Beranda blog Halaman 475

Wamendagri: Libur Sudah Cukup, Waktunya Gaspol Bekerja!

0
bima arya
Wamendagri, Bima Arya. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | JAKARTA – Libur panjang Lebaran 2025 telah usai. Pemerintah kini menegaskan agar aparatur sipil negara (ASN) kembali fokus menjalankan tugas negara. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengingatkan seluruh ASN untuk tidak memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) sebagai celah memperpanjang waktu libur.

“Libur sudah cukup, waktunya kembali gaspol bekerja. WFA di tanggal 8 bukan berarti tambahan liburan. Itu pengaturan teknis menyesuaikan lokasi bekerja saja,” ujar Bima Arya saat dikutip dari Kompas.com, Minggu (6/4/2025).

Bima menjelaskan bahwa meski WFA diberlakukan pada 8 April 2025, ASN tetap diminta disiplin dan menjalankan tugas seperti biasa. Terlebih, di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akan ada agenda halal bihalal yang menjadi tradisi penting usai cuti Lebaran.

“Di lingkungan Kemendagri tanggal 8 tetap agenda halal bihalal,” jelas Bima Arya.

Mantan Wali Kota Bogor ini juga menekankan pentingnya kehadiran dan kedisiplinan ASN pada hari pertama kerja. Ia menilai, halal bihalal bukan sekadar seremoni, melainkan ajang silaturahmi yang sekaligus memastikan kesiapan pegawai dalam melanjutkan pelayanan publik.

“Wah enggak bisa santai-santai. Itu hari pertama kerja, tradisinya adalah halalbihalal, semuanya. Nah, itu harus on time,” ujar Bima Arya saat menghadiri acara open house Ketua MPR Ahmad Muzani di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh instansi pemerintahan, baik kementerian maupun pemerintah daerah, diminta menyelenggarakan halal bihalal pada 8 April 2025 sebagai bentuk kesiapan kembali bekerja pasca libur.

“Tanggal 8 itu seluruhnya kepala daerah, kantor-kantor kementerian, hari pertama itu halal bihalal. Jadi jangan telatlah,” tegasnya.

Pemerintah berharap para ASN menunjukkan komitmen dan semangat baru setelah menikmati waktu bersama keluarga. Kini, saatnya kembali gaspol melayani masyarakat.

Editor: Akil

Hampir Dua Tahun Kosong, Posisi Dubes RI untuk AS Masih Belum Terisi

0
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | JAKARTA – Kekosongan jabatan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat di Washington DC telah berlangsung hampir dua tahun sejak ditinggalkan Rosan Roeslani pada 17 Juli 2023. Hingga kini, belum ada sosok baru yang ditunjuk untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Rosan yang sebelumnya menjabat sebagai Dubes RI untuk AS, mengakhiri masa tugasnya setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kini, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai menjabat pada 20 Oktober 2024, jabatan tersebut juga belum diisi.

Padahal, hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat merupakan salah satu pilar penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia, terutama di bidang perdagangan dan investasi.

Menurut Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, kekosongan ini berdampak serius terhadap kehadiran Indonesia di panggung diplomasi internasional.

“Jadi ada kekosongan representatif (Indonesia) di US. Ini yang juga menurut saya sesuatu yang melihat bahwa US itu bukan mitra dagang potensial atau strategis kita. Pemerintah abai dalam hal ini menurut saya,” ujar Andry, Jumat (4/4/2025).

Andry menyoroti potensi kerugian ekonomi karena tidak adanya representasi langsung Indonesia di Negeri Paman Sam. Apalagi, Amerika Serikat merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama bagi produk-produk unggulan Indonesia, seperti perlengkapan elektrik, pakaian, aksesori rajutan, dan alas kaki.

“Kita tahu banyak produk yang akan sulit masuk ke pasar US dan produk-produk di antaranya produk industri padat karya,” ujarnya.

Ketiadaan Dubes juga mencuat kembali setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kebijakan baru terkait kenaikan tarif impor. Dalam situasi seperti ini, peran seorang Duta Besar sangat vital untuk menjembatani kepentingan Indonesia, khususnya dalam menjaga akses pasar ekspor yang selama ini menyumbang surplus perdagangan signifikan.

Sebagai catatan, Rosan Roeslani menjadi Dubes RI untuk AS terakhir sebelum akhirnya mengemban tugas baru di Kabinet Indonesia Maju. Di era pemerintahan Prabowo, Rosan kini menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sementara itu, Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam penempatan diplomatnya di Washington DC. Sejak era Presiden Soekarno hingga Jokowi, tercatat 21 nama pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk AS. Mereka antara lain Ali Sastroamidjojo, Soedjatmoko, Dino Patti Djalal, hingga Muhammad Lutfi.

Namun kini, daftar tersebut belum bertambah karena kursi Dubes di Negeri Paman Sam masih kosong. Pemerintah pun dinilai perlu segera mengambil langkah konkret untuk menunjuk sosok representatif yang mampu menjawab tantangan diplomasi dan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Editor: Akil

Prabowo Bertolak ke Malaysia Malam Ini, Silaturahmi Lebaran dengan PM Anwar Ibrahim

0
Prabowo Bertolak ke Malaysia Malam Ini, Silaturahmi Lebaran dengan PM Anwar Ibrahim. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan singkat ke Malaysia pada Minggu (6/4/2025) malam ini. Agenda utama kunjungan tersebut adalah bersilaturahmi dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam suasana Idul Fitri.

Kepastian kunjungan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo akan langsung kembali ke Jakarta setelah pertemuan dengan Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur.

“Nanti malam akan bertemu PM Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur dan akan langsung kembali ke Jakarta malam ini juga,” ujar Teddy dikutip dari Kompas.com.

Pertemuan ini disebut sebagai bentuk penghormatan Prabowo kepada sosok Anwar Ibrahim yang dikenal sebagai pemimpin senior di kawasan Asia Tenggara.

“Ya silaturahmi, masih dalam suasana Idul Fitri,” lanjut Teddy.

Ia menambahkan, kedekatan personal antara Prabowo dan Anwar turut menjadi alasan pentingnya pertemuan ini.

“Beliau lebih dulu menjadi perdana menteri, secara usia juga lebih senior, dan beliau adalah sahabat lama Pak Presiden,” kata Teddy.

Kendati demikian, kunjungan ini diperkirakan tak hanya membahas soal Lebaran. Ketika ditanya apakah akan ada pembahasan mengenai kebijakan tarif impor Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, Teddy enggan merinci.

“Tentunya kalau kedua pimpinan negara sudah bertemu, pastinya akan membahas banyak hal ya,” ujarnya.

Sebelumnya, isu tarif impor yang dicanangkan oleh Presiden AS Donald Trump memang menjadi perhatian berbagai negara, termasuk di kawasan ASEAN. Namun belum ada konfirmasi apakah topik tersebut akan masuk dalam agenda pembicaraan kedua pemimpin.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, sekaligus menunjukkan kedekatan personal dua pemimpin di tengah dinamika politik dan ekonomi global yang terus berkembang.

Editor: AKil

5 Destinasi Wisata Paling Diminati di Banda Aceh dan Aceh Besar Saat Libur Lebaran

0
Pemandangan Kota Banda Aceh saat sore hari dilihat dari menara Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Libur panjang Lebaran menjadi momen istimewa bagi masyarakat Aceh, terutama para perantau yang kembali ke kampung halaman. Selain bersilaturahmi dengan keluarga, banyak yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berwisata ke sejumlah destinasi menarik di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kota Banda Aceh yang dikenal sebagai kota tua penuh sejarah, menawarkan berbagai pilihan wisata mulai dari destinasi religi, edukasi, hingga panorama alam yang memukau. Berikut Nukilan.id suguhkan lima lokasi wisata yang menjadi favorit warga dan pemudik saat libur Lebaran:

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman tak hanya menjadi ikon Aceh, tetapi juga magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh. Ada istilah, belum sah ke Aceh jika belum berfoto di depan Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid bergaya arsitektur Mughal ini telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang Aceh, mulai dari masa kesultanan, masa konflik, hingga bencana tsunami 2004. Renovasi besar-besaran pada 2017 membuat tampilan masjid kini semakin megah, lengkap dengan deretan payung raksasa ala Masjid Nabawi di Madinah.

2. Museum Tsunami

Berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Museum Tsunami Aceh berdiri sebagai monumen pengingat tragedi dahsyat pada 26 Desember 2004. Dirancang oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, museum ini diresmikan pada 23 Februari 2009.

Tak sekadar mengenang bencana, museum ini juga menjadi pusat edukasi kebencanaan dan lokasi evakuasi darurat. Pengunjung yang datang seakan diajak menyusuri lorong waktu, merasakan kembali kepedihan sekaligus kekuatan masyarakat Aceh kala menghadapi musibah. Tiket masuknya cukup terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang.

3. Kapal PLTD Apung

Tak jauh dari Museum Tsunami, berdiri kokoh Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung 1. Kapal milik PLN ini awalnya berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheu sebelum akhirnya terseret tsunami sejauh lima kilometer hingga terdampar di kawasan Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru.

Dengan bobot 2.600 ton dan panjang 63 meter, kapal ini menjadi simbol kedahsyatan gelombang tsunami. Kini, PLTD Apung menjadi monumen sejarah sekaligus lokasi wisata edukatif yang ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh tentang peristiwa 2004.

4. Pantai Lampuuk

Bergeser ke Aceh Besar, sekitar 30 menit dari pusat Kota Banda Aceh, Pantai Lampuuk menyuguhkan keindahan panorama Samudra Hindia. Hamparan pasir putih yang bersih, air laut berwarna biru jernih, serta deburan ombak yang menenangkan menjadikan pantai ini sebagai destinasi favorit warga.

Pantai yang terletak di Kecamatan Lhoknga ini tak pernah sepi pengunjung, terutama saat musim libur. Tak sedikit wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam atau sekadar bersantai di bibir pantai.

5. Pantai Pulau Kapuk

Masih di wilayah Aceh Besar, Pantai Pulau Kapuk menjadi pilihan utama para anak muda. Terletak tak jauh dari Lampuuk, pantai ini menghadirkan perpaduan antara laut dan muara sungai dengan warna air kehijauan yang menawan.

Keunikan Pulau Kapuk terletak pada deretan kafe-kafe kekinian yang berdiri di tepi pantai. Tempat ini kerap viral di media sosial karena menawarkan suasana nongkrong yang santai dan Instagramable. Beberapa kafe populer di antaranya Maha Corner, Holiday, Dreamlife Beach, Lepas Senja, Queen Bay, dan Moon Beach. (XRQ)

Reporter: AKil

Hotel Penuh Saat Libur Lebaran, Wisatawan Tidur di Teras Masjid di Aceh Tengah

0
Hotel Penuh Saat Libur Lebaran, Wisatawan Tidur di Teras Masjid di Aceh Tengah. (Foto: AJNN)

NUKILAN.id | Takengon – Lonjakan wisatawan saat libur Idulfitri 1446 Hijriah membuat seluruh hotel dan penginapan di Aceh Tengah penuh sesak. Akibatnya, belasan wisatawan dari luar daerah terpaksa bermalam di teras Masjid di kawasan Mongal, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Para wisatawan ini berasal dari Kota Langsa dan Binjai, Sumatra Utara. Salah satunya, Zul Fadli, mengatakan ia bersama keluarganya tiba di Takengon pada Jumat pagi, 4 April 2025. Namun, mereka tidak berhasil mendapatkan kamar penginapan karena seluruh hotel telah penuh dipesan sejak jauh hari.

“Kami sudah berusaha mencari penginapan, baik secara langsung maupun melalui aplikasi pemesanan, tapi semuanya sudah penuh. Sepertinya banyak yang sudah memesan sejak lama,” ujar Zul dikutip dari AJNN.

Meski harus tidur di teras masjid, Zul mengaku tidak kecewa. Ia justru tetap menikmati suasana liburan pertamanya di Aceh Tengah.

“Saya kira masih ada kamar tersisa, tapi ternyata semuanya penuh. Meski begitu, kami tetap puas karena pemandangan di sini luar biasa indah. Danaunya sangat memukau,” ungkapnya.

Zul juga memberi saran kepada wisatawan lain yang berencana mengunjungi kawasan dataran tinggi Gayo agar lebih siap menghadapi tingginya antusiasme wisatawan saat musim libur panjang.

“Kami pasti akan kembali ke sini, tapi lain kali akan memesan kamar jauh-jauh hari,” katanya.

Fenomena penuh sesaknya penginapan di Takengon ini bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, Aceh Tengah memang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal karena keindahan alamnya yang memukau, mulai dari Danau Lut Tawar hingga sejuknya udara khas pegunungan.

Pihak pengelola wisata dan pemerintah daerah diharapkan bisa mengantisipasi lonjakan pengunjung di masa mendatang dengan mendorong hadirnya alternatif penginapan baru, termasuk homestay dan rumah singgah warga.

Editor: AKil

Ramai Dikunjungi Wisatawan, Tapak Tuan Tapa Jadi Primadona Libur Lebaran di Aceh Selatan

0
Wisata tapak tuan tapa. (Foto: Mollyrentcar)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Objek wisata Tapak Tuan Tapa di Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dipadati ribuan pengunjung pada Minggu (6/4/2025). Wisata legendaris yang terkenal dengan jejak kaki raksasa ini menjadi destinasi favorit warga untuk menghabiskan libur Lebaran sebelum kembali ke aktivitas kerja.

Sejak pagi, arus kendaraan pribadi terlihat ramai melintas menuju lokasi wisata. Di kawasan Tapak Tuan Tapa, pengunjung tampak antusias berswafoto di sekitar batu besar berbentuk telapak kaki yang diyakini sebagai jejak sang Tuan Tapa, tokoh legenda masyarakat setempat.

Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga. Selain menikmati panorama laut dan legenda Tapak Tuan Tapa, mereka juga menikmati aneka jajanan khas Aceh yang dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

Salah satu pengunjung, Zuraidah, warga Banda Aceh, mengaku sengaja datang bersama keluarganya ke Tapaktuan untuk mengisi libur Lebaran.

“Kami memang sengaja liburan ke Aceh Selatan. Anak-anak penasaran dengan cerita Tuan Tapa yang sering kami ceritakan di rumah. Tempatnya indah, udaranya juga sejuk. Cocok untuk menghilangkan penat sebelum kembali kerja,” ujar Zuraidah saat ditemui Nukialn.id di lokasi.

Ia juga mengapresiasi kebersihan dan penataan kawasan wisata yang menurutnya semakin baik dibanding kunjungannya beberapa tahun lalu.

“Saran saya mungkin hanya soal akses parkir yang perlu diperluas lagi karena kendaraan makin banyak. Tapi selebihnya sudah bagus,” tambahnya. (XRQ)

Reporter: AKil

Libur Lebaran, Dukcapil Aceh Tengah Tetap Buka Layanan Adminduk

0
Libur Lebaran, Dukcapil Aceh Tengah Tetap Buka Layanan Adminduk. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Di tengah suasana libur Idul Fitri 1446 Hijriah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Aceh Tengah tetap membuka pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Layanan ini diberikan selama tiga hari, yakni 28 Maret, 3 dan 4 April 2025.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Dukcapil dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang kerap memanfaatkan momen libur untuk mengurus dokumen kependudukan.

“Kami memahami, kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat, tidak mengenal waktu. Bahkan saat libur Lebaran sekalipun,” kata Kepala Dinas Dukcapil Aceh Tengah, Mustafa Kamal, saat dikonfirmasi, Jumat (4/4/2025).

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah warga mendatangi kantor Dukcapil untuk mengurus berbagai dokumen seperti perekaman dan pencetakan KTP elektronik (KTP-el), perubahan data pada Kartu Keluarga (KK), hingga pembuatan Akta Kelahiran dan Akta Kematian.

Mustafa menyebut, layanan perekaman KTP menjadi salah satu yang paling banyak dimanfaatkan.

“Terutama perekaman KTP, karena banyak warga yang selama ini sekolah atau bekerja di luar daerah. Ketika momen libur lebaran, mereka menyempatkan diri, untuk membuat KTP,” ujarnya.

Kehadiran masyarakat yang cukup tinggi dalam memanfaatkan layanan ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ketua Tim Tata Kelola TIK Direktorat PIAK Ditjen Dukcapil Kemendagri, Paturi SE, turut hadir meninjau langsung jalannya pelayanan.

Dalam kunjungan tersebut, Paturi juga memberikan sosialisasi mengenai Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat serta Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) kepada para petugas Dukcapil di Aceh Tengah.

Dengan pelayanan yang tetap berjalan di tengah libur Lebaran, Dukcapil Aceh Tengah menunjukkan dedikasinya untuk memberikan layanan publik yang prima tanpa terhalang oleh waktu dan situasi.

Editor: Akil

Pemandian Putri Naga, Pesona Air Pegunungan yang Menyegarkan di Tapaktuan

0
Pemandian Panjupian, Pesona Alam Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan — Aceh Selatan kembali menghadirkan destinasi wisata alam yang memikat hati. Di tengah rindangnya pepohonan dan sejuknya udara pegunungan, berdiri sebuah objek wisata yang mulai mencuri perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah: Pemandian Panjupian, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Pemandian Putri Naga.

Terletak di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, pemandian ini hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Tapaktuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan. Lokasinya yang mudah dijangkau dan akses jalan yang memadai membuat tempat ini kerap menjadi pilihan favorit untuk berlibur, terutama saat akhir pekan dan musim liburan tiba.

Begitu tiba, pengunjung akan langsung disambut oleh hawa sejuk khas pegunungan serta kolam berair jernih berwarna kebiruan yang menggoda untuk segera diceburi. Airnya yang berasal langsung dari mata air pegunungan menjadi daya tarik utama, menghadirkan sensasi segar yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tak heran jika kawasan ini kerap dipadati ratusan hingga ribuan pengunjung. Kolam pemandian dengan kedalaman sekitar 1,5 meter itu cukup aman untuk berenang, meski pengawasan tetap diperlukan bagi anak-anak. Selain itu, sejumlah fasilitas seperti warung makan dan penjual minuman juga tersedia dan dikelola oleh warga setempat.

Madil, seorang mahasiswa yang tengah berlibur di Pemandian Putri Naga bersama teman-temannya, mengungkapkan kekagumannya terhadap tempat ini.

“Pemandian ini sangat menarik untuk dikunjungi. Keren, jadi jangan sungkan-sungkan hadir ke tempat ini,” ujar Madil kepada Nukilan.id, Minggu (6/4/2025).

Ia menambahkan bahwa tiket masuk yang hanya Rp 5.000 per orang sangat terjangkau, apalagi dengan pengalaman menyegarkan yang ditawarkan tempat ini. Menurutnya, pemandian ini sangat cocok untuk liburan keluarga maupun bersama teman-teman.

Sementara itu, Deby, warga Tapaktuan, menilai meski secara bentuk tempat ini tak jauh berbeda dengan kolam biasa, keistimewaan utamanya terletak pada kejernihan dan kesegaran airnya.

“Namanya saja Pemandian Putri Naga, tempatnya seperti kolam pada umumnya,” kata Deby.

Namun begitu, ia berharap pemerintah daerah dapat terus memperhatikan potensi wisata alam seperti ini.

“Semoga kedepannya destinasi ini semakin berkembang dan terus terjaga kelestariannya. Harapan kita juga, semoga pemerintah lebih memerhatikan lagi destinasi-destinasi wisata alam yang ada di Aceh Selatan ini untuk memikat daya tarik pengunjung,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Bagus Ferdinan, warga Trumon, yang rela menempuh perjalanan lebih dari satu jam demi bisa menikmati suasana Pemandian Putri Naga.

“Untuk airnya asri, murni air pegunungan dan dingin,” ujar Bagus.

Dengan panorama alam yang memukau dan suasana yang tenang, Pemandian Panjupian menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Jadi, jika Anda sedang berada di Aceh Selatan atau merencanakan liburan ke daerah ini, sempatkanlah singgah dan rasakan sendiri kesegaran dari legenda Putri Naga. (XRQ)

Reporter: AKil

Momen Lebaran, Bupati Aceh Selatan Silaturahmi ke Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

0
Momen Lebaran, Bupati Aceh Selatan Silaturahmi ke Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk bersilaturahmi langsung dengan Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhullah Dekfad, Jumat (4/4/2025). Pertemuan berlangsung hangat di Pendopo Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Tak sekadar temu sapa, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Mirwan untuk membahas berbagai agenda strategis demi kemajuan Aceh Selatan. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan visi besar yang tengah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Aceh Selatan 2025–2030.

“Alhamdulillah, Pemerintah Aceh Selatan sudah mulai membahas draft rencana pembangunan jangka menengah kabupaten (RPJMK) Aceh Selatan 2025-2030. Mulai dari visi, misi hingga program strategis pembangunan Aceh Selatan juga akan disinergikan dengan visi misi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat sehingga dapat mewujudkan pembangunan yang terintegrasi demi menuju Aceh Selatan yang maju dan produktif,” ujar Mirwan.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi, terlebih di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit.

“Dengan kondisi keuangan Aceh Selatan yang saat ini defisit dan sedang dilakukan efesiensi anggaran, kita berharap selain dari APBN juga dapat dibantu melalui APBA oleh Pemerintah Aceh sebagai bentuk kerjasama antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi dalam mewujudkan berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan,” tambahnya.

Selain membahas rencana pembangunan, Bupati juga melaporkan kondisi banjir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah, seperti Trumon Raya, Kluet Tengah, dan Kluet Timur.

“Kita sudah menyampaikan kondisi di lapangan terkait Banjir musiman yang terjadi di Trumon Raya berdasarkan kondisi yang kita lihat langsung ketika turun ke lapangan pada bulan ramadhan lalu. Kita juga sudah menceritakan tentang kondisi banjir yang saat ini melanda Kluet Timur dan Kluet Tengah, dimana Wakil Bupati juga sudah bergerak langsung ke lokasi. Mudah-mudahan, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur juga akan memberikan perhatian terkait persoalan tersebut,” katanya.

Bupati Mirwan juga mengapresiasi sambutan hangat dari Gubernur dan Wakil Gubernur, serta respon positif yang diberikan terhadap rencana pembangunan yang disampaikan.

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur maupun Bapak Wakil Gubernur memberikan respon positif terhadap berbagai rencana pembangunan yang telah kita sampaikan. Kita berharap ke depan Aceh Selatan dapat terus diperhatikan oleh Pemerintah Aceh melalui berbagai kebijakan dan program yang bermanfaat untuk masyarakat,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam pembayaran Tunjangan Kinerja (TC) dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, yang dibayarkan tepat waktu sebelum lebaran.

Bahkan, apresiasi juga disampaikan atas keberhasilan Pemkab Aceh Selatan dalam menuntaskan sebagian utang, termasuk tunggakan rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) ke PLN dan sebagian utang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Yulidin Away (RSUDYA).

“Alhamdulillah, Bapak Gubernur Aceh mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah kita lakukan. Dan insya Allah, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin demi mewujudkan Aceh Selatan yang maju dan produktif,” pungkas Mirwan. (XRQ)

Editor: AKil

Libur Idulfitri, Belasan Ribu Wisatawan Serbu Sabang

0
Libur Idul Fitri, Belasan Ribu Wisatawan Serbu Sabang. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pulau Sabang kembali menjadi destinasi favorit wisatawan saat libur Idulfitri 1446 Hijriah. Selama periode 28 Maret hingga 3 April 2025, sebanyak 12.847 wisatawan tercatat menyeberang dari Banda Aceh menuju Sabang melalui Pelabuhan Ulee Lheue.

“Didominasi dari wisatawan dari luar Aceh. Diperkirakan hari ini juga masih ramai yang berdatangan,” kata Kepala Pelabuhan Ulee Lheue, Muhammad Ridwan Siregar, di Banda Aceh, Sabtu (5/4/2025).

Ridwan menyebutkan puncak kunjungan terjadi sejak H2 Lebaran atau 1 April 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 2.333 orang. Angka ini terus meningkat hingga H+2 Lebaran.

“Pada H+1 jumlah wisatawan yang berangkat tercatat sebanyak 2.811 orang, lalu pada H+2 bertambah menjadi 2.970 orang,” ujarnya.

Lonjakan ini turut tercermin dari data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang mencatat pergerakan penumpang dari Banda Aceh ke Sabang pada 31 Maret hingga 2 April mencapai 8.951 orang, sedangkan sebaliknya dari Sabang ke Banda Aceh sebanyak 4.740 orang. Para penumpang terdiri atas pejalan kaki dan pengguna berbagai jenis kendaraan yang menumpang kapal roro BRR.

Guna mengantisipasi penumpukan penumpang, pihak pelabuhan telah menyiapkan empat kapal cepat (express) dan tiga kapal roro. Seluruh armada diberi tambahan lima hingga enam trip per hari.

“Jika terjadi lonjakan penumpang, penambahan trip kapal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Ridwan.

Hal senada disampaikan Kepala Koordinator Aceh/Sabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Gusti Imam Munandar. Menurut dia, selama libur Lebaran terjadi lonjakan signifikan penumpang kapal cepat dari Banda Aceh ke Sabang.

“Per hari kurang lebih ada 1.300 penumpang, melonjak dari normalnya hanya 400 penumpang per hari,” katanya.

Sebagian besar wisatawan diketahui berasal dari luar Aceh, terutama dari Kota Medan dan sekitarnya.

“Kebanyakan penumpang berasal dari Medan,” ujar Gusti.

Dengan lonjakan penumpang tersebut, pihaknya juga telah menambah jumlah trip keberangkatan kapal cepat menjadi enam trip per hari hingga 6 April 2025.

“Untuk kemarin dan hari ini total 6 trip. Penambahan trip Insyaallah sampai tanggal 6 April,” tambahnya.

Sabang memang menjadi destinasi unggulan wisata Aceh karena menyajikan keindahan bahari, panorama alam tropis, hingga kekayaan budaya lokal yang memesona. Pemerintah Aceh pun terus mendorong sektor pariwisata dengan menargetkan kunjungan 10 juta wisatawan pada tahun-tahun mendatang.

Editor: AKil