan di pedesaan.

“Jika anggaran hanya fokus pada MBG, maka ini hanya akan menjadi program bantuan jangka pendek yang tidak menyentuh akar masalah, yaitu ketergantungan rakyat pada sistem kapitalis yang eksploitatif,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil