Beranda blog Halaman 488

Remaja Gampong Sapik Dominasi Tadarus Ramadan di Masjid Ilham

0
Tradisi tadarus Al-Quran di Masjid Ilham Gampong Sapik. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan tradisi keagamaan yang khas di setiap daerah. Di Masjid Ilham, Gampong Sapik, tradisi tadarus Al-Qur’an tahun ini mengalami perubahan yang menarik. Jika sebelumnya kegiatan ini didominasi oleh orang dewasa, kini giliran para remaja yang mengambil peran utama.

Sejak awal Ramadan, para remaja dari berbagai jenjang usia—mulai dari siswa SMP hingga SMA—berkumpul setiap malam di Masjid Ilham. Dengan penuh khidmat, mereka melantunkan ayat suci Al-Qur’an mulai pukul 22.00 hingga tengah malam, menciptakan suasana syahdu di bawah cahaya temaram lampu masjid.

Perubahan ini disambut antusias oleh masyarakat Gampong Sapik. Mereka bangga melihat generasi muda begitu aktif dalam kegiatan keagamaan, menjadikan tadarus sebagai bagian dari rutinitas Ramadan mereka.

“Tradisi tadarus selama bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat kami. Tetapi tahun ini, melihat anak-anak remaja kami aktif membaca Al-Qur’an di tengah malam memberikan semangat baru bagi kami semua,” kata Herwin, salah seorang warga Gampong Sapik kepada Nukilan.id pada Sabtu (29/3/2025) dini hari.

Setelah sesi tadarus, para remaja beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan oleh warga. Kue-kue tradisional khas Aceh tersaji hangat, menambah keakraban dan kebersamaan di antara mereka.

Rafik, salah satu peserta tadarus yang juga santri di Dayah Modern Ruhul Islam Anak Bangsa, mengaku bangga bisa turut serta dalam tradisi ini.

“Meskipun cukup melelahkan membaca Al-Qur’an di tengah malam, tetapi melihat semangat dan dukungan dari teman-teman serta masyarakat membuat saya semakin bersemangat,” ungkapnya.

Tradisi tadarus yang kini diisi oleh para remaja ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi simbol regenerasi dan keberlanjutan nilai-nilai keislaman di Gampong Sapik. Semangat mereka dalam menjaga tradisi agama dan mempererat kebersamaan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, terutama di bulan penuh berkah ini. (XRQ)

Reporter: Akil

1.403 Siswa MA di Aceh Lulus PTN Jalur SNBP

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari. (Foto: Dok. Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 1.403 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Aceh berhasil lulus ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

Jumlah tersebut berdasarkan data resmi yang diumumkan melalui laman SNPMB Kemdikbudristek RI pada Selasa (18/3/2025).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad), H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., mengapresiasi prestasi ini.

“Alhamdulillah, ini satu lagi prestasi yang patut kita apresiasi, bahwa kita dapat melanjutkan spirit positif. Bahkan, meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan di PTN terbaik,” kata Azhari.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara madrasah dan berbagai pihak yang telah mendukung program pendidikan di Aceh.

Kabid Penmad, Khairul Azhar, menjelaskan bahwa total peserta SNBP dari MA se-Aceh mencapai 3.120 siswa, dengan 1.403 di antaranya dinyatakan lulus di berbagai PTN terbaik di Indonesia.

“Mereka lulus atau diterima di berbagai PTN terbaik di Tanah Air seperti UGM, UI, Unand, UNJ, USU, dan ITB. Termasuk juga di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh,” ujarnya.

Sebaran Kelulusan Siswa MA di Aceh

Berikut adalah jumlah peserta dan siswa yang lulus SNBP berdasarkan kabupaten/kota di Aceh:

  • Aceh Selatan: 119 peserta, 15 lulus
  • Aceh Tamiang: 93 peserta, 46 lulus
  • Aceh Barat: 198 peserta, 104 lulus
  • Kota Subulussalam: 52 peserta, 21 lulus
  • Bener Meriah: 92 peserta, 47 lulus
  • Aceh Besar: 233 peserta, 185 lulus
  • Aceh Timur: 138 peserta, 53 lulus
  • Aceh Utara: 205 peserta, 128 lulus
  • Pidie Jaya: 172 peserta, 50 lulus
  • Kota Sabang: 19 peserta, 6 lulus
  • Kota Banda Aceh: 516 peserta, 194 lulus
  • Aceh Singkil: 49 peserta, 27 lulus
  • Kota Langsa: 182 peserta, 85 lulus
  • Aceh Barat Daya: 83 peserta, 25 lulus
  • Aceh Tenggara: 68 peserta, 21 lulus
  • Gayo Lues: 4 peserta, 1 lulus
  • Pidie: 257 peserta, 55 lulus
  • Aceh Jaya: 43 peserta, 5 lulus
  • Simeulue: 12 peserta, 3 lulus
  • Bireuen: 281 peserta, 130 lulus
  • Aceh Tengah: 88 peserta, 28 lulus
  • Nagan Raya: 42 peserta, 10 lulus
  • Kota Lhokseumawe: 174 peserta, 164 lulus

Kelulusan ini menunjukkan semakin meningkatnya kualitas pendidikan madrasah di Aceh. Ke depan, Kemenag Aceh berharap jumlah siswa yang diterima di PTN bisa terus bertambah. (XRQ)

Editor: Akil

ALA Kembali Diperjuangkan, Tokoh Gayo Bertemu di Linge Land

0
Tokoh Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) pusat dan daerah bersama tokoh gayo hari ini bertemu di Hotel Linge Land Aceh Tengah. (Foto: AcehDamai)

NUKILAN.id | Takengon – Isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali mengemuka. Menyikapi hal tersebut, para tokoh Gayo bersama pengurus Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) pusat dan daerah menggelar pertemuan di Hotel Linge Land, Aceh Tengah, Jumat (28/3/2025).

Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh Gayo, di antaranya Muklis Gayo, Zam Zam Mubarak, Tgk. Irwan Syah Martis, serta perwakilan mahasiswa. Selain itu, Ketua KP3ALA Pusat Rahmat Salam dan beberapa pengurus dari kabupaten di wilayah ALA juga turut hadir.

Dalam konferensi pers, Rahmat Salam menegaskan bahwa perjuangan pemekaran ALA tetap berlanjut meskipun pengajuan sebelumnya telah mencapai tahap akhir dalam rancangan Undang-Undang Pemekaran.

“Komitmen kami tetap mekar dari Provinsi Aceh, perjuangan ALA ini bukanlah sesuatu yang melanggar hukum, dan ini merupakan perintah Undang-Undang,” kata Rahmat Salam.

Ia menambahkan, setelah pertemuan ini, pihaknya akan menggelar pertemuan akbar yang akan dihadiri perwakilan dari enam kabupaten di wilayah ALA.

“Insya Allah setelah Lebaran, setelah kita berkoordinasi dengan para bupati, kita rencanakan di Gayo Lues,” katanya.

Rahmat Salam menekankan bahwa pemekaran ini merupakan cita-cita bersama masyarakat Gayo dan penduduk di enam kabupaten yang tergabung dalam ALA, yaitu Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Subulussalam.

Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Aceh tidak memandang pemekaran ini sebagai ancaman.

“Provinsi Aceh jangan alergi soal pemekaran ini. Pemekaran ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Dengan pemekaran ini, kami menginginkan adanya pembangunan yang merata. Aceh akan tetap seperti biasa, kami hanya ingin meningkatkan pembangunan dengan pemerintahan khusus di wilayah tengah, tenggara, Singkil, dan Subulussalam,” tegasnya.

Zam Zam Mubarak menambahkan bahwa pihaknya telah melengkapi administrasi pengajuan pemekaran dengan dua metode, yakni top-down dan bottom-up.

Sementara itu, tokoh budaya dan sejarawan Gayo, Muklis Gayo, menekankan bahwa perjuangan pemekaran ini bukan hanya soal keadilan bagi masyarakat di wilayah ALA, tetapi juga untuk mempertahankan identitas Gayo secara menyeluruh.

“Gayo punya sejarah dan budaya sendiri. Kita harus mandiri dan membangun wilayah kita secara bersama-sama. Kita telah jauh tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain, dan ini saatnya kita memperjuangkan hak-hak kita sebagai identitas pribumi asli,” ujar Muklis.

Di akhir pertemuan, Rahmat Salam berharap agar seluruh lapisan masyarakat terus mendukung perjuangan ini.

“Pemekaran ini adalah sebuah persiapan kita menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Editor: Akil

HMI Dorong Audit Perusahaan Tambang di Aceh, Soroti Transparansi Dana CSR

0
Tokoh muda asal Tanah Gayo, Amru Hidayat, Amru Hidayat. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Komisariat Pertanian, Amru Hidayat, menegaskan bahwa audit terhadap perusahaan tambang di Aceh merupakan langkah strategis untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Melihat dampak CSR yang langsung berpengaruh ke masyarakat, wajar jika dilakukan audit. Jangan sampai ada permainan atau kurangnya transparansi yang justru merugikan rakyat,” tegas Amru, mantan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) 2024.

Amru menegaskan bahwa audit terhadap seluruh perusahaan bukan bentuk intervensi, melainkan bagian dari kewajiban pemerintah dalam mengawasi program CSR agar tidak hanya menjadi formalitas belaka.

“Jangan sampai dana CSR hanya sekadar label tanpa manfaat nyata. Apalagi jika ada indikasi penyalahgunaan, maka audit bukan hanya perlu, tapi wajib,” ujarnya.

Soroti Perusahaan Tambang di Barat Selatan Aceh

Amru juga menyoroti transparansi beberapa perusahaan tambang di Aceh, khususnya perusahaan batu bara yang beroperasi di wilayah barat selatan. Salah satu yang ia singgung adalah PT Bara Energi Lestari (BEL), yang menurutnya masih belum menunjukkan kejelasan mengenai transparansi operasional maupun pengelolaan dana CSR.

“Kalau perusahaan benar-benar bersih dan menjalankan kewajibannya dengan baik, kenapa harus takut diaudit? Justru audit ini bisa menjadi bukti kontribusi mereka terhadap masyarakat, bukan sekadar pencitraan,” sindirnya.

PT BEL sendiri didirikan pada tahun 2005 berdasarkan akta pendirian Perseroan Terbatas No. 04, tertanggal 24 Juni 2005, di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Namun, hingga kini, informasi terkait transparansi perusahaan masih menjadi tanda tanya di kalangan publik.

“Justru sikap perusahaan yang terlalu tertutup patut dipertanyakan. Apakah mereka takut diaudit? Atau ada sesuatu yang ingin disembunyikan?” cetus Amru.

Dorong Pemerintah Aceh Tegas

Lebih lanjut, Amru mendesak pemerintah Aceh agar tetap konsisten dalam mengawasi perusahaan yang beroperasi di wilayahnya, demi memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Masyarakat harus diutamakan, bukan kepentingan segelintir elite yang hanya mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, audit ini menjadi momentum bagi pemerintah Aceh untuk membuktikan komitmennya terhadap transparansi dan kesejahteraan rakyat. Kini, publik menunggu apakah pemerintah daerah benar-benar tegas dalam mengawasi perusahaan tambang atau justru tunduk pada tekanan korporasi. (XRQ)

Editor: Akil

50 Ribu Mahasiswa Tinggalkan Banda Aceh untuk Mudik Lebaran 2025

0
Pemudik di Terminal Batoh. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sedikitnya 50 ribu mahasiswa dan mahasiswi akan meninggalkan Banda Aceh untuk pulang kampung dalam rangka merayakan Idul Fitri 2025. Mereka merupakan penuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, serta kampus lainnya di ibu kota provinsi Aceh.

Sebagian besar mahasiswa memilih jalur darat, terutama melalui jalan nasional Banda Aceh-Medan dan jalur Barat-Selatan, untuk kembali ke daerah asal mereka di berbagai kabupaten/kota. Sementara itu, mahasiswa yang berasal dari daerah kepulauan seperti Pulau Sabang, Pulau Simeulue, dan Pulau Banyak menggunakan transportasi laut. Adapun mereka yang mudik ke luar provinsi, luar Pulau Sumatra, atau luar negeri, umumnya memanfaatkan penerbangan melalui Bandara Internasional Iskandar Muda, Aceh Besar, atau Bandara Kualanamu, Sumatra Utara.

Dikutip dari Media Indonesia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan meningkatnya arus mudik mahasiswa, terutama di jalur nasional Banda Aceh-Medan. Banyak di antara mereka menggunakan sepeda motor untuk perjalanan ke berbagai wilayah utara, tengah, dan timur Aceh.

Untuk menghindari perjalanan di malam hari, mahasiswa biasanya berangkat selepas sahur atau setelah salat subuh. Apalagi, perjalanan menuju kampung halaman di berbagai daerah tersebut bisa memakan waktu antara 3 hingga 12 jam.

“Insya Allah saya rencana pulang Jumat pagi, kalau tidak ada lagi tugas atau piket di RSUZA. Sedangkan teman-teman lain, mulai Sabtu akhir pekan lalu hingga hari ini sudah banyak yang berangkat,” tutur Ghina Zuhaira, dokter muda dari USK yang sedang menjalani koas di rumah sakit.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir, mengungkapkan bahwa dari sekitar 40 ribu mahasiswa USK, lebih dari 30 ribu di antaranya memanfaatkan liburan untuk mudik dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Prof Mustanir mengimbau para mahasiswa agar berhati-hati selama perjalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menjaga ibadah mereka selama mudik.

“Ingat orangtua sekeluarga menunggu kepulanganmu dengan selamat. Saya masih ingat mudik tahun lalu ada tiga mahasiswa USK korban kecelakaan saat mudik Lebaran. Bawalah ilmu bermanfaat di tengah keluarga sesuai disiplin ilmu,” ujar Wakil Rektor kelahiran Indrapuri, Aceh Besar, tersebut.

Tradisi mudik saat Lebaran memang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, termasuk di Aceh. Selain untuk bersilaturahmi dengan keluarga, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenang masa kecil dan berkumpul dengan teman lama di kampung halaman.

Editor: Akil

BNNP Aceh Tes Urine Sopir Bus Angkutan Mudik, Semua Negatif Narkoba

0
BNNP Aceh Tes Urine Sopir Bus Angkutan Mudik. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.idBanda Aceh – Menjelang arus mudik Lebaran, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh melakukan tes urine terhadap para sopir angkutan mudik guna memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Pemeriksaan mendadak ini digelar di Terminal Tipe A Banda Aceh pada Kamis (27/3/2025) dan menyasar sopir bus yang tergabung dalam program mudik gratis bersama Pemerintah Aceh. Hasilnya, seluruh sopir yang menjalani tes dinyatakan negatif narkoba.

Kepala BNNP Aceh, Marzuki Ali Basyah, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di sektor transportasi publik.

“Tes urine ini juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan narkoba. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi sopir angkutan mudik menggunakan narkoba, sehingga perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman,” katanya.

Selain itu, tes urine ini juga menjadi langkah preventif dalam memberantas peredaran narkotika di Aceh. Marzuki mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat secara luas.

“Kami terus mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Semua ini dilakukan demi mewujudkan Aceh bersih dan bebas narkotika,” ujarnya.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, turut mengapresiasi langkah BNNP Aceh dalam memastikan kondisi fisik dan mental pengemudi tetap prima selama perjalanan mudik.

“Tes narkotika ini menjadi langkah nyata dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan mudik. Kami ingin memastikan bahwa perjalanan ini tidak hanya gratis, tetapi juga selamat sampai tujuan,” kata Muzakir Manaf.

Dengan adanya tes urine ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman, tanpa risiko yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba di kalangan pengemudi angkutan umum.

Editor: Akil

Istri Gubernur Aceh Apresiasi Pasar Tani yang Digelar oleh Distanbun Aceh

0
Istri Gubernur Aceh Apresiasi Pasar Tani yang Digelar oleh Distanbun Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Idul Fitri, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh bersama Asosiasi Pasar Tani Aceh kembali menggelar Pasar Tani Aceh 2025 – Edisi Meugang Idul Fitri. Inisiatif ini mendapat apresiasi langsung dari istri Gubernur Aceh, Marlina, yang menilai keberadaan Pasar Tani sebagai solusi bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendukung UMKM lokal.

“Pasar Tani ini bagus. Harganya juga lebih murah, jadi cocok untuk masyarakat berbelanja di sini,” ujar istri Gubernur Aceh saat mengunjungi lokasi acara.

Ia juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung demi membantu perekonomian masyarakat Aceh.

Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah, menjelaskan bahwa Pasar Tani memiliki peran strategis dalam menekan inflasi dan memangkas rantai distribusi yang selama ini menyebabkan lonjakan harga komoditas.

“Kita tidak hanya melindungi dan memberdayakan UMKM yang berjualan di sini, tetapi juga mengendalikan inflasi. Biasanya produsen menjual ke pedagang, lalu pedagang menjual lagi ke pasar dengan harga lebih tinggi. Namun, di sini kita langsung menghadirkan produsen, sehingga pembeli mendapatkan harga lebih murah, sementara penjual mendapatkan keuntungan lebih besar,” ujarnya.

Pada edisi meugang ini, Pasar Tani menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti daging, ayam, telur, beras, dan minyak. Distanbun Aceh juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.

“Kami juga mendapatkan dukungan penuh dari Ibu Gubernur untuk keberlangsungan Pasar Tani ini. Para pelaku UMKM pun berharap agar kegiatan ini terus berlangsung karena mereka merasa sangat terbantu,” tambah Cut Huzaimah.

Dalam kesempatan yang sama, istri Gubernur Aceh turut berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang hadir. Sejumlah produk pertanian hasil Pasar Tani dibagikan secara gratis kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani dan pelaku usaha lokal yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di Aceh.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Pasar Tani menumbuhkan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus memberikan manfaat bagi ekonomi rakyat serta ketahanan pangan di Aceh.

Beragam produk tersedia dalam Pasar Tani, mulai dari sayur-mayur segar, buah-buahan, pupuk dan bibit tanaman, telur ayam, ayam merah, sembako, makanan siap saji, bumbu masakan, hingga daging lembu segar. Bagi masyarakat yang membutuhkan gas LPG 3 kg bersubsidi, panitia juga menyediakan stok dengan syarat membawa KTP asli saat pembelian.

Salah satu daya tarik utama dalam gelaran ini adalah ketersediaan daging lembu segar dari HERI Cabang Beurawe dengan harga Rp150.000/kg, yang jauh lebih kompetitif dibandingkan harga pasar menjelang Idul Fitri.

Editor: Akil

Semangat Pulang Kampung, Pekerja dan Mahasiswa Barat Selatan Aceh Mudik dengan Sepeda Motor

0
Ilustrasi pemudik. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | Blangpidie Di tengah semaraknya tradisi mudik menjelang Hari Raya, masyarakat Barat Selatan Aceh yang merantau di Banda Aceh memilih cara unik untuk kembali ke kampung halaman mereka. Meski tersedia pilihan kendaraan umum atau angkutan mudik yang disediakan pemerintah, banyak pekerja dan mahasiswa lebih memilih menggunakan sepeda motor sebagai sarana mudik.

Alasannya sederhana, yaitu lebih ekonomis dan praktis dalam menghindari kemacetan. Ribuan perantau dari berbagai latar belakang berbondong-bondong meninggalkan Banda Aceh menuju daerah asal mereka, seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, hingga Aceh Singkil.

Salah seorang mahasiswa, Firli, mengungkapkan bahwa mudik menggunakan sepeda motor memberinya kebebasan dalam menentukan waktu dan rute perjalanan.

“Tentu akan lebih capek dibandingkan kalau naik mobil, tapi ada sensasi petualangannya. Kita juga bebas nentuin mau cepat atau lambat. Itu saja bedanya,” katanya kepada Nukilan.id pada Kamis (27/3/2025) saat mengisi bahan bakar di SPBU Calang.

Pemudik lainnya, Yubarikli, turut membagikan pengalamannya dalam perjalanan menuju Aceh Selatan bersama teman-temannya.

Pemudik Barat Selatan Aceh. (Foto: Nukilan)

“Kami menuju Kluet Timur, Aceh Selatan. Perjalanannya menempuh waktu kurang lebih 4 atau 5 jam dari Meulaboh,” ungkap Yubarikli pada Jumat (28/3/2025) saat sitirahat di SPBU Blangpidie.

Ia menceritakan bahwa perjalanannya dimulai dari Banda Aceh menuju Aceh Selatan. Setibanya di Meulaboh, ia memutuskan untuk beristirahat selama dua malam agar tidak kelelahan, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh.

“Kalau langsung dari Banda ke Aceh Selatan itu kan jauh, butuh waktu 8 atau 9 jam. Bisa-bisa pinggang encok kalau dilanjutkan,” katanya.

Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi para perantau. Dalam perjalanan, mereka saling berbagi cerita, pengalaman, serta tips agar perjalanan lancar dan aman.

Meskipun menggunakan sepeda motor untuk mudik memiliki risiko lebih tinggi, hal ini mencerminkan semangat dan tekad para perantau untuk berkumpul bersama keluarga di hari kemenangan.

Keberanian mereka menempuh perjalanan panjang demi momen berharga bersama orang terkasih menjadi bukti kuatnya ikatan emosional dengan kampung halaman. (xrq)

Reporter: Akil

Aceh Barat Prioritaskan Solar untuk Angkutan Mudik di SPBU Meulaboh

0
Aceh Barat Prioritaskan Solar untuk Angkutan Mudik di SPBU Meulaboh. (Foto: MetroTv)

NUKILAN.id | Meulaboh – Menjelang arus mudik Idulfitri 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan pengisian BBM jenis solar bagi angkutan umum di SPBU Meulaboh. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi lonjakan pemudik yang kerap menyebabkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan pihak SPBU setempat.

“Kami telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait, dan Alhamdulillah, ada persetujuan untuk memprioritaskan angkutan umum dalam pengisian BBM. Dengan ini, kami harapkan tidak ada antrean panjang yang menghambat kelancaran transportasi,” kata Dodi, Kamis, 27 Maret 2025.

Setiap tahun, lonjakan pemudik sering kali mengakibatkan kepadatan di SPBU, yang berpotensi mengganggu layanan angkutan umum. Dengan kebijakan prioritas ini, kendaraan angkutan penumpang diharapkan dapat lebih cepat memperoleh bahan bakar, sehingga menghindari keterlambatan perjalanan.

“Hal ini tidak hanya berdampak pada kelancaran mudik, tetapi juga mendukung kelangsungan usaha para sopir angkutan umum yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk operasional harian mereka,” jelasnya.

Pemkab Aceh Barat berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran arus mudik. Dengan penggunaan BBM yang bijak, kita dapat memastikan ketersediaan bahan bakar bagi semua pihak,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, diharapkan arus mudik di wilayah Aceh Barat dapat berjalan lebih lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Serahkan Laporan Keuangan ke BPK

0
Gubernur Aceh Serahkan Laporan Keuangan ke BPK. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Aceh. Laporan Keuangan Unaudited tersebut diterima langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Aceh, Andri Yogama, di kantor BPK setempat pada Kamis, 27 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Muzakir Manaf mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan Pemerintah Aceh pada tahun 2024 mencapai Rp11,39 triliun, atau 101,18 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi belanja tercatat sebesar Rp11,28 triliun, atau 96,70 persen dari target anggaran. Capaian ini, menurutnya, mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif.

“Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Aceh. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, termasuk dengan menyampaikan laporan keuangan tepat waktu,” ujar Gubernur Muzakir.

Ia juga menyoroti pencapaian Pemerintah Aceh yang berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI selama sembilan tahun berturut-turut. Hal ini menjadi indikator positif atas semakin baiknya tata kelola keuangan daerah.

Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2024 terdiri dari tujuh komponen utama, yakni Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, serta Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan tersebut telah melalui reviu oleh Inspektorat dan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Gubernur Muzakir juga berharap agar tim pemeriksa dari BPK-RI dapat menjalankan audit secara independen serta memberikan rekomendasi konstruktif bagi perbaikan tata kelola keuangan daerah. Ia mengingatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk berperan aktif dalam proses pemeriksaan agar audit dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Aceh, Andri Yogama, mengapresiasi kerja sama Pemerintah Aceh dalam menyerahkan laporan keuangan tepat waktu, bahkan lebih cepat dari tenggat yang telah ditentukan.

“Alhamdulillah, hari ini laporan keuangan Pemerintah Aceh dan 17 kabupaten/kota telah diserahkan lebih cepat dari tenggat waktu, yaitu akhir Maret. Kini menjadi kewajiban kami untuk memeriksa hasil laporan keuangan ini, dan insya Allah hasil pemeriksaan akan kami sampaikan pada bulan Mei mendatang,” ujar Andri.

Ia juga meminta semua pihak untuk memberikan data yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan agar audit berjalan dengan lancar. “Kami terbuka dan berharap hasil audit ini dapat memberikan manfaat besar bagi pemangku kepentingan,” tambahnya.

Andri menegaskan bahwa BPK berkomitmen menjaga integritas dan transparansi dalam proses audit keuangan. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mempengaruhi hasil audit.

“Jika ada pihak yang mengklaim bisa membantu memperoleh WTP, sampaikan kepada kami. Kami sudah dibekali APBN yang memadai, dan jika ada pihak kami yang tidak sopan selama pemeriksaan, sampaikan kepada kami, dan kami akan melakukan pembinaan,” tegas Andri.

Editor: Akil