Beranda blog Halaman 513

Siswa MTsN 1 Banda Aceh Lolos ke MAN Insan Cendekia Serpong

0
Dua siswa sekolah tersebut berhasil lolos seleksi ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong, salah satu sekolah unggulan tingkat nasional. (Foto: Serambi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banda Aceh. Dua siswa sekolah tersebut berhasil lolos seleksi ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong, salah satu sekolah unggulan tingkat nasional.

Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan melalui laman resmi MAN IC Serpong serta akun peserta jalur prestasi. Kedua siswa yang berhasil lolos adalah Aditya Achmad dan Ahmad Raynanda Mulya, keduanya merupakan siswa kelas IX-11 yang memiliki rekam jejak akademik cemerlang.

Aditya Achmad sebelumnya meraih medali emas dalam ajang Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional tahun 2024, sementara Ahmad Raynanda Mulya berhasil membawa pulang medali perunggu pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional di penghujung tahun 2024.

“Alhamdulillah kami merasa senang dan bangga bisa lulus ke MAN IC Serpong pada jalur prestasi,” ujar kedua siswa tersebut dengan penuh semangat.

Sebagai salah satu madrasah unggulan, MAN IC Serpong dikenal memiliki sistem pendidikan yang berkualitas tinggi. Berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Kemendikbudristek, MAN IC Serpong tercatat sebagai salah satu sekolah terbaik nasional.

Kepala MTsN 1 Banda Aceh, Dr. Hj. Ummiyani, S.Ag., M.Pd., turut mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian siswanya. Didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Zahri, M.Ap., dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Isriani, S.Ag., ia menyampaikan apresiasi kepada para siswa dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan ini.

“Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, selamat kepada anak-anak kami yang telah lulus tes jalur prestasi ke MAN Insan Cendekia Serpong,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ummiyani menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai pihak, termasuk para guru, dukungan orang tua, serta komite madrasah yang senantiasa memberikan motivasi kepada siswa untuk meraih pendidikan terbaik di tingkat nasional.

Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Kusnadi, S.Ag., M.A., juga memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Keberhasilan dua pelajar MTsN 1 Banda Aceh atas nama Aditya Achmad dan Ahmad Raynanda Mulya merupakan prestasi yang menggembirakan. Hal ini dikarenakan masuk ke MAN IC Serpong seleksinya sangat kompetitif dan sangat susah. Artinya, proses PBM (Proses Belajar Mengajar) selama ini sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk terus berprestasi dan mengejar pendidikan di lembaga terbaik di Indonesia.

Editor: Akil

Prospek Cerah Bisnis Sawit di Aceh Singkil, Peluang dan Tantangannya

0
Ilustrasi kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit.(Foto: SHUTTERSTOCK/litalalla)

NUKILAN.id | Singkil – Perkebunan kelapa sawit terus menjadi tulang punggung ekonomi nasional, termasuk di Aceh Singkil. Di tengah berbagai krisis ekonomi yang melanda, sektor ini tetap bertahan dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya sebagai penyumbang devisa, industri sawit juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi jutaan orang. Diperkirakan sekitar 16 juta jiwa di Indonesia bergantung pada sektor ini, baik sebagai pemilik kebun, pekerja, maupun bagian dari rantai distribusi dan industri pengolahan.

Teguh, seorang pemilik kebun sawit di Aceh Singkil, mengakui bahwa faktor alam yang mendukung menjadi salah satu alasan utama ia terjun ke bisnis ini.

“Kalau saya lihat sawit itu punya prospek yang baik ke depannya. Apalagi di daerah kita di Aceh Singkil ini baik dari segi tanahnya dan juga cuacanya itu sangat mendukung untuk pohon sawit itu tumbuh subur dan menghasilkan buah yang banyak,” ujar Teguh dikutip dari RRI, Sabtu (8/3/2025).

Keberadaan sejumlah perusahaan pengolahan sawit di daerah ini juga memudahkan petani dalam menjual hasil panen mereka. Proses distribusi yang relatif lancar memberikan kepastian pasar bagi para petani.

“Terus penjualan pun gampang, tinggal menunggu nanti ada pengepul yang datang dikutipnya, habis itu diantarkan langsung ke PT, kan di sini banyak PT. Kalo harga ya biasalah naik turun, kadang ya bisa untung banyak, kadang ya untungnya sedikit, apalagi kalau harga pupuknya lagi mahal ya untungnya tipis, tapi ya tetap masih menguntungkan bagi kami,” lanjut Teguh.

Meskipun memiliki potensi besar, industri perkebunan kelapa sawit di Aceh Singkil masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) dan kenaikan harga pupuk yang dapat memengaruhi keuntungan petani. Namun, daya tahan sektor ini tetap terbukti kuat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi.

Sebagai salah satu komoditas unggulan di Aceh Singkil, kelapa sawit kerap disebut sebagai “pohon emas” karena nilai ekonominya yang tinggi. Tidak heran jika banyak masyarakat menggantungkan hidup dari perkebunan ini atau menjadikannya sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Editor: Akil

Baitul Mal Aceh Buka Pendaftaran Bantuan Usaha Individu 2025, Simak Syaratnya

0
Ilustrasi Modal Usaha. (Foto: Pasar Dana)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Baitul Mal Aceh (BMA) kembali membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan modal usaha dalam program bantuan usaha berbasis individu tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan stimulus keuangan bagi pelaku usaha mikro yang memenuhi syarat dan lolos verifikasi.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan yang telah disediakan oleh BMA. Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat yang memenuhi kriteria berikut:

  • Berstatus miskin, dengan batas had kifayah per orang ≤ Rp859.837 per bulan.
  • Maksimal satu penerima per Kartu Keluarga (KK).
  • Diutamakan bagi mustahik yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan.
  • Berusia produktif antara 20 hingga 60 tahun.
  • Usaha yang dijalankan merupakan sumber utama penghasilan keluarga.

Selain itu, usaha yang diajukan juga harus memenuhi beberapa ketentuan berikut:

  • Berlokasi dan dijalankan di wilayah Aceh.
  • Sudah berjalan dan dimiliki sendiri oleh pemohon.
  • Memiliki aset di bawah Rp50.000.000 (tidak termasuk tanah dan bangunan).

Untuk program ini, BMA telah mengalokasikan dana infak sebesar Rp20 miliar. Bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima sebesar Rp3.000.000 dengan target 6.666 penerima manfaat.

Pendaftaran dibuka hingga 15 Maret 2025, sementara pengumuman hasil seleksi serta penyaluran bantuan dijadwalkan pada Juni 2025.

Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan, karena proses pendaftaran dan penerimaan bantuan ini tidak dipungut biaya apapun. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs web resmi BMA di baitulmal.acehprov.go.id atau akun Instagram resmi @baitulmalaceh.

Editor: Akil

Kemendiktisaintek Siapkan Beasiswa Dosen dan Perkuat Industri Berbasis Riset

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tengah menyiapkan berbagai program beasiswa bagi dosen serta menjalin kerja sama strategis dengan kementerian dan BUMN. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, energi, serta mempercepat hilirisasi industri di Indonesia.

Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa jenjang S3 bagi dosen menjadi prioritas utama. Menurutnya, riset-riset dosen yang berkualitas diharapkan dapat menopang industri nasional dan mendorong kemandirian di sektor pangan, energi, serta hilirisasi.

“Kalau dosen ini tidak bisa disekolahkan, akhirnya kualifikasi pengajar atau dosen-dosen itu tidak maksimal ya. Sehingga sayang, masuk-masuk kesempatan itu belum bisa optimal juga pada akhirnya. Ini yang akan kita perkuat, kita akan petakan,” ujarnya di kantor Kemendiktisaintek, Jumat (7/3/2025).

Brian menambahkan, peningkatan kualitas dosen juga berkontribusi pada kualitas mahasiswa yang lebih baik, sehingga lulusan perguruan tinggi dapat lebih siap mengisi industri-industri nasional.

“Dari sisi SDM, untuk melahirkan SDM-SDM negara untuk mengisi industri-industri kita. Untuk menopang industri, kita butuh lulusan-lulusan perguruan tinggi yang memang kualifikasinya bagus,” jelasnya.

Program beasiswa ini juga dinilai saling menguntungkan bagi perguruan tinggi di dalam negeri yang membutuhkan mahasiswa program pascasarjana untuk memperkuat riset mereka.

“Di satu sisi kita memang ingin menyekolahkan mereka, di sisi lain, kita butuh riset juga yang kuat. Program-program pascasarjana kita butuh mahasiswa juga,” tambahnya.

Jalin Kerja Sama untuk Hilirisasi Industri

Selain menyiapkan beasiswa, Kemendiktisaintek juga aktif menjajaki kerja sama dengan berbagai kementerian dan BUMN guna memastikan hasil riset dapat dikembangkan menjadi produk nyata.

Brian mengungkapkan, salah satu tantangan utama dalam hilirisasi riset adalah fenomena “death valley” atau lembah kematian, di mana produk penelitian sulit dikembangkan menjadi produk komersial.

“Salah satu permasalahan dari sulitnya penelitian jadi produk itu kalau di dalam teori hilirisasi itu death valley, lembah kematian. Jadi biasanya kalau sudah prototipe, itu masih oke. Tapi begitu di ekosistem, kita meng-generalize product, industri, maka kesulitan itu terjadi. Makanya lembah kematian banyak, produk-produk penelitian itu kemudian tidak bisa berlanjut menjadi produk,” paparnya.

Presiden, kata Brian, sangat menekankan pentingnya kemandirian dalam berbagai sektor. Salah satu contoh nyata adalah ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang mencapai 93 persen. Oleh karena itu, riset-riset yang berorientasi pada swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, menambahkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengatasi masalah nasional secara multidisiplin.

“(Prioritasnya) swasembada pangan, swasembada air, aspek hilirisasi, kesehatan, industrialisasi. Hal-hal yang ada di Asta Cita itu semua kita kembangkan, dan juga ada 8 Quick Win program dan 17 prioritas nasional,” ujarnya.

Menurut Fauzan, riset yang dilakukan tidak lagi bersifat sektoral, melainkan melibatkan berbagai bidang ilmu, termasuk teknologi, hukum, dan sosial.

Dukungan untuk Swasembada Pangan dan Energi

Salah satu fokus utama dalam penguatan industri berbasis riset adalah sektor pangan. Fauzan menjelaskan bahwa penguatan swasembada pangan dapat dilakukan melalui teknologi modern, seperti benih unggul, pupuk berkualitas, penggunaan drone, internet of things (IoT), hingga pemanfaatan satelit untuk pemetaan wilayah pertanian yang potensial.

Selain itu, Kemendiktisaintek juga tengah menyiapkan strategi untuk membangun industri semikonduktor dan solar cell di dalam negeri. Brian mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat industri lokal.

“Nanti kita akan belanja sebanyak ini solar cell. Kenapa nggak kita siapkan aja dari sekarang membangun industri solar cell. Kan sama-sama keluar uang, satu buat belanja, satu buat bikin pabrik,” katanya.

Kemendiktisaintek juga mempertimbangkan pengembangan industri semikonduktor dimulai dari produk yang lebih sederhana, seperti kartu SIM, mengingat tingginya permintaan di Indonesia.

“Kemudian setelah industri solar cell itu, kita akan coba, kemarin kita sempat berdiskusi beberapa kali, dari (bentuk semikonduktor) yang paling kecil (simpel): SIM card dulu. SIM card itu penggunaannya tinggi sekali. Orang Indonesia punya handphone, entah berapa ratus juta. Udah gitu orang Indonesia kan seneng ganti nomer,” ujarnya.

Untuk mewujudkan industri berbasis riset ini, Fauzan mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai BUMN guna memastikan pengembangan produk-produk nasional.

“Karena di BUMN ini banyak alat-alat, komponen-komponen yang diperlukan (ada) di BUMN. Baik itu pembangkit, juga banyak (lainnya) di BUMN, ini kita akan kembangkan supaya produk-produk yang kita gunakan itu produk-produk nasional,” katanya.

Fauzan juga menekankan pentingnya kedaulatan teknologi dan data dalam pengembangan industri di Indonesia.

“Kalau kita menggunakan produk-produk luar, kita harus share data sama mereka, sehingga data-data dan lain-lain itu tidak bisa kita berdaulat atas data sendiri,” jelasnya.

Melalui langkah-langkah ini, Kemendiktisaintek berupaya menciptakan ekosistem riset yang lebih kuat, mendukung pembangunan industri berbasis sains dan teknologi, serta mendorong kemandirian Indonesia di berbagai sektor strategis.

Editor: Akil

Gubernur Aceh dan Dubes UEA Bahas Peluang Investasi Strategis di Tanah Rencong

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (kanan) bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri (kiri) saat bertemu membahas terkait rencana kerja sama investasi di Meuligoe Gubernur Aceh, di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, serta Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, dalam sebuah pertemuan yang membahas ragam potensi investasi di Aceh, Minggu (9/3/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, ini menyoroti sektor strategis seperti minyak dan gas bumi (migas), infrastruktur, pertanian, serta perkebunan.

Dalam pertemuan tersebut, Muzakir Manaf menegaskan bahwa Aceh memiliki sumber daya migas yang besar dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan baik.

“Aceh memiliki potensi minyak dan gas bumi yang besar, yang jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat yang besar,” ujarnya.

Kunjungan Dubes UEA dan jajaran Mubadala Energy ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama investasi yang lebih luas di Aceh. Mubadala Energy sendiri merupakan perusahaan energi internasional asal UEA yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas.

Saat ini, mereka telah melakukan eksplorasi di wilayah kerja Andaman, Aceh Utara, dan baru-baru ini mengumumkan penemuan gas signifikan dari sumur eksplorasi Layaran-1 di Wilayah Kerja South Andaman, sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatera bagian utara.

Selain sektor migas, Muzakir juga menyoroti potensi investasi lain di Aceh yang masih terbuka lebar.

“Aceh punya potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya yang masih terbuka lebar untuk dikelola secara profesional oleh investor,” katanya. Hal ini membuka peluang bagi UEA untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor ekonomi yang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Seda) Aceh, Alhudri, mengungkapkan bahwa Aceh masih membutuhkan investor untuk mendukung pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah proyek jalan tol lintas Medan-Banda Aceh.

“Segmen Langsa-Lhokseumawe-Sigli masih belum terhubung dan kami berharap pihak UEA dapat berpartisipasi dalam proyek strategis ini,” ujar Alhudri.

Dubes Abdulla Salem Al Dhaheri menyambut baik potensi kerja sama yang ditawarkan oleh Pemerintah Aceh dan menegaskan pentingnya komunikasi lebih lanjut terkait proyek-proyek strategis tersebut.

“Kami di sini untuk bertemu gubernur dan pihak terkait guna bertukar pandangan tentang langkah strategis di berbagai sektor, termasuk pemanfaatan potensi energi dari blok South Andaman yang dioperatori oleh Mubadala Energy,” ujarnya.

Selain itu, Al Dhaheri juga meminta Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan data resmi mengenai kebutuhan pembangunan jalan tol yang dapat diajukan kepada pihak UEA untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan keseriusan UEA dalam mendukung pembangunan Aceh, terutama di sektor infrastruktur.

Kunjungan ini menandai langkah awal yang menjanjikan dalam memperkuat kerja sama ekonomi antara Aceh dan UEA. Jika terealisasi, investasi dari UEA tidak hanya akan mendongkrak perekonomian daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Profil Iskandar, Putra Asli Aceh Pemilik Indonesia Airlines

0
Chief Executive Officer Indonesia Airlines, Iskandar (Foto: NUKILAN)

NUKILAN.id | Jakarta – Nama Iskandar tengah menjadi sorotan publik seiring dengan kemunculannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Calypte Holding, perusahaan induk dari maskapai Indonesia Airlines. Meski mengusung nama Indonesia Airlines, maskapai ini ternyata dimiliki oleh perusahaan asal Singapura.

Kehadiran Iskandar di puncak kepemimpinan perusahaan ini menarik perhatian, terutama karena ia merupakan putra asli Indonesia yang lahir di Bireuen, Aceh. Keberhasilannya meniti karier hingga mencapai posisi strategis di industri penerbangan menjadi kisah inspiratif bagi banyak orang.

Indonesia Airlines yang berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dipastikan segera mengudara. Peresmian maskapai yang berada di bawah naungan Indonesia Airlines Group ini dilakukan pada 7 Maret 2025 dan telah dicatat secara resmi di hadapan notaris.

Iskandar dikenal sebagai “The Founder” atau pendiri Indonesia Airlines. Mengutip laman resmi Calypte Holding, ia saat ini menjabat sebagai CEO dan Ketua Eksekutif perusahaan tersebut.

Hasil penelusuran Nukilan.id, diketahui Iskandar lahir di Bireuen pada 7 April 1983, Iskandar menempuh pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Kariernya bermula saat ia bergabung dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pascatsunami. Pengalamannya di lembaga tersebut membuka jalannya ke berbagai sektor industri.

Pada 2006 hingga 2009, Iskandar bekerja di PLN sebelum kemudian beralih ke dunia perbankan dan asuransi. Di sektor keuangan ini, ia mulai berinteraksi dengan para nasabah yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan. Dari sinilah muncul ide untuk terjun ke bisnis energi.

Tahun 2015 menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Iskandar memutuskan meninggalkan dunia perbankan dan mulai mengembangkan proyek kelistrikan di Indonesia. Dengan mengajak investor dari berbagai negara, ia membangun bisnis di sektor energi.

Namun, tantangan besar datang saat pandemi Covid-19 melanda. Bisnis yang dirintisnya di sektor kelistrikan mengalami kendala. Tak ingin menyerah, Iskandar mencari peluang lain dengan menggandeng rekan-rekannya dari Singapura. Dari inisiatif ini, lahirlah Calypte Holding Pte. Ltd., yang kini mengembangkan bisnis di tiga sektor utama: energi, pertanian, dan aviasi.

Di bawah kepemimpinannya, Calypte Holding terus berkembang, dan Indonesia Airlines menjadi salah satu proyek besarnya di industri penerbangan. Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimilikinya, Iskandar kini menatap masa depan industri aviasi dengan optimisme. (XRQ)

Reporter: Akil

Korem 011/Lilawangsa Gelar Ramadhan Fair, Semarakkan Bulan Suci dengan Lomba Tahfidz dan Da’i Cilik

0
Korem 011/Lilawangsa Gelar Ramadhan Fair, Semarakkan Bulan Suci dengan Lomba Tahfidz dan Da'i Cilik. (Foto: FOR NUKILAN)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Korem 011/Lilawangsa menggelar Ramadhan Fair yang berlangsung mulai 9 hingga 25 Maret 2025. Acara yang dipusatkan di Lapangan Jenderal Sudirman, Korem 011/LW Lhokseumawe ini menghadirkan berbagai kegiatan Islami, termasuk Festival Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Da’i Cilik.

Ramadhan Fair secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/LW, Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto, yang mewakili Danrem 011/LW, Kolonel Inf Ali Imran, pada Minggu (9/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kasrem juga menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim dan yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial.

Sejumlah perlombaan diadakan dalam ajang ini, di antaranya Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Lomba Da’i Cilik yang diperuntukkan bagi pelajar dari berbagai jenjang. Lomba Tahfidz dibagi dalam kategori anak usia SD/Ibtidaiyah dan remaja usia SMP/Tsanawiyah, sementara Lomba Da’i Cilik juga memiliki kategori serupa.

Kompetisi berlangsung dalam dua sesi, yakni sore hari setelah salat Ashar hingga 30 menit sebelum azan Magrib, serta malam hari setelah salat Tarawih hingga pukul 24.00 WIB. Selain itu, tersedia stan Ramadhan yang menyediakan makanan berbuka puasa bagi para peserta dan pengunjung.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasrem, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Pada bulan suci Ramadhan ini, kesempatan kita untuk memberikan wadah atau menyediakan sarana bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan Ramadhan dengan mudah dan terjangkau, khususnya bagi para generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an dan menjadi seorang da’i,” ujar Kasrem.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sementara itu, Kasi Intel Korem 011/LW, Mayor Inf Jahrul Fahmi, selaku Ketua Panitia Ramadhan Fair, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 224 peserta yang mendaftar untuk mengikuti lomba.

“Bagi yang putra-putrinya yang berminat, pendaftaran masih dibuka, dan kegiatan ini diadakan bertujuan untuk memanfaatkan mengisi waktu libur di bulan puasa agar lebih bermanfaat, sehingga mereka dapat melatih mental dan berekspresi kemampuan Islamiah yang dimiliki tetap terjaga, terlebih saat ini begitu gencarnya pengaruh bermedia sosial dan ancaman narkoba bagi para generasi muda,” jelasnya.

Acara pembukaan Ramadhan Fair turut dihadiri para Kasi dan Pasi Korem 011/LW, dewan juri, peserta lomba, anak yatim, serta tamu undangan lainnya. Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Editor: Akil

Raja Sambal Cobek Lamdingin, Pilihan Nyaman untuk Bukber

0
Suasana Buka Bersama di Raja Sambal Cobek Lamdingin. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Rumah makan Raja Sambal Cobek di Lamdingin menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berbuka puasa bersama (bukber) pada Ramadan ini.

Pantauan Nukilan.id pada Minggu (9/3/2025) menunjukkan rumah makan ini dipadati pengunjung yang ingin menikmati hidangan khas sambal dengan suasana nyaman.

Momen berbuka semakin spesial dengan adanya promo Ramadan yang ditawarkan Raja Sambal Cobek. Pengunjung dapat menikmati Paket Hemat Sahur dan Bukber yang mencakup berbagai menu khas, seperti nasi ayam sambal, nasi lele sambal, nasi bebek sambal, nasi empal sambal, nasi nila sambal, dan nasi kerapu sambal.

Setiap pemesanan paket ini sudah termasuk es teh manis, takjil, dan kurma secara gratis. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp25.000 hingga Rp48.000 per porsi.

Salah satu pengunjung, Erna, mengungkapkan kepuasannya berbuka di tempat ini.

“Di sini tempatnya bersih, pelayanannya juga oke, dan yang paling penting ada musala, jadi salat maghrib tidak ketinggalan,” ujarnya.

Selain itu, faktor kenyamanan juga menjadi alasan utama pengunjung memilih Raja Sambal Cobek sebagai lokasi bukber.

“Kami memilih bukber di sini karena parkirnya luas dan nyaman. Apalagi, ada sistem reservasi online yang sangat membantu, jadi tidak perlu repot datang lebih awal untuk memastikan tempat,” tambahnya.

Dengan suasana yang nyaman, menu yang menggugah selera, serta fasilitas yang memadai, tidak heran jika rumah makan ini menjadi pilihan utama warga Banda Aceh untuk menikmati kebersamaan di bulan suci Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Angkat Isu Lingkungan, Illiza Dukung Mutiara Hasanah di Ajang Puteri Indonesia

0
Angkat Isu Lingkungan, Illiza Dukung Mutiara Hasanah di Ajang Puteri Indonesia. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut kedatangan Puteri Indonesia Aceh 2025, Mutiara Hasanah, di pendopo wali kota pada Jumat (7/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, Mutiara meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banda Aceh untuk kiprahnya di ajang Puteri Indonesia tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.

Illiza dengan tegas menyatakan dukungannya dan berjanji akan mengoordinasikan bantuan dari berbagai pihak.

“Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian terkait, serta tokoh-tokoh Aceh untuk memberikan dukungan maksimal bagi Mutiara,” ujarnya.

Mutiara mengusung isu lingkungan sebagai fokus utama dalam misinya. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang sebagai langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan. Menanggapi hal ini, Illiza merekomendasikan Kelompok Hijau dari Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai rujukan dalam upaya pengelolaan lingkungan di Banda Aceh.

“Mereka sering melakukan kegiatan sosialisasi terkait berbagai program pengelolaan sampah kepada masyarakat,” jelas Illiza.

Selain memberikan dukungan, Illiza juga mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Mutiara yang telah mengharumkan nama Banda Aceh di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan harapan agar Mutiara tetap mempertahankan identitasnya sebagai muslimah yang berhijab.

“Kami bangga dengan Mutiara. Kita berharap Mutiara nantinya tetap beraktivitas dengan mengenakan hijab,” katanya.

Di akhir pertemuan, Illiza kembali menegaskan komitmennya untuk membantu dan mendukung Mutiara dalam perjalanannya di ajang Puteri Indonesia. Ia berharap, jika terpilih, Mutiara dapat memberikan kontribusi bagi Banda Aceh.

“Insya Allah, kami siap membantu dan mendukung Mutiara. Jika terpilih, kami berharap Mutiara dapat memberikan kontribusi bagi Banda Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil

Indonesia Airlines: Maskapai Asal Singapura Siap Mengudara pada Rute Internasional

0
Airbus A350 900. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Jakarta – Industri penerbangan Indonesia kedatangan pemain baru. PT Indonesia Airlines Group (INA), maskapai yang didirikan oleh perusahaan asal Singapura, Calypte Holding Pte. Ltd, siap mengudara dengan fokus pada penerbangan internasional.

Maskapai ini akan berbasis di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan diharapkan mampu menghadirkan layanan penerbangan premium. INA resmi didaftarkan pada 7 Maret 2025 setelah melalui studi kelayakan yang melibatkan konsultan aviasi dari Singapura dan Amerika Serikat.

Dalam tahap awal, INA akan mengoperasikan 20 pesawat yang didatangkan secara bertahap. Armada tersebut terdiri atas 10 unit pesawat berbadan kecil, seperti Airbus A321neo atau A321LR, serta 10 unit pesawat berbadan lebar, yakni Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.

“Berdasarkan perencanaan bisnis dan hasil studi kelayakan yang telah disusun, Indonesia Airlines hanya akan berfokus pada penerbangan internasional di mana dalam tahap awal akan mengoperasikan 20 armada yang akan didatangkan secara bertahap,” ujar Chief Executive Officer Indonesia Airlines Group sekaligus Executive Chairman Calypte Holding Pte. Ltd, Iskandar, dalam keterangan resminya, Minggu (9/3/2025).

Dengan rencana ini, INA berharap dapat menawarkan pengalaman penerbangan yang berbeda dari maskapai lain, mengombinasikan kemewahan jet pribadi dengan kenyamanan penerbangan komersial.

Untuk mencapai target menjadi salah satu maskapai penerbangan internasional terbaik, INA telah merekrut para profesional berpengalaman dari berbagai maskapai besar dunia. Direktur Operasional, misalnya, didatangkan dari Singapore Airlines dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, termasuk sebagai salah satu pilot pertama di dunia yang menerbangkan Airbus A380.

Direktur Komersial akan diisi oleh seseorang yang telah bekerja lebih dari 21 tahun di maskapai besar seperti Emirates dan Asiana Airlines. Sementara itu, Departemen Operasi Penerbangan dipimpin oleh seorang pilot terbaik Indonesia yang saat ini bekerja di maskapai asing.

Tak hanya itu, posisi Direktur Produk dan Layanan akan ditempati oleh sosok inspiratif dari Brunei Darussalam dengan pengalaman di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun. Demi memastikan layanan kabin terbaik, INA juga merekrut Manajer Awak Kabin dari British Airways yang merupakan bagian dari Komite Korporasi Pramugari Eropa (EBAA) dan Wakil Manajer Awak Kabin dari Emirates.

INA tidak hanya berambisi menjadi maskapai premium, tetapi juga membawa citra Indonesia ke tingkat global.

“Visi kami adalah menjadi simbol global kemakmuran Indonesia, ikon perayaan, keramahtamahan dalam narasi budaya Indonesia. Adapun misi kami, kami berkomitmen untuk mendefinisikan ulang perjalanan dengan layanan premium di mana Keselamatan adalah prioritas utama kami sambil berbagi keramahtamahan hangat orang Indonesia kepada dunia,” jelas Iskandar.

Dengan mobilitas penduduk yang tinggi di kawasan Asia Pasifik, bisnis penerbangan dipandang sebagai peluang besar bagi INA. Kombinasi antara tim manajemen yang kuat dan kru profesional diharapkan mampu membawa maskapai ini menembus era baru penerbangan premium di Indonesia.

Editor: Akil