Beranda blog Halaman 519

Seruan #IndonesiaGelap: Peringatan Serius bagi Prabowo

0
Seruan #IndonesiaGelap. (Foto: IG BEM UI)

NUKILAN.id | Opini – Seruan “Indonesia Gelap” yang digaungkan mahasiswa bukan sekadar slogan, melainkan peringatan serius terhadap berbagai kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dalam bulan-bulan awal pemerintahannya. Berbagai keputusan yang terkesan tergesa-gesa, kontradiktif, dan minim perencanaan telah menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Alih-alih membawa harapan, kebijakan-kebijakan yang diluncurkan justru memantik protes publik dan menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Salah satu contoh nyata adalah kebijakan pembatasan LPG 3 kg yang akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik luas. Langkah ini justru memperlihatkan bagaimana keputusan dibuat tanpa kajian matang. Program makan bergizi gratis, yang menjadi proyek unggulan Prabowo, pun menuai kontroversi. Pelaksanaan yang dipaksakan dengan mengorbankan anggaran kementerian dan pemerintah daerah justru berpotensi merugikan pelayanan publik. Ironisnya, program ini juga tidak membedakan antara anak dari keluarga miskin dan mampu, serta tidak memiliki indikator yang jelas untuk memastikan efektivitasnya. Dengan anggaran yang begitu besar, program ini tak hanya rawan pemborosan tetapi juga berisiko tinggi terhadap praktik penyelewengan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, demi menutupi kekurangan dana untuk program ini, Prabowo memangkas anggaran kementerian dan pemerintah daerah hingga lebih dari Rp300 triliun. Rencana pemangkasan lebih lanjut hingga Rp750 triliun akan semakin mengancam pelayanan publik dan perekonomian nasional. Sebagian dana tersebut juga dialokasikan untuk menyuntik modal ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan mengelola aset negara senilai hampir Rp15.000 triliun. Namun, transparansi dan mekanisme pengawasan badan ini masih diragukan.

Di luar kebijakan ekonomi yang kontroversial, ancaman lain yang mulai tampak adalah meningkatnya peran militer dalam berbagai aspek pemerintahan. Prabowo melibatkan militer dalam banyak urusan sipil, mulai dari ketahanan pangan hingga penertiban kawasan hutan. Komando Daerah Militer (Kodam) baru dibentuk, batalion teritorial mulai bermunculan di tiap kota, dan perwira aktif diangkat menjadi Direktur Utama Bulog. Semua ini mengindikasikan merosotnya supremasi sipil dan mengarah pada militerisasi pemerintahan.

Peringatan mahasiswa semakin relevan jika melihat reaksi pasar terhadap kebijakan-kebijakan Prabowo. Nilai tukar rupiah terus melemah dalam empat bulan terakhir, saham BUMN merosot tajam usai pengumuman pembentukan Danantara, dan modal asing terus mengalir keluar hampir setiap pekan. Semua ini menunjukkan ketidakpercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

Lebih parahnya lagi, Prabowo mulai menunjukkan sikap anti-kritik. Dalam pidatonya di HUT Partai Gerindra, ia melontarkan kalimat bernada merendahkan terhadap para pengkritiknya. Para pendukungnya, baik pejabat maupun pemengaruh di media sosial, tak kalah berang dengan mencemooh seruan “Indonesia Gelap.” Sementara itu, DPR yang seharusnya menjadi penyeimbang kekuasaan justru lebih banyak berperan sebagai juru bicara pemerintah.

Di tengah situasi ini, demonstrasi mahasiswa menjadi suara moral yang harus terus dikumandangkan. Protes yang mereka sampaikan bukanlah bentuk perlawanan tanpa dasar, melainkan upaya menjaga demokrasi agar tidak terjerumus ke dalam otoritarianisme baru. Jika pemerintah terus abai terhadap peringatan ini, bukan tidak mungkin mendung kebijakan yang suram akan berubah menjadi badai krisis yang sulit dibendung. Bagi rakyat yang peduli akan masa depan negeri, sudah saatnya bersiap turun ke jalan dan mengawal pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan publik. (XRQ)

Penulis: Akil

Wali Nanggroe Terima Audiensi Yayasan HAkA, Bahas Masa Depan Hutan Aceh

0
Wali Nanggroe Terima Audiensi Yayasan HAkA. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (6/3/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat perlindungan dan konservasi hutan Aceh, khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang kian terancam.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan HAkA memaparkan berbagai tantangan yang tengah dihadapi hutan Aceh, mulai dari perambahan liar, pembukaan lahan yang masif, hingga lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

Audiensi ini menjadi sinyal positif bahwa penyelamatan hutan Aceh, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser, masih menjadi prioritas bersama. Dukungan moral dari lembaga adat tertinggi seperti Wali Nanggroe diharapkan mampu memperkuat legitimasi gerakan lingkungan hidup di Tanah Rencong.

Aceh Barat Fokus pada Tiga Sektor Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

0
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP didampingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk fokus pada tiga sektor utama pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Ketiga sektor tersebut adalah pendidikan, kesehatan, dan perbaikan jaringan irigasi.

“Sesuai instruksi Bapak Presiden Prabowo, tentu kami akan fokus ke alokasi anggaran yang sudah ditentukan, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan perbaikan jaringan irigasi,” ujar Bupati Aceh Barat, Tarmizi, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, dalam sebuah acara buka puasa bersama unsur Forkompimda Aceh Barat, pimpinan BUMN/BUMD, serta pejabat daerah di Pendapa Bupati, Meulaboh, Rabu (5/3/2025).

Dalam sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan mendukung program makan bergizi gratis, meningkatkan kebersihan di setiap sekolah, serta memastikan fasilitas sanitasi seperti toilet berada dalam kondisi bersih dan sehat. Selain itu, perbaikan infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan dan peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi perhatian utama.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan gerakan hidup sehat di masyarakat dengan menekankan pola hidup bersih dan sehat. Berbagai langkah preventif lainnya juga akan dilakukan guna meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, sektor ketiga yang menjadi fokus utama adalah pembangunan jaringan irigasi. Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada ketahanan pangan serta peningkatan hasil pertanian, perkebunan, dan palawija di Aceh Barat.

Tarmizi mengajak DPRK Aceh Barat dan Forkompimda Aceh Barat untuk bersama-sama menjalankan instruksi Presiden Prabowo demi kemajuan daerah.

“Saya yakin dan percaya, dengan adanya kesepakatan dan kekompakan bersama, amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik,” ungkapnya.

Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat turut berdampak pada keuangan daerah. Pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Aceh Barat mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp50 miliar. Meskipun demikian, Tarmizi optimistis bahwa efisiensi ini tetap dapat dikelola dengan baik demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirancang, diharapkan pembangunan di Aceh Barat tetap berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Editor: Akil

Bupati Tarmizi: KABS Berlaku untuk Seluruh Warga Aceh Barat

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi meluncurkan program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS), sebagai bentuk pendampingan bagi pasien rujukan ke rumah sakit di Banda Aceh. Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH, di halaman IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Senin (3/3/2025).

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa KABS berlaku bagi seluruh pasien asal Aceh Barat yang harus menjalani perawatan lebih lanjut di Banda Aceh. Program ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat serta realisasi janji politik Tarmizi-Said saat Pilkada 2024.

Dalam pidatonya, Bupati Tarmizi menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.

“Kartu Aceh Barat Sehat merupakan program unggulan dari Tarmizi-Said bahwa setiap masyarakat yang dirujuk ke Banda Aceh untuk rawat inap akan mendapatkan dana Rp 1 juta kepada keluarga pasien yang mendampingi. Alhamdulillah hari ini sudah kita realisasikan,” ujarnya.

Tak hanya memberikan bantuan biaya bagi pendamping pasien, KABS juga memastikan pasien dapat memperoleh layanan medis di berbagai fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaannya, anggaran program KABS bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup).

Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa berdasarkan data pemerintah daerah, rata-rata jumlah pasien yang dirujuk ke Banda Aceh berkisar antara 5 hingga 7 orang per hari. Dengan demikian, dalam satu tahun, program ini diperkirakan akan membantu sekitar 2.500 pasien dengan alokasi dana mencapai Rp 2,5 miliar per tahun.

“Rata-rata pasien yang dirujuk 5-7 orang per hari, kurang lebih dalam satu tahun ada 2.500 orang yang dirujuk ke Banda Aceh dan memakan anggaran Rp 2,5 miliar per tahun, sedangkan APBD kita Rp 1,5 triliun, PAD kita Rp 160 miliar, CSR kita 50 miliar, berapalah untuk anggaran tersebut,” kata Tarmizi.

Dalam acara peluncuran, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan KABS secara simbolis kepada beberapa warga penerima manfaat pertama. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRK Aceh Barat, Kepala Bank Aceh, tenaga medis, serta tokoh masyarakat yang turut hadir.

Dengan adanya KABS, masyarakat Aceh Barat diharapkan semakin mudah mengakses layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan di luar daerah. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan warganya serta langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Editor: Akil

Polres Aceh Utara Gencarkan Patroli Cegah Balap Liar di Bulan Ramadan

0
Polres Aceh Utara Gencarkan Patroli Cegah Balap Liar di Bulan Ramadan. (Foto: Polres Aceh Utara)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Jajaran Polres Aceh Utara semakin gencar melakukan patroli di sejumlah ruas jalan yang kerap dijadikan arena balap liar selama bulan Ramadan 1446 Hijriah. Fokus patroli ini terutama pada waktu subuh, saat aksi balap liar sering terjadi dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang, mengatakan bahwa patroli ini bertujuan mengantisipasi gangguan ketertiban serta mencegah potensi kecelakaan akibat balap liar. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya remaja pengguna sepeda motor, agar tidak terlibat dalam aksi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama bulan Ramadan. Hindari kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar yang berisiko tinggi dan dapat merugikan banyak pihak. Selain itu, kami juga mengimbau agar tidak menggunakan knalpot bising yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah,” ujar AKP Bambang, Rabu (5/3/2025).

Polres Aceh Utara berkomitmen untuk terus melakukan patroli rutin sepanjang bulan suci ini guna menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak peran aktif orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya tersebut.

Dengan adanya patroli ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan aktivitas lainnya dengan lebih nyaman tanpa gangguan balap liar yang kerap menjadi keresahan di bulan penuh berkah ini.

Editor: AKil

SMAN 1 Matangkuli Gelar Tiram 1446 H, Kadis Pendidikan Aceh Jadi Pembicara

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., DEA. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILN.id | Lhoksukon – Dalam rangka meningkatkan kapasitas guru di bulan suci Ramadan, Komunitas Belajar (Kombel) Gemar SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, mengadakan kegiatan berbagi ilmu bertajuk Berbagi Ta’jil Ilmu Ramadan (Tiram) 1446 H. Kegiatan yang berlangsung pada 5 dan 6 Maret 2025 ini digelar secara virtual melalui platform Zoom dan diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah di Aceh.

Acara ini menghadirkan narasumber utama Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Khairuddin, M.Pd., serta keynote speaker Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., DEA. Dalam sambutannya, Marthunis menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa, khususnya dalam mencegah kekerasan dan perundungan di sekolah.

Mengutip Surat Ali Imran ayat 133-134, Marthunis menegaskan bahwa kekerasan bertentangan dengan nilai ketakwaan.

“Orang yang taqwa tidak lekas marah, menahan emosi, mudah memaafkan. Jika gagal mengelola emosi, maka akan timbul kekerasan yang menjadi cikal bakal perundungan di satuan pendidikan,” ujarnya.

Ia pun menilai bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk membentuk karakter pendidik yang lebih sabar dan penuh empati.

Sementara itu, Khairuddin memaparkan strategi pelaporan kekerasan dan perundungan melalui aplikasi digital. Menurutnya, sistem pelaporan ini dirancang untuk memberikan perlindungan kepada korban dan pelapor agar mereka merasa aman dalam menyampaikan aduan.

“Banyak korban kekerasan enggan melaporkan karena saluran untuk melapor terlalu terbuka, misal melapor pada wali kelas, guru piket dan sebagainya, sehingga mereka akan terancam,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para guru tidak hanya mendapat wawasan mengenai pencegahan kekerasan, tetapi juga dilatih dalam pembuatan pelaporan digital dan skema penanganan yang lebih edukatif. Ketua panitia, Rizki Aulia, S.Pd.I., menyebut bahwa peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Aceh Utara, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Aceh.

“Semoga peserta kegiatan dapat mengimbaskan di daerah masing-masing terutama di sekolahnya sendiri, sehingga satuan pendidikan menjadi tempat yang didambakan siswa,” harap Rizki.

Melalui Tiram 1446 H, diharapkan semangat berbagi ilmu di bulan Ramadan semakin menguatkan peran guru sebagai pendidik yang tak hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga menjadi pelopor lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berlandaskan nilai ketakwaan.

Editor: Akil

BPKH dan Lazismu Dirikan Pusat Layanan Informasi Haji di Aceh

0
Penyerahan dukungan pembangunan PLIDHUT oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) di Kemenag Aceh, Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) resmi menjalin kerja sama untuk mendukung pembangunan Pusat Layanan Informasi dan Dokumentasi Haji dan Umrah Terpadu (PLIDHUT) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh. Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp7,7 miliar ini diharapkan menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata kontribusi Lazismu dan BPKH dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Aceh.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata kontribusi Lazismu dan BPKH dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Aceh,” ujar Rais di Banda Aceh, Rabu (5/3/2025).

Menurut Rais, gedung ini bertujuan untuk menyediakan pelayanan yang lebih baik dan terintegrasi bagi masyarakat, terutama bagi calon jamaah lanjut usia. Dengan adanya fasilitas yang lebih lengkap, informasi terkait ibadah haji dan umrah dapat diakses dengan lebih mudah dan terpercaya.

“Mengingat para jamaah calon haji dan umrah di Aceh ini kebanyakan usia lansia, sehingga dengan adanya gedung ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat, khususnya lansia,” katanya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Lazismu dan BPKH juga menitikberatkan pada peningkatan layanan dan pemberdayaan masyarakat yang berhubungan langsung dengan ibadah haji dan umrah. Gedung ini akan dilengkapi dengan fasilitas yang memungkinkan akses informasi secara cepat dan akurat, serta mendukung administrasi dan logistik haji dan umrah secara lebih efisien.

“Dukungan ini sejalan dengan komitmen Lazismu untuk mewujudkan kesejahteraan umat melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tambah Rais.

Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Amri Yusuf, menyebut kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan serta infrastruktur haji dan umrah di Aceh. Ia berharap keberadaan PLIDHUT dapat memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan kepuasan jamaah.

“Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan tujuan bersama untuk kemaslahatan umat,” kata Amri.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, turut mengapresiasi inisiatif BPKH dan Lazismu dalam menghadirkan fasilitas ini. Ia menilai PLIDHUT akan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan transparansi serta kualitas pelayanan haji dan umrah bagi masyarakat Aceh.

“Gedung PLIDHUT ini akan menjadi sarana strategis dalam memberikan layanan informasi dan dokumentasi haji serta umrah yang lebih baik, cepat, dan transparan bagi jamaah calon haji dan umrah di Aceh,” ujar Azhari.

Dengan hadirnya PLIDHUT, masyarakat Aceh kini memiliki akses lebih mudah dan sistematis terhadap berbagai informasi terkait ibadah haji dan umrah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi serta memastikan kenyamanan calon jamaah dalam menjalankan ibadahnya.

Editor: Akil

Gelar Town Hall Meeting, PT PEMA Perkenalkan Direktur Utama Baru

0
PT PEMA Perkenalkan Direktur Utama Baru. (Foto: PT PEMA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda resmi memperkenalkan Direktur Utama yang baru, Mawardi Nur, dalam Town Hall Meeting yang digelar pada Rabu (5/3/2025) di Kantor PT PEMA. Acara ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menyongsong arah baru di bawah kepemimpinan Mawardi Nur, yang menggantikan Faisal Saifuddin setelah menyelesaikan masa tugasnya.

Dalam pertemuan ini, jajaran direksi turut hadir, termasuk Direktur Umum & Keuangan, Lukman Age, serta Direktur Pengembangan Bisnis, Faisal Ilyas. Kehadiran para manajer dan karyawan PT PEMA semakin menambah antusiasme dalam penyambutan kepemimpinan baru.

Acara diawali dengan sambutan dari Lukman Age yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada Direktur Utama yang baru.

“Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Mawardi Nur. Dengan semangat dan energi baru, kami berharap PT PEMA dapat semakin berkembang dan sukses di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mawardi Nur menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan, serta mengapresiasi kontribusi pendahulunya.

“Terima kasih kepada Bapak Faisal Saifuddin atas kontribusinya dan ini menjadi legacy dan semangat untuk kami Jajaran PT PEMA dalam menjalankan tanggung jawab besar ini. Alhamdulillah, amanah dan kepercayaan yang diberikan ini menjadi salah satu jalan untuk saya dan kita semua untuk memajukan PT PEMA demi kemajuan dan kesejahteraan Aceh. Oleh karena itu, kita harus mampu menjalankan kepercayaan ini secara baik dan profesional. Saya juga berterima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh, Mualem, yang telah memberikan kepercayaan penuh sebagai Dirut PEMA. Insya Allah, saya akan bekerja keras untuk menjaga amanah besar ini,” ujar Mawardi.

Lebih lanjut, Mawardi mengajak seluruh jajaran PT PEMA untuk berkontribusi maksimal sesuai dengan profesionalisme masing-masing.

“Aceh memiliki potensi yang luar biasa, dan tugas kita adalah optimalisasi potensi tersebut agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Aceh, untuk itu kita harus berkolaborasi dengan semua pihak. Atas kerja keras kita semua dan dukungan penuh dari Gubernur Aceh, kita bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,” tambahnya.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan Mawardi Nur kepada pimpinan unit kerja dari berbagai divisi dan direktorat di PT PEMA. Kegiatan ini ditutup dengan yel-yel bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru dalam menjalankan visi perusahaan.

PT Pembangunan Aceh (PEMA) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di berbagai sektor strategis, termasuk minyak dan gas bumi, ketenagalistrikan, perdagangan, agrobisnis, serta properti. Sebelumnya dikenal sebagai Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), PEMA kini berperan penting dalam pengelolaan sumber daya energi di Aceh serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai inisiatif bisnis dan investasi.

Editor: Akil

Danantara: Jalan Terjal Menuju Kapitalisme Negara Ala Prabowo

0
Danantara Indonesia. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Opini – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mengambil langkah besar dan berisiko dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan membentuk Badan Pengelola Prestasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Prabowo tidak sekadar melakukan penswastaan, tetapi menciptakan sebuah entitas yang menyerupai ekonomi terpimpin dengan nuansa militaristik. Namun, alih-alih memperkuat ekonomi nasional, langkah ini justru berpotensi menggoyahkan kepercayaan pasar global.

Undang-Undang BUMN yang disahkan pada 4 Februari 2025 menetapkan bahwa Danantara akan menguasai 99% saham perusahaan negara, sementara 1% sisanya dipegang oleh Kementerian BUMN. Artinya, lembaga ini akan memiliki kendali penuh atas seluruh aset BUMN, termasuk dividen yang selama ini menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada 2024, dividen dari 65 BUMN yang masuk ke kas negara mencapai Rp85,5 triliun dari total aset Rp10.402 triliun yang mereka kelola. Dengan skema baru, dana tersebut akan langsung dikelola oleh Danantara sebagai investasi, bukan lagi masuk ke kas negara.

Kebijakan ini membawa implikasi besar. Pertama, status hukum perusahaan-perusahaan BUMN akan berubah, sehingga tidak lagi dianggap sebagai kekayaan negara yang dipisahkan. Direksi dan komisaris di bawah Danantara pun tidak lagi dikategorikan sebagai penyelenggara negara yang tunduk pada Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka juga dibebaskan dari kewajiban melaporkan harta kekayaan, baik sebelum maupun sesudah menjabat. Perlindungan ekstra ini disebut sebagai upaya menghindari kriminalisasi atas keputusan bisnis, namun pada saat yang sama membuka celah besar bagi praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Lebih dari itu, Danantara menghapus kewajiban BUMN untuk berhubungan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan tidak lagi menjadi objek audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai gantinya, perusahaan-perusahaan ini hanya akan diaudit oleh kantor akuntan publik seperti layaknya perusahaan swasta. Audit oleh BPK hanya dimungkinkan dalam kasus investigasi khusus dan harus melalui izin DPR. Dengan kata lain, skema ini menghilangkan mekanisme checks and balances yang menjadi syarat utama tata kelola perusahaan yang baik.

Dampaknya sudah mulai terasa di pasar. Bahkan sebelum Danantara resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025, kepercayaan investor terhadap BUMN mulai goyah. Harga saham perusahaan-perusahaan pelat merah mengalami penurunan signifikan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) melemah 4,75%, Bank Mandiri anjlok 16,07%, dan Bank Negara Indonesia (BNI) turun 8,59%. Sementara itu, saham BUMN non-bank seperti PT Semen Indonesia Tbk juga merosot 22,49%. Reaksi pasar ini menunjukkan ketidakpastian investor terhadap masa depan pengelolaan BUMN di bawah Danantara.

Jika ditelusuri lebih jauh, Danantara merupakan cerminan ambisi lama Prabowo yang diwarisi dari ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo. Pada 1980-an, Sumitro—yang pernah menjabat sebagai menteri ekonomi di era Orde Lama dan Orde Baru—mengusulkan pembentukan lembaga investasi yang mengelola 1-5% laba BUMN. Namun, gagasan ini ditolak oleh Menteri Keuangan kala itu, J.B. Sumarlin. Sumitro kemudian membagikan idenya kepada pemerintah Malaysia, yang akhirnya melahirkan Khazanah Nasional Berhad pada 1993.

Prabowo sendiri mengonfirmasi inspirasi tersebut dalam bukunya, Paradoks Indonesia dan Solusinya (2022). Dalam buku itu, ia menyoroti bagaimana kekayaan Indonesia lari ke luar negeri akibat sumber daya alam yang tidak dikelola oleh perusahaan negara. Ia mengagumi reformasi ekonomi yang dilakukan Deng Xiaoping di China pada 1978 dengan membentuk 150.000 BUMN yang mengendalikan sumber daya negara. Menurut Prabowo, cara untuk menyaingi ekonomi China adalah dengan menerapkan kapitalisme negara melalui penguatan peran BUMN dan reformasi politik menuju demokrasi Pancasila yang menghilangkan pemilihan langsung.

Namun, langkah yang diambil Prabowo melalui Danantara tampaknya lebih berisiko daripada yang ia bayangkan. Tanpa transparansi yang memadai, aset besar negara dapat dengan mudah disalahgunakan. Lebih jauh lagi, penempatan Danantara langsung di bawah kekuasaan presiden membuka ruang bagi intervensi politik dalam bisnis negara. Alih-alih memperkuat investasi, dana yang dikelola Danantara bisa saja digunakan untuk membiayai proyek-proyek prioritas pemerintah, seperti program makan bergizi gratis atau bahkan pembentukan pasukan militer baru di berbagai daerah.

Keberanian Prabowo dalam mengubah lanskap ekonomi nasional memang patut dicatat, tetapi tanpa pengawasan dan akuntabilitas yang jelas, skema ini justru berpotensi menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia. Jika tidak dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik, Danantara bisa menjadi eksperimen ekonomi yang berujung pada krisis kepercayaan, baik di dalam negeri maupun di mata investor global. (XRQ)

Reporter: Akil

Tren Non-Muslim di Banda Aceh Ikut ‘War’ Takjil, Pakar Sosiologi USK: Harus Dilestarikan

0
Sosiolog Beberkan Alasan
Koordinator Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana USK, Dr. Masrizal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tradisi berburu takjil menjelang berbuka puasa atau yang kini populer dengan sebutan War Takjil menjadi salah satu momen khas Ramadan di berbagai daerah, termasuk di Banda Aceh. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, tetapi juga diikuti oleh warga non-Muslim. Di Pasar Ramadan Jalan Garuda, misalnya, warga non-Muslim turut serta berburu takjil, menambah semarak suasana.

Menanggapi fenomena ini, Dosen Sosiologi Universitas Syiah Kuala, Dr. Masrizal, menilai bahwa keterlibatan warga lintas agama dalam berburu takjil adalah hal yang positif dan patut dipertahankan.

“Harapannya pengaruh baik yang ada di momentum mencari takjil di bulan puasa ini terus dilestarikan,” katanya kepada Nukilan.id pada Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, interaksi semacam ini sebenarnya telah dicontohkan oleh leluhur Aceh sejak dahulu, meskipun kini dibalut dengan budaya modern. Ia menekankan bahwa kebersamaan dalam berburu takjil dapat menjadi ruang toleransi yang memperkuat hubungan antarumat beragama.

“Meskipun sebenarnya bentuk implementasi dalam nilai-nilai luhur pendahulu Aceh telah mencontohkan sejak masanya, hanya saja sekarang dibalut dengan budaya modern,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sosiolog Aceh tersebut melihat fenomena ini sebagai bagian dari kekuatan sosial yang penting bagi masyarakat Aceh.

“Semoga ini menjadi kekuatan modal sosial masyarakat dalam berinteraksi dan bersosialisasi di lintas agama,” ungkapnya.

Namun, ia juga mengingatkan agar keterlibatan warga dalam perburuan takjil lintas agama ini tidak sekadar menjadi tren semata, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat toleransi dan saling menghargai.

“Harapannya tidak hanya sekadar konten atau kepentingan lainnya, namun momen ini dijadikan sebagai ruang toleransi yang menjaga keutuhan bersama dalam saling menghargai dan saling mendukung akan pentingnya menjaga keberagaman,” tutupnya.

Fenomena berburu takjil bersama ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan lintas agama. (XRQ)

Reporter: Akil