Beranda blog Halaman 605

Pemandian Putri Naga, Pesona Air Pegunungan yang Menyegarkan di Tapaktuan

0
Pemandian Panjupian, Pesona Alam Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan — Aceh Selatan kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang memikat hati. Di tengah rindangnya pepohonan dan sejuknya udara pegunungan, berdiri sebuah objek wisata yang mulai mencuri perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah: Pemandian Panjupian, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Pemandian Putri Naga.

Terletak di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, pemandian ini hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Lokasinya yang mudah dijangkau dan akses jalan yang memadai membuat tempat ini kerap menjadi pilihan favorit untuk berlibur, terutama saat akhir pekan dan musim liburan tiba.

Begitu tiba, pengunjung akan langsung disambut oleh hawa sejuk khas pegunungan serta kolam berair jernih berwarna kebiruan yang menggoda untuk segera diceburi. Airnya yang berasal langsung dari mata air pegunungan menjadi daya tarik utama, menghadirkan sensasi segar yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tak heran jika kawasan ini kerap dipadati ratusan hingga ribuan pengunjung. Kolam pemandian dengan kedalaman sekitar 1,5 meter itu cukup aman untuk berenang, meski pengawasan tetap diperlukan bagi anak-anak. Selain itu, sejumlah fasilitas seperti warung makan dan penjual minuman juga tersedia dan dikelola oleh warga setempat.

Madil, seorang mahasiswa yang tengah berlibur di Pemandian Putri Naga bersama teman-temannya, mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat ini.

“Pemandian ini sangat menarik untuk dikunjungi. Keren, jadi jangan sungkan-sungkan hadir ke tempat ini,” ujar Madil kepada Nukilan.id, Minggu (6/4/2025).

Ia menambahkan bahwa tiket masuk yang hanya Rp 5.000 per orang sangat terjangkau, apalagi dengan pengalaman menyegarkan yang ditawarkan tempat ini. Menurutnya, pemandian ini sangat cocok untuk liburan keluarga maupun bersama teman-teman.

Sementara itu, Deby, warga Tapaktuan, menilai meski secara bentuk tempat ini tak jauh berbeda dengan kolam biasa, keistimewaan utamanya terletak pada kejernihan dan kesegaran airnya.

“Namanya saja Pemandian Putri Naga, tempatnya seperti kolam pada umumnya,” kata Deby.

Namun begitu, ia berharap pemerintah daerah dapat terus memperhatikan potensi wisata alam seperti ini.

“Semoga kedepannya destinasi ini semakin berkembang dan terus terjaga kelestariannya. Harapan kita juga, semoga pemerintah lebih memerhatikan lagi destinasi-destinasi wisata alam yang ada di Aceh Selatan ini untuk memikat daya tarik pengunjung,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Bagus Ferdinan, warga Trumon, yang rela menempuh perjalanan lebih dari satu jam demi bisa menikmati suasana Pemandian Putri Naga.

“Untuk airnya asri, murni air pegunungan dan dingin,” ujar Bagus.

Dengan panorama alam yang memukau dan suasana yang tenang, Pemandian Panjupian menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Jadi, jika Anda sedang berada di Aceh Selatan atau merencanakan liburan ke daerah ini, sempatkanlah singgah dan rasakan sendiri kesegaran dari legenda Putri Naga. (XRQ)

Reporter: AKil

Momen Lebaran, Bupati Aceh Selatan Silaturahmi ke Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

0
Momen Lebaran, Bupati Aceh Selatan Silaturahmi ke Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk bersilaturahmi langsung dengan Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhullah Dekfad, Jumat (4/4/2025). Pertemuan berlangsung hangat di Pendopo Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Tak sekadar temu sapa, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Mirwan untuk membahas berbagai agenda strategis demi kemajuan Aceh Selatan. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan visi besar yang tengah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Aceh Selatan 2025–2030.

“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh Selatan sudah mulai membahas draft rencana pembangunan jangka menengah kabupaten (RPJMK) Aceh Selatan 2025-2030. Mulai dari visi, misi hingga program strategis pembangunan Aceh Selatan juga akan disinergikan dengan visi misi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang terintegrasi demi menuju Aceh Selatan yang maju dan produktif,” ujar Mirwan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi, terlebih di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit.

“Dengan kondisi keuangan Aceh Selatan yang saat ini defisit dan sedang dilakukan efesiensi anggaran, kita berharap selain dari APBN juga dapat dibantu melalui APBA oleh Pemerintah Aceh sebagai bentuk kerjasama antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dalam mewujudkan berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan,” tambahnya.

Selain membahas rencana pembangunan, Bupati juga melaporkan kondisi banjir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah, seperti Trumon Raya, Kluet Tengah, dan Kluet Timur.

“Kita sudah menyampaikan kondisi di lapangan terkait Banjir musiman yang terjadi di Trumon Raya berdasarkan kondisi yang kita lihat langsung ketika turun ke lapangan pada bulan ramadhan lalu. Kita juga sudah menceritakan tentang kondisi banjir yang saat ini melanda Kluet Timur dan Kluet Tengah, dimana Wakil Bupati juga sudah bergerak langsung ke lokasi. Mudah-mudahan, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga akan memberikan perhatian terkait persoalan tersebut,” katanya.

Bupati Mirwan juga mengapresiasi sambutan hangat dari Gubernur dan Wakil Gubernur, serta respon positif yang diberikan terhadap rencana pembangunan yang disampaikan.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur maupun Bapak Wakil Gubernur memberikan respon positif terhadap berbagai rencana pembangunan yang telah kita sampaikan. Kita berharap ke depan Aceh Selatan dapat terus diperhatikan oleh Pemerintah Aceh melalui berbagai kebijakan dan program yang bermanfaat untuk masyarakat,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam pembayaran Tunjangan Kinerja (TC) dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, yang dibayarkan tepat waktu sebelum lebaran.

Bahkan, apresiasi juga disampaikan atas keberhasilan Pemkab Aceh Selatan dalam menuntaskan sebagian utang, termasuk tunggakan rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) ke PLN dan sebagian utang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Yulidin Away (RSUDYA).

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur Aceh mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah kita lakukan. Dan insya Allah, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin demi mewujudkan Aceh Selatan yang maju dan produktif,” pungkas Mirwan. (XRQ)

Editor: AKil

Libur Idulfitri, Belasan Ribu Wisatawan Serbu Sabang

0
Libur Idul Fitri, Belasan Ribu Wisatawan Serbu Sabang. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pulau Sabang kembali menjadi destinasi favorit wisatawan saat libur Idulfitri 1446 Hijriah. Selama periode 28 Maret hingga 3 April 2025, sebanyak 12.847 wisatawan tercatat menyeberang dari Banda Aceh menuju Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue.

“Didominasi dari wisatawan dari luar Aceh. Diperkirakan hari ini juga masih ramai yang berdatangan,” kata Kepala Pelabuhan Ulee Lheue, Muhammad Ridwan Siregar, di Banda Aceh, Sabtu (5/4/2025).

Ridwan menyebutkan puncak kunjungan terjadi sejak H2 Lebaran atau 1 April 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 2.333 orang. Angka ini terus meningkat hingga H+2 Lebaran.

“Pada H+1 jumlah wisatawan yang berangkat tercatat sebanyak 2.811 orang, lalu pada H+2 bertambah menjadi 2.970 orang,” ujarnya.

Lonjakan ini turut tercermin dari data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang mencatat pergerakan penumpang dari Banda Aceh ke Sabang pada 31 Maret hingga 2 April mencapai 8.951 orang, sedangkan sebaliknya dari Sabang ke Banda Aceh sebanyak 4.740 orang. Para penumpang terdiri atas pejalan kaki dan pengguna berbagai jenis kendaraan yang menumpang kapal roro BRR.

Guna mengantisipasi penumpukan penumpang, pihak pelabuhan telah menyiapkan empat kapal cepat (express) dan tiga kapal roro. Seluruh armada diberi tambahan lima hingga enam trip per hari.

“Jika terjadi lonjakan penumpang, penambahan trip kapal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Ridwan.

Hal senada disampaikan Kepala Koordinator Aceh/Sabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Gusti Imam Munandar. Menurut dia, selama libur Lebaran terjadi lonjakan signifikan penumpang kapal cepat dari Banda Aceh ke Sabang.

“Per hari kurang lebih ada 1.300 penumpang, melonjak dari normalnya hanya 400 penumpang per hari,” katanya.

Sebagian besar wisatawan diketahui berasal dari luar Aceh, terutama dari Kota Medan dan sekitarnya.

“Kebanyakan penumpang berasal dari Medan,” ujar Gusti.

Dengan lonjakan penumpang tersebut, pihaknya juga telah menambah jumlah trip keberangkatan kapal cepat menjadi enam trip per hari hingga 6 April 2025.

“Untuk kemarin dan hari ini total 6 trip. Penambahan trip Insyaallah sampai tanggal 6 April,” tambahnya.

Sabang memang menjadi destinasi unggulan wisata Aceh karena menyajikan keindahan bahari, panorama alam tropis, hingga kekayaan budaya lokal yang memesona. Pemerintah Aceh pun terus mendorong sektor pariwisata dengan menargetkan kunjungan 10 juta wisatawan pada tahun-tahun mendatang.

Editor: AKil

Libur Lebaran, ASDP Tambah Jadwal Kapal Roro Banda Aceh–Sabang hingga 12 Trip

0
Kapal Aceh Hebat 2 angkut wisatawan yang berlibur ke pulau sabang di hari lebaran. (Foto: Republika)

NUKILAN.id | SABANG – Lonjakan penumpang pada masa libur Lebaran membuat layanan kapal penyeberangan dari Banda Aceh ke Sabang dan sebaliknya mengalami peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh menambah jumlah trip kapal RoRo menjadi 12 kali perjalanan dalam sehari untuk mengakomodasi arus mudik dan wisatawan.

Dua kapal ferry yang melayani lintasan ini, yakni KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2, beroperasi penuh sejak pagi hingga malam hari. Kedua kapal ini melayani pelayaran pulang-pergi antara Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, dan Pelabuhan Balohan, Sabang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Rudi B Hanafiah, menyampaikan bahwa penambahan trip dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para penumpang.

Berikut jadwal keberangkatan kapal RoRo untuk hari Minggu, 6 April 2025:

Dari Pelabuhan Balohan Sabang ke Ulee Lheue Banda Aceh:

  • KMP BRR: 08.00 WIB

  • KMP Aceh Hebat 2: 11.00 WIB

  • KMP BRR: 14.00 WIB

  • KMP Aceh Hebat 2: 17.00 WIB

  • KMP BRR: 20.00 WIB

  • KMP Aceh Hebat 2: 22.30 WIB

Dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh ke Balohan Sabang:

  • KMP Aceh Hebat 2: 08.00 WIB

  • KMP BRR: 11.00 WIB

  • KMP Aceh Hebat 2: 14.00 WIB

  • KMP BRR: 17.00 WIB

  • KMP Aceh Hebat 2: 20.00 WIB

  • KMP BRR: 22.30 WIB

Perjalanan dengan kapal RoRo ini memakan waktu kurang lebih dua jam. Selain mengangkut penumpang, kapal ferry juga bisa membawa kendaraan roda dua, mobil, hingga bus.

“Jadwal keberangkatan kapal KMP BRR dan Aceh Hebat 2 dari masing-masing pelabuhan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi cuaca di perairan Sabang-Banda Aceh,” ujar Rudi. Ia menambahkan, jika terjadi lonjakan penumpang yang tinggi, KMP Papuyu akan diturunkan sebagai kapal bantuan.

Adapun tarif penyeberangan bervariasi tergantung jenis layanan dan kendaraan. Untuk kelas ekonomi, tiket penumpang dewasa dibanderol Rp 35.000 per orang, dan Rp 4.200 untuk bayi. Sementara tiket VIP dikenakan Rp 46.000 untuk anak-anak dan Rp 58.000 untuk dewasa.

Untuk kendaraan, tarif roda dua sebesar Rp 68.000 per unit, termasuk tiket pengendara. Sedangkan mobil dikenakan Rp 457.000 per unit, sudah termasuk lima penumpang. Adapun tarif bus dipatok Rp 985.000 per unit, termasuk 16 penumpang di dalamnya.

Editor: AKil

Libur Lebaran, 10 Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata di Aceh Besar

0
Pantai Lampuuk. (Foto: iStock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Libur Lebaran Idulfitri 1446 H menjadi momentum lonjakan wisatawan di berbagai daerah, termasuk Aceh Besar. Dalam dua hari terakhir, tercatat sedikitnya 10 ribu pengunjung memadati berbagai objek wisata unggulan di kabupaten yang bertetangga langsung dengan Banda Aceh ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar, Abdullah, S. Sos, menyampaikan, angka tersebut dihimpun dari pengelola wisata di sejumlah titik populer pada Kamis (3/4) dan Jumat (4/4).

“Dari hari ketiga lebaran Kamis dan Jumat, hampir 10 ribu wisatawan berkunjung ke tempat wisata yang tersebar di beberapa titik wisata di Aceh Besar,” kata Abdullah saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025).

Abdullah memperkirakan, arus kunjungan wisatawan belum mencapai puncaknya. Ia meyakini Sabtu dan Minggu akan menjadi hari dengan lonjakan pengunjung tertinggi, merujuk pada tren tahunan.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, hari Sabtu dan Minggu menjadi pilihan mereka berkunjung ke tempat wisata,” ujarnya.

Guna menyambut momen liburan Lebaran, Pemkab Aceh Besar melalui Disparpora telah melakukan berbagai persiapan, termasuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan di lokasi wisata.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti unsur Forkopimda, yakni Kapolres, Dandim, serta pengelola wisata setempat, untuk mempersiapkan segala sesuatunya demi memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” ujar Abdullah.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Pariwisata RI yang mendorong daerah untuk menyediakan layanan wisata yang aman, nyaman, dan sesuai dengan prinsip wisata halal.

Beberapa destinasi favorit di Aceh Besar seperti Pantai Lampuuk, Pasir Putih, hingga Ie Suum, menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Abdullah juga mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan pengelola selama berada di lokasi wisata.

“Datanglah ke Aceh Besar ini, patuhi aturan yang ada, koordinasi dengan pengelola wisata, jaga keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan dan lain sebagainya, supaya tempat wisata di Aceh Besar yang kita miliki ini menjadi sasaran kunjungan wisatawan, baik dalam maupun luar Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil

Terpaksa Menikah di Usia Belia, Kini Merawat Anak di Saat Teman Sebaya Menyusun Mimpi

0
Pernikahan usia dini. (Foto: getradius)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Di sudut sebuah desa di Aceh Selatan, seorang perempuan muda duduk di teras rumah mungilnya, memangku anak perempuannya yang masih berusia enam tahun. Ia baru berumur 25 tahun, tetapi wajahnya tampak lebih tua dari usianya. Kerutan halus di dahi dan pandangan matanya yang kosong menyiratkan beban yang dipikulnya sejak remaja.

Namanya Bunga, bukan nama sebenarnya. Ia dinikahkan pada tahun 2018, ketika usianya baru menginjak 18 tahun. Bukan karena cinta atau restu yang matang, tapi karena satu hal yang sering menjadi alasan utama terjadinya pernikahan dini: pergaulan bebas yang berujung pada kehamilan di luar nikah.

“Orang tua saya sangat malu waktu itu. Mereka tidak mau nama keluarga rusak, jadi saya dinikahkan cepat-cepat,” ungkap Bunga dengan suara pelan, nyaris berbisik.

Pernikahan itu bukan hanya mengakhiri masa remajanya, tapi juga memutus seluruh jalur pendidikan yang ia rancang sendiri. Ia terpaksa keluar dari sekolah saat duduk di kelas XII SMA. Sejak saat itu, buku pelajaran berganti menjadi popok bayi dan daftar belanja dapur.

Antara Stigma dan Kehidupan Baru

Perjalanan menjadi istri dan ibu pada usia yang begitu muda tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sementara teman-temannya sibuk mempersiapkan diri masuk universitas, Bunga sibuk menenangkan anaknya yang rewel di tengah malam.

“Ada rasa iri, pasti. Teman sebaya saya ada yang sudah jadi guru, ada yang jadi perawat. Saya di sini, jaga rumah, masak, cuci baju, rawat anak. Itu saja hidup saya sekarang,” ucapnya sambil tersenyum kecut.

Stigma di masyarakat tak kalah menyakitkan. Di balik keinginan keluarganya untuk “menjaga nama baik”, Bunga harus memikul rasa malu yang tidak ditanggung bersama. Pergaulan bebas dan kehamilan di luar nikah membuatnya dikucilkan secara sosial. Di mata sebagian orang, ia adalah simbol “gagalnya moral anak muda”.

Ketika Angka Tak Lagi Sekadar Statistik

Kasus seperti yang dialami Bunga bukanlah satu-satunya di Aceh. Data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh mencatat bahwa pada tahun 2023, sebanyak 1.310 anak mengajukan dispensasi perkawinan. Dari jumlah tersebut, 1.263 di antaranya adalah anak perempuan—sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan.

Tren ini berlanjut pada tahun 2024. Data terbaru menyebutkan bahwa hingga saat ini, telah terjadi 531 kasus pernikahan dini di Aceh. Dari total 29.339 peristiwa pernikahan yang tercatat, sebanyak 482 pengantin perempuan dan 49 pengantin laki-laki masih berusia di bawah 19 tahun. Artinya, mayoritas pernikahan dini tetap dialami oleh anak perempuan.

Jika dirinci berdasarkan wilayah, Aceh Utara menempati posisi tertinggi dengan 22 kasus pernikahan dini sepanjang tahun 2024. Kabupaten lain yang juga mencatat angka tinggi adalah Bireuen dan Aceh Timur. Fenomena ini banyak terjadi di wilayah pedesaan dan umumnya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah.

Beberapa faktor yang mendorong terjadinya pernikahan anak antara lain adalah minimnya edukasi seksual yang komprehensif, ketimpangan gender, serta budaya patriarkal yang memaksa anak perempuan menikah dini demi “menjaga kehormatan keluarga”. Desakan keluarga, kondisi orang tua yang sudah lanjut usia, hingga praktik perjodohan juga turut memperburuk situasi.

Padahal, dampak dari pernikahan dini sangat besar, terutama bagi anak perempuan. Laporan UNICEF menyebutkan bahwa anak yang menikah di usia muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah, dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan antargenerasi.

Siapa yang Melindungi Anak?

Secara hukum, Indonesia telah menaikkan batas usia minimal untuk menikah dari 16 tahun menjadi 19 tahun melalui revisi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Namun, di lapangan, praktik pemberian dispensasi nikah oleh pengadilan agama masih marak terjadi, terutama dalam kasus di mana anak perempuan telah terlebih dahulu hamil.

Di Aceh, yang menerapkan kekhususan dalam bentuk Syariat Islam, situasi ini menjadi lebih kompleks. Di sejumlah desa, pernikahan anak masih dianggap sebagai “solusi” atas persoalan moral, bukan sebagai bentuk kegagalan sistem pendidikan maupun keluarga.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Meutia Juliana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah praktik pernikahan usia dini. Ajakan tersebut ditujukan mulai dari tingkat desa melalui keterlibatan kader-kader PKK dan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), hingga pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.

“Dampak dari perkawinan anak tidak hanya akan dirasakan oleh anak yang dinikahkan, tetapi juga akan berpengaruh pada anak yang dilahirkan. Ini berpotensi memicu kemiskinan antargenerasi,” kata Meutia.

Mimpi yang Terhenti, Harapan yang Tertinggal

Kini, di usia 25 tahun, Bunga mencoba menerima kenyataan hidupnya. Ia sudah tidak berharap kembali ke sekolah, tapi berharap suatu saat bisa membuka usaha kecil agar tidak terus bergantung pada suaminya yang bekerja serabutan.

“Kalau saya tidak bisa lanjut sekolah, biarlah. Tapi saya mau anak saya nanti bisa sekolah tinggi. Jangan seperti saya,” katanya, sambil memeluk anak perempuannya erat.

Di sudut rumah yang sederhana itu, Bunga bukan sekadar potret statistik. Ia adalah suara yang terbungkam, mimpi yang terpotong, dan harapan yang berjuang untuk tetap tumbuh di tengah tanah yang kering.

Pernikahan dini mungkin dianggap solusi sesaat untuk menyelamatkan nama baik keluarga. Namun siapa yang bertanggung jawab ketika kehidupan anak yang dinikahkan itu terhenti sebelum sempat dimulai? (XRQ)

Penulis: AKil

Gelar Musyawarah Besar, IPMA KLUT Gaungkan Semangat Regenerasi dan Sinergitas

0
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kluet Tengah (IPMA KLUT) menyelenggarakan Musyawarah Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kluet Tengah (IPMA KLUT) menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu (5/4/2025) di ruang auditorium Kantor Camat Kluet Tengah. Dalam forum tertinggi organisasi ini, Surya Ramadan terpilih sebagai ketua umum periode mendatang, menggantikan Ridwan Fahdi yang kini resmi demisioner.

Mubes kali ini mengusung tema “Bersinergi dalam Regenerasi dan Kepemimpinan yang Berkualitas”, yang mencerminkan semangat pembaruan dalam tubuh organisasi pelajar dan mahasiswa dari wilayah Kluet Tengah, Aceh Selatan.

Ridwan Fahdi, selaku demisioner IPMA KLUT, mengatakan bahwa Mubes bukan hanya ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan dan semangat perubahan.

“Intinya kegiatan ini bertujuan menggagas sinergitas antara mahasiswa dan tokoh-tokoh Kluet Tengah. Harapannya, IPMA KLUT ke depan dapat memberikan sumbangsih yang nyata dan menjawab persoalan-persoalan masyarakat,” ungkap Ridwan kepada Nukilan.id pada Sabtu (5/4/2025).

Dengan adanya regenerasi organisasi, Ridwan berharap IPMA KLUT ke depannya bisa menjadi organisasi yang lebih aktif, inklusif, dan berdampak bagi daerah asal para anggotanya.

“Harapannya IPMA KLUT menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi pelajar dan mahasiswa, sekaligus mitra strategis bagi masyarakat dan pemerintah dalam membangun Kluet Tengah,” pungkasnya.

Mubes IPMA KLUT turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan, Camat Kluet Tengah, para geuchik, tokoh masyarakat, serta para alumni organisasi. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan terhadap regenerasi kepemimpinan muda yang berkualitas.

Kegiatan Mubes berlangsung khidmat dan penuh semangat. Selain pemilihan ketua umum, agenda juga diisi dengan diskusi publik serta refleksi peran mahasiswa dalam membangun kampung halaman. (XRQ)

Reporter: AKil

Hari Pertama Buka Pasca Lebaran, Mr. D.I.Y Kota Fajar Diserbu Pembeli

0
Suasana pembeli yang sedang mengantre di depan kasir Mr. D.I.Y. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan — Hari pertama beroperasi setelah libur Idulfitri 1446 Hijriah, toko retail Mr. D.I.Y di Kota Fajar, Aceh Selatan, diserbu warga yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga.

Pantauan Nukilan.id pada Sabtu (5/4/2025), toko ini tampak dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan. Mereka berburu barang-barang seperti perlengkapan kamar, peralatan makan, tas, dompet, hingga alat elektronik dan perlengkapan sekolah.

Beragamnya pilihan yang ditawarkan membuat Mr. D.I.Y menjadi destinasi favorit warga setelah perayaan Lebaran. Banyak dari mereka memanfaatkan momen ini untuk membeli perlengkapan baru guna mempercantik rumah dan menunjang aktivitas sehari-hari.

“Saya senang bisa menemukan semua yang saya butuhkan di sini. Selain lengkap, tempatnya juga nyaman,” ungkap Aisyah, salah satu pengunjung.

Aisyah mengaku membeli sejumlah peralatan masak yang memang sudah lama ia incar. Sementara itu, pengunjung lainnya, Nur Aini, memilih membeli jam dinding untuk menghias ruang tamu rumahnya.

“Saya ingin menambah keindahan ruang tamu rumah saya,” kata Nur Aini.

Ketika ditanya alasan memilih berbelanja di Mr. D.I.Y, baik Aisyah maupun Nur Aini menyebut faktor kenyamanan sebagai daya tarik utama toko ini.

“Biasanya kalau belanja di pasar atau toko tradisional lainnya, panas. Tapi di sini, tempatnya lebih teratur dan nyaman,” ujar Nur Aini menambahkan.

Kondisi toko yang bersih, sejuk, dan tertata rapi membuat pengalaman berbelanja di Mr. D.I.Y menjadi lebih menyenangkan, terutama pasca-libur panjang saat banyak warga mulai kembali beraktivitas.

Dengan kelengkapan produk serta kenyamanan yang ditawarkan, Mr. D.I.Y Kota Fajar tampaknya kian mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama warga Aceh Selatan dalam memenuhi kebutuhan harian mereka. (XRQ)

Reporter: Akil

Masyarakat Manggeng dan Lembah Sabil Gelar Halal Bi Halal Akbar

0
Masyarakat Manggeng dan Lembah Sabil Gelar Halal Bi Halal Akbar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Blangpidie – Masyarakat dari dua kecamatan di Aceh Barat Daya, yakni Manggeng dan Lembah Sabil, menggelar Halal Bi Halal Akbar dalam rangka memperingati momentum Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Acara ini dipusatkan di Masjid At-Taqwa, Kedai Manggeng, pada Rabu, 3 April 2025.

Kegiatan yang bertajuk Halal Bi Halal Manggeng Raya ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara warga, terutama mereka yang baru kembali dari perantauan.

“Halal Bi Halal ini dilaksanakan untuk memperkuat silaturrahmi masyarakat Manggeng Raya, terutama yang baru pulang dari perantauan,” ujar Ahmad Sabri, Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Manggeng (IPMM).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari Manggeng dan Lembah Sabil. Panitia juga mengundang Bupati dan Ketua DPRK Aceh Barat Daya untuk hadir dalam pertemuan silaturahmi akbar tersebut.

Tak sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dari para tokoh Manggeng Raya yang sukses di perantauan. Sejumlah nama yang hadir dikenal sebagai figur berpengaruh, baik di level lokal maupun nasional.

“Dengan adanya kegiatan Halal Bi Halal ini, diharapkan ke depan semua elemen masyarakat Manggeng Raya semakin kompak serta saling membantu dalam memajukan Manggeng dan Lembah Sabil,” lanjut Ahmad Sabri.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi penanda kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dua kecamatan tersebut dalam membangun daerah.

Editor: AKil

Rumah Ketua YLBH-KI Aceh Barat Diteror, Mobil Dibakar OTK

0
Rumah Ketua YLBH-KI Aceh Barat Diteror. (Foto: KBA ONE)

NUKILAN.id | Meulaboh – Aksi teror menimpa Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBH-KI) Aceh Barat, T.M Kurniawan, pada Jumat (4/4/2025) dini hari. Orang tak dikenal (OTK) diduga membakar mobil pribadi milik Kurniawan yang terparkir di depan rumahnya, Jalan Bungong Jaroe, Gampong Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Dua orang pemuda yang melintas lebih dulu menyadari adanya kobaran api dan mengetuk pintu rumah Kurniawan untuk memberi tahu kejadian tersebut.

“Kurang lebih pukul 03.30 WIB subuh, ada yang menggedor pintu dan berteriak memberitahukan kami bahwa mobil kebakar,” ujar Kurniawan saat dikutip dari KBA.ONE.

Saat keluar rumah, Kurniawan mendapati bagian belakang mobilnya sudah terbakar. Di bawah kendaraan, ia menemukan sehelai kain baju bergaris hitam-putih yang tercium aroma bensin dan bertuliskan “Warning”. Ia menduga kain tersebut digunakan sebagai alat pembakar.

“Setelah kami cek, ternyata ada satu lembar kain baju hitam garis-garis putih bertuliskan kata ‘Warning’ berbau bensin di bawah bagian mobil yang terbakar, dan dugaan kami baju tersebut itu digunakan sebagai alat membakar mobil,” ungkapnya.

Beruntung, api belum sempat membesar dan segera berhasil dipadamkan. Mobil pun berhasil diselamatkan sebelum si jago merah menjalar ke rumah.

“Saat kami terbangun dan membuka pintu rumah, beruntungnya api yang menyala belum membesar dan api masih bisa dipadamkan serta kendaraan masih bisa diselamatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kurniawan menyebut aksi ini bukan hanya membahayakan dirinya, tetapi juga seluruh penghuni rumah. Ia tak bisa membayangkan jika teror tersebut tak segera disadari.

“Seandainya pada waktu kejadian tidak ada yang membangunkan kami, dan kami tidak tau bahwa mobil kami dibakar, mungkin bukan hanya mobil yang terbakar, tapi rumah yang menjadi tempat tinggal kami bisa turut terbakar, bahkan kami pun akan terbakar,” tegasnya.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polres Aceh Barat pada sore harinya sekitar pukul 17.17 WIB. Laporan diterima dengan nomor STTLP/60/IV/2025/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH.

“Kita sudah melaporkan perihal peneroran tersebut ke Polres Aceh Barat sore tadi, semoga teror ini dapat diusut tuntas dalang dan pelakunya,” tutup T.M Kurniawan.

Editor: Akil