Beranda blog Halaman 483

Lalu Lintas Banda Aceh-Calang Lancar, Polisi Intensifkan Pengaturan Arus Kendaraan

0
Lalu Lintas Banda Aceh-Calang Lancar, Polisi Intensifkan Pengaturan Arus Kendaraan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Calang – Arus lalu lintas di Jalan Nasional Banda Aceh-Calang terpantau lancar pada Sabtu (29/3/2025). Guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, personel Pos Pelayanan Calang melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan Desa Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Andy Sumarta, melalui Kabagops Kompol Rafi Darmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Pengamanan arus lalu lintas ini melibatkan Regu B Pos Pam Kecamatan Jaya dengan 12 personel yang bertugas secara aktif. Mereka tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga memberikan imbauan kepada pengendara agar lebih tertib dan mematuhi aturan lalu lintas.

“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kepolisian dalam menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Alhamdulillah, hingga kegiatan berakhir, situasi tetap aman dan lancar,” kata Kompol Rafi Darmawan.

Kegiatan pengaturan lalu lintas ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta meminimalisir potensi kecelakaan di jalur utama yang menghubungkan Banda Aceh dengan Calang. Dengan adanya pengawasan rutin dari kepolisian, diharapkan arus kendaraan tetap tertib dan lancar demi keselamatan bersama.

Editor: AKil

Kemendagri Akan Tindak Tegas ASN Mudik Pakai Mobil Dinas

0
bima arya
Wamendagri, Bima Arya. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan larangan penggunaan mobil dinas untuk mudik bagi aparatur sipil negara (ASN). Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memperingatkan bahwa ASN yang melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi.

Meski begitu, Bima tidak merinci bentuk sanksi yang akan diberikan. Ia hanya menekankan bahwa mekanisme hukuman akan ditentukan oleh masing-masing kepala daerah sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

“Ya akan kami tegur. Sanksinya tentu akan disampaikan nanti oleh pembina kepegawaian masing-masing. Pak Gubernur pasti akan memberikan sanksi,” kata Bima di Masjid Istiqlal, Senin (31/3/2025).

Bima menegaskan bahwa mobil dinas adalah aset negara yang diperuntukkan bagi kepentingan tugas dan pelayanan publik. Oleh karena itu, penggunaannya tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik Lebaran.

“Jadi kalau tidak terkait dengan tugas, dengan pelayanan publik, apalagi untuk kepentingan pribadi, ya seharusnya tidak digunakan. Apalagi risiko kerusakan yang mungkin akan berdampak pada kerugian negara,” tegasnya.

Kemendagri juga mengingatkan seluruh kepala daerah agar konsisten menegakkan aturan ini dan memastikan bahwa mobil dinas digunakan sebagaimana mestinya.

“Kami meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memperhatikan hal ini, menjaga hal ini. Ini sudah aturan yang tidak berubah,” imbuh Bima.

Peringatan ini muncul setelah Wali Kota Depok, Supian Suri, mengeluarkan kebijakan yang mengizinkan ASN menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran 2025. Supian beralasan, kebijakan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kepemilikan kendaraan pribadi ASN dan upaya memastikan mereka bisa kembali tepat waktu ke Depok setelah libur Lebaran.

Namun, Kemendagri dengan tegas membantah kebijakan tersebut dan menegaskan bahwa ASN yang melanggar akan menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Supian menyatakan bahwa risiko kehilangan atau kerusakan kendaraan dinas saat digunakan mudik menjadi tanggung jawab ASN yang menggunakannya. Meski demikian, kebijakan ini tetap menuai kontroversi dan mendapat sorotan dari pemerintah pusat.

Dengan adanya peringatan dari Kemendagri, para ASN diharapkan mematuhi aturan dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Larangan ini bukan hal baru dan telah menjadi aturan tetap dalam tata kelola aset negara. (xrq)

Reporter: Akil

Lontong, Hidangan Wajib Lebaran yang Menyatukan Silaturahmi di Gampong Sapik

0
Lontong, menu favorit saat hari raya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.idTapaktuan – Hari Raya Idul Fitri di Gampong Sapik, Kabupaten Aceh Selatan, selalu diwarnai dengan tradisi kuliner khas yang menggugah selera. Salah satu hidangan yang tak pernah absen dalam perayaan ini adalah lontong. Lebaran seolah terasa kurang lengkap tanpa kehadiran sajian berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang ini.

Meskipun tidak semua rumah di Gampong Sapik menyajikan lontong, namun aroma harum yang menyeruak dari dapur-dapur warga sudah cukup menandakan eksistensinya sebagai bagian dari tradisi Lebaran. Bagi sebagian masyarakat, lontong bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan hangatnya silaturahmi antarwarga.

Azwa, salah seorang warga Gampong Sapik, mengungkapkan betapa pentingnya lontong dalam perayaan Lebaran keluarganya.

“Rasanya kurang afdhol jika tidak ada lontong di hari lebaran, biasanya kita hidangkan kepada keluarga dan tetangga,” katanya kepada Nukilan.id, Senin (31/3/2025), sambil tersenyum.

Keistimewaan lontong tidak hanya terletak pada rasa dan teksturnya yang lembut, tetapi juga pada makna yang dikandungnya. Setiap potongan lontong yang disantap bersama sanak saudara dan tetangga menjadi simbol eratnya hubungan sosial di desa tersebut. Lebaran menjadi momen yang bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sarana memperkuat tali persaudaraan.

Dalam tradisi masyarakat Gampong Sapik, lontong biasanya disajikan dengan aneka lauk seperti rendang, gulai, dan kuah kacang. Perpaduan rasa gurih dan legitnya lontong dengan lauk-pauk khas Aceh menciptakan kenikmatan tersendiri bagi siapa saja yang menikmatinya.

Tak heran jika lontong tetap menjadi menu andalan saat Lebaran di Gampong Sapik. Bagi Azwa dan warga lainnya, hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan kenangan manis yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan hari kemenangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Aceh Diprediksi Hujan Ringan pada Sore Hari, BMKG Imbau Warga Waspada

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh memprediksi cuaca di wilayah Aceh pada Senin (31/3/2025) akan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan ringan pada sore hari.

Prakirawan cuaca BMKG Malikussaleh, Febrianto Simajuntak, menyampaikan bahwa cuaca serupa juga akan terjadi di sejumlah wilayah lainnya, seperti Bener Meriah, Takengon, Aceh Timur, Bireuen, dan Kota Langsa.

“Suhu udara diperkirakan berkisar 29-30 derajat Celsius,” ujar Febrianto dikutip dari RRI Lhokseumawe.

Selain itu, kondisi perairan di pesisir Aceh juga terpantau normal dengan ketinggian gelombang sekitar 0,3-0,5 meter. Sementara itu, di perairan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari garis pantai, ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 0,5-0,8 meter.

“Angin di laut normal, kondisi ini baik bagi masyarakat di pantai serta nelayan yang mencari ikan di laut,” tambahnya.

Meski demikian, Febrianto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai petir pada sore hari. Ia juga mengingatkan warga untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Editor: Akil

Ribuan Jemaah Padati Masjid Ilham Gampong Sapik, Suasana Khidmat Warnai Idulfitri

0
Suasana khidmat terpancar di Masjid Ilham Gampong Sapik saat ribuan Jemaah melaksanakan Salat id. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ilham di Gampong Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, saat ribuan jemaah memadati tempat ibadah tersebut untuk menunaikan salat Idulfitri.

Amatan Nukilan.id pada Senin (31/3/2025) sejak pukul 07.00 WIB, para jemaah telah memenuhi area masjid dengan penuh kekhusyukan, menunggu waktu salat tiba.

Pelaksanaan salat Id dipimpin oleh Tgk Sutardi sebagai imam, menciptakan atmosfer religius yang begitu mendalam bagi para jemaah. Usai salat, khatib Ustaz Alriadi Fikra menyampaikan khutbah yang menggugah hati, membahas keutamaan Idulfitri dan nilai-nilai kebersamaan dalam Islam.

Dalam ceramahnya, Ustaz Fikra juga menyampaikan pesan penting saat bersilaturahmi.

“Mohon kiranya tidak menanyakan kapan menikah, kapan selesai kuliah, kapan dapat pekerjaan, karena sesungguhnya pertanyaan seperti itu tidak ada manfaatnya dan akan menyebabkan hari yang seharusnya berbahagia menjadi murung,” pesannya kepada para jemaah.

Sebagai bagian dari tradisi, Keuchik dan Imumchik Gampong Sapik turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh warga, menciptakan momen penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara ditutup dengan salam-salaman, menandai akhir dari rangkaian ibadah yang penuh berkah.

Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam, perayaan Idulfitri di Gampong Sapik tahun ini kembali menjadi momen istimewa bagi seluruh jemaah, mempererat tali silaturahmi dalam suasana penuh kebahagiaan. (XRQ)

Reporter: Akil

Jemaah Masjid Raya Baiturrahman Salat Id di Bawah Guyuran Hujan

0
Jemaah Masjid Raya Baiturrahman Salat Id di Bawah Guyuran Hujan. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Puluhan ribu jemaah tetap khusyuk menunaikan salat Idulfitri 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pagi, Senin (31/3/2025).

Dikutip dari CNN Indonesia, hujan mulai turun sejak pukul 06.30 WIB dan semakin deras menjelang pelaksanaan salat Id pada pukul 07.15 WIB. Ruang utama masjid yang mampu menampung sekitar 25 ribu jemaah pun tak lagi cukup menampung seluruh jemaah yang membludak.

Sebagian jemaah yang tidak mendapatkan tempat di dalam masjid terpaksa menunaikan ibadah di halaman dengan beralaskan sajadah maupun kardus. Meski Masjid Raya Baiturrahman telah dilengkapi 12 payung elektrik raksasa, tetap saja tak semua jemaah bisa terlindungi dari hujan.

“Iya ini sudah basah kuyup, ya gak apa-apa lah. Sama saja, kalau di masjid lain juga pasti dapatnya di luar,” kata Dina, salah satu jemaah yang tetap bertahan di tengah hujan.

Hujan baru berhenti sekitar pukul 08.10 WIB, tepat setelah khotbah Idulfitri usai. Namun, bukannya langsung beranjak pulang, banyak jemaah memilih untuk berswafoto bersama keluarga di halaman masjid, mengabadikan momen spesial tersebut.

Salat Id di Masjid Raya Baiturrahman kali ini dipimpin oleh Teungku H Jamhuri Ramli SQ sebagai imam, sementara khatib adalah Tgk H Muhammad Yunus yang membawakan khotbah berjudul Momentum Hari Raya Idulfitri, Mari Bersatu untuk Membangun Aceh yang Islami dan Sejahtera.

Meskipun diguyur hujan, semangat jemaah untuk merayakan hari kemenangan tetap tak surut. Masjid Raya Baiturrahman, yang menjadi ikon kebanggaan Aceh, kembali menjadi saksi keteguhan dan kebersamaan umat dalam menyambut Idulfitri dengan penuh khidmat.

Editor: AKil

Salat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman Berlangsung Khidmat Meski Diguyur Hujan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan jemaah tetap khusyuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, meski diguyur hujan pada Selasa pagi (31/3/2025).

Pantauan Nukilan di lokasi, sejak pukul 07.00 WIB, jemaah mulai berdatangan memadati halaman Masjid Raya Baiturrahman. 

Meskipun hujan turun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jemaah untuk menunaikan ibadah salat Idul Fitri.

Pelaksanaan salat berlangsung khidmat meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat. 

Jemaah yang tidak mendapatkan tempat di dalam masjid tetap melaksanakan salat di halaman dengan beralaskan sajadah yang sebagian basah akibat hujan.

Salah seorang jemaah asal Ajun, Aceh Besar, Putri, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan saf di halaman masjid karena area dalam sudah penuh. 

Meski demikian, ia tetap bersyukur bisa menunaikan ibadah salat Id dengan khusyuk.

“Alhamdulillah, biarpun hujan, salat kami tetap khusyuk. Ini sajadah dan mukena juga basah, tapi tidak mengurangi kekhusyukan ibadah kami,” ujarnya.

Reporter: Rezi

Aktivis Sosialisme Sebut Sekolah Rakyat Bisa Memutus Rantai Kemiskinan

0
Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, Zidan Faizi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah tengah bersiap membuka Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan berkonsep boarding school yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 dengan fasilitas gratis, termasuk biaya pendidikan, tempat tinggal, dan konsumsi.

Diharapkan, Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Dengan model boarding school dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman, lulusan sekolah ini diharapkan mampu bersaing di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Namun, efektivitas konsep ini masih menjadi perdebatan. Untuk melihat lebih jauh, Nukilan.id melakukan wawancara dengan Zidan Faizi, seorang aktivis yang mengusung konsep sosialisme. Ketika ditanya apakah model boarding school ini efektif dalam memberdayakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, ia menilai bahwa konsep ini memiliki potensi besar.

“Model boarding school berpotensi memutus rantai kemiskinan dengan memberi lingkungan stabil bagi anak miskin,” katanya pada Senin (31/3/2025).

Meski demikian, Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja ini menekankan bahwa tujuan utama dari sekolah ini harus diperjelas agar tidak justru memperkuat sistem eksploitasi tenaga kerja.

“Tapi, jika sekolah ini hanya mencetak tenaga kerja untuk pasar kapitalis misalnya, kurikulum berbasis keterampilan kerja ala neoliberal, ini hanya memperkuat eksploitasi,” tambahnya.

Menurutnya, agar Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, pendekatan pendidikan yang diterapkan harus lebih kritis dan tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja.

“Boarding school harus menjadi ruang untuk pendidikan kritis yang membangkitkan kesadaran kelas, mengajarkan sejarah emansipatoris, dan membekali siswa dengan alat analisis struktural. Jika tidak, anak-anak miskin hanya akan diasingkan dari akar kelasnya dan dijadikan alat kepentingan borjuasi,” jelasnya.

Selain itu, Zidan juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program ini. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak boleh menjadi proyek jangka pendek yang akhirnya mati karena anggaran yang dipotong atau dikorupsi oleh elit politik.

“Agar Sekolah Rakyat tidak jadi proyek seremonial, pemerintah harus menasionalisasi sektor strategis seperti minyak, pertambangan untuk membiayai pendidikan secara permanen, bukan mengandalkan utang atau CSR perusahaan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya pengawasan yang melibatkan berbagai pihak agar transparansi dan keberlangsungan sekolah ini tetap terjaga.

“Bangun partisipasi rakyat langsung dalam pengawasan sekolah melalui dewan guru-siswa-orang tua yang demokratis,” imbuhnya.

Zidan menilai bahwa kebijakan pendidikan yang berkelanjutan juga harus didukung dengan perubahan sistemik pada regulasi yang mengatur sektor pendidikan.

“Hapuskan UU yang mengkomersialisasi pendidikan seperti UU BHP versi lama. Tanpa perubahan sistemik, Sekolah Rakyat akan mati oleh anggaran yang dipotong atau dikorupsi oleh elit politik,” pungkasnya.

Dengan berbagai tantangan dan potensi yang ada, pelaksanaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi benar-benar mampu menjadi wadah pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. (XRQ)

Reporter: AKil

Sekolah Rakyat, Harapan Baru atau Sekadar Tambal Sulam?

0
Sekolah Rakyat Dimulai Tahun Ini, Kesempatan Pendidikan Gratis bagi Keluarga Miskin. (Foto: Suara Nanggroe)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah tengah bersiap membuka Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan berkonsep boarding school yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 dengan fasilitas sepenuhnya gratis, mencakup biaya pendidikan, tempat tinggal, dan konsumsi.

Dengan konsep asrama dan kurikulum yang dirancang agar relevan dengan kebutuhan zaman, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Harapannya, lulusan sekolah ini dapat bersaing di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun, gagasan ini menuai beragam tanggapan. Nukilan.id berbincang dengan Zidan Faizi, seorang aktivis sosialisme, yang mengapresiasi langkah pemerintah, tetapi juga mengkritisinya dari sudut pandang yang lebih luas.

“Sekolah Rakyat patut diapresiasi sebagai upaya mengurangi ketimpangan akses pendidikan,” kata Zidan kepada Nukilan.id pada Senin (31/3/2025).

Meski demikian, ia menilai program ini belum menyentuh akar permasalahan utama, yaitu ketimpangan struktural yang dihasilkan oleh sistem ekonomi saat ini.

“Pendidikan gratis dan asrama hanya mengatasi gejala, bukan penyebab,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa kemiskinan tidak berdiri sendiri, melainkan diproduksi oleh sistem ekonomi yang, menurutnya, mengeksploitasi kelas pekerja dan meminggirkan mereka dari ruang-ruang demokrasi.

“Selama kemiskinan diproduksi oleh formasi ekonomi yang mengeksploitasi pekerja, merampas tanah rakyat secara ugal-ugalan, dan meminggirkan kelas pekerja dalam demokrasi langsung di ruang kerja, program seperti ini hanya akan menjadi ‘tambal sulam’,” tegasnya.

Menurut Zidan, perbaikan sistem pendidikan harus dibarengi dengan reformasi yang lebih mendasar dalam pengelolaan sumber daya ekonomi. Tanpa itu, katanya, pendidikan gratis hanya akan menjadi alat untuk mempertahankan status quo.

“Pendidikan harus dibarengi dengan penghapusan hak kepemilikan privat atas sumber daya ekonomi (seperti tanah, industri, dan pendidikan) yang dikontrol segelintir elit,” paparnya.

Jika tidak ada perubahan dalam struktur kepemilikan ekonomi, ia khawatir Sekolah Rakyat hanya akan menjadi mekanisme baru untuk mencetak tenaga kerja murah.

“Tanpa itu, Sekolah Rakyat hanya akan menjadi ‘pabrik yang memproduksi pekerja murah’ yang akan selalu melanggengkan status quo,” pungkasnya.

Meski menuai kritik, program Sekolah Rakyat tetap menjadi langkah konkret pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: apakah ini solusi jangka panjang atau sekadar tambal sulam dari permasalahan yang lebih besar? (XRQ)

Reporter: AKil

Dua Pengendara Sepeda Motor Tewas dalam Kecelakaan di Bireuen

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Pante Pisang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden yang melibatkan dua sepeda motor dan satu mobil sedan ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut sempat menyebabkan kemacetan di jalan nasional tersebut.

Korban meninggal dunia adalah Imam Rizki (17), warga Desa Croh Kumbang, Kecamatan Kuta Blang, dan Nofrizal (35), warga Desa Ujong Blang Mesjid, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen. Sementara itu, dua korban luka ringan adalah Saputra Mulia (18), yang merupakan penumpang sepeda motor Imam Rizki, serta Fitratul Miranda (29), yang berboncengan dengan Nofrizal.

Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula ketika Imam Rizki yang berboncengan dengan Saputra Mulia melaju dari arah timur menuju Kota Bireuen. Saat berusaha mendahului sebuah sedan di depannya, sepeda motor yang dikendarainya melebar ke kanan jalan dan bertabrakan dengan sepeda motor Nofrizal yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras tersebut membuat kedua sepeda motor terpental dan menabrak sedan yang ada di jalur tersebut.

“Setelah kedua sepeda motor tersebut bertabrakan, kedua kendaraan itu kembali bertabrakan dengan sedan. Tabrakan menyebabkan pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh ke aspal jalan,” ujar Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

Saat kejadian, kondisi jalan dalam keadaan gelap karena malam hari. Jalan yang lurus dengan satu jalur dua arah itu memiliki permukaan kering, sementara arus lalu lintas sedang dan tidak terlalu ramai.

Pihak kepolisian setempat telah menangani kejadian ini dan mengamankan ketiga kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Saat ini, kondisi lalu lintas di lokasi kejadian sudah kembali normal.

“Kecelakaan lalu lintas tersebut ditangani polantas setempat. Ketiga kendaraan bermotor terlibat kecelakaan sudah diamankan sebagai barang bukti. Kondisi arus lalu lintas usai kejadian aman dan lancar,” kata M Iqbal Alqudusy.

Kepolisian mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama pada malam hari, serta mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kejadian serupa.

Editor: Akil