Beranda blog Halaman 525

Sebagian Warga Aceh Timur Belum Memulai Puasa Ramadan 1446 H

0
Sebagian Warga Aceh Timur Belum Memulai Puasa Ramadhan 1446 H. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Perbedaan penetapan awal Ramadan kembali terjadi di Aceh Timur. Sebagian masyarakat belum memulai ibadah puasa pada Sabtu (1/3/2025), sementara sebagian lainnya telah melaksanakan shalat tarawih dan berpuasa sesuai ketetapan pemerintah. Perbedaan ini terjadi akibat hasil pemantauan hilal yang berbeda di wilayah tersebut.

Ulama kharismatik Aceh, Tgk Abdul Wahab atau yang akrab disapa Abu Keude Dua, menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan bulan di pantai Aceh Timur, hilal tidak tampak di ufuk barat pada Jumat (28/2/2025). Oleh karena itu, sebagian masyarakat yang mengikuti metode rukyat memilih menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari dan baru akan memulai puasa pada Minggu (2/3).

“Awal berpuasa Ramadan jatuh pada Minggu (2/3), tetapi itu atas keyakinan masing-masing. Karena hasil pantauan Jumat hilal tidak terlihat,” ujar Abu Keude Dua, Sabtu (1/3/2025).

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan bahwa awal puasa jatuh pada Sabtu (1/3). Sejumlah masyarakat yang mengikuti keputusan pemerintah telah melaksanakan shalat tarawih pada Jumat malam dan berpuasa keesokan harinya.

Fenomena perbedaan dalam penetapan awal Ramadan bukan hal baru di Aceh. Setiap tahunnya, kelompok masyarakat yang berpegang pada metode hisab (perhitungan astronomi) sering kali memulai puasa lebih awal dibandingkan mereka yang menunggu hasil rukyat (pengamatan hilal) secara langsung. Meski demikian, perbedaan ini tetap disikapi dengan sikap saling menghormati antar sesama umat Islam.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas masyarakat tetap berlangsung seperti biasa. Di beberapa desa, warung makan masih buka pada siang hari bagi mereka yang belum berpuasa, sementara masjid-masjid mulai ramai dengan jamaah yang melaksanakan ibadah Ramadan.

Dengan perbedaan ini, masyarakat Aceh Timur diharapkan tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati keyakinan masing-masing dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Editor: Akil

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Militer kepada Gubernur Aceh di Parade Senja Magelang

0
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Militer kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Parade Senja Magelang. (Foto:

NUKILAN.idMagelang – Sebuah momen penuh simbolisme terjadi dalam Parade Senja di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Kamis sore, 27 Februari 2025. Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh nasional dan disiarkan langsung oleh televisi nasional, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penghormatan militer kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem. Momen ini menjadi sorotan utama, menggambarkan kedekatan serta rasa saling menghormati antara kedua tokoh tersebut.

Penghormatan tersebut berlangsung di atas panggung utama di hadapan para peserta retret kepala daerah. Selain Presiden Prabowo, acara ini turut dihadiri oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan presiden Joko Widodo. Setelah bersalaman dengan kedua mantan kepala negara itu, Prabowo melangkah ke arah Gubernur Aceh yang tengah berdiri bersama Wakil Gubernur Fadhlullah di bawah panggung.

Saat keduanya bertemu di tangga panggung, Presiden Prabowo mengangkat tangan memberikan penghormatan militer, yang langsung dibalas oleh Muzakir Manaf. Keduanya kemudian saling berangkulan, disaksikan Wakil Gubernur Fadhlullah yang berdiri di sisi mereka.

Momen ini bukan sekadar gestur seremonial, tetapi juga mencerminkan rekonsiliasi dan semangat persatuan. Muzakir Manaf, yang dulunya merupakan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kini berdiri sebagai pemimpin daerah yang mendapat kepercayaan rakyat. Penghormatan dari Presiden Prabowo seakan menjadi simbol perjalanan panjang Aceh dari konflik menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Kedekatan Prabowo dan Muzakir Manaf bukanlah hal baru. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo kerap mengungkapkan rasa hormatnya kepada Gubernur Aceh tersebut. Salah satunya dalam pidato di acara Silaturahmi Kebangsaan Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Hambalang, Jawa Barat, pada 14 Februari 2025.

“Dua panglima yang dulunya bermusuhan, sekarang bisa berangkulan dan bahkan Mualem menjadi Gubernur. Saya bangga dengan Mualem,” ujar Prabowo, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Interaksi hangat antara keduanya juga terlihat dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025. Saat itu, Presiden Prabowo menyambut Muzakir Manaf dengan merangkulnya erat. Mereka terlihat berbincang akrab, mencerminkan hubungan yang telah terjalin dengan baik.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Afarat, yang turut mendampingi Gubernur Aceh di Magelang, menjelaskan bahwa Parade Senja merupakan bagian dari rangkaian acara pembekalan dalam retret kepala daerah.

“Presiden Prabowo memimpin upacara Parade Senja di Akademi Militer, di mana Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah hadir bersama kepala daerah lainnya,” ujar Akkar.

Selain menghadiri Parade Senja, Presiden Prabowo juga dijadwalkan memberikan pengarahan pada Jumat, 28 Februari 2025. Pengarahan ini merupakan bagian dari orientasi kepemimpinan bagi seluruh kepala daerah di Indonesia, yang bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

Editor: Akil

Aceh Diprediksi Diguyur Hujan Tiga Hari ke Depan, Warga Diminta Waspada

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memperkirakan sejumlah wilayah di Aceh akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan.

“Dalam beberapa hari ke depan memang diperkirakan ada beberapa wilayah Aceh yang berpotensi hujan ringan ataupun sedang,” ujar Muhammad Rafli, petugas BMKG Banda Aceh, dikutip dari RRI pada Sabtu (1/3/2025).

Rafli menjelaskan, beberapa daerah yang diprediksi mengalami hujan ringan adalah Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Aceh Barat. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Selatan.

“Yang ingin saya sampaikan daerah yang berpotensi hujan ke depan yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, dan Kabupaten Aceh Selatan,” ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang terjadi secara tiba-tiba, terutama bagi para pengendara yang dapat mengalami gangguan jarak pandang akibat hujan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk bisa berhati-hati dengan kondisi hujan yang tiba-tiba, itu bisa mengganggu jarak pandang juga bagi pengendara motor maupun mobil,” tutupnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang menjalani ibadah puasa, Rafli menyarankan agar mengonsumsi asupan yang cukup saat sahur agar tetap berenergi menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Editor: Akil

Wagub Aceh Fadhlullah Silaturahmi dengan Mahasiswa di Yogyakarta

0
Wagub Aceh Fadhlullah Silaturahmi dengan Mahasiswa di Yogyakarta. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, menggelar silaturahmi dengan mahasiswa Aceh yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta pada Jumat (28/2/2025). Didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah M. Syakir serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, pertemuan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa Aceh untuk berdialog langsung dengan pemimpin daerah mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Asrama Cut Nyak Dhien, Fadhlullah menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun masa depan Aceh. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan aset utama dalam kemajuan daerah dan harus memiliki visi yang luas demi kepentingan masyarakat Aceh di masa depan.

“Kalian adalah tulang punggung masa depan Aceh. Di tangan kalianlah harapan itu berada,” ujar Fadhlullah.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa menempuh pendidikan di perantauan bukan sekadar mengejar gelar akademis, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan. Menurutnya, dalam era digital yang semakin maju, mahasiswa harus mampu beradaptasi dan berinovasi tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai Islam.

“Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kalian harus bisa menjadi individu yang inovatif, namun tetap menjaga identitas dan nilai-nilai islami yang kita junjung,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah juga menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung pendidikan berkualitas. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah meningkatkan jumlah beasiswa serta memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan.

“Kami akan terus mendukung kualitas pendidikan di Aceh, mulai dari beasiswa hingga berbagai program pengembangan untuk mahasiswa,” katanya.

Selain itu, ia mengajak mahasiswa Aceh untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan intelektual baik di kampus maupun dalam organisasi kemahasiswaan. Ia menekankan bahwa membangun solidaritas, mengasah jiwa kepemimpinan, dan meningkatkan keterampilan adalah kunci keberhasilan di masa depan.

“Bangun solidaritas, pupuk jiwa kepemimpinan, dan asah keterampilan yang akan berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

Fadhlullah juga menyoroti kebijakan Pemerintah Aceh yang mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk mahasiswa. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan.

“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pendidikan. Saat masih di Komisi 1 DPR RI, setiap kali saya ke luar negeri, saya selalu bertanya berapa banyak mahasiswa Aceh di luar negeri? Jumlahnya sangat sedikit. Kami ingin meningkatkan jumlah mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjelang Ramadhan, Pemerintah Aceh telah menyelesaikan pembayaran gaji tenaga kontrak guna memastikan perputaran ekonomi tetap berjalan dengan baik.

“Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kami menuntaskan pembayaran gaji tenaga kontrak. Kami ingin mempermudah kehidupan rakyat, bukan mempersulitnya,” kata Fadhlullah.

Ketua Mahasiswa Pascasarjana Aceh di Yogyakarta, Mahmuddin, menyampaikan harapan agar Pemerintah Aceh dapat lebih mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, beasiswa merupakan kebutuhan mendesak bagi mahasiswa Aceh yang menghadapi tantangan biaya pendidikan yang tinggi.

“Beasiswa akan sangat membantu kami untuk melanjutkan pendidikan dengan semangat,” ungkapnya.

Mahmuddin juga melaporkan bahwa saat ini terdapat sekitar 253 mahasiswa Magister dan Doktoral asal Aceh yang menempuh studi di Yogyakarta. Ia berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mahasiswa di luar daerah, terutama dalam penyediaan tempat tinggal yang layak dan fasilitas pendukung lainnya.

Silaturahmi ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa Aceh di perantauan untuk menyampaikan aspirasi serta menjalin komunikasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah mereka. Dengan komitmen yang terus diperkuat, diharapkan generasi muda Aceh dapat berkembang secara maksimal dan berkontribusi bagi kemajuan daerah di masa mendatang.

Editor: Akil

Akademisi: Aceh Butuh Revolusi Pendidikan untuk Mandiri

0
Kampus UIN Ar-Ranity Banda Aceh. (Foto: Humas UINAR)

NUKILAN.idBanda Aceh – Pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan mendorong kemandirian masyarakat di Aceh. Namun, hingga kini, tantangan dalam akses dan kualitas pendidikan masih menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan. Hal ini disampaikan oleh Samsul Aidul Adha, SE, ME, Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dikutip dari RRI Banda Aceh.

Samsul menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya diukur dari segi ekonomi, tetapi juga mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Alkaire Foser pada 2011 yang menghasilkan Multidimensional Poverty Index (MPI).

“Ketika pendidikan rendah, maka masyarakat akan sulit mengakses pekerjaan yang layak, yang berujung pada kesulitan ekonomi dan kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan formal maupun nonformal harus menjadi prioritas dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Pendidikan formal merupakan hak konstitusional yang wajib diberikan negara kepada seluruh warganya, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Namun, tantangan yang dihadapi tidak hanya soal pendidikan dasar, tetapi juga akses ke jenjang lebih tinggi.

Di sisi lain, dunia kerja kerap membutuhkan keahlian yang lebih aplikatif. Oleh karena itu, Samsul menilai pendidikan nonformal dan pelatihan keterampilan, seperti yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK), menjadi solusi efektif dalam jangka pendek.

“Pendidikan nonformal menjawab kebutuhan praktis yang diperlukan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tambahnya.

Namun, ketimpangan akses pendidikan masih menjadi masalah di Aceh. Masyarakat di perkotaan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, sementara daerah terpencil seperti Aceh Timur dan Aceh Utara masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini berkontribusi pada tingginya angka kemiskinan di wilayah-wilayah tersebut.

Samsul menegaskan bahwa pendidikan formal dan nonformal harus berjalan beriringan agar mampu memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Untuk jangka pendek, pendidikan nonformal seperti pelatihan keterampilan di BLK sangat membantu, namun untuk jangka panjang, masyarakat perlu mengembangkan pengetahuan melalui pendidikan formal dan budaya ilmu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong transformasi paradigma masyarakat terhadap pendidikan serta peran aktif pemerintah dalam menciptakan budaya ilmu yang lebih inklusif. Menurutnya, negara harus lebih proaktif dalam mentransformasi sistem pendidikan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan.

Dengan berbagai tantangan yang ada, revolusi pendidikan di Aceh bukan lagi sekadar wacana, tetapi sebuah kebutuhan mendesak. Akses yang merata, pendidikan yang lebih aplikatif, serta dukungan penuh dari pemerintah menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan terbebas dari kemiskinan.

Editor: Akil

REDAKSI NUKILAN.ID

0

Susunan Redaksi

Penanggung jawab/Pimpinan redaksi:
Bahtiar Gayo

Redaktur:
Akil Rahmattilah

Wartawan:
Rezi, Dandi, Sammy, Rizkita

Desain grafis:
Izal

Finance dan administration:
Nanda

Web master:
Riadi

Notaris:
Sahara Beby

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2025 untuk Wilayah Banda Aceh

0
Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh (Foto: bandaacehkota.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) telah merilis jadwal imsakiyah Ramadan 2025. Amatan Nukilan.id pada laman Ditjen Bimas Islam, jadwal tersebut mencakup waktu imsak serta jadwal salat lima waktu, termasuk azan magrib yang menandai waktu berbuka puasa.

Pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu (1/3/2025). Keputusan ini diumumkan setelah sidang isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Jumat (28/2/2025). Sidang tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk ulama, astronom, serta perwakilan ormas Islam.

Masyarakat di Banda Aceh dan sekitarnya kini dapat mengakses jadwal imsakiyah sebagai panduan menjalankan ibadah puasa dengan lebih teratur. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenag menyediakan jadwal tersebut melalui situs resminya serta aplikasi layanan keagamaan yang dapat diunduh oleh masyarakat.

Selain waktu imsak dan berbuka, jadwal ini juga memuat informasi terkait waktu salat subuh, zuhur, asar, magrib, dan isya. Dengan adanya jadwal ini, diharapkan umat Muslim di Banda Aceh dapat lebih mudah dalam menyesuaikan ibadah mereka selama bulan suci.

Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya selama Ramadan 2025:

1 Ramadhan (1 Maret)

  • Imsak: 05.26 WIB
  • Subuh: 05.36 WIB
  • Dzuhur: 12.55 WIB
  • Ashar: 16.11 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.55 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

2 Ramadhan (2 Maret)

  • Imsak: 05.25 WIB
  • Subuh: 05.35 WIB
  • Dzuhur: 12.54 WIB
  • Ashar: 16.11 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.55 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

3 Ramadhan (3 Maret)

  • Imsak: 05.25 WIB
  • Subuh: 05.35 WIB
  • Dzuhur: 12.54 WIB
  • Ashar: 16.10 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.55 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

4 Ramadhan (4 Maret)

  • Imsak: 05.25 WIB
  • Subuh: 05.35 WIB
  • Dzuhur: 12.54 WIB
  • Ashar: 16.10 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

5 Ramadhan (5 Maret)

  • Imsak: 05.24 WIB
  • Subuh: 05.34 WIB
  • Dzuhur: 12.54 WIB
  • Ashar: 16.09 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

6 Ramadhan (6 Maret)

  • Imsak: 05.24 WIB
  • Subuh: 05.34 WIB
  • Dzuhur: 12.53 WIB
  • Ashar: 16.08 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

7 Ramadhan (7 Maret)

  • Imsak: 05.24 WIB
  • Subuh: 05.34 WIB
  • Dzuhur: 12.53 WIB
  • Ashar: 16.08 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

8 Ramadhan (8 Maret)

  • Imsak: 05.23 WIB
  • Subuh: 05.33 WIB
  • Dzuhur: 12.53 WIB
  • Ashar: 16.07 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.03 WIB

9 Ramadhan (9 Maret)

  • Imsak: 05.23 WIB
  • Subuh: 05.33 WIB
  • Dzuhur: 12.53 WIB
  • Ashar: 16.07 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

10 Ramadhan (10 Maret)

  • Imsak: 05.23 WIB
  • Subuh: 05.33 WIB
  • Dzuhur: 12.52 WIB
  • Ashar: 16.06 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

11 Ramadhan (11 Maret)

  • Imsak: 05.22 WIB
  • Subuh: 05.32 WIB
  • Dzuhur: 12.52 WIB
  • Ashar: 16.05 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

12 Ramadhan (12 Maret)

  • Imsak: 05.22 WIB
  • Subuh: 05.32 WIB
  • Dzuhur: 12.52 WIB
  • Ashar: 16.05 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

13 Ramadhan (13 Maret)

  • Imsak: 05.21 WIB
  • Subuh: 05.31 WIB
  • Dzuhur: 12.52 WIB
  • Ashar: 16.04 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.54 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

14 Ramadhan (14 Maret)

  • Imsak: 05.21 WIB
  • Subuh: 05.31 WIB
  • Dzuhur: 12.51 WIB
  • Ashar: 16.03 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

15 Ramadhan (15 Maret)

  • Imsak: 05.21 WIB
  • Subuh: 05.31 WIB
  • Dzuhur: 12.51 WIB
  • Ashar: 16.02 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

16 Ramadhan (16 Maret)

  • Imsak: 05.20 WIB
  • Subuh: 05.30 WIB
  • Dzuhur: 12.51 WIB
  • Ashar: 16.02 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.02 WIB

17 Ramadhan (17 Maret)

  • Imsak: 05.20 WIB
  • Subuh: 05.30 WIB
  • Dzuhur: 12.51 WIB
  • Ashar: 16.01 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

18 Ramadhan (18 Maret)

  • Imsak: 05.19 WIB
  • Subuh: 05.29 WIB
  • Dzuhur: 12.50 WIB
  • Ashar: 16.00 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

19 Ramadhan (19 Maret)

  • Imsak: 05.19 WIB
  • Subuh: 05.29 WIB
  • Dzuhur: 12.50 WIB
  • Ashar: 15.59 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

20 Ramadhan (20 Maret)

  • Imsak: 05.18 WIB
  • Subuh: 05.28 WIB
  • Dzuhur: 12.50 WIB
  • Ashar: 15.59 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

21 Ramadhan (21 Maret)

  • Imsak: 05.18 WIB
  • Subuh: 05.28 WIB
  • Dzuhur: 12.50 WIB
  • Ashar: 15.58 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.53 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

22 Ramadhan (22 Maret)

  • Imsak: 05.18 WIB
  • Subuh: 05.28 WIB
  • Dzuhur: 12.49 WIB
  • Ashar: 15.57 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

23 Ramadhan (23 Maret)

  • Imsak: 05.17 WIB
  • Subuh: 05.27 WIB
  • Dzuhur: 12.49 WIB
  • Ashar: 15.56 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.01 WIB

24 Ramadhan (24 Maret)

  • Imsak: 05.17 WIB
  • Subuh: 05.27 WIB
  • Dzuhur: 12.48 WIB
  • Ashar: 15.55 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

25 Ramadhan (25 Maret)

  • Imsak: 05.16 WIB
  • Subuh: 05.26 WIB
  • Dzuhur: 12.48 WIB
  • Ashar: 15.54 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

26 Ramadhan (26 Maret)

  • Imsak: 05.16 WIB
  • Subuh: 05.26 WIB
  • Dzuhur: 12.48 WIB
  • Ashar: 15.53 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

27 Ramadhan (27 Maret)

  • Imsak: 05.15 WIB
  • Subuh: 05.25 WIB
  • Dzuhur: 12.48 WIB
  • Ashar: 15.52 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.52 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

28 Ramadhan (28 Maret)

  • Imsak: 05.15 WIB
  • Subuh: 05.25 WIB
  • Dzuhur: 12.47 WIB
  • Ashar: 15.52 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.51 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

29 Ramadhan (29 Maret)

  • Imsak: 05.14 WIB
  • Subuh: 05.24 WIB
  • Dzuhur: 12.47 WIB
  • Ashar: 15.51 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.51 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

30 Ramadhan (30 Maret)

  • Imsak: 05.14 WIB
  • Subuh: 05.24 WIB
  • Dzuhur: 12.47 WIB
  • Ashar: 15.50 WIB
  • Maghrib/buka puasa: 18.51 WIB
  • Isya: 20.00 WIB

Untuk wilayah lainnya, Anda bisa mengakses jadwal imsakiyah Ramadan 2025 di seluruh Indonesia melalui laman resmi Ditjen Bimas Islam Kemenag. Itulah jadwal imsakiyah yang dirangkum oleh Nukilan.id untuk wilayah Banda Aceh selama Ramadan 2025. (XRQ)

Reporter: AKil

Jam Belajar Siswa di Banda Aceh Dikurangi Selama Ramadhan, Ini Penjelasannya

0
Ilustrasi siswa belajar. (Foto: Waspada)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh menetapkan kebijakan pengurangan jam belajar siswa selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan ritme pembelajaran dengan suasana ibadah serta meningkatkan pemahaman agama di kalangan siswa.

“Jadwal belajar selama Ramadhan kita perpendek dan kita fokuskan kepada dinul Islam,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, Jumat (28/2/2025).

Pengurangan jam belajar ini mengacu pada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025, Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2025, serta Menteri Dalam Negeri Nomor 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan sistem pembelajaran di seluruh satuan pendidikan selama bulan suci.

Sesuai surat edaran tersebut, durasi satu jam pelajaran dipersingkat menjadi 30 menit. Pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB untuk jenjang PAUD. Sementara itu, siswa SD kelas I–III akan pulang pukul 11.00 WIB, siswa SD kelas IV–VI pukul 12.00 WIB, dan siswa SMP, Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pulang pukul 12.30 WIB.

“Khusus siswa jenjang SMP, diwajibkan melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di sekolah, mereka diizinkan pulang setelah selesai kegiatan shalat Zuhur berjamaah,” ujar Sulaiman.

Selain itu, sekolah diminta untuk memulai pembelajaran dengan kegiatan Dinul Islam, seperti ceramah, membaca atau menghafal Al-Quran, serta kegiatan keagamaan lainnya selama 30 menit sebelum pelajaran umum dimulai.

Sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan, seluruh satuan pendidikan di Banda Aceh juga diliburkan pada 27 Februari hingga 5 Maret. Kegiatan pembelajaran tatap muka akan kembali dimulai pada 6-25 Maret. Setelah itu, siswa akan kembali menikmati libur Idul Fitri pada 26 Maret hingga 8 April. Kegiatan belajar mengajar akan kembali normal pada 9 April.

Dalam kesempatan yang sama, Sulaiman mengimbau pihak sekolah untuk menjalankan ketentuan dalam surat edaran dengan penuh tanggung jawab. Ia juga meminta peran aktif orang tua dalam memastikan anak-anak mereka benar-benar hadir di sekolah.

“Kepada orang tua kami minta dapat mengawasi anaknya benar tiba di sekolah, jangan sampai nanti ternyata tidak sampai dan bolos dari sekolah,” tuturnya.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan siswa tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengabaikan kewajiban belajar di sekolah. Selain itu, kegiatan keagamaan yang ditingkatkan selama Ramadhan diharapkan mampu membentuk karakter dan akhlak yang lebih baik bagi para pelajar di Banda Aceh.

Editor: Akil

Ketua MPU Aceh Yakini Kesaksian Tim Rukyah Gresik Melihat Hilal di Lhoknga

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, menegaskan bahwa Tim Rukyah asal Gresik, Jawa Timur, benar-benar melihat hilal Ramadhan 1446 H di Observatorium Lhoknga, Aceh Besar, pada Jumat (28/2/2025). Kesaksian tersebut, menurutnya, sah dan dapat dipercaya.

“Mereka utusan resmi yang dikirim pusat ke Aceh, ada surat tugasnya. Hanya mereka yang sempat melihat hilal di Lhoknga,” ujar Tgk Faisal dikutip dari Theacehpost.com, Sabtu (1/3/2025).

Menurut ulama yang akrab disapa Lem Faisal ini, Tim Rukyah asal Gresik langsung melaporkan penglihatannya kepada Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, serta menyatakan kesiapan untuk disumpah atas kesaksian mereka. Laporan itu juga diteruskan ke pemerintah pusat melalui komunikasi telepon karena hasil rukyah mereka sangat dinantikan dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1446 H di Jakarta.

Namun, kontroversi muncul ketika Mahkamah Syar’iyah Jantho menolak kesaksian Tim Rukyah asal Gresik. Padahal, tim tersebut telah bersiap di lokasi untuk bersumpah.

“Awak Jawa nyan kadiduek dikeu, han diteurimong, sebab kon ureung Aceh Rayeuk. Dipeumeusumpah ureung yang han deuh kalen, ureung yang deuh kalen han dipakek, nyan keuh nyan jeut keu masalah,” ujar Lem Faisal.

(Tim Rukyah itu sudah duduk di depan, menunggu untuk disumpah. Tapi ditolak oleh Mahkamah Syar’iyah Jantho, dengan alasan bukan ber-KTP Aceh Besar. Yang disumpah adalah orang yang tidak melihat hilal, orang yang melihat hilal tidak mau disumpah. Itulah yang jadi masalah).

Peristiwa ini memicu perdebatan di kalangan ulama dan masyarakat Aceh, mengingat penetapan awal Ramadhan bergantung pada laporan pengamatan hilal. Keputusan Mahkamah Syar’iyah Jantho menolak kesaksian tersebut menuai pertanyaan, terutama karena pemerintah pusat telah lebih dulu menerima laporan dari Tim Rukyah Gresik dan mengumumkan hasilnya dalam sidang isbat.

Editor: Akil

Hilal di Aceh Penuhi Kriteria Imkanurrukyat MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

0
Pemantauan hilal di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto: MTVN)

NUKILAN.id | Jantho – Posisi hilal di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada Jumat, 28 Februari 2025, mencapai 4,67 derajat di atas ufuk dengan elongasi geosentris 6,4 derajat. Data ini memastikan bahwa Aceh memenuhi kriteria imkanurrukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

“Untuk wilayah Indonesia, tinggi hilal sudah semuanya di atas 3 derajat akan tetapi syarat elongasi geosentris hanya terpenuhi untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang,” kata Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra.

Namun, sebagian besar wilayah Indonesia masih belum memenuhi syarat elongasi geosentris. Dari Sumatera Utara hingga Papua, elongasi hilal masih berada di bawah 6,4 derajat. Dengan demikian, keputusan final mengenai awal Ramadan masih bergantung pada hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

“Posisi tinggi hilal sudah memenuhi kriteria, tetapi elongasi minimal hanya terpenuhi di sebagian tempat di Aceh, sedangkan wilayah lainnya dari Sumatera Utara hingga ke Papua masih di bawah kriteria elongasi 6,4 derajat,” jelas Alfirdaus Putra.

Sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama RI menjadi penentu resmi awal Ramadan 1446 H. Keputusan ini akan didasarkan pada hasil musyawarah serta laporan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Bagi masyarakat yang menggunakan metode rukyatul hilal murni, hasil pengamatan langsung pada sore hari menjelang sidang isbat akan menjadi acuan utama.

“Jika hilal terlihat nanti pukul 18.50 WIB maka 1 Ramadan kemungkinan besar jatuh pada 1 Maret 2025. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag RI yang akan disiarkan secara langsung melalui televisi nasional,” tambahnya.

Dengan penantian keputusan sidang isbat, masyarakat diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah sebelum menetapkan awal ibadah puasa Ramadan.

Editor: Akil