Beranda blog Halaman 348

Persiraja Raih Kemenangan Perdana, Tumbangkan Sriwijaya FC 3-2

0
Striker Persiraja (biru) Connor Flynn mencoba menggiring bola ke pertahanan Sriwijaya FC saat melakoni laga tandang yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (27/9/2025) sore. Laga ini dimenangkan Laskar Rencong 2-3 (Foto: MO Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh akhirnya mencatat kemenangan perdana di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, tim asuhan Akhyar Ilyas sukses bangkit dengan menaklukkan Sriwijaya FC 3-2 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (27/9/2025) sore.

Amatan Nukilan.id dari layar siaran langsung, laga berlangsung sengit sejak awal. Sriwijaya FC lebih dulu unggul melalui gol cepat Afif di menit ke-6. Menjelang turun minum, tuan rumah menggandakan skor lewat eksekusi penalti Jechson di menit ke-43.

Persiraja yang sempat tertinggal dua gol tak patah semangat. Connor Flynn memperkecil kedudukan lewat tendangan kerasnya pada menit ke-45+3. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 2-1 bagi Sriwijaya FC.

Memasuki paruh kedua, Laskar Rencong tampil lebih agresif. Matheus Machado mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-70, sebelum akhirnya Connor Flynn kembali menggetarkan gawang lawan dengan sundulan pada menit ke-75. Skor berbalik 3-2 untuk Persiraja dan bertahan hingga peluit panjang.

Kemenangan ini menjadi poin penuh pertama bagi Persiraja di musim 2025/26. Sebelumnya, klub asal Banda Aceh itu harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah 2-3 dari Adhyaksa FC di kandang, serta takluk 2-3 saat bertandang ke markas Sumsel United. (XRQ)

Reporter: AKil

MPU Aceh Apresiasi Langkah Mualem Hentikan Tambang Ilegal

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. (Foto: Dok MPU)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali alias Lem Faisal, menyatakan dukungan terhadap kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang berkomitmen memberantas aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Aceh.

Menurut Lem Faisal, sikap tegas pemerintah daerah sejalan dengan peringatan yang pernah disampaikan MPU sejak enam tahun lalu. Pada 2019, lembaga ulama tersebut menerbitkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pemeliharaan Lingkungan Hidup Menurut Hukum Islam, yang menegaskan bahwa tindakan merusak lingkungan hukumnya haram.

“Kami mendukung langkah Mualem untuk memberantas tambang ilegal di hutan Aceh,” ujar Lem Faisal saat dikonfirmasi Nukilan, Sabtu (27/9/2025).

Sebelumnya, dalam rapat paripurna bersama DPRA, Kamis (25/9/2025), Mualem menyoroti maraknya aktivitas tambang emas ilegal yang merambah hutan Aceh. Ia memberi batas waktu dua minggu agar seluruh alat berat, termasuk ekskavator, segera ditarik keluar dari lokasi tambang.

“Mulai hari ini, saya beri peringatan keras. Semua alat berat yang digunakan untuk tambang emas ilegal harus keluar dari hutan. Jika tidak dipatuhi, dalam dua minggu ke depan akan diambil tindakan tegas,” kata Mualem.

Lem Faisal juga menegaskan kembali isi Fatwa MPU 2019 yang mewajibkan umat Islam menjaga kelestarian alam. Fatwa tersebut juga merekomendasikan pemerintah memperketat izin tambang, menindak praktik pembalakan liar, mencegah pencemaran sungai dan laut, serta menertibkan eksploitasi yang merusak tanah maupun sumber air. []

Reporter: Sammy

Petugas Damkar Evakuasi Ular Piton Sepanjang 3 Meter di Peukan Bada

0
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Aceh Besar Pos Peukan Bada mengevakuasi seekor ular piton dari sebuah kandang ayam milik warga di Gampong Rima Jeuneu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (27/9/2025) pagi. (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Aceh Besar – Seekor ular piton sepanjang sekitar tiga meter berhasil dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Aceh Besar Pos Peukan Bada dari sebuah kandang ayam milik warga di Gampong Rima Jeuneu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (27/9/2025) pagi.

Dirangkum Nukilan dari akun Instagram @damkaracehbesar, informasi keberadaan ular itu pertama kali dilaporkan oleh Nurbaiti (71), seorang ibu rumah tangga setempat. Ia mendatangi langsung Pos Damkar Peukan Bada sekitar pukul 07.08 WIB setelah melihat ular besar tersebut berada di kandang ayam miliknya. Saat memberi umpan ayam, ia kaget melihat ular piton sudah berada di kandang.

Setelah menerima laporan, empat personel Damkar BPBD Aceh Besar segera bergerak menuju lokasi. Mereka tiba di rumah pelapor sekitar pukul 07.14 WIB dan langsung melakukan pengamatan sebelum menyusun langkah penanganan.

Dengan menggunakan tongkat penangkap ular, petugas akhirnya berhasil mengamankan satwa liar tersebut pada pukul 07.40 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian ini.

Kepala Pos Damkar Peukan Bada melalui keterangan resmi menyebutkan, ular tersebut kemudian dievakuasi untuk dilepaskan kembali ke habitat alaminya. []

Reporter: Sammy

Asprindo Jalin Kerja Sama dengan Tiga Perguruan Tinggi di Asia

0
Asprindo Jalin Kerja Sama dengan Tiga Perguruan Tinggi di Asia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga perguruan tinggi sekaligus pada Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2025. Tiga kampus yang terlibat adalah UIN Imam Bonjol Padang, Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU) Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jose Rizal Memorial State University, Filipina.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd, menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari program Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

“Karena itu, kami menjalin kerjasama dengan pihak pengusaha, industri, hingga asosiasi, sebagai stakeholder dalam bidang bisnis. Ini akan membantu para siswa kami untuk memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Prof Martin.

Ia menambahkan, bentuk kerja sama ini mencakup pelatihan kerja (magang) dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan yang tergabung dalam Asprindo.

“Alasan kami mau bekerja sama dengan Asprindo ini, karena Asprindo ini asosiasi yang tak diragukan kiprahnya dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, Asprindo juga memiliki komitmen untuk membantu dunia pendidikan, terutama pendidikan tinggi,” lanjutnya.

Fokus Teknologi

Dari pihak APU, Chief Innovation & Enterprise Officer, Prof. Ir. Euring. Dr. Vinesh Thiruchelvam, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi perkembangan teknologi baru.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan akan muncul talent-talent baru di APU, yang nantinya bisa dibantu oleh Asprindo untuk menciptakan bidang kerja baru di Indonesia,” jelasnya.

Ia menyebut kerja sama akan difokuskan pada bidang komputer, teknologi, dan rekayasa. “Kami percaya kerjasama ini akan memberikan hasil positif, karena Asprindo adalah asosiasi nomor satu dan memiliki jaringan luas dalam upaya meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Riset dan Pertukaran

Sementara itu, Vice President for External Affairs, Linkages, and Resource Generation Jose Rizal Memorial State University, Dr. Joseph Salvel R. Campiseno, menjelaskan kerja sama akan berlangsung selama empat tahun.

“Setelah berkas ini ditandatangani oleh kepala kami, maka kami akan mendorong program-program seperti pertukaran pelajar maupun pengajar, riset, hingga pemberian layanan bagi komunitas. Untuk bidang studinya adalah pertanian, bio marine, dan animal science,” kata Campiseno.

Dua Jose Rizal

Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, menyebut kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi membawa manfaat besar bagi dunia usaha maupun kampus.

“Alih pengetahuan, teknologi, hingga SDM yang mumpuni disediakan kampus. Sebaliknya, dunia usaha menyediakan lapangan kerja, pengalaman dan kesempatan. Sinergi ini akan membuat pengusaha berlari lebih kencang. Ini adalah mutual benefit. Dan saya kira, model seperti ini harus terus kita kembangkan, jika ingin pengusaha bumiputera cepat naik kelas,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebetulan menarik dalam acara ini. Selain dirinya, MoU juga ditandatangani oleh Jose Rizal Memorial State University dari Filipina.

“Ini mempertemukan dua Jose Rizal,” kata Jose sambil tersenyum. *

Marthunis Tegaskan Pentingnya Pelatihan Calon Kepala Sekolah, Disdik Aceh Gandeng BGTK

0
Marthunis Tegaskan Pentingnya Pelatihan Calon Kepala Sekolah, Disdik Aceh Gandeng BGTK. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., bersama Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Junaidi, SST., M.Pd., menerima kunjungan kerja Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Aceh. Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh tersebut membahas penguatan program Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) untuk melahirkan pemimpin sekolah yang inspiratif.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa program BCKS akan dilaksanakan sebagai percontohan di lima kabupaten/kota, yakni Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Jaya. Daerah tersebut dipilih karena dianggap representatif untuk mengukur efektivitas pelatihan dalam mencetak kepala sekolah berkualitas yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Peserta BCKS merupakan guru-guru terbaik yang telah melewati proses seleksi ketat. Mereka dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Melalui pembekalan kompetensi kepemimpinan, manajerial, dan pedagogik, calon kepala sekolah diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta membangun iklim belajar yang lebih kondusif.

Marthunis menegaskan program ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan kepemimpinan pendidikan yang profesional dan visioner.

“Kepala sekolah adalah ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan. Kami berharap melalui program BCKS ini, lahir pemimpin-pemimpin sekolah yang dapat menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan positif di Aceh,” ujarnya.

Dinas Pengairan Aceh Ikut Sukseskan World Cleanup Day 2025

0
Dinas Pengairan Aceh Ikut Sukseskan World Cleanup Day 2025. (Foto: Dinas Pengairan Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2025, perwakilan ASN Dinas Pengairan Aceh turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong bersama yang dilaksanakan di lingkungan Gedung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Sabtu, 27 September 2025.

Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi pemerintah di Aceh, antara lain Katibul Wali Nanggroe, Sekretariat DPRA, serta sejumlah kelompok volunteer yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Seluruh peserta melakukan aksi bersih-bersih di area sekitar gedung PKA dan sekitarnya, dengan fokus pada kegiatan pengumpulan serta pemilahan sampah sesuai dengan kategorinya sebelum ditimbang.

Melalui kegiatan ini, para peserta ingin menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Slogan “#Kami13JutaSampahmu Tanggung Jawabmu, Sampahku Tanggung Jawabku” diangkat sebagai semangat kolektif dalam mendorong tanggung jawab individu dan instansi terhadap pengelolaan sampah.

Dinas Pengairan Aceh menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan lingkungan global dan komitmen untuk ikut serta menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Aceh.

Sekda Lantik Dahlawi sebagai Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Aceh

0
Dahlawi, Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Aceh, usai resmi dilantik. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, pada Jumat, 26 September 2025.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Dahlawi. Ia kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh. Sebelum menduduki posisi tersebut, Dahlawi berkarier sebagai guru di SMK Negeri 1 Julok, Aceh Timur.

Pengalamannya di dunia pendidikan menjadi bekal penting dalam mengemban tugas baru. Ia menilai pengalaman tersebut memberinya pemahaman nyata mengenai kebutuhan sekolah, guru, hingga siswa.

Siswi SMA Fatih Aceh Raih Predikat Peserta Terbaik di Ajang International Volunteer and Student Exchange 2025

0
Pocut Khansa Ramadhan, siswi kelas XI SMA Fatih Bilingual School Aceh, berhasil meraih penghargaan sebagai peserta terbaik pada ajang International Volunteer and Student Exchange 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Aceh. Pocut Khansa Ramadhan, siswi kelas XI SMA Fatih Bilingual School Aceh, berhasil meraih penghargaan sebagai peserta terbaik pada ajang International Volunteer and Student Exchange 2025 yang berlangsung pada 14–24 September di tiga negara, yakni Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Dalam ajang internasional yang diikuti 115 peserta dari 38 provinsi di Indonesia itu, Pocut dinobatkan sebagai the most remarkable participant on the international stage. Capaian tersebut menjadi bukti nyata kiprah anak muda Aceh di kancah global.

Selama 10 hari, Pocut bersama peserta lainnya yang difasilitasi oleh Youth.id, menjalani rangkaian kegiatan sosial, pendidikan, serta pertukaran budaya. Mereka berkesempatan berkunjung ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS), berdiskusi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, hingga menyapa anak-anak imigran Indonesia di Sanggar Bimbingan Sentul.

Tak hanya itu, Pocut juga tampil dalam seni tari Saman, mengajar anak-anak imigran, melakukan audiensi bersama Konsulat RI di Hat Yai, Thailand, mengikuti International Youth Conference di Malaysia, serta mengunjungi sejumlah universitas ternama di ketiga negara tersebut.

Pocut merupakan putri dari pasangan dr. T. Yusriadi, Sp.BA, FIAPS, dan dr. Risna Handriani, Sp.DV. Ia berhasil lolos setelah melalui proses seleksi ketat meliputi tes TOEFL Bahasa Inggris, kemampuan akademik, pengetahuan umum, serta wawancara. Dari sekitar 30 peserta asal Aceh yang mengikuti seleksi, hanya Pocut dan Fathiya dari Universitas Syiah Kuala (USK) yang terpilih mewakili daerah tersebut.

“Saya merasa seperti benar-benar menjadi bagian dari global community. Belajar, berdiskusi, bahkan sharing ide dengan pemuda dari seluruh Indonesia dan lintas negara, itu priceless experience,” ungkap Pocut penuh semangat.

Momen paling berkesan baginya adalah saat tampil di panggung International Youth Conference di Kuala Lumpur bersama delegasi dari seluruh Indonesia. “Standing tall” di depan forum internasional itu, ia membuktikan bahwa anak Banda Aceh juga bisa bersinar di ajang dunia.

“Saya ingin berusaha menunjukkan bahwa Aceh is not left behind. Kita bisa, we deserve this stage,” tegasnya.

Rasa terima kasih Pocut ia sampaikan kepada keluarga besar, khususnya abi, ummi, nenek, om, tante, serta adik-adik yang selalu memberi doa dan dukungan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru-guru SMA Fatih Bilingual School Aceh atas bimbingan dan izin yang diberikan.

Ke depan, Pocut berkomitmen terus melangkah lebih jauh di bidang pendidikan internasional, religi, sosial kemanusiaan, hingga diplomasi pemuda.

“This is just the beginning. Akan ada banyak cerita lain dari anak muda Aceh yang siap go international,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

Haji Uma dan GAB Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Timur dari Malaysia

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.ID | IDI – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, kembali memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh dari Malaysia akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.

Warga tersebut adalah Muhammad Iqram (32), asal Dusun Lingkar Alam, Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Ia dipulangkan ke kampung halamannya pada Jumat (26/9/2025) dengan menggunakan mobil minibus Hiace yang juga difasilitasi langsung oleh Haji Uma.

Pemulangan ini berawal dari surat permohonan bantuan yang diajukan Keuchik Gampong Rambong Lop kepada Sudirman, agar dapat membantu proses kepulangan warganya yang sakit di Malaysia.

Adapun total biaya pemulangan mencapai Rp6.890.000, yang meliputi pengurusan dokumen perjalanan, pembayaran denda, hingga tiket pesawat sebesar Rp6.640.000, serta biaya transportasi ke Aceh Rp250.000. Biaya tersebut ditanggung bersama oleh berbagai pihak, yakni keluarga sebesar Rp5.080.000, bantuan Sudirman Rp780.000, dan kontribusi dari Group Aceh Bersatu (GAB) Rp780.000.

Selain itu, Haji Uma juga menanggung biaya transportasi dari Bandara Kuala Namu menuju kampung halaman Muhammad Iqram di Aceh Timur.

Dalam keterangannya, Sudirman menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat Aceh, baik di tanah air maupun di luar negeri.

“Ini bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai wakil daerah Aceh. Ketika ada warga Aceh yang mengalami kesulitan di perantauan kita harus bergandeng tangan untuk mencari solusi. Alhamdulillah, berkat kerja sama banyak pihak, terutama dukungan GAB di Malaysia, proses pemulangan ini bisa terlaksana,” ujar Haji Uma.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kepedulian masyarakat Aceh di Malaysia yang turut mendukung proses pemulangan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Aceh di Malaysia yang diketuai Saudara Junaidi, serta dukungan dari Aceh Meutuah, dan masyarakat yang ikut membantu. Tanpa kerja sama tentu akan lebih sulit merealisasikan kepulangan saudara kita yang sedang sakit,” tambahnya.

Editor: Akil

Dinas Perkim Aceh Gelar Gotong Royong Peringati World Clean Up Day

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si., bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan gotong royong bersama dalam rangka memperingati World Clean Up Day.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) di area sungai dan bantaran sungai sekitar Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Para pegawai terlihat membersihkan sampah, memotong rumput, hingga mengumpulkan berbagai jenis limbah ke dalam karung yang telah disediakan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung gerakan global menjaga bumi.

Gotong royong ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Perkim Aceh untuk mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan kawasan sungai dan ruang publik di Banda Aceh.