Beranda blog Halaman 355

Pererat Hubungan, Konsulat Singapura dan Politeknik Ngee Ann Kunjungi Dinas Pendidikan Aceh

0
Pererat Hubungan, Konsulat Singapura dan Politeknik Ngee Ann Kunjungi Dinas Pendidikan Aceh. (Foto: Disdik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Konsulat Jenderal Singapura di Medan bersama delegasi mahasiswa dari Ngee Ann Polytechnic melakukan kunjungan resmi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Kamis (3/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi di bidang pendidikan antara Singapura dan Aceh.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Disdik Aceh ini mengangkat tema “Memperkuat Ikatan dan Kolaborasi antara Singapura dan Aceh, Indonesia.”

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST, DEA, menyambut langsung kedatangan delegasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Konsulat Singapura di Medan, yang telah membahas potensi kerja sama konkret antara kedua pihak.

Menurut Marthunis, Singapura merupakan mitra strategis dalam pembangunan sektor pendidikan di Aceh. Ia menyoroti prestasi Negeri Singa dalam hasil tes PISA 2022, di mana negara tersebut menduduki peringkat pertama dunia dalam literasi informasi dan komunikasi di kalangan siswa.

“Capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi kami untuk menyelesaikan kolaborasi dan belajar dari praktik-praktik terbaik yang diterapkan di Singapura,” ujar Marthunis.

Ia menambahkan, Aceh siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari program pertukaran pelajar, pelatihan tenaga pendidik, hingga pengembangan kewirausahaan bagi siswa.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini. Semangat kolaborasi lintas negara seperti ini akan membuka wawasan pelajar Aceh, memperkuat pemahaman lintas budaya, dan membangun jaringan global yang bermanfaat di masa depan. Kami ingin membuktikan bahwa pelajar Aceh mampu bersaing dan tumbuh dalam standar pendidikan internasional,” lanjutnya.

Marthunis juga menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan langkah awal dari hubungan berkelanjutan antara kedua wilayah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi batu loncatan menuju kemitraan yang lebih erat, yang dilandasi oleh semangat saling belajar, saling mendukung, dan membangun Asia Tenggara yang lebih kuat, adil, dan inklusif,” pungkasnya.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Jaya Resmi Lepas Enam Penerima Beasiswa Aceh Carong

0
Pemkab Aceh Jaya Resmi Lepas Enam Penerima Beasiswa Aceh Carong. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | CALANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya secara resmi melepas keberangkatan enam calon mahasiswa penerima Beasiswa Aceh Carong Tahun 2025 Tahap I. Prosesi pelepasan berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (3/7/2025), dipimpin oleh Asisten I Setdakab Aceh Jaya, Muhammad Milsa, S.H., M.Kn., mewakili Bupati Aceh Jaya, Safwandi, S.Sos., M.A.P.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Jaya, Dr. Rahmat Oriza, S.Pt., M.Si., serta perwakilan dari BKPSDM Aceh Jaya, yakni Kepala Bidang Mutasi dan Promosi, Muliadi, S.E., dan Kasubbid Evaluasi dan Penilaian Kinerja, Yusrizal, S.T., M.Si. Mereka selama ini terlibat aktif dalam proses seleksi hingga pendampingan bagi para calon penerima beasiswa.

Beasiswa Aceh Carong merupakan program yang digagas oleh Pemerintah Aceh melalui BPSDM Aceh. Program ini bertujuan mendukung pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain biaya pendidikan dan biaya hidup, penerima juga mendapat pendampingan akademik secara menyeluruh selama masa studi, baik di dalam maupun luar daerah.

Tahun ini, sebanyak 36 peserta dari Aceh Jaya mengikuti seleksi untuk memperebutkan 16 kuota yang tersedia. Dari hasil seleksi tahap pertama pada 30 Juni 2025, enam peserta dinyatakan lulus. Sementara itu, sepuluh kuota lainnya akan ditentukan dalam tahap seleksi berikutnya.

Adapun enam calon mahasiswa penerima Beasiswa Aceh Carong Tahun 2025 Tahap I dari Aceh Jaya adalah:

  1. Zahrul Fuadi Mubarrak – Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas

  2. Ahmad Riyadhus Shalihin – Politeknik Manufaktur Bandung

  3. Rajulul Akbar – Politeknik Manufaktur Bandung

  4. Azis Putra Danil – Politeknik Manufaktur Bandung

  5. Haris Murtaza – Politeknik Manufaktur Bandung

  6. Umar Khadafi – Politeknik Manufaktur Bandung

Dalam sambutannya, Muhammad Milsa menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan dari Bupati Aceh Jaya kepada para penerima beasiswa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar dan nama baik daerah selama menempuh pendidikan.

“Keberhasilan adik-adik semua telah membanggakan Pemerintah Daerah, dan tentunya pula menjadi kebanggaan besar bagi orang tua yang telah mendidik dan mendampingi adik-adik hingga sejauh ini. Kami berharap semangat dan prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Milsa.

Bupati Safwandi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh beserta jajaran atas komitmen mereka dalam mendukung anggaran program Beasiswa Aceh Carong. Menurutnya, program ini telah menjadi pintu masuk penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Aceh Jaya untuk bisa mengakses pendidikan tinggi yang layak.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Pemkab Aceh Jaya turut memberikan uang saku bagi para mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Bandung dan Semarang.

Pemerintah daerah berharap, keberangkatan keenam mahasiswa ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik, serta dapat membawa manfaat bagi pembangunan Aceh Jaya setelah mereka menyelesaikan studi nantinya.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Jaya Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Dua Kantor Pengadilan

0
Bupati Aceh Jaya menyerahkan perjanjian hibah kepada Mahkamah Agung untuk pembangunan dua kantor pengadilan, di Calang, Rabu (2/7/2025) (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | CALANG — Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyerahkan hibah tanah kepada Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia untuk pembangunan dua gedung pengadilan, yakni Pengadilan Negeri Calang dan Mahkamah Syar’iyah Calang.

Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang berlangsung di Calang, Rabu (2/7/2025).

“Penyerahan tanah hibah ini untuk mendukung pelayanan terwujudnya pelayanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Bupati Aceh Jaya, Safwandi, dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).

Adapun lahan yang dihibahkan seluas dua hektare, masing-masing satu hektare untuk dua instansi peradilan tersebut. Lokasinya berada di Desa Keutapang, Kecamatan Krueng Sabee.

Safwandi menjelaskan bahwa lokasi itu dipilih agar masyarakat di wilayah Aceh Jaya dapat lebih mudah mengakses layanan hukum.

“Jadi lokasinya mudah untuk diakses masyarakat, dan berada tepat di tepi jalan nasional Banda Aceh–Meulaboh,” kata dia.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Calang, Khaimi, menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya tersebut. Ia mengatakan bahwa gedung yang saat ini digunakan sebagai kantor pengadilan masih berada di dalam gampong dan tidak lagi memadai untuk menunjang pelayanan hukum.

“Pembangunan kantor baru sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan hukum bagi masyarakat,” ujar Khaimi.

Editor: Akil

Disdik Aceh Larang Penolakan Hasil SPMB, Tegaskan Seluruh Sekolah Sudah Standar

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, mengimbau para siswa dan orang tua untuk menerima hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan lapangan dada. Ia menekankan bahwa seluruh sekolah di Aceh, baik SMA, SMK, maupun SLB, telah memenuhi standar kualitas pendidikan.

“Tidak ada alasan untuk menolak melanjutkan pendidikan hanya karena diterima di pilihan kedua atau ketiga,” ujar Marthunis pada Kamis, 3 Juli 2025.

Menurutnya, yang utama adalah kesempatan untuk tetap mengenyam pendidikan, bukan semata-mata pada reputasi sekolah. Ia pun mengajak para orang tua untuk turut memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka.

“Jangan sampai anak-anak enggan bersekolah hanya karena tidak masuk pada pilihan pertama,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Aceh telah menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait Pendaftaran Ulang SPMB Tahun Ajaran 2025/2026. Dalam SE tersebut, Disdik Aceh menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan menolak segala bentuk pungutan pembohong (pungli) dalam proses penerimaan siswa baru.

SE tersebut merujuk pada sejumlah regulasi penting, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Seragam Sekolah, Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB, serta Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 400.3.1/7031 yang secara tegas melarang gratifikasi dan suap dalam proses peserta penerimaan didik baru.

Marthunis juga menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran ulang harus dilakukan secara gratis dan tanpa diskriminasi.

“Seluruh proses pendaftaran ulang harus dilakukan dengan prinsip pelayanan prima, tanpa diskriminasi, dan yang paling penting bebas dari segala bentuk pungutan pembohong. Kami tidak akan melakukan praktik-praktik praktek yang menyimpang. Jangan sampai anak-anak kita gagal masuk sekolah karena tidak mampu membayar uang pendaftaran,” tandasnya.

Editor: Akil

Kemarau Dua Bulan, Ribuan Hektare Sawah di Aceh Terancam Gagal Panen

0
Lahan sawah kekeringan di Aceh. (Foto: MI)

NUKILAN.ID | SIGLI – Musim kemarau yang telah berlangsung selama dua bulan menyebabkan ribuan hektare lahan sawah musim tanam gadu di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mengalami kekeringan parah. Tanaman padi yang baru berusia antara satu pekan hingga dua bulan kini berada dalam kondisi kritis dan terancam puso atau gagal panen.

Wilayah yang paling terdampak di antaranya Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Selatan. Di kawasan ini, cuaca panas ekstrem disertai krisis air memperburuk kondisi pertumbuhan padi.

Di Kabupaten Pidie, dari 23 kecamatan yang ada, setidaknya 20 kecamatan mengalami krisis air. Beberapa di antaranya yakni Kecamatan Delima, Pidie, Indrajaya, Mila, Grong-Grong, Batee, Padang Tiji, Kembang Tanjong, dan Simpang Tiga. Di sejumlah desa seperti Ceurih Kupula, Pulo Tunong, Mesjid Reubee, dan Geudong, puluhan hektare sawah terlihat mengering. Retakan tanah terlihat jelas di sekitar rumpun padi, sementara sebagian daun padi mulai menguning akibat kekurangan air.

Lebih memprihatinkan, sejumlah lahan yang ditanami padi berumur sekitar dua bulan juga rusak karena dimakan hewan ternak seperti kambing dan sapi yang dilepas bebas.

“Bila tidak segera turun hujan, lahan sawah terancam gagal panen. Apalagi jaringan irigasi teknik sudah mengering,” kata Abdullah, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Delima sebagaimana dikutip dari metrotvnews.com.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Selatan. Para petani di wilayah terdampak mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi kemarau panjang yang terus berlanjut.

Editor: Akil

Nilai Ekspor Aceh pada Mei 2025 Tembus 50,30 Juta Dolar AS

0
Ilustrasi ekspor. (Foto: Liputan6)

Nukilan | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada Mei 2025 mencapai 50,30 juta dolar AS atau turun sebesar 5,07 persen jika dibandingkan dengan April 2025.

“Namun, nilai tersebut mengalami kenaikan 22,62 persen dibandingkan dengan Mei 2024 yang mencapai 41,02 juta dolar AS,” ujar Pelaksana Tugas Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin dalam keterangannya, Selasa (1/7/2025).

Tasdik menambahkan, komoditas asal Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada Mei 2025 sebesar 77,80 persen atau 39,14 juta dolar AS, sedangkan sisanya sebesar 22,20 persen atau 11,17 juta dolar AS diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, sebagian besarnya diekspor dari pelabuhan di Sumatra Utara, yaitu sebanyak 10,86 juta dolar AS.

“Ekspor asal Aceh pada Mei 2025 paling besar ditujukan ke negara India, yaitu sebesar 74,15 persen atau 37,30 juta dolar AS dengan komoditas utama batu bara. Peringkat kedua tujuan ekspor Amerika Serikat sebesar 8,64 persen atau senilai 4,35 juta dolar AS dengan komoditas Utama kopi dan rempah-rempah, dan peringkat ketiga yaitu Thailand sebesar 6,13 persen atau senilai 3,08 juta dolar AS dengan komoditas utama batu bara,” sebut Tasdik.

Komoditas terbesar yang diekspor Aceh pada Mei 2025 adalah batu bara senilai 38,95 juta dolar AS, lalu kopi senilai 8,30 juta dolar AS, dan daging dan ikan olahan senilai 0,97 juta dolar AS. Sementara komoditas lainnya yaitu buah-buahan, berbagai produk kimia, dan berbagai barang lainnya. []

Reporter: Sammy

Stok Langka, Harga Beras di Aceh Besar Alami Sedikit Kenaikan

0
Ilustrasi beras. (Foto: Tempo)

Nukilan | Banda Aceh – Harga beras di Aceh Besar dan Banda Aceh mengalami sedikit kenaikan karena stok langka atau kurangnya stok yang dimiliki oleh petani saat ini. Pemilik kilang padi Meutuah Baro (MB), Darmawan mengatakan saat ini harga gabah yang dibeli dari petani berkisar sekitar Rp8.000 per kilogram.

“Sebenarnya harga beras stabil saat ini, tidak naik atau turun drastis. Tapi karena stok gabah di petani sedang tidak ada sementara permintaan terhadap stok beras masih tinggi, makanya harganya saat ini mengalami kenaikan sedikit,” ujar Darmawan kepada Nukilan, Kamis (3/7/2025).

Dia menyebutkan, saat ini pihaknya menjual beras seharga Rp15 ribu per kilogram. Untuk beras MB 5 kg dijual Rp75 ribu per sak, 10 kg dibanderol Rp150 ribu per sak, dan beras 15 kg dijual seharga Rp225 ribu per saknya.

“Ini sekarang petani lagi musim tanam, belum panen. Panen kira-kira nanti di bulan Agustus. Makanya harga gabah pun sebenarnya agak naik sedikit karena nggak ada barang. Itu pun kita dapatnya nggak banyak, paling hanya 5-6 ton per hari,” sebutnya.

Dia menyebutkan untuk harga beras mengalami kenaikan sedikit dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena pada bulan sebelumnya stok gabah dari petani masih lumayan banyak yang bisa dibeli. []

Reporter: Sammy

Kadis ESDM Aceh: Kami Sudah Berkoordinasi dengan DLHK Aceh Barat terkait Kasus Batu Bara

0
Ilustrasi truk batu bara. (Foto: Antara)

Nukilan | Banda Aceh – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Taufik mengatakan terkait kasus pencemaran lingkungan akibat aktivitas perusahaan batu bara di Kaway XVI, Aceh Barat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Barat.

Taufik mengaku DLHK Aceh Barat sudah melakukan pertemuan dengan perusahaan batu bara di sana, yaitu PT Agrabudi Jasa Bersama (AJB) dan segera melakukan peninjauan lapangan untuk memantau kondisi di lapangan seperti apa.

“Insya Allah, kita nanti akan ambil langkah-langkah apa yang mesti dilakukan, di antaranya perbaikan tatacara pengelolaan lingkungan, jadi ada langkah-langkahnya nanti,” ujar Taufik saat dikonfirmasi Nukilan, Kamis (3/7/2025).

Dia menambahkan jika memang nanti dari hasil pemantauan di lapangan PT AJB terbukti melanggar aturan, maka akan ditindaklanjuti dengan memanggil direktur perusahaan atau memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, batu bara yang diangkut truk dari salah satu perusahaan batu bara tampak tertumpah di badan jalan antar-kecamatan di Aceh Barat, Senin (30/6/2025). Peristiwa ini membuat material batu bara berceceran di jalan dan menimbulkan debu yang membahayakan pengendara jalan.

Terakhir dilaporkan, sekitar sekitar lebih dari 200 warga, mengalami gangguan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat paparan debu dan asap dari aktivitas pengangkutan batu bara di wilayah pemukiman. []

Reporter: Sammy

Pembukaan Tawajuh Thariqat Naqsyabandiyah di Nagan Raya

0
Pembukaan Tawajuh Thariqat Naqsyabandiyah di Nagan Raya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUKAMAKMUE — Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Dayah Istiqamuddin Darul Ulum di Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, menggelar pembukaan kegiatan Tawajuh Thariqat Naqsyabandiyah, Senin (30/6/2025).

Acara spiritual ini dipimpin langsung oleh Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah, Abuna Tgk. H. Mohd Ja’far Amja, S.Hi, yang juga merupakan pimpinan Dayah Sirajul Ibad Rot Teungoh Meukek, Aceh Selatan.

Lebih dari 200 peserta yang terdiri atas santri dan masyarakat sekitar terlihat antusias mengikuti baiat thariqat, tanda resmi bergabung dalam perjalanan spiritual Thariqat Naqsyabandiyah. Prosesi baiat berlangsung khidmat di bawah bimbingan Abuna Ja’far, yang telah diirsyadkan langsung oleh Abuya Prof. Dr. Muhibbuddin Waly.

Dalam tausiyahnya, Abuna Ja’far mengajak seluruh peserta untuk menjaga persatuan dan menjauhi sikap merendahkan orang lain setelah bergabung dalam thariqat.

“Saya berharap kepada bapak-ibu dan Tgk-Tgk semua yang telah masuk thariqat hari ini, marilah kita menjaga persatuan dan kesatuan umat. Jangan ada di antara kita yang justru mengeruhkan suasana kehidupan bermasyarakat. Justru kita harus lebih banyak bermuhasabah diri,” ujarnya.

Abuna juga menegaskan bahwa masuk ke dalam thariqat bukan berarti merasa lebih tinggi atau lebih suci dari orang lain, melainkan sebagai jalan untuk semakin merendah di hadapan Allah SWT.

“Jangan suka menyatakan orang lain tidak alim, tidak pintar, tidak kuat, atau tidak mulia. Thariqat tidak membolehkan kita mencaci maki atau menjelek-jelekkan orang lain. Justru dengan berthariqat, kita semakin melihat diri kita sendiri sebagai orang yang lebih hina, lebih lemah, dan lebih miskin di hadapan Allah SWT daripada orang lain,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jalan thariqat adalah jalan untuk terus mengenang Allah dan menyucikan hati dengan ilmu serta amal ibadah yang ikhlas. Salah satu inti ajaran tasawuf, menurut Abuna, adalah menerima segala ketentuan Allah SWT dengan penuh syukur dan kerendahan hati.

Hal itu ia gambarkan melalui syair bahasa Aceh yang sarat makna:

saban saket deungon mangat.
saban upaya deungon pujoee.
saban gasin deungon kaya.
saban hina deungon muliya.

Ia kemudian menjelaskan makna di balik syair tersebut: “Inilah yg inti dari bertasauf / thariqat. Sebagaimana tersebut didalam kitab tasauf yaitu: bermula dihadapi oleh manusia dan dibelakangi mereka Itu tetap sama saja. Maksudnya orang yang bertariqat jangan merasa beruntung dalam disanjung manusia, dan jangan terhina dikala tidak disanjung. Karena hidup ini bagaikan roda pedati selalu berputar, sekali ke atas sekali ke bawah, begitulah keadaan kita hamba ini, ada putaran, miskin, kaya, hina, mulia, sakit, sehat dan sebagainya. Maka semua itu kita terima dengan Alhamdulillah dan berbaik sangka pada pencipta kita Allah SWT.”

Kegiatan pembukaan tawajuh ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Nagan Raya untuk memperkuat spiritualitas dan meneguhkan niat dalam menapaki jalan tasawuf yang sarat dengan nilai keikhlasan dan kerendahan hati.

Editor: Akil

Akademisi USM Minta Perusahaan yang Sebabkan Warga Terserang ISPA Diusut Tuntas

0
Ilustrasi: dokter memeriksa warga yang terserang ISPA. (Foto: Antara)

Nukilan | Banda Aceh – Terkait kasus pencemaran lingkungan oleh perusahaan batu bara yang menyebabkan sekitar 200 lebih warga Kaway XVI, Aceh Barat diserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh dan akademisi Universitas Serambi Mekkah (USM), TM Zulfikar dia menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat harus melakukan investigasi resmi untuk mengusut tuntas persoalan tersebut.

“Jadi pemerintah harus langsung mencari tahu, sebenarnya kalau sudah ada korban kayak gini, tanpa dilaporkan pun polisi sudah harus bertindak, jadi sudah masuk ranah pidana karena sudah ada korban, kalau sudah merusak lingkungan dan merugikan manusia berarti kan sudah melanggar hukum,” ujar TM Zulfikar kepada Nukilan, Kamis (3/7/2025).

Dia menambahkan, setelah instansi di pemerintah kabupaten melakukan hasil investigasi dan terbukti melanggar aturan, maka laporan tersebut harus dilaporkan kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk ditindaklanjuti. Dalam hal ini, setelah adanya pembuktian Dinas ESDM Aceh bisa saja memanggil pemilik perusahaan atau merekomendasikan untuk mencabut izin dari perusahaan tersebut setelah berkonsultasi dengan gubernur jika dianggap sudah melanggar aturan.

“Masyarakat juga sudah harus dalam posisi menggugat persoalan ini secara hukum. Kalau masyarakat nggak berani bisa saja meminta bantuan pendampingan dari LBH atau WALHI misalnya,” kata TM Zulfikar.

TM Zulfikar menegaskan, institusi yang mengelola perusahaan batu bara itu harus bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan seperti ini dan Pemkab Aceh Barat juga tidak hanya diam saja melihat kondisi seperti ini.

Sebelumnya diberitakan, sekitar lebih dari 200 warga, termasuk anak-anak dan lansia, dilaporkan mengalami gejala sesak napas, batuk, hingga demam tinggi akibat paparan debu dan asap dari aktivitas pengangkutan batu bara di wilayah pemukiman. []

Reporter: Sammy