Beranda blog Halaman 530

KOPIDI Banda Aceh Studi Banding ke Turki, Kunjungi Rumah Sakit Estetika hingga Umrah

0
KOPIDI Banda Aceh Studi Banding ke Turki. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Koperasi Ikatan Dokter Indonesia (KOPIDI) Banda Aceh menggelar program perdana “Umrah Bareng IDI Plus Turki” yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Rindu Haramain (PT Aljaziza Berkah Wisata) dan diawali dengan visitasi di Turki selama empat hari sebelum melanjutkan perjalanan ibadah umrah di Tanah Suci.

Wakil Ketua KOPIDI Banda Aceh, dr. Teuku Yusriadi, Sp.BA, atau yang akrab disapa Doto Popon, melaporkan dari Turki bahwa KOPIDI dibentuk sebagai inovasi bisnis IDI Banda Aceh pascapengesahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Selain itu, koperasi ini hadir untuk mendukung operasional organisasi IDI.

“Dapat kami laporkan bahwa di sini sekarang sedang musim dingin dengan suhu berkisar 4-6 derajat Celsius. Peserta didominasi oleh dokter dari Banda Aceh, Bireuen, dan Aceh Jaya, serta bergabung dengan jamaah lainnya hingga total mencapai 27 orang. Kita mengunjungi beberapa situs bersejarah dan lokasi wisata di Istanbul serta Bursa,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menikmati pengalaman unik saat berwisata di Bursa yang tengah dilanda salju dengan suhu hampir minus 5 derajat Celsius. Mereka sempat menaiki teleferik untuk melihat pemandangan bersalju dan mengabadikan momen berharga di sana.

Selain menikmati keindahan Turki, peserta juga mengunjungi beberapa ikon bersejarah di Istanbul, baik di sisi Eropa maupun Asia. Mereka menelusuri keagungan Masjid Hagia Sophia yang berusia lebih dari 1.500 tahun serta Masjid Biru yang menjadi saksi kejayaan Dinasti Utsmaniyah. Rombongan juga berlayar di Teluk Bosporus sembari mencicipi kuliner khas Turki, salah satunya kebab yang terkenal dengan cita rasanya yang khas.

Tak hanya berwisata, rombongan KOPIDI Banda Aceh juga berkesempatan melakukan visitasi ke Rumah Sakit “Avicenna Hastanesi,” sebuah rumah sakit yang tengah viral di media sosial. Di sana, mereka melihat langsung perkembangan layanan operasi estetika seperti tanam rambut untuk pasien botak, rhinoplasty (operasi pembentukan hidung), liposuction (sedot lemak perut), dan breast implant. Istanbul kini semakin dikenal sebagai salah satu pusat layanan estetika terdepan di dunia.

Menurut Doto Popon, kegiatan umrah dan visitasi ke Turki ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh KOPIDI Banda Aceh. Ia pun mengajak komunitas dokter serta tenaga kesehatan lainnya di Aceh untuk ikut serta dalam gelombang selanjutnya yang direncanakan berlangsung pada musim semi bulan April.

“Bagi rekan komunitas dokter dan profesi kesehatan lainnya serta keluarga besar di Aceh bisa mengikutinya kembali pada musim semi di bulan April dan gelombang selanjutnya,” ujarnya.

Pimpinan Rindu Haramain Banda Aceh, Ustaz Karimuddin, yang turut bermitra dalam program ini, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dengan KOPIDI Banda Aceh.

“Kita akan evaluasi dan terus meningkatkan layanan sehingga pada kegiatan berikutnya bisa terus memberikan layanan prima kepada dokter-dokter IDI Aceh,” kata Ustaz Karimuddin.

Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Turki, rombongan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah di Makkah dan Madinah selama delapan hari. Hari ini, 27 Februari, rombongan dijadwalkan bertolak kembali ke Banda Aceh, menutup perjalanan penuh pengalaman ini.

Editor: AKil

Siswa MIN 22 Aceh Besar Kunjungi Museum Aceh dan Museum Tsunami, Belajar Sejarah Lebih Dekat

0
Siswa MIN 22 Aceh Besar Kunjungi Museum Aceh dan Museum Tsunami. (Foto: KEMENAG ACEH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Siswa MIN 22 Aceh Besar melaksanakan kegiatan karya wisata ke sejumlah museum pada Rabu (26/2/2025), bertepatan dengan hari terakhir aktivitas sekolah sebelum memasuki masa liburan. Museum Aceh dan Museum Tsunami menjadi destinasi utama dalam kunjungan ini.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan madrasah yang bertujuan untuk memperkenalkan sejarah kepada peserta didik secara lebih nyata. Kepala MIN 22 Aceh Besar, Misdar Mawarni, menjelaskan bahwa kunjungan ke museum memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi siswa.

“Selama ini anak-anak kita belajar dan membaca sejarah Aceh di buku, hari ini kita ajak mereka untuk melihat gambaran sejarah itu di Museum Aceh. Dengan begitu, mereka akan lebih dekat dan paham bagaimana Aceh dulu dan beda dengan sekarang,” ujarnya.

Selain mengenal sejarah peradaban Aceh, para siswa juga diajak ke Museum Tsunami. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peristiwa dahsyat yang terjadi pada 2004 silam.

“Yang kita bawa hari ini kelas V (lima), mereka umumnya kelahiran 2014, jauh setelah tsunami Aceh terjadi. Tentu mereka selama ini mendengarkan cerita tsunami, tapi dengan datang ke museum, gambaran dahsyatnya tsunami bisa mereka lihat sendiri melalui video dan foto-foto,” lanjut Misdar.

Selama kunjungan, siswa tampak antusias mencatat informasi dan mengamati setiap koleksi museum yang dipamerkan. Mereka tak hanya belajar dari buku, tetapi juga menyaksikan langsung peninggalan sejarah yang memiliki nilai edukasi tinggi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta sejarah dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya memahami masa lalu sebagai bagian dari pembelajaran kehidupan.

Editor: Akil

Bahasa Aceh Terancam Punah, Peneliti BRIN Desak Revitalisasi

0
Peneliti Bahasa, Sosial, dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Iskandar Syahputera. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.idBanda Aceh – Bahasa Aceh berada dalam kondisi terancam punah. Peneliti Bahasa, Sosial, dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Iskandar Syahputera, mengungkapkan bahwa bahasa ibu masyarakat Aceh ini telah mencapai status definitely endangered atau terancam punah secara pasti.

“Dari skala tingkat keterancaman bahasa 5-0 dari (UNESCO), maka saat ini status vitalitas bahasa Aceh berada pada level 3,” kata Iskandar di Banda Aceh, Rabu (26/2/2025).

Fakta ini terungkap dalam penelitian Iskandar berjudul “Tentang Vitalitas Bahasa Aceh Kaitannya dengan Perencanaan dan Kebijakan Bahasa Daerah” pada 2024. Menurutnya, ancaman kepunahan ini disebabkan oleh menurunnya transmisi bahasa Aceh kepada generasi muda.

“Banyak kita lihat saat ini ibunya orang Aceh, dan bapaknya orang Aceh, tetapi di rumah tidak lagi menggunakan bahasa Aceh atau bahasa ibunya,” ujarnya.

Iskandar menyoroti bahwa generasi muda Aceh semakin jarang menggunakan bahasa daerah mereka. Fenomena ini mengakibatkan jumlah penutur bahasa Aceh terus menurun dan lambat laun bisa menyebabkan kepunahan.

“Lambat laun hal ini akan membuat sebuah bahasa menuju kepada kepunahan,” tambahnya.

Tak hanya bahasa Aceh, penelitian yang dilakukan Iskandar bersama Tim Peneliti Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) pada 2019 juga menunjukkan bahwa bahasa Gayo mengalami kondisi serupa.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena bahasa merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan budaya. Iskandar mengingatkan bahwa hilangnya bahasa Aceh akan berdampak lebih luas pada peradaban masyarakat Aceh.

“Maka akhirnya hilanglah peradaban kita,” tegasnya.

Dalam konteks budaya, Iskandar menyebut bahwa banyak nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang tertuang dalam bahasa daerah bisa lenyap jika bahasa Aceh benar-benar punah. Salah satunya adalah falsafah adat yang berbunyi: “Adat bak poteumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun nibak putroe phang, reusam bak laksamana.”

“Berapa banyak mahasiswa Aceh yang merupakan orang Aceh asli yang mengetahui artinya, ini belum kita masuk ke maknanya, ya. Saya yakin lebih dari 80 persen dari mereka sudah tidak lagi mengetahui artinya,” ujarnya.

Tak hanya itu, kumpulan Hadih Maja—nasehat dalam bahasa Aceh yang berisi ajaran agama, sosial, moral, dan etika—juga terancam hilang. Begitu pula dengan berbagai karya sastra Aceh lainnya seperti Hiem (pantun Aceh), Do Da ie Di (lagu atau syair pengantar tidur anak), dan bentuk kesusastraan daerah lainnya yang mengandung nilai-nilai pendidikan.

Melihat kondisi yang mengkhawatirkan ini, Iskandar mendesak Pemerintah Aceh untuk segera melakukan langkah-langkah revitalisasi guna menyelamatkan bahasa Aceh. Program-program pelestarian bahasa daerah perlu segera digencarkan agar bahasa Aceh tetap hidup di tengah masyarakat.

“Jika langkah-langkah revitalisasi bahasa daerah tidak segera dilakukan, maka bukan tidak mungkin status bahasa Aceh akan menuju kepunahan atau bahkan punah,” ujarnya.

Selain pemerintah, Iskandar juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga eksistensi bahasa Aceh. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bahasa Aceh dalam percakapan sehari-hari di lingkungan keluarga.

“Dan yang paling penting adalah membangun kesadaran para orang tua akan pentingnya penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga, jika tidak ingin melihat bahasa-bahasa daerah kita punah,“ pungkasnya.

Editor: Akil

Dinas ESDM dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg di Aceh Jelang Ramadan

0
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama PT. Pertamina Patra Niaga SAM Aceh, Tim Pemantauan Energi Subsidi Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Besar melaksanakan pemantauan LPG 3 kg di SPPBE Indrapuri Aceh Besar, Kamis (27/2/2025). (Foto: Humas Dinas ESDM Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama PT Pertamina Patra Niaga SAM Aceh, serta Tim Pemantauan Energi Subsidi Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, melakukan pemantauan penyaluran LPG 3 kg di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Indrapuri, Aceh Besar, Kamis (27/2/2025).

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi, distribusi harian LPG 3 kg di Aceh mencapai 150.000 tabung. Jumlah ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pemerintah telah menyiapkan tambahan alokasi sebanyak 68.320 tabung LPG 3 kg yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Aceh, empat hari sebelum Ramadhan.

“Dan kita sama berdoa agar tidak terjadi musibah atau bencana alam. PT Pertamina Patra Niaga menjamin selama Ramadhan ketersediaan LPG 3 kg di wilayah Aceh,” ujar Taufik.

Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan LPG subsidi tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan gas elpiji.

Editor: Akil

Diharapkan Jadi Ladang Pendapatan Apa Daya Coretax Malah Jadi Beban

0
Coretax. (Foto: Konsultan Pajak)

NUKILAN.id | Indepth – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar senilai Rp1,3 triliun untuk Coretax, sistem administrasi perpajakan yang digadang-gadang menjadi terobosan dalam reformasi pajak. Sayangnya, harapan tersebut belum terwujud. Sejak diluncurkan pada awal Januari 2025, Coretax justru mengalami berbagai kendala teknis yang menghambat kinerja, alih-alih menjadi solusi peningkatan penerimaan negara.

Sistem Inti Administrasi Perpajakan ini telah diperkenalkan kepada publik melalui kampanye masif dalam beberapa bulan sebelum peluncurannya. Namun, sejak resmi dioperasikan, berbagai masalah teknis langsung bermunculan. Momen peluncuran yang semula disambut dengan optimisme pun berbalik menjadi gelombang kritik dan kekecewaan.

Gangguan pada Coretax yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2024 telah memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk para pakar, Ombudsman, serta anggota DPR. Sistem baru ini menghadapi sejumlah hambatan teknis yang berimbas pada proses pelaporan dan pembayaran pajak, membuat banyak wajib pajak kesulitan dalam menjalankan kewajibannya.

Padahal, konsep di balik Coretax dinilai sangat strategis dan diharapkan mampu menjadi jalur cepat dalam optimalisasi penerimaan pajak. Sebagai bagian dari reformasi perpajakan, sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi administrasi pajak melalui digitalisasi.

Dilansir Nukilan.id dari situs resmi Universitas Gadjah Mada, Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Rijadh Djatu Winardi, menjelaskan bahwa Coretax bertujuan untuk menekan kesenjangan pajak, meningkatkan rasio pajak, serta memperbaiki kualitas data perpajakan.

Melalui sistem terintegrasi ini, Coretax seharusnya dapat mengakomodasi seluruh proses administrasi, mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga pengawasan pajak. Namun, “Ada indikasi bahwa perencanaan pelaksanaan dan mitigasi risiko belum dilaksanakan secara optimal,” ujar Rijadh, seperti dikutip dari situs UGM.

Sejak peluncuran, berdasarkan data dari Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), hingga pertengahan Januari 2025 telah teridentifikasi sekitar 34 jenis permasalahan. Kendala tersebut mencakup gangguan dalam pembuatan faktur pajak, kesalahan pada aplikasi sertifikat elektronik, kegagalan sinkronisasi data wajib pajak, hingga informasi pajak yang tidak terbarui.

Gangguan Coretax dan Dampaknya pada Pendapatan Pajak

Gangguan layanan Coretax memunculkan kekhawatiran akan dampak besar terhadap keuangan negara.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menargetkan peningkatan rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 18%, naik dari sekitar 10% saat ini. Pendapatan pajak yang lebih tinggi diperlukan untuk membiayai berbagai program yang telah dijanjikan, seperti penyediaan makan siang gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil.

Jika penerimaan pajak terganggu, maka program-program tersebut berisiko terhambat. Pemerintah tahun ini menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.005,1 triliun, dengan penerimaan pajak ditetapkan mencapai Rp2.490,9 triliun.

Mencapai target ini bukan perkara mudah. Realisasi penerimaan pajak tahun 2024 mengalami shortfall atau tidak mencapai target, sehingga pada 2025 diperlukan peningkatan hingga 11,56 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

“Coretax itu salah satu andalan, tapi bukan untuk 2025,” ujar Awalil Rizky, Ekonom Bright Institute, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Sementara itu, di media sosial X, beredar unggahan yang mengklaim bahwa penerimaan negara mengalami penurunan akibat kendala teknis pada Coretax. Dalam sebuah cuitan oleh pengguna X, @gg_02022020, pada Selasa (4/2/2025), terlihat data yang memperkirakan asumsi penerimaan negara sepanjang Januari 2025.

“Berdasar asumsi perhitungan, seharusnya 15 Februari, kas negara akan menerima Rp189,52 triliun, namun gegara Coretax akhirnya hanya menerima 49%-nya saja yaitu sebesar Rp93,24 triliun,” tulis @gg_02022020.

Meski angka tersebut hanya merupakan perkiraan kasar—karena perhitungan pajak tidak bisa sekadar dibagi rata per bulan mengingat pola setoran pajak cenderung lebih rendah di awal periode pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)—namun hal ini mencerminkan kekhawatiran publik terhadap pencapaian target penerimaan pajak.

Wajib Pajak Enggan Bayar

Gangguan pada sistem pajak Coretax yang dikembangkan sejak 2021 tidak hanya berdampak pada pencapaian target penerimaan pajak. Masalah ini juga memengaruhi kualitas layanan serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan. Akibatnya, banyak wajib pajak yang enggan memenuhi kewajibannya, yang berimbas pada menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan telah menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi pada sistem inti administrasi perpajakan yang dibangun oleh konsorsium perusahaan Korea Selatan, LG CNS dan Qualysoft Group. Gangguan ini menyebabkan kesulitan akses bagi para wajib pajak.

“Dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wajib pajak atas terdapatnya kendala-kendala yang terjadi dalam penggunaan fitur-fitur layanan Coretax DJP yang menyebabkan terjadinya ketidaknyamanan dan keterlambatan layanan administrasi perpajakan,” demikian pernyataan yang tertuang dalam keterangan tertulis terkait Implementasi Coretax DJP bernomor KT-02/2025.

Dalam pernyataan yang sama, Ditjen Pajak berjanji untuk segera mengatasi kendala teknis serta memastikan layanan Coretax kembali berfungsi secara optimal. Ditjen Pajak juga menegaskan bahwa para wajib pajak tidak perlu khawatir terkena sanksi administrasi apabila terjadi keterlambatan dalam penerbitan faktur pajak atau pelaporan pajak selama masa transisi sistem.

Namun, sekadar permintaan maaf tampaknya tidak cukup. Ditjen Pajak perlu bertanggung jawab atas permasalahan ini. Sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik No. 25 Tahun 2009, kegagalan dalam pelayanan publik seperti yang terjadi pada Coretax dapat berujung pada sanksi administratif bagi pihak penyelenggara, mulai dari teguran hingga pencopotan jabatan. Bahkan, apabila gangguan ini menimbulkan kerugian negara, potensi sanksi pidana atau denda juga dapat diberlakukan.

Sebagai pimpinan Ditjen Pajak, Suryo Utomo berada dalam posisi yang sangat menentukan. Beberapa pihak menilai bahwa kasus ini perlu diusut tuntas, dan ia seharusnya mengundurkan diri atau diganti sebagai bentuk pertanggungjawaban atas permasalahan yang terjadi.

Pada Januari lalu, Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, mendorong agar dugaan korupsi dalam aplikasi pajak Coretax segera diusut. Ia menilai perlu dilakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan ada tidaknya manipulasi dalam sistem tersebut.

“Ya diperiksa saja, apakah ada manipulasi itu kan yang menyelenggarakan atau yang membuat auditor salah satu, atau dua, empat auditor yang lalu direkomendasikan pemerintah untuk digunakan dari badan internasional. Jadi dicari aja,” ujar Agus, Selasa (21/1/2025).

Agus juga menyoroti ketimpangan dalam kebijakan pajak. Menurutnya, pemerintah selama ini tegas terhadap wajib pajak yang bermasalah, tetapi tidak memberikan sanksi ketika sistem perpajakan yang dibuat justru menyulitkan masyarakat.

“Tidak bayar pajak atau telat atau kurang bayar, kita dikejar-kejar. Sementara pemerintah melakukan kesalahan yang sangat menyulitkan wajib pajak tidak diberi sanksi. Penanggung jawab sistem Coretax harus disanksi,” tegasnya.

Pada 19 Februari lalu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang sebelumnya membela keberadaan Coretax, kini meminta agar sistem tersebut diaudit secara menyeluruh. Menurutnya, sistem yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun namun masih mengalami berbagai kendala perlu dievaluasi.

“Ini perlu dilihat. Makanya, presiden melakukan audit saja, kan boleh lihat di mana kurang lebihnya. Apalagi sekarang Coretax dikembalikan lagi pada sistem yang lama,” ujar Luhut, Rabu (19/2/2025).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo kini tengah menjadi sorotan seiring dengan permasalahan yang muncul dalam penerapan Coretax.

Luhut juga menyoroti rendahnya rasio pajak di Indonesia, yang hingga kini masih stagnan di kisaran 10 persen. Ia menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius dan segera dicarikan solusinya.

“Hal semacam ini perlu kita jawab dengan melakukan audit, sehingga kita tahu di mana masalahnya,” katanya.

Kini, publik menunggu bagaimana pemerintah akan menangani persoalan ini. Apakah kasus ini akan terus bergulir menjadi isu besar atau justru menghilang begitu saja? Pemerintah dituntut untuk bertindak cepat dan tegas, termasuk meminta pertanggungjawaban pejabat yang terkait. Jika tidak, sistem perpajakan yang diharapkan menjadi pilar utama pembangunan bisa berubah menjadi fondasi yang rapuh dan berisiko runtuh kapan saja. (XRQ)

Reporter: Akil

Beasiswa Chevening Dibuka Kembali, Kesempatan Emas Studi S2 di Inggris

0
UK jadi favorit
Menara Big Ben, Inggris. (Foto: WW You Go)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Inggris kembali membuka kesempatan bagi para profesional Indonesia untuk menempuh pendidikan pascasarjana melalui beasiswa Chevening. Program bergengsi yang telah memasuki tahun ke-41 ini tidak hanya menawarkan gelar master, tetapi juga menjadi pintu gerbang bagi para pemimpin masa depan untuk bergabung dalam jaringan global yang berpengaruh.

Pendanaan Penuh dan Fleksibilitas Persyaratan

Beasiswa Chevening mencakup pendanaan penuh yang meliputi biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket pesawat, asuransi kesehatan, serta biaya terkait visa. Bagi peserta program MBA, terdapat batasan biaya kuliah sebesar 22.000 poundsterling atau setara Rp 452 juta. Namun, banyak penerima beasiswa yang berhasil mendapatkan pendanaan tambahan dari universitas berkat reputasi prestisius Chevening.

Menariknya, tidak seperti banyak beasiswa internasional lainnya, Chevening tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL pada tahap awal pendaftaran. Selain itu, tidak ada batasan usia bagi pelamar. Bahkan, menurut Vonny Lisayani, Koordinator Beasiswa dan Alumni Chevening untuk Indonesia dan Timor-Leste, pendaftar tertua saat ini berusia 46 tahun.

“Kami mencari orang-orang yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan, yang akan memberikan kontribusi positif dan mendorong dampak bagi Indonesia,” kata Vonny dalam acara Study UK & Careers Fest 2025 yang diselenggarakan oleh BritCham Education Centre, Sabtu (22/2/2025).

Syarat dan Tahapan Seleksi

Calon pelamar wajib memiliki gelar minimal S1 atau D4 serta pengalaman kerja selama minimal dua tahun. Pengalaman ini tidak harus berasal dari pekerjaan penuh waktu, tetapi juga dapat berupa magang, kerja paruh waktu, atau kegiatan sukarela.

Dalam aplikasinya, pelamar harus memilih tiga program master di universitas Inggris yang sesuai dengan tujuan karier mereka. Program yang dipilih harus berdurasi 9-12 bulan, karena Chevening tidak mendukung program berbasis riset atau yang lebih dari satu tahun.

Tidak seperti kebanyakan beasiswa lainnya, Chevening tidak mengharuskan pelamar memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari universitas saat pendaftaran awal. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi pelamar untuk tetap mengikuti seleksi tanpa terburu-buru memperoleh LoA. Seleksi Chevening terdiri dari dua tahap, yaitu seleksi berkas dan wawancara, dengan hasil akhir diumumkan pada bulan Juni.

“Chevening tidak mewajibkan LoA atau sertifikat bahasa untuk mendaftar. Oleh karena itu, kami menyarankan pelamar untuk mendaftar ke universitas secara paralel, tanpa menunggu pengumuman Juni,” tambah Vonny.

Esai Jadi Penentu Utama

Salah satu aspek paling krusial dalam seleksi Chevening adalah esai. Pelamar harus mampu menggambarkan diri mereka, visi mereka, serta kontribusi yang dapat diberikan kepada Indonesia setelah menyelesaikan studi. Ada empat tema utama dalam esai yang harus ditulis oleh pelamar:

  1. Kepemimpinan: Menceritakan pengalaman dalam organisasi, pekerjaan, atau komunitas yang menunjukkan kemampuan memimpin.
  2. Jaringan Profesional (Networking): Menjelaskan bagaimana pelamar membangun dan memanfaatkan jejaring profesional mereka.
  3. Alasan Memilih Inggris: Menguraikan alasan akademis dan profesional mengapa memilih studi di Inggris, bukan di negara lain.
  4. Rencana Masa Depan: Menggambarkan bagaimana ilmu yang diperoleh dari studi di Inggris akan memberikan dampak bagi Indonesia.

“Jangan hanya menulis bahwa Anda ingin ke Inggris karena suka Harry Potter atau Manchester United. Anda harus menjelaskan alasan akademis dan profesional yang kuat,” ujar Vonny.

Ia juga menekankan pentingnya keaslian dalam esai. Kesalahan terbesar pelamar adalah meniru contoh esai yang beredar di internet. Pewawancara akan menggali lebih dalam terkait esai yang ditulis, sehingga ketidaksesuaian antara cerita dalam esai dan pengalaman nyata pelamar akan mudah terungkap.

Dukungan Alumni dan Program Mentoring

Chevening Alumni Association of Indonesia (CAAI) telah menginisiasi program mentoring bernama ChevBuddy. Program ini bertujuan membantu calon penerima beasiswa dalam penulisan esai hingga strategi wawancara. Mentorship ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu sesi umum, mentoring intensif 1-on-1, dan persiapan wawancara.

Pendaftaran beasiswa Chevening untuk tahun akademik 2025-2026 akan dibuka pada minggu pertama Agustus dan ditutup pada 6 November 2025. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada Juni 2026, dengan masa studi dimulai September atau Oktober 2026.

“Ini waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri. Manfaatkan waktu ini untuk meneliti pilihan universitas sehingga ketika pendaftaran dibuka, Anda sudah memiliki gambaran jelas tentang pilihan Anda,” pungkas Vonny.

Editor: AKil

Polda Aceh Blokir 405 Situs Judi Online, 64 Pemain Ditangkap

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terus menggencarkan upaya pemberantasan judi online di wilayahnya. Dalam dua bulan terakhir, sebanyak 405 situs judi online telah diblokir, sementara 64 orang yang diduga sebagai pemain diamankan oleh aparat kepolisian.

“Pada medio Januari-17 Februari, Polda Aceh telah berhasil mengungkap 55 kasus maisir (judi) dan memblokir 405 situs judol, dengan 64 tersangka. Ini adalah wujud komitmen kita dalam memberantas kasus judi,” ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto kepada wartawan, Rabu (26/2/2025).

Joko menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh serta Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) di jajaran polres. Pihak kepolisian, katanya, semakin meningkatkan upaya pemberantasan judi online menjelang bulan suci Ramadan.

Sebagai langkah preventif, Polda Aceh mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya praktik judi online yang sering kali menjanjikan keuntungan instan, tetapi justru berujung pada kerugian besar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas judi online, apalagi mau Ramadan. Karena selain melanggar hukum, juga dapat merusak perekonomian keluarga serta kehidupan sosial. Intinya, Polda Aceh ingin menciptakan Kamtibmas, salah satunya dengan cara penegakan hukum sesuai aturan atau qanun yang berlaku, guna memberikan rasa aman dan rasa nyaman kepada masyarakat Aceh,” lanjut Joko.

Selain menangkap para pemain, Polda Aceh juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam promosi dan penyelenggaraan judi online. Patroli siber terus dilakukan untuk mendeteksi dan menutup akses ke situs-situs judi yang masih beroperasi.

Joko menambahkan bahwa masyarakat berperan penting dalam mendukung upaya pemberantasan judi online. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi perjudian, baik daring maupun luring, di lingkungan mereka.

“Manfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan kegiatan positif, alih-alih terjerumus dalam aktivitas ilegal, seperti judi, yang dapat membawa dampak negatif dalam kehidupan sosial,” tutupnya.

Editor: AKil

Tradisi Lemang Ramadan di Gampong Durian Kawan, Warisan Budaya yang Terus Dijaga

0
Berlemang Menjadi Tradisi di Kluet Timur Aceh Selatan Saat Menyambut Ramadan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Ramadan 1446 H, masyarakat Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka: pembuatan dan penyajian lemang.

Zardan Salihin, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa tradisi ini dilakukan tiga hari sebelum awal Ramadan dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Kluet.

“Lemang bukan sekadar makanan, tapi bagian dari warisan budaya kita yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya dengan penuh kebanggaan saat diwawancarai Nukilan.id pada 26 Februari 2025.

Menurut Zardan, keluarganya selalu membuat lemang setiap tahun sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci.

“Ini sudah menjadi tradisi turun temurun di keluarga kami,” katanya.

Tradisi ini semakin menarik dengan adanya dua jenis lemang yang biasa dibuat oleh masyarakat Kluet, yaitu lemang ketan dan lemang gadung. Lemang ketan terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan dan dibungkus dalam daun pisang, sedangkan lemang gadung menggunakan ubi kayu sebagai bahan utama, yang juga dimasak dengan santan dan dibungkus dalam daun pisang.

“Kedua jenis lemang ini memiliki cita rasa yang berbeda, namun keduanya sama-sama lezat dan disukai oleh banyak orang,” tambah Zardan sambil tersenyum.

Tak hanya sekadar hidangan khas Ramadan, lemang juga menjadi simbol kebersamaan. Warga kerap bertukar lemang dengan sanak saudara sebagai bentuk kehangatan dan keramahan.

“Kami dengan senang hati mengantarkan lemang sebagai tanda kehangatan dan keramahan kami kepada sanak family. Ini adalah bagian dari tradisi kebersamaan dan persaudaraan yang kami bangun di sini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kuliner, tradisi pembuatan lemang menjelang Ramadan menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang melekat dalam budaya masyarakat Aceh Selatan terus terjaga, menjadikan tradisi ini tetap hidup di tengah arus modernisasi. (XRQ)

Reporter: AKil

Kepala DPMG Aceh Serahkan 36 SK Tenaga Kontrak 2025

0
Kepala DPMG Aceh Serahkan 36 SK Tenaga Kontrak 2025. (Foto: DPMG)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Dr. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi 36 tenaga kontrak di lingkungan DPMG Aceh untuk tahun 2025. Acara penyerahan berlangsung di Aula DPMG Aceh pada Senin (24/2/2025), dihadiri oleh pejabat dan staf dinas terkait.

Dalam sambutannya, Iskandar menjelaskan bahwa penerbitan SK ini bertujuan memberikan kepastian status bagi tenaga kontrak yang masih menunggu diterbitkannya SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penataan pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh, sekaligus menindaklanjuti kebijakan penganggaran gaji bagi pegawai non-ASN sebagaimana tertuang dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor B/5993/M.SM.01.00/2024 tertanggal 12 Desember 2024.

“Kita mengeluarkan SK ini untuk memberikan status yang jelas kepada tenaga kontrak yang belum diterbitkannya SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), karena setiap aparatur di pemerintahan Aceh harus memiliki status dan keterikatan dinas yang jelas dan sah,” jelas Iskandar.

Lebih lanjut, Iskandar menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan disiplin di kalangan tenaga kontrak. Ia mengingatkan agar para pegawai tetap menjaga etos kerja yang baik, bahkan setelah mendapatkan status sebagai PPPK di masa mendatang.

“Tetaplah bekerja dengan baik seperti yang ditunjukkan selama ini, jangan sampai setelah berubah memakai baju warna khaki, berubah juga perilaku dan kinerja menjadi tidak baik,” pesan Iskandar kepada seluruh tenaga kontrak.

Penyerahan SK ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi tenaga kontrak untuk terus berkontribusi dalam mendukung program kerja DPMG Aceh serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Editor: Akil

LPTQ Aceh Gelar Khataman Al-Qur’an Tarhib Ramadhan 1446 H

0
LPTQ Aceh Gelar Khataman Al-Qur'an Tarhib Ramadhan 1446 H. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh menggelar Khataman Al-Qur’an Tarhib Ramadhan di Mushalla Al-Ikhlas, Kanwil Kemenag Aceh, Selasa (25/2/2025). Acara ini diikuti oleh 30 hafizh dan hafizhah terbaik Aceh, pengurus LPTQ Aceh, serta jajaran ASN Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Aceh.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian Semarak Ramadhan 1446 H yang dilaksanakan serentak oleh seluruh LPTQ provinsi di Indonesia.

“Kita doakan semua kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses selama bulan Ramadhan tahun ini,” ujar Sekretaris Umum LPTQ Aceh, Ust. H. Zulfikar, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya sebelum pembukaan Rapat Koordinasi RKA-SK 2026 di Asrama Haji.

Judul besar dari kegiatan ini adalah Khataman Al-Qur’an bersama 1.000 hafizh/hafizhah juara nasional dan internasional se-Indonesia. Selain itu, LPTQ nasional juga mengarahkan beberapa kegiatan lain, seperti Tahsin Al-Qur’an bersama juara MTQ, Menulis Al-Qur’an bersama kaligrafer dunia, Kajian Tematik Tafsir Al-Qur’an, serta Penulisan Al-Qur’an Nusantara oleh para juara nasional dan internasional.

Ketua Harian LPTQ Aceh, Prof. Dr. H. Armiadi Musa, M.A., dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran LPTQ Nasional dan Kanwil Kemenag Aceh yang telah menjadi fasilitator Semarak Ramadhan tahun ini.

“Khusus untuk kegiatan Khataman Al-Qur’an, saya sangat bangga dengan kehadiran 30 hafizh-hafizhah terbaik Aceh guna menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Pakar zakat ini juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan melibatkan partisipasi dari LPTQ kabupaten/kota agar manfaatnya lebih luas hingga ke masyarakat umum.

Sementara itu, suasana di Banda Aceh semakin semarak dengan pawai tarhib yang berlangsung di jalan-jalan protokol. Pawai ini dimulai dari Balai Kota Banda Aceh atau Kantor Wali Kota, yang berdekatan dengan Kanwil Kemenag Aceh, menambah kemeriahan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Editor: Akil