BPMA: Seluruh WK Migas di Aceh Sudah Terisi, Potensi Baru Mulai Dikaji di Kawasan Timur

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan seluruh Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi di Aceh saat ini telah memiliki pengelola. Kondisi tersebut mendorong BPMA mulai mengkaji peluang pembukaan blok-blok baru, terutama di kawasan timur Aceh yang dinilai masih menyimpan potensi energi.

Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyebutkan seluruh blok migas yang ada saat ini sudah berada dalam pengelolaan investor atau operator.

“Saat ini seluruh Wilayah Kerja di Aceh sold out. Saya akan menyurati Pak Menteri (ESDM) untuk meminta Badan Geologi atau siapa pun untuk melakukan kajian terhadap potensi migas di Aceh,” ucap Nasri dalam podcast “Bukan Abuleke” yang tayang di akun YouTube Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut Nasri, Aceh masih memiliki potensi migas yang belum tergarap secara maksimal, khususnya di wilayah timur. Ia menjelaskan, selama ini pengembangan migas di Aceh banyak bertumpu pada dua cekungan besar, yakni North Sumatra Basin di kawasan utara dan Sibolga Basin di wilayah barat hingga selatan.

“Nah ini dua-duanya sudah kita garap,” tegasnya.

Meski seluruh wilayah kerja yang ada telah teralokasi, BPMA menilai peluang pembukaan blok baru masih sangat terbuka. Fokus pengembangan ke depan diarahkan pada wilayah laut dengan cakupan yang lebih luas, sementara blok daratan dirancang lebih kecil agar lebih fleksibel dan menarik bagi investor.

“Konsep saya adalah memperluas yang di laut dan mempersempit yang di darat. Karena laut ini dari segi risiko lebih tinggi, dari segi investment lebih besar, dari teknologi harus lebih advance, sehingga kita perluas wilayahnya supaya menarik minat investor. Tapi kalau yang darat yang lebih murah, wilayah-wilayahnya kita persempit sehingga dapat blok-blok, wilayah kerja baru,” paparnya.

Nasri juga menargetkan penambahan jumlah wilayah kerja migas di Aceh hingga mencapai 20 blok dalam beberapa tahun ke depan. Dalam tahun pertama kepemimpinannya, jumlah blok disebut telah bertambah signifikan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News