Beranda blog Halaman 471

Jalan Nasional Amblas di Aceh Tamiang, BPJN Siapkan Perbaikan dengan Box Culvert

0
Jalan Nasional Amblas di Aceh Tamiang. (Foto: KabarTamiang.com)

NUKILAN.id | Kuala Simpang — Jalan nasional lintas Medan–Banda Aceh di Aceh Tamiang kembali amblas. Kali ini, amblas terjadi tepat di depan Islamic Center Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, dan memicu kekhawatiran para pengguna jalan akibat lubang besar yang menganga di lajur kanan.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Peureulak–Aceh Tamiang bergerak cepat menyiapkan perbaikan menyeluruh. Box culvert sebagai solusi permanen telah tiba di lokasi dan akan segera dipasang menggantikan struktur lama yang kerap gagal menahan tekanan air dan tanah.

“Jalan nasional itu sudah bolak-balik diperbaiki tapi tetap amblas. Makanya akan diperbaiki menggunakan box culvert dan box culvert sudah berada di lokasi jalan yang amblas,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang, Mix Donal, dikutip dari KabarTamiang.com, Rabu (9/4/2025).

Sebelumnya, jalan tersebut telah mengalami kerusakan berulang. Amblas pertama tercatat pada 22 Januari lalu dan langsung ditangani pihak BPJN. Namun, hanya sehari berselang, pada 23 Januari, jalan kembali amblas di titik yang sama.

Perbaikan pun dilakukan kembali, dan pada awal Februari 2025 jalan tersebut sempat dinyatakan aman. Sayangnya, kondisi itu tidak bertahan lama. Pada Jumat (4/4/2025), lubang selebar dua meter kembali muncul dan bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Mix Donal menduga rusaknya struktur jalan disebabkan oleh aktivitas alam di bawah permukaan. “Di bawah itu ada gorong-gorong, kemungkinan karena hujan lebat kemarin,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa tingginya intensitas curah hujan membuat arus sungai meningkat, yang berpotensi menyebabkan erosi tanah di bawah lapisan aspal. Dugaan sementara, tanah di sekitar gorong-gorong tidak lagi mampu menopang beban kendaraan yang melintas, sehingga jalan kembali ambles.

Perbaikan kali ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, mengingat pentingnya ruas jalan ini sebagai penghubung utama antara Aceh dan Sumatera Utara. BPJN pun akan membongkar seluruh bagian jalan yang terdampak sebelum memasang box culvert baru untuk memperkuat struktur bawah tanah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat, terutama para pengguna jalan yang berharap tak lagi harus menghadapi jalan berlubang di jalur vital tersebut.

Editor: Akil

Usai Pertemuan Prabowo-Megawati, Elite Politik Soroti Persatuan Nasional

0
Pertemuan Prabowo-Megawati. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta — Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menjadi sorotan berbagai pihak. Dalam suasana Idul Fitri, silaturahmi politik ini dinilai sebagai langkah mempererat persatuan nasional di tengah konstelasi politik pasca-Pilpres 2024.

Presiden Joko Widodo, yang turut menanggapi pertemuan tersebut, menyebut momen Lebaran menjadi waktu yang tepat bagi para tokoh bangsa untuk menjalin komunikasi.

“Saya sampaikan, silaturahmi masih suasana Lebaran, antar-tokoh, antar-pemimpin bangsa sangat baik. Jadi pertemuan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati sangat baik. Untuk kebaikan negara sangat baik,” ujar Jokowi usai bertemu Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Solo, Selasa (8/4/2025).

Pertemuan antara Prabowo dan Megawati sendiri berlangsung di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin malam (7/4/2025). Momen ini menjadi simbol penting di tengah wacana rekonsiliasi nasional.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bersyukur atas sikap terbuka yang ditunjukkan oleh PDI-P terhadap pemerintahannya, meski partai berlambang banteng itu memutuskan tetap berada di luar koalisi.

“Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo yang telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024 bisa efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, jika dianggap perlu, silakan menggunakan PDI-P sebagai instrumen yang juga bisa digunakan untuk memperkuat pemerintahan, tetapi tidak dalam posisi dalam koalisi,” kata Muzani di Gedung DPR RI, Rabu (9/4/2025).

Menurut Muzani, pernyataan Megawati menunjukkan sikap negarawan yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas urusan politik praktis. Ia menyebut, PDI-P tetap menjadi kekuatan politik yang konstruktif dalam menjaga jalannya pemerintahan.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pertemuan tersebut berlangsung hangat dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebut, salah satu topik pembicaraan adalah pengalaman Megawati dalam menghadapi krisis global di masa kepemimpinannya.

Dari sisi Partai Golkar, Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi pertemuan dua tokoh besar tersebut. Ia menilai, pertemuan itu merepresentasikan semangat rekonsiliasi dan persatuan nasional.

“Yang saya tahu kan belum di koalisi. Jadi InsyaAllah doain aja semuanya. Tapi semuanya baik-baik aja kok ya,” ujar Bahlil usai bertemu Jokowi di Solo.

Dari kubu PDI-P, Juru Bicara Mohamad Guntur Romli menegaskan, meskipun partainya berada di luar pemerintahan, komunikasi antara Megawati dan Prabowo akan terus dijaga.

“Beliau (Megawati) merasa tidak punya hambatan untuk terus melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan Presiden Prabowo meski posisi politik PDIP saat ini masih berada di luar pemerintahan,” ujar Guntur Romli dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).

Ia menambahkan, keputusan PDI-P untuk tetap di luar pemerintahan merupakan hasil rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Mei 2024 lalu.

“Tetap menjaga check and balance, menjaga mekanisme kontrol. Itu merupakan rekomendasi Rakernas ke-5 Mei 2024,” tegasnya.

Pertemuan Prabowo-Megawati dinilai sebagai angin segar dalam dinamika politik nasional. Meski berbeda posisi, kedua tokoh besar ini memperlihatkan kedewasaan dalam berpolitik dan komitmen menjaga stabilitas bangsa.

Keren! Bupati Aceh Barat Larang ASN Merokok di Kantor

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, SH. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi melarang aparatur sipil negara (ASN) merokok di dalam ruang kerja dan lingkungan kantor selama jam kerja berlangsung. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas asap rokok.

“Kebijakan ini sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, terhindar dari asap rokok yang membahayakan kesehatan,” ujar Tarmizi dikutip dari ANTARA, Selasa (1/4/2025).

Larangan tersebut merupakan implementasi dari Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang telah lama diberlakukan di daerah tersebut. Namun, penerapannya kini diperketat demi memastikan seluruh ruangan kerja dan area pelayanan publik benar-benar terbebas dari asap rokok.

Tak hanya melarang aktivitas merokok, Pemkab Aceh Barat juga menertibkan seluruh asbak rokok yang selama ini berada di ruangan-ruangan instansi pemerintah.

Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati Tarmizi di Dinas Pendidikan Aceh Barat pada Selasa pagi, ia bahkan turut langsung membersihkan asbak-asbak rokok yang ditemukan di ruang kerja ASN.

“Mari bekerja secara sehat tanpa asap rokok,” imbau Tarmizi.

Menurutnya, ASN yang ingin merokok dipersilakan melakukannya di luar gedung kantor atau di area yang bukan termasuk dalam kawasan tanpa rokok, sesuai ketentuan yang telah diatur dalam Qanun.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat, termasuk pegawai pemerintahan, dari bahaya asap rokok di ruang tertutup dan publik.

Editor: AKil

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan?

0
Ilustrasi puasa. (Foto: MetroTvNews)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Puasa enam hari di bulan Syawal menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah berlalunya bulan Ramadan. Namun, masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya, apakah puasa ini harus dilakukan secara berurutan, atau boleh dilakukan secara terpisah-pisah?

Menjawab hal tersebut, Ustaz Alriadi Fikra menjelaskan bahwa kedua cara pelaksanaan puasa Syawal diperbolehkan.

“Keduanya boleh dilaksanakan, boleh berurutan dan boleh tidak. Asalkan dilakukan selama di bulan Syawal,” ungkapnya kepada Nukilan.id, Rabu (9/4/2025).

Ia menambahkan, sebagian orang mungkin tidak mampu melakukannya secara berurutan karena alasan tertentu, seperti pekerjaan atau kondisi fisik.

“Boleh seseorang itu melakukannya berurutan atau tidak, mungkin disebabkan karena ada alasan maka boleh dia tidak berurutan, sesuai dengan kemampuan dan kesibukan,” tambahnya.

Meski demikian, Ustaz Fikra menganjurkan agar puasa tersebut dilakukan secara berurutan, demi kemudahan dan menghindari kelalaian.

“Akan tetapi dianjurkan secara berurutan, agar lebih memudahkan seseorang untuk tidak lupa. Karena kebanyakan orang akibat sering menunda-nunda maka ia lupa dan tidak sempat lagi melakukan puasa Syawal,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan umat Muslim untuk tidak melewatkan kesempatan meraih pahala besar melalui puasa Syawal, karena keutamaannya seperti berpuasa sepanjang tahun. (XRQ)

Reporter: AKil

Gubernur Aceh Sambut Menteri Kehutanan dan Komisi IV DPR RI

0
Gubernur Aceh Sambut Menteri Kehutanan dan Komisi IV DPR RI. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf menyambut langsung kedatangan Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni, bersama rombongan Komisi IV DPR RI di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Rabu (9/4/2025) pagi.

Rombongan yang tiba sekitar pukul 10.00 WIB ini dipimpin oleh Ketua Tim, Siti Hediati Soeharto. Kedatangan mereka ke Aceh dalam rangka kunjungan kerja untuk meninjau sejumlah fasilitas strategis di sektor kelautan dan perikanan.

“Selamat datang di Aceh, semoga kedatangan Bapak Menteri dan rombongan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan pembangunan di Aceh, khususnya di sektor kehutanan dan kelautan,” ujar Gubernur yang akrab disapa Mualem saat menyambut rombongan.

Dalam penyambutan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Ketua PKK Aceh, Marlina Muzakir, dan sejumlah pejabat daerah, antara lain Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aliman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh A. Hanan, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.

Tak hanya dari kalangan sipil, penyambutan juga melibatkan unsur keamanan seperti Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda Brigjen Ayi Supriatna dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Aceh Brigjen TNI R. Andi Roediprijatna Wiradikoesoema.

Selama di Aceh, rombongan Komisi IV DPR RI dijadwalkan mengunjungi Pelabuhan Perikanan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Gampong Ie Meulee, Kota Sabang.

Turut serta dalam rombongan anggota Komisi IV lainnya, seperti I Ketut Suwendra, Agus Ambo Djiwa, Dadang M. Naser, Darori Wonodipuro, H. T.A. Khalid, Rajiv, Usman Husin, Rina Sa’adah, H. Slamet, Riyono, dan Bambang Purwanto.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor kelautan dan kehutanan yang menjadi potensi unggulan Aceh.

Editor: AKil

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

0
Puasa Syawal. (Foto: henryfordlivewell)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Bulan Syawal tak hanya menjadi momentum merayakan Idulfitri, tetapi juga kesempatan melipatgandakan pahala melalui amalan puasa sunnah enam hari. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Alriadi Fikra saat ditanyai mengenai keutamaan puasa Syawal, selain sebagai penyempurna ibadah Ramadhan.

Menukil hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ustaz Fikra mengutip sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ”

“Yang artinya ‘Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun’,” kata ustaz Fikra kepada Nukilan.id, Rabu (9/4/2025).

Menurutnya, hadis ini menjadi dasar penting yang menunjukkan betapa besar ganjaran bagi orang yang melanjutkan puasa Ramadhan dengan enam hari puasa di bulan Syawal.

“Ini merupakan salah satu dalil yang menyebutkan keutamaan seseorang melakukan puasa 6 hari di bulan Syawal, jadi ini salah satu bentuk dari kemuliaan di bulan Syawal,” sambungnya.

Ustaz Fikra menambahkan, meskipun bersifat sunnah, puasa ini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena menunjukkan semangat konsistensi dalam beribadah setelah Ramadhan. Selain itu, ia mengingatkan agar umat Islam tidak melewatkan kesempatan ini selama bulan Syawal masih berlangsung. (XRQ)

Reporter: Akil

Selain Puasa, Ini Amalan Sunnah di Bulan Syawal

0
Ilustrasi membaca Al-Quran. (Foto: KonsultasiSyariah.com)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Bulan Syawal tidak hanya dikenal dengan anjuran puasa enam hari setelah Idul Fitri. Ada berbagai amalan sunnah lainnya yang juga dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk kelanjutan dari ibadah di bulan Ramadan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Alriadi Fikra saat ditanyai mengenai amalan-amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Syawal selain puasa.

“Memang di bulan Syawal di mana seseorang sudah merdeka, sudah lepas dari menahan makan dan minum dan segala hal yang membatalkan puasa, maka oleh sebab itu amalan yang bisa dilaksanakan adalah melanjutkan keistiqomahan seperti di bulan Ramadan yang lalu,” ungkap Ustaz Fikra kepada Nukilan.id, Rabu (9/4/2025).

Ia menambahkan, penting bagi umat Muslim untuk menjaga semangat ibadah yang telah terbentuk selama bulan Ramadan agar tidak luntur usai lebaran.

“Dalam artian amalan yang bisa kita amalkan adalah dengan menjaga amalan-amalan yang sudah dilaksanakan di bulan Ramadan,” lanjutnya.

Menurutnya, bentuk amalan yang bisa dilakukan cukup beragam. Tidak hanya terbatas pada puasa enam hari di bulan Syawal, tetapi juga mencakup ibadah lain yang bernilai pahala besar.

“Amalan yang bisa dilaksanakan seperti melaksanakan puasa selama 6 hari di bulan Syawal, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, menjaga salat wajib dan sunnah di masjid secara berjamaah,” jelas Ustaz Fikra.

Ia menegaskan, bulan Syawal seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat dan memperpanjang kebiasaan ibadah yang telah dibentuk selama bulan suci Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

NTP Aceh Turun 0,74 Persen pada Maret 2025, Hortikultura dan Perkebunan Tertekan

0
Ilustrasi petani. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Aceh mengalami penurunan pada Maret 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat NTP Tanah Rencong sebesar 120,96 atau turun 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil pemantauan survei harga perdesaan pada Maret 2025, diperoleh NTP sebesar 120,96 atau mengalami penurunan sebesar 0,74 persen dibandingkan bulan Februari 2025,” kata Pejabat Fungsional Ahli Madya BPS Aceh, Oriza Santifa, di Banda Aceh, Selasa (8/4/2025).

Penurunan NTP tersebut dipengaruhi oleh kinerja beberapa subsektor utama, seperti hortikultura yang tercatat anjlok sebesar 9,01 persen, diikuti tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,18 persen, serta pembudidayaan ikan sebesar 0,33 persen.

“Beberapa subsektor tersebut mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Oriza.

Sementara itu, tren nasional justru menunjukkan arah sebaliknya. NTP secara nasional mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen, dari sebelumnya 123,45 menjadi 123,72 pada Maret 2025.

Meski NTP di Aceh turun, BPS mencatat Indeks Harga yang Diterima Petani (It) justru meningkat tipis menjadi 143,98 atau naik 0,08 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga sejumlah komoditas pertanian utama.

“Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan indeks ini adalah gabah, tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, dan jagung,” tambah Oriza.

Di sisi lain, beban petani juga meningkat. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Maret 2025 tercatat sebesar 119,03 atau naik 0,84 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini disumbang oleh beberapa pengeluaran rutin petani.

“Komoditas yang dominan menjadi penyumbang kenaikan indeks yang dibayar petani ini adalah tarif listrik, ikan tongkol, dan ikan kembung,” tuturnya.

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan tukar petani di perdesaan. NTP dihitung dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.

Editor: AKil

Gubernur Aceh Pimpin Apel Pasca Lebaran, Serukan Disiplin dan Semangat Kerja

0
Gubernur Aceh Pimpin Apel Pasca Lebaran, Serukan Disiplin dan Semangat Kerja. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Usai perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (8/4/2025). Apel tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penegasan komitmen untuk meningkatkan kinerja seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Aceh.

Didampingi Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., Gubernur yang akrab disapa Mualem juga mengikuti acara ramah tamah bersama para pegawai usai apel berlangsung. Suasana kekeluargaan tampak kental, namun pesan kedisiplinan tetap menjadi sorotan utama.

Dalam sambutannya, Mualem mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jajaran pemerintahan Aceh dan mengajak para pegawai untuk kembali fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia mengungkapkan bahwa hingga awal April 2025, realisasi anggaran Pemerintah Aceh telah mencapai 12 persen untuk fisik dan 12,4 persen untuk keuangan. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi titik awal yang harus terus ditingkatkan.

“Mari tingkatkan kedisiplinan dalam waktu, tugas, dan aturan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan optimal,” ujar Mualem dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Mualem menekankan pentingnya efisiensi administrasi guna memperlancar pelayanan publik. Ia juga mengajak seluruh perangkat pemerintah untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong investasi masuk ke Aceh dengan menciptakan iklim yang kondusif dan ramah bagi investor.

Ia menilai, investasi yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Tanah Rencong.

“Kerja keras kita sangat dibutuhkan masyarakat. Mari kita bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan rakyat. Pemimpin silih berganti, namun saat ini amanah ada di bahu kita. Dengan bekerjasama, kita dapat mencapai tujuan bersama,” tambahnya.

Mualem menutup amanatnya dengan harapan agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh demi masa depan yang lebih baik.

Editor: AKil

399 Jemaah Haji Aceh Besar Sudah Lunasi Bipih, Kloter Pertama Berangkat Mei

0
Jemaah haji Indonesia. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 399 jemaah haji asal Kabupaten Aceh Besar telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2025. Angka ini masih bisa bertambah seiring masih berlangsungnya proses pelunasan bagi calon jemaah haji cadangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, SE dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Aceh Besar Tahun 1446 H/2025 M, yang berlangsung di Masjid Al-Faizin, Lampeuneurut, Senin (8/4/2025).

“Pelunasan tahap kedua berlangsung dari 24 Maret sampai 17 April 2025. Jadi masih ada kesempatan bagi jemaah cadangan untuk melunasi,” ujar Saifuddin di hadapan ratusan calon jemaah haji.

Kegiatan manasik haji tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili Asisten II Setda Aceh Besar, Muhammad Ali. Dalam sambutannya, Muhammad Ali mengajak seluruh calon jemaah untuk mendoakan Aceh Besar agar senantiasa dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari bencana.

Terbagi Dua Kloter

Saifuddin menjelaskan, jemaah asal Aceh Besar tahun ini akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter) sebagaimana ditetapkan oleh Kanwil Kemenag Aceh pada akhir Maret lalu. Kloter 05 merupakan kloter gabungan bersama jemaah dari Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Pidie Jaya. Sementara Kloter 11 merupakan kloter penuh yang hanya diisi oleh jemaah dari Aceh Besar.

“Sesuai dengan ketetapan Kanwil Kemenag Aceh maka jamaah asal Aceh Besar terbagi kedalam dua kloter, satu kloter penuh dan satunya lagi kloter gabungan, begitupun nanti bagi jamaah cadangan akan bergabung dengan kloter 11,” jelas Saifuddin yang juga mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh.

Adapun jadwal keberangkatan ke Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh dimulai pada 21 Mei 2025 untuk kloter 05 dan 28 Mei 2025 untuk kloter 11.

Fokus Persiapan Ibadah dan Kesehatan

Lebih lanjut, Saifuddin mengingatkan para jemaah untuk terus mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi pemahaman ibadah maupun menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.

“Waktu yang dimiliki hanya satu bulan lebih sedikit, jadi mohon dimaksimalkan, perbanyak berdoa semoga niat kita dimudahkan oleh Allah SWT,” pungkas Saifuddin yang turut didampingi oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Aceh Besar, Azzahri.

Semangat para jemaah haji Aceh Besar untuk beribadah ke Tanah Suci pun tampak dalam kegiatan manasik yang digelar. Selain menjadi momen persiapan spiritual, manasik juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antarjemaah yang akan menempuh perjalanan panjang menuju Baitullah.

Editor: AKil