Beranda blog Halaman 529

Ini Program Kerja PMI Kota Banda Aceh Selama Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam. Ia berharap agar bulan suci ini membawa kelancaran dan keberkahan bagi semua yang menjalankannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Haeqal menjawab pertanyaan mengenai program yang akan dijalankan selama bulan ramadhan oleh PMI Kota Banda Aceh.

Haeqal juga menyampaikan bahwa PMI Banda Aceh akan tetap aktif menjalankan program kemanusiaan selama Ramadhan. Salah satu program unggulan yang akan digelar adalah “Safari Donor Darah”, yakni kegiatan donor darah keliling di masjid-masjid usai salat Tarawih dan Witir. Sebagai bentuk apresiasi, PMI juga akan membagikan paket sembako kepada para pendonor.

“Jadwal kegiatan ini akan diumumkan setiap hari melalui media sosial resmi PMI Kota Banda Aceh (Instagram: @pmikotabandaaceh),” tambahnya. 

Selain donor darah, PMI Banda Aceh juga akan mengadakan program pembagian takjil gratis setiap sore di depan kantor PMI, yang berlokasi di depan Stadion Dimurtala, Lampineung. Haeqal mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan ini selama persediaan masih tersedia.

Lebih lanjut, ia juga mengajak warga Kota Banda Aceh untuk meningkatkan ibadah sosial selama bulan Ramadhan dengan berbagi dan menolong sesama.

“Tingkatkan ibadah kita kepada Allah, terutama ibadah sosial. Dalam Al-Qur’an dan hadits, Allah dan Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk saling menolong,” kata alumni Fakultas Kedokteran USK ini.

“Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat,” tutup Haikal. []

Warga Antusias Belanja Daging di Pasar Al-Mahirah Banda Aceh 

0
Warga padati pedagang daging musiman di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada hari meugang pertama menjelang bulan suci Ramadan terlihat ramai dan dipadati oleh warga yang antusias berbelanja daging. 

Meskipun harga daging  mengalami kenaikan, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap berbelanja. Pantauan Nukilan di Pasar Al-Mahirah sejak pukul 07.00 WIB, pasar tradisional ini mulai dipenuhi oleh pembeli.

Salah seorang pembeli asal Lhong Raya, Fauzan (36) mengatakan membeli daging pada hari meugang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan dan hari lebaran.

“Saya rasa ini sudah menjadi tradisi membeli daging pada hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan dan hari lebaran walaupun harga daging itu naik,” kata Fauzan saat diwawancarai Nukilan.

Ia mengaku telah membeli daging sapi nomor satu di harga Rp 170 ribu per kilogram. Menurutnya harga daging hari ini naik kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram.

Sementara itu, Jimi (46), pedagang daging di Pasar Al-Mahirah, mengatakan harga daging saat ini dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Sementara harga tulang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

“Stok daging masih tersedia hingga besok pada puncak meugang,” kata Jimi.

Reporter: Rezi

Usai Eksekusi Cambuk, Kadis Syariat Islam: Banda Aceh Bukan Tempat LGBT

0
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Ridwan. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Ridwan, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menolak keberadaan LGBT di wilayahnya. 

Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap dua terhukum berinisial DA dan AI di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Kamis (27/2/2025).

“Ini saya tegaskan kepada seluruh masyarakat dan orang yang akan datang ke Banda Aceh, bahwa Banda Aceh bukan tempatnya LGBT dan kami akan melakukan upaya-upaya agar LGBT tidak berkembang di Kota Banda Aceh,” tegas Ridwan kepada awak media, termasuk Nukilan.

Ridwan mengatakan penegakan syariat Islam adalah komitmen pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, pemahaman dan penerapan nilai-nilai syariat adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Ini merupakan suatu komitmen bagi pemerintah kota Banda dalam penegakan syariat Islam. Kami berharap ini menjadi tanggung jawab kita semua dalam pembinaan agar masyarakat kita memiliki pemahaman yang baik tentang syariat islam,” katanya.

Terkait pelaksanaan hukuman cambuk hari ini, Ridwan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk meminimalisir pelanggaran syariat. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengontrol perilaku anak-anaknya.

“Saya kira peristiwa hari ini menjadi pembinaan kepada masyarakat agar pelanggaran syariat bisa kita minimalisir. Ada dua kasus tadi, kita berharap juga peran orang tua karena sistem kontrol yang baik itu orang tua,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Pasangan LGBT di Banda Aceh Jalani Hukuman Cambuk

0
Proses eksekusi cambuk terhadap pasangan LGBT di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan LGBT berinisial DA dan AI menjalani hukuman cambuk di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, pada Kamis (27/2/2025). Keduanya dihukum atas kasus Jarimah Liwath (hubungan sesama jenis) berdasarkan Qanun Syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh.

Amatan Nukilan di lokasi, eksekusi cambuk dimulai dengan AI yang menerima 82 kali cambukan, diikuti oleh DA yang menerima 77 kali cambukan. Hukuman tersebut disaksikan oleh sejumlah warga dan keluarga terpidana.

Sebelumnya, Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh telah menjatuhkan vonis 85 kali cambuk untuk AI dan 80 kali cambuk untuk DA dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (24/02/2025). Jumlah cambukan yang diterima dikurangi masa penahanan yang telah dijalani keduanya.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan eksekusi cambuk. Pasangan terhukum DA dan AI terbukti telah melakukan pelanggaran Qanun Syariat Islam Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 16 Ayat 1 yaitu melakukan jarimah liwath,” ujar Isnaini, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

Pasangan tersebut ditangkap oleh warga dalam keadaan tidak berbusana di sebuah kamar kos di kawasan Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada 7 November 2024 lalu.

Selain DA dan AI, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Banda Aceh juga melaksanakan hukuman cambuk terhadap dua terpidana lainnya, BK dan N, dalam kasus maisir (perjudian). BK menerima 10 kali cambukan, sementara N menerima 35 kali cambukan.

BK dinyatakan bersalah sesuai dengan Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sedangkan N dinyatakan bersalah melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Reporter: Rezi

Aceh Kehilangan 10.610 Hektare Tutupan Hutan, Ancaman bagi Ekosistem

0
Ilustrasi Deforestasi (Foto: Ilustrasi/proxsisgroup)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Deforestasi di Aceh terus menjadi perhatian. Sepanjang 2024, provinsi ini kehilangan tutupan hutan seluas 10.610 hektare. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 19 persen atau 1.705 hektare dibandingkan dengan 2023. Temuan ini berdasarkan pemantauan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), yang menggunakan citra satelit serta verifikasi lapangan.

Pemantauan yang dilakukan sejak 2015 itu memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dengan interpretasi visual manual citra satelit, seperti Landsat 8, Sentinel 2, dan Planet Scope. Selain itu, data peringatan dini kehilangan pohon dari Global Forest Watch (GFW) turut digunakan untuk memetakan deforestasi di Aceh.

Menurut hasil pemantauan Yayasan HAkA, tutupan hutan Aceh kini tersisa 2.936.525 hektare. Tren laju kehilangan hutan memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, namun lonjakan pada 2024 menimbulkan kekhawatiran baru terkait dampak ekologis dan keseimbangan lingkungan.

Lukmanul Hakim, Manager GIS Yayasan HAkA, menyoroti bahwa Aceh Selatan masih menjadi kabupaten dengan kehilangan tutupan hutan terbesar selama tiga tahun terakhir.

“Kami memperkirakan Aceh Selatan telah kehilangan tutupan hutan seluas 1.357 Ha sepanjang 2024,” sebutnya dalam acara peluncuran buku dan talkshow Dua Dekade Deforestasi Aceh: dari Hilangnya Hutan hingga Menurunnya Kesejahteraan di Aula BPS Provinsi Aceh, Selasa (25/2/2025).

Selain Aceh Selatan, Aceh Timur menjadi kabupaten dengan deforestasi tertinggi kedua, mencapai 1.096 hektare, disusul Kota Subulussalam dengan kehilangan 1.040 hektare.

Tekanan Serius pada Kawasan Konservasi

Peningkatan kehilangan tutupan hutan di Aceh, khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), menandakan tekanan serius terhadap kawasan konservasi dan ekosistem yang memiliki nilai ekologis tinggi. Perlindungan lebih ketat serta penegakan hukum menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kawasan ini, terutama di Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan TNGL.

Pada 2024, kehilangan tutupan hutan di KEL meningkat sebesar 17,41 persen atau 845 hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Pemantauan juga menunjukkan bahwa deforestasi di Suaka Margasatwa Rawa Singkil masih terus berlanjut. Secara akumulatif, sejak 2020 hingga 2024, kawasan ini telah kehilangan hutan seluas 2.181 hektare.

Fenomena ini sangat disayangkan, mengingat KEL merupakan habitat terakhir di dunia bagi empat spesies ikonik: Orangutan Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, dan Harimau Sumatra. Jika tren ini tidak dihentikan, keberlangsungan keanekaragaman hayati di Aceh akan semakin terancam.

Editor: Akil

Pemerintahan Baru Diharapkan Dorong UMKM Aceh Lebih Maju

0
UMKM Aceh Bersinar di Pesta Rakyat Banda Aceh. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin, menaruh harapan besar terhadap pemerintahan baru di Aceh agar dapat mengambil kebijakan yang lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus mampu mendorong perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar perekonomian Aceh tumbuh lebih baik di tahun 2025.

“Pertumbuhan ekonomi makro di Aceh selama ini belum cukup memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Meski ekonomi makro sudah menunjukkan angka pertumbuhan, sektor-sektor yang lebih kecil, seperti UMKM, masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Rijaluddin, dikutip dari RRI, Rabu (26/2/2025).

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih fokus pada pengembangan UMKM agar bisa berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Dukungan terhadap usaha kecil di tingkat masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi Aceh ke depan.

Selain itu, Rijaluddin juga menyoroti peran masyarakat, terutama petani, dalam upaya memajukan perekonomian daerah. Ia mendorong agar petani mulai mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi barang dari luar daerah dan lebih berfokus pada produksi lokal yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Mereka harus mempersiapkan produk lokal yang dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mengurangi impor produk dasar yang seharusnya bisa diproduksi sendiri oleh masyarakat Aceh. “Kebutuhan dasar, seperti pangan, jangan sampai masih harus didatangkan dari luar daerah kita,” tutupnya.

Harapan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis lokal, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Aceh secara luas.

Editor: Akil

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Rp 170 Ribu per Kilogram

0
Pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh mengalami kenaikan pada meugang pertama menyambut bulan suci Ramadhan. Harga daging kini dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, tergantung kualitasnya.

Jimi (46), pedagang daging di Pasar Al-Mahirah, mengatakan bahwa harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari biasa yang hanya Rp 150.000 per kilogram.

“Daging dengan kualitas nomor satu dibanderol dengan harga Rp 170.000 per kilogram. Daging ini sangat cocok untuk dimasak rendang,” kata Jimi saat ditemui Nukilan di lapaknya, pada Kamis (27/2/2025).

Jimi memperkirakan harga daging pada puncak meugang besok akan tetap bertahan di level Rp170.000 per kilogram, sementara harga tulang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

Jimi mengakui bahwa jumlah pembeli tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, penurunan ini dikarenakan adanya pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh menjelang Ramadhan.

Berdasarkan informasi yang diterima Nukilan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh menggelar pasar murah khusus daging meugang. 

Di pasar murah tersebut, daging kualitas nomor satu dijual dengan harga Rp 150.000 per kilogram, daging kualitas nomor dua Rp 120.000, sedangkan tulang dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yakni Rp 80.000 per kilogram.

Reporter: Rezi

Wali Nanggroe Hadiri Festival Film India di Medan

0
Wali Nanggroe Hadiri Festival Film India di Medan. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Medan – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, turut menghadiri perhelatan budaya internasional bertajuk Indian Film Festival, yang digelar di Grand City Hall, Medan, Kamis (27/2/2025). Festival yang diinisiasi oleh Konsulat Jenderal India di Medan ini menjadi ajang diplomasi budaya yang hangat dan penuh semangat.

Salah satu sajian utama dalam festival ini adalah pemutaran film India populer English Vinglish, yang ditampilkan dalam versi alih bahasa Indonesia dan disertai terjemahan bahasa Inggris. Film yang mengangkat isu pemberdayaan perempuan dan keluarga ini dipilih sebagai simbol jembatan budaya antara India dan Indonesia.

Wali Nanggroe tampak duduk di deretan tamu kehormatan dan menyimak film dengan penuh antusias. Selain Wali Nanggroe, sejumlah tokoh penting juga turut hadir, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Zumri Sulthony; Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), Prof. Dr. Tyrhaya Zein; serta Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Dr. Dra. Ivan Elisabeth Purba.

Tampak pula jajaran Konsul Jenderal, Konsul Kehormatan dan diplomat dari berbagai negara sahabat, serta pejabat instansi pemerintah, akademisi, jurnalis, dan komunitas pecinta budaya India memenuhi ruang festival.

Kadis ESDM Aceh Pantau Distribusi LPG 3 Kg di Aceh Besar

0

NUKILAN.id | Jantho – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik, ST, M.Si, bersama PT Pertamina Patra Niaga SAM Aceh dan Tim Pemantauan Energi Subsidi dari Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, melakukan pemantauan langsung terhadap distribusi LPG 3 kilogram di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Indrapuri, Aceh Besar, Kamis (27/2/2025).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi elpiji subsidi agar tepat sasaran dan mengantisipasi terjadinya kelangkaan di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Taufik juga berdialog dengan pihak SPPBE serta operator truk pengangkut LPG untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses distribusi dari hulu ke hilir. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan secara berkala, terutama di titik-titik rawan penyelewengan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat kurang mampu. Dinas ESDM menyebutkan bahwa pemantauan serupa akan terus dilakukan di kabupaten/kota lainnya di Aceh.

Kacabdin Banda Aceh dan Aceh Besar Kunjungi SMAN 3 Seulimeum

0
Kacabdin Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd Kunjungi SMAN 3 Seulimeum. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., kembali mengunjungi SMA Negeri 3 Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Senin (24/2/2025). Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Syarwan Joni dalam upayanya memberikan motivasi bagi guru dan siswa di sekolah yang berada di wilayah pedalaman tersebut.

Turut hadir dalam rombongan, Kepala SMAN 1 Baitussalam, Kepala SMAN 1 Mesjid Raya, serta pengawas pembina Drs. Harmisal, MIT. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala SMAN 3 Seulimeum, Amir Hamzah, M.Pd., beserta jajaran dewan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa sekolah.

Dalam kunjungannya kali ini, Syarwan Joni mengawali kegiatan dengan menjadi pembina upacara. Ia juga memantau langsung pelaksanaan program tuntas baca Al-Qur’an (Getba), melihat pemberian tablet tambah darah kepada siswa, serta berpartisipasi dalam agenda penanaman pohon di lingkungan sekolah. Selain itu, ia memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal menjelang bulan suci Ramadhan, sekaligus memberikan penguatan dan motivasi kepada para guru serta siswa.

Saat menyampaikan amanatnya dalam upacara, Syarwan Joni mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana belajar di SMAN 3 Seulimeum. Meski berada di wilayah pedalaman, semangat siswa untuk belajar tetap tinggi.

“Kami merasa lega dan sangat bahagia berada di sini melihat semangat anak-anak kami hari ini. Meskipun sekolah terletak jauh dari kota, namun anak-anak kami telah tunjukkan bahwa semangat untuk belajar tidak kalah dengan mereka yang ada di perkotaan. Lelah kami di perjalanan seakan terbayar,” ungkapnya dengan kagum.

Ia juga memuji pelaksanaan upacara yang berjalan dengan baik dan tertib. “Pelaksanaan upacara pagi ini sangat tertib dan baik. Tim penggerek bendera, obade, pemimpin upacara semua melaksanakan tugasnya dengan sempurna.”

Di bawah terik matahari pagi, Syarwan Joni memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan motivasi kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa letak sekolah tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan di masa depan.

“Anak-anak kami jangan merasa rendah diri karena sekolah berada jauh di pedalaman. Di mana pun kita bersekolah tidak menjadi masalah, yang penting semangat untuk belajar terus terjaga. Anak-anak kami memiliki peluang yang sama menjadi pemimpin-pemimpin masa depan. Untuk itu, maksimalkan setiap potensi yang ada pada diri kalian.”

Ia pun menaruh harapan besar kepada para siswa agar bisa meraih cita-cita setinggi mungkin. “Kami ingin mendengar ada dokter yang akan lahir dari sini, ada guru, polisi, gubernur bahkan presiden.”

Menutup amanatnya, Syarwan Joni berpesan agar siswa terus bersemangat dalam belajar dan memanfaatkan setiap potensi yang mereka miliki. “Setiap pribadi Allah anugerahkan berbagai potensi kepada diri kita. Ada kehidupan, waktu, pikiran, dan usaha. Sekecil apa pun potensi itu tetap berguna sesuai waktu dan tempat bila kita mampu memaksimalkannya.”

Setelah upacara, Kacabdin beserta rombongan meninjau langsung proses pemberian tablet tambah darah serta pelaksanaan program Getba di beberapa kelas. Ia juga meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan para guru dan tenaga kependidikan.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban, Syarwan Joni turut memberikan semangat kepada para guru agar tetap ikhlas dalam mengabdi. “Anda-anda yang bertugas di sini adalah pribadi luar biasa. Tidak semua pribadi mampu menjalaninya. Meskipun menghadapi beragam tantangan, kami berharap bapak ibu tetap semangat, selalu berikhtiar, dan menjaga keikhlasan dalam mengabdi. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi bapak ibu di hadapan Allah SWT.”

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penanaman pohon bersama di lingkungan sekolah, sebagai simbol semangat baru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih hijau dan asri.

Editor: Akil