Beranda blog Halaman 519

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jamaah Sembelih Ego dan Tebar Kepedulian

0
Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jamaah Sembelih Ego dan Tebar Kepedulian. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H yang digelar di Lapangan Tugu, kawasan Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (6/6/2025).

Dalam khutbah yang bertajuk “Qurban dan Kesalehan Sosial: Menyembelih Ego, Menebar Kepedulian”, Azhari mengajak seluruh jamaah untuk memaknai qurban bukan hanya sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi sebagai upaya spiritual untuk membentuk keikhlasan, ketundukan, serta kepedulian terhadap sesama.

Disampaikan dengan penuh keteduhan dan semangat keagamaan, khutbah Azhari menekankan bahwa qurban sejatinya adalah latihan ruhani yang mengajarkan umat untuk menundukkan ego dan membangkitkan empati.

“Qurban adalah simbol ketakwaan dan ketaatan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Tetapi lebih dari itu, qurban adalah momentum untuk membebaskan diri dari keakuan, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

Azhari juga mengingatkan bahwa inti dari ibadah qurban bukanlah daging dan darah hewan yang disembelih, melainkan ketaatan dan ketakwaan yang tercermin dalam tindakan nyata membantu sesama. Ia pun mengutip Surah Al-Hajj ayat 37 sebagai landasan pesan spiritual tersebut.

“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian,” katanya.

Menanggapi kondisi sosial saat ini yang cenderung individualistik dan materialistik, Azhari menyebut ibadah qurban sebagai bentuk kritik spiritual atas sikap tidak peduli terhadap sesama. Ia mengajak umat menjadikan momentum ini untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan mengikis sifat egoistik.

“Qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi soal menyembelih kesombongan, keangkuhan sosial, dan kemalasan untuk berbagi. Inilah qurban batiniah yang harus kita latih setiap saat,” lanjutnya.

Pada malam sebelumnya, Azhari turut hadir melepas pawai takbiran di halaman Masjid Raya Baiturrahman, menunjukkan semangat kebersamaan yang terus dijaga.

Kepada umat Islam yang belum mampu berqurban, Azhari turut menyampaikan pesan penyejuk. Ia menegaskan bahwa bentuk ibadah sosial tidak melulu berupa hewan qurban. Banyak jalan lain untuk menebar kebaikan.

“Berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan dan kemudahan yang kita miliki, yang penting kita terus menanam dan menebar kebaikan,” katanya.

Di akhir khutbahnya, Azhari mengajak para jamaah untuk tidak membatasi ibadah dalam ruang masjid semata, tetapi membawanya ke ruang-ruang sosial kehidupan.

“Jangan biarkan ibadah kita hanya berputar di masjid. Pancarkan keberkahan ibadah itu ke dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan shalat yang berlangsung khidmat itu, Kakanwil turut bersilaturahmi ke kediaman dinas Rektor USK, Prof Dr Marwan IPU.

Editor: Akil

Polres Aceh Barat Ikut Panen Raya Jagung Nasional

0
Polres Aceh Barat Ikut Panen Raya Jagung Nasional. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat turut ambil bagian dalam panen raya jagung serentak kuartal II yang merupakan bagian dari program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung di lahan perkebunan PT Karya Tanah Subur, Kecamatan Kaway XVI, Kamis (5/6/2025).

Panen raya ini diawali dengan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan zoom meeting dari Kalimantan. Acara juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Aceh Barat, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Dandim 0105/Aceh Barat, Ketua DPRK, Kepala Bulog Meulaboh, Kadis Pertanian, hingga para camat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa panen serentak kuartal II ini dilakukan di lahan seluas 11 hektare. Dari jumlah tersebut, dua hektare berada di lokasi panen saat ini, sementara sembilan hektare lainnya tersebar di titik lain.

“Kita di Aceh Barat hari ini melaksanakan panen raya serentak kuartal II dengan luas 11 hektare. Di titik ini 2 hektare dan 9 hektare berada di lokasi lain,” ujar AKBP Yhogi di sela kegiatan panen.

Menurut Kapolres, hingga saat ini total luas lahan jagung yang telah ditanam di wilayah Aceh Barat mencapai 55,2 hektare, dan sebagian di antaranya sudah mulai dipanen. Sambil menanti panen dari lahan lainnya, pihaknya aktif berkoordinasi dengan Bulog Meulaboh untuk memastikan ketersediaan pasar bagi hasil panen para petani.

Meski begitu, ia mengakui bahwa akses pasar masih menjadi tantangan tersendiri bagi para petani, terutama karena belum tersedianya industri hilir yang mampu menyerap hasil produksi jagung dalam jumlah besar.

“Kita berharap program ini tentunya seperti diharapkan bapak Presiden, namun tantangan akses industry hilir ini yang sudah kita bicarakan dengan pak Bupati tadi, strateginya seperti apa,” ujarnya.

Dalam diskusi bersama Bulog, Dandim, dan Bupati Aceh Barat, sejumlah opsi mulai dibahas. Salah satunya adalah menjalin kemitraan dengan industri pakan ternak agar jagung petani dapat terserap maksimal. Selain itu, disiapkan pula skema pengadaan alat drayer (pengering jagung) untuk memudahkan petani menjual hasil panen mereka.

AKBP Yhogi optimistis para petani di Aceh Barat akan segera terbebas dari kendala pemasaran, seiring upaya sinergis lintas sektor yang kini tengah dilakukan.

Editor: Akil

Polda Aceh Bangun Gudang Ketahanan Pangan Kapasitas Seribu Ton di SPN Aceh Besar

0
Polda Aceh. (Foto: Kiriman untuk Nukilan)

NUKILAN.ID | Jantho – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memulai pembangunan gedung ketahanan pangan tipe 654 di lahan seluas 5.000 meter persegi yang terletak di Kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Pembangunan gedung berkapasitas penyimpanan seribu ton bahan pangan strategis ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, usai menghadiri secara virtual acara ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, Kamis (5/6/2025).

Dalam sambutannya, Irjen Achmad Kartiko menegaskan pentingnya program ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

“Program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden ini bukanlah sekadar persoalan ekonomi atau pertanian semata, tetapi pilar strategis dalam menjaga stabilitas bangsa, baik dalam aspek sosial, keamanan, maupun pertahanan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Polri turut mengambil peran aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menghadirkan fasilitas penyimpanan strategis di wilayah yang memiliki potensi pertanian besar, seperti Provinsi Aceh.

“Pembangunan gudang ini merupakan bentuk keseriusan dan kontribusi Polda Aceh terhadap ketahanan pangan. Lokasi pembangunan berada di lahan milik Polri, yang berada di kompleks SPN Polda Aceh, dengan luas lahan 5.000 meter persegi. Di atas lahan tersebut akan dibangun gudang tipe 654, yang dirancang dengan kapasitas penyimpanan mencapai 1.000 ton bahan pangan strategis, seperti jagung dan kebutuhan pokok lainnya,” lanjutnya.

Jenderal bintang dua lulusan Akabri 1991 itu juga menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari ekosistem ketahanan pangan berbasis sinergi.

“Pembangunan gudang ini bukanlah proyek yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari ekosistem besar yang ingin kita bangun bersama Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan petani, serta ekosistem pangan yang berbasis sinergi, pemberdayaan, dan kemandirian,” jelasnya.

Menurutnya, Polda Aceh ke depan akan berperan sebagai fasilitator distribusi pangan, penggerak produksi berbasis kemitraan, hingga pengawas potensi penyimpangan dalam sistem logistik.

“Melalui fasilitas ini, Polda Aceh bertekad untuk memaksimalkan peran sebagai fasilitator distribusi pangan, penggerak produksi pangan berbasis kemitraan, serta pengawas terhadap potensi pelanggaran dalam sistem logistik pangan. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pemecahan masalah nyata di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan solutif,” ujarnya lagi.

Kapolda juga memastikan bahwa fasilitas gudang tersebut akan mendukung banyak pihak lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam situasi darurat.

“Fungsi gudang tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan institusi Polri, tetapi juga dibuka untuk mendukung kegiatan lintas sektor, seperti pengelolaan cadangan pangan oleh Pemerintah Daerah, distribusi logistik oleh instansi terkait, dan pemanfaatan dalam kondisi darurat oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

“Ini sejalan dengan semangat kolaboratif Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, serta sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan nasional dari sektor paling dasar, yaitu ketersediaan pangan,” tambah Kapolda Aceh.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gudang tersebut.

“Mari kita bekerja sama, sama-sama bekerja dalam mendukung pembangunan ini agar berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat mutu, serta mampu memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Segera Balas Kunjungan Bobby Nasution ke Medan

0
Gubernur Mualem mengikuti kegiatan orientasi kepemimpinan atau retret Kepala Daerah di Akmil Magelang. (Foto : MC Aceh)

NUKILAN.ID | MEDAN Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dijadwalkan akan mengunjungi Kota Medan, Sumatera Utara, dalam waktu dekat. Kunjungan ini menjadi bentuk balasan atas kedatangan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang telah lebih dulu menemui Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/6/2025).

“Ya. Nanti Pak Muzakir segera ke Medan,” ungkap Bobby Nasution kepada wartawan usai pertemuan dengan Gubernur Aceh.

Pertemuan yang berlangsung singkat itu turut didampingi oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Meski sempat beredar kabar yang menyebutkan bahwa Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, bersikap dingin terhadap kunjungan Bobby, pertemuan tersebut justru membantah isu tersebut.

Kunjungan balasan ke Medan nantinya akan menjadi momen penting untuk membahas lanjutan kerja sama antarprovinsi, terutama terkait pengelolaan empat pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Singkil.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang pemutakhiran data wilayah administratif dan pulau. Dalam keputusan yang diteken pada 25 April 2025 itu, disebutkan bahwa Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Sumatera Utara.

Meski Keputusan Mendagri telah resmi ditetapkan, Bobby menegaskan bahwa dirinya bersama Muzakir Manaf sepakat mencari jalan tengah demi kepentingan masyarakat kedua provinsi.

“Aceh dan Sumatera Utara ini kan bagian yang tidak terpisahkan. Banyak orang Aceh di Sumut. Begitu juga sebaliknya,” kata Bobby.

Dalam suasana yang penuh keakraban itu, kedua pemimpin daerah sepakat untuk mengedepankan kolaborasi, bukan kompetisi, dalam mengelola potensi wilayah perbatasan. Bobby menekankan bahwa tidak ada intervensi apa pun terkait keputusan empat pulau masuk wilayah Sumut, melainkan hasil dari mekanisme resmi pemerintah pusat.

“Namun di luar itu, tadi kami (bersama Gubernur Aceh, red) bersepakat untuk kita kelola sama-sama. Kalaupun ada potensi sumber daya alam, ya itu bisa kita kelola sama-sama. Termasuk ada Migas (minyak dan gas bumi), juga bisa kita saling berbagi,” jelas Bobby.

Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Gubernur Aceh. “Terlebih lagi, Muzakir Manaf merupakan sosok orang tua yang punya kebijaksanaan dan diyakini membawa solusi baik bagi kedua pihak, khususnya masyarakat di wilayah tersebut.”

“Tadi beliau bilang mau datang ke Medan (Sumatera Utara). Jadi yang kita sampaikan adalah jalan tengah. Kita ingin ini lebih kolaboratif, untuk potensi yang ada disana,” tuturnya.

Bobby menegaskan bahwa pembicaraan mereka bukan semata soal batas kepemilikan, melainkan soal bagaimana kedua pihak bisa berbagi dan membangun bersama. “Makanya pembicaraan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf bukan ‘ini punya siapa’. Tetapi bagaimana kita bisa berbagi,” sebut Bobby.

Editor: Akil

Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha

0
Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati Masjid Oman Al-Makmur di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2025) pagi.

Pantauan Nukilan.id, sejak pukul 07.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. Salat dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan berlangsung khusyuk di bawah langit cerah yang menyinari kawasan masjid dengan suasana sejuk dan bersahabat.

Ustaz Muhammad Fayzil bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustaz Muhajir Syarifuddin. Dalam khutbahnya, sang khatib mengajak para jamaah untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim A.S dalam hal ketaatan mutlak terhadap perintah Allah S.W.T.

“Ibadah kurban yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk pengabdian dan kepasrahan kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail,” ungkap Ustaz Muhajir dalam khutbahnya.

Masjid Oman Al-Makmur dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Banda Aceh untuk menunaikan Salat Idul Adha. Selain karena lokasinya yang strategis di pusat kota, masjid ini juga dikenal memiliki lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.

Suasana kekhidmatan dan kebersamaan begitu terasa sejak pagi. Usai salat, sejumlah warga tampak bersalaman dan saling mengucapkan selamat Idul Adha sebelum meninggalkan kompleks masjid. (XRQ)

Reporter: AKil

Hanya 10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya

0
10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pawai takbir Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Kamis malam (5/6/2025) tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Nukilan.id, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tahunan ini mengalami penurunan signifikan. Tahun ini, hanya 10 grup dari berbagai gampong di Banda Aceh dan sekitarnya yang berpartisipasi dalam pawai takbir.

Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun lalu, di mana lebih dari 50 grup meramaikan barisan pawai. Penurunan ini memunculkan tanda tanya tentang apa yang menyebabkan antusiasme masyarakat melemah terhadap tradisi yang biasanya penuh semarak ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia penyelenggara. Namun sejumlah spekulasi berkembang di tengah masyarakat, mulai dari kurangnya promosi hingga kemungkinan faktor lain yang membuat minat masyarakat menurun.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar soal jumlah, tetapi menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Pawai takbir bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan juga wujud syiar Islam dan semangat kebersamaan yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat Aceh.

Ke depan, diharapkan pihak penyelenggara dapat lebih aktif menggandeng masyarakat, menelusuri penyebab menurunnya partisipasi, serta menghidupkan kembali semangat pawai takbir yang menjadi bagian dari identitas Idul Adha di Serambi Mekkah. (XRQ)

Reporter: Akil

Warga Banda Aceh Padati Jalan Sambut Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1446 H

0
Warga Banda Aceh Padati Jalan Sambut Pawai Takbir Keliling. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati ruas jalan utama di Banda Aceh pada Kamis (5/6/2025) malam untuk menyaksikan kemeriahan pawai takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Pawai yang dimulai dari halaman Masjid Raya Baiturrahman ini menampilkan mobil-mobil hias serta peserta pejalan kaki dengan beragam dekorasi menarik dan kreatif. Lantunan takbir dan salawat menggema di sepanjang jalan, menambah semarak suasana malam takbiran di ibu kota Provinsi Aceh.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak warga datang bersama keluarga, bahkan sejak sore hari, untuk menikmati momen kebersamaan menjelang hari raya.

“Saya bersama keluarga di sini dari jam 8 tadi, suasananya sangat meriah, banyak mobil hias dan dekorasi yang menarik, anak-anak saya pun senang sekali melihatnya,” ujar Rahmad, warga Banda Aceh, kepada Nukilan.

Hal senada disampaikan Rini, warga lainnya. Ia menyebut pawai takbir ini merupakan tradisi yang selalu dinantikan.

“Saya sangat antusias menonton pawai takbir keliling ini. Ini merupakan tradisi tahunan yang selalu saya tunggu-tunggu,” tuturnya.

Pawai takbir keliling ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut hari besar keagamaan, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di malam penuh syukur dan doa. (xrq)

Reporter: Akil

Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh

0
Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menggelar pawai takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang berlangsung meriah di Banda Aceh, Kamis (5/6/2025) malam. Acara tersebut secara resmi dilepas oleh Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Diwarsyah, di halaman Masjid Raya Baiturrahman.

Pantauan Nukilan.id, ratusan peserta dari berbagai gampong dan instansi ambil bagian dalam pawai takbiran yang menelusuri sejumlah ruas jalan utama Kota Banda Aceh. Iringan lantunan takbir, tabuhan bedug, serta atraksi kendaraan hias bertema islami menambah semarak suasana malam takbiran.

Dalam sambutannya mewakili Pj Gubernur Aceh, Diwarsyah menyampaikan bahwa malam takbiran bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

“Takbir yang dikumandangkan malam ini adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah. Ini juga menjadi bentuk syiar Islam yang harus terus kita jaga,” kata Diwarsyah.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan malam takbiran sebagai momentum mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Aceh, lanjutnya, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Diwarsyah turut mengajak masyarakat Aceh untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan semangat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Pawai takbir tahun ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Idul Adha yang turut memperkuat tradisi islami di Aceh, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal dalam bingkai nilai-nilai religius.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1446 H di Banda Aceh

0
Asisten III Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Asisten III Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Diwarsyah, melepas peserta pawai takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi. Pelepasan berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis malam, 5 Juni 2025.

Amatan Nukilan.id di lokasi, pawai yang berlangsung meriah ini diikuti ratusan peserta dari berbagai gampong dan instansi. Mereka menelusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Banda Aceh, sambil mengumandangkan takbir, menabuh bedug, dan menampilkan kendaraan hias bertema Islami.

Pemerintah Aceh mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pawai dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan malam takbiran.

Diwarsyah menyebutkan, malam takbiran merupakan momen yang sarat makna spiritual sekaligus bentuk syiar Islam yang harus terus dijaga.

“Takbir yang dikumandangkan malam ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah. Melalui pawai takbiran ini, kita juga mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam masyarakat,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur Aceh.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan semangat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. (XRQ)

Reporter: Akil

Shalat Idul Adha 1446 H Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0
Jemaah Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memusatkan pelaksanaan shalat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, pada Jum’at (6/6/2025) pagi. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur saat dihubungi media ini. Ia menyebutkan pelaksanaan shalat akan dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, yang akan bertindak sebagai imam shalat Idul Adha adalah Ustadz Ivan Aulia, yang merupakan imam rawatib Masjid Raya Baiturrahman dan khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof Damanhuri Basyir. 

“Salat Idul Adha tahun ini mengusung tema Momentum Hari Raya Idul Adha, Mari Perkuat Ukhuwah dalam Membangun Aceh yang Islam dan Sejahtera,” ujar Saifan kepada Nukilan.

Saifan juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan shalat untuk mengambil wudhu dari rumah masing-masing dan membawa perlengkapan salat seperti sajadah demi kenyamanan dan kelancaran ibadah.

Pusat pelaksanaan shalat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini diperkirakan akan diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota.

Reproter: Rezi