Beranda blog Halaman 473

Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Piala Dunia, Skuad Senior Beri Ucapan Selamat

0

NUKILAN.id | Jakarta — Keberhasilan Timnas Indonesia U-17 melaju ke Piala Dunia U-17 2025 disambut hangat oleh para pemain tim nasional senior. Dukungan dan apresiasi pun mengalir dari rekan-rekan satu bangsa yang kini memperkuat skuad Garuda di level atas.

Salah satu bentuk dukungan datang langsung dari bek tengah Timnas Indonesia senior, Rizky Ridho. Ia menjadi satu-satunya pemain yang menyaksikan langsung perjuangan para junior saat berlaga di Piala Asia U-17 2025.

Tak hanya menonton, Ridho juga menyempatkan diri memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para pemain serta pelatih yang berhasil mengantarkan Indonesia meraih tiket ke ajang sepak bola bergengsi di level usia muda tersebut.

Sementara itu, sejumlah pemain senior lainnya menunjukkan rasa bangga melalui unggahan di media sosial. Nama-nama seperti Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Marselino Ferdinan, Kevin Diks, Maarten Paes, Ivar Jenner, Thom Haye, Ricky Kambuaya, hingga Pratama Arhan turut memberikan apresiasi lewat Instagram.

Maarten Paes, penjaga gawang Timnas yang bermain di Belanda, menyematkan harapan besar untuk generasi muda Indonesia. “Masa depan terlihat cerah,” tulisnya singkat namun penuh makna.

Pujian khusus juga datang dari Kevin Diks, yang mengapresiasi performa cemerlang Evandra Florasta. Pemain FC Copenhagen itu menandai akun Instagram Evandra sembari menyematkan emoji tepuk tangan, mengingat penyerang muda tersebut mencetak dua gol ke gawang Yaman.

Indonesia U-17 masih menyisakan satu pertandingan fase grup, yakni menghadapi Afghanistan pada Kamis (10/4). Setelah itu, Fadly Alberto Henga dan rekan-rekannya akan bersiap menjalani laga perempat final kontra wakil dari Grup D pada Senin (14/4).

Di sisi lain, perjuangan Timnas Indonesia senior menuju Piala Dunia juga belum usai. Mereka dijadwalkan menjamu China pada Kamis (5/6), sebelum bertandang ke markas Jepang pada Selasa (10/6) dalam lanjutan kualifikasi.

Keberhasilan Timnas U-17 ini menjadi angin segar dan harapan baru bagi masa depan sepak bola Tanah Air.

BMKG Imbau Warga Pesisir Aceh Waspada Banjir Rob dan Gelombang Tinggi

0
Ilustrasi banjir rob (Foto: Uci Setiawan/anteroaceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat pesisir Aceh terkait potensi banjir rob dan gelombang tinggi yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Nabila, prakirawan BMKG Aceh, dalam wawancara bersama RRI pada Senin (7/4/2025) malam. Ia menyebut, wilayah pesisir barat Aceh menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak.

“Wilayah Barat Aceh meliputi, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil agar meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir rob, terlebih untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” ungkap Nabila.

Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di kawasan pelabuhan, pesisir, serta pemukiman yang berada dekat laut. Kondisi ini diperkirakan akan diperparah dengan curah hujan tinggi yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh dalam tiga hari mendatang.

BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Aceh, seperti Perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan selatan Simeulue, perairan Sabang-Banda Aceh, hingga perairan Barat Daya Simeulue.

“Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan selatan Simeulu, Perairan Sabang-Banda Aceh dan perairan Barat Daya Simeulu,” tambah Nabila.

Dengan kondisi cuaca maritim yang kurang bersahabat ini, BMKG meminta masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG.

Masyarakat juga diimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan banjir rob, terutama di kawasan pesisir yang selama ini kerap terdampak saat pasang laut tinggi dan cuaca ekstrem.

Pemecatan Tiga Kader Potensial, Pengamat: Partai Aceh Sedang Menimbun Bom Waktu

0
akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh memecat tiga kader potensial menuai sorotan tajam dari kalangan akademisi. Pengamat politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Teuku Kemal Pasha menilai kebijakan itu ibarat menimbun bom waktu yang berpotensi memicu konflik internal lebih besar di tubuh partai lokal tersukses di Aceh tersebut.

“Kebijakan pemecatan terhadap tiga kader potensial yakni Cek Mad, Ermiadi Abdul Rahman dan Geuchik Wan itu bisa menjadi bom waktu. Bisa menimbulkan masalah baru bagi partai lokal tersebut,” ujar Teuku Kemal Pasha saat dikutip dari KabarTamiang.com, Senin (7/4/2025).

Menurut Kemal, langkah yang diambil oleh DPP Partai Aceh menunjukkan bahwa roda organisasi tidak dijalankan secara rasional. Ia menilai pimpinan partai terkesan mengabaikan prosedur dan regulasi, serta membuka ruang bagi praktik nepotisme.

“Partai Aceh tidak menjalankan roda partai rasional. Pimpinannya seperti mengabaikan prosedural kepartaian, norma regulasi PAW, dan menghalalkan segala cara untuk menciptakan nepotisme di partai. Sikap ini akan memunculkan sinisme dan bisa berpengaruh pada basis elektoral partai ke depan,” tambahnya.

Ia menilai, pemecatan tiga kader tersebut hanya akan memperkuat persepsi bahwa Partai Aceh bukanlah partai kader yang inklusif, melainkan masih bertumpu pada kharisma pendirinya, Muzakir Manaf.

“Dengan pemecatan tiga kader potensial ini, akhirnya publik akan melihat PA gagal menjadi partai kader, dan hanya bertumpu pada kharismatik Muzakkir Manaf sebagai pendiri dan ketua partai sejak awal. Ia memperlihatkan patrimonialisme dan bukan inklusivisme kepartaian,” tegas Kemal.

Sebelumnya diberitakan, DPP Partai Aceh secara resmi memecat mantan Bupati Aceh Utara dua periode, H. Muhammad Thaib atau yang akrab disapa Cek Mad, sebagai kader. Dua nama lain yang juga ikut diberhentikan adalah Anwar Sanusi dan Ermiadi Abdul Rahman.

Pemecatan ketiga kader ini tertuang dalam Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf, dan Sekretaris Jenderal, Zulfadhli A. Md, tertanggal 5 Maret 2025.

SK pemecatan terhadap Cek Mad tercatat dengan Nomor: 119/KPTS-DPP/B/PA/III/2025, sedangkan SK pemecatan Anwar Sanusi adalah Nomor: 121/KPTS-DPP/B/PA/III/2025.

Pemberhentian ini merupakan tindak lanjut dari pengunduran diri Ismail A. Jali sebagai anggota DPRA terpilih periode 2024–2029. Dalam proses pengganti antarwaktu (PAW), nama Cek Mad sempat diajukan sebagai calon pengganti. Namun, belakangan dicoret karena dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan partai.

“Saudara H. Muhammad Thaib sebagai calon anggota DPRA terpilih periode 2024–2029 tidak bersedia melaksanakan kebijakan strategis partai sehingga digantikan oleh kandidat lain yang lebih siap menjalankan arah perjuangan,” demikian tertulis dalam pertimbangan surat keputusan tersebut.

Arus Balik Lebaran, 12.489 Wisatawan Kembali dari Sabang ke Banda Aceh

0
Libur Idul Fitri, Belasan Ribu Wisatawan Serbu Sabang. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Sebanyak 12.489 wisatawan tercatat kembali dari Sabang ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Ulee Lheu selama arus balik libur panjang Idul Fitri 2025, terhitung sejak 3 hingga 6 April 2025. Lonjakan ini menandai berakhirnya masa libur Lebaran yang dimanfaatkan ribuan orang untuk menikmati keindahan Pulau Weh.

Koordinator Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh, Muhammad Rikhwan Siregar, mengatakan lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak Kamis (3/4/2025). Pada hari itu, tercatat 3.019 orang menyeberang dari Sabang ke Banda Aceh.

“Bahkan jumlah ini terus bertambah dengan catatan Jumat, 4 April 2025 sebanyak 3.147 penumpang, Sabtu, 5 April sejumlah 3.150 penumpang dan Minggu, 6 April tercatat 3.173 penumpang,” ungkap Rikhwan, Senin (7/4/2025).

Meski data untuk Senin belum tersedia secara lengkap, Rikhwan menyebut pergerakan penumpang masih cukup tinggi hingga malam hari. Hari itu, tercatat ada enam trip penyeberangan dari Pelabuhan Ulee Lheu ke Balohan, Sabang, maupun sebaliknya. Armada Bahari Express sendiri melayani tiga trip penyeberangan.

Peningkatan arus balik juga terlihat dari kondisi parkiran di sekitar pelabuhan yang mulai lengang. “Parkiran sudah mulai kosong, tidak seramai sebelumnya walaupun masih ada beberapa kendaraan yang terparkir,” jelasnya.

Kondisi ini, menurut Rikhwan, menandakan bahwa masa libur panjang telah berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal. “Besok sudah mulai hari kerja, jadi memang pergerakan arus balik sudah hampir selesai,” tambahnya.

Mayoritas penumpang kapal Ferry Ro-Ro maupun Bahari Ekspres adalah wisatawan lokal Aceh dan pendatang dari luar daerah seperti Medan, Padang, Riau, hingga Palembang.

“Karena pada dasarnya yang melakukan penyeberangan ke Sabang itu untuk berwisata, kalau pun ada yang pulang kampung itu hanya beberapa,” tutup Rikhwan.

Pulau Sabang memang menjadi destinasi favorit selama libur Lebaran dengan panorama lautnya yang memesona, sehingga tak heran jika arus balik dari sana menjadi sorotan setiap tahunnya.

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Barat Simeulue, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah barat Pulau Simeulue, Aceh, pada Selasa (8/4/2025) pukul 02.48 WIB. Guncangan turut dirasakan di sejumlah wilayah di barat Sumatera, meski tidak menimbulkan potensi tsunami.

Dilansir Nukilan.id dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 2,03° Lintang Utara dan 96,71° Bujur Timur atau sekitar 62 kilometer tenggara Sinabang, pada kedalaman 30 kilometer.

“Gempa terjadi di koordinat 2,03° Lintang Utara dan 96,71° Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 62 kilometer tenggara Sinabang, pada kedalaman 30 kilometer,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si.

BMKG memastikan gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan terasa cukup kuat di wilayah Kabupaten Simeulue dengan intensitas III–IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan menyebabkan benda ringan bergoyang. Sementara di Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Kabupaten Singkil, dan Nias Utara, guncangan tercatat pada intensitas III MMI.

Wilayah lain seperti Kabupaten Karo dan Aceh Barat Daya juga turut merasakan getaran dengan intensitas II–III MMI.

“Hingga pukul 03.15 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan,” tambah Daryono.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi. (XRQ)

Reporter: AKil

Tarif Trump Picu Ancaman Deglobalisasi, Indonesia Harus Waspada

0
Pakar DPP Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof. Dr. Didin S. Damanhuri. (Foto: RakyatmerdekaNews.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Dewan Pakar DPP Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sinyal ancaman serius terhadap arah perekonomian global, termasuk Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memicu perang dagang dan deglobalisasi yang mengancam stabilitas ekonomi negara-negara berkembang.

“Dunia sedang menghadapi situasi krusial pasca-tarif Trump. Globalisasi yang sebelumnya dianggap sebagai berkah, kini bisa menjadi bencana bagi negara-negara berkembang,” ujar Prof. Didin dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (7/4/2025).

Guru Besar Ekonomi Politik IPB dan Universitas Paramadina itu menjelaskan bahwa sejak keruntuhan komunisme dan berakhirnya Perang Dingin pada awal 1980-an, dunia memasuki era dominasi Amerika Serikat yang disebutnya sebagai Pax-Americana. Hal ini melahirkan sistem ekonomi neoliberal yang dilembagakan melalui berbagai perjanjian internasional, termasuk dalam kerangka World Trade Organization (WTO).

Menurut Prof. Didin, WTO selama ini telah menjadi instrumen utama dalam menyebarkan prinsip neoliberalisme, yang pada praktiknya mengabaikan keragaman kemampuan antarnegara. Semua negara, kata dia, diwajibkan menghapus berbagai bentuk proteksi perdagangan dan bersaing dalam pasar bebas dengan syarat yang tidak selalu adil.

“Tidak semua negara memiliki kesiapan dan kapasitas yang setara. Persaingan bebas tanpa perlindungan justru menciptakan ketimpangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena decoupling atau keterputusan antara sektor finansial dan sektor riil sejak 1980-an, yang menciptakan apa yang disebutnya sebagai bubble economy—ekonomi semu yang besar secara moneter tetapi lemah secara produksi barang dan jasa.

“Arus uang di pasar modal dan valas jauh melampaui arus barang dan jasa. Sebelum krisis Asia saja, perputaran dana harian mencapai 2-3 triliun dolar AS, sedangkan perdagangan barang tahunan hanya 7 triliun dolar AS,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini, lanjut Prof. Didin, fungsi uang bergeser dari alat tukar menjadi komoditas yang diperjualbelikan demi keuntungan spekulatif. Hal itu memperparah ketimpangan dan ketidakstabilan ekonomi global.

Terkait dengan utang luar negeri, Prof. Didin mengingatkan agar Indonesia berhati-hati. Menurutnya, meskipun utang sempat dipandang sebagai alat pembangunan, krisis Asia 1997 membuktikan bahwa manajemen utang yang buruk dan spekulasi finansial bisa menghancurkan ekonomi nasional.

“Sejak krisis Asia dan dominasi aktor-aktor seperti Soros, persepsi terhadap utang berubah. Kini banyak yang melihatnya sebagai bentuk baru kolonialisme, terutama utang jangka pendek dan investasi portofolio,” jelasnya.

Meski begitu, ia menilai investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) masih memiliki nilai positif karena berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, alih teknologi, dan penguatan manajerial tanpa campur tangan berlebihan terhadap urusan domestik.

Ia mencontohkan Iran yang sejak revolusi pasca-Syah memilih tidak memiliki utang pemerintah sama sekali dan hanya mengandalkan FDI.

“Indonesia harus waspada, apalagi kini dunia tengah berada di persimpangan jalan. Jika tren deglobalisasi benar terjadi, negara-negara berkembang bisa semakin terpinggirkan jika tak cepat melakukan penyesuaian kebijakan,” tegasnya.

Prof. Didin menambahkan, Indonesia perlu merumuskan strategi jangka panjang yang mempertimbangkan dinamika global dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Suhaida M Yacob Pimpin DPD PPA Kota Langsa, Perempuan Kembali Ambil Peran Strategis

0
Suhaida M Yacob Pimpin DPD PPA Kota Langsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.idLangsa – Kiprah perempuan dalam dunia politik kembali mendapat panggung penting. Tokoh perempuan asal Kota Langsa, Suhaida M Yacob atau yang akrab disapa Ida Acoi, resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perjuangan Aceh (PPA) Kota Langsa.

Penunjukan tersebut dilakukan secara langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPA pada Sabtu (5/4/2025), bertepatan dengan momen Halal Bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah yang digelar di kediaman Ketua Dewan Pembina PPA, Dedi Zefrizal ST, di Banda Aceh.

Momentum itu juga dihadiri oleh Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati SE MKes, serta sejumlah pengurus pusat lainnya. Penetapan Suhaida disambut penuh antusias oleh para kader dan simpatisan partai.

Dalam sambutannya, Prof Marniati menegaskan bahwa penunjukan Suhaida merupakan bagian dari strategi besar PPA dalam memperkuat struktur kepengurusan di berbagai wilayah di Aceh.

“Empat DPD ini menjadi pondasi awal untuk memperkuat partai dalam menghadapi kontestasi politik Aceh, khususnya menjelang tahun 2029,” tegasnya.

Empat daerah yang dimaksud adalah Banda Aceh, Aceh Timur, Gayo Lues, dan Langsa—yang seluruhnya kini tengah dipersiapkan untuk pembentukan kepengurusan definitif.

Suhaida sendiri menyatakan rasa syukurnya atas amanah tersebut. Dengan penuh keyakinan, ia menyebut bahwa jabatan ini bukan hanya sekadar posisi, tetapi tanggung jawab moral untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

“Bismillah, saya menerima amanah ini sebagai wujud loyalitas kepada partai. Ini bukan hanya tentang jabatan, tapi juga tanggung jawab moral untuk berbuat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berkomitmen untuk segera menyusun struktur kepengurusan hingga ke tingkat gampong, sebagai langkah awal konsolidasi partai di Kota Langsa.

Dikenal aktif dalam sejumlah program pemberdayaan ekonomi, Suhaida selama ini terlibat dalam mendampingi kerja sama ekspor yang diinisiasi PPA bersama investor asing. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menjalankan program-program partai yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan kepada Suhaida juga menjadi bukti bahwa PPA konsisten dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat eksistensi partai di Langsa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak perempuan Aceh untuk mengambil peran strategis dalam panggung politik ke depan.

Editor: AKil

PPA Tunjuk Riski Maulizar Pimpin DPD Aceh Timur

0
PPA Tunjuk Riski Maulizar Pimpin DPD Aceh Timur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Perjuangan Aceh (PPA) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan politik di daerah. Lewat momentum Halal Bihalal yang digelar Sabtu (5/4/2025) di kediaman Ketua Dewan Pembina PPA Dedi Zefrizal ST di Banda Aceh, partai tersebut secara resmi menunjuk Riski Maulizar sebagai Ketua DPD PPA Kabupaten Aceh Timur.

Penyerahan mandat ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal PPA, T Rayuan Sukma, dan turut disaksikan Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati E MKes, bersama jajaran pengurus pusat lainnya.

Penunjukan tokoh muda asal Peureulak ini menjadi bagian dari strategi besar PPA dalam memperluas pengaruh partai menjelang kontestasi politik 2029.

“Pembentukan DPD di empat daerah ini merupakan fondasi awal untuk memperkuat mesin partai dalam menjawab tantangan politik masa depan di Aceh,” ujar Prof Marniati.

Empat wilayah yang menjadi prioritas pembentukan kepengurusan definitif PPA yakni Aceh Timur, Banda Aceh, Langsa, dan Gayo Lues. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen partai dalam membangun basis akar rumput secara inklusif dan berkelanjutan.

Riski Maulizar, yang saat ini juga tengah fokus pada program kerja sama ekspor antara masyarakat Aceh dan investor asing, menyambut penunjukan ini dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

“Penunjukan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya akan segera membentuk struktur kepengurusan hingga ke tingkat desa, demi memastikan partai hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Riski.

PPA menilai, kolaborasi antara kepemimpinan muda dan visi pembangunan ekonomi menjadi kekuatan baru dalam menghadirkan wajah politik yang progresif di Aceh. Penunjukan Riski juga disebut sebagai sinyal bahwa partai siap membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan langkah ini, PPA semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan alternatif yang siap bersaing dalam percaturan politik Aceh lima tahun ke depan.

Editor: Akil

Presiden Prabowo ke Mualem: “Saya Masih Hutang, Saya Harus ke Aceh”

0
Acara Panen Raya Serentak dengan 14 Provinsi, bersama Presiden Prabowo Subiyanto via konferensi video.⁣ (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyapa hangat Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam acara Panen Raya Serentak bersama 14 provinsi melalui konferensi video, Senin (7/4/2025).

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mengunjungi Aceh secara langsung. Ia juga menyelipkan candaan khas saat menyapa Mualem.

“Terima kasih Gubernur, terima kasih Mualem. Jenggot anda tambah lebat saya lihat. Saya masih hutang sama Mualem, saya harus ke Aceh. Saya harus ke semua provinsi. Ini hutang saya. Saya mohon maaf karena belum sampai,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Presiden Prabowo mengakui bahwa mengelola negara sebesar Indonesia bukanlah perkara mudah. Namun ia merasa optimistis karena didukung oleh tim kerja yang solid.

“Ternyata mengurus republik keempat terbesar di dunia ini rumit, tapi saya tetap semangat karena saya dibantu oleh pembantu-pembantu yang hebat. Saya merasa punya tim yang hebat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan nasional. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang selama ini telah menjadi tulang punggung bangsa.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada para petani, saudara semua adalah tulang punggung bangsa dan negara. Orang-orang di kota-kota sana banyak yang tidak tahu bagaimana perjuangan saudara menyediakan bahan pangan,” ujarnya.

“Kesulitan saudara-saudara petani adalah kesulitan kita semua. Karena itu, jika ada masalah atau kendala harus segera disampaikan agar kita cari jalan keluar bersama,” imbuhnya.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung petani hingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih, kepada seluruh pimpinan di semua tingkatan, para menteri terkait, TNI, Polri. Panen raya hari ini adalah bukti kerja keras kalian semua dalam upaya memberi kemudahan kepada para petani. Kerja keras saudara semua layak mendapatkan penghormatan dari rakyat semua,” pungkasnya.

Aceh Incar Status Lumbung Padi Nasional

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melaporkan sejumlah kebutuhan mendesak di sektor pertanian kepada Presiden, terutama terkait peningkatan infrastruktur dan alat produksi.

“Kepada Pak Presiden kami laporkan. Untuk meningkatkan produksi gabah, Aceh membutuhkan saluran irigasi, penambahan pupuk, traktor dan alat potong padi,” kata Mualem.

Ia menyoroti masih banyaknya sawah tadah hujan di Aceh yang belum teraliri irigasi. Salah satunya terjadi di Aceh Utara, di mana 9 kecamatan belum memiliki sistem irigasi yang memadai.

“Pak Presiden, saat ini di Aceh masih ada lahan sawah tadah hujan karena ketiadaan irigasi. Di Aceh Utara saja, setidaknya ada 9 kecamatan yang belum dialiri irigasi,” lanjutnya.

Usai panen raya, Mualem kembali menegaskan komitmennya menjadikan Aceh sebagai lumbung padi nasional. Namun ia menyebut, dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci pencapaian target tersebut.

“Untuk mencapai target Aceh sebagai lumbung padi nasional, maka kita membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Tadi, saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, produksi gabah Aceh mencapai 1,4 juta ton, menempatkan provinsi ujung barat Indonesia ini di posisi ke-8 nasional. Pada 2025, Aceh menargetkan peningkatan produksi hingga 1,6 juta ton.

Panen Raya di Kabupaten Aceh Besar ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain anggota DPR RI asal Aceh T A Khalid, Plt Sekda Aceh M Nasir, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, serta ratusan petani dan undangan lainnya.

Editor: AKil

Masjid di Aceh Timur Buka 24 Jam, Siap Layani Pemudik Arus Balik Lebaran

0
Brigade Masjid BKPRMI Aceh Timur membersihkan Masjid Agung Darussalihin Idi, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Timur mengimbau seluruh pengurus masjid di daerah tersebut untuk membuka rumah ibadah selama 24 jam, guna memberikan pelayanan optimal kepada para pemudik saat arus balik Lebaran 1446 Hijriah.

“Kami mengimbau seluruh badan kemakmuran masjid, terutama di jalur jalan nasional, membuka memberikan layanan 24 jam kepada pemudik selama berlangsung arus balik,” ujar Sekretaris Umum BKPRMI Aceh Timur, Muhammad Ishak, di Aceh Timur, Senin (7/4/2025).

Ia menegaskan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat istirahat bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman atau kembali ke daerah asal.

Tak hanya membuka akses selama 24 jam, pengurus masjid juga diminta menjaga kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan pemudik.

“Selain itu kami juga mengimbau badan kemakmuran masjid menjaga kebersihan masjid. Kebersihan masjid merupakan kenyamanan bagi pemudik yang menyinggahinya,” kata Muhammad Ishak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap imbauan tersebut, BKPRMI Aceh Timur mengerahkan Brigade Masjid untuk melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Agung Darussalihin, Idi—masjid yang berada tepat di jantung Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Masjid ini menjadi salah satu titik persinggahan utama pemudik karena lokasinya berada di tepi jalan negara yang menghubungkan berbagai kota di Aceh.

“Masjid ini menjadi tempat persinggahan pemudik saat melintasi Kabupaten Aceh Timur. Lokasinya di pinggir jalan negara, maka sudah lazim pemudik yang singgah akan memanfaatkan masjid sebagai tempat shalat maupun beristirahat,” jelasnya.

Program bersih-bersih masjid merupakan agenda rutin Brigade Masjid BKPRMI Aceh Timur, terutama selama masa arus mudik dan balik Idul Fitri. Upaya ini disebut sebagai wujud tanggung jawab moral generasi muda terhadap fasilitas ibadah di kampung halaman mereka.

Menariknya, BKPRMI Aceh Timur kini juga diperkuat dengan dukungan satu unit mobil pemeliharaan masjid dari Yayasan Prabowo Subianto, yang kian memudahkan aksi mereka menjangkau masjid-masjid di wilayah tersebut.

“Kami berharap program bersih-bersih ini memberikan kenyamanan kepada pemudik yang sedang melaksanakan safar atau perjalanan jauh dalam merayakan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah,” pungkas Muhammad Ishak.

Editor: Akil