Beranda blog Halaman 517

Produksi Minyak Atsiri di Aceh Barat Capai 22,82 Ton per Tahun

0
Nilam dan produk olahannya. (Foto: Halodoc)

NUKILAN.id | Meulaboh – Minyak atsiri atau minyak esensial menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Aceh Barat. Hingga Maret 2025, produksi minyak atsiri di daerah ini tercatat mencapai 22,82 ton per tahun. Angka tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, dengan produksi minyak atsiri mencapai 22,82 ton per tahun, telah mampu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pendapatan keluarga, dan mampu mendukung ekonomi masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Darmawan, Jumat (7/3/2025).

Minyak atsiri merupakan senyawa yang diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan melalui proses penyulingan, seperti kelopak bunga, daun, kulit kayu, biji, hingga akar. Di Aceh Barat, minyak atsiri dihasilkan dari tanaman nilam yang telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani.

Saat ini, luas lahan tanaman nilam di Kabupaten Aceh Barat tercatat 279 hektare. Dari jumlah tersebut, 117 hektare sudah menghasilkan minyak atsiri, sedangkan 162 hektare lainnya masih dalam tahap pertumbuhan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mencatat bahwa produktivitas minyak atsiri yang dihasilkan petani mencapai 195 kilogram per hektare. Beberapa daerah penghasil utama nilam di Aceh Barat antara lain Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan (1 hektare), Desa Pungki, Kecamatan Kaway XVI (3 hektare), Desa Pulo Tengoh, Kecamatan Meureubo (2 hektare), serta Desa Tegal Sari, Kecamatan Pante Ceureumen (2 hektare). Selain itu, tanaman nilam juga dibudidayakan di Desa Kubu dan Desa Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek (3 hektare) serta Desa Paya Baro, Kecamatan Woyla Timur (2 hektare).

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minyak atsiri melalui berbagai program pembinaan kepada petani. Komoditas ini memiliki potensi pasar yang besar karena sebagian besar hasilnya dijual ke luar daerah dan diekspor ke berbagai negara sebagai bahan baku parfum dan kosmetik.

Dengan meningkatnya produksi dan kualitas minyak atsiri, diharapkan para petani nilam di Aceh Barat dapat semakin sejahtera dan memperkuat sektor ekonomi berbasis komoditas lokal.

Editor: Akil

BI Aceh Perkirakan Penukaran Uang Pecahan Baru Capai Rp 50 Miliar

0
Warga yang sedang menukar uang pecahan baru di halaman Majid Oman Al-Makmur, Banda Aceh, pada Jum'at 7 Maret 2025. (Foto: Nukila/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkirakan jumlah penukaran uang pecahan baru untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2025 mencapai Rp40 sampai 50 miliar.

Hal tersebut disampaikan Kepala BI Aceh, Agus Chusaini di lokasi penukaran uang dalam rangka Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 di halaman Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh, pada Jum’at (7//3/2025).

“Kalau perkiraan kami penukaran di masyarakat sampai akhir Ramadan sampai hari raya mungkin sekitar Rp40 sampai 50 miliar. Dan ini kita sediakan dalam bentuk uang baru. Nanti masyarakat bisa datang untuk melakukan penukaran,” kata Agus kepada Nukilan.

Agus menyebutkan BI Aceh telah menyiapkan dana sebesar Rp3,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode tersebut.

“Dana ini tidak hanya untuk penukaran uang pecahan baru, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat, termasuk pengisian ATM,” ujarnya.

BI Aceh menyediakan beberapa skema penukaran uang baru bagi masyarakat. Salah satunya adalah penukaran melalui aplikasi PINTAR, yang berlangsung pada 5 hingga 14 Maret 2025. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi dan waktu penukaran, sehingga dapat menghindari antrean panjang.

Selain itu, layanan penukaran juga tersedia melalui loket bank pada 19 dan 20 Maret 2025 di 23 kantor cabang dari 13 bank yang berpartisipasi. Masyarakat perlu mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR sebelum mendatangi bank yang dipilih.

BI Aceh juga membuka layanan penukaran tanpa aplikasi di beberapa lokasi tertentu. Salah satunya adalah Aceh Ramadan Festival yang berlangsung pada 12 hingga 17 Maret 2025 dengan kuota 200 paket per hari.

 Selain itu, penukaran juga dapat dilakukan melalui layanan kas keliling terpadu di Taman Sari (Bustanus Salatin), Banda Aceh, pada 18 hingga 20 Maret 2025 dengan kuota 1.000 paket per hari. 

Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak mudik, penukaran uang juga bisa dilakukan di Terminal Bus Batu Kota, Banda Aceh, pada 22 Maret 2025.

Untuk setiap individu, BI membatasi jumlah penukaran maksimal Rp4,3 juta. Agus Chusaini menyebutkan bahwa tren antusiasme masyarakat terhadap penukaran uang pecahan baru relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tidak ada peningkatan signifikan, tetapi kami berupaya memastikan ketersediaan uang dengan jumlah dan pecahan yang cukup sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Ketum Suara Muda Kelas Pekerja Kritik Ide Koperasi Desa Ala Prabowo

0
Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk 70.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan setelah menghadiri acara penyampaian taklimat Presiden Prabowo Subianto dan buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

“Beliau juga menyampaikan rencana untuk mendirikan 70 ribu koperasi desa sebagai outlet untuk sembako, outlet untuk obat-obatan, outlet juga untuk klinik,” ujar Bima Arya.

Dikutip dari Kompas.id, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengatakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak terlepas dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya koperasi itu akan terdiri atas gerai-gerai yang menyediakan bahan baku MBG. Keberadaan koperasi itu juga diharapkan bisa menekan harga komoditas karena rantai distribusi bisa diperpendek.

Namun, rencana ini mendapat tanggapan kritis dari berbagai pihak. Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi, menilai bahwa kebijakan ini perlu dikaji lebih dalam agar benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat desa.

“Kebijakan tentang koperasi merah putih ini bisa dilihat sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui redistribusi sumber daya,” katanya kepada Nukilan.id pada Jumat (7/3/2025).

Meski demikian, Zidan menyoroti sumber anggaran yang digunakan untuk program ini, yang menurutnya sebagian besar dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Namun, kita harus kritis terhadap muara anggaran yang sebagian besar dialokasikan untuk program MBG,” tambahnya.

Menurutnya, meskipun program MBG penting, kebijakan tersebut masih bersifat karitatif dan belum mengubah struktur ekonomi yang timpang.

“Program ini, meski penting, bersifat karitatif dan tidak secara struktural mengubah relasi produksi yang timpang,” tegasnya.

Zidan juga menekankan bahwa koperasi seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi, tetapi juga sebagai alat produksi yang memungkinkan masyarakat desa memiliki kendali atas alat-alat produksi mereka sendiri.

“Koperasi seharusnya tidak hanya menjadi alat distribusi, tetapi juga alat produksi yang memungkinkan rakyat desa menguasai alat-alat produksi mereka sendiri,” ujarnya.

Jika anggaran hanya difokuskan pada program MBG, Zidan khawatir bahwa program koperasi desa ini hanya akan menjadi bantuan jangka pendek yang tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan di pedesaan.

“Jika anggaran hanya fokus pada MBG, maka ini hanya akan menjadi program bantuan jangka pendek yang tidak menyentuh akar masalah, yaitu ketergantungan rakyat pada sistem kapitalis yang eksploitatif,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Apdesi Minta Jabatan Keuchik Delapan Tahun, Wagub Aceh Siap Perjuangkan

0
Sejumlah Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kabupaten/kota di Aceh menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, di ruang kerjanya pada Kamis (6/3/2025). (Foto: Kontras)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kabupaten/kota di Aceh menggelar audiensi dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, di ruang kerjanya pada Kamis (6/3/2025). Pertemuan tersebut membahas aspirasi para keuchik yang meminta pemerintah daerah memperjuangkan pemberlakuan masa jabatan kepala desa selama delapan tahun di Aceh.

Permintaan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, khususnya Pasal 39 ayat (1), yang mengatur bahwa kepala desa memiliki masa jabatan delapan tahun. Namun, implementasi aturan ini di Aceh menghadapi kendala karena bertabrakan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh yang juga mengatur pemerintahan desa dengan ketentuan berbeda.

Menanggapi permintaan tersebut, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan siap memperjuangkan aspirasi para keuchik. Ia meminta para kepala desa untuk bersabar sementara pemerintah mencari solusi terbaik agar regulasi dapat diimplementasikan dengan tetap mengacu pada hukum yang berlaku.

“Yang terpenting kita mengacu pada hukum, karena panglima tertinggi di negara ini adalah hukum,” ujar Fadhlullah.

Selain itu, Fadhlullah menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada masyarakat kecil dan melawan oligarki yang dinilainya menyulitkan kehidupan rakyat Aceh.

“Kita hadir bukan mempersulit, tapi untuk mempermudah masyarakat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut didampingi oleh Plt Sekda Aceh Alhudri, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh Azwardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh Iskandar, serta Kepala Biro Hukum Setda Aceh Junaidi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam upaya mencari jalan tengah bagi regulasi yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para keuchik di Aceh.

Editor: AKil

Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Takjil di Jantho, Pedagang Harapkan Dukungan

0
Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Takjil di Jantho. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.idJantho – Menjelang waktu berbuka puasa, Pasar Jantho di Aceh Besar tampak ramai dengan aktivitas jual beli takjil. Rabu (5/3/2025) sore, Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau akrab disapa Syech Muharram, turun langsung meninjau aktivitas pasar guna memastikan kelancaran serta mendukung para pedagang kecil selama bulan suci Ramadan.

Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Syech Muharram berkeliling pasar, berinteraksi dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga serta kualitas makanan yang dijual, sekaligus memberikan apresiasi atas semangat para pedagang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan takjil yang sehat dan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kami juga mengimbau para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dijual,” ujar Bupati Muharram.

Selain memastikan kelancaran pasar, pemerintah daerah juga berupaya memberikan dukungan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang musiman yang bergantung pada momentum Ramadan untuk meningkatkan penghasilan.

“Pasar Ramadan seperti ini sangat membantu ekonomi masyarakat, terutama bagi pedagang kecil. Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” imbuhnya.

Pedagang Sambut Baik Kunjungan Bupati

Kehadiran orang nomor satu di Aceh Besar itu disambut positif oleh para pedagang. Mereka berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dalam pengelolaan pasar serta penyediaan fasilitas yang lebih memadai.

Andika, seorang pedagang air kelapa dan air tebu, mengaku senang karena usahanya tetap berjalan lancar. Namun, ia juga menghadapi persaingan yang semakin ketat karena banyak pedagang yang menjual produk serupa.

“Alhamdulillah lancar, hanya saja tahun ini banyak yang berjualan air kelapa dan air tebu, jadi persaingan semakin ketat. Tapi tetap semangat, rezeki sudah diatur,” kata Andika.

Sementara itu, Maya, pedagang aneka kue basah, juga merasakan berkah Ramadan. Meskipun dagangannya cukup diminati, ia menghadapi kendala saat hujan turun yang berdampak pada jumlah pembeli.

“Alhamdulillah penjualan masih normal, stok kue selalu habis. Tapi kalau hujan, kadang ada sisa karena pembeli lebih sedikit. Semoga cuaca mendukung agar jualan tetap lancar,” ungkapnya.

Dengan adanya pasar takjil ini, para pedagang berharap bisa mendapatkan rezeki yang berkah selama bulan Ramadan, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari hidangan berbuka puasa. Pemkab Aceh Besar pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pedagang agar kegiatan ekonomi di bulan Ramadan tetap berjalan baik.

“Semoga berkah apa yang bapak ibu jual,” ujar Bupati Aceh Besar sembari berbelanja takjil dari beberapa pedagang sebelum mengakhiri tinjauan tersebut.

Editor: Akil

Bupati Abdya Kecewa ASN Belum Kerja Maksimal, Beri Waktu Enam Bulan untuk Berbenah

0
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya yang dinilai belum maksimal sejak ia dilantik sebagai bupati bersama wakilnya, Zaman Akli.

Pernyataan itu disampaikan Safaruddin dalam acara Kick Off Meeting Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Abdya 2025-2029 di Aula Dikila, Kantor Bappeda Abdya, pada Kamis (26/3/2025). Menurutnya, hingga kini para ASN di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) belum menunjukkan semangat kerja yang seharusnya.

“Sampai hari ini kami menerima laporan bahwa bapak/ibu di segenap SKPK belum menunjukkan motivasi bekerja dan punya pemimpin baru,” ujar Safaruddin di hadapan peserta acara.

Bupati Abdya itu bahkan mempertanyakan apakah kondisi ini masih berkaitan dengan dinamika politik Pilkada 2024 yang telah berlalu. Ia menyadari bahwa dalam setiap pergantian kepemimpinan daerah, biasanya terjadi rotasi dan perombakan besar di birokrasi, yang mungkin menjadi faktor turunnya motivasi ASN.

“Karena biasanya setiap lima tahunan akan terjadi rotasi besar-besaran, perombakan besar-besaran, ini mungkin yang membuat motivasi bapak/ibu menjadi menurun,” kata Safaruddin.

ASN Diminta Tingkatkan Kinerja

Safaruddin menegaskan bahwa sebagai abdi negara, ASN harus selalu siap bekerja di mana pun ditempatkan. Ia menginginkan perangkat daerah yang solid dan memiliki semangat kerja tinggi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Saya ingin lari cepat dengan orang-orang yang tepat. Saya ingin punya motivasi yang satu; kalau kita lihat potensi daerah, mustahil mimpi kita untuk mengubah wajah demokrasi kita, tata kelola pemerintahan kita dengan semangat yang biasa-biasa saja,” tegasnya.

Menurutnya, Abdya memiliki potensi besar, tetapi keterbatasan sumber daya daerah membuat pemerintah harus bekerja lebih keras untuk menjawab berbagai keluhan masyarakat. Karena itu, ia berharap seluruh ASN, terutama yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan, dapat bekerja lebih optimal.

ASN Harus Netral, Tidak Terjebak Politik

Safaruddin juga menekankan bahwa persoalan politik sudah selesai, sehingga tidak boleh ada lagi kubu pemenang atau yang kalah dalam Pilkada. ASN, katanya, harus menjunjung tinggi prinsip netralitas dan profesionalisme dalam bekerja.

“Jadi hari ini saya sampaikan, saya bukan lagi pemimpin politik tapi pemimpin pemerintahan dan seluruh masyarakat Abdya,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh ASN untuk bersinergi dalam membangun Abdya. Jika ada kepala SKPK atau camat yang merasa tidak nyaman bekerja dalam kepemimpinannya, ia mempersilakan mereka untuk mengundurkan diri.

Sebagai bentuk komitmen untuk memperbaiki kinerja aparatur pemerintahan, Safaruddin memberikan waktu enam bulan bagi ASN untuk menunjukkan peningkatan kerja mereka.

“Perlu bapak/ibu pahami, saya tidak akan semena-mena menggunakan kekuasaan politik di tangan saya, maka tolong enam bulan ini, saya masih berikan waktu kepada bapak/ibu sekalian untuk sama-sama kita bekerja,” tutupnya.

Pernyataan Safaruddin ini menjadi peringatan bagi ASN di Abdya agar lebih serius dalam menjalankan tugas dan berkontribusi nyata bagi daerah. Baginya, tidak ada alasan untuk menunda pekerjaan, sebab tantangan ke depan semakin besar dan membutuhkan kerja sama yang solid di jajaran pemerintahan.

Editor: Akil

BMKG Peringatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan Aceh, Nelayan Diminta Waspada

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi di perairan Aceh. Berdasarkan pemantauan terbaru, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perairan.

Muhammad Rafli, prakirawan BMKG Aceh, dikutip dari RRI pada Kamis (6/3/2025), mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di laut.

“Tinggi gelombang di wilayah perairan Aceh secara umum masuk dalam kategori waspada. Khusus di wilayah perairan barat Aceh, seperti perairan Meulaboh, Siemeulu-Sinabang, serta perairan utara Sabang, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Masyarakat atau nelayan yang ingin melakukan aktivitas pelayaran dihimbau lebih berhati-hati terkait tinggi gelombang ini,” ungkapnya.

Selain gelombang tinggi, Rafli juga menyebutkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi terjadi di wilayah pesisir selatan Aceh.

“Seperti wilayah Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, serta Aceh Tenggara. Untuk kondisi hujan ini akan terus hingga malam hari pada wilayah tersebut,” jelas Rafli.

BMKG juga memperingatkan kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, akibat curah hujan yang tinggi di beberapa daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun aplikasi mobile.

Peringatan dini ini diharapkan dapat membantu nelayan serta masyarakat pesisir dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: AKil

Wali Nanggroe Terima Audiensi Koperasi Arung Samudera, Bahas Konsep Pengelolaan Hutan

0
Wali Nanggroe Terima Audiensi Koperasi Arung Samudera. (Foto: LWN)

NUKILAN.id | Banda Aceh Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari jajaran Koperasi Arung Samudera pada Jumat, 7 Maret 2025. Pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe ini membahas konsep pengelolaan hutan secara terintegrasi dan ramah lingkungan, yang dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Koperasi Arung Samudera memaparkan rancangan model bisnis pengelolaan hutan yang tidak hanya fokus pada produksi energi terbarukan, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi lokal sebagai pilar utama. Model ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dengan potensi hutan Aceh yang masih terjaga, inisiatif seperti ini diharapkan mampu menjadi percontohan nasional dalam membangun ekonomi hijau yang berakar pada partisipasi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Antusiasme Jemaah Mengikuti Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Al-Makmur

0
Jemaah Sedang Mengikuti Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Oman Al-Makmur kembali menggelar program Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an selama bulan Ramadan 1446 H. Kegiatan yang digelar setiap malam setelah salat tarawih ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, sehingga memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.

Salah satu peserta yang memanfaatkan program ini adalah Izzil Muhady, mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Izzil mengungkapkan alasan utamanya mengikuti halaqah ini adalah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.

“Saya ingin meningkatkan kualitas bacaan saya agar lebih baik dan sesuai dengan kaidah tajwid,” kata Izzil pada Rabu (6/3/2025).

Sebelum mengikuti halaqah, Izzil mengaku sudah cukup percaya diri dengan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an.

“Saya yakin kemampuan saya sudah di atas standar,” ungkapnya.

Namun, setelah mengikuti halaqah, ia menyadari masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam makharijul huruf dan pelafalan lafaz jalalah.

“Kesulitan utama saya adalah tidak mengetahui secara jelas makharijul huruf, pelafalan lafaz jalalah yang belum pas, serta kejelasan dalam bersuara,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai pengalaman selama mengikuti halaqah, Izzil merasa beruntung bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Melalui program halaqah ini, ia merasa mendapatkan banyak manfaat dalam memperbaiki bacaan, termasuk dalam pelafalan huruf tertentu seperti ت yang kini lebih sering menempel sesuai dengan makhraj yang benar.

“Ini adalah pengalaman pertama saya dan cukup berkesan. Saya merasa beruntung bisa belajar langsung dalam halaqah ini,” katanya.

Terkait dengan bimbingan yang diberikan oleh para pengajar, Izzil mengaku mengapresiasi usaha mereka dalam membimbing peserta dengan sabar dan penuh dedikasi. Meski tidak berniat mengikuti halaqah setiap malam, Izzil tetap berencana untuk melanjutkan belajar Al-Qur’an.

“Ada rencana untuk terus belajar, tetapi mungkin tidak setiap malam,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Izzil menyampaikan harapannya setelah mengikuti halaqah ini. Ia merasa ada peningkatan yang jelas dalam kemampuan membacanya dan berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.

“Saya ingin terus meningkatkan kemampuan saya dan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dengan benar,” pungkasnya.

Halaqah Perbaikan Bacaan Al-Qur’an di Masjid Oman Al-Makmur ini menjadi bukti nyata bahwa masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki semangat tinggi dalam memperdalam ilmu Al-Qur’an. Program ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. (XRQ)

Reporter: Akil

PN Banda Aceh Tangani 9.136 Perkara Sepanjang 2024, Didominasi Tilang

0
Pengadilan Negeri Banda Aceh. (Foto: Kumparan.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh Kelas IA mencatat menangani 9.136 perkara sepanjang tahun 2024. Mayoritas perkara yang masuk adalah kasus pelanggaran lalu lintas atau tilang, yang mencapai 8.427 perkara.

Dikutip dari ANTARA, Jamaluddin, selaku Humas PN Banda Aceh mengungkapkan bahwa perkara tilang memiliki mekanisme persidangan yang berbeda dibanding perkara lainnya.

“Penanganan perkara lalu lintas, orang yang ditilang tidak perlu hadir ke persidangan. Sidang perkara lalu lintas dengan hakim tunggal. Setelah hakim memutuskan perkara, kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum. Biasanya, putusan berupa denda dan dibayar ke bank,” ujar Jamaluddin di Banda Aceh, Kamis (6/3/2025).

Selain perkara tilang, PN Banda Aceh juga menangani 323 perkara permohonan, yang berkaitan dengan penetapan atau kepastian hukum. Sementara itu, pidana biasa mencatatkan 224 perkara, meliputi tindak pidana umum, narkotika, hingga kasus informasi transaksi elektronik dan lingkungan hidup.

Perkara pidana yang melibatkan anak berjumlah enam kasus, sedangkan pidana singkat dan cepat masing-masing tercatat dua dan satu perkara. Selain itu, terdapat 17 perkara hubungan industrial serta 59 perkara perdata berupa gugatan.

Untuk tindak pidana khusus, PN Banda Aceh menangani 77 perkara. Dari jumlah tersebut, 73 perkara terdaftar pada 2024, sedangkan empat lainnya merupakan sisa perkara dari tahun sebelumnya.

Di tengah padatnya agenda persidangan, PN Banda Aceh berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.

“Pada 2024, PN Banda Aceh mendapat penghargaan sebagai yang terbaik se-Indonesia dalam pelaksanaan sidang keliling. Serta penghargaan terbaik kedua dari Pengadilan Tinggi Banda Aceh untuk kategori pengelolaan anggaran,” kata Jamaluddin.

Prestasi tersebut menunjukkan komitmen PN Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat, baik dalam penyelesaian perkara maupun efisiensi pengelolaan anggaran.

Editor: Akil