Beranda blog Halaman 506

Tular Nalar Gelar Survei Most Significant Change di Aceh Jelang Summit 2025

0
Tular Nalar Gelar Survei Most Significant Change di Aceh Jelang Summit 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di era digital yang semakin berkembang, literasi digital dan pemikiran kritis menjadi keterampilan yang krusial. Data We Are Social mencatat bahwa 97,8% pengguna internet di Indonesia mengakses media sosial, sementara 96,6% menggunakan internet melalui ponsel. Ketergantungan ini membuat masyarakat rentan terhadap hoaks dan disinformasi.

Menjelang Tular Nalar Summit 2025, ajang puncak literasi digital di Indonesia, program edukasi Tular Nalar yang berada di bawah naungan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar survei Most Significant Change (MSC) di Aceh.

Survei ini berlangsung pada 12-15 Maret 2025 dan menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program Akademi Digital Lansia (ADL) serta Sekolah Kebangsaan (SK), yang sukses menjangkau lebih dari 50.000 peserta pada tahun 2024. Selain Aceh, survei MSC juga digelar di Bandung, Kendari, Kupang, Pontianak, dan Ternate.

Mengukur Dampak Literasi Digital di Aceh

Di Aceh, pelaksanaan survei ini melibatkan Mafindo Aceh sebagai mitra Sekolah Kebangsaan dan Aceh Women’s Peace Foundation (AWPF) yang menangani Akademi Digital Lansia. Survei dilakukan pada 14 dan 15 Maret 2025 dengan metode wawancara mendalam, melibatkan perwakilan fasilitator, peserta pelatihan, serta anggota keluarga mereka. Tujuannya adalah mengukur perubahan yang dialami peserta setelah mengikuti program literasi digital.

“Setelah masyarakat mengikuti program edukasi literasi digital Tular Nalar yaitu ADL dan SK, apakah ada perubahan yang terjadi dalam diri peserta, apakah perubahan tersebut berpengaruh terhadap kualitas kehidupan peserta, dan apakah perubahan tersebut memiliki dampak di masyarakat,” ungkap Adven Sarbani, penanggung jawab survei MSC.

Hasil survei ini akan dirangkum dalam sebuah laporan yang menggambarkan dampak program di tingkat individu maupun komunitas. Laporan tersebut akan dipublikasikan dalam sebuah kegiatan khusus dan turut dipresentasikan dalam Tular Nalar Summit 2025.

Tular Nalar Summit 2025: Semesta Kolaborasi

Tular Nalar Summit 2025 akan berlangsung pada Mei di Jakarta dengan mengusung tema “Semesta Kolaborasi.” Acara ini menjadi puncak perjalanan program literasi digital yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui forum ini, Tular Nalar berharap dapat terus memperkuat gerakan literasi digital agar semakin bermakna dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju acara tersebut, survei MSC memegang peran penting dalam mengukur efektivitas program dan menyusun strategi pengembangan ke depan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, Tular Nalar berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat agar lebih cakap dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Editor: Akil

Pesona Ramadan di Masjid Keuchik Leumiek

0
Pesona Ramadan di Masjid Keuchik Leumiek. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Keuchik Leumik di Gampong Lamseupeung, Banda Aceh, menjadi salah satu destinasi favorit bagi umat Islam untuk menunaikan salat tarawih selama Ramadan. Arsitektur bergaya Timur Tengah yang elegan serta suasana yang nyaman membuat masjid ini ramai dikunjungi, bukan hanya oleh warga sekitar, tetapi juga oleh jemaah dari berbagai wilayah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Salah satu jemaah yang datang dari luar daerah adalah Ali, warga Blang Bintang, Aceh Besar. Bersama istri dan anaknya, ia sengaja menempuh perjalanan jauh untuk merasakan suasana ibadah di Masjid Keuchik Leumik.

“Kami berangkat sejak pukul 17.00 WIB. Sambil jalan-jalan sore, sekalian berburu takjil dan menikmati suasana Ramadan di sini,” kata Ali saat ditemui Nukilan.id sebelum salat tarawih pada Sabtu (15/3/2025).

Ali mengaku tidak khawatir mengenai tempat berbuka puasa karena istrinya telah membawa bekal dari rumah. Selain itu, di sekitar masjid juga terdapat banyak pedagang yang menjual aneka takjil.

“Masjid ini juga punya taman yang luas, jadi banyak jemaah yang berbuka puasa di sini sambil menikmati pemandangan sungai,” tambahnya.

Keindahan dan kenyamanan Masjid Keuchik Leumik memang menjadi daya tarik tersendiri. Selain taman yang luas, fasilitas di masjid ini juga sangat memadai, mulai dari tempat wudu yang bersih hingga sistem tata suara yang jernih, membuat ibadah semakin khusyuk.

Seiring datangnya bulan suci Ramadan, Masjid Keuchik Leumik terus menjadi magnet bagi umat Muslim yang ingin merasakan suasana tarawih yang berbeda, penuh ketenangan, dan sarat akan kebersamaan. (XRQ)

Reporter: Akil

Kebersamaan Warga Lamdingin dalam Tradisi Buka Puasa di Masjid Al-Abrar

0
Suasana buka bersama antar warga Gampong Lamdingin. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Semangat kebersamaan dan solidaritas kembali terpancar di Gampong Lamdingin, Kota Banda Aceh, ketika masyarakat setempat berkumpul untuk melaksanakan tradisi buka bersama di Masjid Al-Abrar untuk memperingati malam Nuzulul-Quran. Dengan penuh kegembiraan, para jamaah memadati area masjid, membawa hidangan lezat untuk berbagi dengan sesama.

Tradisi buka bersama di Masjid Al-Abrar telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dijaga dengan cermat oleh penduduk Gampong Lamdingin selama bertahun-tahun. Setiap tahunnya, pada bulan Ramadan, mereka berkumpul di masjid untuk berbagi kebahagiaan dengan tetangga dan saudara-saudara mereka.

Menurut pantauan Nukilan.id, kegiatan dimulai sejak pukul 17.30 Wib, di mana para pengurus masjid dan pemuda setempat melakukan persiapan, seperti menggelar karpet merah di halaman masjid. Suasana khidmat dan penuh keramahan terasa begitu kental di antara hadirin yang bermacam-macam latar belakangnya.

Saat azan Maghrib berkumandang, semua mata tertuju pada hidangan yang telah disajikan. Mulai dari hidangan khas Aceh seperti Kuah Beulangong hingga hidangan minuman seperti es timun.

Salah seorang penduduk setempat yang telah lama mengikuti tradisi ini, Tarmizi, kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa kegiatan buka bersama sudah menjadi tradisi di gampong tersebut.

“Tradisi buka bersama ini adalah momen yang sangat dinantikan bagi kami di Gampong Lamdingin. Ini adalah saat kami bisa berkumpul dengan tetangga, teman untuk berbagi berkah Ramadan,” ujar Tarmizi kepada Nukilan.id pada Sabtu (15/3/2024) sore.

Sementara itu, warga lainnya, Abdul, mengatakan yang terpenting dari kegiatan buka bersama tersebut adalah terjalinnya semangat persaudaraan antar warga Gampong Lamdingin.

“Yang paling penting semangat kebersamaan dan persaudaraan sangat terasa di malam ini. Yang terpenting adalah silaturahmi yang terjalin di antara warga semua,” ungkap Abdul.

Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah di dalam Masjid Al-Abrar.

Tradisi buka bersama di Masjid Al-Abrar menjadi salah satu momentum penting yang memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara masyarakat Gampong Lamdingin. Dengan semangat yang sama, mereka berharap tradisi ini akan terus berlangsung dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya mereka.

Reporter: Akil Rahmatillah

Tugas TNI Bertambah, Kini Bisa Bantu Atasi Narkotika

0
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/3/2025).(Foto: KOMPAS.com)

NUKILAN.id | Jakarta — Pembahasan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) terus bergulir di DPR RI. Salah satu perubahan signifikan dalam revisi tersebut adalah penambahan tugas TNI dalam operasi militer selain perang, termasuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah narkotika.

Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus (TB) Hasanuddin, mengungkapkan bahwa dalam revisi ini, jumlah tugas TNI dalam operasi militer selain perang bertambah dari 14 menjadi 17. Salah satu tugas baru yang disepakati adalah keterlibatan TNI dalam penanganan narkotika.

“Jadi dari 14 (tugas operasi militer selain perang) berubah menjadi 17, tadi panjang lebar dan sebagainya, dan kemudian disepakati 17 itu dengan narasi-narasi yang diubah,” ujar Hasanuddin saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025).

Tiga Kewenangan Baru

Selain membantu dalam upaya pemberantasan narkotika, revisi UU TNI juga menambahkan dua kewenangan baru lainnya. Hasanuddin menyebut bahwa TNI akan diberikan peran dalam pertahanan siber serta tugas lain yang belum dirinci lebih lanjut.

“Dari 17 (tugas) itu intinya, satu yang ke-15 adalah TNI punya kewajiban untuk membantu di dalam urusan siber. Pertahanan siber yang ada di pemerintah. Kemudian yang kedua mengatasi masalah narkotika. Kemudian yang lain-lainnya, jadi ada tiga,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pemberantasan narkotika tidak mencakup aspek penegakan hukum, melainkan hanya bersifat dukungan operasional yang nantinya akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Presiden.

“Tapi yang jelas TNI tidak ikut dalam penegakan hukumnya,” imbuhnya.

Usia Dinas Prajurit Diperpanjang

Selain penambahan tugas, revisi UU TNI juga mencakup perubahan dalam batas usia pensiun prajurit. Dalam rancangan revisi ini, usia masa dinas keprajuritan bagi bintara dan tamtama akan diperpanjang hingga 58 tahun, sementara perwira dapat mengabdi hingga usia 60 tahun. Bahkan, ada kemungkinan perpanjangan hingga 65 tahun bagi prajurit yang menduduki jabatan fungsional tertentu.

Tak hanya itu, revisi ini juga berpotensi mengubah aturan mengenai penempatan prajurit aktif di kementerian dan lembaga. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan berbagai institusi yang membutuhkan personel TNI dalam tugas-tugas tertentu.

Pembahasan di Hotel Mewah

Pembahasan revisi UU TNI ini dilakukan secara intensif sejak Selasa (12/3/2025). Namun, keputusan DPR untuk menggelar rapat di Hotel Fairmont, sebuah hotel mewah di Jakarta, menimbulkan pertanyaan publik. Hasanuddin sendiri enggan berkomentar banyak soal alasan pemilihan tempat tersebut.

“Tanya pimpinan,” katanya singkat.

Revisi UU TNI ini menjadi salah satu kebijakan strategis yang akan berdampak pada peran dan kewenangan TNI di masa depan. Meski menuai berbagai respons, revisi ini diharapkan dapat memperkuat institusi pertahanan dalam menghadapi tantangan baru, termasuk ancaman narkotika dan serangan siber di era digital.

Editor: Akil

Wakil Gubernur Aceh Serahkan Bantuan di Aceh Timur, Tegaskan Komitmen Pembangunan Berbasis Syariat

0
Wakil Gubernur Aceh Serahkan Bantuan di Aceh Timur. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, menegaskan komitmen pemerintah dalam pembangunan berbasis syariat Islam saat menghadiri Safari Ramadhan di Masjid Manzilul Minan, Gampong Seunebok Baroh, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, Jumat (14/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan bagi masyarakat dan masjid setempat.

“Kita di Aceh daerah khusus yang menerapkan syariat Islam. Insya Allah program pembangunan yang kami lakukan menyentuh syariat Islam. Tolong dukung program kami untuk mewujudkan Aceh yang Islami. Kami akan berupaya melakukan yang terbaik untuk membangun Aceh dengan berlandaskan syariat Islam,” ujar Fadhlullah di hadapan jamaah.

Wakil gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh Timur atas dukungan yang diberikan dalam Pilkada lalu. Ia menegaskan bahwa Aceh Timur menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan, dengan berbagai kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya memperkuat nilai-nilai agama, Fadhlullah mengumumkan rencana peluncuran program wajib mengaji di sekolah pada 16 Maret mendatang. “Aceh adalah daerah khusus, kita harus menanamkan nilai-nilai agama sejak dini,” katanya, mengutip pesan Umar bin Khattab tentang pentingnya pendidikan agama sebelum menjadi pemimpin.

Pada kesempatan itu, Fadhlullah menyerahkan bantuan senilai Rp25 juta dan sajadah panjang kepada pengurus Masjid Manzilul Minan. Selain itu, santunan Ramadhan dari Muzaki Baitul Mal Aceh sebesar Rp320 juta juga disalurkan kepada 320 mustahik di Aceh Timur, dengan masing-masing penerima mendapat Rp1 juta.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan rakyat dengan mendukung berbagai program nasional. Mulai dari kebijakan penurunan biaya Ongkos Naik Haji, penyeragaman harga gabah, hingga pendirian koperasi di setiap gampong guna memperkuat ekonomi masyarakat. “Dengan koperasi, kita akan mengelola dana yang besar untuk memperkuat ekonomi gampong,” tegasnya.

Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah M. Ridha, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kehadiran tim Safari Ramadhan dan berharap masyarakat terus mendukung pembangunan di Aceh Timur. Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam mendukung pemimpin terpilih demi kelancaran pembangunan di daerah.

Safari Ramadhan kali ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, seperti Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, Kepala Dinas Pangan Aceh, Kapolres Aceh Timur, Dandim Aceh Timur, serta berbagai tokoh masyarakat. Dengan sinergi dan dukungan berbagai pihak, pembangunan di Aceh Timur diharapkan terus berlanjut demi kesejahteraan rakyat.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Dukung Transformasi IAIN Takengon Menjadi UIN

0
Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyatakan dukungan penuh terhadap perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, menyatakan dukungan penuh terhadap perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Hal ini disampaikannya dalam kunjungan ke kampus IAIN Takengon pada Jumat (14/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Nanggroe menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan di wilayah tengah Aceh guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki daerah Gayo, termasuk sektor pendidikan yang harus terus berkembang.

“Apalagi Gayo memiliki destinasi yang sangat indah. Ini harus dikembangkan, dan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan tersebut,” ujar Wali Nanggroe.

Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapan untuk mendukung transformasi IAIN Takengon menjadi UIN, termasuk dalam hal peningkatan sumber daya manusia melalui program beasiswa ke luar negeri.

“Kami siap mendukung IAIN Takengon menuju Universitas Islam Negeri dan akan berupaya memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia, salah satunya melalui program beasiswa ke luar negeri,” lanjutnya.

Wali Nanggroe juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi di luar negeri, termasuk Rusia, yang dalam tiga tahun terakhir memberikan beasiswa bagi mahasiswa Aceh.

Terkait proses alih status IAIN menjadi UIN, ia meminta agar seluruh persiapan dilakukan dengan optimal.

“Siapkan semua yang diperlukan. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, saya akan membantu,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Wali Nanggroe. Ia mengungkapkan bahwa proses transformasi IAIN Takengon menjadi UIN tengah dipersiapkan secara bertahap hingga tahun 2027.

“Transformasi IAIN Takengon menjadi UIN terus kami persiapkan hingga tahun 2027. Dalam dua tahun terakhir, kebijakan yang kami terapkan telah meningkatkan jumlah mahasiswa, yang merupakan salah satu syarat utama untuk menjadi UIN,” jelasnya.

Selain peningkatan jumlah mahasiswa, pengembangan kelembagaan juga menjadi perhatian utama. Prof. Ridwan menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari persiapan perubahan status institusi tersebut.

“Semoga dengan dukungan semua pihak, terutama dari Wali Nanggroe, IAIN Takengon dapat bertransformasi menjadi UIN pada tahun 2027,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Nanggroe turut menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan kampus, termasuk Ketua Senat, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil Dekan, serta Ketua Lembaga, guna membahas langkah-langkah strategis dalam pengembangan institusi. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses perubahan status IAIN Takengon menjadi UIN, sehingga semakin berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di wilayah tengah Aceh.

Editor: Akil

Bank Aceh Permudah Transaksi di Musabaqah Tunas Ramadhan

0
Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Aceh Barat, Alwin Patra bersama Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM menghadiri acara Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) ke- 24 Tingkat Provinsi Aceh. (Foto: Dok. Bank Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Bank Aceh Syariah Cabang Meulaboh menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) ke-XXIV Tingkat Provinsi Aceh dengan membuka stand layanan perbankan. Berlokasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat, stand ini hadir untuk memberikan kemudahan transaksi bagi peserta dan masyarakat selama acara berlangsung.

Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Aceh Barat, Alwin Patra, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses layanan perbankan yang lebih mudah selama MTR XXIV.

“Dengan adanya stand layanan Bank Aceh Syariah, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi kelancaran MTR XXIV. Karena kehadiran stand ini memungkinkan peserta dan pengunjung untuk melakukan berbagai transaksi dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya, Jumat (14/3/2025).

Stand layanan ini menawarkan berbagai fasilitas perbankan, mulai dari penarikan tunai, setoran, transfer, hingga layanan pembukaan rekening baru. Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan layanan digital seperti Action Mobile Banking, EDC, QRIS, Kartu Debit, serta ATM setor tarik (CRM) untuk pengalaman transaksi yang lebih praktis.

“Kami ingin memastikan seluruh nasabah, baik dari Aceh maupun dari luar daerah, dapat menikmati layanan perbankan modern Bank Aceh yang aman dan nyaman selama acara berlangsung,” tambah Alwin.

Dengan jam operasional dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB setiap hari selama MTR XXIV, stand ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transaksi peserta, panitia, dan masyarakat.

“Kehadiran Bank Aceh Syariah di ajang MTR XXIV ini diharapkan dapat semakin memudahkan peserta, panitia, dan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan,” pungkasnya.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran Bank Aceh Syariah dalam mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di Aceh, serta mendorong literasi keuangan di tengah masyarakat.

Editor: AKil

Indonesia Gelap: Peringatan Serius Untuk Pemerintahan Prabowo

0
Seruan #IndonesiaGelap. (Foto: IG BEM UI)

NUKILAN.id | Opini – Seruan “Indonesia Gelap” yang digaungkan oleh mahasiswa bukan sekadar slogan kosong. Ini adalah peringatan serius bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang baru berjalan sebulan. Berbagai keputusan yang diambil terkesan terburu-buru, kontradiktif, dan minim perencanaan, seperti awan hitam yang mengumpul di langit sebelum berubah menjadi badai besar.

Alih-alih membawa harapan, kebijakan yang diluncurkan justru menimbulkan kebingungan publik dan pasar. Contoh nyata adalah proyek coba-coba seperti pembatasan LPG 3 kg. Meski akhirnya dibatalkan, keputusan ini membuktikan bahwa kebijakan diambil tanpa perhitungan matang. Begitu pula dengan program makan bergizi gratis yang tampak dipaksakan, bahkan dengan mengorbankan program lain dan pelayanan publik. Program ini tidak membedakan anak dari keluarga miskin dan mampu, tidak memiliki indikator keberhasilan yang jelas selain makanan yang tersaji di meja. Tapi apakah menu tersebut benar-benar bergizi dan dikonsumsi siswa? Itu soal lain.

Yang lebih mengkhawatirkan, anggaran program ini begitu besar hingga mengancam keseimbangan keuangan negara. Untuk menutupi kekurangan dana, Prabowo memangkas anggaran kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga lebih dari Rp300 triliun. Akibatnya, pelayanan publik yang seharusnya menjadi prioritas justru terancam lumpuh. Jika rencana pemangkasan anggaran mencapai Rp750 triliun benar-benar dilakukan demi membiayai proyek makan bergizi gratis dan menyuntik modal ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dampaknya terhadap perekonomian bisa semakin parah.

Danantara sendiri disiapkan untuk mengelola aset perusahaan negara senilai hampir Rp15.000 triliun. Namun, transparansi dan pengawasan lembaga ini masih diragukan. Ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah efisiensi anggaran benar-benar dilakukan demi kepentingan rakyat atau hanya dalih untuk mengalihkan dana ke proyek-proyek favorit pemerintah?

Tak hanya dalam urusan ekonomi, ancaman lain yang muncul dalam empat bulan terakhir adalah menguatnya peran militer dalam pemerintahan. Prabowo melibatkan militer dalam banyak urusan negara, dari mengurus pangan hingga menertibkan kawasan hutan. Komando Daerah Militer (Kodam) pun segera ditambah, dan batalion teritorial mulai dibentuk di tiap kota. Supremasi sipil yang menempatkan kekuasaan di tangan rakyat kini mulai terkikis, terutama setelah perwira aktif diangkat menjadi Direktur Utama Bulog.

Dalam situasi seperti ini, mahasiswa kembali mengambil peran sebagai penjaga demokrasi. Demonstrasi yang mereka lakukan adalah seruan moral untuk mencegah negara jatuh lebih dalam ke jurang ketidakpastian. Jika peringatan mereka diabaikan, cukup lihat bagaimana pasar bereaksi terhadap kebijakan Prabowo: nilai rupiah terus melemah dibanding empat bulan lalu, harga saham BUMN anjlok setelah pengumuman pembentukan Danantara, dan arus dana investasi asing terus mengalir keluar hampir setiap pekan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Prabowo mulai memperlihatkan sikap anti-kritik. Dalam pidato ulang tahun Partai Gerindra, ia melontarkan ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti “kepalamu,” sebuah bentuk sindiran terhadap para pengkritiknya. Para pendukungnya, dari pejabat hingga pemengaruh di media sosial, tak kalah beringas dengan mencemooh peringatan “Indonesia Gelap.” Sementara itu, DPR yang seharusnya menjadi corong rakyat justru lebih terlihat seperti juru bicara pemerintah.

Di tengah situasi ini, suara mahasiswa harus terus dikumandangkan. Demonstrasi mereka bukanlah bentuk perlawanan tanpa tujuan, melainkan upaya menyelamatkan negeri dari kemungkinan kehancuran yang lebih besar. Jika pemerintah terus melangkah tanpa arah, maka rakyat dan mahasiswa harus selalu siap turun ke jalan, menyuarakan kebenaran, dan mengawal demokrasi yang semakin terancam. (xrq)

Reporter: Akil

Kadinkes Aceh Utara Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tunggal di Lhoksukon

0
Mobil ditumpangi Kadinkes Aceh Utara Amir Syarifudin mengalami kecelakaan (Foto: Dok. Ditlantas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara, Amir Syarifudin (56), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Bintang Hu, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (14/3/2025). Mobil Mitsubishi Pajero berpelat merah BL 1013 KG yang dikendarainya menabrak pohon di sisi jalan.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy, kendaraan yang ditumpangi Amir kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak pohon.

“Yang bersangkutan datang arah Medan menuju Banda Aceh sesampainya di TKP kendaraan mengalami out of control sehingga menabrak pohon yang berada di sisi jalan,” kata Iqbal kepada detikSumut.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera berusaha memberikan pertolongan. Amir, yang merupakan warga Desa Ceubrek Teunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Sementara itu, kendaraan dinas yang ditumpangi Amir mengalami kerusakan parah, terutama di bagian kanan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Sejumlah kolega dan rekan kerja mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang berdedikasi dalam dunia kesehatan.

Editor: Akil

Kejati Aceh dan Pelindo Teken Kerja Sama Hukum, Perkuat Mitigasi Risiko

0
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional I resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penanganan permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional I menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyelesaian permasalahan hukum yang dihadapi oleh Pelindo, termasuk mitigasi risiko hukum serta pencegahan tindak pidana korupsi.

Penandatanganan PKS berlangsung di Hotel Santika Dyandra Premiere, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (14/3/2025). Executive Director 1 Pelindo Regional 1 Ichwal Fauzi Harahap dan Plt. Kepala Kejati Aceh Muhibuddin, S.H., M.H., menandatangani perjanjian tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan kerja sama antara enam Kejaksaan Negeri (Kejari) di Aceh dengan manajemen Pelindo.

Kerja sama tersebut melibatkan General Manager Regional 1 Malahayati Agust Deritanto yang menandatangani perjanjian dengan Kejari Banda Aceh, Kejari Aceh Besar, dan Kejari Aceh Barat. Sementara itu, General Manager Regional 1 Lhokseumawe Joni Hutama menandatangani kerja sama dengan Kejari Aceh Utara, Kejari Langsa, dan Kejari Lhokseumawe.

Plt. Kepala Kejati Aceh Muhibuddin menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mendukung Pelindo menghadapi berbagai persoalan hukum.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dapat ditindaklanjuti dengan program nyata yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Dalam siaran persnya, Muhibuddin juga menegaskan bahwa Kejati Aceh telah menjalankan tugasnya dalam mendampingi Pelindo, termasuk memberikan pendampingan hukum terhadap pembangunan Replacement Dermaga Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, yang telah dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejati Aceh Nomor: PRINT-665/L.1.1/Gph/08/2020 tanggal 25 Agustus 2020.

Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Ichwal Fauzi Harahap, mengapresiasi kerja sama ini sebagai langkah strategis bagi perusahaan.

“Kami menyadari pentingnya sinergi melalui kerja sama ini guna mendukung kegiatan perusahaan berjalan sesuai hukum dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Melalui kerja sama ini, Pelindo dan Kejati Aceh berharap dapat memperkuat aspek legal perusahaan, memastikan operasional kepelabuhanan berjalan sesuai aturan, serta melindungi kepentingan negara dalam pengelolaan aset dan investasi di sektor maritim.

Editor: Akil