Beranda blog Halaman 466

Gubernur Aceh Dorong Pembangunan Pabrik Tuna dan Aktifkan Kembali Pabrik Kertas

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf didampingi oleh ketua DPRA Zulfadli, A.Md saat bertemu Pengusaha Hasyim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI, Prabowo Subianto di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mendorong lahirnya investasi strategis demi memperkuat ekonomi daerah. Salah satu langkah konkrit dilakukan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat bertemu pengusaha nasional Hasyim Djojohadikusumo di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2025).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua DPRA Zulfadli, A.Md dan sejumlah pejabat Aceh lainnya, Muzakir atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan berbagai tantangan pembangunan di Tanah Rencong. Salah satunya adalah ketergantungan petani terhadap fasilitas penggilingan padi di luar Aceh.

“Selama ini, gabah dari Aceh dikirim ke Medan untuk digiling, kemudian kembali ke Aceh dalam bentuk beras. Ini menyebabkan harga beras menjadi mahal dan petani kita tidak menikmati keuntungan secara optimal,” kata Mualem dalam keterangan tertulis, Minggu (13/4/2025).

Untuk menjawab persoalan itu, Mualem menawarkan peluang investasi pembangunan rice mill atau penggilingan padi mini di sentra-sentra pertanian Aceh. Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut akan menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Tak hanya sektor pertanian, peluang besar juga disampaikan Mualem di bidang perikanan. Ia menekankan pentingnya pembangunan pabrik pengalengan ikan tuna di Aceh, mengingat besarnya potensi hasil laut di wilayah itu dan kebutuhan akan serapan tenaga kerja.

Lebih jauh, Gubernur Aceh juga menyinggung pentingnya mengaktifkan kembali Pabrik Kertas Aceh yang sudah lama mangkrak, serta mendorong pengalihan lahan ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Aceh agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Hasyim Djojohadikusumo, yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto, memberikan respons positif. Ia menyambut baik ajakan investasi tersebut dan siap membantu menghadirkan teknologi penggilingan padi mini di Aceh.

“Saya akan bantu hadirkan rice mill mini ke Aceh dan segera menghubungi para investor untuk melihat langsung potensi yang ada,” ujar Hasyim.

Menurut Hasyim, teknologi yang dikembangkan bersama mitra seperti Siki Shor dan Akiva, terbukti fleksibel dan cocok diterapkan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum memiliki akses ke penggilingan besar.

Pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen. Dalam kesempatan tersebut, Iskandar memaparkan potensi Sabang sebagai pelabuhan bebas dan hub logistik regional.

“Sabang telah ditetapkan sebagai pelabuhan bebas sejak 25 tahun lalu. Kini saatnya kita optimalkan sebagai pintu gerbang perdagangan regional,” ujar Iskandar.

Dengan dukungan dari sektor swasta dan komitmen kuat dari pemerintah daerah, Aceh berharap dapat membuka lembaran baru dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Aceh Ekspor 1 Ton Minyak Nilam ke Paris, Nilai Tembus Rp 1,5 Miliar

0
Proses Pelepasan ekspor minyak nilam Aceh tujuan Prancis, di Gudang PT Ugreen Aromatics International, Kecamatan Blang Bintang. (Foto: Serambi)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Komoditas unggulan Aceh kembali menembus pasar Eropa. Sebanyak satu ton minyak nilam produksi petani lokal diekspor ke Paris, Prancis, dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 miliar.

Pelepasan ekspor berlangsung di gudang milik PT Ugreen Aromatics International, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (13/4/2025), dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta akademisi.

Dikutip dari SerambiNews, Direktur PT Ugreen Aromatics International, Faisal Al Farisi, menyampaikan bahwa pengiriman kali ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dilakukan melalui udara menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

“Minyak nilam pada hari ini kita ekspor ke Prancis sebanyak satu ton dengan nilai Rp 1,5 miliar,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, minyak nilam tersebut berasal dari petani lokal di berbagai kabupaten di Aceh, seperti Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Gayo Lues, hingga Aceh Tamiang. Di tingkat petani, harga nilam saat ini mencapai Rp 1,2 juta per kilogram.

“Nilam ini kita kumpul dari seluruh Aceh. Ada dari Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan berbagai daerah lain,” tambahnya.

Selama ini, pengiriman minyak nilam ke luar negeri dilakukan lewat jalur laut melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Namun, pengiriman udara dinilai lebih efisien dalam menjawab permintaan tinggi dari mitra di luar negeri, terutama Nat’Green, perusahaan asal Prancis yang menjadi mitra dagang.

Faisal juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah 30 kali mengekspor minyak nilam Aceh ke Prancis sejak 2018, serta tiga kali ke Barcelona, Spanyol. Namun, tingginya permintaan masih menjadi tantangan.

“Ini sendiri kita juga mengalami kewalahan. Permintaan dari Prancis satu bulan itu 2-5 ton. Tapi nantinya kita bisa memperbaiki dan kita lengkapkan sama-sama,” ucapnya.

Ia menargetkan, ke depan ekspor dapat dilakukan secara rutin dengan volume dua ton per bulan atau lebih, bergantung pada kapasitas produksi.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Marwan, yang turut hadir dalam pelepasan ekspor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Garuda Indonesia dan Bea Cukai Aceh.

“Kami berterima kasih kepada pihak yang telah mendukung penuh proses ekspor minyak nilam ini. Termasuk Bea Cukai, sehingga perizinannya berjalan lancar,” pungkas Marwan.

Ia berharap dukungan dari semua pihak terus berlanjut agar ekspor produk-produk unggulan Aceh dapat berkembang dan memberi manfaat luas bagi petani serta perekonomian daerah.

Editor: AKil

Tabrakan Maut di Aceh Timur: Satu Tewas, Sopir Positif Narkoba

0
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Nasional Medan–Banda Aceh. Kali ini, sebuah mobil penumpang Toyota Hiace menabrak truk tronton yang sedang berhenti di bahu jalan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Insiden itu terjadi pada Minggu dini hari, 13 April 2025, sekitar pukul 03.30 WIB di Desa Paya Gajah, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Mobil Hiace bernomor polisi BK 7216 DQ yang dikemudikan oleh Sukri Siara (32), warga Desa Kemili, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, tengah membawa 11 penumpang saat menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi BL 8732 DB.

Menurut informasi yang disampaikan Kasat Lantas Polres Aceh Timur, Iptu Eko Suhendro, truk yang dikemudikan oleh Ismail Z Abidin (56), warga Idi Rayeuk, sedang berhenti di bahu jalan dengan menyalakan lampu hazard.

“Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mobil Hiace hendak melewati truk tronton yang berhenti di bahu jalan tersebut, namun dari arah berlawanan (Banda Aceh menuju Medan) melaju satu unit mobil penumpang, sehingga terpaksa menabrak truk yang parkir itu,” ungkap Iptu Eko dalam keterangan tertulisnya.

Akibat tabrakan itu, Famelia Fitri (17), penumpang Hiace asal Desa Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia di tempat. Sementara seorang penumpang lainnya, Muhammad Jeri (43), mengalami luka berat dan kini dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh.

Sembilan penumpang lainnya, yang juga mengalami luka-luka, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak.

Tragisnya, hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa pengemudi Hiace positif mengonsumsi narkoba.

“Kami sudah menahan sopir Hiace. Hasil pemeriksaan dia positif mengonsumsi narkoba,” pungkas Iptu Eko.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan serta kemungkinan adanya kelalaian lain dalam peristiwa tragis tersebut.

BNN Lhokseumawe Musnahkan 2,3 Hektar Ladang Ganja di Aceh Utara

0
Ilustrasi Ganja. (Shutterstock)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Ladang ganja seluas 2,3 hektar yang terletak di kawasan perbukitan Dusun Alue Garot, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dimusnahkan oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe bersama TNI dan Polri, Sabtu (12/4/2025).

Dalam operasi pemusnahan ini, sekitar 4.000 batang tanaman ganja basah dengan tinggi antara 80 sentimeter hingga dua meter ditemukan dan langsung dimusnahkan di lokasi.

“Yang kita musnahkan hari ini sekitar 2,3 hektare,” ujar Kepala BNNK Lhokseumawe, AKBP Wedha Susetyo, kepada awak media.

Proses menuju lokasi ladang tidaklah mudah. Petugas gabungan harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer dari pemukiman warga, dengan medan berbukit yang cukup terjal. Namun medan berat tersebut tak menyurutkan langkah mereka dalam memerangi peredaran narkotika.

“Hitungan batangnya ada sekitar 4.000 batang,” tambah Wedha.

Selain tanaman siap panen, petugas juga menemukan hampir 1.000 bibit ganja yang langsung dimusnahkan. Seluruh tanaman ganja dicabut dan dibakar di tempat, sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkoba di wilayah rawan.

Tak hanya memusnahkan, BNN juga mengambil langkah lanjutan dengan melakukan alih fungsi lahan. Usai pembakaran, petugas mulai menanami lahan bekas ladang ganja itu dengan jagung, sebagai bentuk rehabilitasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Dari pemantauan terbaru, BNN Lhokseumawe mencatat ada sekitar 18 titik lokasi ladang ganja di kawasan Kecamatan Sawang. Namun sejauh ini, baru satu titik yang berhasil dimusnahkan.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi BNN dalam menekan peredaran narkotika dari hulu, sekaligus menunjukkan komitmen bersama aparat dan pemerintah dalam memberantas narkoba di Aceh.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Gelar Try Out SNBT 2025

0
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh, M Nasir MPA, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis DEA, saat meluncurkan secara resmi kegiatan Try Out SNBT 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK se-Aceh melalui platform Zoom dari Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta. (Foto: IST)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan menggelar Try Out Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK se-Aceh. Kegiatan ini resmi diluncurkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir SIP, MPA, secara daring dari Kantor Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta, Sabtu (12/4/2025).

Peluncuran ini turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST, DEA, dan dipusatkan secara luring di SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh. Ribuan siswa dari seluruh Aceh mengikuti try out secara daring dari sekolah masing-masing, didampingi kepala sekolah dan pengawas ruang.

Dalam sambutannya, M Nasir menyampaikan motivasi kepada para peserta try out. Ia juga menyapa langsung sejumlah sekolah seperti SMAN 10 Fajar Harapan, SMAN 1 Pulo Aceh, SMAN 3 Banda Aceh, dan SMK PP Saree.

“Try out ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan kalian. Jadikanlah hasil try out sebagai bahan evaluasi,” ujar M Nasir melalui platform Zoom.

Nasir menekankan bahwa try out ini merupakan simulasi nyata sebelum menghadapi ujian SNBT sesungguhnya. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dan pendampingan dari para guru dan kepala sekolah dalam membimbing siswa menyusun strategi belajar yang efektif.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengukur kemampuan dan memperbaiki strategi belajar kalian,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) semakin ketat setiap tahunnya. Karena itu, siswa Aceh perlu mempersiapkan diri secara serius dan matang agar bisa bersaing di tingkat nasional.

“Jangan berkecil hati jika hasilnya belum sesuai harapan. Gunakan itu sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, M Nasir menyebut pelaksanaan try out ini merupakan bagian dari program Quick Win Gubernur Aceh di bidang pendidikan. Ia mengajak seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah daerah, untuk bersinergi mendukung kesiapan generasi muda Aceh dalam menembus kampus-kampus unggulan tanah air.

“Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk kemajuan Aceh. Pendidikan adalah fondasi utama bagi masa depan daerah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme sekolah-sekolah dalam menyukseskan kegiatan try out ini.

“Try out ini bukan sekadar uji coba, melainkan juga bagian penting dari strategi kita menyiapkan generasi muda Aceh agar mampu bersaing secara nasional,” ujar Marthunis.

Menurutnya, pelaksanaan try out merupakan bentuk nyata intervensi Dinas Pendidikan dalam mendukung program prioritas Pemerintah Aceh, khususnya dalam sektor pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan siswa tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga mental. Oleh sebab itu, hasil try out akan dijadikan dasar untuk pembinaan lebih lanjut, terutama bagi siswa yang membutuhkan pendampingan khusus.

“Kita ingin siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Hasil try out akan kami jadikan dasar untuk memberikan pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Aceh, lanjut Marthunis, akan terus melakukan evaluasi dan penguatan program hingga hari pelaksanaan SNBT yang dijadwalkan berlangsung pada 23–30 April dan awal Mei 2025.

“Kami akan kawal mereka sampai ke gerbang kampus impian mereka. Ini bentuk tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Aceh,” pungkasnya.

Revisi UU Sisdiknas Gabungkan 4 UU Pendidikan, Resentralisasi Guru Jadi Sorotan

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah tengah menggulirkan revisi besar-besaran terhadap Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan menggabungkan empat undang-undang (UU) terkait pendidikan ke dalam satu regulasi. Tak hanya itu, isu sensitif mengenai resentralisasi guru juga ikut dibahas, seiring tantangan yang dihadapi daerah dalam mendistribusikan tenaga pendidik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa proses revisi UU Sisdiknas kini sedang berjalan dan menjadi inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia telah menunjuk Wakil Menteri Atip Latipulhayat untuk mengawasi proses pembahasannya.

“Perubahan UU Sisdiknas, sedang berjalan, mengawasi ini saya tugaskan Pak Wamen Atip Latipulhayat. Ini inisiatif DPR, dan sedang dibahas intensif dengan DPR,” ujar Mu’ti dalam acara Halalbihalal Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud) di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jumat (11/4/2025).

Empat undang-undang yang akan digabung dalam RUU Sisdiknas tersebut meliputi:

  • UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

  • UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,

  • UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan

  • UU Nomor 18 Tahun 2029 tentang Pesantren.

“Menurut Wamen sudah tahapan penyusunan naskah akademik 4 uu dijadikan 1 UU saja,” sambung Mu’ti.

Resentralisasi Guru Diangkat, UU Otda Disorot

Salah satu isu krusial yang ikut dibahas dalam revisi ini adalah mengenai resentralisasi guru. Menurut Mu’ti, selama ini terjadi ketimpangan dalam rekrutmen, pembinaan, dan distribusi guru karena sebagian besar kewenangan berada di pemerintah daerah, sedangkan pembinaan tetap menjadi tugas pemerintah pusat.

Masalah semakin kompleks karena aturan dalam UU Otonomi Daerah belum memungkinkan distribusi guru secara lintas provinsi. Hal ini menyulitkan penempatan guru, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Rasio guru dan murid di Indonesia ini udah cukup sebenarnya. Tapi ada yang kelebihan dan kekurangan. Ada guru di daerah 3 T itu kewenangan Pemerintah Pusat. Ada wacana rekrutmen, pembinaan dan penempatan di Pemerintah Pusat,” jelas Mu’ti.

Wacana untuk mengamandemen UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pun mulai bergulir, guna menata ulang kewenangan pendidikan apakah tetap di daerah atau kembali ditarik ke pusat.

“Melihat persoalan yang muncul, pembangunan sekolah dan tata kelola, ada wacana UU Otda diamandemen, dikonsinyering UU otonomi itu. Kami bagian objek, tapi dilibatkan untuk mendukung secara aktif,” kata Mu’ti.

Masuk RPJMN dan Prolegnas 2025

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa rencana resentralisasi guru telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ia juga menyebut, revisi UU Otonomi Daerah sudah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025.

“Resentralisasi guru masuk RPJMN, rencana revisi UU Otda sudah masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2025, kemungkinan berjalan bersamaan (dengan RUU Sisdiknas),” tutur Suharti.

Dengan pembahasan yang berjalan paralel antara revisi UU Sisdiknas dan amandemen UU Otda, publik kini menanti bagaimana arah baru kebijakan pendidikan nasional akan terbentuk. Perubahan ini berpotensi membawa dampak signifikan terhadap tata kelola pendidikan, mulai dari level dasar hingga tinggi, termasuk nasib para guru di seluruh pelosok negeri.

Mahasiswa FMIPA USK Raih Juara 2 Nasional Berkat Inovasi Platform Donor Darah “DarahTanyoe”

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Inovasi anak muda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Sandbox 2.0 kategori Hack4Health, yang digelar oleh IEEE ITB Student Branch.

Lewat platform bernama “DarahTanyoe”, tim yang digawangi oleh Glenn Hakim (ketua tim), Muhammad Bintang Indra Hidayat, Muhammad Habil Aswad, Ahmad Syah Ramadhan (Informatika), serta Musliadi (Statistika) berhasil memukau dewan juri dengan solusi distribusi darah yang efisien, terintegrasi, dan responsif.

Kompetisi ini tidak hanya menuntut ide cemerlang, tetapi juga eksekusi nyata. Digelar dalam dua tahap, yaitu sesi bi-weekly daring dari 11 Februari hingga 22 Maret 2025, dan final Hackday secara luring di ITB pada 11–12 April 2025, peserta diuji dalam menyusun inovasi berbasis teknologi sejak dari nol hingga ke tahap MVP (Minimum Viable Product).

Selama lebih dari sebulan, tim USK mendapatkan bimbingan dari para mentor profesional. Mereka diminta untuk terus menyempurnakan “DarahTanyoe”, platform yang menjawab permasalahan klasik pendonoran darah: sulitnya menemukan pendonor dalam waktu kritis dan ketimpangan distribusi darah antardaerah.

Melalui sistem yang menghubungkan pendonor, penerima, rumah sakit, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) secara real-time, “DarahTanyoe” hadir sebagai solusi digital yang inklusif dan tepat guna.

Puncak kompetisi berlangsung dalam suasana intens di ruang GSG Salman ITB. Para finalis diberi waktu 20 jam tanpa jeda untuk mengembangkan versi akhir proyek sebelum dipresentasikan. Tim USK menunjukkan kekompakan dan ketajaman analisis isu kesehatan yang mereka angkat.

Presentasi final mereka berhasil menarik perhatian juri. Tidak hanya soal teknologi yang ditawarkan, tetapi juga karena keberpihakan sosial dan dampak nyata dari solusi tersebut. “DarahTanyoe” dinilai siap digunakan dan memiliki potensi besar memperbaiki sistem pendonoran darah di Indonesia.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan tim tersebut.

“Rektor melalui para dekan di masing-masing fakultas mengharapkan agar kegiatan-kegiatan seperti ini difasilitasi secara maksimal. Mahasiswa harus dibimbing secara teknis agar mereka benar-benar siap berkompetisi dan menang,” ujarnya.

Dekan FMIPA, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si, M.Tech, juga turut bangga atas pencapaian ini.

“Prestasi ini adalah hal yang sangat membanggakan, baik bagi FMIPA maupun USK. Ini bukti bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional. Yang penting adalah bagaimana kita membina dan mempersiapkan mereka dengan baik. Semua mahasiswa punya potensi besar untuk berprestasi jika diberikan ruang dan dukungan yang memadai,” ujarnya.

Lebih dari sekadar prestasi, inovasi ini menjadi simbol semangat mahasiswa Aceh yang ingin memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa dari Aceh pun bisa lahir inovasi yang berdampak. Semoga ‘DarahTanyoe’ menjadi awal dari banyak gerakan kebaikan yang akan datang,” ujar Glenn Hakim, ketua tim.

Inovasi ini juga dinilai berkontribusi langsung pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, “DarahTanyoe” menjadi contoh nyata inovasi sosial yang lahir dari ruang kampus.

Keberhasilan tim FMIPA USK di ajang nasional ini menjadi pengingat bahwa inovasi besar bisa lahir dari keberanian untuk peduli dan bertindak. Sinergi antarprogram studi, bimbingan dosen, serta kemauan belajar yang tinggi menjadi kunci utama.

Semoga prestasi ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menjawab persoalan masyarakat, dan membuktikan bahwa dari Aceh, solusi untuk masa depan bisa dilahirkan.

Editor: Akil

KAGAMA Aceh Gelar Musda 20 April, Siapkan Regenerasi Kepemimpinan Baru

0
Ketua KAGAMA Aceh periode 2021–2025, TA Dadek. (Foto: AJNN)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Masa kepengurusan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Provinsi Aceh periode 2021–2025 akan segera berakhir. Menyambut fase transisi ini, KAGAMA Aceh tengah mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru. Agenda penting ini dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2025 di Aceh Grand Kulliner, Ule Lheu, Banda Aceh.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat panitia yang digelar Minggu (13/4/2025). Ketua Panitia Musda, Fathurrahmi, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa seluruh kesiapan teknis dan substansi telah dirampungkan.

“Alhamdulillah, melalui rapat hari ini, kami telah menyepakati seluruh rangkaian persiapan Musda. Ini momen krusial untuk regenerasi kepemimpinan yang akan menentukan arah KAGAMA Aceh ke depan,” ujarnya kepada awak media.

Momentum Musda ini juga menjadi ajang strategis bagi para alumni UGM yang ingin berkontribusi lebih besar bagi organisasi dan pembangunan Aceh. Ketua KAGAMA Aceh periode 2021–2025, TA Dadek, secara resmi membuka ruang pencalonan bagi seluruh anggota.

“Kami mempersilakan seluruh anggota KAGAMA Aceh untuk mencalonkan sosok terbaik. Kriteria utamanya adalah komitmen menjalankan program-program prioritas dan memiliki visi memajukan organisasi,” tutur Dadek.

Ia menekankan pentingnya semangat kolaborasi lintas angkatan demi memperkuat kontribusi KAGAMA di berbagai sektor, seperti pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Panitia menyiapkan proses Musda secara terbuka dan partisipatif. Menurut Fathurrahmi, transparansi menjadi komitmen utama agar hasil Musda benar-benar mencerminkan aspirasi bersama.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang visioner, inovatif, serta mampu mengakselerasi program unggulan KAGAMA,” tambahnya.

Selama masa kepengurusan sebelumnya, KAGAMA Aceh telah menjalankan sejumlah program unggulan, antara lain pelatihan kewirausahaan, penyaluran beasiswa pendidikan, serta pendampingan komunitas. Pemimpin baru nantinya diharapkan mampu memperluas jangkauan program tersebut dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

“Partisipasi aktif seluruh alumni dalam Musda nanti sangat kami nantikan. Mari bersama-sama wujudkan KAGAMA Aceh yang lebih solid dan berkontribusi nyata bagi kemajuan tanah rencong,” pungkas Fathurrahmi.

Editor: Akil

Mualem Dukung Penuh Pembuatan Film Sejarah Aceh–Ottoman

0
Ilustrasi Kesultanan Aceh. (Foto: Jernih.co)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap rencana produksi film kolaborasi antara Indonesia dan Turki yang akan mengangkat hubungan bersejarah antara Kesultanan Aceh dan Kekaisaran Ottoman.

Dukungan ini disampaikan Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, sebagai respons atas inisiatif Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungannya ke Ankara, Turki.

“Bapak Gubernur menyambut dengan antusias rencana besar ini. Pemerintah Aceh siap memberikan dukungan penuh, termasuk mengikutsertakan tim terbaik untuk melakukan kajian mendalam terhadap sejarah hubungan Aceh dan Ottoman. Ini penting agar film nantinya dibangun berdasarkan fakta dan realita masa lalu, bukan sebatas cerita fiksi, sebagai bentuk sejarah yang harus dan patut diketahui oleh generasi mendatang,” ujar Akkar Arafat di Banda Aceh, Sabtu (12/4/2025).

Akkar menjelaskan, proyek ini dipandang lebih dari sekadar kerja sama kebudayaan. Pemerintah Aceh melihatnya sebagai momentum penting untuk mengangkat kembali kejayaan peradaban Aceh dalam panggung sejarah dunia.

“Kesultanan Aceh memiliki peran strategis dalam sejarah peradaban Islam, terutama ketika menjalin hubungan erat dengan Kekaisaran Ottoman. Fakta sejarah ini harus kita angkat kembali sebagai kebanggaan Aceh dan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Aceh akan memfasilitasi akses terhadap situs-situs sejarah, manuskrip kuno, serta melibatkan para sejarawan dan budayawan lokal guna memastikan keautentikan cerita yang diangkat dalam film.

“Kami ingin memastikan bahwa produksi film ini bukan sekadar tontonan, tapi juga menjadi tuntunan sejarah yang mendidik dan membangkitkan kesadaran generasi muda akan warisan kejayaan leluhur mereka,” ujar Akkar.

Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon atas perhatian dan inisiatifnya dalam mendorong kerja sama budaya Indonesia–Turki yang berakar dari sejarah panjang antara Kesultanan Aceh dan Ottoman.

Editor: AKil

Jacques Lacan: Psikoanalis yang Mengubah Cara Kita Melihat Diri Sendiri

0
Jacques Lacan, Tokoh psikoanalisis Prancis. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dunia psikologi modern tak akan pernah sama sejak kelahiran seorang anak lelaki pada 13 April 1901 di Prancis. Namanya Jacques Lacan. Dalam lintasan sejarah pemikiran abad ke-20, Lacan tumbuh menjadi figur yang mengguncang fondasi psikoanalisis klasik. Ia bukan hanya pewaris gagasan Sigmund Freud, tetapi juga pengacau kreatif yang menghidupkan kembali wacana tentang “aku”, tubuh, bahasa, dan keinginan manusia.

Dikutip Nukilan.id dari buku Jacques Lacan: An Outline of a Life and History of a System of Thought, karya Elisabeth Roudinesco, Lacan adalah seorang filsuf yang bermain dengan bahasa, menantang batas-batas pemahaman tentang diri. Salah satu warisan intelektualnya yang paling menggugah dan mendalam adalah konsep “tahap cermin” (mirror stage), sebuah momen psikologis dalam kehidupan bayi yang bagi Lacan merupakan fondasi ilusi kesadaran diri.

Bayi, Cermin, dan Awal dari “Aku”

Sekitar usia enam hingga delapan belas bulan, menurut Lacan, seorang bayi untuk pertama kalinya melihat pantulan dirinya di cermin. Tampaknya sederhana, tetapi bagi Lacan, ini adalah revolusi kecil dalam batin manusia. Saat bayi melihat bayangan tubuhnya yang utuh, ia mulai mengidentifikasi diri dengan citra tersebut. Padahal, tubuhnya sendiri masih terasa terpecah, belum terkendali.

Proses ini melahirkan “aku ideal” — gambaran utuh dan sempurna yang dikagumi bayi, sekaligus menjadi sumber kebanggaan dan keterasingan. Karena yang dilihat bayi bukan dirinya yang sesungguhnya, tetapi sebuah konstruksi visual eksternal. Dari sinilah Lacan menarik kesimpulan mengejutkan: identitas diri manusia pada dasarnya adalah ilusi yang dibentuk oleh relasi dengan yang lain.

Tiga Tatanan Kehidupan

Tak berhenti di tahap cermin, Lacan melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan tiga ranah yang membentuk realitas psikis manusia: Yang Imajinasi, Yang Simbolik, dan Yang Nyata.

  • Yang Imajinasi adalah dunia citra, fantasi, dan identifikasi. Di sinilah tahap cermin berlangsung, tempat kita jatuh cinta pada pantulan diri dan hidup dalam bayangan akan keutuhan yang tak pernah sepenuhnya kita miliki.

  • Yang Simbolik adalah wilayah bahasa, hukum, dan struktur sosial. Manusia yang telah melewati tahap cermin masuk ke dunia simbolik, tunduk pada aturan bahasa dan norma masyarakat. Di sinilah keinginan dibentuk dan dikekang.

  • Yang Nyata, kata Lacan, adalah sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya dilambangkan. Ia adalah celah traumatik, bagian dari kenyataan yang selalu luput dari kata-kata, mengintai di balik struktur bahasa dan tak pernah bisa dikuasai sepenuhnya.

Lebih dari Psikoanalis

Lacan bukanlah psikoanalis konvensional. Kuliah-kuliahnya di Paris antara tahun 1950-an hingga 1970-an berubah menjadi pertunjukan intelektual yang membius sekaligus membingungkan. Ia mengutip Freud dan Shakespeare, berpindah dari matematika ke linguistik struktural, dari filsafat Plato ke puisi modern, semua dalam satu paragraf.

Gagasannya tidak hanya mengguncang dunia psikologi, tetapi juga merembes ke teori sastra, kajian film, feminisme, dan filsafat kontinental. Tokoh-tokoh besar seperti Julia Kristeva, Slavoj Žižek, hingga Judith Butler menjadikan Lacan sebagai bahan bakar intelektual mereka.

Warisan dan Kontroversi

Hingga wafatnya pada 9 September 1981, Jacques Lacan tetap menjadi tokoh kontroversial. Bagi sebagian orang, ia adalah penyelamat psikoanalisis dari kejumudan. Bagi yang lain, ia adalah penyulap kata-kata yang tak bisa dipahami. Namun satu hal pasti, Lacan telah membuka sebuah jalan berpikir baru tentang manusia — bahwa untuk memahami diri, kita harus melihat ke dalam cermin dan menyadari bahwa yang kita lihat mungkin bukanlah kita.

Kini, lebih dari empat dekade setelah kepergiannya, warisan Lacan terus hidup. Di universitas-universitas, forum filsafat, ruang terapi, bahkan dalam pembacaan film dan sastra, namanya tetap menggema. Di balik setiap pencarian akan jati diri, ada jejak cermin Lacan — retak, tapi memantulkan kenyataan yang tak pernah sepenuhnya utuh. (XRQ)

Reporter: AKil