Beranda blog Halaman 507

Pemkab Aceh Barat Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Bencana

0
Penyerahan bantuan logistik masa panik pasca angin kencang di Gampong Blang makmur kecamatan Woyla Timur, Jumat (14/3/2025). (Foto BPBD Aceh Barat)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik bagi warga terdampak bencana, Jumat (14/3/2025). Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami musibah akibat cuaca ekstrem dan kebakaran di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan logistik dilakukan di Gampong Blang Makmur, Kecamatan Woyla Timur, pasca-angin kencang yang melanda kawasan itu. Terjangan angin yang cukup kuat menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, memaksa mereka untuk segera mendapatkan bantuan. Pemkab Aceh Barat pun merespons dengan menyalurkan kebutuhan pokok serta perlengkapan darurat guna membantu pemulihan awal para korban.

Selain itu, bantuan serupa juga diberikan kepada korban kebakaran di Gampong Alue Batee, Kecamatan Arongan Lambalek. Musibah kebakaran yang terjadi telah menghanguskan rumah-rumah warga, membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam sekejap. Dalam situasi genting ini, bantuan masa panik diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan bagi para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus merespons cepat setiap bencana yang terjadi di Aceh Barat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana dan segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Editor: AKil

Dua Pejabat BRA Divonis Penjara dalam Kasus Korupsi Bantuan Korban Konflik

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh menjatuhkan vonis terhadap dua pejabat Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dalam kasus korupsi pengadaan budi daya ikan dan pakan untuk masyarakat korban konflik di Kabupaten Aceh Timur. Putusan tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (14/3/2025), majelis hakim yang diketuai M Jamil dengan anggota R Deddy Haryanto dan Heri Alfian, memvonis terdakwa Muhammad dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sementara terdakwa Mahdi dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini bermula dari pengelolaan dana pengadaan budi daya ikan kakap dan pakan runcah untuk masyarakat korban konflik oleh BRA dengan anggaran sebesar Rp15,7 miliar pada tahun 2023. Program tersebut ditujukan bagi sembilan kelompok masyarakat korban konflik. Namun, fakta di persidangan mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok tersebut tidak pernah mengajukan maupun menerima bantuan tersebut.

“Bahwa pekerjaan pengadaan budi daya ikan kakap dan pakan untuk kelompok masyarakat korban konflik tersebut fiktif. Sedangkan pencairan anggaran dicairkan 100 persen,” kata Heri Alfian, anggota majelis hakim.

Dalam persidangan, terungkap pula adanya aliran dana sebesar Rp750 juta dari proyek ini yang diduga diterima oleh kedua terdakwa. Namun, majelis hakim menyatakan tidak ada bukti kuat bahwa uang tersebut benar-benar sampai ke tangan Muhammad dan Mahdi.

Majelis hakim justru menyebut bahwa uang tersebut masih dalam penguasaan saksi Suhendri, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Badan Reintegrasi Aceh. Suhendri sendiri sedang menjalani proses hukum dalam kasus yang sama.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Aceh. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Mahdi dengan hukuman delapan tahun penjara, denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp250 juta atau tambahan hukuman empat tahun enam bulan penjara jika tidak membayar.

Sementara itu, terdakwa Muhammad dituntut sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp250 juta atau tambahan hukuman empat tahun enam bulan penjara jika tidak membayar.

Majelis hakim mempertimbangkan beberapa faktor dalam putusannya, salah satunya adalah dampak korupsi ini terhadap masyarakat korban konflik di Aceh. “Hal memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah memberantas tindak pidana korupsi. Terdakwa juga mengkhianati tujuan pembentukan Badan Reintegrasi Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat korban konflik,” tegas majelis hakim.

Atas putusan ini, baik terdakwa maupun penasihat hukumnya menyatakan masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding. Hal yang sama juga disampaikan oleh JPU yang belum memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan upaya hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi upaya pemberantasan korupsi di Aceh, khususnya dalam pengelolaan dana bantuan bagi korban konflik yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, publik menanti langkah hukum selanjutnya dalam kasus ini, termasuk proses hukum terhadap saksi Suhendri yang didakwa dalam perkara yang sama.

Editor: Akil

Pakar Sebut Infrastruktur Bisnis Jadi Tantangan Indonesia Mengejar Singapura

0
Ilustrasi Jakarta sebagai pusat ekonomi global. (Foto: FForum Keadilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang memilih untuk berinvestasi di Singapura ketimbang di Indonesia. Salah satunya adalah Indonesia Airlines (INA), maskapai yang didirikan oleh Iskandar, pengusaha asal Aceh. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa besar perbedaan antara kedua negara dalam hal infrastruktur, perpajakan, dan kemudahan berbisnis.

Untuk menjawab hal tersebut, Nukilan.id menghubungi Gading Kevin Simarmata, Analis Utama Bidang Perekonomian, Investasi Pariwisata, dan Ekraf Asah Kebijakan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya telah mengalami peningkatan dalam hal kemudahan berbisnis, seperti adanya sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik.

“Di Indonesia, kemudahan berbisnis sudah ada peningkatan ya. Kita punya OSS atau sistem perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik. OSS berbasis risiko juga sudah muncul, ini menjadi langkah baik,” ujarnya.

Meski begitu, ia juga mengakui bahwa sistem tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, ia menilai bahwa upaya pemerintah dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih ramah investasi tetap patut diapresiasi.

“Walaupun memang masih banyak kekurangannya, tapi ini patut diapresiasi juga,” tambahnya.

Sementara itu, Singapura dinilai jauh lebih unggul dalam hal pelayanan dan kemudahan regulasi. Negara tersebut telah menerapkan sistem yang lebih terdigitalisasi, sehingga mempermudah para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka.

“Di Singapura memang layanannya dan kemudahan regulasinya itu jauh lebih unggul, dan lebih terdigitalisasi. Itu menjadi hal penting juga,” kata Gading.

Dalam aspek infrastruktur, perbedaan antara kedua negara juga cukup mencolok. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki tantangan yang lebih besar dalam membangun infrastruktur yang merata dibandingkan dengan Singapura yang hanya terdiri dari satu pulau utama.

“Terkait infrastruktur, Indonesia memang lebih besar. Kita negara kepulauan sehingga infrastrukturnya juga lebih kompleks dibanding mereka yang hanya satu pulau,” jelasnya.

Singapura, menurutnya, lebih mudah dalam mengonsolidasikan kebijakan infrastrukturnya. Hal ini memungkinkan mereka untuk memiliki sistem yang lebih efisien dan terintegrasi dengan baik.

“Mereka lebih mudah dalam mengkonsolidasi kebijakan infrastrukturnya. Hal ini terlihat dari I-COR Indonesia juga kan masih kurang relatif bagus,” pungkasnya.

Perbedaan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak perusahaan lebih memilih Singapura sebagai destinasi investasi. Namun, dengan berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan, Indonesia berpotensi untuk semakin meningkatkan daya saingnya di masa mendatang. (XRQ)

Reporter: Akil

Pakar: Business Entry Singapura Lebih Unggul Dibanding Indonesia

0
Kolase foto Merlion dan Pakar Investasi, Gading Kevin Simarmata. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Keunggulan regulasi dan kebijakan ekonomi di Singapura semakin menarik minat dunia usaha. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan lebih memilih berinvestasi di negara kota itu ketimbang di Indonesia. Terbaru, maskapai Indonesia Airlines (INA), yang didirikan oleh Iskandar, pengusaha asal Aceh, juga memilih berbasis di sana.

Untuk memahami fenomena ini, Nukilan.id menghubungi Gading Kevin Simarmata, Analis Utama Bidang Perekonomian, Investasi Pariwisata, dan Ekraf Asah Kebijakan Indonesia. Ia menyoroti sejumlah keunggulan regulasi dan kebijakan ekonomi Singapura yang membuatnya lebih menarik bagi dunia usaha dibandingkan Indonesia.

“Terkait keunggulan, tentu regulasi dan kebijakan ekonomi di Singapura sangat mendukung dunia usaha,” kata Gading kepada Nukilan.id pada Jumat (14/3/2025).

Ia merujuk pada laporan Business Ready dari Bank Dunia yang membandingkan iklim bisnis di berbagai negara. Dari laporan tersebut, terlihat bahwa posisi Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan Singapura.

“Kita bisa melihat laporan Business Ready dari Bank Dunia, antara Indonesia dan Singapura itu kan memang jauh ya, dalam artian mereka relatif lebih bagus,” jelasnya.

Meski demikian, Gading menjelaskan bahwa Indonesia tetap memiliki beberapa keunggulan dalam aspek tertentu.

“Skor tertinggi kita unggulnya terkait pekerja, penyediaan pelatihan peluang kerja, layanan utilitas, dan juga terkait lokasi bisnis,” katanya.

Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk menyaingi daya tarik Singapura dalam aspek-aspek krusial bagi dunia usaha. Menurut Gading, salah satu faktor utama yang membuat investor lebih memilih Singapura adalah kemudahan dalam memulai bisnis.

“Dalam laporan tersebut, Singapura unggul sekali dalam hal kemudahan memulai bisnis atau business entry, hak kredit dalam likuidasi, termasuk layanan utilitas seperti listrik dan layanan pendukung lainnya,” papar Gading.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam beberapa indikator yang turut memengaruhi rendahnya investasi.

“Dan jika kita lihat di Indonesia, skor terendahnya itu di persaingan pasar. Hal ini sama juga di Singapura,” katanya.

Selain itu, Gading mengatakan bahwa sektor layanan keuangan di Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan Singapura, yang berimbas pada rendahnya minat investasi.

“Kemudian di kita ini, layanan keuangan juga relatif rendah ya dibandingkan Singapura, sehingga memang akan berujung pada investasi yang rendah juga,” pungkasnya.

Dengan keunggulan regulasi yang lebih ramah bagi dunia usaha, bukan hal yang mengejutkan jika semakin banyak perusahaan, termasuk yang berasal dari Indonesia, memilih untuk berekspansi atau bahkan berbasis di Singapura. (XRQ)

Reporter: Akil

Bea Cukai Aceh Musnahkan 1.765 Karung Bawang Merah Ilegal

0
Bea Cukai Aceh memusnahkan ribuan karung bawang merah ilegal dan pakaian bekas. (Foto: Beacukai)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bea Cukai Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran barang ilegal. Pada Kamis (13/3/2025), ribuan karung bawang merah ilegal dan pakaian bekas hasil penindakan dimusnahkan secara simbolis di Kantor Bea Cukai Banda Aceh. Selanjutnya, pemusnahan dilakukan di PT Solusi Bangun Andalas, Lhoknga, dengan metode pembakaran.

Langkah tegas ini diambil setelah hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa bawang merah ilegal tersebut mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Shallot Yellow Stripe Polyvirus (SYSV), yang berpotensi merusak lahan pertanian dan membahayakan produksi bawang lokal.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Leni Rahmasari, mengungkapkan bahwa barang-barang ilegal yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan Unit Patroli Laut Bea Cukai Aceh pada 12 Februari 2025. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1.768 karung bawang merah dan 28 karung pakaian bekas.

“Dalam operasi tersebut, Unit Patroli Laut berhasil menggagalkan upaya pemasukan barang impor ilegal sejumlah 1.768 karung bawang merah dan 28 karung pakaian bekas,” ujar Leni.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.765 karung bawang merah dimusnahkan, sementara dua karung dijadikan barang bukti di pengadilan dan satu karung digunakan untuk pengujian laboratorium Karantina. Sementara itu, dari total 28 karung pakaian bekas yang disita, 26 karung dimusnahkan dan dua karung lainnya dijadikan barang bukti.

Total nilai barang yang berhasil diamankan dari operasi ini mencapai Rp 755.395.638. Lebih lanjut, tindakan pencegahan ini turut menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 1.729.856.115.

Pemusnahan ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Pengadilan Negeri Lhoksukon pada 3 Maret 2025. Kasus ini termasuk dalam tindak pidana kepabeanan terkait pengangkutan barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, sebagaimana diatur dalam Pasal 7A ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nangroe Aceh Darussalam menunjukkan bahwa bawang merah yang disita positif mengandung OPTK SYSV. Virus ini berbahaya karena dapat menyebar ke lahan pertanian dan menyebabkan gagal panen.

“Jika virus SYSV menyebar hingga ke lahan pertanian di Sigli dan Takengon, maka dipastikan panen dan produksi bawang di Aceh akan mengalami penurunan drastis, menyebabkan kerugian besar bagi para petani,” kata Leni.

Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai Aceh sebagai community protector dalam melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal dan berbahaya. Selain itu, tindakan ini juga bertujuan untuk memastikan standar keamanan produk yang masuk ke Indonesia tetap terjaga.

Dengan langkah tegas ini, Bea Cukai Aceh berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundupan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan pangan dan kelestarian sektor pertanian di Tanah Air.

Editor: Akil

Pakar Investasi Ungkap Alasan Indonesia Airlines Berbasis di Singapura

0
Ikon Singapura Patung Merlion di Taman Merlion, Marina Bay.(Foto: KOMPAS.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Indonesia Airlines (INA), maskapai penerbangan baru, resmi didirikan oleh Calypte Holding Pte. Ltd, sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di sektor energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian. Menariknya, pendiri INA adalah Iskandar, seorang pengusaha asal Aceh yang menjabat sebagai Executive Chairman Calypte Holding Pte. Ltd.

Keputusan Iskandar untuk mendirikan perusahaannya di Singapura, alih-alih di Indonesia, memicu pertanyaan publik. Banyak yang menduga keputusan ini berkaitan dengan keunggulan iklim bisnis dan lingkungan investasi di Negeri Singa yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan dengan Indonesia.

Lalu, benarkah demikian? Untuk mendapatkan penjelasan lebih dalam, Nukilan.id menghubungi Gading Kevin Simarmata, Analis Utama Bidang Perekonomian, Investasi, Pariwisata, dan Ekraf Asah Kebijakan Indonesia.

Menurutnya, faktor utama yang membuat investor lebih memilih Singapura berkaitan erat dengan daya saing ekonomi.

“Tentu jika dibandingkan dengan Indonesia, Singapura itu negara maju dan kita negara berkembang, pasti daya saingnya juga berbeda,” kata Gading kepada Nukilan.id pada Jumat (14/3/2025).

Gading juga mengungkapkan bahwa Singapura memiliki peringkat tertinggi dalam World Competitiveness Ranking di Asia Tenggara. Sementara Thailand menempati posisi kedua, Indonesia berada di peringkat ketiga.

“Dalam World Competitiveness Ranking memang Singapura nomor 1 kalau di Asia Tenggara, Thailand ke-2 dan Indonesia berada di ranking 3,” jelasnya.

Meski demikian, Gading menilai bahwa posisi Indonesia yang telah melampaui Malaysia dan Filipina menunjukkan adanya perkembangan positif dalam stabilitas ekonomi nasional.

“Kita juga sudah bisa melampaui Malaysia dan Filipina dan ini menurutku perlu kita apresiasi. Ini membuktikan ada peningkatan kinerja dan stabilitas ekonomi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keputusan Calypte Holding Pte. Ltd membawa nama Indonesia Airlines ke Singapura berkaitan dengan prospek bisnis yang lebih menjanjikan di negara tersebut.

“Sebenarnya ini menjadi titik awal kenapa perusahaan itu (Calypte Holding Pte. Ltd) membawa nama Indonesia Airlines mau beroperasi di Singapura, karena dari segi area Singapura akan lebih menjanjikan, dan ini menjadi sebuah tantangan bagi Indonesia ke depan,” ungkapnya.

Gading menekankan bahwa faktor utama yang menarik investor adalah kepercayaan atau trust terhadap suatu negara. Kepercayaan ini didukung oleh stabilitas ekonomi dan politik yang kuat.

“Jadi faktor utamanya itu adalah trust, kepercayaan dari investor untuk menanamkan modalnya ke suatu negara. Setelah itu ada insentif kemudian fasilitasi,” tambahnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa adanya kepercayaan, fasilitas yang diberikan pemerintah tidak akan cukup untuk menarik investasi asing.

“Namun ketika tidak ada kepercayaan, walaupun kita memberikan fasilitas akan menjadi hal yang sia-sia. Rasa trust itu akan termunculkan dari kondisi seperti kestabilan ekonomi maupun kestabilan politik,” pungkasnya.

Keberadaan INA yang berbasis di Singapura bisa menjadi refleksi bagi Indonesia dalam meningkatkan daya tarik investasi. Stabilitas ekonomi, kepastian regulasi, serta lingkungan bisnis yang kondusif menjadi faktor krusial yang harus terus diperbaiki agar semakin banyak perusahaan besar memilih Indonesia sebagai pusat bisnis mereka. (XRQ)

Reporter: Akil

IDCloudHost Buka Beasiswa S1 Gratis, Dukung Talenta Digital Indonesia

0
Beasiswa IDCloudHost. (Foto: idcloudhost.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Di tengah tantangan ekonomi yang kian berat, IDCloudHost kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi di Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Beasiswa S1 IDCloudHost 2025. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mendapatkan pendidikan gratis di bidang teknologi digital.

Sebagai salah satu penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia, IDCloudHost telah menjalankan program beasiswa ini sejak 2015, bekerja sama dengan Telkom University. Tahun ini, cakupan program diperluas ke empat kota besar, yakni Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Purwokerto.

CEO IDCloudHost, Alfian Pamungkas Sakawiguna, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, melalui program CSR ini, kami ingin memastikan bahwa lebih banyak anak muda berbakat dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala masalah finansial,” ujar Alfian.

Selain biaya pendidikan penuh hingga lulus, penerima beasiswa juga mendapatkan manfaat tambahan berupa pelatihan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan kombinasi pendidikan akademik dan pelatihan praktis, program ini bertujuan mencetak generasi muda unggul yang siap bersaing di era transformasi digital.

Keberlanjutan program beasiswa ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi besar namun terkendala secara finansial. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan persyaratan Beasiswa S1 IDCloudHost 2025, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi: https://idcloudhost.com/beasiswa/.

Editor: Akil

Wakapolda dan Sejumlah Pejabat Polda Aceh Dimutasi, Ini Daftarnya

0
Wakapolda dan Sejumlah Pejabat Polda Aceh Dimutasi, Ini Daftarnya. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi jabatan di tubuh Polri. Sejumlah perwira tinggi dan menengah, termasuk Wakapolda Aceh Kombes Misbahul Munauwar, mengalami pergantian posisi. Selain itu, beberapa pejabat utama Polda dan sejumlah Kapolres di Aceh juga dimutasi.

Mutasi tersebut tertuang dalam delapan surat telegram yang diteken oleh Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo pada Rabu (12/3/2025). Di lingkungan Polda Aceh, perubahan jabatan mencakup posisi strategis seperti Kabid Propam, Dirintelkam, Dirkrimum, Dirbinmas, hingga Karo SDM.

Berikut daftar pejabat Polri di Aceh yang mengalami mutasi:

  1. Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah kini menjabat Wadirreskrimum Polda Aceh.
  2. Kapolres Aceh Selatan AKBP Mughi Prasetyo Habrianto bergeser menjadi Kapolres Langsa.
  3. Kasubdit 1 Dirreskrimsus Polda Aceh AKBP T Ricki Fadlianshah kini menjabat Kapolres Aceh Selatan.
  4. Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru dipindahkan menjadi Irbid Itwasda Polda Aceh.
  5. Kasubdit Regident Ditlantas Polda Aceh AKBP Irwan Kurniadi kini mengisi jabatan Kapolres Aceh Timur.
  6. Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto mendapat posisi baru sebagai Wadirreskrimsus Polda Aceh.
  7. Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Kalteng AKBP Joko Triyono kini menjabat Kapolres Aceh Singkil.
  8. Kapolres Sabang AKBP Erwan mendapat tugas baru sebagai Kabagbinops Roopa Polda Aceh.
  9. Dankapal Baladewa 8002 Subdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri AKBP Sukoco kini menjabat Kapolres Sabang.
  10. Kapolres Aceh Tenggara AKBP R Doni Sumarsono dipindahtugaskan sebagai Kabagstrajemen Rorena Polda Jatim.
  11. Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Aceh AKBP Yulhendri kini menjabat Kapolres Aceh Tenggara.
  12. Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana kini menempati posisi Wadirlantas Polda Aceh.
  13. Kapolres Subulussalam AKBP Yhogi Hadisetiawan kini mengisi jabatan Kapolres Aceh Barat.
  14. Kasilog Paspelopor Korpbrimob Polri AKBP Muhammad Yusuf dipercaya menjadi Kapolres Subulussalam.
  15. Kapolres Gayo Lues AKBP Setiyawan Eko Prasetyo dipindahkan ke posisi Kasubditprovos Bidpropam Polda Aceh.
  16. Kanit I Subdit Kejahatan Lintas Negara Ditkamneg Baintelkam Polri AKBP Hyrowo kini menjabat Kapolres Gayo Lues.
  17. Kapolres Aceh Jaya AKBP Andy Sumarta kini menduduki jabatan Wadirresnarkoba Polda Aceh.
  18. Kasiopnalrek Subdit Jemenopsrek Ditkamsel Korlantas Polri AKBP Zulfa Ronaldo kini menjabat Kapolres Aceh Jaya.
  19. Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Ade Harianto kini bertugas sebagai Pemeriksa Labfor Kepolisian Madya TK II Bareskrim Polri.
  20. Analisis Kebijakan Madya Bidang Pidter Bareskrim Polri Kombes Ilham Saparona kini menjabat Dirreskrimum Polda Aceh.
  21. Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli mendapat tugas baru sebagai Assesor SDM Kepolisian Madya TK. II SSDM Polri.
  22. Dirsamapta Polda Kaltara Kombes Joko Heri Purwono kini mengisi jabatan Kapolresta Banda Aceh.
  23. Dirpamobvit Polda Aceh Kombes Yudi Chandra kini beralih tugas menjadi Peneliti Ilmu Kepolisian Madya TK. I Puslitbang Polri.
  24. Analisis Kebijakan Madya Bidang Kamneg Baintelkam Polri Kombes Aries Setyo Budi kini menjabat Dirpamobvit Polda Aceh.
  25. Wakapolda Aceh Brigjen Misbahul Munauwar kini mengemban tugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri.
  26. Kabaganev Rojianstra SSDM Polri Kombes Ari Wahyu Widodo kini menjabat Wakapolda Aceh.
  27. Dansatbrimob Polda Aceh Kombes Selamat Topan kini dipindahtugaskan sebagai Karoops Polda Papua.
  28. Analisis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korpbrimob Polri Kombes Zuhdi Batubara kini menjabat Dansatbrimob Polda Aceh.
  29. Dirintelkam Polda Aceh Kombes Ali Khadafi kini bertugas sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Ekonomi Baintelkam Polri (Dalam Rangka Dik Sespimti Polri Dikreg ke-34 T.A 2025).
  30. Analis Kebijakan Madya Bidang Kamneg Baintelkam Polri Kombes Said Anna Fauza kini menjabat Dirintelkam Polda Aceh.
  31. Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto kini bertugas sebagai Wakapolresta Banda Aceh.
  32. Kanit 4 Subdit V Ditpidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ahzan kini menjabat Kapolres Lhokseumawe.
  33. Dirbinmas Polda Aceh Kombes Sugeng Hadi Sutrisno memasuki masa pensiun.
  34. Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda DIY Kombes Donny Siswoyo kini menjabat Dirbinmas Polda Aceh.
  35. Kabid Propam Polda Aceh Kombes Eddwi Kurniyanto kini bertugas sebagai Kabid Propam Polda Kepri.
  36. Analis Kebijakan Madya Bidang Wabprof Divpropam Polri Kombes Bulang Bayu Samudra kini menjabat Kabid Propam Polda Aceh.
  37. Kapolres Bireuen AKBP Jatmiko kini bertugas sebagai Pamen Baharkam Polri.
  38. Kapolres Bener Meriah AKBP Tuschad Cipta Herdani kini menjabat Kapolres Bireuen.
  39. Kasubbagdesgraf Bag Produk Kreatif Romulmed Divhumas Polri AKBP Aris Cai Dwi Susanto kini mengisi posisi Kapolres Bener Meriah.
  40. Karo SDM Polda Aceh Kombes Riyadi Nugroho kini menjabat Karo SDM Polda Sumbar.
  41. Kabidrikwastu Puslitbang Polri Kombes Harvin Raslin kini bertugas sebagai Karo SDM Polda Aceh.

Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi di tubuh Polri guna memperkuat kinerja dan efektivitas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Aceh.

Editor: Akil

BPMA dan Dinas Pendidikan Aceh Sinergi Tingkatkan Kompetensi Vokasi Migas

0
BPMA dan Dinas Pendidikan Aceh Sinergi Tingkatkan Kompetensi Vokasi Migas. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) membuka pintu kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di sektor industri hulu migas. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ke kantor BPMA pada Rabu (12/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri migas. Kepala BPMA, Nasri, menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Kami siap mendukung Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya di sektor migas,” ujar Nasri. Ia juga menambahkan bahwa BPMA memiliki banyak narasumber berkompeten yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh sekolah-sekolah di Aceh.

Tak hanya itu, BPMA telah mencanangkan program “BPMA Back to School” yang bertujuan memberikan wawasan tentang industri hulu migas kepada siswa SMA.

“Untuk universitas kita akan mencanangkan program BPMA Goes to Campus,” lanjut Nasri.

Sementara itu, Marthunis berharap BPMA dapat memberikan masukan terkait kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan oleh industri migas. Menurutnya, hal ini penting agar lulusan SMK di Aceh memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.

“Masukan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Dinas Pendidikan dalam menyusun kurikulum yang sesuai serta meningkatkan kompetensi guru dan siswa di SMK,” kata Marthunis.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan SMK di Aceh dapat memenuhi standar kompetensi industri migas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi antara BPMA dan Dinas Pendidikan Aceh diharapkan mampu menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Dengan pendekatan ini, lulusan SMK tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi secara optimal dalam perkembangan industri migas di Aceh.

Editor: Akil

Cukup Bayar Rp 1, Pengunjung Aceh Ramadhan Festival Bisa Keliling Banda Aceh dengan Becak QRIS

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf bersama Forkopimda Plus menggunakan Becak QRIS. (Foto: Dok. BI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Selama gelaran Aceh Ramadhan Festival 2025, masyarakat dapat menikmati berkeliling Kota Banda Aceh dengan Becak QRIS hanya dengan membayar Rp1,- melalui sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini menjelaskan program yang dicanangkan bersama Bank Aceh Syariah ini bertujuan untuk mendukung daya tarik pariwisata Kota Banda Aceh, serta meningkatkan inklusi keuangan melalui digitalisasi sistem pembayaran kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh.

“Penumpang dapat melakukan pembayaran melalui mobile banking atau dompet digital dengan memindai gambar QRIS yang tersedia pada becak atau pengemudi becak,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, pada Kamis (13/3/2025).

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf telah membuka rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2025 yang ke-7 di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Rabu, 12 Maret 2025. Tahun ini, Aceh Ramadhan Festival mengusung tema “The Truly Spiritual Journey” berlangsung dari tanggal 12 sampai 17 Maret 2025,

Dalam kesempatan tersebut, Muzakir Manaf menyampaikan apresiasinya terhadap keberlangsungan festival ini yang telah memasuki tahun ke-7 dan kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia 2025. 

“Alhamdulillah festival ini terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat syariat Islam serta membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif Aceh. Masuknya festival ini dalam Kharisma Event Nusantara semakin mengukuhkan posisi Aceh sebagai destinasi wisata syariah unggulan,” ujarnya.

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti aneka lomba, pameran seni budaya Islami, replikasi Mushaf Baiturrahman, layanan penukaran uang baru ‘Semarak Rupiah Ramadhan’ oleh Bank Indonesia, serta bazaar dengan 50 tenant UMKM yang menawarkan kuliner khas Aceh, fesyen Islami, dan produk kerajinan tangan.

Reporter: Rezi