Beranda blog Halaman 636

PN Banda Aceh Mulai Sidangkan Kasus Pembunuhan Mahasiswa di Jeulingke

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menggelar sidang perdana kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Zulfurqan (20) pada Kamis (13/03/2025). 

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan terkait kasus pembunuhan terhadap Dhiyaul Puadi (20) di sebuah kamar kost di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh

Menurut dakwaan JPU Alfian, terdakwa Zulfurqan dengan sengaja dan berencana merampas nyawa korban Dhiyaul Puadi pada Sabtu (19/10/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. Motif pembunuhan tersebut adalah untuk mengambil handphone merk Redmi warna biru dongker metalik milik korban.

“Terdakwa keluar dan duduk di teras kamar untuk melihat situasi sekitar kamar kost. Kemudian terdakwa kembali ke dalam kamar dan duduk di atas kursi. Saat itu, terdakwa melihat pisau bergangang putih di atas meja di samping Cosmos dan mengambilnya,” papar JPU dalam sidang.

Setelah mengambil pisau, terdakwa menghampiri korban yang sedang tidur dan menusuk lehernya satu kali. Korban kemudian terbangun dan mengangkat kakinya, membuat terdakwa ketakutan. Meski demikian, terdakwa kembali menusuk leher korban dan lengan atas sebelah kanan sebanyak satu kali hingga pisau yang dipegang terdakwa lepas dari gagangnya.

Dalam kepanikan, terdakwa melarikan diri dan membuang gagang pisau di dalam kamar. Saat akan menghidupkan sepeda motor, terdakwa melihat korban berdiri dengan memegang lehernya yang berlumuran darah. Karena ketakutan, terdakwa meninggalkan sepeda motornya di tempat kost tersebut.

“Selanjutnya terdakwa pergi ke Masjid Oman Lampriet untuk mencuci tangannya yang terkena darah korban. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, terdakwa pulang ke asramanya di Desa Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh,” ungkap JPU.

Atas perbuatannya tersebut, terdakwa diancam dengan pasal 340 KUHP (primair) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dakwaan subsidair adalah pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin oleh Hakim Ketua Azhari dengan didampingi Hakim Anggota Muhklis dan Nelly Rahmasuri Lubis. Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum Rian Apriesta R.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (18/03/2025) dengan agenda pemeriksaan pokok perkara.

Reporter: Rezi

JSI Apresiasi KIP Aceh atas Suksesnya Pilkada Serentak 2024

0
Pendiri JSI, Aryos Nivada, kepada Ketua KIP Aceh, Agusni AH, didampingi Wakil Ketua KIP Aceh, Iskandar Agani. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jaringan Survei Inisiatif (JSI) memberikan penghargaan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh atas keberhasilannya menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024 dengan aman dan damai.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pendiri JSI, Aryos Nivada, kepada Ketua KIP Aceh, Agusni AH, didampingi Wakil Ketua KIP Aceh, Iskandar Agani, dalam sebuah seremoni di Kantor JSI Banda Aceh, Kamis (13/3/2025).

Ketua KIP Aceh, Agusni AH, mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi di Aceh.

Saat diwawancarai Nukilan.id, Agusni juga menilai bahwa meskipun penyelenggaraan Pilkada 2024 telah berjalan dengan baik, masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki.

“Penghargaan ini sekaligus menjadi refleksi bagi kami bahwa masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai pihak mungkin telah menilai Pilkada berlangsung sukses, tetapi pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk membenahi kekurangan demi meningkatkan kualitas demokrasi di masa mendatang.

“Meskipun banyak pihak menilai penyelenggaraan Pilkada sudah berjalan baik, tentu masih ada kekurangan yang harus dibenahi agar kualitas demokrasi di Aceh semakin baik,” tambahnya.

Menurut Agusni, kesuksesan Pilkada tidak terlepas dari peran banyak pihak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, peserta Pilkada, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun demokrasi yang sehat.

“Pilkada adalah proses yang melibatkan banyak elemen, mulai dari penyelenggara, peserta, pemerintah, hingga pemilih,” ujarnya.

Untuk itu, sinergi yang baik sangat diperlukan agar setiap tahapan Pilkada berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi yang transparan dan adil.

“Oleh karena itu, sinergi yang baik sangat diperlukan agar pesta demokrasi dapat berjalan dengan sukses,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agusni juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi KIP Aceh selama Pilkada 2024. Salah satunya adalah proses pencalonan, yang di Aceh memiliki tahapan khusus berupa uji mampu baca Al-Qur’an bagi calon kepala daerah.

“Seperti yang kita ketahui, uji mampu baca Al-Qur’an menjadi salah satu tahapan yang dinamis dan cukup menantang,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa proses ini tidak hanya bergantung pada hasil dari tim penguji, tetapi juga membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami tidak hanya menunggu hasil dari tim penguji, tetapi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), untuk memastikan proses ini berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Selain itu, tantangan lainnya muncul saat proses pemungutan dan perhitungan suara. Agusni menekankan bahwa tahapan ini tidak hanya berkaitan dengan angka semata, tetapi juga melibatkan berbagai dinamika politik.

“Semua pihak memiliki kepentingan dan melihat proses ini dari perspektif masing-masing,” ungkapnya.

Dengan berbagai tantangan yang telah dihadapi, Agusni mengatakan bahwa KIP Aceh terus berkomitmen untuk meningkatkan standar penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa depan.

“Oleh karena itu, kami terus berbenah dan memastikan bahwa apa yang telah dicapai saat ini dapat menjadi standar bagi penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

BSI Aceh Jalin Sinergi dengan Wakil Gubernur untuk Perkuat Ekonomi Syariah

0
BSI Aceh Jalin Sinergi dengan Wakil Gubernur untuk Perkuat Ekonomi Syariah. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. Pada Rabu (12/3/2025), Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Aceh, Wachjono, bersama sejumlah perwakilan BSI Aceh bertemu dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, di Banda Aceh.

Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan serta menggali peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah di Aceh. Dalam kesempatan tersebut, BSI Aceh memaparkan berbagai program dan inisiatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah.

Wakil Gubernur Aceh menyambut baik langkah BSI Aceh dalam memperluas layanan keuangan berbasis syariah di provinsi yang telah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

“Pengembangan ekonomi syariah di Aceh memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Fadhlullah. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan BSI Aceh dalam menyusun kebijakan dan program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wachjono menegaskan komitmen BSI Aceh dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah yang lebih luas.

“BSI Aceh akan terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemahaman dan implementasi ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wachjono. Ia juga menyampaikan rencana BSI untuk memperluas jangkauan produk dan layanan syariah guna menjangkau lebih banyak sektor, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor strategis lainnya.

Silaturahmi ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk mengeksplorasi potensi baru dalam pengembangan ekonomi syariah. Dengan adanya sinergi yang kuat antara BSI Aceh dan pemerintah daerah, diharapkan tercipta iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah.

Di akhir pertemuan, BSI Aceh dan Pemerintah Aceh bersepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerjasama guna mewujudkan Aceh sebagai pusat ekonomi syariah yang maju dan berkelanjutan.

“Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan ekonomi daerah dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah yang sudah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Aceh,” tegas Fadhlullah.

Sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, BSI Aceh terus berupaya memberikan layanan perbankan yang tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan memperkenalkan prinsip ekonomi syariah kepada masyarakat.

“BSI sahabat finansial, sahabat sosial, dan sahabat spiritual,” tutup Wachjono.

Ketersediaan BBM di Banda Aceh Aman Jelang Lebaran, Polisi Pastikan Tidak Ada Kecurangan

0
Ilustrasi Pertamina. (Foto: Dok. Mypertamina).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang lonjakan permintaan bahan bakar minyak (BBM) saat Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah, Polresta Banda Aceh bersama UPTD Metrologi Kota Banda Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kualitas BBM tetap terjaga bagi masyarakat.

Dalam sidak tersebut, petugas menggunakan alat ukur hydrometer dan thermo-hydrometer untuk menguji kualitas serta ketepatan takaran BBM yang disalurkan kepada konsumen. Pemeriksaan ini menjadi langkah antisipatif guna menghindari praktik kecurangan yang merugikan masyarakat.

Wakasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Iptu Julpandi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mengawasi distribusi BBM agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap liter BBM yang dibeli masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tidak boleh ada penyimpangan atau penipuan dalam bentuk apa pun,” ujar Julpandi, Rabu, 12 Maret 2025.

Hingga saat ini, hasil pemantauan belum menemukan indikasi adanya penimbunan BBM di Kota Banda Aceh. Meski demikian, Julpandi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Kami akan terus memantau situasi dan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum jika ada pihak-pihak yang mencoba bermain curang,” tegasnya.

Sidak ini menjadi bagian dari upaya Polresta Banda Aceh dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga BBM selama bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM di Banda Aceh aman,” tambahnya.

Dengan adanya pengawasan ketat ini, diharapkan ketersediaan BBM di Banda Aceh tetap stabil dan masyarakat dapat menjalani mudik serta perayaan Lebaran dengan nyaman tanpa kendala bahan bakar.

Editor: Akil

Illiza Sebut ARF Momentum Perkenalkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Unggulan

0
Illiza Sebut Aceh Ramadan Festival 2025 Sebagai Momentum Perkenalkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Unggulan. (Foto: MC Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh Ramadan Festival (ARF) 2025 resmi dibuka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (12/3/2025). Acara yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 ini menjadi ajang promosi budaya dan wisata religi Aceh ke kancah nasional dan internasional.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa ARF bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kebersamaan dan keberagaman budaya yang memperkaya khazanah Aceh. Ia juga menyoroti kolaborasi erat antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan berbagai pemangku kepentingan dalam melestarikan budaya Aceh.

“ARF adalah upaya bersama untuk memperkenalkan Aceh dan Banda Aceh khususnya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kota di mana keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya menyatu harmonis,” ujar Illiza dalam sambutannya.

Ia juga mengajak para pengunjung untuk mendukung pelaku UMKM lokal dengan membeli produk-produk yang dijual selama festival.

“Belanja yang banyak, sesuai tagline kita: bela dan beli produk UMKM Banda Aceh. Semua juga ikut share promosi via medsos masing-masing,” tambahnya.

Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, secara resmi membuka rangkaian acara ARF 2025. Hadir pula Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI Reza Fahlevi, unsur Forkopimda Aceh dan Banda Aceh, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Almuniza Kamal, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Festival ini berlangsung selama sepekan, 12-17 Maret 2025, dan menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Didukung oleh sejumlah sponsor utama, seperti Pertamina, Bank Indonesia, dan Bank Aceh Syariah, ARF 2025 dimeriahkan dengan puluhan stan kuliner khas Aceh, termasuk bubur kanji rumbi gratis bagi pengunjung. Selain itu, terdapat pameran kaligrafi, manuskrip kuno, serta mushaf Al-Qur’an yang semakin menambah nilai edukatif dan religius dalam festival ini.

Illiza berharap ARF dapat terus berkembang menjadi acara tahunan yang lebih besar dan meriah.

“Semoga tahun depan bisa kita gelar lebih megah lagi dengan dukungan penuh Bapak Gubernur Aceh. Kami siap berkolaborasi membangun Aceh-Banda Aceh demi masyarakat yang lebih sejahtera,” ujarnya optimistis.

Editor: Akil

Gubernur Mualem Resmi Buka Aceh Ramadhan Festival 2025

0
Kembali dari Singapura
Gubernur Aceh, Mualem. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aceh Ramadhan Festival 2025 resmi dibuka oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Rabu (12/3/2025) sore. Event tahunan yang telah digelar untuk ketujuh kalinya ini berlangsung hingga 17 Maret 2025, menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan syiar Islam dan penguatan ekonomi kreatif.

Tahun ini, Aceh Ramadhan Festival semakin semarak dengan 50 tenant UMKM yang difasilitasi oleh Bank Aceh Syariah. Tenant-tenant ini menawarkan kuliner khas Aceh, fesyen Islami, serta berbagai produk kerajinan tangan. Selain itu, berbagai lomba, pameran, dan pertunjukan seni budaya bernuansa Islami turut meramaikan acara.

Gubernur Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menegaskan bahwa festival ini menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2025 Kementerian Pariwisata. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh.

“Mari kita majukan wisata Aceh supaya datang tamu dari dalam dan luar negeri, cukup senyum dan ramah kepada sebagai modal penting wisata,” ujar Mualem dalam sambutannya.

Sebagai upaya mendukung sektor pariwisata, Pemerintah Aceh berencana membangun kawasan Tamaddun Islam di kompleks makam Syiah Kuala. Kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas keislaman, termasuk manasik haji dan umrah, yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan dari luar Aceh.

“InsyaAllah kalau kita saling mendukung kita bisa bangun Aceh yang lebih maju,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mualem juga meluncurkan Khazanah Piasan Nanggroe 2025, yang mencakup 42 event kebudayaan dan pariwisata sepanjang tahun di berbagai kabupaten/kota. Aceh Ramadhan Festival menjadi salah satu event unggulan dalam program ini.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, turut mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Ia menilai, festival ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga cerminan kekayaan budaya Aceh yang harus terus dijaga.

“Event ini bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Aceh dengan Pemko Banda Aceh dan ini adalah ikhtiar bersama untuk mengenalkan Aceh sebagai wisata unggulan dengan kekayaan budaya dan keindahan alam,” ujar Illiza.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menambahkan bahwa penyelenggaraan festival ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Bank Aceh, Pertamina, serta sejumlah lembaga lainnya. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata Aceh tidak bisa dicapai secara individu, melainkan melalui sinergi yang kuat.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya memajukan sektor pariwisata di Aceh tidak bisa berjalan sendiri,” kata Almuniza.

Ia juga mengungkapkan bahwa angka kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat pascapandemi. Sejumlah event besar yang digelar sebelumnya telah berhasil menarik wisatawan dalam jumlah signifikan. Diharapkan, Aceh Ramadhan Festival 2025 akan menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata, Reza Fahlevi, Plt Direktur Utama Bank Aceh, Hendra Supardi, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, serta sejumlah tokoh penting lainnya.

Editor: Akil

Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh Gelar Pembinaan MANDUM PAI

0
Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh Gelar Pembinaan MANDUM PAI dan Safari Ramadan di Aceh Utara. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menggelar kegiatan Pembinaan Manajemen Sumber Daya Unggulan Mutu (MANDUM) PAI di Aula PLHUT Kemenag Aceh Utara, Rabu (12/3/2025). Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan sosialisasi Program GEMMA (Gerakan Menulis Mushaf Al-Qur’an) yang diperuntukkan bagi Guru PAI se-Aceh.

Sebanyak 70 Guru PAI, Pengawas PAI, Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI, serta Asosiasi Guru PAI (AGPAI) Kabupaten Aceh Utara hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., menjelaskan sejumlah hal penting terkait pelaksanaan Program Profesi Guru (PPG) PAI dan petunjuk teknis pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) PAI Tahun 2025.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Kemenag Aceh Utara, Seksi PAI, serta AGPAI yang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya mendukung bantuan dana PPG bagi Guru PAI yang berada di bawah naungan Pemda Aceh Utara.

“Koordinasi yang baik ini memungkinkan bantuan dana PPG dapat dilaksanakan pada Batch 1 Tahun 2025,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim SMA/SMK, Dr. H. Taharuddin, MA, dan Ketua Tim SMP Bidang PAI, M. Nasir, S.Pd.I.

GEMMA Siap Dimulai Serentak di Aceh

Khairul Azhar juga mengajak seluruh Guru PAI dan Kemenag Aceh Utara untuk turut menyukseskan Program GEMMA.

“Kick off program ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Aceh bersama Bapak KaKanwil dan 604 Guru PAI serta Pengawas pada 17 Ramadhan 1446 H atau bertepatan dengan 17 Maret 2025 M,” ujarnya.

Program GEMMA sendiri merupakan kegiatan penulisan Mushaf Al-Qur’an secara serentak oleh Guru PAI se-Aceh sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an dan upaya memperkuat literasi keislaman di kalangan pendidik.

Safari Ramadan di Aceh Utara

Selain pembinaan, rangkaian kegiatan juga mencakup Safari Ramadan oleh Tim Kanwil Kemenag Aceh di Kabupaten Aceh Utara. Dalam kegiatan tersebut, Dr. H. Taharuddin, MA, memberikan siraman rohani di Masjid Al-Kautsar, Desa Alue Mudeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat Kemenag Aceh Utara, termasuk Kakankemenag Aceh Utara, Drs. H. Maiyusri, M.Ag., beserta jajarannya. Safari Ramadan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dengan adanya rangkaian pembinaan dan safari ini, diharapkan kualitas pendidikan agama Islam di Aceh semakin meningkat, serta program-program unggulan seperti GEMMA dapat berjalan dengan sukses.

Editor: AKil

Syech Besar Asal Mesir Akan Pimpin Qiyamullail di Banda Aceh

0
Syech Besar Asal Mesir Akan Pimpin Qiyamullail di Banda Aceh. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menghadirkan nuansa istimewa di bulan suci Ramadhan dengan mendatangkan Syech Muhammad Hamid Al Gammal, seorang imam dan qari internasional asal Mesir. Kehadirannya akan mengisi malam-malam penuh berkah dengan memimpin salat isya, tarawih, witir, dan qiyamullail di sejumlah masjid di Banda Aceh mulai 16 hingga 26 Ramadhan 1446 H.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Ridwan, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan syiar Islam dan mendorong masyarakat semakin menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah.

“Selain itu juga memotivasi warga Banda Aceh dalam menghidupkan 15 malam terakhir dalam bulan suci Ramadhan,” ujar Ridwan.

Ia juga berharap kehadiran imam asal Mesir ini menjadi momentum istimewa bagi warga Banda Aceh untuk lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah qiyamullail.

Jadwal Imam Syech Muhammad Hamid Al Gammal:

  • 16-17 Maret: Masjid Quba Blower
  • 18 Maret: Masjid Istiqomah Blower
  • 19 dan 21 Maret: Masjid Jami’ Kemukiman Lueng Bata
  • 20 Maret: Masjid Raya Baiturrahman
  • 22-26 Maret: Masjid Al Falah Nesu Jaya

Dengan kedatangan imam besar asal Mesir ini, diharapkan masyarakat Banda Aceh dapat merasakan pengalaman spiritual yang lebih mendalam selama bulan suci Ramadhan. Pemerintah Kota juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menghadiri dan meramaikan salat berjamaah di masjid-masjid yang telah dijadwalkan.

Editor: Akil

Ditjenpas Terima Hibah 4,1 Hektare untuk Pembangunan Lapas Baru di Aceh Tenggara

0
Ditjenpas Terima Hibah 4,1 Hektare untuk Pembangunan Lapas Baru di Aceh Tenggara. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menerima hibah tanah seluas 4,1 hektare dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun lembaga pemasyarakatan (lapas) baru guna mengatasi persoalan kelebihan kapasitas di Lapas Kelas IIB Kutacane.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam kunjungannya ke Aceh Tenggara pada Selasa (11/3), menyampaikan komitmen Ditjenpas untuk segera merealisasikan pembangunan lapas baru tersebut.

“Kami akan membangun lapas baru secepatnya di atas tanah yang telah dihibahkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dengan luas 4,1 hektare,” kata Mashudi.

Penyerahan surat hibah tanah dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, kepada Mashudi di sela-sela kunjungan meninjau kondisi Lapas Kelas IIB Kutacane. Dalam kesempatan tersebut, Mashudi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lapas yang mengalami kelebihan kapasitas.

Saat ini, Lapas Kelas IIB Kutacane dihuni oleh 362 narapidana dan tahanan, padahal kapasitas idealnya hanya untuk sekitar 100 orang. Kondisi ini mencerminkan permasalahan yang hampir merata di seluruh lapas dan rumah tahanan (rutan) di Aceh.

“Kami prihatin dengan kondisi Lapas Kutacane. Tidak hanya di Kutacane, hampir semua lapas dan rutan di Aceh kelebihan huni hingga 300 persen. Karena itu, Ditjenpas akan membangun lapas di Kabupaten Aceh Tenggara di atas lahan hibah pemerintah daerah,” ujar Mashudi.

Selain meninjau kondisi lapas, kunjungan Mashudi juga berkaitan dengan insiden kaburnya 52 narapidana pada Senin (10/3) petang. Para narapidana tersebut melarikan diri diduga akibat insiden antrean pembagian makanan berbuka puasa yang memicu ketegangan di dalam lapas.

Mashudi menegaskan bahwa pembangunan lapas baru menjadi langkah mendesak untuk meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan serta mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang. Ia juga mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI untuk mendukung percepatan pembangunan lapas guna mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang semakin mendesak di berbagai wilayah.

Pembangunan lapas baru diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan yang selama ini menghantui sistem pemasyarakatan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara.

Editor: Akil

Narapidana Aceh Tuntut Bilik Asmara, Begini Kata Ahli

0
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Jakarta – Isu penyediaan bilik asmara di lembaga pemasyarakatan kembali mencuat setelah insiden kaburnya puluhan narapidana dari Lapas IIB Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Selain karena kapasitas lapas yang melebihi batas, para napi juga disebut-sebut menuntut fasilitas bilik asmara sebagai bagian dari hak mereka selama menjalani masa tahanan.

Menanggapi hal ini, ahli andrologi dan seksologi Wimpie Pangkahila menilai bahwa keberadaan bilik asmara di lapas merupakan hal yang wajar, asalkan diperuntukkan bagi pasangan sah narapidana.

“Saya pribadi setuju. Istri menengok, ada kesempatan untuk berdua, di kamar tanpa diganggu. Tapi kalau orang lain [selain pasangan sah] jangan,” ujar Wimpie dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (12/3/2025).

Bilik asmara sendiri merupakan ruang khusus di lapas yang memungkinkan pasangan sah narapidana bertemu secara lebih privat. Konsep ini telah diterapkan di beberapa negara untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan emosional warga binaan.

Dampak Psikologis Jika Hasrat Seksual Tidak Tersalurkan

Menurut Wimpie, hubungan seksual memiliki dimensi psikoseksual yang tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga emosional. Ia menjelaskan bahwa tidak adanya penyaluran hasrat seksual dapat berdampak pada kondisi psikologis seseorang.

“Hubungan seks itu salah satu kebutuhan psikoseksual ya. Kita menyebutnya psikoseksual karena ada unsur fisik tapi juga melibatkan perasaan. Jadi memang orang yang melakukan masturbasi tentu tidak merasakan kepuasan seperti yang dilakukan dengan pasangan yang diminati,” jelasnya.

Meski begitu, Wimpie menambahkan bahwa manusia tetap bisa hidup tanpa hubungan seksual, terutama dengan adanya alternatif seperti masturbasi. Namun, jika kebutuhan seksual tidak tersalurkan sama sekali, dampaknya bisa berujung pada stres dan kecemasan.

“Yang paling banyak (dampaknya seperti) merasakan ketidakpuasan, stres, karena ketika orang berhubungan seks atau masturbasi puncaknya adalah orgasme. Orang kan merasakan tenang, rileks, (tapi) itu nggak ada, sebaliknya (merasa) stres, bingung, gelisah,” tuturnya.

Perdebatan Soal Bilik Asmara di Lapas

Isu bilik asmara di lapas bukanlah hal baru dan terus menjadi perdebatan di Indonesia. Sejumlah pihak menilai bahwa fasilitas ini perlu diberikan untuk menjaga kesejahteraan psikologis warga binaan. Namun, di sisi lain, ada pula yang khawatir akan potensi penyalahgunaan fasilitas tersebut.

Sejauh ini, belum ada regulasi yang mengatur secara eksplisit tentang bilik asmara di lapas Indonesia. Namun, diskusi mengenai kebijakan ini terus berkembang, terutama dalam konteks pemenuhan hak asasi narapidana dan pembinaan yang lebih manusiawi di lembaga pemasyarakatan.

Editor: Akil